Click here to load reader

Harian Equator 23 Oktober 2011

  • View
    373

  • Download
    15

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Harian Equator 23 Oktober 2011

Text of Harian Equator 23 Oktober 2011

  • Harga Eceran : Mempawah Rp 2.500,- Singkawang Rp 2.500,- Bengkayang Rp 2.500,- Sambas Rp 2.500,- Landak Rp 3.000,- Sanggau Rp 3.000,- Sintang Rp 3.000,- Melawi Rp 3.000,- Kapuas Hulu Rp 3.000,- Ketapang Rp 3.000, -

    http://www.equator-news.com Eceran Rp 2.500,-25 Dzulqaidah 1432 H/27 Kauw Gwee 2562

    Minggu, 23 Oktober 2011

    Terbit Pertama: 29 November 1998

    Kalimantan Barat SebenarnyaKalimantan Barat Sebenarnya

    Posisi indeks pembangunan manusia (IPM) Kalbar terendah di pulau Kalimantan, perlukan program percepatan pemban-gunan yang lebih berdaya guna. Sehingga diperlukan pengambil kebijakan yang baik bagi kha-layak ramai.Staf advokasi masyarakat dari Jaringan Masyarakat Transpar-ansi Indonesia (Jari) Borneo Barat, Khairul Sani S.Hut men-gungkapkan, peringkat kinerja pembangunan manusia pada

    skala 0-100. Untuk kategori tinggi IPM lebih dari 80, menen-gah atas 66-79,9, menengah bawah 50-65,9, rendah kurang dari 50. Sumber data perhitun-gan komponen IPM berasal dari survei sosial ekonomi nasional (Susenas), dilakukan biro pusat statistik (BPS) setiap tahun yang mencakup seluruh provinsi di Indonesia.IPM suatu indeks komposit yang mencakup tiga bidang pembangunan manusia yang

    dianggap sangat mendasar yaitu usia hidup, pengetahuan, dan standar hidup layak, ku-pasnya.Selain usia hidup, lanjutnya, ilmu pengetahuan juga diakui secara luas sebagai unsur men-dasar dari pembangunan ma-nusia. Dengan pertimbangan ketersediaan data, pengetahuan diukur dengan dua indikator yaitu angka melek huruf dan rata-rata lama.- Bang Meng

    -- Awas fasilitas memang membuai.Fasilitas Malaysia Bisa Kikis Nasionalisme

    Injet-injet Semut

    Kondisi Memprihatinkan IPM Kalbar (2)

    Halaman 7

    Indikator Rendahnya IPM

    Sanggau. Pemilihan Gu-bernur dan Wakil Gubernur Kalbar, baru dilaksanakan sekitar pertengahan tahun depan. Namun sosok Mayor Jenderal TNI, M Armin Ang-kasa Alianyang, ternyata sangat didambakan.Figur ini diyakini, Raja Sanggau, Pangeran Ratu Surya Negara, Drs H Gusti Arman M Si, dinilai pantas memimpin Kalbar 5 tahun kedepan. Bahkan secara

    gamblang, Arman meminta, Armin terjun ke gelanggang Pilkada mendatang.Kita mengaspirasikan, agar Pak Armin ini mau, dan sudi mencalonkan diri pada Pilkada mendatang, tegas Arman, kemarin.

    Politik

    Keraton Sanggau Aspirasikan Armin

    CIREBON. Sosok mantan pemimpin Libya, Moammar Khada , ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Presiden RI kelima, Megawati Soekarno Putri. Megawati yang pernah berkun-jung ke Tripoli, Libya pada pertengahan Novem-ber 2007 itu memuji ketegasan Khada .Menurut Megawati, semestinya Libya menentu-kan nasibnya sendiri tanpa campur tangan asing. Kalaupun ingin mengganti Khada , kata Ketua Umum PDI Perjuangan itu, biarlah rakyat Libya sendiri yang memutuskannya. Berbicara di hadapan ribuan kader PDIP di Pen-dopo Kabupaten Cirebon, Sabtu (22/10), Megawa-ti mengaku tak sependapat jika untuk mengganti kepala negara saja harus ada campur

