Interpersonal Skill

  • View
    184

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

Komunikasi adalah suatu aspek kehidupan manusia yang paling mendasar, penting, dan kompleks. Kehidupan sehari-hari kita sangat dipengaruhi oleh komunikasi kita sendiri dengan orang lain, bahkan oleh pesan yang berasal dari orang yang kita tidak tahu (we can not not communication). Karena ke-kompleks-an komunikasi, maka Little John mengatakan, komunikasi adalah sesuatu yang sulit untuk didefinisikan. Sementara itu, menurut ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain, agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya. Dalam P2KP, kita mengenal adanya delapan siklus besar yang mesti dilakukan, yaitu Sosialisasi Program dan Social Mapping, RKM dan Penggalangan Relawan, FGG-Refleksi Kemiskinan oleh Tim RK, Pemetaan Swadaya (PS) oleh Tim PS, Pembentukan BKM, Perencanaan Partisipatif PJM Pronangkis, Pembentukan KSM dan Pelaksanaan Kegiatan KSM. Siklus P2KP tidak akan berjalan tanpa adanya komunikasi antara satu orang/kelompok dengan orang lain/kelompok lain. Pada tahapan pertama siklus P2KP, kita mengenal adanya sosialisasi, yang berarti adalah kegiatan meng-komunikasi-kan keberadaan P2KP dan konsep-konsep, ketentuan, nilai dan norma, metodologi P2KP, serta pelaksanaan P2KP, sehingga terjadi pemahaman kritis pada masyarakat sasaran dan dapat mengarah pada perubahan sikap dan perilaku. Orang-orang yang mensosialisasikan program tersebut dalam komunikasi disebut dengan komunikator. Bagaimana pesan-pesan yang disampaikan oleh komunikator bisa merubah sikap dan perilaku masyarakat, tentunya tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak hal yang perlu diperhatikan, sehingga tujuan program yang sangat agung bisa tercapai dengan baik. Mampukah para komunikator P2KP melakukannya? Dalam proses komunikasi, ada lima elemen dasar yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dengan istilah Who Says What in Which Channel to Whom with What Effect. Kelima elemen dasar tersebut adalah Who (sumber atau komunikator), Says What (pesan),in Which Channel (Saluran), to Whom (Penerima), with What Effect (Efek atau dampak). Lima elemen dasar dari komunikasi yang dikemukakan oleh Harold Laswell di atas akan bisa membantu para komunikator dalam menjalankan tugas mulianya. Berhasil tidaknya suatu komunikasi tergantung dari kelima elemen dasar tersebut. Bagaimana komunikator bisa mempengaruhi komunikannya, sehingga bisa bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator, bahkan bisa merubah sikap dan perilaku dari komunikan tersebut. Namun, komunikator, pesan, saluran yang bagaimana yang akan bisa merubah sikap dan perilaku komunikan, serta perubahan yang bagaimana yang diharapkan harus menjadi perhatian sangat besar bagi kita semua. Dalam ilmu komunikasi, kita mengenal adanya komunikasi persuasif, yaitu komunikasi yang bersifat mempengaruhi audience atau komunikannya, sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator. Komunikasi persuasif ini biasa digunakan dalam komunikasi politik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar komunikasi kita menjadi persuasif atau bisa mempengaruhi orang lain.

Pertama, Komunikator. Komunikator atau sumber adalah orang-orang yang akan mengkomunikasikan suatu pesankepada orang lain. Agar komunikasi yang dilakukan oleh komunikator menjadi persuasif, maka komunikator harus mempunyai kredibilitas yang tinggi. Yang dimaksud dengan kredibel disini adalah komunikator yang mempunyai pengetahuan, terutama tentang apa yang disampaikannya. Misalnya, ketika seorang komunikator P2KP menjelaskan kepada komunikannya tentang apa itu P2KP, dia harus menguasai apa yang akan disampaikannya. Apalagi pada saat audience atau komunikan adalah masyarakat perkotaan yang heterogen. Hal ini pernah penulis rasakan ketika mengikuti sosialisasi pada suatu kelurahan yang masyarakatnya terdiri dari orangorang yang mempunyai pendidikan dan pengalaman yang jauh lebih tinggi dari komunikator. Seandainya pada saat itu para komunikator yang hadir kurang menguasai program yang dibawa, tentunya masyarakat tidak akan puas, bahkan mungkin tidak akan berpengaruh pada perubahan sikap yang diharapkan. Ketidak-kredibelan komunikator juga sering disampaikan oleh masyarakat sendiri, dengan cara membandingkan antara fasilitator yang satu dengan fasilitator lainnya. Kemudian trustworthiness (dapat dipercaya) juga sangat penting bagi komunikator supaya komunikasi yang dilakukannya menjadi persuasif. Ketika seorang komunikator yang sudah tidak dipercaya oleh komunikan, apapun yang disampaikannya tidak adan didengar oleh komunikannya. Ini terkait dengan nilai-nilai luhur yang diusung P2KP. Bagaimana masyarakat akan berubah sikap dan perilakunya jika fasilitator, senior fasilitator, askot, korkot dan seluruh jajaran di atasnya sebagai komunikator tidak dapat

