Click here to load reader

id-static.z-dn.net · Web view Tedak berarti kaki atau langkah, sedangkan siten berasal dari kata dasar siti yang artinya tanah. Jadi tedhak siten adalah upacara adat yang diperuntukkan

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of id-static.z-dn.net · Web view Tedak berarti kaki atau langkah, sedangkan siten berasal dari...

MAKALAH BAHASA DAERAH

“MENGIDENTIFIKASI, MEMAHAMI DAN MENGANALISIS BUDAYA DAERAH SESUAI DENGAN KARAKTERISTIKNYA”

Disusun Oleh : XI TKJ 2

BUDI HANDOYO

DESY PUTRI

DIO ANGGA

IRFAN AZIZ

PERKUMPULAN PEMBINA LEMBAGA PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PGRI JAWA TIMUR

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

SMK PGRI TUREN

Kata Pengantar

Syukur alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang karena bimbingannyalah maka penulis bisa menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “MENGIDENTIFIKASI, MEMAHAMI DAN MENGANALISIS BUDAYA DAERAH SESUAI DENGAN KARAKTERISTIKNYA”

Saya menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu saya mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Turen, 10 Oktober 2014

Penulis

DAFTAR ISI

                                                                                                                            

KATA PENGANTAR................................................................................................. 2

DAFTAR ISI................................................................................................................ 3

BAB I     PENDAHULUAN  

1.1 Macam – macam budaya daerah yang ada di Jawa ...................................4

1.2 Pengertian upacara adat.............................................................................5

1.3 Fungsi Upacara adat...................................................................................5

BAB II    PEMBAHASAN

2.1 Macam – macam upacara adat di Jawa , masing – masing karakteristiknya, fungsi kegunaan serta pesan moralnya.........................................................6

2.1.1 Upacara Tedhak Siten .....................................................................6

2.1.2 Labuh Semboya..............................................................................11

2.1.3 Bersih Desa.....................................................................................14

2.1.4 Pitonan.............................................................................................16

2.1.5 Nyadran...........................................................................................22

2.1.6 Petik Laut.........................................................................................25

2.1.7 Ngunduh Mantu...............................................................................27

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan...........................................................................................30

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................31

BAB I

PENDAHULUAN

A. Macam – Macam Budaya Daerah Di Jawa

Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia sebagai Negara yang memiliki banyak pulau. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat di pungkiri keberagamanya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk selain kebudayaan kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudyaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada di daerah tersebut. Mulai dari pergunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, dataran tingggi, perdesaan, hingga perkotaan. Hal ini yang berkaitan dengan tingkat keberadaban kelompok-kelompok suku bangsa dan masyarakat di Indonesia. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menanmbah ragamnya jenis kebudayaan di Indonesia. Contohnya budaya di pulau Jawa.

     Jawa adalah bagian dari kepulauan Nusantara yang padat penduduknya.pulau jawa itu sendiri terbagi menjadi provinsi  Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta. Selain padat penduduknya , jawa juga kaya akan khas budayanya, karena masing masing provinsi memiliki kebudayaan atau budaya, tradisi, dan latar belakang yang berbeda salah satunya adalah upacara adatnya yang bermacam – macam .

B. Pengertian Upacara Adat

Upacara adat adalah  serangkaian tindakan atau perbuatan yang terikat pada aturan tertentu berdasarkan adat istiadat, agama, dan kepercayaan. Jenis upacara dalam kehidupan masyarakat, antara lain, upacara penguburan, upacara perkawinan, dan upacara pengukuhan kepala suku. Upacara adat adalah suatu upacara yang dilakukan secara turun-temurun yang berlaku di suatu daerah dan merupakan salah satu cara menelusuri jejak sejarah masyarakat pada masa pra- aksara.

C. Fungsi Upacara Adat

Fungsi upacara adat pada dasarnya merupakan bentuk perilaku masyarakat yang menunjukkan kesadaran terhadap masa lalunya. Masyarakat menjelaskan tentang masa lalunya melalui upacara. Melalui upacara, kita dapat melacak tentang asal usul baik itu tempat, tokoh, sesuatu benda, kejadian alam, dan lain-lain.

BAB II PEMBAHASAN

A. Macam – macam upacara adat di Jawa, Masing – Masing Karakteristiknya, Fungsi Kegunaan Serta Pesan Moralnya

1. Upacara Tedhak Siten

a. Pengertian Upacara Tedhak Siten

Secara etimologis, tedhak siten berasal dari kata ‘tedhak’ dan ‘siten’. Tedak berarti kaki atau langkah, sedangkan siten berasal dari kata dasar siti yang artinya tanah. Jadi tedhak siten adalah upacara adat yang diperuntukkan bagi bayi yang berusia 7 lapan (7 x 35 hari) atau 245 hari. Pada usia itu, si anak mulai menapakkan kakinya untuk pertama kali di tanah. Oleh orang tuanya diajari atau dituntun menggunakan kakinya untuk belajar berjalan. Ritual ini menggambarkan kesiapan seorang anak untuk menghadapi kehidupannya.

