Click here to load reader

Harian Equator 27 Oktober 2011

  • View
    282

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Harian Equator 27 Oktober 2011

Text of Harian Equator 27 Oktober 2011

  • Dalam keluarga Islam, menyelenggarakan re-sepsi pernikahan atau walimah, memang di-syariatkan. Walimah adalah salah satu bentuk mensyukuri nikmat Al-lah, dimana tuan rumah membuat/menyiapkan dan menyuguhkan makan-an/minuman untuk para undangan. Dengan walimah, pernikahan satu pasangan menjadi diketahui baik oleh keluarga dekat, mau-pun sahabat kedua orang tua/ mempelai.Islam mengatur bagaimana adab dalam meny-elenggarakan walimah ini agar pelaksanaan nya tidak menyimpang dari ajaran Islam, dan insya Allah mendapat pahala dariNya. Adab dalam walimah tersebut antara lain adalah :1. Niat yang baik mengikuti sunah Rasulullah saw dan memebri makan orang-orang, demi mengharapkan rida Allah semata, bukan untuk tujuan lain;

    2. Menyiapkan hidangan dengan menyesuaikan pada kemampuan yang ada, tidak dengan cara meminjam sehingga dapat memberatkan

    Harga Eceran : Mempawah Rp 2.500,- Singkawang Rp 2.500,- Bengkayang Rp 2.500,- Sambas Rp 2.500,- Landak Rp 3.000,- Sanggau Rp 3.000,- Sintang Rp 3.000,- Melawi Rp 3.000,- Kapuas Hulu Rp 3.000,- Ketapang Rp 3.000, -

    http://www.equator-news.com Eceran Rp 2.500,-29 Dzulqaidah 1432 H/1 Cap Gwee 2562

    Kamis, 27 Oktober 2011

    Terbit Pertama: 29 November 1998

    Kalimantan Barat SebenarnyaKalimantan Barat Sebenarnya

    Hal ini menguatkan ada sebagian daerah yang me-mang menjadi anak tiri dan belum digarap maksimal. Terbukti akses ke pedala-man masih saja sulit lan-taran jalan yang berstatus jalan provinsi masih ban-yak rusak. Sulit bagai pemerintah untuk menjalankan pro-gram jika mau menuju pemukiman desa saja sulit. Banyak jalan yang berstatus

    jalan provinsi yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi rusak, kata Ke-lompok Diskusi Ekonomi Pembangunan (Kosdep) Melawi, M Salam ditemui Equator, Rabu (26/10).Modal dasar Kalbar seb-etulnya dimiliki Kalbar. Se-jak dulu, provinsi ini dike-nal mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Ditambah dengan sumber daya manusia. Sayangnya

    tak dikelola dengan benar, ibarat salah urus. Kue pembangunan be-lum dibagi secara merata demi kesejahteraan ma-syarakat. Potret perbatasan dan wilayah pedalaman su-dah berpuluh-puluh tahun belum mengalami peruba-han ke arah lebih baik dari sisi pendidikan, kesehatan, pendapatan perkapita, ak-ses jalan, perekonomian - Bang Meng

    -- Itulah hebatnya MalaysiaUnimas Tawarkan Beasiswa Pelajar Perbatasan

    Injet-injet Semut

    Rendahnya Indeks Pem-bangunan Manusia (IPM)

    Kalbar dibandingkan provinsi se-Kalimantan

    tidak bisa dilepaskan oleh kondisi insfrastruktur.

    Banyak desa dan keca-matan yang ada di wilayah

    Timur Kalbar sangat sulit diakses.

    Kondisi Memprihatinkan IPM Kalbar (6)

    Oleh Hj Yati Aryati

    Halaman 7

    Pembangunan Tak Merata, Mayoritas Desa Sulit Diakses

    ReligiAdab Resepsi atau Walimah

    Halaman 7

    PONTIANAK. Salah satu dari tujuh negeri yang membentuk Uni Emirat Arab yakni Abu Dhabi telah melirik potensi investasi bauksit di Kalbar. Rencana investasi ini ber-barengan dengan kunjungan misi investasi Mubadala ke Indonesia. Dalam kunjungan itu akan diadakan pertemuan Asean Investment Forum dan seminar menyongsong masyarakat ekonomi Asean 2015, kata Yoseph Alexander, Ke-pala Badan Penanaman Modal Daerah

