26
 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Menopause Kata ”menopause” berasal dari bahasa Yunani, yaitu ”men” yang berarti  bulan dan ”peuseis” yang berarti penghentian sementara. Secara lingustik yang lebih tepat adalah ”menocease” yang artinya berhentinya masa menstruasi (Smart, 2010). Banyak definisi tentang menopause yang dikemukan oleh para ahli, diantaranya mereka mengatakan menopause adalah : Burger (2007), mendefinisikan menopause adalah berhentinya menstruasi secara permanen yang diakibatkan hilangnya folikel ovarium yang diperantai oleh transisi menopause, suatu penanda awal munculnya ketidakteraturan menstruasi. Mckinlay (1996), mengatakan secara klinis menopause alami dapat didiagnosa setelah 12 bulan berturut-turut tidak menstruasi tampa sebab yang jelas (seperti kehamilan, menyusui) sejak menstruasi terakhir. Sutanto (2005), mendefinisikan menopause sebagai proses alami dari  penuaan, yaitu ketika wanita tidak lagi mendapat haid selama 1 tahun. Berhentinya haid karena ovarium tidak lagi memproduksi hormon estrogen dan  progesteron, dan rata-rata terjadinya menopause pada usia 50 tahun.  Menopause adalah berhentinya siklus haid terutama karena ketidakmampuan sistem neurohumoral untuk mempertahankan stimulasi periodiknya pada sistem endokrin (Potter & Perry, 2005). Baziad dalam Kasdu (2004), menyebutkan Universitas Sumatera Utara

Faal Menopause

  • Upload
    hardian

  • View
    48

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

File about menopause physiology

Citation preview

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    1/26

    BAB 2

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1.Menopause

    Kata menopause berasal dari bahasa Yunani, yaitu men yang berarti

    bulan dan peuseisyang berarti penghentian sementara. Secara lingustik yang lebih

    tepat adalah menoceaseyang artinya berhentinya masa menstruasi (Smart, 2010).

    Banyak definisi tentang menopause yang dikemukan oleh para ahli,

    diantaranya mereka mengatakan menopauseadalah :

    Burger (2007), mendefinisikan menopause adalah berhentinya menstruasi

    secara permanen yang diakibatkan hilangnya folikel ovarium yang diperantai oleh

    transisi menopause, suatu penanda awal munculnya ketidakteraturan menstruasi.

    Mckinlay (1996), mengatakan secara klinis menopause alami dapat didiagnosa

    setelah 12 bulan berturut-turut tidak menstruasi tampa sebab yang jelas (seperti

    kehamilan, menyusui) sejak menstruasi terakhir.

    Sutanto (2005), mendefinisikan menopause sebagai proses alami dari

    penuaan, yaitu ketika wanita tidak lagi mendapat haid selama 1 tahun. Berhentinya

    haid karena ovariumtidak lagi memproduksi hormon estrogendanprogesteron, dan

    rata-rata terjadinya menopausepada usia 50 tahun.

    Menopauseadalah berhentinya siklus haid terutama karena ketidakmampuan

    sistem neurohumoral untuk mempertahankan stimulasi periodiknya pada sistem

    endokrin (Potter & Perry, 2005). Baziad dalam Kasdu (2004), menyebutkan

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    2/26

    menopause sebagai perdarahan rahim terakhir yang masih diatur oleh hormon

    ovarium.Istilah menopausedigunakan untuk menyatakan suatu perubahan hidup dan

    pada saat itulah seorang wanita mengalami periode terakhir masa haid .

    Shimp & Smith (2000), mendefenisikan menopause sebagai akhir periode

    menstruasi, tetapi seorang wanita tidak memperhitungkan post menopause sampai

    wanita tersebut telah 1 tahun mengalami amenorrhea. Menopause membuat

    berakhirnya fase reproduksi pada kehidupan wanita.

    Gebbie (2005), mengatakan menopause sebagai periode menstruasi spontan

    yang berakhir pada seorang wanita dan merupakan diagnosa yang ditegakkan secara

    retrospektif setelah amenorrheaselama 12 bulan. Menopause terjadi pada usia rata-

    rata 51 tahun.

    Menopauseadalah masa kehidupan wanita ketika kemampuan reproduksinya

    berhenti. Ovary (kelenjar reproduksi wanita) berhenti fungsinya dan menghasilkan

    hormon yang lebih sedikit (WHO, 1996). Pengertian lain dari menopause adalah

    berhentinya menstruasi secara permanen yang disebabkan hilangnya fungsi folikel-

    folikelsel telur (Greendale, 1999).

    Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menopause adalah masa setelah

    satu tahun berhentinya menstruasi/haid yang disebabkan oleh menurunnya produksi

    hormon estrogen dan progesteron di ovarium dan berakhirnya masa reproduksi

    seorang wanita.

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    3/26

    2.1.1. FisiologiMenopause

    Kasdu (2000), mengatakan sejak lahir bayi wanita sudah mempunyai

    770.000-an sel telur yang belum berkembang. Pada fase prapubertas, yaitu usia 812

    tahun, mulai timbul aktifitas ringan dari fungsi endokrin reproduksi. Selanjutnya,

    sekitar 1213 tahun, umumnya seorang wanita akan mendapatkan menarche (haid

    pertama kali). Masa ini disebut sebagai pubertas dimana organ reproduksi wanita

    mulai berfungsi optimal secara bertahap. Pada masa ini ovariummulai mengeluarkan

    sel-sel telur yang siap untuk dibuahi. Masa ini disebut fase reproduksi atau periode

    fertil (subur) yang berlangsung sampai usia sekitar 45 tahunan. Pada masa ini wanita

    mengalami kehamilan dan melahirkan. Fase terakhir kehidupan wanita atau setelah

    masa reproduksi berakhir disebut klimakterium, yaitu masa peralihan yang dilalui

    seorang wanita dari periode reproduktif ke periode non produktif. Periode ini

    berlangsung antara 510 tahun sekitar menopauseyaitu 5 tahun sesudah menopause.

