f r a k t u r

  • View
    229

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tfddskhhgg

Text of f r a k t u r

  • Prof.dr. Nazar Moesbar, SpB, SpOT.

  • Fraktur

    DefenisiFraktur merupakan gangguan kontinuitas kortek tulang

  • Prinsip Prinsip yang harus diketahui pada Fraktur.

    Penyebab/ Etiologi terjadinya fraktur :

    1.Trauma

    2.Stress berulang

    3.Pathologis

  • Type fraktur :

    1. Complete

    Tulang terpisah menjadi dua fragmen atau lebih

    2. Incomplete

    Tulang tidak terpissah komplit dan masih ada periosteum yang utuh.

  • Jenis Jenis pergeseran fragmen fraktur :

    Translation shifted sideways, backwards

    Angulation

    Rotation

    Distraction

  • Fase fase penyembuhan fraktur :

    Hematoma

    Inflamasi dan proliferasi selPembentukan kallus muda (wooven bone)

    Konsolidasi

    Remodelling

  • Tanda tanda fraktur :

    Pemeriksaan fisik

    Look : Dengan inspeksi swelling, hematom, derformitas, continuitas kulit.

    Feel : Secara palpasi dapat ditemukan tanda tanda nyeri tekan, dan ada tidaknya gangguan NVD

    Move : Krepitasi dan pergerakan abnormal

  • Pemeriksaan Radiologis : Tujuan pemeriksaan radiologi : 1. Konfigurasi garis fraktur.2. Perencanaan tindakan/pengobatan definitif Untuk membuat pemeriksaan radiologis suatu fraktur harus dipenuhi Rule of two :

    Two Views

    Two Joints

    Two Limbs ( Untuk Anak anak )

  • Pembagian Fraktur Secara Klinis :

    Fraktur tertutup / closed fractur : tidak ada hubungan fragmen tulang dengan dunia luar.

    Fraktur terbuka / open fractur : ada hubungan fragmen tulang dengan dunia luar.

  • KOMPLIKASI FRAKTUREARLY COMPLICATION;* Cedera Neuro Vascular* Luka pada otot sampai kekulit* Compartement SyndromeIntermediate Complication;* Infeksi* Kaku sendi* Athrofi Otot

  • KOMPLIKASI FRAKTURLate Complication;A. Lokal didaerah fraktur;* Athrofi otot* Kaku Sendi* Volkmans KontrakturB. Remote Komplication;* Batu Sal Kemih* Osteoporosis* Trauma Neurosis

  • Fraktur Pada Orang Dewasa :

    Special features of fractures and dislocations in adults

    Fractures less common but more serious

    Weaker and less active periosteum

    Less rapid fracture healing

    Fewer problems of diagnosis

  • No spontaneous correction of residual fracture deformities

    Differences in Complication

    Different emphasis on methods of treatment

    Torn ligaments and dislocations less common

    Better tolerance of major blood loss

  • BENNETS FRACTURE ( Fracture Dislocation of The First Carpometacarpal Joint )

    Fraktur disebabkan tekanan longitudinal sejajar sumbu ibu jari dengan sumbunya dalam keadaan ibu jari fleksi

    DIAGNOSATanda tanda fraktur pada persendian carpo metacarpal I

  • PENGOBATAN :

    Reduksi tertutup > thumb spica cast

    ORIF

    KOMPLIKASI

    Kaku sendi

    Osteoarthritis

  • BASEBALL FINGER ( MALLET FINGER )

    Disebabkan fleksi pasif tiba tiba pada distal interphalangeal joint menyebabkan fraktur avulsi dari basis distal phalang

    PENGOBATAN :Pada fase akut : pemasangan cast pada jari dengan distal interphalang ekstensi dan proximal interphalang difleksikan 90 derajat

  • BOXER FRACTURE

    Fraktur leher metacarpal V ( kelingking ), sering pada petinju.

    PENGOBATAN :Fragmen fraktur stabil : Reduksi tertutup disertai pemasangan cast selama 3 minggu

    Fragmenfraktur tidak stabil : Operasi untuk mengkoreksi kelurusan dan rotasi

  • COLLESS FRACTURE:Fraktur sering terjadi pada dewasa diatas 50 tahun. Lebih sering pada wanita.

    Kombinasi proses ketuaan dan post menopausal osteoporosis.

    Terjadi akibat jatuh dalam keadaan tangan menahan berat badan dalam posisi pronasi.

    Merupakan fraktur pada distal tulang radius, pada cortico cancellous junction.( 1 inch dari sendi )

    Deformitas Dinner Fork Deformity

  • Fraktur Colles terdiri atas :

    Fraktur radius 2 cm diatas sendi pergelangan tangan

    Angulasi ke dorsal

    Pergeseran ke dorsal

    Bisa disertai Fraktur prosesus stiloid ulna (tidak selalu )

  • PENGOBATAN :

    Pemasangan gips diatas siku untuk fraktur yang tidak displaced. Paling baik dengan pemasangan fiksasi internal menggunakan plate and screw.

  • KOMPLIKASI

    Mal union

    Delayed union

    Kaku sendi

    Carpal tunnel syndrome

    Sudecks osteodystrophy

    Ruptur tendon policis longus

  • SMITHS FRACTURE

    Disebut juga reverse Colles fracture. Tidak sesering Colles

    Biasanya pada laki laki dewasa muda

    Akibat terjatuh pada saat lengan bawah dalam posisi supinasi dan dorsofleksi

    Tidak menunjukan gambaran Dinner fork deformity

    Terjadi pada metaphysis distal dari tulang radius. Displacement fragmen distal ke anterior

  • PENGOBATAN :

    Reduksi dengan melakukan traksi dan ekstensi dari pergelangan tangan, kemudian immobilisasi dengan cast selama 6 minggu

  • BARTONS FRACTURE

    Fraktur distal radius dengan fragmen distal melalui sendi dan terjadi pergeseran fraktur serta seluruh komponen sendi ke arah volar.

