FAKTOR KEGAGALAN

  • View
    25

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN PERAWATAN SALURAN AKAR

MAKALAH

OLEH : MILLY ARMILIA, drg.Sp.KG NIP : 130779423

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2006

Mengetahui : Ketua Jurusan Konservasi Gigi FKG Unpad Bandung

Hj.Endang Sukartini. Sp.KG NIP : 130809282

ABSTRAK Perawatan endodontik dapat didefinisikan sebagai perawatan atau tindakan yang diambil untuk mempertahankan gigi vital, gigi yang rusak atau non vital dalam keadaan berfungsi di lengkung gigi. Kegagalan terjadi bila pasien menghubungi karena mengeluhkan gejala nyeri yang hebat. Gambaran radiologis terlihat lesi radiolusen yang telah membesar, telah menjadi persisten atau telah berkembang dari semula. Etiologi kegagalan dapat diklasifikasi sebagai berikut : praperawatan, selama perawatan dan pasca perawatan. Penyebab kegagalan praperawatan dapat disebabkan diagnosis yang salah, seleksi kasus yang buruk atau prognosis yang buruk. Penyebab selama perawatan adalah kesalahan preparasi buka kamar pulpa, preparasi saluran akar, misalnya instumentasi berlebih, instrumentasi kurang, preparasi berlebih, preparasi kurang, pengisian saluran akar yang tidak sempurna, misalnya pengisian berlebih atau pengisian kurang. Penyebab kegagalan pasca perawatan adalah desain restorasi yang buruk, kerusakan restorasi, trauma dan fraktur, bukan karena perawatan endodontik.

Kata kunci : endodontik, kegagalan, etiologi

ABSTRACT

Endodontic treatment can simply be defined as the precautions taken to maintain the health of the vital pulp in tooth, or the treatment of a damaged or necrotic pulp in a tooth to allow the tooth to remain functional in the dental arch. Failure occurs if the patient contacts the dentist complaining of severe symptoms. Radiogrphic findings, radiolucent lesion has enlarged, has persited, or has developed when not originally present. Etiologis for failure will be classified as preoperative causes, operative causes, and postoperative causes. Failure of preoperative endodontic therapy can be results of misdiagnosis, poor case selection, or poor prognosis. The operative causes failure as ascces cavity preparation and canal shaping failure, for example overinstrumentation, underinstrumentation, overextended, underextended, poorly candensed obturation, for example overfilled or underfilled. Postoperative causes, poorly designed final restorastion, lack of any restoration, trauma and fracture, nonendodontic involvement.

Key word : endodontic, failure, etiology.

PRAKATA

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan harapan setelah membacanya akan menambah sedikit gambaran dan pengetahuan tentang faktor-faktor penyebab kegagalan perawatan saluran akar. Selama menyusun makalh ini, penulis telah banyak memperoleh bimbingan, pengarahan dan bantuan, baik berupa ilmu pengetahuan maupun dukungan moril. Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesarbesarnya kepada : 1. Prof. Dr. Eky S. Soeria soemantri, drg Sp.Ort. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Bandung. 2. Hj. Endang Sukartini, drg. Sp.KG sebagai Ketua Jurusan Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Bandung yang telah memberi kesempatan kepada penulis dalam pembuatan makalah ini. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya, namun mudah-mudahan makalah ini ada manfaatnya.

Bandung, Oktober 2006

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN

ABSTRAK . ABSTRACT .. PRAKATA DAFTAR ISI

I ii iii iv

BAB I : PENDAHULUAN ..

1

BAB II : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN PERAWATAN SALURAN AKAR .. 2.1 Faktor Patologis . 2.2 Faktor Penderita . 2.3 Faktor Perawatan 2.4 Faktor Anatomi Gigi .. 2.5 Kecelakaan Prosedural ..

3 3 5 6 7 8

BAB III : MACAM-MACAM PENYEBAB TERJADINYA KEGAGALAN PERAWATAN SALURAN AKAR .

11

3.1 Faktor Penyebab Kegagalan Perawatan Saluran Akar Tahap Praperawatan .. 3.2 Faktor Penyebab Kegagalan Selama Perawatan 3.2.1 Kesalahan Pembukaan Kamar Pulpa .. 3.2.2 Kesalahan Selama Preparasi Saluran Akar 3.2.3 Kesalahan Saat Pengisisan Saluran Akar .. 3.3 Faktor Penyebab Kegagalan Pasca Perawatan 11 13 13 15 17 18

BAB IV : TANDA-TANDA KEGAGALAN PERAWATAN SALURAN AKAR 4.1 Tanda-tanda Kegagalan secara Klinis . 4.2 Tanda-tanda Kegagalan secara Radiologis . 4.3 Tanda-tanda Kegagalan secara Histologis (Mikroskopis)