    2.1.2. Tahap-TahapMenopause

    Menopauseterbagi dalam beberapa fase, menurut Manuaba (1999), perubahan

    wanita menuju masa menopauseantara usia 50-65 tahun yaitu :

    a. Fase pra-menopause (klimakterium), pada fase ini seorang wanita akan

    mengalami kekacauan pola menstruasi, terjadi perubahan psikologis/kejiwaan dan

    perubahan fisik. Berlangsung sekitar 4-5 tahun, ini terjadi pada usia antar 48-55

    tahun.

    b. Fase menopause, berhentinya menstruasi. Perubahan dan keluhan psikologis fisik

    makin menonjol, berlangsung sekitar 3-4 tahun, pada usia antara 56-60 tahun

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    4/26

    c. Fase pasca-menopause (senium), terjadi pada usia di atas 60-65 tahun. Wanita

    beradaptasi terhadap perubahan psikologis dan fisik, keluhan makin berkurang.

    Menurut Midasmart (2009), tahapan menopause bermula dari tahap

    reproduksi sampai berakhir pada awal senium, saat wanita usia 40-65 tahun:

    a. Pra-menopause, merupakan masa 4-5 tahun sebelum menopause, fungsi

    reproduksinya mulai menurun, timbul keluhan tanda-tanda menopause,

    perdarahan tidak teratur.

    b. Menopause, terjadi pada usia sekitar 50 tahun, perdarahan uterus terakhir yang

    masih dikendalikan oleh ovarium, masa wanita mengalami akhir datangnya haid

    sampai berhenti, periode dengan keluhan memuncak, rentangan 1-2 tahun

    sebelum dan 1 tahun sesudah menopause.

    c. Pasca menopause, masa 3-5 tahun setelah menopause, munculnya perubahan-

    perubahan patologi secara permanen disertai memburuknya kondisi fisik pada

    usia lanjut (senium).

    d. Ooforopause, saat ovariumkehilangan fungsi hormonalnya sama sekali.

    Kasdu (2004), mengatakan pada masa premenopause, hormon estrogen dan

    progesteron masih tinggi, tetapi semakin rendah ketika memasuki masa

    perimenopausedanpostmenopause. Keadaan ini berhubungan dengan fungsi ovarium

    yang terus menurun. Semakin meningkat usia seorang wanita, semakin menurun

    jumlah sel-sel telur pada kedua indung telur. Hal ini disebabkan adanya ovulasipada

    setiap siklus haid, dimana pada setiap siklus, antara 20 hingga 1.000 sel telur tumbuh

    dan berkembang, tetapi hanya satu atau kadang-kadang lebih yang berkembang

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    5/26

    sampai matang akan juga mati, juga karena proses atresia, yaitu proses awal

    pertumbuhan sel telur yang segera berhenti dalam beberapa hari atau tidak

    berkembang. Proses ini terus menurun selama kehidupan wanita hingga sekitar 50

    tahun karena produksi ovarium menjadi sangat berkurang dan berakhir berhenti

    bekerja.

    Sarwono (2002), menyebutkan penurunan fungsi ovarium menyebabkan

    berkurang kemampuan ovarium untuk menjawab rangsangan gonadotropin, keadaan

    ini akan mengakibatkan terganggunya interaksi antara hipotalamus-hipofisis. Pertama

    terjadi kegagalan fungsi korpus luteum. Kemudian, turunnya produksi steroid

    ovarium menyebabkan berkurangnya reaksi umpan balik negatif terhadap

    hipotalamus. Keadaan ini meningkatkan produksi Follicle Stimulating Hormone

    (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH). Dari kedua gonadotropin itu yang paling

    tinggi peningkatannya adalah FSH. Kadar FSH pada masa menopause adalah 30-

    40mIu/ml.

    2.1.3 Gejala dan Keluhan pada WanitaMenopause

    Ketika akan menopause, terjadi perubahan-perubahan pada tubuh yang dapat

    menimbulkan keluhan-keluhan pada wanita menopause. Gejala awal yang terjadi

    pada masa menopauseadalah menstruasi menjadi tidak teratur, cairan haid menjadi

    semakin sedikit atau semakin banyak, hot flushesyang kadang-kadang menyebabkan

    insomnia, palpitasi, pening, dan rasa lemah. Gangguan seksual (perubahan libido dan

    disparenia). Gejala-gejala saluran kemih seperti urgensi, frekwensi, nyeri saat

    berkemih, infeksi saluran kemih, dan inkontinensia(Shimp & Smith, 2004).

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    6/26

    Hanafiah (2000), mengatakan turunya fungsi ovariummengakibatkan hormon

    estrogen danprogesteronsangat berkurang di dalam tubuh wanita. Penurunan sampai

    hilangnya hormon estrogen dari ovarium ini yang terjadinya pada awal masa

    klimakterium sampai hilangnya fungsi ovarium (ooforase) menimbulkan keluhan-

    keluhan tertentu (sindrom defesiensi estrogen) yang kadang-kadang sangat

    mengganggu dan memerlukan pengobatan. Dalam jangka pendek pada masa pra dan

    pascamenopause, turunnya kadar estrogenmenyebabkan timbulnya suatu gejala yang

    merupakan sindromma klimakteriumdan dalam jangka panjang dapat menimbulkan

    penyakit kardiovaskuler, osteoporosisdan demensia tipe Alzheimer.

