Click here to load reader

Harian Equator 24 September 2011

  • View
    326

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Harian Equator 24 September 2011

Text of Harian Equator 24 September 2011

  • Harga Eceran : Mempawah Rp 2.500,- Singkawang Rp 2.500,- Bengkayang Rp 2.500,- Sambas Rp 2.500,- Landak Rp 3.000,- Sanggau Rp 3.000,- Sintang Rp 3.000,- Melawi Rp 3.000,- Kapuas Hulu Rp 3.000,- Ketapang Rp 3.000, -

    http://www.equator-news.com Eceran Rp 2.500,-26 Syawal 1432 H/27 Peh Gwee 2562

    Sabtu, 24 September 2011

    Terbit Pertama: 29 November 1998

    Kalimantan Barat SebenarnyaKalimantan Barat Sebenarnya

    Untuk memantau perkem-bangan keamanan di ka-wasan perbatasan Kalbar (Indonesia)-Sarawak (Malay-sia Timur) sepanjang 857 kilometer, TNI AU belum me-miliki radar militer. Padahal radar itu untuk memantau perkembangan keamanan di kawasan perbatasan darat dan laut.Kita belum memiliki ra-dar untuk memantau dae-rah blank area di sepanjang perbatasan Kalbar dengan negara tetangga, ungkap

    Kolonel (Pnb) Kustono, Kom-andan Lanud Supadio kepada wartawan, Jumat (23/9) di ruang kerjanya.Menurutnya, Lanud Su-padio di bawah naungan komando sektor pertahanan udara nasional yang berpusat di Jakarta. Sehingga daerah perbatasan sulit dijangkau oleh radar yang berpusat di Jakarta. Tetapi, untuk mengantisi-pasi hal tersebut, pihaknya menggunakan radar sipil yang dimiliki Angkasa Pura

    yang dijaga oleh satu orang personil Angkatan Udara. Kami menggunakan ra-dar milik Bandara Supadio Pontianak untuk memantau keamanan wilayah udara, katanya.Kustono menambahkan, TNI AU saat ini secara kon-tinu melakukan patroli udara menggunakan pesawat tem-pur jenis hawk, di samping latihan dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Pilot juga secara

    - Bang Meng-- Waduh, Pemerintahan kok berantakan ya.Bocor Rp 156 M, BPK Siap Lapor

    Injet-injet Semut

    Semakin komplek saja permasalahan di wilayah

    perbatasan yang berhubun-gan dengan pengamanan wilayah. Kerawanan dari negara lain belum ditan-gani secara utuh. Bukan

    saja karena minimnya per-sonel, tetapi soal peralatan

    dan persenjataan. Halaman 7

    Rawan In ltrasi, Perbatasan Tanpa Radar MiliterKerawanan di Perbatasan Kalbar (4)

    PertanahanSeluruh Gereja di Ketapang Tak Memiliki Sertifikat

    Oleh Hj Yati Aryati

    Halaman 7

    Religi

    M u s i m h a j i segera tiba, insya Al-lah bulan haji 1432 H akan segera tiba dan umat Islam yang dipanggilNya men-jadi tamu sedang dan terus mempersiap-kan diri. Menunaikan ibadah Haji meru-pakan satu dari lima rukun Islam yang hanya diwajibkan bagi mereka yang sanggup/mampu melakukan perjalanan ke Baitullah.Sedangkan umrah disepakati oleh para ulama untuk disempurnakan bagi mereka yang sudah memulainya, hanya karena Allah. Dalam sab-danya, Rasulullah saw juga mengingatkan untuk mengiringi haji dengan umrah demi menghapus kemiskinan dan kesalahan.Sebagaimana halnya dengan ibadah-ibadah lainnya, Islam juga mengajarkan tentang etika, adab, tata cara yang harus diketahui, dihayati, dan diamalkan agar ibadah ini menjadi sah, mendapat pahala, sempurna ,dan insya Allah akan mendapatkan balasan Allah swt.