    PENGOBATAN :

    Dapat direduksi dengan mudah namun mudah terjadi redisplacement

    ORIF dengan anterior buttress plate

  • MONTEGGIA FRACTURE DISLOCATION

    Merupakan fraktur 1/3 proksimal ulna disertai dislokasi radius proksimal ke anterior atau ke posterior

    Terjadi akibat hiperpronasi lengan bawah atau trauma langsung pada punggung lengan bawah

  • PENGOBATAN :

    Sebaiknya dengan pemasangan internal fiksisi untuk aligment dan panjang dari tulang ulna.Mobilisasi segera sendi siku, penting untuk mencegah kekakuan sendi

  • GALLEAZI FRACTURE DISLOCATION

    Fraktur 1/3 distal radius disertai dislokasi atau subluksasi sendi radio ulnar distal.

    PENGOBATAN :Sebaiknya dengan open reduction ( operatif ) dan pemasangan fiksasi interna.

  • FRAKTUR LEHER HUMERUS ( COLLUM HUMERI )

    Umumnya terjadi pada wanita tua yang telah mengalami osteoporosis

    Terjadi akibat jatuh dengan tumpuan tangan sehingga terjadi fraktur transversal humerus dengan atau tampa impaksi ke fragmen proksimal

  • PENGOBATAN :

    Fraktur yang tidak disertai pergeseran dapat dilakukan terapi konservatif dengan arm sling ( mitella ) dan mobilisasi segera pada sendi bahu.

    Bila fraktur disertai dengan pergeseran dapat dipertimbangkan operasi

  • KOMPLIKASI

    Kekakuan sendi, trauma saraf n. axillaris dan dislokasi sendi bahu.

  • FRAKTUR DIAFISIS HUMERUS

    Biasanya terjadi pada 1/3 tengah humerus dimana trauma bersifat memuntir menyebabkan fraktur spiral; trauma langsung menyebabkan fraktur transversal, oblique atau kominutif.

    Fraktur patologis biasanya pada 1/3 proksimal humerus

  • GAMBARAN KLINIS :

    Tanda tanda fraktur dan harus diperiksa adanya lesi nervus radialis terutama pada 1/3 tengah humerus.

  • PENGOBATAN :

    Prinsip pengobatan adalah konservatif karena angulasi dapat tertutup oleh otot dan secara fungsional tidak terjadi gangguan .

    Konservatif dengan U slab dan pemasangan hanging castORIF .

  • INDIKASI OPERASI :

    Fraktur terbuka

    Lesi nervus radialis setelah reposisi

    Non union

    Penderita yang ingin cepat aktif

  • FRAKTUR PADA ANAK

    Special features of fractures and dislocations in childrenFractures more commonStronger and more active periosteumMore rapid fracture healingSpecial problems of diagnosisSpontaneous correction of certain residual deformitiesDifferences in complicationsDifferent emphasis on methods of treatmentTorn ligaments and dislocations less commonLess tolerance of major blood loss

  • FRAKTUR KHUSUS PADA ANAK

    Fraktur yang melibatkan lempeng epiphysis

    Birth fractures

    Fraktur lempeng epiphysis

    Dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan

    Daerah paling lemah dari lempeng epiphyseal adalah zone of calcifying cartilage; sehingga jika terjadi fraktur lempeng epiphysis garis frakturnya melewati zona ini

  • Klasifikasi Cedera Lempeng Epiphysis Salter Harris

    Salter Harris Type ITerjadi pemisahan lempeng epiphyseal komplit tanpa disertai fraktur tulang

    Salter Harris Type IIPemisahan lempeng epiphysis disertai fraktur sebagian metaphysis

  • Salter Harris Type IIIFraktur intra articular sebagian epiphysis melewati permukaan sendi sampai lempeng epiphysis

    Salter Harris Type IVFraktur intra articular sebagian epiphysis dengan garis fraktur melewati epiphysis, lempeng epiphysis dan sebagian metaphysis

    Salter Harris Type VCrushing of the epiphyseal plate

  • SH IISH VSH IIISH IV

  • PROGNOSA TERJADINYA GANGGUAN PERTUMBUHAN

    Jenis cedera

    Umur anak

    Supply darah epiphysis

    Metode reduksi

    Cedera tertutup atau terbuka

  • BIRTH FRACTURES

    Terjadi pada proses persalinan yang sulit dengan bayi yang besar terutama letak sungsang.( Fr. Clavicula, Fr. Humerus Femur )

    Multiple fractures biasanya patologis, paling sering akibat osteogenesis imperfecta

  • CLAVICULA

    Merupakan tulang yang paling mungkin terjadi fraktur

    Dapat dijumpai pseudoparalysis

    Pengobatan dengan sling dan bandage

  • HUMERUS

    Dapat terjadi neuropraxia nervus radialis, biasanya sembuh

    Diagnosis secara klinis dan radiologis

    Pengobatan dengan bandage

  • FEMUR

    Diagnosa klinis tampak tanda tanda fraktur ditambah dengan pemeriksaan radiologis

    Pengobatan dengan Traksi Bryant

  • FRAKTUR PADA ANAK

    Mallet finger

    Dapat terjadi akibat hiperfleksi dar