Click here to load reader

Harian Equator 9 Agustus 2011

  • View
    289

  • Download
    13

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Harian Equator 9 Agustus 2011

Text of Harian Equator 9 Agustus 2011

  • Harga Eceran : Mempawah Rp 2.500,- Singkawang Rp 2.500,- Bengkayang Rp 2.500,- Sambas Rp 2.500,- Landak Rp 3.000,- Sanggau Rp 3.000,- Sintang Rp 3.000,- Melawi Rp 3.000,- Kapuas Hulu Rp 3.000,- Ketapang Rp 3.000, -

    http://www.equator-news.com Eceran Rp 2.500,-9 Ramadan 1432 H/10 Chit Gwee 2562

    Selasa, 9 Agutus 2011

    Terbit Pertama: 29 November 1998

    Kalimantan Barat SebenarnyaKalimantan Barat Sebenarnya

    Hal ini dapat diwujudkan dalam bentuk solidaritas sosial kepada mereka yang terbiasa dengan lapar dan dahaga kare-na kekurangan bahan pangan. Jika kita sehari-hari terbiasa makan dan minum sekenyang-nya, dengan menu yang mewah, maka ketika merasakan lapar dan dahaga karena puasa, hati semestinya tergerak untuk lebih peduli kepada fakir miskin yang setiap hari kekurangan. Pengalaman lapar dan da-haga itu harus mendorong kepedulian sosial kepada ses-

    ama. Jika orang-orang yang berkecukupan bahkan berkele-bihan sandang, pangan, dan papan kurang peduli terha-dap nasib mereka yang serba kekurangan, tentu saja kehidu-pan mereka akan semakin sulit, ungkap Ustaz Djoko Supeno Mukti AMd kemarin. Ulama yang tinggal di Naga Pi-noh ini menjelaskan, , pembagian sembako yang secara instant dapat dinikmati oleh fakir miskin merupakan salah satu bentuk konkret solidaritas sosial. - Bang Meng

    -- Tampaknya ada udang dibalik batu.Pemekaran Cegah Gejolak

    Injet-injet Semut

    Bukan saja mena-han lapar, dahaga

    dan nafsu syah-wat di siang hari.

    Ibadah puasa juga menuntut pelakunya agar meningkatkan

    kesalehan sosial sebagai dimensi eksternal puasa.

    Halaman 7

    Tepis Hedonisme, Dorong Kesalehan Sosial

    PONTIANAK. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar, Tyas Muharto SH bakal segera mengakh-iri jabatan. Posisinya akan digantikan M Jasman Pandjaitan yang sekarang menjabat Direktur Penyidikan pada Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus).Kepada Kajati baru (M Jasman Pandjaitan, red), kita harapkan komitmen mereformasi internal. Perlu mengambil tindakan tegas, khusus kepada oknum jaksa nakal yang sering merangkap seb-agai ma a kasus, desak H Retno Pramudya SH, Ketua Komisi A DPRD Kalbar bidang Hukum dan Pemerintah kepada Equator, kemarin (8/8).Desakan Retno agar Kajati baru melakukan reformasi internal didasari pada penilaiannya ter-hadap kinerja Kajati yang cenderung melangalami penurunan. Kejati yang sekarang (Tyas Muharto, red), tidak ada gebrakan apa-apa, kata Retno.Menurutnya, selama dipimpin Tyas Muharto, penanganan dalam kasus korupsi banyak yang tidak jelas. Kinerja mereka dalam menangani korupsi jauh dibandingkan masa kepemimpinan Kajati sebelumnya (Faedhoni Yusuf), ulasnya.Atas dasar itu, Retno berharap Kejati Kalbar yang baru nanti dapat menjalankan amanah refor-masi, yakni penegakan supremasi hukum di Kalbar tanpa pandang bulu dan pilih kasih. Pejabat yang melakukan korupsi atau masyarakat biasa, harus diberlakukan sama di mata hukum, desaknya.Pengungkapan kasus korupsi harus gencar di-lakukan. Ia mengharapkan pengungkapan kasus korupsi sama gencarnya dengan pengungkapan kasus teroris, dan kasus-kasus penjambretan.Kepada Kajati yang baru, kita harapkan jangan ada lagi kolusi dengan eksekutif. Jangan ada

    Hukum

    Tindak Oknum Jaksa Nakal

    Halaman 7

    07 Agt 11 04:17 04:27 11:50 15:12 17:54 19:0508 Agt 11 04:17 04:27 11:50 15:11 17:54 19:0509 Agt 11 04:17 04:27 11:50 15:11 17:54 19:05

    Himbauan ini disampaikan :Drs. Haitami Salim, Ketua FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama)Kpt Inf Didin Saripudin, S.Pd (Kaur Medmas Pendam XII Tanjung Pura)

    AKBP Mukson Munandar (Kabid Humas POLDA Kalbar)

    Manager Beserta KaryawanManager Beserta KaryawanPT PLN (Persero) Cabang PontianakPT PLN (Persero) Cabang Pontianak

    Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan beribadah di bulan Ramadhan, Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan beribadah di bulan Ramadhan, marilah kita hentikan bermain layangan, agar gangguan listrik dapat marilah kita hentikan bermain layangan, agar gangguan listrik dapat dihindari. Hemat listrik hemat energi dan biaya.dihindari. Hemat listrik hemat energi dan biaya.Kami ucapkan terimakasih.Kami ucapkan terimakasih.

    Mengucapkan Selamat Menunaikan Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1432 HIbadah Puasa 1432 H

    Siap layani pelanggan 24 jamSiap layani pelanggan 24 jam08115718811/0561-73412008115718811/0561-734120

    Hikmah Ramadan (9)

    Ekonomi

    JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan jika gejolak ekonomi yang me-landa Eropa dan Amerika berdampak hingga ke Asia, maka perekonomian Indonesia sangat siap menghadapinya. Menurut SBY, kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih sehat dari tahun 2008 bahkan 1998 ke-tika terjadi gejolak ekonomi secara global. Tidak perlu ada kepanikan apapun, kita sangat siap. Sistem terus bekerja, baik di jajaran kementrian ekonomi, kementerian teknis dan tingkat Wakil Presiden bisa mengelola dengan baik, kata SBY saat membuka rapat koordinasi terbatas di Kantor Presiden, Senin (8/8).Namun demikian kata SBY, jajarannya tetap dim-inta untuk terus menjaga kondisi makro ekonomi dalam negeri, sektor riil, cadangan devisa, nilai tukar dan rasio utang terhadap GDP.

    SBY Klaim Siap Hadapi Gejolak Ekonomi Global

    Halaman 7

    Djoko Supeno Mukti

    NANGA PINOH. Pemerin-tah Pusat hendaknya segera bertindak mengatasi lahan yang dibiarkan di bawah pen-guasaan PT Inhutani. Petani justru tidak bisa menggarap lahan yang terletak di Nanga Pinoh itu. Lahan desa saya masuk areal Inhutani. Dari 5000 hektare lebih, kurang lebih separuh masuk dalam ar-eal Inhutani. Warga kesulitan mendapatkan lahan, walau banyak lahan kosong di depan mata, kata Imadudin, Kepala

    desa Nusa Pandau, Kecamatan Nanga Pinoh ditemui Equator, Senin (8/8).Lahan Inhutani mencakup 4 kecamatan yang ada di seki-tar ibu kota Kabupaten Me-lawi yakni Kecamatan Nanga Pinoh, Pinoh Utara, Pinoh Selatan dan Ella Hilir. Lahan tersebut membentang sekitar Sungai Melawi.Jika kondisi ini dibiar-kan, jelas warga akan mati kelaparan. Warga kita petani, namun lahan pertanian tidak ada. Sudah milik pihal lain.

    Dari pada mati kelaparan, ter-paksa kita menggarap lahan yang ada, ulasnya.Bukan hanya beberapa orang warga desa Nusa Pan-dau yang terpaksa meng-garap lahan perusahaan yang mulai beroperasi tahun 1980-an ini. Namun, desa tetangga pun demikian. Sep-erti, Desa Kebebu, Tebung Karanga, Semadin Lengkong, Lanjung Paoh di kecamatan Nanga Pinoh. Meski begitu, Imadudin berinisiatif untuk mengaju-

    kan pembebasan lahan dari pengelolaan Inhutani. Seban-yak 300 hektare telah diukur sekitar 2010 silam. Kemudian diajukan pada perusahaan untuk diberi pengelolaannya pada warga desa.Hingga kini masih belum ada kabar dari pihak perusa-haan. Kita sangat mengharap-kan agar pengajuan tersebut dikabulkan. Sebagai bagi war-ga yang petani, tanah sangat penting untuk kelangsungan hidupnya, terangnya.

    Areal Inhutani di Melawi MubazirPetani Merindukan Lahan Garapan

    PONTIANAK. Dinas Per-hubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkomin-fo) Kalbar akan memberikan sanksi tegas kepada pen-gusaha angkutan umum yang mengoperasikan kendaraan tidak laik pakai, untuk angku-tan lebaran tahun ini. Sanksinya bisa berupa pen-

    cabutan izin operasi atau izin trayek milik pengusaha ang-kutan itu, tegas DL Denny SH, Kepala Dishubkominfo Kalbar kepada wartawan di kantor DPRD Kalbar, Senin (8/8).Ancaman pencabutan izin itu merupakan bentuk antisi-pasi pihak Dishubkominfo un-tuk menekan tingginya angka

    kecelakaan saat arus mudik dan balik lebaran mendatang. Kita harapkan pengusaha angkutan tidak mengopera-sikan kendaraan yang tidak laik pakai untuk mengangkut penumpang, imbuhnya.Menurut Denny, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan para pengusaha ang-

    kutan dan stakeholder terkait untuk membahas persoalan ini. Pertemuan diadakan pada hari Selasa, 2 Agustus lalu yang dihadiri juga Dir Lantas Polda Kalbar, Kombes Pol Drs L Latif SH M Hum. Denny membebarkan, Ang-kutan Lebaran Terpadu Tahun

    Dishub Tak Segan Beri Sanksi Pengusaha Angkutan

    PONTIANAK. Gejolak yang terjadi di wilayah perbatasan bukan hal baru, sebagai akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap minimnya perhatioan perhatian terhadap sarana publik dan aspek lainnya. Untuk mengatasi persoalan ini, saya minta semua pihak jangan menyandera pemekaran wilayah perbatasan, baik kabupaten maupun provinsi, tegas Nehen SPd MM, anggota Komisi C DPRD Kalbar kepada Equator, Senin (8/8).Menurut Nehen, pemekaran wilayah perbatasan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten memang sangat dibutuhkan. Tujuannya tak lain, demi meningkatkan akselerasi pembangunan di kawasan peme-karan tersebut.Kalau daerah perbatasan sudah dimekar-kan menjadi provinsi atau kabupaten baru, tentu pembangunan di daerah perbatasan juga akan cepat berkembang. Makanya harus didukung, bukan dihalangi pemekaran itu, cetus Nehen.Politisi partai Golkar Kabupaten Landak itu menilai, selama ini memang ada sejumlah ok-num yang ingin menyandera aspirasi peme-karan di Kalbar, seperti pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR). Alasanya, pemekaran bukan kebutuhan mendesak, melainkan hanya kebutuhan politik.Sekarang masyarakat di perbatasan Ke-tungau Hulu, Sintang dengan Malaysia sudah mengancam mengibarkan bendera Malaysia karena kurang mendapat perhatian dalam hal pembangunan. Nah, apakah hal seperti ini bukan membuktikan bahwa pemekaran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pembangunan, ujarnya setengah bertanya.Sejauh ini proses pembentukan Provinsi Kapuas Raya (PKR), masih belum menemu-kan titik kejelasan. Meski demikian, koor-dinator tim pemekaran sudah menyiapkan persyaratan lain yang harus dipenuhi, ting-gal menunggu persyaratan dari Pemprov Kalbar.Ketua Koordinator Tim Pembentukan PKR, Milton Crosby beberapa waktu lalu menegas-kan, pembentukan pro