Click here to load reader

Harian Equator 23 September 2011

  • View
    287

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Harian Equator 23 September 2011

Text of Harian Equator 23 September 2011

  • Harga Eceran : Mempawah Rp 2.500,- Singkawang Rp 2.500,- Bengkayang Rp 2.500,- Sambas Rp 2.500,- Landak Rp 3.000,- Sanggau Rp 3.000,- Sintang Rp 3.000,- Melawi Rp 3.000,- Kapuas Hulu Rp 3.000,- Ketapang Rp 3.000, -

    http://www.equator-news.com Eceran Rp 2.500,-25 Syawal 1432 H/26 Peh Gwee 2562

    Jumat, 23 September 2011

    Terbit Pertama: 29 November 1998

    Kalimantan Barat SebenarnyaKalimantan Barat Sebenarnya

    Dandim 1204 Sanggau, Letkol CZI Ade Heri Kurniawan menegas-kan, akan selalu terdepan memper-tahankan keutuhan wilayah NKRI di wilayah perbatasan Kalbar. Kita tetap yang terdepan menjaga keu-tuhan NKRI. Itu merupakan harga mati, kata Ade.Aspek pembinaan teritorial, kata

    dia, setiap tahun selalu melak-sanakan Tentara Manunggal Ma-suk Desa (TMMD). Tujuannya membuka akses jalan bagi ma-syarakat, sekaligus melaksanakan pembinaan dan membangkitkan kembali rasa nasionalisme warga

    perbatasan. Khususnya warga En-tikong dan Sekayam. TMMD ini semakin kita tingkat-

    kan. Untuk mengimbangi pemban-gunan sarana dan prasarana yang dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah, tegas Ade.Pajurit TNI yang menjaga wilayah

    perbatasan dihadapkan dengan persoalan konvensional. Di anta-ranya mengenai letak tapal batas, pelintas batas, barang-barang ile-gal, termasuk peredaran narkoba. Ini menjadi tugas TNI juga. Jangan sampai keutuhan NKRI terganggu, ungkapnya.

    Soal peralatan persenjataan? Ade mengungkapkan, prajurit yang menjaga sepanjang jalur perbatasan dilengkapi berbagai peralatan dan persenjataan yang siap siaga berjaga dan melak-sanakan patroli di sepanjang jalur perbatasan. Peralatan dan persen-jataan kita standar. Ada enam pos penjagaan yang kita siagakan di wilayah Kabupaten Sanggau ini, paparnya.TNI memang tetap bersiaga, na-

    mun alat utama sistem persenjata-an (Alutsista) sangat mendukung.

    - Bang Meng--- Eh dah dibilang, ribut pula.Flyover Hindari Gunakan APBD Kota

    Injet-injet Semut

    Dulu, para pejuang

    merebut sejen-gkal tanah dari

    penjajah dengan susah payah bebekal senjata

    alakadarnya plus bambu runcing. Sekarang tinggal

    mempertahankan. Mampu-kah Alutsista kita menjawab

    tantangan? Halaman 7

    Beban Berat Penjaga Kedaulatan Kerawanan di Perbatasan Kalbar (3)

    Perkebunan

    PTPN XIII Tuan Rumah Rapat Pleno Federasi SPBUN

    Halaman 7

    Hukum

    JAKARTA. Mendagri Gamawan Fauzi tidak mau mengeluarkan izin pemeriksaan untuk anggota DPRD yang diajukan pihak kepolisian jika permo-honannya tidak diteken Kapolri. Sikap Gamawan ini ditunjukkan ketika merespon permohonan izin pemeriksaan dua anggota DPRD Jateng, yakni Drs Mustofa dan Doni Meiyudin, SH, yang diajukan Polda Jateng.Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Ke-

    mendagri, Reydonnyzar Moenek menjelaskan, pada prinsipnya Mendagri tidak menolak permo-honan izin dimaksud. Hanya saja, Gamawan beru-paya konsisten menjaga aturan yang berlaku.Terkait kasus dua anggota DPRD Jateng itu, kata

