of 26/26
PERISTIWA-PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI DAN PROSES TERBENTUKNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA OLEH KELOMPOK 5: -VRIYANKA ANNISA -KELLY CHEN -ALLYA EKA NURSANTI -NAFISA APRINI -ARDINI YOVY PUTRI

Ips (proklamasi kemerdekaan indonesia)

  • View
    16.062

  • Download
    14

Embed Size (px)

Text of Ips (proklamasi kemerdekaan indonesia)

  • 1. PERISTIWA-PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI DAN PROSES TERBENTUKNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIAOLEH KELOMPOK 5: -VRIYANKA ANNISA -KELLY CHEN -ALLYA EKA NURSANTI -NAFISA APRINI -ARDINI YOVY PUTRI

2. A. Peristiwa-peristiwa sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 1. Peristiwa-peristiwa Menjelang Proklamasi Kemerdekaan a. Jepang menyerah kepada sekutu Akibat pengeboman Kota Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika mengakibatkan Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Pada pertemuan di Saigon (Vietnam) tanggal 11Agustus 1945 pukul 11.40 waktu setempat kepada para pemimpin bangsa Indonesia (Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Wediodiningrat). 3. b. Peristiwa Rengasdengklok Setelah mendengar berita Jepang menyerah kepada sekutu, bangsa Indonesia mempersiapkan dirinya untuk merdeka. Perundingan-perundingan di adakan di antara para pemuda denagn tokoh-tokoh tua, maupun di antara para pemuda sendiri. Walaupun demikian, di antara tokoh pemuda dengan golongan tua sering terjadi perbedaan pendapat, akibatnya terjadilah, Peristiwa Rengasdengklok. Pada tanggal 16 Agustus pukul 04.00 WIB, Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Poetra dibawa pemuda ke Rengasdengklok, kota Kawedanan di pantai utara Karawang Karawang. Tujuan peristiwa ini di latarbelakangi oleh keinginan pemuda yang mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. 4. Soekarno-Hatta setelah singgah di rumah masingmasing, kemudian bersama rombongan lainnya menuju rumah Laksamana Maeda di jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta. (tempat Ahmad Soebarjo bekerja) untuk merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tokoh yang menulis teks Proklamasi adalah Ir. Soekarno, sedangkan Drs. Mohammad Hatta dan Ahmad Soebarjo turut mengemukakan idenya secara lisan. Perumusan Teks Proklamasi sampai dengan penandatanganannya baru selesai pukul 04.00 WIB pagi hari, tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu juga telah di putuskan bahwa teks Proklamasi akan dibacakan di halaman rumah Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada pagi pukul 10.00 WIB. 5. 2. Pernyataan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Pelaksanaan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945. Sesuai kesepakatan yang diambil di rumah Laksamana Maeda, para tokoh Indonesia menjelang pukul 10.00 WIB telah berdatangan ke rumah Ir. Soekarno. Mereka hadir untuk menjadi saksi pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. PROKLAMASI Kami Bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama Bangsa Indonesia Soekarno-Hatta 6. Sesaat setelah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan dilanjutkan upacara pengibaran Bendera Merah Putih, yang dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno. Pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh Suhud dan Shodanco Latief Hendraningrat, diiringi lagu Indonesia Raya. 3. Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Sesaat setelah teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan, berita Proklamasi disebarluaskan secara cepat oleh segala lapisan masyarakat sekitar Jakarta, terutama oleh para pemuda. Adapun Tokoh-tokoh Indonesia yang bekerja di stasiun radio milik Jepang dan berjasa menyebarkan berita Proklamsi, antara lain, Maladi, Yusuf Ronodipuro, Sakti Alamsyah, dan Suryodipuro. Maladi kemudian memprakarsai 7. Berita Proklamasi Kemerdekan Indonesia juga disebarkan melalui beberapa surat kabar. Harian Soeara Asia di Surabaya adalah koran pertama yang menyiarkan berita Proklamasi. Para pemuda yang berjuang lewat pers, antara lain B.M. Diah, Sukarjo Wiryopranoto, Iwa Kusumasumantri, Ki Hajar Dewantara, Otto Iskandardinata, G.S.S.J. Ratulangi, Adam Malik, Sayuti Melik, Sutan Syahrir, Madikin Wonohito, Sumanang SM, Manai Sophian, dan Ali Hasyim. Pihak Pemerintah Republik Indonesia juga menugaskan kepada para Gubernur yang telah dilantik pada tanggal 2 September 1945 untuk segera kembali ke tempat tugasnya masing-masing guna menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di wilayahnya. Tokoh-tokoh tersebut, antara lain: a. Teuku Mohammad Hasan untuk daerah Sumatra b. Sam Ratulangi untuk daerah Sulawesi c. Ketut Pudja untuk daerah Nusa Tenggara d. Ir. Mohammad Noor untuk daerah Kalimantan 8. 