Click here to load reader

EUTHANASIA DITINJAU DARI ASPEK HUKUM PIDANA lib.unnes.ac.id/2405/1/6218.pdf · PDF fileEUTHANASIA DITINJAU DARI ASPEK HUKUM PIDANA DAN HAK ASASI MANUSIA SKRIPSI Untuk Memperoleh Gelar

  • View
    224

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of EUTHANASIA DITINJAU DARI ASPEK HUKUM PIDANA lib.unnes.ac.id/2405/1/6218.pdf · PDF...

  • EUTHANASIA DITINJAU DARI ASPEK HUKUM PIDANA

    DAN HAK ASASI MANUSIA

    SKRIPSI

    Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum

    Pada Universitas Negeri Semarang

    Oleh :

    Rindi Ramadhini

    3450405038

    FAKULTAS HUKUM

    UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

    2009

  • ii

    PERSETUJUAN PEMBIMBING

    Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia

    ujian pada :

    Hari :

    Tanggal :

    Semarang, 2009

    Pembimbing I Pembimbing II

    Drs. Herry Subondo, SH, M.H Dr. Indah Sri Utari, SH, M.H NIP. 130809956 NIP. 132305559

    Mengetahui, Pembantu Dekan I Fakultas Hukum

    Drs. Suhadi. SH. M.Si NIP. 132067383

  • iii

    PENGESAHAN KELULUSAN

    Skripsi ini telah dipertahankan di depan sidang panitia ujian skripsi Fakultas

    Hukum Universitas Negeri Semarang pada :

    Hari :

    Tanggal :

    Penguji Skripsi

    Ali Masyhar, SH. M.H NIP. 132303557

    Anggota I Anggota II

    Drs. Herry Subondo,SH, M.Hum Dr. Indah Sri Utari, SH, M.Hum NIP. 130809956 NIP. 132305559

    Mengetahui, Dekan Fakultas Hukum

    Drs. Sartono Sahlan, M.H NIP. 131125644

  • iv

    PERNYATAAN

    Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil

    karya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain baik sebagian maupun

    seluruhnya dan bukan dibuatkan orang lain, pendapat/ temuan orang lain yang

    terdapat dalam skripsi ini dikutip/ dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

    Semarang, Juli 2009

    Yang Menyatakan,

    Rindi Ramadhini

  • v

    MOTTO DAN PERSEMBAHAN

    Motto:

    Hidup jauh dari keluarga, tidak menyurutkan semangat dan perjuangan, sebaliknya

    membentuk jati diri dan kemandirian. (Rindi.R)

    Persembahan :

    Dengan mengucapkan syukur dan rahmat kepada

    Allah SWT, skripsi ini penulis persembahkan

    kepada :

    Kedua Orangtua ku, Mama dan Papa serta keluarga

    besar ku yang selalu mendoakan dan mendukung di

    setiap langkah ku.

    Dosen-dosen ku yang membimbing dan

    memberikan ilmu yang sangat berarti.

    Wahyu Alfi Fauzy dan Erna Apit Firmanti yang

    selalu memberi motifasi pribadi dan dukungan

    penuh.

    Teman-teman Fakultas Hukum seperjuangan,

    Teman-teman setia ku Galaxie Club (Via, Niken,

    Desita, Kiki, Dwi, Nina, Fitri) yang memberikan

    arti persahabatan.

  • vi

    PRAKATA

    Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkah dan

    karunianya berupa kesehatan, kemampuan, dan kekuatan. Terimakasih kepada jiwa

    yang masih setia kepada raga sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi

    dengan judul EUTHANASIA DITINJAU DARI ASPEK HUKUM PIDANA DAN

    HAK ASASI MANUSIA. Skripsi ini penulis susun guna memenuhi persyaratan

    untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Negeri

    Semarang.

    Penulis sadar bahwa penyusunan dan penulisan skripsi ini dapat terselesaikan

    berkat adanya bantuan, dukungan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh

    karena itu, pada kesempatan kali ini penulis ingin menyampaikan terima kasih tak

    terhingga kepada :

    1. Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmojo.M.si, Rektor Universitas Negeri Semarang

    2. Drs. Sartono Sahlan, M.H, Dekan Fakulas Hukum

    3. Drs. Herry Subondo, M.Hum, Dosen pembimbing I yang telah memberikan

    bimbingan, masukan dan arahan selama penulisan skripsi ini.

    4. Dr. Indah Sri Utari, SH, M.Hum Dosen pembimbing II yang memberikan

    bimbingan, dukungan dan motifasi sehingga penulis dapat menyelesaikan

    penulisan skripsi ini.

    5. Yosep Adi Prasetyo, Sub Komisi Pendidikan dan Penyuluhan Komisi Nasional

    Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) Jakarta.

  • vii

    6. Mochamad Sentot, SH, Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan

    Jakarta.

    7. Ketua Ikatan Dokter Indonesia, beserta seluruh karyawan dan pegawai yang telah

    memberikan ijin dan membantu penulis dalam melaksanakan penelitian.

    8. Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, beserta seluruh karyawan dan pegawai

    yang telah memberikan ijin dan membantu penulis dalam melaksanakan

    penelitian.

    9. Bapak, Ibu dan keluargaku tercinta atas segala doa, dukungan, perhatian dan

    kepercayaan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

    10. Semua pihak yang telah membantu dan menyusun skripsi ini yang tidak dapat

    penulis sebutkan satu persatu.