    Internasional

    Khada Berkesan bagi Megawati

    Halaman 7

    Halaman 7

    SINTANG. Krisis Bahan Ba-kar Minyak (BBM) di Kabupat-en Sintang tak pernah kunjung tuntas. Padahal serangkaian razia digelar petugas kepoli-sian dan Satpol PP, agar harga BBM di tingkat pengecer tidak melambung.Namun seluruh upaya yang dilakukan petugas seperti

    tidak akan membuahkan hasil, bila mata rantai peredaran BBM yang dikuasai orang tentu tidak diputuskan. Tak berlebihan, bila banyak pihak menilai, peredaran BBM di-kuasai para ma a. Beranjak dari pola kerja mereka yang terorganisir.Ribuan razia juga tidak

    akan membuat krisis BBM ini selesai. Jika para pelaku utama yang bermain BBM subsidi ini tidak diberikan sanksi tegas. Sebab hampir semua SPBU di Sintang di kua-sai orang tentu saja. Makanya Surat Edaran Bupati mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) BBM tidak pernah digubris,

    yakin Wiwin Erlias, anggota DPRD Sintang.Pernyataan Politisi dari Par-tai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bukan tanpa alasan. Pas-alnya sejak Pemkab Sintang mengeluarkan Surat Edaran (SE) berkenaan dengan HET BBM, harga BBM tetap saja

    Ma a Kuasai BBM Sintang

    PONTIANAK. Kisruh perbatasan Camar Bulan dan Tanjung Datuk benar-benar menyedot perhatian banyak pihak. Berbagai pendapat soal sikap pemerintah terhadap dua daerah itu terus bermunculan.Pemerintah sebenarnya telah serius memerhatikan perbatasan, bahkan masuk dalam prioritas nasi-onal ke 10, dan secara khusus mem-bentuk badan perbatasan BNPP. Hal ini menunjukkan kepedulian pemer-

    intah yang besar, ungkap Daniel Johan, Staf Asistensi Khusus Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, di wawancara belum lama ini. Meski sudah ada kepedulian, kata Daniel, masih diperlukan upaya nyata membangun kawasan perba-tasan tersebut. Untuk itu, pemer-intah perlu lebih fokus dan serius lagi melakukan pembangunan di perbatasan terutama infrastruktur dasar, serunya.

    Semua kementerian dan lembaga (K/L), kata Daniel, harus keroyokan melakukan pembangunan di perba-tasan, termasuk politik anggaran di Komisi dan Banggar harus menun-jukkan keberpihakan yang nyata. Jangan setelah muncul masalah, kita baru bergerak. Jangan sampai rakyat perbatasan merasa lebih nyaman dengan fasilitas negara tetangga ketimbang negeri sendiri, imbuhnya.

    Untuk mengatasi polemik Camar Bulan dan Tanjung Datu, selain diplomasi yang bermartabat, yang terpenting adalah segera lakukan pembangunan dan buat rakyat di sana sejahtera. Tujuan akhirnya, selain secara de jure, secara de fakto rakyat perbatasan merasakan pem-bangunan dan ikut aktif menjaga kedaulatan NKRI. Camar Bulan dan Tanjung Datu sampai kapan pun

    Fasilitas Malaysia Bisa Kikis NasionalismeDusun Camar Bu-

    lan dan Tanjung Datu harus diper-tahankan. Upaya

    nyata membangun kawasan perba-

    tasan diperlukan, nikmatnya fasilitas

    negara tetangga ketimbang negeri

    sendiri, faktor utama mengikis

    rasa nasionalisme.

    PONTIANAK. Pemerintah harus mengkaji ulang tapal batas di Dusun Camar Bulan, Kabupaten Sambas. Apalagi perjanjian 1978 di Semarang, Jawa Tengah belum nal, dan masih bisa direvisi mengingat perjanjian itu masih harus dirati kasi dan disetujui DPR.Masalah tersebut masih terus men-jadi perhatian serius fraksi-fraksi di DPRD Kalbar. Bahkan sejumlah fraksi menyampaikan persoalan tersebut dalam rapat paripurna dengan agen-da pendapat akhir fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD Perubahan tahun anggaran 2011.Masalah tapal batas Negara di Du-sun Camar Bulan dan Tanjung Datu Kabupaten Sambas mengingatkan kita, agar tidak mengulangi kesala-han pada peristiwa sengketa wilayah Pulau Simpadan dan Ligitan. Apabila kita tetap tunduk kepada kesepaka-tan 1978 di Semarang, maka kita akan memberikan tanah air kita sel-uas 1.499 hektar secara cuma-cuma kepada Malaysia, tegas, Suprianto, Juru Bicara Fraksi Gerinda Sejahtera, belum lama ini.Untuk itu, pihaknya berharap, pemerintah pusat dan pemerintah

