Click here to load reader

Harian Equator 7 November 2011

  • View
    315

  • Download
    14

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Harian Equator 7 November 2011

Text of Harian Equator 7 November 2011

  • Harga Eceran : Mempawah Rp 2.500,- Singkawang Rp 2.500,- Bengkayang Rp 2.500,- Sambas Rp 2.500,- Landak Rp 3.000,- Sanggau Rp 3.000,- Sintang Rp 3.000,- Melawi Rp 3.000,- Kapuas Hulu Rp 3.000,- Ketapang Rp 3.000, -

    http://www.equator-news.com Eceran Rp 2.500,-11 Dzulhijjah 1432 H/12 Cap Gwee 2562

    Senin, 7 November 2011

    Terbit Pertama: 29 November 1998

    Kalimantan Barat SebenarnyaKalimantan Barat Sebenarnya

    Sesi latihan pagi diwarnai hujan. Akibatnya, beberapa bagian sirkuit Ricardo Tormo tergenang air. Berun-tung, hujan tak lagi turun di sesi kedua. Tapi, lintasan sirkuit sudah telanjur tergenang hasil beberapa jam sebelumnya. Alhasil, para pem-balap mencatatkan waktu terbaiknya di sesi pagi.Casey Stoner mencatat waktu ter-baik dengan 1 menit 45,513 detik. Lintasan basah membuat persaingan menjadi menarik. Sebelum Stoner mencetak waktu terbaik yang disusul

    oleh rekan setimnya Dani pedrosa, beberapa pembalap bergantian di urutan pertama.Toni Elias dari LCR Honda, Valen-tino Rossi (Ducati), Nicky Hayden (Ducati), dan Loris Capirossi sempat mencicipi posisi teratas. Tapi, tiga menit terakhir menjadi milik duo Repsol Honda, Stoner dan Pedrosa.Di sesi tersebut, Rossi dan Hayden menempel ketat Pedrosa. Jarak an-tara Rossi dan Pedrosa hanya 0,092 detik. Sementara itu, Hayden

    - Bang Meng-- Realistis lah berpikir. Lihat di bawah.Politisasi Isu Makin Menggila

    Injet-injet Semut

    Dua sesi latihan Grand Prix Valencia dua hari

    lalu berlangsung dalam lintasan basah. Akibat-

    nya, para pembalap gagal menunjukkan

    potensi terbaik untuk mendapatkan setting

    ideal menuju kualifikasi dan balapan.

    Lintasan Basah, Stoner Unggul Tipis

    Simoncelli Abadi di Sirkuit Misano

    Halaman 7

    PendidikanKecam Perilaku Asal Mutasi GuruJAKARTA. Perilaku pemimpin dan pejabat Pemkab atau Pemkot yang kerap asal mutasi guru dan kepala sekolah, menyita perhatian Ke-menterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen-dikbud). Kemendikbud berencana mengambil langkah instant dengan menarik status para guru ini menjadi pegawai pemerintah pusat.Persoalan pemerintah daerah asal memutasi guru atau kepala sekolah sudah meresahkan Ke-mendikbud. Sebab, bisa mengganggu program peningkatan kualitas pendidikan yang berjalan di satuan pendidikan, kata Kepala Badan Pengem-bangan Sumber Daya Manusia Pendidik dan Peningkatan Muti Pendidikan (BPSDMP-PMP) Syawal Gultom.Perubahan status guru itu akan ditempuh setelah imbauan sebelumnya berupa peraturan menteri masih tidak mempan. ersoalan di balik mutasi yang paling memilukan adalah, mutasi dilakukan tanpa didasari tinjauan kinerja. Tapi lebih cenderung sikap like and dislike pemimpin daerah, kata dia.Biasanya, guru dan kepala sekolah kerap dijadi-kan corong politik calon atau pemimpin daerah.

    HIMBAUAN PT PLNHIMBAUAN PT PLNCABANG PONTIANAKCABANG PONTIANAK

    PT. PLN (PERSERO)WILAYAH KALBARCABANG PONTIANAK

    Dihimbau kepada pelanggan yang budiman, untuk dapat melunasi rekening listrik tepat waktu, dari tanggal 01 s/d 20 setiap bulannya.

