Click here to load reader

Harian Equator 6 Desember 2011

  • View
    349

  • Download
    22

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Harian Equator 6 Desember 2011

Text of Harian Equator 6 Desember 2011

  • Harga Eceran : Mempawah Rp 2.500,- Singkawang Rp 2.500,- Bengkayang Rp 2.500,- Sambas Rp 2.500,- Landak Rp 3.000,- Sanggau Rp 3.000,- Sintang Rp 3.000,- Melawi Rp 3.000,- Kapuas Hulu Rp 3.000,- Ketapang Rp 3.000, -

    http://www.equator-news.com

    Eceran Rp 2.500,-9 Muharram 1433 H/11 Cap It Gwee 2562Selasa, 6 Desember 2011

    Terbit Pertama: 29 November 1998

    Kalimantan Barat SebenarnyaKalimantan Barat Sebenarnya

    Menembus Batas Mendobrak Isolasi Wilayah (8)

    PT. PLN (PERSERO)WILAYAH KALBARCABANG PONTIANAK

    Tekad PLN memberikan pelayanan yang terbaik untuk kepuasan pelanggan

    Kami sampaikan batas bayar rekening listrik kepada pelanggan yang budiman :1. Tanggal 01 s/d 20 pelanggan PLN diwajibkan membayar

    rekening listrik2. Apabila pelanggan membayar Rekening Listrik di atas tanggal

    20, pelanggan tersebut dikenakan biaya keterlambatan dan petugas PLN akan melakukan pemutusan sementara .

    3. Untuk pelanggan yang terlambat dalam melakukan pem-bayaran Rekening Listrik di atas 90 hari (3 bulan), pihak PLN akan melakukan pembongkaran rampung.

    Pembayaran dapat dilakukan di Kantor PT PLN (Persero) dan PPOB yang tersebar di seluruh Wilayah Kalbar. Demikian himbauan ini, agar menjadi perhatian demi keamanan dan kenyamanan kita bersama.

    HUMAS PT PLNCABANG PONTIANAK

    Untuk pelayanan pengaduan pelanggan melalui SMS anda dapat mengirim kan SMS ke:

    No. HP. 08115718811No. HP. 08115718811

    PEMBERITAHUANPEMBERITAHUAN

    - Bang Meng-- Yang di darat juga waspada.Perairan Kalbar Mengamuk

    Injet-injet Semut

    Berkarya

    untuk Masyarakat

    Dikenal sebagai ka-bupaten kepulauan

    membuat KKU memi-liki potensi besar di

    bidang perikanan laut. Pemanfaatannya masih belum maksimal akibat

    keterbatasan sumber daya manusia, sarana, teknologi, permodalan

    dan akses pasar.

    Siang itu, Rabu (23/11), rom-bongan Bupati Kayong Utara H Hildi Hamid tiba di bibir pantai Kepulauan Karimata. Suasana asri kecamatan yang baru lima bulan dibentuk itu sudah terlihat dari kejauhan. Menggunakan KM Kayong 1, Hildi didampingi istri dan rom-bongan Pemkab Kayong Utara memang sering menjelajah ke be-berapa kecamatan, terutama yang masih terpencil dan terisolir. Kecamatan Kepulauan Kari-mata hasil pemekaran dari Pulau Maya Karimata yang memiliki

    luas wilayah 1.099 km persegi dengan penduduk 17.269 orang. Di wilayah tersebut kerap dilanda konflik antarnelayan. Konflik itu sering timbul akibat penang-kapan ikan menggunakan alat dan bahan terlarang, kata Hildi Hamid menjawab Equator ketika kegiatan keliling pulau di sekitar Kecamatan Kepulauan Karimata.Menyikapi fenomena tersebut, Hildi menarik kesimpulan perlu-nya pengelolaan sumberdaya laut menggunakan beberapa strategi. Salah satunya penyelesaian kon

    Pokmaswas Cegah Kon ik Nelayan

    Halaman 7

    Halaman 7

    KM Kayong 1 yang digunakan H Hildi Hamid merapat ke kapal nelayan di Kepulauan Karimata. KAMIRILUUDIN