    Adapun gejala dan keluhan yang umum muncul pada wanita menopause

    (Hanafiah, 2000) yaitu :

    1. Gangguan vasomotor, yaitu hot flushes(gejolak panas) dan keringat banyak pada

    malam hari (night sweats)

    2. Gangguan psikis, yaitu irritabilitas (mudah tersinggung), ansietas (cemas),

    depresi, susah tidur, libido menurun dan pelupa

    3. Gangguan urogenital, yaitu incontinence urine (berkemih tidak tertahan),

    frequency (sering berkemih), dysuria (nyeri berkemih) dan nocturia (berkemih

    malam hari) serta dyspareunia(nyeri bersetubuh)

    4. Perubahan pada alat-alat non genetalia, yaitu rambut rontok, kulit mengalami

    atropi dan kering serta tampak keriput.

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    7/26

    2.1.4.Hot flush

    Manuaba (1998), mengatakan hot flushadalah rasa panas yang luar biasa pada

    wajah dan tubuh bagian atas seperti leher dan dada. Hot flushes terjadi pada malam

    hari, dan menyebabkan keluarnya keringat, terjadi selama beberapa detik atau menit,

    tetapi ada juga yang berlangsung sampai 1 jam. Hot flushesberlangsung selama 2-5

    tahun ketika wanita akan memasuki usia menopause atau saat menopause dan akan

    menghilang sekitar 4-5 tahun pasca menopause. Wanita yang mengalami hot flushes

    ini sekitar 75%-80%.

    Gejala ini terjadi karena pada saat menopause, seiring dengan terhentinya

    menstruasi akan terjadi peningkatan hormon FSH dan LH serta rendahnya estrogen.

    Salah satu efek samping dari FSH adalah terjadinya vasodilatasi dibawah kulit yang

    dapat menimbulkan perubahan yaitu pelebaran pada pembuluh darah, sehingga

    meningkatkan aliran darah dibawah kulit. Melebarnya pembuluh darah pada wajah,

    leher, dan tengkuk menimbulkan semburan rasa panas. Rasa panas ini muncul tiba-

    tiba dan akan hilang setelah beberapa menit berikutnya (Guyton, 1999). Mashshak

    (2000), mengatakan bahwa gejolak panas merupakan hasil dari suatu perubahan tiba-

    tiba dalam pusat pengaturan suhu di hipotalamus.

    Hingga saat ini etiologi yang pasti dari gejolak panas tidak diketahui, namun

    diduga mekanisme termoregulator pada inti hipotalamus mengalami malfungsi.

    Gejolak panas muncul tiba-tiba menyebar ke berbagai bagian tubuh, terutama dada,

    wajah dan kepala. Biasanya terjadi kemerahan dan banyak keringat disertai berdebar-

    debar, cemas dan diikuti rasa dingin. Seluruh episode berlangsung beberapa detik

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    8/26

    hingga beberapa menit. Gejolak panas dapat timbul beberapa kali dalam sehari, tapi

    berbeda-beda pada tiap wanita, rata-rata terjadi 5-10x/hari (Hanafiah, 2000).

    2.1.5. Sulit Tidur

    Bender (1998) dalam Lasmini (2000), mengatakan bahwa sulit tidur

    merupakan gejala yang sering dialami oleh wanita menopause, sehingga dengan

    alasan tersebut mereka mencari pertolongan ke tenaga medis. Beberapa hal dari sulit

    tidur ini, merupakan suatu dampak dari rasa semburan panas hot flusth, dan banyak

    keringat diwaktu malam sehingga merasa terganggu pada saat tidurnya.

    Gangguan tidur dapat juga ada hubungannya dengan penurunan hormon

    estrogen pada wanita yang mempengaruhi produksi dari serotonim, yaitu zat kimia

    yang ada diotak yang memiliki peranan penting dalam mengatur pola tidur. Dengan

    menurunnya kadar serotonim dalam otak mengakibatkan gangguan tidur pada wanita

    yang sedang dalam menopause. Kesulitan dalam tidur tidak hanya menimbulkan rasa

    keletihan fisik, namun juga gangguan emosi.

    Gangguan tidur adalah suatu masalah yang sering dihubungkan dengan

    gejolak panas, masalah ini dapat memiliki efek domino pada seluruh kehidupan

    penderita.

    2.1.6. Vagina Kering

    Menurut Kasdu (2004), gangguan seksual terjadi karena penurunan kadar

    estrogen yang menyebabkan vagina menjadi atropi, kering, gatal. Panas, dan nyeri

    saat aktifitas seksual (disparenia) karena setelah menopause sekresi vagina

    berkurang. Disamping itu dinding vagina menjadi tipis, elastisitasnya berkurang dan

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    9/26

    menjadi lebih pendek serta lebih rendah, akibatnya terasa tidak nyaman dan nyeri

    selama aktifitas seksual. Atropi vagina terjadi 3-6 bulan setelah menopause dan

    gejalanya dirasakan dalam 5 tahun menopause.

    2.1.7. Tidak Dapat Menahan Air Seni

    Atropi juga dapat terjadi pada saluran kemih bagian bawah, sehingga otot

    penyangga uretra dan kandung kemih menjadi lemah. Hilangnya onus otot utetra

    karena menurunnya kadar estrogen,akibat terjadinya gangguan penutupan uretradan

    perubahan pola aliran urine menjadi tidak normal sehingga fungsi kandung kemih

    tidak dapat dikendalikan (inkontinensia urine)dan mudah terjadi infeksi pada saluran

    kemih bagian bawah (Shimp & Smith, 2000).

    2.1.8. Perubahan Kulit

    Selain itu turunnya kadar estrogen juga berpengaruh pada jaringan kolagen

    yang berfungsi sebagai jaringan penunjang pada tubuh. Hilangnya kolagen

    menyebabkan kulit menjadi kering dan keriput, rambut terbelah-belah, rontok, gigi

    mudah goyang dan gusi berdarah, sariawan, kuku rusak, serta timbulnya rasa sakit

    dan ngilu pada persendiaan (Kasdu, 2004).