    Rekening yang dibayar adalah satu-satunya sumber pendapatan PT PLN (Persero) Disamping itu juga, untuk menghindari sanksi pemutusan sementara dan biaya keterlambatan maupun pemutusan rampung.

    Pembayaran dapat dilakukan di Kantor PT PLN (Persero) dan PPOB yang tersebar di seluruh Wilayah Kalbar.

    Demikian himbauan ini, agar menjadi perhatian demi keamanan dan kenyamanan kita bersama.

    HUMAS PT PLN CABANG PONTIANAK

    Untuk pelayanan pengaduan pelanggan melalui SMS anda dapat mengirim kan SMS ke:

    No. HP. 08115718811No. HP. 08115718811Tekad PLN memberikan pelayanan yang terbaik

    untuk kepuasan pelanggan

    Halaman 7

    PUTUSSIBAU. Meski ban-jir di beberapa titik di Kota Putussibau, namun tidak menyurutkan masyarakat melaksanakan salat Iduladha, Minggu (6/11) pagi. Tampak masyarakat berbondong-bon-dong untuk memakmurkan beberapa masjid. Banjir yang diakibatkan meluapnya sungai kapuas ini sudah tampak pada Sabtu (5/11) siang. Sedikit demi

    sedikit air mulai naik. Hingga puncaknya Minggu pagi saat masyarakat melaksanakan salat id, air sungai meluap.Banjir ini terutama melan-da daerah dataran rendah di Kota Putussibau. Bahkan air mencapai sepinggang orang dewasa. Beruntung rumah warga kebanyakan tinggi-tinggi, sehingga air hanya menggenangi halaman. Beberapa rumah yang fon-

    dasinya rendah sudah mu-lai banyak yang terendam. Daerah banjir di Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu ini meliputi Jalan Tendean, Jalan M Yasin, Komplek BTN, Do-gom, Pasar Pagi, Jalan Kiren Beraun dan beberapa daerah lainnya. Kemudian sebagian di Kecamatan Putussibau Selatan. Pantauan Equator, mulai Sabtu malam, warga yang

    berada di dataran rendah sudah mulai mengungsikan sepeda motornya ke tempat yang lebih tinggi. Karena mereka memprediksi air akan terus naik. Sementara pada saat keesokan paginya, masyarakat hendak pergi melaksanakan salat hari raya kurban, banyak menggu-nakan sampan untuk datang ke Masjid.

    Iduladha, Putussibau Disergap Banjir

    SANGGAU. Berbagai ka-langan, kepala desa, tokoh masyarakat dan pemuda di lingkungan PTPN 13 kebun Kembayan mengaku gerah dengan pemberitaan di sebuah media cetak dwi mingguan lo-kal Kalbar, edisi 107. Materi beritanya terkesan sepihak dan menyudutkan manager PTPN kebun Kembayan, MH Damanik.Saya kaget setelah mem-baca berita itu. Saya menilai sangat tidak menggambarkan keadilan. Saya tegaskan itu tnah terhadap yang bersang-kutan (MH Damanik, red), te-gas F Kunt Temenggung Desa

    Binjai, Tayan Hulu, Sanggau melalui press release yang dikirim ke Equator, Minggu (6/11).Penegasan F Kunt terse-but mengupas berita dwi mingguan itu yang terbit 31 Oktober-15 November. Isi beritanya dinilai tidak ob-jektif dan berimbang, sesuai prinsip jurnalistik yang harus tetap mengedepankan dan menghormati asas praduga tidak bersalah (presumption of innocence).F Kunt mengaku mengenal MH Damanik sejak 1991 ketika masih sebagai sekre-taris desa (Sekdes) Desa Binjai.

    Waktu itu, baru pindah dari Sumatera Utara dan menjabat sebagai Asisten Plasma IV kebun Parindu, untuk wilayah Dusun Tantang S, Dusun Lint-ang, Dusun Buluh Empirit, Dusun Tonggong Seketam, Dusun Pasok dan Menyabo. Jadi, saya sudah lama kenal beliau (MH Damanik). Dan tak pernah tugas di wilayah Ba-cong seperti dalam berita ko-ran mingguan itu, kata dia.Selain itu lanjut F Kunt, selama bertugas di beberapa wilayah tersebut 1991 hingga 1996. Yang bersangkutan ti-dak mempunyai permasalahan dan persoalan dalam menge-

    lola kebun maupun dengan masyarakat sekitar.Bahkan, dalam perjalanan-nya, cukup membawa kema-juan yang signi kan terhadap perkembangan kebun kelapa sawit di kawasan itu. Per-masalahan apa, yang diper-soalkan dalam koran itu, tak jelas. Saya tidak membela, kita melihat kenyataan di lapangan waktu itu, timpalnya.Kepala Desa Binjai, Tayan Hulu, B Ibrahim menuturkan pemberitaan itu, dinilai sarat dengan unsure tnah. Terlebih lagi memuat MH Damanik me-nyalahgunakan anggaran

