Hama Utama Kedelai

  • View
    63

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Hama Utama Kedelai

HAMA UTAMA KEDELAI DAN PENGENDALIANNYA Harsono Lanya dan Wedanimbi TengkanoAcuan Pedoman Rekomendasi Pengendalian OPT Kedelai, Prognas PHT, 1994Arthropoda yang berasosiasi dengan tanaman kedelaidi Indonesia sebanyak 266 jenis, 111 spesiesdiketahui sebagai serangga berpotensi hama padakedelai, 61 spesies sebagai predator, 41 spesiessebagai parasitoid, dan 53 spesies sebagai serangga bukan berpotensi hama. Dari 111 spesies yangberpotensi hama kedelai, hanya 11 diantaranya yang dinilai penting.Berdasarkan bagian tanaman yang diserang, hamakedelai digolongkan ke dalam hama perusakbatang, daun,bunga, dan polong. Berdasarkan stadia tumbuh yangdiserang, hama kedelai digolongkanke dalam hama perusak tanaman muda, perusak fase vegetatif, perusak fase berbunga dan berpolong,perusak fase pertumbuhan polong dan biji,serta perusak fase pemasakan polong.Selain itu, hama kedelai dapatdigolongkan berdasarkan tipe alatmulutnya, yaitu hama tipe mulutpenusuk pengisap dan hama tipe mulut penggigit pengunyah. Penamaan hama umumnya didasarkan atasperilaku dan warnanya.Serangan hama pada tanaman kedelai terjadi sejak tanaman mulai tumbuh hingga panen.Besarnya kehilangan hasil tanaman karena serangan hama ditentukan oleh berbagai faktor antara laintinggi rendahnya populasi hama, fase pertumbuhantanaman, bagian tanamanyang dirusak, danketahanan varietas.Yang termasuk hama penting pada tanamankedelai ialah (1) lalat kacang (Ophiomyia phaseoli),(2) kumbang daun kedelai (Phaedonia inclusa), (3) kutukebul (Bemisia tabaci), (4) kutu daun (Aphisglycines), (5) ulat grayak (Spodoptera litura), (6) ulat jengkal (Chrysodeixischalcites), (7) ulat buah(Helicoverpa armigera), (8) penggerek polong (Etiella zinckenelladan E. hobsoni), (9) kepik hijau (Nezaraviridula), (10) kepik hijau pucat (Piezodorus hybneri), (11) kepik coklat kedelai (Riptortus linearis).Dalam kaitannya dengan fasepertumbuhan tanaman, jenis hama yang mungkin hadir danmenyerangtanamanpada fase pertumbuhan tertentusangat penting diketahuioleh petugas lapangandan petani. Pengetahuan tersebut sangat mendukung berhasilnya pengamatan, peramalan maupunpelaksanaan pengendalian. Hubungan antara keberadaan hamapenting tersebut dengan fasepertumbuhan kedelai seperti tercantum pada Tabel berikut ini:Tabel.Hubungan antara fase pertumbuhan tanaman dengan jenishamapenting yang mungkinmenyerang tanaman kedelai.NoFase pertumbuhanJenis hama penting danvektor virus yang mungkin menyerang1Fase tanaman muda(tumbuh-10 hst)Lalat kacang, kumbang kedelai, dan vektor virus (kutu daundan kutukebul)2Fase vegetatif (11-30 hst)Kumbang kedelai,ulat grayak, ulat jengkal, ulat buah, danvektor virus (kutu daun dan kutukebul)3Fase berbunga dan pembentukanpolong (31-50 hst)Kumbang kedelai, ulat grayak, ulat buah, penggerek polong,kepik hijau, kepik hijau pucat, kepik coklat kedelai4Fase pertumbuhan polong dan biji(51-70 hst)Penggerek polong, kepik hijau, kepik hijau pucat, kepik coklatkedelai5Fase pemasakan polong danpengeringan biji (71 hst panen)Kepik hijau, kepik hijau pucat, kepik coklat kedelai

1. Lalat kacangOphiomyia(Agromyza) phaseoliTryon(Diptera: Agromyzidae)a.Daerah sebarLalat kacang terdapatdi seluruh Indonesiaterutama menjadi hama penting di daerah sentrapertanaman kedelai, yaitu di provinsi Lampung,N.Aceh Darussalam, JawaTengah, NTB, SulawesiUtara, Jawa Timur, Riau, Jawa Barat, Yogyakarta,Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.b.BioekologiMorfologiImagoberbentuk seperti lalat rumah tetapisangat kecil, yang jantan panjangnya 1,9 mm danyang betina 2,2 mm; warnanya hitam mengkilat.Telurberbentuk lonjong, berukuran panjang 0,31 mm danlebar 0,15 mm. Warnanya putihberkilauan seperti mutiara.Larvabentuknya memanjang dan ramping; panjang instar-3 mencapai 3,75 mm. Larva yang barukeluar dari telur berwarna putih bening,sedangkan instar akhir kekuning-kuningan.Pupabentuknya lonjong, panjangnya 3 mm, dengan keduaujungnya agak meruncing. Pupa yangbaru terbentuk berwarna kekuning-kuningan, kemudian berubahmenjadi kecoklat-coklatan, dan akhirnyamenjadi hitam saat imago akan keluar.Biologi dan perilakuImago sudah ditemukan pada permukaan daun antara pukul 600-730. Kopulasi terjadi 2 hari setelahkeluar dari pupa, padapagi hari pukul 700 1100. Imago meletakkan telur satu-persatu pada pangkalkotiledon, pangkal daun tunggal dan daun majemuk pertama. Telurdisisipkan di bawah epidermis.Puncak peletakan telur terjadi sekitar pukul 1100. Telur diletakan sejak tanaman muncul kepermukaantanah yaitu pada 4 hst. Populasi telur tertinggi terjadi pada 6 hst. Setelah telur menetas, larva menggerekjaringan kotiledon atau jaringan daun muda selama 2 hari, kemudianmenuju kulit batang menuju kearahpangkal batang dan kemudian berkepompong dibagian tersebut di bawah epidermis.Stadia telur selama 2 hari, stadia larva 7 10 hari, dan stadia pupa 7 13hari, masa pra-peneluran1 2 hari, sehingga siklus hidupnya berlangsung antara 17 27 hari (rata-rata 21 hari). Lama hidup imago sekitar 1 minggu. Lalat betinamampu menghasilkan telur antara 94 183 butirselama hidupnya. Rata-rata seekor betinameletakkan telur sebanyak12,7 butir/hari. EkologiTanaman inang lalat kacang ialah kedelai (Glycine max), kacang hijau (Phaseolus radiatus),dantanaman kacang-kacangan lainyaitu kacang tunggak (Vigna sinensis), kacang hiris (Cajanus cajan),kacang jogo (P. Vulgaris), kacang kratok (P. Lunatus), kacang pedak/bado (Dolichos lablab), kacangbedog, orok-orok (Crotalaria juncea),Vigna hosei, penutup tanah (P. mungo), kacang uci (P. Calcaratus),P. Trilobusdan peleng-peleng/kacang monyet (P. Semierectus). Dari hasil penelitian diketahui bahwa lalatkacang lebih menyukai kacang hijau dan kacang tunggak dari pada kedelai varietas Orba, sedangkanantara kacang hijau dan kacang tunggak, kacang hijau lebih disukai.Musuh alamilalat kacang ialah berbagaipredator dan parasitoid. Ada beberapa jenis parasitoidpupa yang telah diketahui,yaituEurytoma poloni, Eurytomasp.,Cynipoidesp.,Trigonogastrasp. dan

parasitoid larva-pupaSecodellasp. Predator lalat kacang yang sering ditemukan ialah laba-laba yaituLycosasp. danOxyopessp. sebagai predator imago.Dinamika populasi sebagai dasar penting untuk pengendalian. Imago datang ke pertanaman sejakkecambah muncul pada umur 4 hst.Populasi meningkat dan mencapaipuncaknya pada umur 6 hst.Populasi larva mulai ditemukanpada umur 6 hst danmencapai puncaknya pada umur 8 hst. Padatpopulasi imago lalat kacang berfluktuasi dari bulan ke bulan. Pada umumnya populasi tinggi terjadi pada musim kemarau, terutama pada pertanaman kedelaikedua (kedelai musim kemarau-II). Selain itu, padaumumnya kedelai yang ditanam terlambat (lebih dari10 hari) akan mendapat serangan yang lebih tinggi.Cuaca merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kelimpahan populasi lalat kacang.Populasi lalat kacang tidak bertahan pada curah hujan tinggi.c.Gejala serangan dan kerusakanTanda serangan mulai terlihat jelas pada umur6 hst, yaitu berupa bintik-bintik putih bekastusukan alat peletak telur pada pangkal kotiledon, danatau pangkal daun. Selanjunya bintik putih tersebutberubah menjadi coklat. Pada 7 hst di kotiledon danhelai daun mulai terlihat alur berkelok-kelok, yaitulubang gerekan larva yang berwarna coklat.Selanjutnya gejala yang terlihat ialah tanaman mulailayu, kemudian mengering dan mati. Kematiantanaman terjadi mulai 14 hst sampai 30 hst.d. PengendalianKedelai yang ditanam di lahantegalan pada musim hujan-I, atau setelah panen padi rendeng (padamusim kemarau-I), biasanya tidak ada masalah hama lalat kacang. Serangan lalat kacang biasanya terjadipada tanaman kedelai yang ditanam terlambat, dan kedelai MK-II. Oleh karena itu waktu tanam kedelaitermasuk kacang-kacangan yang lain dianjurkan secara serentakdalam suatu hamparan dengan selisihwaktu tidak lebih dari 10 hari.Di daerah endemis, pencegahan serangan lalatkacang dapat dilakukan dengan penggunaan mulsajerami. Untuk daerah yang gulmanya tidak menjadi masalah dan pengairannya terbatas, penggunaanmulsa mempunyai nilai tambah, yaitu dapatmempertahankan kelembaban tanah dan menghambatpertumbuhan gulma, selain itu bermanfaat sebagaipupuk organik pada pertanaman padi mendatang.Pemantauan imago lalat kacang dilakukan pada umur 5-6 hst, dangejala serangan pada umur 7-8hst.Penggunaan insektisida efektif dan selektif dapatdilakukan apabila mencapaiambang pengendalian.Ambang pengendalian untuk lalat kacang yaitu populasi imago 2 ekor/30 rumpun pada umur tanaman 6hst, atau intensitas serangan2,5 % pada umur 7-8 hst.

2. Ulat GrayakSpodoptera lituraFabricius(Lepidoptera: Noctuidae) a.Daerah sebarUlat grayak merupakan hama pentingtanaman kedelai terutama di daerah Jawa Tengah,Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, N. AcehDarussalam, NTB, JawaBarat, D.I. Yogyakarta,Sulawesi Utara, Riau, dan Sumatera Selatan.b.BioekologiMorfologiImagobetina panjangnya 16 mm dan yangjantan panjangnya 17 mm. Sayap depan padaumumnya berwarna agak keabu-abuandengan pola gambar warna loreng putih; pola gambar pada yangbetina dan jantantampak berbeda.Telurnya berkelompok; bentuk kelompokbundar atau agak lonjong, bergaris tengah sekitar 6mm, ditutupi bulu-bulu halus berwarna merah sawo.Bentuk butir telur seperti buah anggur, mempunyaialur-alur dari atas ke bawah (pada bagian yangmenempel pada butir teluryang lain), berwarna putihmengkilat seperti mutiara.Larvanya hampir tidakberambut, panjanglarva instar-1 ialah 1-2 mm dan larva instar akhirpanjangnya dapat mencapai 50 mm.Warna larva bervariasi, tubuh larva instar -1transparan, tetapi setelah makan jaringan daunberwarna kahijau-hijauan.Kepalanya berwarna hitamkecoklatan, terdapat bintikhitam pada abdomen yangditumbuhi rambut-rambut berwarna hitam kecoklatan.Instar -2 berwarna agak kehijau-hijauan.Larva yangterparasit berwarna hijaukekuning-kuningan dan tidakaktif. Larva instar akhir berwarna abu-abu gelap ataucoklat, terdapat lima garisberwarna kuning pucat ataukehijau-hijauan memanjang sepanjang badannya.Pada umumnya terdapat bintik hitamarah lateral pada setiap ruas

Recommended

View more >