Kak-rencana Induk Bandara Bontang - Addendum 6 Mei 2010

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kak-rencana Induk Bandara Bontang - Addendum 6 Mei 2010

Text of Kak-rencana Induk Bandara Bontang - Addendum 6 Mei 2010

  • 1

    KERANGKA ACUAN KERJA

    (TERM OF REFERENCE)

    UNTUK PEKERJAAN:

    PENYUSUNAN RENCANA INDUK BANDAR UDARA

    KOTA BONTANG

    TAHUN ANGGARAN 2010

  • 2

    DAFTAR ISI

    Halaman

    DAFTAR ISI 2

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1 LATAR BELAKANG STUDI/PEKERJAAN 3 1.2 GAMBARAN UMUM LOKASI 4

    BAB II LINGKUP PEKERJAAN

    2.1 MAKSUD DAN TUJUAN STUDI 7

    2.2 LINGKUP PEKERJAAN 8

    BAB III TINJAUAN STUDI KELAYAKAN LOKASI

    3.1 LOKASI PROYEK 12

    3.2 ANALISA PEMILIHAN LOKASI 12

    3.3 KEBUTUHAN FASILITAS BANDARA 13

    3.4 GAMBARAN RENCANA TATA LETAK LOKASI TERPILIH 15

    BAB IV PELAKSANAAN PEKERJAAN

    4.1 UMUM 16

    4.2 PEKERJAAN PERSIAPAN 16

    4.3 INVENTARISASI DATA DAN INFORMASI TERKAIT 17

    4.4 TELAAH AWAL (DESK STUDY) 18

    4.5 SURVEY PENDAHULUAN (RECONNAISSANCE SURVEY) 19

    4.6 SURVEY LAPANGAN 19

    4.7 ANALISIS PRAKIRAAN PERMINTAAN JASA ANGKUTAN

    UDARA 27

    4.8 ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN 28

    4.9 ANALISIS MENDALAM PERENCANAAN

    PEMBANGUNAN BANDAR UDARA 28

    4.10 PENYUSUNAN RENCANA INDUK BANDAR UDARA 32

    4.11 PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN

    MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG PENETAPAN

    LOKASI BANDAR UDARA KOTA BONTANG 35

    4.12 ASISTENSI DAN PEMBAHASAN 35

    BAB V JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

    5.1 JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN 37

    5.2 KEBUTUHAN DAN PERSYARATAN PERSONIL 37

  • 3

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 LATAR BELAKANG STUDI/PEKERJAAN

    Secara administrasi, semula Kota Bontang merupakan kota administratif sebagai

    bagian dari Kabupaten Kutai dan baru menjadi Daerah Otonom berdasarkan Undang-

    Undang No. 47 Tahun 1999. Sebagai daerah otonom yang baru terbentuk, Kota

    Bontang banyak melakukan pembangunan fisik terutama infrastruktur untuk pelayanan

    masyarakat. Pertumbuhan dan pembangunan kota yang dinamis membutuhkan

    penyediaan fasilitas yang layak, memadai, terjangkau dan adil, serta pelayanan kepada

    publik yang semakin baik dan handal. Salah satu prasarana yang sangat perlu dalam

    rangka menunjang aktivitas perekonomian masyarakat dan pertumbuhan kota adalah

    transportasi, karena sektor transportasi merupakan urat nadi distribusi barang dan

    mobilitas manusia.

    Prasarana transportasi menjadi perlu dan penting untuk dikembangkan bagi

    Kota Bontang karena sebagai daerah terbuka dengan keberadaan dua perusahaan besar

    skala nasional yakni PT Badak NGL dan PT Pupuk Kaltim Tbk membutuhkan

    mobilitas manusia dan distribusi barang yang relatif tinggi. Saat ini di kota Bontang

    sudah ada bandara yang merupakan bandara khusus yang terletak dalam kawasan

    industri PT. Badak NGL dan sudah berdekatan dengan kawasan permukiman, sehingga

    keinginan menjadikannya sebagai bandar udara umum tidak dapat diwujudkan karena

    alasan keamanan baik operasional penerbangan maupun operasional industri.

    Adanya peningkatan kebutuhan terhadap pelayanan transportasi udara yang

    memadai seiring dengan meningkatnya intensitas pembangunan di Kota Bontang serta

    mengingat status Kota Bontang sebagai Pusat Kegiatan Nasional, maka diperlukan

    adanya bandar udara umum sebagai pengganti bandar udara khusus yang akan ditutup.

    Pada lampiran V PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah

    Nasional perlu dibangun Bandar Udara Pusat Penyebaran Tersier di Kota Bontang.

    Oleh karena itu penataan fasilitas bandar udara merupakan pekerjaan yang

    kompleks dan perlu mempertemukan kepentingan berbagai sektor maka proses

    perencanan fasilitas bandar udara benar benar membutuhkan kajian yang mendalam

    dan keahlian yang kapabel, yang mampu menghasilkan produk perencanaan sesuai

    dengan kriteria kriteria teknis di bidang kebandarudaraan yang berlaku secara

  • 4

    internasional yang dibakukan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization)

    dan merujuk kepada standar peraturan perundangan yang berlaku. Berkaitan dengan

    hal tersebut, saat ini telah dilakukan kegiatan penyusunan studi kelayakan bandar

    udara Kota Bontang.