    2.1.9. Berat Badan

    Dengan bertambahnya usia, aktifitas tubuh juga berkurang. Hal ini

    menyebabkan gerak tubuh berkurang, sehingga lemak semakin banyak tersimpan.

    Berdasarkan penelitian yang di kutip oleh Kasdu ditemukan bahwa setiap kurun

    waktu 10 tahun berat badan akan bertambah atau melebar ke samping, ditemukan

    29% wanita pada masa menopause memperlihatkan kenaikan berat badan dan 205

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    10/26

    diantaranya memperlihatkan kenaikan yang mencolok. Hal ini diduga ada

    hubungannya dengan turunnya estrogen dan gangguan pertukaran zat dasar

    metabolisme lemak ( Kasdu, 2004).

    2.1.10. Osteoporosis

    Osteoporosis merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan

    menurunnya massa tulang dan mikroarsitektur dari jaringan tulang akibat

    berkurangnya hormon estrogen(Proverawati, 2009)

    Estrogen juga membantu penyerapan kalsium ke dalam tulang, sehingga

    wanita yang telah mengalami menopause mempunyai resiko lebih mudah terkena

    osteoporosisi.Kehilangan massa tulang merupakan fenomena universal yang dimulai

    sekitar usia 40 tahun, dan meningkat pada wanita postmenopause, yaitu rata-rata

    kehilangan massa tulang 2% tiap tahun. Pada tahun-tahun awal setelah menopause,

    kehilangan massa tulang berlangsung sangat cepat dan resiko jangka panjang untuk

    terjadinya patah tulang meningkat (Kasdu, 2004).

    Lebih dari 90% pasien pasien osteoporosis adalah wanita postmenopause.

    Diperkirakan antara 25% dan 44% wanita postmenopausemengalamifrakturkarena

    osteoporosis, terlebih pada tulang belakang, sendi paha, dan lengan bawah. Pada

    wanita kulit putih, kira-kira 8 dari 1000 mengalami fraktur oeteoporosis, dan pada

    wanita kulit hitam 3 dari 1000. Walaupun wanita kulit putih dan wanita Asia

    mempunyai resiko yang meningkat untuk menjadi fraktur tulang karena

    osteoporosisi, wanita kulit hitam mempunyai angka kematian lebih tinggi pada 6

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    11/26

    bulan pertama setelah fraktur tulang paha dibanding wanita kulit putih, yaitu 20% dan

    11% (Shimp dan Smith, 2000).

    Pramono dalam Kasdu (2004 ), mengatakan bahwa, pada lansia berusia 60-78

    tahun sering ditemukan osteoporosisi, dan pada golongan ini wanita dua kali lebih

    banyak dibandingkan pria. Secara kumulatif, selama hidupnya wanita akan

    mengalami kehilangan 40%-50% massa tulangnya, sedangkan pria hanya kehilangan

    sebanyak 20%-30%. Dengan demikian, wanita lebih beresiko menderita osteoporosis

    dan patah tulang pada masapostmenopause.

    American Society for Reproductive Medicine menyebutkan pada wanita di

    atas 50 tahun, terdapat 13-18% yang mengalami osteoporosis. Meningkatnya

    kemungkinan terjadi fraktur sebesar 15-20%. Patah tulang pangkal paha akibat

    osteoporosis diperkirakan akan meningkat tiap tahunnya menjadi 6,26 juta sampai

    tahun 2050. Di Amerika Serikat didapatkan 24 juta penderita osteoporosis yang

    memerlukan pengobatan, 80% adalah wanita. Sepuluh juta sudah jelas mengalami

    osteoporosis, dan 14 juta mengalami massa tulang yang rendah yang merupakan

    risiko tinggi terjadinya osteoporosis berat. Dari yang tenderita osteoporosis kurang

    lebih 1,5 juta mengalami patah tulang, dan diperkirakan 37.000 orang meninggal tiap

    tahunnya akibat komplikasinya (Proverawati, 2009).

    2.1.11. Penyakit Jantung Koroner

    Penurunan kadar estrogenjuga mengakibatkan penurunan HDL (High Density

    Lipoprotein) dan meningkatkan LDL (Low Density Lipoprotein), trigliserida, dan

    kolesterol total, yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner.

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    12/26

    Penimbunan lemak tubuh juga merupakan faktor resiko penyakit jantung koroner.

    Penelitian yang dilakukan oleh Gallup (1995), ditemukan bahwa wanita berpeluang

    dua kali lebih besar terkena penyakit jantung koroner daripada kanker payudara, dan

    terjadinya penyakit jantung koroner pada wanita menopause menjadi dua kali lipat

    dibanding pria pada usia yang sama (Kasdu, 2004).

    2.1.12. Kanker

    Penyakit lain yang dapat terjadi pada masa menopauseadalah kanker, seperti

    kanker endometrium,kanker indung telur, kanker mulut rahim, kanker payudara, dan

    kanker vagina, selain pengaruh hormon tubuh juga berhubungan dengan gangguan

    tubuh lainnya akibat penyakit degeneratif, seperti diabetes dan penyakit jantung.

    Faktor genetik dan gaya hidup juga berpengarruh. Hipertensi juga sering terjadi,

    demensia tipe Alzheimer juga kadang ditemukan pada periode pramenopause dan

    pasca menopause, dimana terjadi penurunan kadar hormon seks steroid yang

    menyebabkan beberapa perubahan neuroendrokrin sistem susunan saraf pusat,

    maupun kondisi biokimiawi otak. Pada keadaan ini terjadi proses degeneratif sel

    neuro di hampir semua bagian otak terutama yang berkaitan dengan fungsi ingatan.

    Kelainan tersebut seperti sulit berkonsentrasi, hilang fungsi memori jangka pendek,

    dan beberapa kondisi yang berhubungan dengan kelainan psikologis (Kasdu, 2004).