4. Sambutan Rakyat di Berbagai Daerah terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia a. Rapat raksasa di Lapangan Ikada Di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945 dilakdanakan rapat umum yang dipelopori Komite Van Aksi. bTindakan Heroik mendukung Proklamasi 1) Jogjakarta Perebutan kekuasaan di Jogjakarta dimulai tanggal 26 September 1945 sejak pukul 10.00 WIB. Para pegawal Pemerintah dan perusahaan yang dikuasai Jepang melakukan aksi mogok. Mereka menuntut agar Jepang menyerahkan semua kantor kepada pihak Indonesia. 9. Aksi mogok makin kuat ketika Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) menegaskan bahwa kekuasaan di daerah tersebut telah berada di tangan pemerintah RI. Pada hari itu juga di Jogjakarta terbit surat kabar Kedaulatan Rakyat.2) Surabaya Para pemuda yang tergabung dalam BKR berhasil merebut kompleks penyimpanan senjata Jepang dan pemancar radio di Embong, Malang. Selain itu, terjadi insiden bendera di Hotel Yamato, Tunjungan Surabaya. Insiden itu terjadi ketika beberapa orang Belanda mengibarkan bendera Merah Putih Biru di atap hotel. Tindakan tersebut menimbulkan kemarahan rakyat. Rakyat kemudian menyerbu hotel, menurunkan, dan merobek warna biru pada bendera itu untuk dikibarkan kembali. Insiden ini terjadi pada tanggal 19 September 1945. 10. 3) Semarang Pada tanggal 15 Oktober 1945 pasukan Kidobutai melakukan serangan ke kota Semarang dan dihadapi oleh pasukan TKR dan laskar pejuang lainnya. Pertempuran berlangsung selama 5 haridan mereda setelah pemimpin TKR berunding dengan pimpinan pasukan Jepang. Kedatangan pasukan sekutu di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945 juga mempercepat terjadinya gencatan senjata. Pasukan sekutu akhirnya menawan dan melucuti tentara Jepang. Akibat pertempuran ini ribuan pemuda gugur dan ratusan tewas. Untuk mengenamg peristiwa itu, di Semarang di dirikan Monumen Tugu Muda. 11. 4) Aceh Pada tanggal 6 Oktober 1945, para pemuda dari tokoh masyarakat membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API). Penguasa Militer Jepang memerintahkan pembubaran organisasi itu dan para pemuda tidak bolehmelakukan kegiatan perkumpulan. Atas peringatan Jepang itu, para pemuda menolak keras. Anggota API kemmudian merebut dan mengambil alih kantor-kantor pemerintahan. Di tempat-tempat yangt telah mereka rebut para pemuda mengibarkan bendera Merah Putih dan berhasil melucuti senjata tentara Jepang. 5) Bali Pada bulan Agustus 1945, para pemuda Bali telah membentuk organisasi seperti Angkatan Muda Indonesia (AMI) dan Pemuda Republik Indinesia (PRI). 12. Upaya perundingan unutk menegakkan kedaulatan RI telah mereka upayakan, tetapi pihak Jepang selalu menghambat. Atas tindakan tersebut pada tanggal 13 Desember 1945 para pemuda merebut kekuasaan dari Jepang secara serentak, tetapi belum berhasul karena persenjataan Jepang masih kuat. 6) Kalimantan Rakyat Kalimantan juga berusaha menegakkan kemerdekaan dengan cara mengibarkan bendera Merah Putih, memakai lencana Merah Putih, dan mengadakan rapatrapat, tetapi kegiatan ini dilarang oleh pasukan sekutu yang sudah ada di Kalimantan. Rakyat tidak menghiraukan larangan sekutu, sehingga pada tanggal 14 November 1945 di Balikpapan (depan markas sekutu) berkumpul lebih kurang 8000 orang dengan membawa bendera Merah Putih. 13. 7) Palembang Rakyat Palembang dalam mendukung Proklamasi dan menegakkan kedaulatan negara Indonesia dilakukan dengan jalan mengadakan upacara pengibaran bendera Merah Putih pada tanggal 8 Oktober 1945 yang dipimpin dr. A.K. Gani. Pada kesempatan itu diumumkan bahwa Sumatera Selatan berada di bawah kekuasaan RI. Upaya penegakan kedaulatan di Sumatera Selatan tidak memerlukan kekerasan, karena Jepang berusaha menghindari pertempuran. 