    Semoga Tuhan berkenan membalas budi baik yang telah memberikan bantuan,

    petunjuk serta bimbingan kepada penulis

    Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi

    pembaca dan semua pihak yang membutuhkan.

    Semarang, Juli 2009

    Penulis

  • viii

    SARI

    Ramadhini, Rindi. 2009. Euthanasia Ditinjau Dari Aspek Hukum Pidana Dan Hak Asasi Manusia. Sarjana Hukum Universitas Negeri Semarang. Drs. Herry Subondo, M.Hum, Dr. Indah Sri Utari, SH, M.Hum. 103 halaman. Kata Kunci : Euthanasia, Hukum Pidana, Hak Asasi Manusia

    Perubahan sosial budaya pada kehidupan masyarakat pada saat ini, telah banyak didominasi oleh perkembangan ilmu pengetahuan serta penemuan-penemuan teknologi. Salah satu bidang dalam kehidupan masyarakat yang telah mengalami perkembangan teknologi adalah ilmu kedokteran. Melalui suatu perkembangan teknologi medis yang semakin canggih dan modern, maka dapat diketahui dengan cepat penyakit yang diderita oleh seseorang sehingga dapat langsung didiagnose dengan cepat dan sempurna dapat dilakukan pengobatan secara efektif terhadap suatu penyakit yang diderita oleh pasien. Kemajuan di bidang kesehatan telah dapat menyembuhkan dan memperpanjang umur pasien untuk dalam jangka waktu tertentu. Namun, adakalanya pasien tidak dapat disembuhkan lagi. Pada batas tertentu, seorang yang tidak dapat disembuhkan lagi karena penyakit yang didieritanya dan pasrah menginginkan untuk melepas segala penderitaan, dengan salah satunya meminta untuk euthanasia atau dengan kata lain kematian dengan baik.

    Permasalahan yang diambil dalam penulisan skripsi ini meliputi, beberapa masalah yang menjadi topik pembahasan adalah yang pertama bagaimana pandangan dokter terhadap euthanasia, yang kedua adalah bagaimana tindakan euthanasia ditinjau dari aspek moral dan hak asasi manusia, yang ketiga bagaimana perspektif hukum pidana terhadap euthanasia, dan yang terakhir yaitu perlunya peraturan secara khusus tentang euthanasia di dalam hukum positif Indonesia.

    Dengan mengkaji penelitian melalui tinjuan aspek hukum pidana yang berlaku di Indonesia, serta dilihat pula dari segi aspek hak asasi manusia, dan peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Yuridis Normatif. Penelitian ini yang menitikberatkan pada peraturan perundang- undangan yang baku sebagai landasan yuridisnya.

    Hasil Penelitian ini bahwa euthanasia ini menjadi suatu permasalahan yang

    dilematis serta masih menimbulkan pro dan kontra bagi kalangan dunia kedokteran. Pada satu sisi, seorang pasien berhak atas kehidupannya, namun ketika tindakan euthanasia dilarang untuk dilakukan, sementara penyakit yang diderita pasien tidak dapat disembuhkan (tim medis juga tidak dapat menyembuhkan) dan pihak keluarga benar-benar tidak sanggup lagi untuk menanggung biaya yang besar serta melakukan kewajibannya terhadap dokter (yang berhak untuk menerima honorarium). Suatu tindakan euthanasia yang dilakukan oleh seorang dokter, tidak begitu saja terlepas

  • ix

    dari jeratan hukum yang berlaku di Indonesia. Karena euthanasia merupakan tindakan menghilangkan nyawa seseorang. Tidak ada alasan pembenar bagi seorang dokter yang melakukan euthanasia, dengan tindakan tersebut dikenakan Pasal 344 yang mendekati unsur delik tindakan euthanasia.

    Euthanasia ditinjau dari aspek moral dan hak asasi manusia bertentangan

    dengan hak asasi manusia yang paling mendasar yaitu hak untuk hidup. Hal ini tertuang dalam Pasal 29 A UUD 1945 dan dalam Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, maka dengan landasan hukum yang ada setiap hak asasi manusia harus dilindungi dan dijunjung tinggi. Dalam tinjauan hukum pidana Indonesia, menghilangkan nyawa orang lain tanpa hak, demi apapun dan alasan apapun, oleh siapapun harus dianggap sebagai suatu kejahatan. Indonesia belum memiliki suatu peraturan yang khusus dan lengkap tentang euthanasia. Menurut pendapat penulis tidak perlu dibuat peraturan khusus yang mengatur tentang euthanasia, karena dengan KUHP tersebut sudah cukup dapat memenuhi unsur delik dan dapat dipidananya seorang pelaku tindakan euthanasia, selain itu kita juga memiliki Undang-Undang No.39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang bisa juga sebagai landasan hukum Euthanasia.

    Penulis menyampaikan saran bagi seorang dokter yang merawat pasienya,

    seharusnya sesuai dengan kode etik kedokteran yang ada lebih memperhatikan serta mengedepankan kepentingan dan keselamatan pasien. Serta, Hak Asasi Manusia Indonesia harus lebih menjunjung tinggi akan hak-hak yang paling mendasar yang dimiliki oleh setiap makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan semua peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya dalam landasan hukum tindakan euthanasia.

    Semarang, Juli 2009

    Penulis

  • x

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL..i

    PERSETUJUAN