    2.1.13. Perubahan Psikologis WanitaMenopause

    Selain perubahan fisik, perubahan-perubahan psikologis juga sangat

    mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita dalam menjalani masa menopause.

    Perubahan yang terjadi pada wanita menopauseadalah perubahan mood, irritabilitas,

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    13/26

    kecemasan, labilitas emosi, merasa tidak berdaya, gangguan daya ingat, konsentrasi

    berkurang, sulit mengambil keputusan, dan merasa tidak berharga (Glasier dan

    Gebbie, 2005).

    Stress kehidupan setengah baya dapat memperburuk menopause. Menghadapi

    anak remaja, emptynest syndrome, perpisahan atau ketidak harmonisan perkawinan,

    sakit atau kematian teman atau keluarga, kurangnya kepuasan pada pekerjaan,

    penambahan berat badan atau kegemukan adalah beberapa bentuk stress yang

    mengakibatkan resiko masalah emosional yang serius (Bobak, 2005).

    Emptynest syndrome adalah suatu keadaan yang terjadi pada saat anak-anak

    meninggalkan rumah untuk menjalani kehidupan masing-masing. Anggapan bahwa

    tugas sebagai orang tua berakhir sesaat setelah anak-anak meninggalkan rumah sering

    membuat orang tua menjadi stress terutama bagi para ibu yang merasa kehilangan arti

    atau makna hidup bagi dirinya (Mackenzie,1996).

    Selain itu latar belakang masing-masing wanita sangat berpengaruh terhadap

    kondisi wanita dalam mengalami masa menopause, misalnya apakah wanita tersebut

    menikah atau tidak, apakah wanita tersebut mempunyai suami, anak, cucu, atau

    kehidupan keluarga yang membahagiakannya, serta pekerjaan yang mengisi aktifitas

    sehari-harinya (Kasdu, 2004).

    Peran budaya juga dapat mempengaruhi status emosi selama perimenopause.

    Banyak wanita mempersepsikan ketidakmampuan untuk mengandung sebagai suatu

    kehilangan yang bermakna. Kebanyakan orang melihat menopause sebagai langkah

    pertama untuk masuk ke usia tua dan menghubungkannya dengan hilangnya

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    14/26

    kecantikan. Budaya barat menghargai masa muda dan kecantikan fisik, sementara

    orang tua menderita akibat kehilangan status, fungsi serta peran (Bobak, 2005).

    Aspek psikologis yang terjadi pada lansia atau wanita menopause amatlah

    penting peranannya dalam kehidupan sosial lansia terutama dalam menghadapi

    masalah-masalah yang berkaitan dengan pensiun, hilangnya jabatan atau pekerjaan

    yang sebelumnya sangat menjadi kebanggaan sang lansia tersebut. Berbicara tentang

    aspek psikologis lansia dalam pendekatan eklektik holistik, sebenarnya tidak dapat

    dipisahkan antara aspek organ biologis, psikologis, sosial, budaya dan spiritual dalam

    kehidupan lansia (Varney, 2007).

    Varney (2007), mengatakan beberapa gejala psikologis yang menonjol pada

    saat menopause terjadi adalah mudah tersinggung, sukar tidur, tertekan, gugup,

    kesepian, tidak sabar, tegang (tension), cemas dan depresi. Ada juga lansia yang

    kehilangan harga diri karena menurunnya daya tarik fisik dan seksual, mereka merasa

    kehilangan femininitas karena fungsi reproduksi yang hilang saat mereka menopause.

    Beberapa keluhan psikologis yang merupakan tanda dan gejala menopause yaitu :

    ingatan menurun, kecemasan, mudah tersinggung, stress bahkan ada yang sampai

    menjadi depresi.

    Ingatan menurun merupakan gejala yang terlihat sebelum menopause, wanita

    dapat mengingat dengan mudah, namun sesudah mengalami menopause terjadi

    kemunduran dalam mengingat, bahkan sering lupa pada hal-hal yang sederhana,

    padahal sebelunnya secara otomatis langsung ingat (Varney, 2007).

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    15/26

    Kecemasan merupakan keluhan yang dirasakan wanita setelah menopause.

    Kecemasan yang timbul sering dihubungkan dengan adanya kekhawatiran dalam

    menghadapi situasi yang sebelumnya tidak pernah dikhawatirkan. Kecemasan pada

    wanita yang telah menopause umumnya bersifat relatif, artinya ada wanita yang

    cemas dan dapat tenang kembali setelah mendapatkan dukungan dari orang sekitar,

    namun ada juga yang terus menerus cemas, meskipun orang-orang sekitar telah

    memberi dukungan. Akan tetapi ada juga wanita yang telah mengalami menopause

    tidak mengalami perubahan yang berarti dalam kehidupannya saat melewati masa

    menopausenya (Varney, 2007).

    Mudah tersinggung merupakan gejala yang lebih mudah dilihat dibandingkan

    dengan kecemasan. Wanita lebih mudah tersinggung dan marah terhadap sesuatu

    yang sebelumnya dianggap tidak mengganggu. Ini mungkin disebabkan dengan

    datangnya menopause maka wanita menjadi sangat menyadari proses mana yang

    sedang berlangsung dalam dirinya. Perasaannya menjadi sangat sensitif terhadap

    sikap dan perilaku orang-orang disekitarnya, terutama jika sikap dan perilaku tersebut

    dipersepsikan sebagai menyinggung proses penerimaan yang sedang terjadi dalam

    dirinya (Varney, 2007).

    Ketegangan perasaan atau stress pada saat berada dalam lingkungan

    pekerjaan, pergaulan sosial, kehidupan rumah tangga bahkan menyusup ke dalam

    tidur. Kalau tidak ditanggulangi stress dapat menyita energi, mengurangi

    produktifitas kerja dan menurunkan kekebalan terhadap penyakit, yang artinya kalau

    dibiarkan dapat menggerogoti tubuh secara diam-diam. Stress tidak hanya

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    16/26

    memberikan dampak negatif, tetapi dapat juga memberikan dampak yang positif.