    PONTIANAK. Provinsi Kalbar masih rentan kasus perdagangan orang. Badan Pemberday-aan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (BP2AKB) Provinsi Kalbar menyebutkan ada delapan kabupaten/kota masuk kategori rawan, dengan satu daerah yang paling rawan yakni Kabupaten Sambas.Ada delapan kabupaten/kota yang din-yatakan rawan perdagangan orang. Delapan kabupaten/kota itu yakni Sambas, Bengkayang, Sanggau, Kapuas Hulu, Singkawang, Pontianak, Sintang, dan Landak, ungkap Kepala BP2AKB Provinsi Kalbar, Sri Jumiadatin di Pontianak, Senin (5/12).Dari delapan daerah rawan itu, dia menjelas-kan, Kabupaten Sambas merupakan salah satu kabupaten yang paling rawan perdagangan orang khususnya perempuan. Kami akui Kabupaten Sambas tingkat ke-miskinannya masih tinggi, untuk mengatasi itu pemerintah daerah setempat harus membina dari sektor ekonominya. Tetapi, dalam konteks pemberdayaan perempuan tidak murni harus di-lakukan oleh pemerintah itu sendiri, kata Sri.Dirinya meminta agar pemkab setempat memiliki data pasti tentang angka kemiskinan. Sementara pihaknya memperkirakan sekitar 11 persen atau sekitar lima ribu lebih masyarakat miskin di kabupaten itu. Sambas merupakan salah satu daerah yang tingkat kemiskinannya melebihi tingkat rata-rata angka kemiskinan di Kalbar yakni 9,02 persen, ungkap Sri.

    Sambas Paling Rawan Perdagangan Orang

    Modus Operandi

    NANGA PINOH. Petani di desa Natai Compa dan Mentoba, Kecamatan Ella Hilir ketiban musibah. Se-banyak 200 hektar lebih tanaman padi diserang hama be-lalang. Penanaman ulang kedua kali tak

    membuahkan. Hama tersebut terus meny-erang.

    Belalang Ganas Rusak 200 Hektar Tanaman Padi

    PUTUSSIBAU. Banjir yang sempat melanda hampir seluruh Kota Pu-tussibau dalam dua hari terakhir, kini berangsur normal. Walaupun masih ada sebagian lokasi yang terendam air namun debit air su-dah turun.T idak seper t i pada pun -caknya, Minggu (4/12), air yang menggenangi setiap sudut Putus-sibau hingga jalan protokol di Kota Putussibau, menyisakan beberapa lokasi saja yang masih tergenang. Masih ada sebagian rumah warga yang bagian dalamnya terendam antara lain di lokasi-lokasi yang memiliki dataran rendah. Dari

    sore kemarin hingga kini air sudah mulai turun. Semoga saja air terus turun, harap Mulyadi, 41, warga Jalan M Yasin, Senin (5/12).Sebelumnya pada Minggu (4/12) pagi air sempat masuk ke rumah Mulyadi hingga selutut kaki orang dewasa. Padahal rumahnya ter-golong tinggi. Namun kini rumahn-ya tidak tergenang air lagi. Hanya halaman dan jalan di lokasinya tinggal masih tergenang.Walau pun banjir di Putuss-ibau merepotkan warga, tapi ini dijadikan rutinitas lainnya. Setiap banjir melanda, warga kerap men-jadikannya untuk bermain air.

    Terutama pada sore harinya. Ini sudah pemandangan biasa, dimana orang beramai-ramai main air bila banjir datang. Bahkan mereka juga ada yang berdatangan dari tempat jauh, hanya sekadar main air, kata Mulyadi lagi.Sementara itu, di jembatan sun-gai Kapuas sempat terjadi penum-pukan kendaraan. Baik itu bis, truk, mobil, motor dan lainnya. Bahkan sempat terjadi kemacetan total. Ini akibat warga banyak yang me-nyimpan kendaraan di jembatan. Akibatnya arus lalu lintas di Jem-batan Kapuas tersebut terganggu. Banjir yang menyergap Putussibau berangsur-angsur surut di hari kedua,

    Senin (5/12). ARMAN HAIRIADI

    Banjir Putussibau Mulai Surut

    PONTIANAK. Terjadi per-tentangan di internal DPRD Provinsi Kalbar dalam pemba-hasan dana Pemilihan Gu-

    bernur (Pilgub) Kalbar 2012. Pernyataan Sekda Ka lbar , M Zeet Hamdy

    Assovie ditentang Badan Ang-garan dan Komisi A di lembaga wakil rakyat. Panitia anggaran DPRD Kalbar sejauh ini belum memutuskan dan menyetujui anggaran tersebut dan anggaran tersebut belum nal, tegas Bonifasius Benny, anggota