    Adab Haji dan Umrah (1)

    Halaman 7

    Kejahatan

    BANDUNG. Perdagangan orang saat ini telah berkembang menjadi masalah global yang di-hadapi oleh hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Ada banyak modus yang digunakan para pelaku kejahatan perdagangan orang di Indonesia.Salah satu modusnya adalah melalui pengiri-man Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri, yang jumlahnya masih mendominasi.Berdasarkan kajian yang dilakukan Migrant Care pada tahun 2009 terungkap bahwa setiap ta-hun setidaknya 450 ribu Warga Negara Indonesia (WNI) diberangkatkan sebagai TKI ke luar negeri yang 70 persen diantaranya adalah perempuan. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen dikirim secara ilegal dan sekitar 46 persen terindikasi kuat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.Data ini tentu menjadi perhatian kita semua, yang menjadi korban selalu perempuan dan anak-anak, ungkap Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar saat Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Evaluasi Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Tahun 2011 yang berlangsung di Hotel Grand Royal Panghegar Bandung, Jumat (23/9).

    Pengiriman TKI jadi Modus Tra cking

    Halaman 7

    PONTIANAK. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ketapang didesak segera memproses serti kat tanah gereja di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Desakan itu menyusul tidak kunjung diresponnya keinginan pihak gereja agar BPN segera menerbitkan serti kat tersebut.Jika sampai beberapa hari ke depan BPN Ketapang tidak segera memproses serti kat ge-reja tersebut, kami akan mendatangi kantor BPN Ketapang, kata Anggota Komisi D DPRD Kalbar, Mijino, kemarin.Legislator Demokrat ini menjelaskan, perma-salahan seluruh Gereja yang ada di Ketapang dan Kayong Utara yang belum memiliki serti kat hingga kini masih belum menemukan solusi. Sejak 1951, gereja yang ada di Ketapang mau-pun yang ada di Kayong Utara, secara keseluruhan belum memiliki serti kat meski beberapa pengurus sudah mengurus ke Badan Pertanahan Nasional, baik Kabupaten Ketapang dan BPN Pontianak dan sudah mengeluarkan dana ratusan juta rupiah.Ia menambahkan, pada Mei lalu, dirinya selaku anggota Komisi D DPRD Kalbar telah melakukan pertemuan dengan Kepala Bagian BPN Pontianak dengan janji akan segera menyelesaikan persoa-lan tersebut.

    Bocor Rp 156 M, BPK Siap Lapor

    Pesawat tanpa awak yang tengah dipersiapkan untuk Kalbar.

    PONTIANAK. Kebocoran Rp 156 miliar dan $ 11.709.282,89 anggaran Pemprov Kalbar Tahun 2010, masih dalam proses agar indikasi kerugian daerah itu bisa dikembalikan. Badan Pemeriksaan Keuan-gan (BPK) RI hanya di ranah administrasi. Kalau sudah ditindaklanjuti sesuai reko-mendasi, itu artinya sudah tuntas semua. Jika nantinya kita menemukan indikasi pidana. Kita mempunyai kewajiban meny-erahkan ke aparat penegak hukum, kata Sigit Pratama Yudha, Kepala Sub Bagian Hu-kum dan Humas Badan Pemeriksa Keuan-gan (BPK) RI Perwakilan Kalbar ditemui Equator di ruang kerjanya, Jumat (23/9).Dijelaskan Sigit, kalau ada kasus pengem-balian kerugian BPK yang diproses dalam persidangan, itu belum lunas karena yang dituntut perbuatannya. Kita hanya aspek administrasi, ujar Sigit.Tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan disampaikan pejabat yang ber-tanggungjawab kepada BPK paling lambat 60 hari setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diterima. LHP tersebut sudah disam-paikan BPK pada 21 Juli 2011 di hadapan sidang paripurna DPRD Kalbar. Namun, regulasi itu tidak secara tegas dan jelas menyebutkan 60 hari itu adalah batas waktu penyelesaian rekomendasi. Waktu 60 hari itu bukan berarti harus tuntas, kata SigitTetapi jika ada pengembalian atau cicilan uang sebagai tindak lanjut, maka BPK men-catatnya semua. Nanti di tim pemantauan kita yang akan mencantumkan statusnya. Mana yang sudah ditindaklanjuti dan yang belum ditindaklanjuti sama sekali, kata Sigit.Informasi awal adanya kerugian, lanjut dia, BPK akan memberikan rekomendasi agar dikembalikan ke mekanisme masing-

    Temuan tak bisa dianggap enteng. Tenggat waktu 60 hari sudah lewat. Ada yang disengaja dan tidak dis-engaja. Tetap saja berdampak pada masalah hukum. Benarkah pengelo-laan keuangan Pemprov hancur?