19 19 20 20

BAB V : KESIMPULAN .. DAFTAR PUSTAKA

22 23

BAB I PENDAHULUAN

Perawatan saluran akar merupakan prosedur perawatan gigi yang bermaksud mempertahankan gigi dan kenyamanannya agar gigi yang sakit dapat diterima secara biologik oleh jaringan sekitarnya, tanpa simtom, dapat berfungsi kembali dan tidak ada yanda-tanda patologik. Gigi yang sakit bila dirawat dan direstorasi dengan baik akan bertahan seperti gigi vital selama akarnya terletak pada jaringan sekitarnya yang sehat (Bence, 1990). Tidak semua perawatan saluran akar berhasil dengan baik. Pasien harus selalu diberi tahu mengenai kemungkinan terjadinya kegagalan perawatan. Prognosisnya sering berubah pada waktu sebelum, selama dan sesudah perawatan bergantung kepada apa yang terjadi dan apa yang ditemukan selama atau setelah perawatan. Prognosis memuaskan pada permulaan perawatan dapat berubah menjadi prognosis yang lebih buruk atau tidak memuaskan pada akhir prosedur. Dokter gigi harus memberikan pandangan umum bahwa hasil yang mungkin terjadi adalah memuaskan, meragukan atau tidak memuaskan. Mereka akan tahu bahwa segala sesuatunya mungkin tidak akan berjalan seperti yang diharapkan. Pasien akan lebih menerima jika kegagalan terjadi. Interprestasi keberhasilan atau kegagalan berbeda-beda pada setiap klinisi. Kriteria keberhasilan bagi seorang dokter gigi mungkin berupa lamanya hasil perawatan bertahan dan kriteria kegagalannya mungkin kalau pasien mengeluhkan gejala sakit pada gigi yang telah dirawat. Walaupun sudah banyak publikasi hail

penelitian mengenai prognosis yang menganalisis efek berbagai faktor terhadap keberhasilan dan kegagalan, namun banyak variabel yang menyulitkan interpterasi hasilnya. Kesulitan ini misalnya meliputi bias dari pengamat yang memiliki kriteria keberhasilan berbeda, bias dalam menginterprestasikan radigraf, berbagai tingkat kesediaan pasien dalam pemanggilan kembali atau subjektivitas respons pasien terhadap perawatan. Kegagalan yang terjadi dapat disebabkan oleh kesalahan dalam mendiagnosa penyakit pulpa ataupun karena kesalahan dalam teknik perawatan yang dilakukan. Agar perawatan yang dilakukan tidak menemui kegagalan, maka diperlukan beberapa pemeriksaan yang dapat menunjang diagnosa penyakit pulpa dan menuntun operator dalam melakukan perawatan saluran akar (Ingle, 1985; Walton & Torabinejab, 1996).

BAB II FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN PERAWATAN SALURAN AKAR

Seperti halnya seluruh perawatan gigi, penggabungan beberapa faktor mempengaruhi hasil suatu perawatan endodontik. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan perawatan saluran akar adalah faktor patologi, faktor penderita, faktor anatomi, faktor perawatan dan kecelakaan prosedur perawatan (Ingle, 1985; Cohen & Burn, 1994; Walton & Torabinejab, 1996).

2.1 Faktor Patologis Keberadaan lesi di jaringan pulpa dan lesi di periapikal mempengaruhi tingkat keberhasilan perawatan saluran akar. Beberapa penelitian menunjukan bahwa tidak mungkin menentukan secara klinis besarnya jaringan vital yang tersisa dalam saluran akar dan derajat keterlibatan jaringan peripikal. Faktor patologi yang dapat mempengaruhi hasil perawatan saluran akar adalah (Ingle, 1985; Walton & Torabinejad, 1996) : 1. Keadaan patologis jaringan pulpa. Beberapa peneliti melaporkan tidak ada perbedaan yang berarti dalam keberhasilan atau kegagalan perawatan saluran akar yang melibatkan jaringan pulpa vital dengan pulpa nekrosis. Peneliti lain menemukan bahwa kasus dengan pulpa nekrosis memiliki prognosis yang lebih baik bila tidak terdapat lesi periapikal.

2. Keadaan patologis periapikal danya granuloma atau kista di periapikal dapat mempengaruhi hasil perawatan saluran akar. Secara umum dipercaya bahwa kista apikalis menghasilkan prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan lesi granulomatosa. Teori ini belum dapat dibuktikan karena secara radiografis belum dapat dibedakan dengan jelas ke dua lesi ini dan pemeriksaan histologi kista periapikal sulit dilakukan. 3. Keadaan periodontal erusakan jaringan periodontal merupakan faktor yang dapat mempengaruhi prognosis perawatan saluran akar. Bila ada hubungan antara rongga mulut dengan daerah periapikal melalui suatu poket periodontal, akan mencegah terjadinya proses penyembuhan jaringan lunak di periapikal. Toksin yang dihasilkan oleh plak dentobakterial dapat menambah bertahannya reaksi inflamasi. 4. Resorpsi internal dan eksternal Kesuksesan menghentikan perawatan perkembangan saluran akar bergantung pada kemampuan besar

resorpsi.

Resorpsi

internal

sebagian

prognosisnya buruk karena sulit menentukan gambaran radiografis, apakah resorpsi internal telah menyebabkan perforasi. Bermacam-macam cara pengisian saluran akar yang teresorpsi agar mendapatkan pengisian yang hermetis.

2.2 Faktor Penderita faktor penderita yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu perawatan saluran akar adalah sebagai berikut (Ingle, 1985; Cohen & Burns, 1994; Walton &Torabinejad, 1996) :

1. Motivasi Penderita Pasien yang merasa kurang penting memelihara kesehatan mulut dan melalaikannya, mempunyai risiko perawatan yang buruk. Ketidaksenangan yang mungkin timbul selama perawatan akan menyebabkan mereka memili