Click here to load reader

Harian Equator 14 September 2011

  • View
    295

  • Download
    13

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Harian Equator 14 September 2011

Text of Harian Equator 14 September 2011

  • Dalam beberapa minggu tera-khir ini, Kecamatan Bonti dan Dusun Semerangkai Kabupaten Sintang dihantam angin puting beliung. Jika ditotalkan terdapat ratusan rumah warga, kantor, lahan perkebunan dan instalasi penting, rusak.Fenomena alam ini tak bisa

    dianggap remeh. Perlu ada early warning system (peringatan dini) bagi warga didukung den-gan prediksi kondisi alam dari lembaga berkompeten seperti Badan Meteorologi dan Geo- sika (BMG). Bagaimana kondisi

    terbaru alam di Kalbar? BMKG Supadio Pontianak

    mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Kalbar untuk mewaspadai angin put-ing beliung yang kemungkinan pada beberapa daerah.Sejak Sabtu (10/9) lalu hing-

    ga hari ini kita memantau ter-jadinya angin kencang di bagian Utara Kalbar seperti Kubu Raya, Pontianak.Angin besar tersebut ber-

    potensi menjadi angin put-ing beliung, sehingga patut diwaspadai masyarakat, kata

    petugas BMKG Supadio Ponti-anak, Dasmian Sulviani.Dari pantauan BMKG Supa-

    dio Pontianak, kemarin (13/9) terlihat ada angin berputar di bagian utara Kalbar. Kemarin dan hari ini juga ada penum-pukan awan yang berpotensi menyebabkan angin kencang puting beliung. Namun, untuk memantau kejadian puting beliung memang tidak bisa kita lakukan karena hal tersebut ti-dak bisa diprediksi, katanya.Desnian mengatakan, untuk

    Harga Eceran : Mempawah Rp 2.500,- Singkawang Rp 2.500,- Bengkayang Rp 2.500,- Sambas Rp 2.500,- Landak Rp 3.000,- Sanggau Rp 3.000,- Sintang Rp 3.000,- Melawi Rp 3.000,- Kapuas Hulu Rp 3.000,- Ketapang Rp 3.000, -

    http://www.equator-news.com Eceran Rp 2.500,-16 Syawal 1432 H/17 Peh Gwee 2562

    Rabu, 14 September 2011

    Terbit Pertama: 29 November 1998

    Kalimantan Barat SebenarnyaKalimantan Barat Sebenarnya

    - Bang Meng-- Ada-ada saja...16 Paket KKU Tanpa Lelang

    Injet-injet Semut

    Alam telah mem-berikan tanda-

    tanda. Bencana patut diwaspadai.

    BMKG menge-luarkan warning,

    bahaya angin puting beliung.

    Dua peristiwa di Kabupaten Sin-

    tang mungkin saja terjadi di Ponti-

    anak Halaman 7

    Peristiwa

    Seperti diberitakan Kantor Berita Fars, Wakil Menteri Keislaman di bidang penerbitan dan penelitian, Mosaid Al-Hadisi dalam wawancaranya dengan Koran Saudi, Al-Watan mengatakan, seba-gian Alquran yang dijual di toko-toko buku Saudi salah cetak. Beberapa Alquran tersebut dimiliki para jamaah

    umrah di Mekah dan Madinah. Di atas Alquran tersebut tertulis nama pemberi wakaf. Tertulis pula Alquran tersebut diterbitkan oleh penerbitan Suriah dan Lebanon. Melihat kenyataan ini maka kami menuntut

    pengumpulan semua Alquran tersebut, kata Al-Hadisi.Ia menjelaskan, sebagian pegawai penerbit yang

    mencetak Alquran tersebut adalah non-Muslim. Kementerian bagian keislaman telah menerima sebuah Alquran cetakan Cina. Bentuk cetakan tersebut seperti hasil penerbitan Fahad tapi hisb-nya kurang sempurna, tutur al-Hadisi.Kekhawatiran kita tidak terbatas hanya pada

    penjualan Alquran tersebut, namun juga terhadap para pedagang yang mengekspor Alquran tanpa melalui bea cukai. Sementara pihak kerajaan me-larang segala bentuk impor Alquran. Dua tahun lalu, telah dibentuk komite yang meneliti Alquran impor dengan harga murah. Komite itu telah men-deteksi 60 kasus, ujar dia.Berdasarkan laporan tersebut, sebagian besar

