Click here to load reader

Harian Equator 6 Agustus 2011

  • View
    326

  • Download
    27

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Harian Equator 6 Agustus 2011

Text of Harian Equator 6 Agustus 2011

  • Harga Eceran : Mempawah Rp 2.500,- Singkawang Rp 2.500,- Bengkayang Rp 2.500,- Sambas Rp 2.500,- Landak Rp 3.000,- Sanggau Rp 3.000,- Sintang Rp 3.000,- Melawi Rp 3.000,- Kapuas Hulu Rp 3.000,- Ketapang Rp 3.000, -

    http://www.equator-news.com Eceran Rp 2.500,-6 Ramadan 1432 H/7 Chit Gwee 2562

    Sabtu, 6 Agutus 2011

    Terbit Pertama: 29 November 1998

    Kalimantan Barat SebenarnyaKalimantan Barat Sebenarnya

    Wakil Ketua DPRD Kalbar, Ahmadi Usman SAg berharap momentum Ramadan dapat dijadikan sebagai marwah dan bulan Tarbiyah. Bulan Tar-biyah atau bulan pendidikan, merupakan bulan yang dijadi-kan sebagai penggemblengan secara mental, kata Ahmadi kepada wartawan usai buka puasa bersama di kantor DPRD Kalbar, Kamis (4/8) petang.Pengemblengan yang di-maksud Ahmadi dikeranekan pelaksanaan bulan Ramadan arahnya kepada pembentukan

    insan yang takwa. Ini berarti selama bulan Ramadan mental kita digembleng, terangnya.Ahmad i menambahkan , penggemblengan ini menguji apakah kita mampu melak-sanakan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Selain itu un-tuk menguji apakah dalam melaksanakan ibadah puasa tersebut, sudah sesuai dengan tujuan puasa itu sendiri. Tujuan dari puasa itu mem-bangun ketakwaan. Jadi ibadah puasa yang kita lakukan juga - Bang Meng

    -- Jangankan cari dana, rapat aja tak datangPerbatasan di Ambang Disintegrasi

    Injet-injet Semut

    Bulan Ramadan merupakan bulan

    yang mengandung banyak makna.

    Bulan Ramadan bahkan dapat dija-dikan ajang untuk

    mendidik sikap dan perilaku kita agar

    sesuai dengan tun-tutan Islam. Halaman 7

    Ramadan Bulan Pembelajaran

    JAKARTA. Inong Malinda alias Malinda Dee, mantan Senior Relationship Manager Citibank, ter-sangka pembobolan dana nasabah belum dikem-balikan polisi ke sel tahanan. Polisi masih merawat Malinda di RS Siloam setelah menjalani operasi pada bagian payudara beberapa waktu lalu. Kadiv Humas Polri Irjen (pol) Anton Bachrul Alam menyebut hingga kini konsisi Malinda ma-sih sakit. Sehingga belum bisa dipindahkan ke RS Polri Keramat Jati tempatnya pertama kali dirawat sekeluarnya dari tahanan polisi.Yang jelas masih sakit belum bisa dibawa ke Kramat Jati. Itu juga yang merawat dokter polri, jadi masih dalam pengawasan kita, ujarnya di Mabes Polri Jakarta, Jumat (5/8).Anton menambahkan pihaknya telah mengir-imkan kembali berkas pemeriksaan Malinda ke Kejaksaan. Pengembalian itu merupakan penyem-purnaan dari berkas yang sebelumnya diserahkan jaksa ke polisi.

    Kriminal

    14 Hari Lagi Jaksa Tentukan Nasib Inong Malinda Dee

    Halaman 7

    04 Agt 11 04:17 04:27 11:51 15:13 17:54 19:0605 Agt 11 04:17 04:27 11:51 15:12 17:54 19:0606 Agt 11 04:17 04:27 11:50 15:12 17:54 19:06

    Himbauan ini disampaikan :H. Kamaruddin Sjam, MM, Komisi XI DPR-RI Dapil Kalbar

    H. Usman Jafar, Komisi V DPR-RI Dapil KalbarH. Sukiman Spd, MM, Komisi IV DPR-RI Dapil Kalbar

    Manager Beserta KaryawanManager Beserta KaryawanPT PLN (Persero) Cabang PontianakPT PLN (Persero) Cabang Pontianak

    Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan beribadah di bulan Ramadhan, Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan beribadah di bulan Ramadhan, marilah kita hentikan bermain layangan, agar gangguan listrik dapat marilah kita hentikan bermain layangan, agar gangguan listrik dapat dihindari. Hemat listrik hemat energi dan biaya.dihindari. Hemat listrik hemat energi dan biaya.Kami ucapkan terimakasih.Kami ucapkan terimakasih.