    SINTANG. Murid SD Negeri 10 Menantak Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang hanya memiliki satu orang guru, itupun honorer yang harus mengajar kelas 1 hing-ga kelas 6. Sedangkan dua guru PNS di sekolah tersebut mangkir.Kami sudah agendakan untuk membicarakan masalah itu. Rencananya besok (hari ini, red) rapat kerja akan kami laksanakan bersama dengan

    Siswa bercengkerama di teras Sekolah Dasar Negeri 10 Menantak usai jam pelajaran. R. RIDO IBNU SYAHRIE

    SDN 10 Menantak Hanya 1 GuruKomisi III DPRD Panggil Disdik dan BKD

    PONTIANAK. Ketua Komu-nitas Tradisi Danum Kahari-ngan Provinsi Kalbar, Badjau Djambang SH, dan tokoh Dayak Uud Palangkaraya, Provinsi Kalteng, Napa Irang Awad, mendukung Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Komunikasi Sosial Panglima TNI, Mayjen TNI Armyn Alianjang, menjadi Gubernur periode 2013 2018.Kami dengan berbagai daya dan upaya akan men-dukung Mayjen TNI Armyn, bisa dipilih menjadi Guber-nur Kalimantan Barat dalam pemilihan langsung perten-gahan November 2012 mendatang, kata Badjau Djambang dihubungi, Rabu (26/10)Ia meyakini figure anak kandung Mayor Alianjang, Pe juang Kemerdekaan Provinsi Kalimantan Barat dan penerimaan penghar-gaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden BJ Habibie tahun 1999, itu, di-jamin mampu menjadi gur pemersatu lapisan masyara-kat di Provinsi Kalimantan Barat.Menurut Badjau, Armyn adalah seorang Dayak Uud Danum. Komunitas Dayak Uud Danum sebelumnya dikenal sebagai pemeluk

    Agama Kaharingan yang pada awalnya belum diakui pemerintah sebagai agama.Semenjak itu, kalangan Dayak Uud Danum yang bermukim di Kecamatan Serawai dan Ambalau, Ka-bupaten Sintang, serta di Kecamatan Menukung dan Ella Hilir, Kabupaten Melawi, sebagian besar memeluk Agama Katolik, dan seba-gian lagi memeluk Agama Kristen.Akibatnya Agama Ka-haringan sekarang hanya bisa bertahan di Provinsi Kalimantan Tengah. Kendati demikian, sampai sekarang Kaharingan bagian yang tidak terpisahkan dari ke-budayaan bagi kalangan Suku Dayak Uud Danum di Provinsi Kalimantan Barat, ujar Badjau.Diungkapkan Badjau, Mayjen TNI Armyn Alianjang adalah gur Suku Dayak Uud Danum pemeluk Agama Islam yang taat. Badjau sangat yakin Armyn akan mampu mem-pertahankan keberagaman di kalangan masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat. Prinsip kami dari komunitas Dayak Uud Da-num, sekali Armyn, tetap Armyn, tegas Badjau.Armyn ketika mengunjungi tanah kelahiran ayahandanya di Desa Menantak kecamatan

    Ambalau Kabupaten Sintang, Sabtu (22/10).R. RIDO IBNU SYAHRIE

    Komunitas Kaharingan Yakin Mayjen Armyn

    SAMBAS. Puluhan ribu penonton yang tak sabar menantikan penampi-lan dua grup band pujaan, Wali dan Armada, akhirnya terpuaskan dengan aksi panggung dua band tersebut, Selasa (25/10) malam di lapangan Sepakbola Gabsis Sambas.Aksi mereka ini setelah pada siang harinya jumpa fans di ball room utama Hotel Pantura Sambas. Fans seolah tak sabar menunggu malam. Ketika saatnya tiba, stadion Gabsis langsung penuh sesak dibanjiri

    penggemar. Teriakan membahana sejak pukul 19.00 dengan yel-yel; Wali..WaliWali.. ArmadaArmada.. berulang-ulang.Pada pukul 19.30, pembawa acara konser Armada-Wali sementara me-nyejukkan penonton dengan guyo-nan dan canda tawa. Setelah itu disampaikan pengarahan Kamtibmas dari pihak Polres Sambas.Sekitar pukul 20.00 Armada yang terdiri dari Tsandi Rizal (vocal),