    Mengacu pada UU No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 201 terkait

    dengan Penetapan Lokasi Bandar Udara, disamping Titik Koordinat Bandar Udara

    juga diperlukan Rencana Induk Bandar Udara. Oleh karena itu, Pemerintah Kota

    Bontang perlu melaksanakan Pekerjaan Penyusunan Rencana Induk Bandar Udara

    Kota Bontang karena merupakan salah satu syarat yang diperlukan dalam rangka

    Proses Penetapan Lokasi Bandar Udara.

    Rencana Induk Bandar Udara adalah pedoman pembangunan dan

    pengembangan bandar udara yang mencakup seluruh kebutuhan dan penggunaan

    tanah serta ruang udara untuk kegiatan penerbangan dan kegiatan penunjang

    penerbangan dengan mempertimbangkan aspek-aspek teknis, pertahanan keamanan,

    sosial budaya serta aspek-aspek terkait lainnya.

    1.2 GAMBARAN UMUM LOKASI

    Kota Bontang yang berada di Propinsi Kalimantan Timur, berjarak 90 Km dari

    Ibukota Propinsi yaitu Kota Samarinda. Secara geografis, Kota Bontang terletak antara

    117o23 Bujur Timur sampai 117 o38 diantara 0o01 Lintang Utara dan 0o12 Lintang

    Utara. Wilayah Kota Bontang didominasi oleh lautan yakni seluas 349,77 km2

    (70,30%), sedangkan wilayah daratannya hanya seluas 147,8 km2 (29,70 %) sehingga

    luas wilayah seluruhnya 497,57 km2 dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

    Sebelah Utara : Kecamatan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur

    Sebelah Selatan : Kecamatan Marangkayu, Kabupaten

    Kutai Kartanegara

    Sebelah Barat : Kecamatan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur

    Sebelah Timur : Selat Makasar

    Wilayah administratif Kota Bontang terdiri dari 3 (tiga) Kecamatan yaitu

    Kecamatan Bontang Utara, Kecamatan Bontang Selatan dan Kecamatan Bontang

    Barat. Kecamatan Bontang Utara terdiri dari 6 Kelurahan yaitu Kelurahan Guntung,

    Kelurahan Loktuan, Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Api-api, Kelurahan Bontang

    Baru, dan Kelurahan Bontang Kuala. Kecamatan Bontang Selatan terdiri dari 6

  • 5

    Kelurahan yaitu Kelurahan Satimpo, Kelurahan Tanjung Laut, Kelurahan Berbas

    Pantai, Kelurahan Berebas Tengah, Kelurahan Tanjung Laut Indah dan Kelurahan

    Bontang Lestari. Kecamatan Bontang Barat terdiri dari 3 Kelurahan yaitu Kelurahan

    Belimbing, Kelurahan Gunung Telihan dan Kelurahan Kanaan.

    Morfologi wilayah Kota Bontang berupa permukaan tanah yang datar, landai

    dan berbukit dan bergelombang. Topografi kawasan Bontang memiliki ketinggian

    antara 1-120 meter dpl dengan kemiringan lereng yang bervariasi dari Pantai Timur

    dan Selatan hingga bagian Barat. Kemiringan lahan Kota Bontang dengan kemiringan

    0-2% (datar) mempunyai luasan 7.211 ha atau 48,79 %. Kemiringan lahan

    bergelombang (3-15%) seluas 4.001 ha atau 27,07%. Proporsi luas lahan dengan

    kemiringan yang curam (16-40%) hampir sama dengan yang bergelombang yaitu

    24,14 % atau 3.568 ha.

    Tabel. 1.1 Luas Kemiringan Lahan (rata-rata) Kota Bontang

    No Kemiringan Luas Ha %

    1 Datar (0-2%) 7.211 48.79 2 Bergelombang (3-15%) 4.001 27.07 3 Curam (16-40%) 3.568 24.14 4 Sangat Curam (> 40%) 0 0.00 Jumlah 14.780 100

    Sumber : RPJP Kota Bontang 2025

  • 6

    Peta Administrasi Wilayah Kota Bontang

  • 7

    BAB II

    LINGKUP PEKERJAAN

    2.1 MAKSUD DAN TUJUAN

    Pendekatan dalam pekerjaan penyusunan ini adalah perencanaan tata guna lahan

    dan perencanaan tata letak fasilitas bandar udara yang mencakup analisis kuantitatif

    dan kualitatif dengan mempertimbangkan faktor teknis, faktor operasional

    termasuk pemanfaatan bandar udara secara optimal, analisis ekonomi dan finansial

    termasuk kebijakan pengembangan nasional/daerah, kebijakan pengembangan

    transportasi nasional, pertahanan dan keamanan, serta aspek kelestarian

    lingkungan.

    Maksud pekerjaan penyusunan Rencana Induk Bandar Udara adalah sebagai

    pedoman yang diperlukan bagi pembangunan dan pengembangan Bandar Udara,

    mencakup analisis kapasitas, kebutuhan dan pemanfaatan lahan, kebutuhan fasilitas

    bandar udara, tata letak fasilitas bandar udara, tahapan pelaksanaan pembangunan,

    daerah lingkungan kerja, daerah lingkungan kepentingan, kawasan keselamatan

    operasi penerbangan, batas kawasan kebisingan serta analisis finansial sampai

    dengan tahun rencana (Target Year).

    Tujuan studi ini adalah mewujudkan suatu bandar udara yang ideal dengan fasilitas

    sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan, sehingga akan d