    Manager PTPN XIII Kebun Kembayan Dizalimi Sejumlah Kalangan Menyatakan Dukungan

    PONTIANAK. Setelah sukses menggelar donor darah dan nonton bareng lm do-kumenter perjuangan, Ali Anyang Center (AAC) kembali menggelar kegiatan sosial bertepatan Iduladha 1432 H. AAC berkur-ban tiga ekor sapi untuk masyarakat, Min-ggu (6/11) di Sekretariat Jalan Soekarno Hatta (Ahmad Yani II).Daging kurban dibagikan kepada sekitar 226 kepala keluarga kurang mampu. Ini bentuk kepedulian kami kepada masyara-kat yang berhak menerimanya, kata Imam Muhadi, Koordinator Panitia Kurban AAC kepada Equator, kemarin.

    Koordinator Panitia Kurban AAC, Imam Mu-hadi menyerahkan daging kurban kepada warga kurang mampu di Sekretariat AAC Jalan Soekarno Hatta, Minggu ((6/11) JULIANUS RATNO

    Ratusan Warga Antusias Datangi Ali Anyang Center

    PONTIANAK. Pem-belajaran bagi ma-syarakat Kalbar agar tak ikut larut dalam permainan untuk me-narik simpatik massa menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar (Pil-gub) 2012. Berbagai isu digelindingkan meskipun sifatnya semu.Isu bermacam-macam. Mulai soal patok batas hingga rencana nasionalisasi investasi Malaysia di Kalbar. Janganlah seperti ini, apalagi sampai menarik Dubes dan Konjen kita di Malaysia, kata H Retno Pramudya SH MH, Ketua Komisi A DPRD Kalbar kepada Equator, Minggu (6/11).Retno sudah mulai miris dengan berbagai isu yang dilontarkan. Sebagai contoh, kata Retno, di perbatasan sebetulnya masalah kemiskinan, dan ketidakadaan infrastruktur. Itu yang seharusnya dilakukan dan diper

    Masalah yang belum tentu kebena-rannya sering dijadikan alat. Ide di-munculkan mulai patok batas hingga ancaman terhadap asset Malaysia. Kesejahteraan perbatasan malah diabaikan.

    Retno PramudyaJULIANUS RATNO

    Halaman 7

    Halaman 7

    PolitikMilton Didorong, Gidot Hati-HatiPONTIANAK-SANGGAU. Kendati, Pilkada Kalbar baru digelar tahun 2012 mendatang. Namun, du-kung mendukung gur yang bakal bertarung di ajang penuh prestige itu sangat kentara terasa sejak beber-apa bulan belakangan ini. Giliran Milton Crosby yang didukung maju di kancah Pilgub Kalbar.Atasnama kerabat Keraton Surya Negara Sang-gau. Kita siap mendukung pencalonan Pak Milton ke Pilkada Kalbar, tegas Raja Sanggau, Drs H Gusti Arman M Si, Sabtu (5/11).Menurut Pak Teh sapaan akrab pria ini, Milton merupakan gur cukup bersih, memiliki pen-galaman dan kemampuan manajerial selama ini, memimpin Kabupaten Sintang. Selain itu, mem-punyai misi dan visi untuk memajukan Kalbar ke depan. Salah satu contoh, kata dia, bergulirnya sebuah perjuangan masyarakat timur Kalbar, untuk melakukan pemekaran Provinsi Kapuas Raya

    Halaman 7

    Banjir melumpuhkan aktivitas warga di Putussibau, Minggu (6/11). ARMAN HAIRIYADI

    Politisasi Isu Makin Menggila

    Halaman 7

    Halaman 7

    Gusti Arman

    Casey Stoner. MCNEWS