    Reydonnyzar, kemendagri melayangkan surat jawaban sebagai jawaban pengajuan izin dari Pol-da Jateng yakni surat Nomor R/Res.1.11/2115/VII/2011/Dit Reskrim tertanggal 15 Juli 2011 dan Nomor R/Res.1.11/2116/VII/2011/Dit Reskrim tertanggal 15 Juli 2011. Surat balasan mendagri tertanggal 28 Juli 2011 Nomor:356/3403/OTDA dan Nomor 356/3404/OTDA, yang menyatakan belum dapat memenuhi permohonan tersebut. Alasannya, karena tidak sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

    Tanpa Lewat Kapolri, Mendagri Tolak Permohonon Izin Pemeriksaan

    Halaman 7

    Profesi

    JAKARTA. Ketua Umum DPP Ikatan Advokasi Indonesia (IKADIN), Otto Hasibuan menyarankan agar advokat tidak boleh menjadi anggota partai politik. Menurutnya, advokat yang menjadi ang-gota partai politik telah mencederai prinsip kerja yang bebas intervensi.Kalau ada satu perkara pejabat A dari partai

    A, maka muncul lah pengacara dari partai A. Ad-vokat yang masuk ke parpol pasti dengan mudah diintervensi oleh parpolnya, ujar Otto dalam Rak-ernas DPP Ikadin di Jakarta, Kamis (22/9).

    Advokat Masuk ParpolMencederai Prinsip Kerja

    Halaman 7

    Jumlah kasus : 178 Kerugian : Rp 156.050.046.632,41 dan $

    11.709.282,89Bendahara : Rp 42.204.673 (diangsur

    Rp 20.204.673) 8 kasus Rp 677.497.862 (diangsur Rp 34.095.525)

    Non bendahara : 4 kasus Rp 16.720.069.960 (diangsur Rp 506.287.000)

    Pihak ke ga : 7 kasus Rp 26.660.042.699,07 (tak diangsur)

    Lain-lain : 68 kasus Rp 94.838.630.310,16 (disetor Rp 683.516.372,75)

    Rincian Temuan

    Sumber: LHP BPK RI

    PONTIANAK. Federasi Serikat Pekerja Perkebu-nan Nusantara (FSPBUN) menggelar Rapat Pleno, Kamis (22/9) merumuskan Perjanjian Kerja Ber-sama (PKB) Induk tahun 2012-2013 di Pontianak, di Aula Kantor Direksi PTPN XIII, Jalan Sultan Abdurrahman Pontianak. Hadir dalam rapat kerja tersebut, pengurus Federasi SPBUN dan pengurus SPBUN se Indonesia. Ketua Umum FSPBUN, H Syahruddin Ali SH MSi

    mengatakan, PKB yang akan dirumuskan dalam rapat pleno kali ini merupakan PKB yang ketujuh sejak reformasi digulirkan. Dulu sebelum ada refor-masi, tidak ada PKB, maka sebuah kemajuan karena kita sudah mempunyai PKB, ujar Syahruddin. Oleh karena itu, diharapkan rumusan PKB dari tahun ke tahun mengalami penyempurnaanSyahruddin mengakui, kerjasama yang dijalin an-

    tara manajemen dengan SPBUN sudah berjalan den-gan baik, hubungan industrial yang terjalin dengan harmonis. Dan harus diingat, kemajuan perusahaan adalah kemajuan SPBUN, juga kemajuan karyawan dan itu adalah kemajuan kita bersama, tuturnya. Itulah sebabnya, ke depan peran kebersamaan un-tuk kemajuan bersama hendaknya dapat

    P O N T I A NA K . Sebanyak 178 ka-sus temuan Badan P e m e r i k s a a n Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalbar mengindikasikan kerugian daerah sebesar Rp 156 mil-iar. Pemprov Kalbar belum menindak-lanjuti temuan itu seluruhnya. Rekomendas i

    BPK agar Pemprov segera mengembalikan temuan itu belum seluruhnya disetor ke kas daerah. Kita minta hal itu segera disele-saikan, tegas Tony Kurniadi ST, Ketua Pan-sus DPRD Kalbar membahas laporan hasil pemeriksaan BPK atas laporan keuangan pemerintah provinsi Kalbar tahun anggaran 2010 kepada Equator, Kamis (22/9).Menurut Tony, BPK melaporkan hasil

    temuan mengenai kerugian daerah

    Anggaran Pemprov Bocor Rp 156 MGubernur Didesak Melarang Rekening LiarBPK telah selesai melakukan audit APBD Provinsi Kalbar tahun 2010. Ratusan kasus mencuat. Perintah mengembalikan kerugian tak tuntas diselesaikan. Siapa yang bertang-gungjawab?