    Mengucapkan Selamat Menunaikan Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1432 HIbadah Puasa 1432 H

    Siap layani pelanggan 24 jamSiap layani pelanggan 24 jam08115718811/0561-73412008115718811/0561-734120

    Hikmah Ramadan (6)

    NGABANG. Kebakaran hebat melanda Rumah Toko (Ruko) di Jalan Pasar Jati Ngabang Kabupaten Landak, Kamis (4/8) pukul 16.15. Sebanyak 12 ruko ludes. Sumber api belum diketahui dan tidak ada korban jiwa. Pukul 16.45 mobil keba-karan baru tiba dan langsung menyemprot api. Karena cuaca panas, api terus membakar bagian atap dan bangunan. Meskipun di belakang ruko ada Sungai Landak. Sayangnya

    air sungai tersebut kering.Ruko yang menjadi santa-pan api itu diantaranya toko kain obral OBM, ruko Pak Anyi, ruko Pak Dewan, kos-ko-san, rumah makan dan lokasi biliar hangus terbakar. Pantauan Equator di lokasi kebakaran, api tampak mem-bubung tinggi dan berkali-kali terdengar suara letusan. Jalan pasar jati, lokasi kebakaran dipadati masyarakat yang berduyun-duyun berdatan-gan untuk melihat lokasi dari

    dekat. Kemudian jalan dari arah jembatan baru dan lama juga macet kendaraan.Saya terkejut, tiba-tiba api cepat merambat. Tak tahu dari bagian ruko mana, ujar Ani, warga setempat.Tokoh masyarakat, Nurdin Apui mengatakan, Ngabang perlu enam unit pemadaman kebakaran. Setidaknya bisa mengantisipasi apabila terjadi kebakaran hebat. Musibah tidak bisa disang-ka dan saat inilah dibutuhkan.

    Tolong dianggarkan untuk penambahan mobil pemadam kebakaran. Karena mobil milik Yayas-an Hati Suci satu unit dan mi l ik Pemda hanya dua unit, kata Nurdin di lokasi kebakaran. Kapolres Landak AKBP Fir-man Nainggolan mengaku personelnya masih melakukan penyelidikan. Hingga berita ini diturunkan pukul 17.30, api belum berhasil dipadamkan. (rie)

    Api dan asap tebal membubung tinggi dari Ruko di Jalan Pasar Jati Ngabang. Warga dan petugas pemadam kebakaran berupaya men-jinakkan api, Kamis (4/8) sore. KUNDORIE

    Ruko Pasar Jati Ngabang Membara

    P O N T I A N A K . Pemerintah tak kun-jung dapat melak-sanakan pemenuhan infrastruktur di ka-wasan perbatasan Kal-bar. Kondisi ini me-munculkan sejumlah isu yang bisa mengan-cam keutuhan NKRI. Ancaman terakhir, pengibaran bendera Malaysia oleh warga

    Desa Mungguk, Ketungau Tengah, Sintang.Ke depan, pembangunan harus lebih di-arahkan ke perbatasan, kata Nehen SPd MM, anggota Komisi C DPRD Kalbar bidang pem-bangunan dijumpai Equator, Jumat (5/8).Menurut Nehen, berbagai ancaman itu merupakan buntut kekesalan mereka karena pemerintah tidak memerhatikan pemban-gunan di kawasan perbatasan. Perbatasan harus dijadikan beranda depan, tegas leg-islator partai Golkar asal Kabupaten Landak tersebut.

    Nehen. ABDU SYUKRI

    Perbatasan di Ambang Disintegrasi

    Beragam peristiwa yang mengarah pada keutuhan wilayah RI telah sering terjadi. Namun pemerintah tak kunjung cepat merespons. Pem-prov didesak gencar mengejar janji Pemerintah Pusat.