8) Bandung Para pemuda bergerak untuk merebut Pangkalan Udara Andir (sekarang Bandara Husein Sastranegara) dan gudang senjata dari tangan Jepang. 14. 9) Makassar Gubernur Sam Ratulangi menyusun pemerintahan pada tanggal 19 Agustus 1945. Sementara itu, para pemuda bergerak untuk merebut gedung-gedung penting seperti stasiun radio dan tangsi polisi. 10) Sumbawa Bentrokan fisik antara pemuda dan antara Jepang terjadi di Gempe, Sape, dan Raba. 11) Sumatera Selatan Pada tanggal 8 Oktober 1945 rakyat mengadakan upacara pengibaran bendera Merah Putih. Pada tanggal itu juga diumamkan bahwa Sumatera berada di bawah kekuasaan RI. 15. 12) Lampung Para pemuda yang tergabung dalam API (Angkatan Pemuda Indonesia) melucuti senjata Jepang di Teluk Betung, Kalianda, dan Menggala.13) Solo Para pemuda melakukan pengepungan markas Kempetai Jepang, seingga terjadilah pertempuran. Dalam pertempuran itu, seorang pemuda bernama Arifin gugur. 16. B. Proses terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia1. Pembentukan Kelengkapan Pemerintahan Sehari sesudah proklamasi kemerdekaan, pada tanggal 18Agustus 1945 PPKI mengadakan sidangnya yang pertama di Gedung Kesenian Jakarta. Sidang dipimpin oleh Ir. Soekarno dengan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakilnya. Anggota sidang PPKI sebanyak 27 orang.Melalui pembahasan secara musyawarah, sidang mengambil keputusan penting, antara lain: 17. Melalui pembahasan secara musyawarah, sidang mengambil keputusan penting, antara lain: a. Penetapan dan pengesahan Konstitusi sebagai hasi kerja BPUPKI yang sekarang dikenal dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi RI. b. Ir. Soekarno dipilih sebagai presiden RI dan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakil presiden Republik Indonesia. c. Pekerja Presiden RI untuk sementara waktu oleh sebuah Komite Nasional. Pembukaan UUD 1945 yang disahkan oleh PPKI hampir seluruh bahannya diambil dari Rancangan Pembukaan UUD hasil kerja Panitia Perumus pada tanggal 22 Juni 1945 yang disebut Piagam Jakarta. 18. Bahan tersebut telah mengalami beberapa perubahan, yaitu: a. Kata mukadimah diganti pembukaan. b. Kata hukum dasar diganti dengan Undang-Undang Dasar. c. Kata menurut dasar dalam kalimat Berdasarkan kepada Ketuhanan menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab dihapus. d. Kalimat dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.Adapun isi batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945, bahannya diambil dari rancangan konstitusi hasil penyusunan Panitia Perancangan pada tanggal 16 Juli 1945. Bahan itu juga mengalami beberapa perubahan, antara lain: a. Pasal 6 ayat 1, semula berbunyi Presiden ialah orang Indonesia asli yang beragama Islam dihilangkan karena dinilai menyinggung perasaan yang tidak beragama Islam. 19. b. Pasal 29 ayat 1, kalimat di belakang Ketuhanan yang berbunyi dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya dihilangkan. Kalimat tersebut terdapatpada pembukaan UUD alinea ke-4.Pada tanggal 18 Agustus 1945 presiden dan wakil presiden RI untuk pertama kali dipilih oleh PPKI, karena MPR yang berhak memilih dan melantiknya belum terbentuk. Hal itu diatur dalam Pasal III Aturan Peralihan UUD 1945. Dalam sidang kedua PPKI mengasilkan keputusan, antara lain: a. Menetapkan dua belas kementrian yang membantu tugas presiden dalam pemerintah. b. Membagi wilayah Republik Indonesia menjadi delapan provinsi. 20. PEMBGIAN WILAYAH REPUBLIK INDONESIA No.ProvinsiNama Gubernur1Provinsi SumateraMr. Tengku Moh. Hasan2Provinsi Jawa BaratSutarjo Kartohadikusumo3Provinsi Jawa TengahR. Panji Soeroso4Provinsi Jawa TimurR. A. Soerjo5Provinsi Sunda KecilMr. I. Gusti Ketut Pudja6Provinsi MalukuMr. J. Laturharhary7Provinsi SulawesiDr. G.S.S.S.J. Ratulangi8Provinsi KalimantanIr. Pangeran Mohammad Noor 21. 