    Palangkaraya Turut Memantau

    Puluhan ribu fans Wali dan Armada, Selasa (25/10) berjubel di Stadion Gabsis Sambas, Selasa (25/10)

    Persembahan LA Lights CommunityAksi Wali-Armada Spektakuler

    Abu Dhabi Bidik Investasi Bauksit Kalbar

    PONTIANAK. Uni-vers i t i Ma lays ia Sarawak (Unimas) menjajaki kerja sama bidang pendidikan den-gan Pemprov Kalbar. Mereka menawarkan beasiswa bagi pela-jar berprestasi asal kabupaten yang berbatasan langsung

    dengan Malaysia, un-tuk melanjutkan pendi-dikan strata-1 (S1).Hal i tu terungkap

    dalam kunjungan pihak Naib Conselor Unimas, Se-lasa (25/10). Rombongan berjumlah empat orang

    diterima Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, Drs Kartinus MSi di ruang kerja Sekda Kal-bar.Unimas diwakili DR Fati-mah Abang, menyampaikan maksudnya ingin menjajaki kerja sama khusus dibidang pendidikan, yakni menawar-kan bantuan beasiswa kepada pelajar berprestasi yang ada di daerah ini. Kita mencoba kerjasama dalam bidang pendidikan. Kita menawarkan dengan Pemerin-tah Provinsi Kalbar beasiswa berprestasi sebanyak 3 orang. Untuk menjadi mahasiswa di

    Unimas Tawarkan Beasiswa Pelajar Perbatasan Berprestasi

    Halaman 7 Halaman 7

    Halaman 7 Halaman 7

    Halaman 7

  • Saya bangga pemerintah pusat kucurkan dana untuk urus perbatasan Indonesia, Kalbar dan Malaysia. Tapi ingat! jangan buat lahan empuk pemerintah provinsi dikorupsi. Ingat, itu amanah rakyat.

    08524551951222-10-2011 10.51

    Gepeng (gelandangan dan pengemis) menjadi simbol kelas bawah yang terpinggirkan, seb-agai konsekuensi dari kerasnya hidup dan tuntutan zaman. Ge-peng yang kegiatannya memin-ta-minta uang ini kebanyakan hidupnya nomaden. Keputusan untuk bekerja se-

    bagai gepeng biasanya karena alasan faktor ekonomi. Dan pada umumnya, latar belakang ekonomi berimplikasi terhadap standar kehidupan mereka. Tingginya aktivitas meng-ge-peng dikarenakan para gepeng menganggap aktivitas tersebut, adalah sebuah pekerjaan. Pe-kerjaan yang bisa menghasilkan uang dan bisa bertahan untuk hidup. Kemudian dikarenakan minim-

    nya keterampilan serta pendidi-kan yang dimiliki. Masalah gepeng merupakan masalah yang multi dimensi, sehingga penanganannya perlu melalui kerjasama dengan berbagai pihak terkait, baik pemerintah, masyarakat maupun tingkat pusat dan daerah secara kom-prehensif, terpadu, terarah dan berkesinambungan. Keterpaduan lintas sektor

    perlu dilakukan secara ber-sama-sama dilandasi adanya kesepakatan, kesepahaman dan keselarasan langkah kegiatan, agar terwujud dalam pelayanan dan rehabilitasi sosial gepeng dengan hasil yang optimal.Sekilas memahami pasal 34

    ayat 1 UUD 45 berbunyi, Fakir miskin dan anak anak telantar dipelihara oleh negara. Bena-rkah itu? tergantung bagaimana kita memaknai maksud kata

    dipelihara. Salah satu fenom-ena sosial di perkotaan yang belakangan ini semakin nyata, lebih lebih dengan adanya krisis moneter yang melanda In-donesia dalam setahun terakhir ini, adalah masalah gepeng dan anak-anak jalanan (Anjal).Gelandangan, pengemis dan

    anak jalanan semata-mata bu-kan hanya menjadi masalah kota besar di negara-negara sedang berkembang, namun juga banyak terjadi di negara yang sudah maju. Hakikatnya persoalan mereka bukanlah k