    1. Ancaman pengibaran bendera Malaysia oleh warga Desa Mungguk.

    2. Pindah warga negara di Dusun Gun Jemak, Desa Suruh Tembawang, En kong

    3. Keberadaan patok perbatasan yang dak jelas, terjadi di beberapa k perbatasan, terutama Desa Camar Wulan, Paloh, Kabupaten Sambas

    4. Keterbelakangan infrastruktur, terjadi hampir di seluruh daerah perbatasan

    Isu Krusial

    PONTIANAK. Para bupati di daerah per-batasan dinilai tak mampu mendapat-kan dana pusat . Pemprov Ka lbar mengaku mengambil alih sehingga baru-baru ini mendapat-kan anggaran Rp 19 miliar untuk daerah perbatasan. Anggaran untuk daerah perbatasan tersebut yang mengaju-kan kepala daerah di daerah perbatasan.

    Cornelis

    Gubernur Tuding Bupati Kurang Peka

    Halaman 7

    Halaman 7

    Ahmadi Usman

    Pertambangan

    PALEMBANG. Men-teri Kehutanan H Zulki i Hasan SE MM yang tampil dalam pertemuan forum Pemred Jawa Pos (JP) Group beberapa waktu lalu di Palembang menjelaskan, Hutan Taman Nasional dan Hutan Konservasi tidak boleh diutak-atik. Tidak boleh menebang pohon,

    dan tidak boleh menambang terbuka. Kecuali untuk kepentingan PLN! Kalau untuk listrik negara, untuk kepentingan rakyat, kami iz-inkan, jelas Zulki i Hasan. Dalam tiga minggu ini, Menhut sudah meneken 3 izin baru geothermal, panas bumi untuk pembangkit listrik. Satu di NTB (Lombok), dua di Jawa Barat. Peraturan Pemerintahnya baru jadi sebulan ini. Jadi kalau ada investor di bidang geothermal, gas bumi, mikrohidro, dan soal energi sekarang ke-wenangan ada di saya, dan saya akan buka keran seluas-luasnya untuk dieksplorasi untuk

    Hanya PLN yang Boleh Tembus Hutan Lindung

    H Zulkifli Hasan

    Halaman 7

  • Dalam sistem operasional pengelolaan sampah saat ini, pengumpulan diartikan sebagai pengelolaan sampah dari tempat asalnya sampai ke tempat pembuangan se-mentara, sebelum menuju tahapan berikutnya. Pada tahapan ini digunakan sa-rana bantuan berupa tong sampah, bak sampah, peti kemas sampah , gerobak dorong maupun tempat pem-buangan sementara (TPS/dipo) . Untuk melakukan pengumpulan (tanpa pemi-lahan), umumnya melibatkan sejumlah tenaga yang men-gumpulkan sampah setiap periode waktu tertentu.Tahapan pengangkutan

    di lakukan dengan meng-gunakan sarana bantuan berupa alat transportasi tertentu menuju ke tempat pembuangan akhir/pengo-lahan. Pada tahapan ini juga

    mel ibatkan tenaga yang pada periode waktu tertentu mengangkut sampah dari tempat pembuangan semen-tara ke tempat pembuangan akhir (TPA).Pada tahap pembuangan

    akhir/pengolahan, sampah akan mengalami pemros-esan baik secara fisik, kimia maupun biologis sedemikian hingga tuntas penyelesa-ian seluruh proses. Sidik et al (1985) mengemukakan bahwa ada dua proses pem-buangan akhir, yakni open dumping (penimbunan se-

    cara terbuka) dan sanitary landfill (pembuangan secara sehat). Pada sistem open dumping, sampah ditimbun di areal tertentu tanpa mem-butuhkan tanah penutup. Se-dangkan pada cara sanitary landfill, sampah ditimbun se-cara berselang-seling antara lapisan sampah dan lapisan tanah sebagai penutup.Sampah yang telah dit-

    imbun pada tempat pem-buangan akhir (TPA) dapat mengalami proses lanjutan. Teknologi yang digunak-an dalam proses lanjutan yang umum digunakan ada tiga macam, yaitu teknologi pembakaran (incinerator), teknologi composting dan teknologi daur ulang.Teknolog i pemba