    Badan Anggaran DPRD Kalbar di ru-ang kerja komisi A DPRD Kalbar, Senin (5/12).Hal ini disampai-kan Benny menyusul pernyataan M Zeet yang mengatakan

    Pemprov Kalbar telah menyetujui dana penyelenggaraan Pilgub 2012 senilai Rp 150 miliar. Padahal, kata Benny, Pansus Dana Cadangan Pilgub hanya membahas dana cadangan yang Rp 40 miliar dari anggaran pe-rubahan 2011. Artinya, belum ada persetujuan Rp 150 miliar seperti yang disampaikan Sekda Kalbar karena APBD murni 2012 masih dibahas dan lebih lanjut masih dalam pembahasan di Komisi A DPRD Kalbar.Benny yang juga anggota Pansus Dana Cadangan Pilgub ini me

    M Zeet Diserang Dana PilgubPONTIANAK. Ketua KPU Kalbar AR Mu-zammil mengatakan, tahapan Pemilukada berlangsung selama 8 bulan dimulai April 2012. Berdasarkan draf tahapan yang telah disusun KPU, putaran kedua dijadwalkan awal November 2012. Hampir 70 persen dana yang diusulkan diperuntukkan penyelenggara Pemilu, mulai dari KPPS, PPDP, PPP hingga KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota, jelas Muzammil.Pimpinan Pansus Pembentukan Dana Cadangan Pemilukada Kalbar 2012, Andi Aswad mengungkapkan, dana yang diusul

    Pengamanan Perlu Rp 23,3 M

    Usulan KPU Provinsi Kalbar

    Putaran I : Rp 166.909.731.850Putaran II : Rp 56.758.073.050 Jumlah : Rp 223.667.804.900Versi Perda Dana Cadangan Perubahan APBD 2011 Rp 40 miliar APBD murni 2012 Rp 110 miliar Total Rp 150 miliar

    PONTIANAK. Empat prajurit baru saja pulang melaksanakan tugas negara sebagai pasukan perdamaian di Leba-non. Sebuah kebanggaan bagi Kodam XII/Tanjungpura memiliki para prajurit gagah berani membawa nama Indonesia dalam keikutsertaan menjaga perda-maian dunia.Mereka telah memberikan kebang-gaan bagi Kodam XII Tanjungpura. Jika seorang prajurit mendapatkan tu-gas negara berarti satu penghargaan dan kebanggaan, ungkap Brigjen TNI Robby Win Kadir, Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII Tanjungpura, Senin (5/12) siang.Keempat prajurit tersebut adalah Praka Agung Purnama, Praka Ha t Purwanto, Praka Andri Tri Wijayanto dan Praka Ajang Budi Gunawan. Mereka dari Detase-men Kavaleri (Denkav-2/Beruang Sakti). Saat bertugas di Lebanon tergabung dalam Pasukan Garuda melakukan pa-troli selama 13 bulan di kawasan kon ik antara Lebanon dan Israel.

    Empat prajurit Denkav-2/Beruang Sakti baru pulang tugas dari Lebanon menjalankan misi perdamaian di negara yang terus dizalimi Israel. SYAMSUL ARIFIN

    Dedikasi 4 Prajurit Kodam XII di Lebanon

    Halaman 7 Halaman 7

    Halaman 7

    PONTIANAK. Daftar kecelakaan kapal laut dalam dua hari tera-khir menjadi empat, menyusul tenggelamnya KM Kumala Abadi. Tim Search and Rescue (SAR) Pon-tianak dibantu Syahbandar, Airud, Kamla (TNI AL) bersama masyarakat masih terus melakukan pencarian. Keseluruhan korban yang belum ditemukan sebanyak 5 orang.Tim kita masih terus mencari bersama pihak terkait lainnya. Satu korban dari kejadian Kapal Express Cargo Super Mitra masih belum ditemukan, kata Marsudi, Kepala

    Kantor SAR Pontianak kepada Equa-tor, Senin (5/12).Empat kapal yang tenggelam antara lain Kapal Express Cargo Super Mitra III jurusan Pon