GAP revisi 2007- Alat Analisis Gender

  • View
    217

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of GAP revisi 2007- Alat Analisis Gender

  • KEMENTERIAN NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

    BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (BAPPENAS)bekerjasama dengan

    KEMENTERIAN NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUANJakarta, 22 September 2007

    G ender Analy sis Pathw ay

    (cA P)Alat Analisis Gender

    untuk Perencanaan Pembangunan

  • KATA PENGANTAR

    Direktorat Kependudukan dan Pemberdayaan Perempuan - BadanPerencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bekerjasama denganKementerian Negara Pemberdayaan Perempuan (KNPP) dan Tim KonsultanNasional serta difasilitasi CIDA melalui Women's Support Proiect Phase //, telahmengembangkan suatu alat analisis yang dikenal dengan nama Gender AnalysisPathway (GAP) dan Policy Outlook for Planning (POP). Piranti tersebutmempunyai dua komponen, yaitu: (1) komponen analisis dari perspektif gender(GAP) dan (2) komponen melakukan integrasi gender ke dalam kebijakan/program/kegiatan berdasarkan atas analisis tersebut (POP).

    GAP-POP merupakan piranti yang dirancang sejak semula bagi paraperencana dalam melakukan keseluruhan proses perencanaan agar kebijakan/prog ra m/kegiata n pemban g u nan ya n g d i hasi I kan menjadi respon sif gender.

    Untuk pertama kali GAP-POP telah dipresentasikan di forum internasionalyaitu pada lnternationalTechnicalWorkshop on Gender Mainstreaming di Bali padatanggal 20-25 Februari 2000. Pertemuan tersebut diikuti oleh 4 (empat) negarayaitu lndonesia, Phil ippines, Bangladesh, dan Canada. Tahun 2001 GAP-POPtelah diuj icobakan pada 5 ( l ima) sektor pembangunan, yaitu ketenagakerjaan,pendidikan, hukum, pertanian, serta koperasi dan usaha kecil menengah(KUKM). Hasil uj icoba GAP-POP di 5 ( l ima) sektor pembangunan tersebut telahdipresentasikan pada Seminar Nasional Pengarusutamaan Gender dalamPerencanaan Pembangunan Nasional diJakarta pada tanggal 22 Mei 2001.Tahunberikutnya, 2002, uji coba diperluas ke 4 (empat) sektor lainnya yaitu kesehatan,keluarga berencana, kesejahteraan sosial, dan l ingkungan hidup. Hasil uj icobaGAP-POP di 9 (sembilan) sektor pembangunan tersebut telah dipublikasikansebagai lessons learned dalam 9 (sembilan) buah buku yang terpisah.

    Lebih dari 8 (delapan) tahun sejak GAP-POP dikembangkan, telahdisosial isasikan dan diaplikasikan melalui pelatihan-pelatihan pada hampirsemua sektor pembangunan baik di t ingkat pusat maupun di t ingkat daerah(provinsi dan kabupaten/kota). Bahkan di tahun 2004, GAP-POP diperkenalkandi Pemerintahan Timor Leste, melalui pelatihan-pelatihan yang difasi l i tasi olehUNIFEM dalam rangka menopang pelaksanaan gender mainstreaming dalamperencanaan pembangunan Timor Leste.

    Gender Analysis Pothway liii

  • Dalam perjalanannya tersebut terdapat banyak lessons learned yang dapatdipetik serta masukan-masukan yang berharga dari para ahli , para fasi l i tatormaupun dari peserta pelatihan, yang terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu di sini. Hasilnya adalah buku edisi baru yang telah disempurnakan (EdisiRevisi), dengan menggunakan metode yang lebih sederhana, mudah dipahami,dan user friendly.

    Dengan terbitnya buku ini, kami ingin menyampaikan terimakasihdan penghargaan kepada semua pihak yang terl ibat baik dari DirektoratKependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perl indungan Anak Bappenaskhususnya DR.Yohandarwati, MA dan DR.lr. Subandi, dan dari Kementerian NegaraPemberdayaan Perempuan khususnya Dr. lr. Hertomo Heroe, Dr. lr. PribudiartaNS, Indra Gunawan, SKM, MPH, dan staf Biro Perencanaan dan Kerjasama LuarNegeri Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan atas partisipasi dankontribusinya. Ucapan yang sama saya sampaikan pula kepada DR.Yulfita Raharjo,MA dan Dr. Nardho Gunawan, MPH yang secara konsisten mengaplikasikanpiranti GAP-POP; dan berdasarkan atas pengalaman-pengalamannya telahmenjadi masukan berharga untuk perbaikan GAP Edisi Revisi ini. Secara khusus,terimakasih dan penghargaan ingin saya sampaikan kepada Lenny N. Rosalin, SE,MSc yang menjadi 'motor'dari semua kerja ini, sejak GAP-POP mulai dirancangsampaiterbitnya Edisi Revisi ini.

    Kami menyadari bahwa GAP-POP masih harusterus diuj i dan disempurnakan.Kata orang biiak"tak ada gading yang tak retak'1 Semoga dapat bermanfaat.

    Jakarta, 22 September 2007Deputi Bidang Sumber Daya Manusia

    dan Kebudayaan - Bappenas

    Ot ^J.0.&(-

    Dra. Nina slrdjinani, rtnn

    iv lGender Analysis Pathway

  • KATA SAMBUTAN

    Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang pengarusutamaan genderdalam pembangunan nasional mengamanatkan bahwa semua kementerian/lembaga dan pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota harus melakukanpengarusutamaan gender agar seluruh proses perencanaan, pelaksanaan,monitoring dan evaluasidariseluruh kebijakan, program dan kegiatan diseluruhsektor pembangunan telah memperhitungkan dimensi/aspek gender, yaitu laki-laki dan perempuan sebagai pelaku yang setara dalam akses, part isipasi dankontrol atas pembangunan serta dalam memanfaatkan hasil pembangunan.

