Instalasi Gedung Bertingkat

  • View
    3.181

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

otomasi kelistrikan

Text of Instalasi Gedung Bertingkat

BAB IPENDAHULUAN

Instalasi listrik merupakan suatu rangkaian dari peralatan listrik yang saling berhubungan antar satu dengan yang lain, dan berada dalam satu lingkup system ketenaga listrikan.Instalasi listrik yang lebih baik adalah instalasi yang aman bagi manusia dan akrab dengan lingkungan sekitarnya.Mengingat bahwa listrik dapat pula membahayakan manusia dan dapat menimbulkan dampak negative terhadap lingkungan, maka selalu diupayakan agar tenaga listrik yang didistribusikan dapat dilaksanakan secara:a. Aman bagi manusia dan peralatanb. Handal dalam arti mampu menyalurkan energy listrik dengan baik bagi konsumen.Sebagai kelengkapan dari sebuah gedung, listrik adalah elemen penting dari bangunan itu sendiri. Oleh karena itu faktor kenyamanan dan keamanan sangat harus diperhatikan ketika kita melakukan pemasanganinstalasi listrikdi bangunan gedung, sehingga dalam penggunaanya tidak menimbulkan masalah. Masalah yang bisa ditimbulkan dari pemasangan instalasi listrik di bangunan gedung yang salah, seperti kurang daya, konsleting, alat-alat elekronik yang rusak karena listrik tidak stabil bahkan bisa ke hal-hal yang fatal seperti kebakaran.Ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan dalam cara pemasangan instalasi listrik pada bangunan gedung seperti jarak antar titik listrik ke titik listrik lainnya,komponen / peralatan listrikyang dipakai, pembagian daya yang harus diesuaikan dengan kebutuhan ruangannya masing-masing, dan sebagainya. Bila semua itu dilakukan dengan cara yang tepat, maka hasinyapun akan dirasakan langsung, yaitu kondisi aman dan nyaman selama menggunakan listrik. Baik dalaminstalasi listrik di bangunan gedung, ataupuninstalasi listrik di gedung bertingkatharus dilakukan dengan cara yang benar karena resiko yang besar dari penggunaan listrik yang salah bisa menimpa kita semua.Dewasa ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu pesatnya berkembang , maka sangat dibutuhkan tenaga kerja yang professional dan handal dibidangnya masing-masing. Untuk menghasilkan pekerjaan yang baik tidak hanya dibutuhkan teori-teori tetapi juga dibutuhkan praktek berdasarkan teori yang ada. Umumnya diindustri-industri banyak sekali digunakan mesin-mesin penggerak untuk mesin produksi, yaitu motor listrik. Pengontrolan motor dapat dilakukan dari yang sangat sederhana sampai pada system pengontrolan yang sangat baik. Begitu juga untuk instalasi penerangan sangat banyak digunakan bahkan memang itu yang paling utama. Pemasangannya harus sesuai dengan standar yang ada karena hal ini menyangkut keselamatan pekerja.Dalam praktek bengkel semester V ini, pekerjaan yang dilakukan tidak terlepas dari pemasangan instalasi penerangan.

A. Latar BelakangTelah menjadi suatu kewajiban bagi mahasiswa untuk menyusun laporan bengkel semester V ini setelah semua job yang diberikan selesai dikerjakan. Hal ini bermaksud agar mahasiswa dapat membandinngkan teori yang didapat dari buku dengan apa yang telah dikerjakan selama praktek dibengkel. Disiplin ilmu yang dimiliki juga berperan penting sebab teknologi di Indonesia ii sedang berkembang ke arah yang lebih baik, berkembang dan modern.Dengan adanya pengembangan teknologi tersebut maka pekerjaan perbengkelan sangatlah mempengaruhi hasil produksi dari teknologi tersebut. Begitu juga halnya pada praktek bengkel kali ini, dalam memasang sebuah instalasi listrik dan menghubungkannya ke motor haruslah membutuhkan keterampilan dan kerapian serta ketepatan dalam pengerjaannya, sehingga dapat menghasilkan kerja yang lebih baik, memuaskan dan lebih optimal. sehubungan dengan adanya kemajuan teknologi tesebut maka dari itu diharapkan kepada mahasiswa agar lebih meningkatkan pengetahuan dan wawasannya tentang industry modern, karena seperti yang kita ketahui, pekerjaan yang dilakukan oleh manusia sekarang telah tergantikan oleh tenaga mesin yang jauh lebih cepat dan efisien dalam pengerjaannya.Beranjak dari fenomena tadi maka penulis akan mencoba untuk mengulas bagaiman saya dapat mengerjakan teknik perbengkelan yang baik sehingga dapat menghasilkan kerja yang lebih baik, memuaskan dan lebih optimal yang akan penulis uraikan dalam laporan bengkel kali ini.