    kebutuhan para jamaah haji dan bahkan kain kafan Arab Saudi diimpor dari Cina. Hal ini amat wajar jika Alquran cetakan Cina juga diimpor Saudi. Akhir-akhir ini, di Saudi dijual kain atau kayu bertuliskan ayat-ayat Al-Quran dari Cina yang salah cetak.Sejumlah mushaf Al-Quran salah cetak kini

    tersebar di Arab Saudi. Hal itu dikemukakan Wakil Menteri Keislaman Bidang Penerbitan dan Penelitian, Mosaid Al-Hadisi, dalam wawancaranya dengan koran Saudi, Al-Watan. Sebagian Alquran yang dijual di toko-toko buku Saudi salah cetak, katanya seperti dikutip kantor berita Fars News.Pihak kerajaan Saudi melarang segala bentuk

    impor Alquran. Dua tahun lalu, telah dibentuk komite yang meneliti al-Quran impor dengan harga murah.(int)

    Gelombang dan Angin Mengancam Wilayah Kalbar

    Alquran Salah Cetak Mulai Beredar di Toko

    Waspada Fenomena Alam

    Ekonomi

    PONTIANAK. Penancapan tiang pertama pem-bangunan Dryport di Entikong, Kabupaten Sang-gau rencananya direalisasikan Oktober 2011. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya.Informasinya Oktober ini penancapan tiang

    pertama pembangunan Dry Port di Entikong. Tapi secara resmi saya belum dapat, ungkap Christi-andy usai menghadiri paripurna di DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (13/9).Karena itu, Christiandy meminta kepada pihak

    SM Inland Port Sdn Sdh untuk tidak memberlaku-kan lebih dulu Tebedu Inland Port (TIP) tersebut. Melalui tim yang ikut pembahasan itu sudah, agar TIP jangan berlaku dulu. Sampai kita sudah selesai dibangun. Tapi kita juga harus segera, ujarnya.Menurut orang nomor dua di Bumi Khatulistiwa

    ini, kesepakatan antara kedua negara itu sebena-rnya berada di tingkat pusat dengan pihak Kuala Lumpur. Hanya saja dari pihak Sarawak, Malaysia sudah terealisasi. Tapi dari pihak pemerintah Indo-nesia masih belum, harusnya sudah mulai.Christiandy menambahkan, 2006 seharusnya

    memang sudah juga dibangun Dry Port. Sehingga tidak seperti sekarang ini, sepertinya dirugikan. Makanya dalam pertemuan Sosek-Malindo yang akan dilaksanakan satu dua hari ini akan kita

    Oktober ini, Dryport Entikong Dibangun

    Halaman 7

    NANGA PINOH. Beberapa kasus korupsi di Kabupaten Melawi yang ditangani kejaksaan maupun kepolisian belum menampakkan perkembangan berarti. Sebut saja kasus pembangunan Gedung Olahraga, instalasi air bersih Poring, kasus jalan lingkar dan kasus korupsi lainnya. Kita ingin kasus-kasus yang ditangani itu

    segera dituntaskan. Paling tidak segera ada persidangan atas kasus-kasus yang muncul di Melawi, kata M Darussalam, aktivis pemu-da Melawi yang juga ketua Kelompok Diskusi Ekonomi dan Pembangunan (Kondep) Me-lawi kepada Equator, Selasa (13/9).Desakan penuntasan ini muncul karena

    tidak satu pun yang tuntas. Padahal telah lama digarap oleh masing-masing lembaga penegak hukum. Perkembangannya masih pada sidik dan lidik. Masyarakat Melawi, ingin kasus tersebut disidangkan agar ada kepastian hukum, apakah bersalah atau tidak, ujar dia.