    Dampak negatif dan positif itu tergantung pada bagaimana individu memandangnya

    dan mengendalikannya. Stress adalah suatu keadaan atau tantangan yang

    kapasitasnya diluar kemampuan seseorang, oleh karena itu stress sangat individual

    sifatnya (Varney, 2007).

    Depresi yang dialami oleh wanita menopause sering disebabkan karena

    mereka merasa sedih karena kehilangan kemampuan untuk bereproduksi, sedih

    karena kehilangan kesempatan punya anak, sedih karena kehilangan daya tarik.

    Wanita merasa tertekan karena kehilangan seluruh perannya sebagai wanita dan harus

    menghadapi masa tuanya (Varney, 2007).

    Teori Blackburn dan Davidson (1990) dalam Mansur (2009), mengatakan

    gejala-gejala kecemasan dalam menghadapi menopause: (1) Suasana hati, yaitu

    keadaaan yang menunjukkan ketidaktenangan psikis, seperti mudah marah, perasaan

    sangat tegang; (2) Pikiran, yaitu keadaan pikiran yang tidak menentu, seperti

    khawatir, sukar berkonsentrasi, pikiran kosong, membesar-besarkan ancaman,

    memandang diri sebagai pribadi yang sangat sensitif dan merasa tidak berdaya; (3)

    Motivasi, yaitu dorongan untuk mencapai sesuatu, seperti menghindar situasi tertentu,

    ketergantungan yang tinggi atau ingin melarikan diri dari kenyataan; (4) Perilaku

    gelisah, yaitu keadaan diri yang tidak terkendali, seperti gugup, kewaspadaan yang

    berlebihan, sangat sensitif dan agitasi (5) Reaksi-reaksi biologis yang tidak

    terkendali, seperti berkeringat, gemetar, pusing, berdebar-debar, mual dan mulut

    kering.

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    17/26

    2.2. Kesiapan Menghadapi KeluhanMenopause.

    Menurut Chaplin (1989) dalam Dewi (2006), kesiapan adalah tingkat

    perkembangan dari kematangan atau kedewasaan yang menguntungkan untuk

    mempraktekkan sesuatu. Sementara itu, Corsini (2002) dalam Dewi (2006)

    menyatakan bahwa kesiapan adalah berkembang atau mempersiapkan diri dalam

    belajar dan memperoleh beberapa tugas perkembangan atau keahlian khusus

    berdasarkan fisik, sosial dan intelektual. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

    (2005), kesiapan merupakan kesanggupan untuk berbuat sesuatu.

    Jadi dapat disimpulkan kesiapan adalah kemampuan atau kesanggupan

    seseorang untuk berbuat sesuatu untuk menolong dirinya sendiri, dengan kata lain

    upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk berbuat sesuatu untuk menolong dirinya.

    Menurut Manuaba (2004), wanita yang tidak siap menghadapi menopause

    akan mengalami: menurunnya kemampuan berfikir dan ingatan, gangguan emosi

    berupa rasa takut bila disebut tua, rasa takut menjadi tua dan tidak menarik, sukar

    tidur atau cepat bangun, mudah tersinggung dan mudah marah, sangat emosional dan

    spontan, merasa tertekan dan sedih tampa diketahui sebabnya. Rasa takut kehilangan

    suami, anak, dan ditinggalkan sendiri. Keinginan seks menurun dan sulit untuk

    dirangsang.

    Mengacu beberapa pendapat diatas, kesiapan wanita mengatasi keluhan

    menopause adalah suatu upaya yang dilakukan oleh wanita menopause untuk

    mengatasi keluhan menopauseyang sedang dihadapinya sehingga wanita menopause

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    18/26

    tersebut dapat menjalani masa menopause dengan nyaman tampa merasa keluhan

    menopausetersebut sebagai sesuatu yang mengganggu.

    Wanita yang mengalami menopause yang sebelumnya telah mengetahui

    informasi tentang menopause dari tenaga kesehatan, teman ataupun melalui

    masmedia akan lebih mudah (lebih siap) menerima kedatangan menopause, karena

    sudah diantisipasi sebelumnya.

    2.3. Peran Tenaga Kesehatan

    Peran adalah tingkah laku yang diharapkan dimiliki oleh orang yang

    berkedudukan dalam masyarakat (Depdikbud, 2001). Peran adalah suatu pola tingkah

    laku, kepercayaan, nilai, sikap yang diharapkan oleh masyarakat muncul dan

    menandai sifat dan tindakan si pemegang kedudukan. Sarwono (2007), mengatakan

    peran menggambarkan perilaku yang seharusnya diperlihatkan oleh individu

    pemegang peran tersebut dalam situasi yang umum.

    Muzaham (2007), mengatakan ahli sosiologi menemukan sesuatu yang

    bermanfaat untuk mempelajari interaksi antara individu sebagai pelaku (actors) yang

    menjalankan berbagai peranan. Suatu peranan, apakah dokter, perawat, bidan atau

    tenaga kesehatan lain mempunyai kewajiban atau paling tidak diharapkan untuk

    menjalankan suatu tugas atau kegiatan yang sesuai dengan peranannya.

    Tenaga kesehatan adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam

    memberikan pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga dan masyarakat (Azwar,

    1996). Tenaga kesehatan berdasarkan pekerjaannya adalah tenaga medis dan tenaga

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    19/26

    paramedis seperti: tenaga keperawatan, tenaga kebidanan, tenaga penunjang medis

    lainnya. Ada dua aspek mutu pelayanan kesehatan yang perlu dilakukan di puskesmas

    yaitu quality of care danquality of service. Quality of careantara lain menyangkut

    ketrampilan tehnis tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat dan paramedis lain)

    dalam menegakkan diagnosis dan memberikan perawatan kepada pasien (Muninjaya,

    2004).

