Click here to load reader

It Strategy and Planning Bb 13

  • View
    14

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugas kelompok presentasi

Text of It Strategy and Planning Bb 13

  • Strategi dan Perencanaan TI Strategi bisnis yang menetapkan keseluruhan arah untuk bisnis.

    Sistem informasi (IS) strategi mendefinisikan apa informasi, sistem informasi, dan arsitektur TI yang diperlukan untuk mendukung bisnis. Berdasarkan prioritas kebutuhan, teknologi informasi (TI) menunjukkan strategi bagaimana infrastruktur dan layanan yang harus diberikan.

    Teknologi informasi (TI) - penyelarasan bisnis mengacu pada sejauh mana divisi teknologi informasi (TI) memahami prioritas bisnis dan mengeluarkan sumber daya lebih, mengejar proyek, dan menyediakan informasi sesuai dengan prioritas.

  • IT - penyelarasan bisnis dapat dibina dalam sebuah organisasi dengan berfokus pada kegiatan pusat untuk keselarasan (Scott, 2005): 1. Memahami IT dan perencanaan perusahaan 2. CIO adalah anggota manajemen senior 3. Budaya bersama dan komunikasi yang baik 4. Komitmen untuk perencanaan TI oleh manajemen senior 5. Rencana tujuan bersama 6. Keterlibatan pengguna akhir 7. Arsitektur / seleksi portofolio 8. Identifikasi faktor rencana

  • CIO yang memiliki peran strategis lebih berhasil dalam (Center for CIO Leadership, 2007): - Mempromosikan kolaborasi antara TI dan unit bisnis organisasi - Membujuk manajemen senior tentang pentingnya TI untuk bisnis - Berkontribusi untuk perencanaan strategis dan inisiatif pertumbuhan bisnis - Mengidentifikasi peluang untuk otomatisasi proses bisnis dan perbaikan - Meningkatkan pengalaman dan kepuasan pengguna internal dan eksternal

  • Sistem informasi dapat berkontribusi dalam 3 jenis sumber daya di perusahaan, yaitu: 1. Sumber daya teknologi 2. Kemampuan teknis (keterampilan) 3. Sumber daya manajerial

  • Business service managementThe business systems planning (BSP) modelspendekatan top-down yang dimulai dengan strategi bisnisBalanced Scorecardpendekatan untuk mengukur kinerja yang menghubungkan dengan matriks kinerjaCritical Success Factors (CSFs)faktor-faktor kritis atau kegiatan yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan bisnis.Pendekatan CSF dalam perencanaan IT dikembangkan untuk mengindentifikasi informasi yang dibutuhkan oleh manajerScenario planningMetode perencanaan strategis yang digunakan beberapa organisasi untuk membuat perencanaan yang fleksibel

  • Bagi banyak organisasi, strategi yang paling efektif untuk mengelola IT, untuk memperoleh manfaat sekaligus mengontrol biaya, mungkin adalah outsourcing. Vendor menyediakan jasa outsourcing di negara yang sama, ataupun di negara yang berbeda (Offshore outsourcing).

  • - Shirking (kelalaian) terjadi ketika vendor sengaja kinerjanya buruk sementara climing pembayaran penuh - Poaching(Perburuan) terjadi ketika vendor mengembangkan model aplikasi strategis untuk klien dan kemudian menggunakannya untuk klien lainnya - Opportunistic repricing("perampokan") terjadi ketika klien melakukan kontrak jangka panjang dengan vendor dan vendor merubah istilah keuangan di beberapa titik atau lebih - biaya untuk tambahan tak terduga dan perpanjangan kontrak. - Berbaliknya keputusan outsourcing - Kemungkinan pelanggaran kontrak oleh vendor atau ketidakmampuan untuk memberikan - Kehilangan kemampuan kritis IT - Kehilangan kontrol atas data - Kehilangan semangat dan produktivitas karyawan - Pertumbuhan kontrak tak terkendali - Kegagalan untuk mempertimbangkan semua biaya

  • Finansial - Menghindari penanaman modal berat, sehingga melepaskan dana untuk keperluan lain Teknis - Akses ke teknologi informasi baru Pengelolaan - Konsentrasi pada pengembangan dan menjalankan kegiatan bisnis inti. Peningkatan fokus perusahaan. Sumber daya manusia - Kesempatan untuk memanfaatkan ketrampilan khusus yang tersedia dari kolam keahlian, bila diperlukan Kualitas - Didefinisikan dengan jelas tingkat layanan Keluwesan - Respon Cepat permintaan bisnis

  • Mengetahui proyekMembagi dan mengatasiMenyelaraskan insentifMenulis kontrak jangka pendekMengontrol subcontractingMelakukan selektif outsourcing

  • Risiko Offshore Outsourcing- Berbeda budaya- Kesesuaian peraturan pemerintah- Transfer pengetahuan- Kedisiplinan

  • American apparel adalah manufaktur yang terintegrasi secara vertikal, distributor, dan pengecer pakaian bermerek di Los Angeles, California dan mempunyai strategi second lifeSecond life adalah internet berbasis 3D virtual world. Menggunakan avatar animasi kartun dengan mengubah ego manusia dan mereka menggunakan dollar linden untuk membeli dan menjual barang (280 dollar Linden = 1 US Dollar)

  • Avatar harus membayar dengan uang asli untuk membeli tanah dan bangunan dari linden dan untuk toko di virtual stores untuk baju dan musikDua bulan sebelum dibukanya toko nyata american apparel, mereka memanfaatkan virtual store untuk melakukan test market terhadap barangnyaBagi yang membeli baju di second life akan mendapatkan kupon discount 15% yang dapat digunakan untuk membeli barang di toko nyata american apparel

  • Hal tersebut membuat penjualan american apparel di toko nyata meningkatPada tahun 2007 american apparel menutup virtual store di second life karena terjadi sedikit keributanPada tahun 2008 american apparel kembali membuka virtual store di MTVs Virtual Lower East Side

  • Menurut kelompok kami penutupan virtual store di second life itu bukan merupakan sebuah kegagalan untuk american apparel karena hal terebut merupakan pengalaman pembelajaran. Pengalaman tersebut akan membantu mereka untuk mengidentifikasi jumlah pelanggan (customer base) mereka. Menurut kami pembukaan toko baru tersebut dapat mendukung strategi bisnis american apparel. American apparel dapat muncul di pasaran, membantu penjualan, dan membangun customer relationshipToko di second life dapat membantu strategi bisnis american apparel dengan menyediakan pasar bagi american apparel. Hal ini membantu american apparel untu mengerti konsumen mereka di pasar dan belajar dari konsumen mereka

    *

Search related