    daerah, tetap berjuang sesuai dengan bukti-bukti baru yang ada seperti peta Kerajaan Sambas, peta zaman kolonial Belanda keluaran 1891, dan Trakrat London pada 1842. Agar patok batas berada pada koordinat yang benar.Sementara itu, Fraksi PPP meman-dang, masalah kawasan perbatasan di Camar Bulan, Kabupaten Sambas, hendaknya menjadi prioritas untuk mendapatkan perhatikan. Walaupun secara khusus di APBD Perubahan 2011 tidak dicantumkan masalah tersebut, tapi pihaknya mengusul-kan agar segera dilakukan langkah-langkah strategis, berupa persiapan program oleh instansi terkait di tahun 2011.Fraksi PPP melalui Juru Bicaranya, H Miftah, SH.i mengusulkan, agar pada saat penganggaran di tahun 2012 sudah dapat dimasukkan pro-gram prioritas untuk daerah tersebut nantinya.Kami memandang, bukan hanya Camar Bulan, beberapa daerah lain-nya, perlu dilakukan pemetaan ma-salah. Sehingga ada program priori-tas untuk daerah-daerah perbatasan, bukan sekadar program umum dan

    Jangan Tunduk Perjanjian 1978

    Drs Gusti Arman MSiPONTIANAK. Dunia pendidikan di Kalbar menampakkan kemajuannya, hal itu terlihat dari banyak berdiri perguruan tinggi hingga ke beberapa kabupaten/kota. Kualitas dan kuantitas pendidikan di Bumi Khatulistiwa hendaknya terus meningkat.Kendati begitu, Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya mengutarkan, tang-gung jawab untuk kesuksesan masyarakat bidang pendidikan tidak semata-mata ada di pemerintah, baik pusat dan daerah. Tetapi juga ada di orang tua dan masyara-kat luas.Untuk itu sinergi yang baik juga harus dilakukan, antara pemerintah, orang tua, termasuk guru, dosen dan masyarakat luas, harap orang nomor dua di Bumi Khatulis-tiwa ini saat memberikan sambutannya pada wisuda perdana S1-Manajemen dan Inagurasi mahasiswa baru STIE Mulia, di Singkawang, Sabtu (22/10).Christiandy menambahkan, bentuk dari perhatian pemerintah terhadap pendidikan Kalbar salah satunya adalah dengan adanya bantuan, yang memang tidak dapat diberi-kan secara terus menerus. Memang ada ketentuannya, kalau belum pernah tentu pemerintah terkait berhak memberikan bantuan, katanya. Walikota Singkawang, Hasan Karman mengaku, bersyukur atas di wisudanya mahasiswa STIE Mulia. Orang ekonom

    Wagub saat memberikan sambutan di wisuda STIE Singkawang, Sabtu (22/10).JULIANUS RATNO

    Sinergi Bangun Pendidikan

    Warga membentuk Posko Relawan Bela Negara sebuah wujud

    nasionalisme. IST

    Seorang wartawan menunjukkan Barang Bukti Tangki siluman milik para spekulan BBM diamankan Polres Sintang.

    Warga pesisir dan pedalaman masih ada yang miskin, perlu pemberdayaan supaya lebih sejahtera. IST

    Halaman 7 Halaman 7

    Halaman 7 Halaman 7

  • Perbatasan Republik Indonesia (RI) dan Malaysia. Pemerintah pusat dan pemerintah provinsi harus duduk satu meja. Setiap patok dibangun satu pos dan tempatkan TNI dan Polri, itu solusi yang jelas!

    08524551951218-10