dipercaya. Banyak orang mengatakan, P2KP bukanlah satu-satunya program pemberdayaan yang bertujuan merubah sikap dan perilaku masyarakat, sehingga mereka meragukan keberhasilan dari program P2KP ini. Namun, sebenarnya dari segi konsep, P2KP sangat berbeda dengan program pemberdayaan lainnya. P2KP adalah satusatunya program yang memandang kemiskinan berakar dari lunturnya niali-nilai luhur kemanusiaan yang ada di masyarakat. Kita sering salah kaprah dengan selalu melihat pada orang lain bukan pada diri kita sendiri. Kenapa saya katakan demikian, karena secara tidak sadar setiap kita melihat bahwa nilai-nilai yang telah luntur itu hanya pada diri orang lain, padahal sesungguhnya nilai-nilai tersebut telah luntur hampir pada setiap diri manusia! Bersambung.. (Sarmiati, mantan fasilitator KMW I P2KP-3 NAD; Nina)

mempelajari komunikasi persuasif adalah untuk mempengaruhi sikap, pendapat, dan perilaku seseorang baik secara verbal maupun non verbal. komunikasi persuasi ialah kemampuan komunikasi yang dapat membujuk atau mengarahkan orang lain.Dipembahasan ini didahului oleh pertanyaan untuk merangsang proses berpikir kita ialah: Manakah yang lebih mudah: membujuk diri sendiri atau membujuk orang lain? untuk menjawab Pertanyaan itu sebaiknya kita tanyakan terlebih dahulu dalam diri Anda, renungkan, fikirkan dan jawablah! ada pendekatan-pendekatan dan teknik komunikasi persuasif yang perlu kita ketahui.Apa itu Komunikasi Interpersonal : Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-159). Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalahpenyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30). Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orangorang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasiinterpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua

sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya (Mulyana, 2000, p. 73) Klasifikasi Komunikasi Interpersonal Redding yang dikutip klasifikasi Muhammad komunikasi (2004, p. 159-160) menjadi mengembangkan interpersonal

interaksi intim, percakapan sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara. a. Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota famili, dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat. b. Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat di luar organisasi seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya. c. Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari yang lain. Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui kebenarannya. d) Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab. Misalnya atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi mengenai suatu pekerjaannya. Tujuan Komunikasi Interpersonal Komunikasi interpersonal mungkin mempunyai beberapa tujuan. Di sini akan dipaparkan 6 tujuan, antara lain ( Muhammad, 2004, p. 165-168 ) : a. Menemukan Diri Sendiri

Salah satu tujuan komunikasi interpersonal adalah menemukan personal atau pribadi. Bila kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain kita belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain. Komunikasi interpersonal memberikan kesempatan kepada kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai, atau mengenai diri kita. Adalah sangat menarik dan mengasyikkan bila berdiskusi mengenai perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita sendiri. Dengan membicarakan diri kita dengan orang lain, kita memberikan sumber balikan yang luar biasa pada perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita. Kerangka Teori Komunikasi PersuasifHeeeyyy.....!! ini kerangka teori yang saya pakai ketika skripsi. Kalau bermanfaat, silahkan di PARAPRASE. Nitip do'a ya biar saya tambah amal bae'.... =D Komunikasi Interpersonal Sebagaimana yang kita ketahui bahwa manusia merupakan makhluk sosial. Oleh karena itu, sebagai manusia kita akan selalu berinteraksi dengan manusia yang lainnya. Interaksi tersebut tidak akan terlepas dari kegiatan komunikasi antara satu manusia dengan manusia lainnya. Komunikasi antar manusia atau bisa disebut dengan komunikasi interpersonal didefinisikan oleh Joseph A.DeVito dalam buku The Interpersonal Communication Book sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesanpesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika. Berdasarkan definisi