    Analisis gender merupakan langkah awal yang harus di lakukan sebelummelakukan pengarusutamaan gender. Analisis gender mengacu kepada carayang sistematis dalam mengkaji perbedaan dampak pembangunan terhadapperempuan dan laki- laki. Untuk i tu dalam melakukan analisis gender diperlukanaf at analisis (tool) yang dapat membantu perencana dan pelaksana secara mudahdan efektif menemukenali isu-isu gender dan merekomendasikan solusinya.

    sehubungan dengan hal tersebut, atas nama Kementerian NegaraPemberdayaan Perempuan saya menyambut baik atas diterbitkannya buku GenderAnalysisPathway(GAP) Edisi Revisiini. Buku inidiharapkan menambah referensipirantianalisis gender; yang memiliki langkah-langkah yang lebih efektif dan dipahamisecara mudah bagi kementerian/lembaga/pemerintah daerah dan pihak-pihak laindi dalam merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi, kebijakan,program dan kegiatan pembangunan agar responsif gender.

    Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Tim penulisdan semua pihak yang telah berinisiasi untuk menyempurnakan hingga terbitnyabuku GAP Edisi Revisi ini.

    Akhirnya semoga buku ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak yangterkait dan membawa kemajuan bagi pembangunan pemberdayaan perempuanguna terwujudnya kesetaraan gender dimasa yang akan datang

    Jakarta, 22 September 2008Deputi Bidang Pengarusutamaan Gender

    Dra. Sri Danti, MA

    Gender Analysis Pathway lv

  • DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR..... . .

    KATA SAMBUTAN . . . . . . . . .

    DAFTAR t5 r . . . . . . . . . . . . . .

    BAB I

    PENDAHULUAN.. . . . . . . .

    1 . Latar Be|akang. . . . . . . . . . . . .

    2. Konsep dan Definisi

    3. Siapa yang Harus Melakukan Perencanaan yang Responsif Gender dan

    1

    1

    2

    D imana? . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5

    4. Kapan Perencanaan yang Responsif Gender Harus Dilakukan? .... .... . ..... . 5

    5. Mengapa Harus Melakukan Perencanaanyang ResponsifGender?.... . . . . 5

    6. Bagaimana Melakukan Perencanaan yang Responsif Gender? 6

    BAB IIALUR KERJA ANALISIS GENDER (GENDER ANALYSIS PATHWAY_ GAP) 7

    BABIIIPENUTUP . . . . . 14

    l t l

    Gender Analysis Pathway lvii

  • BAB IPENDAHULUAN

    1. Latar Belakang

    Perencanaan adalah suatu upaya optimarisasi pemanfaatan sumberdaya, ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi, untuk mencapai tujuanyang telah ditetapkan, melalui pi l ihan-pi l ihan (pemil ihan) alternatif t indakanyang rasional, efisien, dan efektif. Perencanaan dilakukan baik pada tahapanperencanaan kebijakan dan/atau perencanaan program dan/atau perencanaankegiatan di berbagai bidang pembangunan, serta di berbagai t ingkatanpemerintahan baik di t ingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota.

    sejalan dengan pergeseran paradigma penyerenggaraan pemerintahanyang terjadi dalam dekade terakhir ini, sepert i perubahan-perubahan dari kondisi:(a)sifat pemerintahan yang otokratik ke demokratik; (b) sifat pemerintahan yangmonolitik ke pluralistik; (c) sifat pemerintahan yang sentralistik ke desentralistik;(d) sifat pemerintahan yang unilateral (peran pemerintah dan masyarakat) keinteraksionis (peran pemerintah bersama masyarakat); dan (e) sifat pemerintahanyang internal (hanya untuk kepentingan organisasi pemerintah) ke eksternal(disertaidengan peningkatan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat danpenyerahan sebagian tugas pelayanan dari pemerintah ke masyarakat). Kesemuahal tersebutjuga berdampak terhadap proses perencanaan pembangunan. prosesperencanaan pembangunan harus di lakukan bersama-sama antara pemerintahdan masyarakat (madani) sebagai wujud sistem tatalaksana pemerintahan yangbaik (good governance) dalam arti demokratis, berkeadilan, terdesentralisasi,tra nspa ra n, a ku ntabel, responsif, dan pa rtisipatif.

    Dalam perkembangan tersebut, rencana pembangunan rima tahun, yangsebef umnya adalah Program Pembangunan Nasional (propenas) Tahun 2ooo-2004,berubah menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)Ta h u n 2004-2009. Da la m RPJ M N Ta h u n 2oo4-2oog pen ga ru suta maa n gender tela hterintegrasi ke dalam Bab 12 tentang Peningkatan Kualitas Hidup perempuan danKesejahteraan dan Perlindungan Anak. selain itu, juga terdapat di 13 Bab lainnya,antara lain bab-bab tentang pendidikan, kesehatan, hukum, dan ketenagakerjaan.Untuk pertamakalinya pula, RPJMN Tahun 2oo4-2o09 secara tegas menetapkanpengarusutamaan gender sebagai salah satu strategi pembangunan nasional.

    Gender Analysis Pathwoy l1

  • Sejalan dengan perkembangan itulah, kehadiran GAP-POP sebagai pirantianalisisgender dan pengintegrasian gender ke dalam proses perencanaan kebijakan,program, dan kegiatan pembangunan menjadi sangat relevan.

    2. Konsep dan Definisi

    Perencanaan kebijakan adalah perencanaan yang dilakukan untukmenyusun rencana kebijakan (jangka menengah/setiap lima tahun, ataujangka pende