    Hal senada juga dikatakan oleh Wijono (1999), tenaga kesehatan adalah

    setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki

    pengetahuan dan atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang

    untuk jenis tertentu memerlukan kewenagan untuk melakukan upaya kesehatan.

    Tenaga kesehatan terdiri dari tenaga medis, tenaga keperawatan, tenaga kebidanan,

    tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga gizi dan tenaga ketehnisian

    medis.

    Wijono (1999), menyebutkan sebagai tenaga kesehatan harus memenuhi

    syarat sebagai berikut:

    1. Tenaga kesehatan wajib memiliki pengetahuan dan ketrampilan di bidang

    kesehatan yang dinyatakan dengan ijazah dari lembaga pendidikan.

    2. Tenaga kesehatan dapat melakukan upaya kesehatan setelah tenaga kesehatan

    yang bersangkutan memiliki izin dari menteri.

    3. Dikecualikan dari pemilikan izin sebagaimana dimaksud, bagi tenaga kesehatan

    masyarakat. Ketentuan lebih lanjut mengenai perizinan diatur oleh menteri.

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    20/26

    4. Selain izin sebagaimana yang dimaksud, tenaga medis dan tenaga kefarmasian

    lulusan dari lembaga pendidikan di luar negeri hanya dapat melakukan upaya

    kesehatan setelah yang bersangkutan melakukan adaptasi. Ketentuan lebih

    lanjut mengenai adaptasi diatur oleh mentri.

    Peran tenaga kesehatan dalam memelihara dan melindungi kesehatan

    masyarakat adalah sebagai fasilitator, motivator, konselor (Notoatmodjo, 2007;

    Azwar, 1996; Herawati, 2006)

    Adapun peran tenaga kesehatan adalah sebagai berikut:

    2.3.1. Motivator

    Motivator berasal dari kata motif (motive) yang artinya adalah rangsangan,

    dorongan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang hingga orang tersebut

    memperhatikan perilaku tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan motivasi adalah

    upaya untuk menimbulkan rangsangan, dorongan ataupun pembangkit tenaga pada

    seseorang maupun sekelompok masyarakat tersebut sehingga mau berbuat dan

    bekerja sama secara optimal, melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk

    mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Azwar, 1996).

    Widayatun (1999), menjelaskan bahwa motivasi sebagai kekuatan dari dalam

    individu yang mempengaruhi kekuatan atau petunjuk perilaku, motivasi itu

    mempunyai arti mendorong/menggerakkan seseorang untuk berperilaku, beraktivitas

    dalam mencapai tujuan. Sementara itu Santoso (2005) mengatakan motivasi adalah

    perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan pekerjaan atau

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    21/26

    menjalankan kekuasaan terutama dalam berprilaku. Motivator adalah orang yang

    memberikan motivasi atau dorongan kepada seseorang untuk berprilaku.

    Menurut Chair dkk (2005) sebagai motivator, tenaga kesehatan dalam

    menangani wanita menopause dapat berupa penawaran dukungan berupa

    mengidentifikasi masalah kardiovaskuler, masalah kontinensia, masalah makanan,

    masalah gaya hidup, masalah osteoporosis dan lain-lain.

    2.3.2. Fasilitator

    Fasilator adalah orang atau badan yang memberikan kemudahan atau

    menyediakan fasilitas (Santoso, 2005). Tenaga kesehatan harus dapat berperan

    sebagai fasilator bagi klien untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Sebagai

    fasilitator tenaga kesehatan harus mampu menentukan kelompok sasaran sehingga

    dapat melakukan pemantauan dan evaluasi (Depkes RI, 1999).

    Menurut Notoatmodjo (2007), tenaga kesehatan harus memfasilitasi

    masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan atau program-program kesehatan.

    Sebagai seorang fasilitator, menurut Chair dkk (2005) tenaga kesehatan yang

    menangani wanita menopause harus mampu memfasilitasi dan menyediakan

    informasi tentang menopauseserta keluhan yang menyertainya, terapi pilihan, dimana

    wanita menopause tersebut dapat mengakses terapi, skrining servik, pemeriksaan

    payudara, pemeriksaan kardiovaskuler, pemeriksaan osteoporosis dan lain-lain.

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    22/26

    2.3.3. Konselor

    Konselor adalah orang yang memberikan bantuan kepada orang lain dalam

    membuat keputusan atau memecahkan suatu masalah melalui pemahaman terhadap

    fakta-fakta, harapan, kebutuhan dan perasaan-perasaan klien (Depkes RI, 2002).

    Mandriwati (2008), mengatakan tujuan umum pelaksanaan konseling adalah

    membantu wanita menopause mencapai perkembangan yang optimal dalam batas-

    batas potensi yang dimiliki dan secara khusus bertujuan untuk mengarahkan perilaku

    yang tidak sehat menjadi perilaku sehat, membimbing wanita menopause belajar

    membuat keputusan dan membimbing wanita menopause untuk dapat mencegah

    timbulnya masalah.

    Pada umumnya jasa konseling diperlukan apabila ada pihak yang mempunyai

    kesulitan tentang sesuatu dan berharap dengan konsultasi kesulitan tersebut dapat

    teratasi. Konseling adalah bagian dari peran dan tanggung jawab tenaga kesehatan

    kepada klien dalam memberikan pelayanan yang optimal (Mundakir, 2006).

    Mandriwati (2008), mengatakan konseling berbeda dengan komunikasi

    informasi edukasi karena konseling merupakan upaya untuk menciptakan perubahan

    perilaku yang dilaksanakan secara individu atau kelompok dengan menggunakan

    komunikasi efektif, untuk mengutarakan permasalahan sesuai dengan kondisi sasaran

    sampai sasaran merasakan permasalahannya dan membimbing dalam

    pelaksanaannya.