    SUKADANA. Gabungan ka-langan pengusaha asosiasi kon-struksi di Kabupaten Kayong Utara mendesak Dinas Peker-jaan Umum Kabupaten Kayong Utara melakukan tender ulang terhadap 16 paket pekerjaan. Paket pekerjaan tersebut dinilai cacat hukum.Kita sangat setuju sejum-

    lah paket pekerjaan tersebut dibatalkan karena cacat hu-kum dan bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, ungkap Ahmad

    Suandi, Wakil Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Asosiasi Kon-struksi se-Kabupaten Kayong Utara kepada Equator di kedia-mannya, Selasa (13/9).Pernyataan senada juga

    disampaikan Ketua Aspeknas KKU, Jamaludin, Sekretaris Gapeknas KKU, Tengku Edi Saputra, Ketua Gapeksindo KKU, Heri Susanto dan Ketua LAKI KKU, M Saleh.Sejumlah paket yang dini-

    lai cacat hukum karena tidak dilakukan pengumuman pele-

    langan baik melalui LPSE atau media cetak/elektronik. Pa-ket pekerjaan dimaksud terdiri pembangunan jembatan sungai Mata-mata, pembangunan jalan akses Pelabuhan Teluk Batang, dan peningkatan Jalan Sim-pang Pelerang ke Sedahan Jaya Begasing Tahap II.Selanjutnya, pembangunan

    jalan Teluk Melano-Perawas, peningkatan Jalan Sukadana-Tambak Rawang Tahap II, serta peningkatan jalan Penjalaan tahap II. Berikutnya, pembangu-

    nan jalan Remambah Tahap II, peningkatan Jalan Parit Timur Kec Simpang Hilir Tahap II, dan peningkatan Jalan Manunggal (AMD) Teluk Melano. Termasuk, peningkatan Jalan Dusun Besar-Dusun Kecil, pembangunan ja-lan Poros Desa Durian Sebatang dan peningkatan Jalan Kantor Camat-Pelabuhan.Pekerjaan lainnya yang juga

    diduga cacat hukum adalah peningkatan Jalan Tengku Ab-dul Hamid, peningkatan Jalan

    Tanpa Lelang, 16 Paket KKU Cacat HukumNo Paket Pekerjaan Bidang/Sub Bidang Kuali kasi HPS (Rp)1 Jembatan Sungai Mata-mata Sipil/Jembatan (22004) Kecil 1.999.000.0002 Jalan Akses Pelabuhan Teluk Batang Sipil/Jalan Raya Kecil 1.199.224.0003 Jalan Pelerang-Sedahan Jaya B (Tahap II) Sda Kecil 997.877.0004 Pemb Jalan Teluk Melano-Perawas Sda Kecil 799.157.0006 Jalan Sukadana-Tambak Rawang Tahap II Sda Kecil 698.304.0007 Peningkatan Jalan Penjalaan Tahap II Sda Kecil 698.003.0008 Pemb Jalan Remambah Tahap II Sda Kecil 599.465.0009 Jalan Parit Timur Tahap II Sda Kecil 598.289.00010 Jalan Manunggal (AMD) Teluk Melano Sda Kecil 499.782.00011 Peningkatan Jalan Dusun Besar-Dusun kecil Sda Kecil 499.467.00012 Pemb Jalan Poros Desa Durian Sebatang Sda Kecil 398.721.00013 Peningkatan Jalan Kantor Camat-Pelabuhan Sda Kecil 299.174.00014 Peningkatan Jalan Tengku Abdul Hamid Sda Kecil 299.033.00015 Peningkatan Jalan Begasing ke Desa Sejahtera Sda Kecil 249.815.00016 Jalan Parit Bintang Kec Teluk Batang Sda Kecil 248.289.000

    Kasus Korupsi di Melawi Tak Tuntas

    PONTIANAK. Perang ter-hadap Narkoba gencar di-lakukan. Bukan saja kalangan sipil yang masa depannya dirampas oleh barang laknat tersebut, tetapi juga kalan-gan militer. Di jajaran Kodam XII Tanjungpura meliputi wilayah Kalbar dan Kalteng,

    tercatat 11 oknum TNI yang terlibat.Sebelas oknum itu terlibat

    penyalahgunaan narkoba, tiga sudah dipecat dan dela-pan masih banding di Penga-dilan. Keseluruhan termasuk wilayah Kalimantan Tengah, ujar Kolonel Andi Muham-

    mad, Ass Intel Kodam di sela Sosialisasi Kebijaksanaan Na-sional Pencegahan Narkotika, Selasa (13/9) pagi di Markas Kodam XII Tanjungpura. Kegiatan itu dihadiri Pang-

    dam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Geerhan Lantara dan Kapolda Kalbar, Brigjen Pol

    Sukrawardi Dahlan.Menurut Andi, upaya pem-

    be