    PONTIANAK. Lion Air dan Damri telah ditetapkan se-bagai armada Jemaah Haji 2011. Lion akan mengangkut para jemaah dari Bandara Supadio Pontianak ke Ba-tam. Sedangkan Damri men-gangkut dari Asrama Haji ke Bandara. Terpilihnya kedua armada tersebut merupakan hasil lelang. Sebelum terpilihnya Dam-ri, ada beberapa armada angkutan darat lainnya diun-dang untuk mengikuti lelang. Namun yang mengajukan le-lang hanya satu armada saja

    yakni Bus Damri, kata Odang Prasetyo, Sekretaris Umum Panitia penyelenggara Ibadah Haji Provinsi Kalbar kepada Equator, Jumat (23/9).Sedangkan armada angku-tan udara ada beberapa yang mengajukan lelang antara lain Lion, Batavia, Garuda dan Sriwijaya. Namun pada saat pelelangan, Lion berha-sil terpilih menjadi armada angkutan udara jemaah haji tahun 2011. Untuk bus, hanya Damri yang mengajukan, maka i tu yang k i ta gunakan.

    Sementara untuk pesawat, Lion terpilih dalam lelang karena berani mengajukan harga murah dan berani memberikan pelayanan yang baik kepada jemaah haji, jelas Odang yang juga pjw Kepala Biro Kesejahter-aan Sosial (Kesos) Pemprov Kalbar. Untuk Lion digunakan se-banyak 3 unit. Sementara untuk Bus Damri yang di-gunakan sebanyak 5 unit. Jumlah unit armada angkutan darat dan angkutan udara itu ditentukan dengan pem-

    bagian jumlah calon jemaah haji. Jumlah calon jemaah haji pertama sebanyak 2339 orang, sementara calon je-maah haji tambahan sebanyak 103 orang. Keseluruhannya sebanyak 2442 orang.Dari jumlah calon jemaah haji sebanyak 2442 orang, keberangkatan dibagi men-jadi 5 kloter, mulai dari 17 Oktober sampai 22 Oktober. Masing-masing kloter dibagi menjadi 450 orang, terang-nya.

    Tiga Pesawat Dikerahkan Angkut Jemaah Haji

    SAMBAS. Geliat Pemkab Sambas dalam menggarap perbatasan terus berlanjut di masa kepemimpinan Hj Juliarti-Pabali Musa. Jalan tembus Temajuk Kecamatan Paloh yang berbatasan den-gan Teluk Melano, Malaysia Timur segera dibuka.Kawasan tersebut sudah ditetapkan pemerintah pusat sebagai jalan strategis nasi-onal. Untuk pembangunan-nya menggunakan anggaran pendapatan belanja negara. Pemkab Sambas hanya ber-tugas membebaskan lahan, kata dr Juliarti, Bupati Sambas pada acara Focus Group Dis-cussion (FGD) bersama Balai Litbang Sosekling Kementeri-an PU RI di Hotel Panturajaya Sambas, Kamis (22/9).Pembukaan jalur itu me-nindaklanjuti jalan Aruk Kecamatan Sajingan Besar-

    Temajuk-Teluk Melano Segera Dibuka PONTIANAK. Selama ini para investor kerap mengeluhkan infrastruktur dan kepastian hukum untuk berinvestasi. Regulasi untuk mengatasi hal ini sudah ada, yakni Peraturan Daerah (Perda) Pena-naman Modal yang telah disahkan belum lama ini.Akhir 2011 dan aw