    Proses konseling terdiri dari 4 unsur kegiatan yaitu pembinaan hubungan baik,

    penggalian informasi (identifikasi masalah, kebutuhan, perasaan, kekuatan diri, dan

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    23/26

    sebagainya) dan pemberian informasi dan menindaklanjuti pertemuan (Depkes RI,

    2002). Langkah-langkah pelaksanaan konseling menurut Mandriwati (2008) adalah

    tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan yaitu menyiapkan ruangan

    yang kondusif, menyiapkan alat-alat peraga sesuai dengan kebutuhan dan

    menyiapkan alat tulis, catatan dan kartu wanita menopausedengan kebutuhan.

    Mandriwati (2008), mengatakan tahap pelaksanaan konseling disingkat

    dengan GANTHER yaitu greet (menyapa wanita menopause untuk memulai

    percakapan dan menciptakan suasana yang akrab), tell (memberi informasi tentang

    cara atau metode yang bisa digunakan untuk memecahkan masalah), help (yaitu

    membantu wanita menopause memilih cara yang tepat untuk mengatasi

    permasalahannya sesuai dengan kemampuan ibu), explain (menjelaskan secara rinci

    tehnik pelaksanaan cara-cara yang dipilih) dan return(membuat kesepakatan dengan

    wanita menopause untuk pertemuan berikutnya untuk mengevaluasi keberhasilan

    cara-cara pemecahan masalah yang telah dilaksanakan.

    Simatupang (2008), menyebutkan bahwa sebagai tenaga kesehatan harus

    mampu menjadi konselor untuk menjalankan peran dan fungsinya sebagai pelaksana

    pelayanan kesehatan ditengah-tengah masyarakat. Sebagai konselor tenaga harus

    mampu menyakinkan wanita menopause bahwa ia berada dalm asuhan orang yang

    tepat sehingga mau berbagi cerita seputar permasalahan kesehatan yang dialaminya

    dan mau menerima asuhan yang diberikan.

    Sifat konselor yang baik adalah mau mengajar dari dan melalui pengalaman,

    mampu menerima orang lain, mau mendengarkan dan sabar, optimis, respek, terbuka

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    24/26

    terhadap pandangan dan interaksi yang berbeda, tidak menghakimi, dapat menyimpan

    rahasia, mendorong pengambilan keputusan, memberi dukungan, membentuk

    dukungan atas dasar kepercayaan, mampu berkomunikasi, mengerti perasaan dan

    kekhawatiran orang lain dan mengerti keterbatasan mereka (Simatupang, 2008).

    Muninjaya (2004), mengatakan sikap empati (sikap peduli) yang ditunjukkan

    oleh tenaga kesehatan akan menyentuh emosi pasien. Faktor ini akan berpengaruh

    pada tingkat kepatuhan pasien (compliance).

    Chair dkk (2005), mengatakan tenaga kesehatan harus mampu membahas

    dengan wanita menopause tentang risiko dan manfaat berbagai pilihan terapi untuk

    wanita menopause, mampu mengarahkan wanita menopause untuk menerima saran

    dari tenaga kesehatan seputar keluhan yang dialami oleh wanita menopause. Chair

    dkk (2005), juga mengatakan tenaga kesehatan harus dapat membantu wanita

    menopause dalam membuat keputusan tentang pengobatan, memantau terapi,

    memeriksa efek samping dari pengobatan.

    2.7. Landasan Teori

    Menurut Manuaba (2004), wanita yang tidak siap menghadapi menopause

    akan mengalami: menurunnya kemampuan berfikir dan ingatan, gangguan emosi

    berupa rasa takut bila disebut tua, rasa takut menjadi tua dan tidak menarik, sukar

    tidur atau cepat bangun, mudah tersinggung dan mudah marah, sangat emosional dan

    spontan, merasa tertekan dan sedih tampa diketahui sebabnya. Rasa takut kehilangan

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    25/26

    suami, anak, dan ditinggalkan sendiri. Keinginan seks menurun dan sulit untuk

    dirangsang.

    Peran tenaga kesehatan dalam memelihara dan melindungi kesehatan

    masyarakat adalah sebagai fasilitator, motivator, konselor (Notoatmodjo, 2007;

    Azwar, 1996; Herawati, 2006).

    Menurut Hawari (2004), kualitas hidup seorang wanita dalam menjalani masa

    menopause sangat tergantung pada pandangan masing-masing wanita terhadap

    menopause, termasuk pengetahuannya tentang menopausetersebut.

    Ibrahim (1992), menjelaskan bahwa pada wanita yang mengalami menopause

    yang sebelumnya telah mengetahui informasi tentang menopausedari teman, dokter

    ataupun melalui masmedia akan lebih mudah (lebih siap) menerima kedatangan

    menopause, karena sudah diantisipasi sebelumnya.

    Kurangnya pengetahuan yang benar tentang menopause juga akan

    menimbulkan efek negatif berupa gangguan psikologis seperti kecemasan pada ibu

    yang menghadapi menopause (Rostiana, 2002). Pengetahuan yang berupa informasi

    serta dukungan sangat mempengaruhi ibu dalam menghadapi masa menopause

    (Kuntjoro, 2002).

    2.8. Kerangka Konsep

    Berdasarkan tujuan penelitian dan landasan teori yang telah dikemukan diatas,

    maka kerangka konsep penelitian dapat digambarkan sebagai berikut :

    Universitas Sumatera Utara

  • 5/18/2018 Faal Menopause

    26/26

    Variabel Independen Variabel Dependen

    Gambar 2.1. Kerangka Konsep Penelitian

    KesiapanWanita

    Dalam MenghadapiKeluhanMenopause

    Peran tenagakesehatan:

    - Motivator- Fasilator

    - Konselor

    Universitas Sumatera Utara