    SAMBAS. Badan Penelitian dan Pengembangan Puslit-bang dan Pengembangan Sosial Ekonomi dan Lingkun-gan Jalan dan Jembatan Ke-menterian Pekerjaan Umum (PU), melaksanakan Fokus Group Discussion (FGD), Ka-mis (22/9). Kegiatan itu men-gupas metode pembebasan lahan untuk infrastruktur jalan Kabupaten Sambas.Salut dengan Pemkab

    Sambas dapat membebas-kan lahan tanpa ada ganti rugi. Inilah yang akan kita jadikan model percontohan di Indonesia, kata DR Ir Achmad Helmi MSc MPMA, Perekayasa Madya (Specialist Engineer) Ketua Tim Litbang Sosekling Kementrian PU ke-pada sejumlah media ditemui usai pembukaan FGD oleh Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi di Hotel Pan-

    tura, Sambas.FGD dilaksanakan atas ker-

    jasama Pemkab Sambas den-gan Balai Litbang Sosekling Bidang Jalan dan Jembatan Kementrian PU. Makanya hari ini kita diskusi langsung bagaimana model ini bisa kita kembangkan, kata Helmi.Dijelaskan Helmi, model

    seperti ini akan menjadi con-toh yang baik di Indonesia, karena selama ini setiap pem-

    bebasan lahan selalu terjadi masalah ganti rugi. Sedan-gkan di Kabupaten Sambas justru masyarakatnya sangat mendukung.Kelebihan lainnya, Bupati

    sekarang justru melanjutkan program Bupati terdahulu. Ini jarang terjadi di Indone-sia. Keuntungannya, apabila ada proyek luar bermasalah karena pembebasan lahan,

    Bedah pola pembebasan lahan untuk jalan negara bersama pihak Balai Litbang Sosekling Kementrian PU, Kamis (22/9)

    PU Pusat Belajar Pembebasan Lahan Sambas

    PONTIANAK. Terpilihnya Suryadman Gidot sebagai Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Kalbar memunculkan isu baru. Partai berlambang mercy itu dinilai sangat ber-potensi berkoalisi dengan PDI Perjuangan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2012 mendatang.Menurut pengamat politik dari Univer-

    sitas Tanjungpura Pontianak, Drs Gusti Suryansyah MSi, ada kecenderungan koalisi Partai Demokrat dengan PDI Perjuangan. Apalagi jika Gidot menyatakan tidak maju, dan belum ada gur yang layak untuk dijual memenangkan pesta demokrasi itu nanti-nya. Ini mengharuskan partai demokrat mencari partner berkoalisi.Dari awal sebelum Musda II Partai

    Demokrat saya sudah memprediksi jika Gidot terpilih sebagai Ketua DPD, besar kemungkinan akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, katanya kepada Equator, Rabu (21/9).Dia mengungkapkan, saat ini Cornelis

    yang paling tepat untuk dilirik Partai De

    Demokrat-PDIP Berpeluang Koalisi

    Tony Kurniadi

    PONTIANAK. Simpang siur penganggaran Feasibility Study (FS) untuk jalan layang ( yover) mengusik kalangan DPRD Kota Pontianak. Wa-likota Pontianak menyatakan Pemkot tak keluar sepeser-pun. Tetapi Kepala Dinas PU Provinsi malah menyatakan dibiayai Kota Pontianak.Pembangunan tersebut

    disetujui apabila menggu-nakan APBD Provinsi atau bantuan dari pusat. Saya tidak setuju apabila jalan layang menggunakan APBD Kota Pontianak, kata H Sy-a un, Ketua Komisi A DPRD Kota Pontianak kepada Equa-tor, Kamis (22/9).

    Keti-

    daksetujuan soal anggaran yang digunakan itu berawal dari pernyataan Kepala Dinas PU Provinsi Kalbar, Ir Jakius Sinyor yang menjelaskan se-jauh ini pembangunan jalan layang masih dalam proses studi kelayakan dengan ang-garan mencapai Rp 70 miliar dari APBD Kota.Kita dukung pembangu-

    nan jalan tersebut untuk mengura