Seperti dalam kepercayaan orang Jawa, manusia dalam hidupnya dipengaruhi oleh empat elemen, yaitu : bumi, angina, api dan air. Maka untk menghormati bumi diadakanlah upacara tedhak siten ini. Harapannya agar si anak selalu sehat, selamat dan sejahtera dalam menapaki jalan kehidupannya.

Yang paling baik pelaksanaannya adalah bertepatan dengan weton (hari lahir) si anak. Weton adalah kombinasi antara nama hari umum dengan nama hari Jawa. Misalnya Setu Kliwon, Rebo Legi, Minggu Pahing dan sebagainya. Biasanya, penyelenggaraan upacara ini dilakukan pada pagi hari di halaman depan rumah.

b. Tahapan Pelaksanaan

Ada beberapa urutan dalam pelaksanaan upacara tedhak siten. Pertama-tama orang tua menuntun anak agar berjalan di atas jadah sebanyak tujuh buah. Jadah tadi memiliki beragam warna yaitu merah, putih, hitam, kuning, biru, merah muda, dan ungu. Di daerah lain ada juga yang menggunakan bubur tujuh warna sebagai pengganti jadah 7 warna.

Yang kedua adalah, si anak dituntun untuk menaiki dan menuruni tangga. Tangga dibuat dari batang tebu rejuna atau Arjuna.

Langkah berikutnya adalah si anak dimasukkan ke dalam sangkar atau kurungan ayam. Di dalam kurungan terdapat berbagai benda seperti perhiasan, alat tulis, beras, mainan, padi, kapas, dan berbagai benda lainnya.

Acara yang keempat yaitu menyebarkan udhik-udhik. Udhik-udhik adalah uang logam yang dicampur dengan beras kuning. Ibu si anak menaburkan udhik-udhik tadi ke tanah, lalu jadi rebutan anak-anak kecil.

Prosesi tedhak siten yang terakhir adalah si anak dimandikan dengan air yang dicampur dengan sekar setaman. Kemudian si anak mengenakan baju yang baru.

c. Struktur Kegunaan Upacara Tedhak Siten

Dalam upacara tedhak siten mengandung beragam makna filosofis yang diwujudkan dengan bermacam-macam prosesi dan sesaji. Semanya itu memiliki tujuan dan harapan agar si anak memiliki tubuh yang sehat, dan bisa menjalan kehidupan dengan baik.

Tedak Siten juga sebagai bentuk pengharapan orang tua terhadap buah hatinya agar si anak kelak siap dan sukses menampaki kehidupan yang penuh dengan rintangan dan hambatan dengan bimbingan orang tuanya. Ritual ini sekaligus sebagai wujud penghormatan terhadap siti (bumi) yang memberi banyak hal dalam kehidupan manusia. Dari prosesi awal, hingga yang terakhir memiliki nila-nilai dan harapan dari si orang tua.

d. Karakteristik Dan Makna Filosofis Dari Berbagai Prosesi Tedhak Siten

a.       Berjalan melewati tujuh jadah dengan tujuh rupa.

Jadah merupakan simbol kehidupan yang akan dilalui si anak. Aneka warna memiliki berbagai makna. Merah melambangkan keberanian. Putih bermakna kesucian. Hitam artinya kecerdasan. Kuning merupakan simbol kekuatan. Biru berarti kesetiaan. Merah muda menandakan cinta kasih dan ungu sebagai lambang ketenangan. Makna yang terkandung dalam jadah ini merupakan simbol kehidupan yang akan dilalui si anak. Mulai dari menapakkan kakinya untuk pertama kali ke bumi ini sampai dewasa. Sementara warna-warna tersebut merupakan gambaran dalam kehidupan si anak yang akan menghadapi banyak pilihan dan rintangan yang harus dilaluinya.

Jadah 7 warna yang disusun dari warna gelap ke warna terang menggambarkan masalah yang dihadapai si anak mulai dari yang berat sampai yang ringan. Jumlah jadah yang dibuat yaitu 7 buah (pitu). Harapannya seberat apa pun masalahnya pasti akan ada jalan keluarnya (mendapatkan pitulungan dari Tuhan Yang Maha Esa). Tujuh buah juga melambangkan jumlah hari yang akan dilalui oleh si anak dalam menjalani kehidupannya.

b.