2. Pembentukan Komite Nasional Indonesia PPKI kembali mengadakan sidang pada tanggal 22 Agustus 1945 yang memiliki agenda pokok tentang rencana pembentukan Komite Nasional dan Badan Keamanan Rakyat. Komite Nasional dibentuk di seluruh Indonesia dan berpusat di Jakarta. KNIP diresmikan dan anggotanya dilantik pada tanggal 29 Agustus 1945 di Gedung Kesenian, Pasar Baru, Jakarta.3. Pembentukan Alat Kelengkapan Keamanan Negara Pada akhir sidang PPKI tanggal 19 Agustus 1945 dibentuk panitia kecil yang bertugas membahas pembentukan tentara kebangsaan. Sebagai tindak lanjut dari usulan tersebut, presiden menugaskan Abdul Kadir, Kasman Singodimedjo, dan Otto Iskandardinata untuk menyiapkan pembentukan tentara kebangsaan. 22. Hasil kerja panitia kecil itu dilaporkan dalam rapat Pleno PPKI pada tanggal 22 Agustus 1945. Kemudian rapat Pleno memutuskan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR ditetapkan sebagai bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKB) yang merupakan organisasi dengan tujuan untuk memeliharakeselamatan masyarakat, serta merawat para korban perang. Dengan Maklumat Pemerintah pada tanggal 5 Oktober 1945, terbentuklah organisasi ketentaraan yang bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Semula yang ditunjuk menjadi pimpinan tertinggi TKR adalah Supriyadi, pimpinan perlawanan Peta di Blitar (Februari 1945), dan sebagai Menteri Keamanan Rakyat adinterim diangkat Muhammad Surjoadikusumo, mantan Daidanco Peta. Berdasarka Maklumat Pemerintah itu pula, Oerip Soemoharjo membentuk Markas Tinggi TKR di Jogjakarta. Di Pulau Jawa terbentuk 10 devisi dan di Sumatera 8 divisi. 23. Dalam konferensi TKR di Jogjakarta pada tanggal 12 November 1945, Kolonel Soedirman, Panglima Divisi V Banyumas terpilih menjadi pimpinan tertinggi TKR. Karena saat itu, Supriyadi yang telah ditunjuk sebagai pimpinan tertinggi TKR belum juga muncul sehingga di kalangan TKR merasa perlu mengisi kekosongan tersebut. 4. Dukungan Daerah Terhadap Pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia a. Keraton Kasultanan Jogjakarta Pada tanggal 29 Agustus 1945 Sri Sultan Hamengku Buwono IX dari Jogjakarta mengirimkan telegram ke Jakarta yang isinya menyatakan bahwa Kesultanan Jogjakarta sanggup berdiri di belakang pimpinan Soekarno-Hatta. 24. b. Sumatera mendukung pemerintah Republik Indonesia Melihat dukungan rakyat yang demikian besar dan tanpa taku, pada tanggal 3 Oktober 1945 Teuku Mohammad Hassan selaku gubernur dengan resmi mengumumkan dimulainya pemerintahan Republik Indonesia di Sumatera dengan Medan sebagai ibu kota provinsinya. Penduduk Bukittinggi pun tidak ketinggalan mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tanggal 29 September 1945 bendera Merah Putih telah berkibar di Bukittinggi. Sejak saat itulah bendera Merah Putih berkibar di daerah-daerah di Sumatera. c. Sulawesi Utara mendukung pemerintah Republik Indonesia Pada tanggal 14 Februari 1945 para pemuda Sulawesi Utara di bawah pimpinan Ch. Taulu mengadakan pemberontakan untuk mendirikan RI di Sulawesi Utara. 25. Awalnya, pemberontakan itu muncul di Manado yang kemudian menyebar ke Tondano , Bitung,dan Bolang Mongondow. Perlawanan terhadap Belanda (NICA) mendapat dukungan rakyat sudah anti terhadap penjajah dan mendukung berdirinya negara Republik Indonesia. 5. Pembentukan Lembaga Pemerintahannya di Seluruh Berbagai kegiatan yang dilakukan di daerah antara lain: a. Pada awal September 1945, pemerintah Republik Indonesia Provinsi Sulawesi terbentuk. Dr. G.S.S.J. Ratulangi dilantik sebagai gubernur Sulawesi dan mulai menjalankan roda pemerintahan. b. Di Medan, pada tanggal 30 September 1945 para pemuda dipimpin oleh Sugondo Kartoprojo membentuk Barisan Pemuda Indonesia. Teuku Mohammad Hassan juga segera membentuk pemerintahan daerah di wilayah Sumatera. 26. c. Di Banjarmasin, pada tanggal 10 Oktober 1945 rakyat melakukan rapat umum untuk meresmikan berdirinya pemerintah Republik Indonesia daerah Kalimatnya Timur. Pada tanggal 1 Januari 1946 di Pangkalan Bun, Sampit, dan kota Waringin diresmikan berdirinya pemerintahan Republik Indonesia dan Tentara Republik Indonesia.Dengan terbentuknya Pemrintahan di daerah yang dibantu oleh Komite Nasional di daerah diharapkan roda pemerintahan dapat berjalan, baik di tingkat pusat maupun di daerah.