B. TujuanSetiap pekerjaan yang dilakukan tentunya ada tujuan yang ingin dicapai dan juga manfaat yang akan kita peroleh dari pekerjaan tersebut. Adapun tujuan yang ingin dicapai dan juga manfaat yang akan kita peroleh dari pekerjaan tersebut. Serta dicapai pada praktek bengkel ini adalah sebagai berikut :a. Agar mahasiswa dapat mengetahui tujuan dan fungsi serta dapat membaca dan memahami job yang akan dikerjakan.b. Agar mahasiswa mengetahui cara kerja dan fungsi dari alat-alat yang digunakan sewaktu praktek berlangsu nng supaya nantinya apabila telah tamat dan bekerja tidak bingung lagi tentang peralatan yang dipakai didunia industry.c. Agar mahasiswa terampil dalam menggunakan alat-alat yang terdapat dibengkel dengan baik dan efisien.d. Agar mahasiswa terampil dalam mengerjakan sebuah instalasi llistrik deangan baik sesuai dengan standarisasi.e. Agar mahasiswa teramoil dalam merangkai, rangkaian control dari sebuah motor listrik.f. Agar mahasiswa selalu disiplin dalam kerjanya dan bisa memperhatikan keselamatan alat dan keselamatan pribadi.g. Agar mahasiswa dapat bertanggung jawab terhadap sebuah pekerjaan yang dilakukannya dalam laporan bengkel kali ini.h. Agar mahasiswa mengetahui baik dari segi bentuk, sifat-sifat, maupun prinsip kerja dari komponen tersebut.i. Agar mahasiswa mampu merancang suatu instalasi penerangan dan instalasi tenaga.j. Agar mahasiswa bisa membuat laporan kerja yang baik.Agar mahasiswa mampu dengan adanya tujuan dan manfaat yang ingin dicapi tersebut tentunya setiap kita harus dapat melakukan pekerjaan tersebut ssecara baik dan benar, sehingga kita bisa dapat menciptakan hasil kerja yang jauh lebih baik dan memuaskan. Dan tentunya semua itu dapat tercapai apabila ada keseriusan, ketekunan, dan kesabaran dari setiap mahasiswa tersebut.

C. PermasalahanDalam teori pada umumnya mahasiswa hanya mengetahui sifat suatu komponen listrik secara teori atau sebaliknya. Pada umumnya banyak yang bisa memasang instalasi tetapi tidak mengerti akan peraturan-peraturan listrik atau asal pasang yang penting lampu hidup atau ada arus.

BAB IIURAIAN UMUM

A. Disiplin Kerja

Disiplin kerja merupakan hal yang sangat mendasar yang harus dipatuhi dalam pelaksanaan praktek di bengkel listrik. Hal yang merupakan factor yang paling penting dalam melakukan praktek dibengkel karena menyangkut keselamatan diri serta keselamatan peralatan praktek dibengkel. Disiplin merupakan salah satu cara untuk mencapai hasil yang sempurna dalam praktek brngkel. Disiplin yang paling utama dalam melaksanakan praktek bengkel adalah ketepatan waktu. Mengingat pekerjaan bengkel yang akan dilakukan cukup untuk melaksanakan praktek saja maka waktu yang ada tersebut harus dipergunakan sebaik dan seefisien mungkin. Kedisiplinan juga menyangkut waktu dan peratura-peraturan yang berlaku dibengkel listrik. Jadi kedisiplinan merupakan alat yang ampuh untuk mencapai hasil yang maksimal dalam melaksanakan praktikum maupun kegiatan lainnya.

B. Keselamatan KerjaKeselamatan kerja harus diperhatikan dalam segala pekerjaan yang akan dilakukan baik pekerjaan kecil ataupun pekerjaan besar. Keselamatan kerja harus dilakukan dalam melaksanakan praktikum biasanya terbagi dua yaitu keselamatan diri sendiri(operator) dan keselamatan alat dan benda kerja. Setiap akan melaksanakan praktek bengkel terlebih dahulu perhatikan kondisi tubuh dalam keadaan fit. Karena hal ini erat kaitannya dengan pekerjaaan yang akan kita laksanakan nantinya, agra tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berada dibengkel maka dari itu harus diperhatikan keselamatan kerja.Dalam melaksanakan praktikum, keselamatan kerja harus terkuasai agar terlindung dari apa yang tidak diinginkan sehingga proses pekerjaan bisa berjalan dengan lancer. Adapun cara-cara yang perlu diperhatikan dalam keselamatan kerja nantinya adalah sebagai berikut.1. Keselamatn diri sendiri (Operator)a. Menggunakan perlengkapan kerja yang tidak mengganggu jalannya pekerjaan, seperti:b. Menggunakan baju yang tidak sempit (nyaman)c. Menggunakan sepatu yang sesuai untuk praktek.d. Menggunakan kacamata jika diperlukan.e. Dianjurkan menggunakan alat-alat yang diperlukan.f. Jangan mempermainkan benda-benda tajam dalam praktek.g. Selalu melakukan konsultasi dengan instruktur atau dosen jika mengalami hambatan dalm praktikum.h. Selalu menanamkan sifat hati-hati dan kecermatan dalam praktek yang sedang berlangsung.2. Keselamatan alat dan benda kerja Sebelum mengambil dan mengembalikan dengan melaporkan kepada teknisi.a. Menjaga setiap peralatan yang digunakan dari setiap kerusakan dalamb. Praktek yang sedang berlangsungc. Membersihkan tempat kerja setelah melakukan praktekd. Periksa terlebih dahulu kelengkapan peralatan yang dipinjam sebelum mengembalikannya ke teknisi.Setelah peralatan dippinjam tadi lengkap, letakkan kembali ketempat semula setelah dilaporkan keteknisi.

C. StandarisasiSalah satu upaya untuk mendapatkan suatu sistem yang tepat yaitu dengan ditentukannya suatu standarisasi yang bertujuan untuk mencapai keseragaman dengan maksud mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan. Dengan tercapainya standarisasi, maka peralatan-peralatan listrik dapat dipergunakan dengan baik dan lebih efisien.Dua organisasi internasional yang bergerak dibidang standarisasi ini adalah :1. International Electrotechnical Commission (IEC) untuk bidang teknik listrik.2. International Organization For Standarisation (ISO) untuk bidang-bidang lainnya.Organisasi tersebut menerbitkan publikasi-publikasi yang disebut standar atau norma. Untuk teknik listrik dikenal norma-norma IEC. Kegiatan standarisasi di Indonesia dilakukan oleh beberapa departemen untuk bidangnya masing-masing. Untuk bidang teknik listrik arus kuat usaha standarisasi diprakarsai oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesi