Kasus Hukum Kontrak

  • View
    10

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Contoh kasus hukum kontrak

Transcript

  • KASUS HUKUM KONTRAKOleh : IR . HARIS PURADIREDJA WIDYAISWARA UTAMA MUDA BIDANG PENGADAAN

    Presentation edited by : TH

  • KASUS PERIKATAN HUKUM KONTRAK KONSTRUKSIPemutusan Kontrak di Proyek Jalan Pemutusan kontrak dalam pengadaan obat

  • KASUS PERIKATAN HUKUM KONTRAK1. Pemutusan Kontrak di Proyek Jalan

  • STUDI KASUS PEMUTUSAN KONTRAK DI PROYEK JALANSuatu kontrak pekerjaan peningkatan jalan, panjang 40 km di Jawa Barat.Penyedia jasa perusahaan JO, kontraktor A (lokal) dan B (asing).Kontraktor A ternyata tidak punya apa-apa, kontraktor B sleeping partner, dalam pelaksanaan pekerjaan kontraktor A sebagai Team Leader dan yang menanda tangani kontraknya, melaksanakan sendiri kontrak pekerjaan tidak sesuai dengan perjanjian JO nya.Dalam pelaksanaan pekerjaan kontraktor A tidak mempunyai modal yang cukup, sewa alat-alat besar tidak dibayar, sub kontraktor usaha kecil tidak dibayar, pengembalian kredit ke bank macet, akibatnya : a. penyewa alat membongkar paksa alat-alat beratnya dilapangan karena sewa alatnya tidak dibayar. b. pelaksanaan pekerjaan dilapangan terhenti total.

  • STUDI KASUS PEMUTUSAN KONTRAK DI PROYEK JALANPemutusan kontrak berlarut-larut , pimpro tidak berani mengambil tindakan tegas karena komisaris utama perusahaan adalah mantan pejabat tinggi dan mantan gubernur.( kondisi ini dimanfaatkan benar oleh kontraktor ).13 tahun kemudian kontraktor menggugat pimpro ke pengadilan karena dulu merasa tidak perlakukan secara adil.

  • PERTANYAANNYA ADALAH :

    LANGKAH-LANGKAH APA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH PIMPRO DALAM MENGHADAPI KONDISI SEPERTI ITU ?BAGAIMANA TAHAP-TAHAP MENUJU KEPADA PROSES PEMUTUSAN KONTRAK?3. BAGAIMANA PROSES GUGATAN PERDATA DIPENGADILAN ?

  • LANGKAH2 YANG DIPERLUKANLakukan pre construction meeting , tegaskan tugas dan kewajiban kontraktor.program mobilisasi, masukan dalam adendum kontrak : jadual waktu pelaksanaan ( curva S ). Berikan test case 3 bulan pembuktian pencapaian target fisik.Setiap pekerjaan harus ada request dan approval.Buat laporan harian (mencatat : jumlah tenaga yang ada di lapangan, bahan dan peralatan yang tersedia, volume yang dihasilkan, data hujan) nantinya diminta hakim sebagai bukti Kontraktor wanprestasiBuat teguran untuk setiap keterlambatan pekerjaan, ingatkan pasal-pasal terkait dengan sanksi/putus kontrak.Lakukan rapat pembuktian setiap 3 bulan pada kondisi keterlambatan yang telah mencapai kritis, berikan peringatan-peringatan. Butir 4. dan 5. lakukan secara terus menerus.

  • TAHAP-TAHAP MENUJU PROSES PEMUTUSAN KONTRAKPeriksa dengan teliti pasal-pasal dokumen kontrak tentang pemutusan kontrak (pasal 59 ), misalkan ada yang berbunyi :kontraktor dapat diputus kontrak apabila dalam periode 28 hari berturut-turut terbukti tidak bekerja atau kontraktor meninggalkan lapangan.Harus terbukti secara dokumentasi bahwa kontraktor memang tidak bekerja selama 28 hari berturut2 yaitu dari bukti laporan harian .3. Putus kontrak secara sepihak dapat dilakukan dalam hal keterlambatan melebihi jumlah denda per hari senilai jaminan pelaksanaan.Setelah diyakini kontraktor tidak mungkin dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditetapkan dalam kontrak , KELUARKAN SURAT PEMUTUSAN KONTRAK SECARA SEPIHAK.Sita jaminan pelaksanaan, setorkan ke kas negara (periksa dengan teliti masa laku jaminan pelaksanaan, ajukan claim sebelum habis masa berlaku jaminan)Bentuk panitia pemutusan kontrak, undang kontraktor untuk hitung-hitungan, buat berita acara pemutusan kontrak.Simpan dokumen proyek ditempat yang aman yang setiap saat dapat dengan mudah dicari.

  • PROSES GUGATAN DI PENGADILAN13 tahun kemudian kontraktor menggugat kepengadilan didahului dengan somasi, somasi dilakukan 5 kali.Setiap somasi harus dijawab, bila tidak dijawab kontraktor dapat mengajukan gugatannya langsung ke pengadilan.Kontraktor mendaftarkan gugatannya kepengadilan.Pimpro membuat eksepsi atas gugatan kontraktor (disarankan menggunakan pengacara dari luar, seharusnya pengacara disediakan dari staf Biro Hukum, tapi biasanya kualifikasinya lemah, dan dari pengalaman pimpro sering kalah di pengadilan).5. Pengadilan melakukan pemanggilan untuk sidang di pengadilan.6. Sidang ke 1. replik : mendengarkan gugatan kontraktor,7. Sidang ke 2. duplik : mendengarkan eksepsi dari pimprodst.8. Keputusan pengadilan Negeri (belum merupakan Keputusan tetap).9. Yang kalah tidak menerima putusan pengadilan, dapat mengajukan banding ke Pengadilan tinggi, paling lambat 2 minggu sejak Keputusan Pengadilan negeri.

  • PROSES GUGATAN DI PENGADILANKontraktor membuat Memori banding, dan Pimpro membuat kontra Memori banding ( Pimpro bisa saja tidak membuat Memori banding, atau tidak menggunakan haknya, Pimpro dapat saja membiarkan/tidak mengurus proses banding tsb berjalan apa adanya).Akan ada pemberitahuan kepada pimpro dari Pengadilan negeri bahwa Memori banding akan dikirim ke Pengadilan tinggi, dan diberi waktu 2 minggu kepada pimpro untuk menyiapkan kontra memori banding).Pengadilan tinggi hanya memeriksa berdasarkan berkas memori banding yang diajukan. Pengadilan tinggi dapat : mengukuhkan putusan PN, membatalkan putusan PN, atau membuat putusan sendiri yang sama sekali tidak berdasarkan putusan PN (merubah sifat putusan PN).Pencabutan gugatan banding dapat dilakukan sebelum putusan Pengadilan tinggi15. Yang kalah tidak menerima putusan pengadilan tinggi, dapat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), paling lambat 2 minggu sejak Keputusan Pengadilan tinggi.

  • KASUS PERIKATAN HUKUM KONTRAK 2. Pemutusan kontrak dalam pengadaan obat

  • PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN KONTRAKKASUS PENGADAAN OBATSuatu kontrak pengadaan obat senilai Rp. 1,4 miliar, ditandatangani pada bulan 15 juni 2005 dan waktu pelaksanaan berahir 15 agustus 2005 (2 bulan) Jaminan pelaksanaan dari bank asli diserahkan sebelum tanda tangan kontrak senilai 5% (Rp.70 juta) dan jaminan uang muka asli dari bank senilai 20% senilai (Rp.280 juta) Penyerahan obat tidak dapat diserahkan sesuai waktu yang tersedia, karena terjadi masalah produksinya pabriknya diluar negeri, karena obat dibutuhkan proyek mengambil kebijaksanaan untuk memperpanjang waktu penyerahan obat/memperpanjang kontrak selama 2 bulan sampai dengan 15 oktober 2005.Suplier tetap tidak dapat menyerahkan obat sebelum 15 oktober 2005 dan dilakukan pemutusan kontrak.

  • PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN KONTRAKKASUS PENGADAAN OBATPERMASALAHAN :Pada waktu akan diperpanjang, jaminan pelaksanaan asli dan jaminan uang muka asli dipinjam suplier dengan alasan untuk keperluan perpanjangan berlaku jaminan, namun sampai dengan putus kontrak, kedua jaminan tidak diperpanjang dan jaminan asli keduanya tidak dikembalikan. Masih ada sisa fisik 60% yang belum dibayar, dan suplier tidak mau menandatangani pengajuan pembayarannya, karena tidak mau pembayaran diperhitungkan / dipotong sisa uang muka yang belum dikembalikan dan jaminan pelaksanaan senilai Rp.75 juta (5%).

  • PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN KONTRAKPERMASALAHAN :3. Apakah dibenarkan telah memperpanjang kontrak menjadi 4 bulan dengan alasan karena kebutuhan instansi yang mendesak pada saat itu ? 4. Apakah alasan keterlambatan produksi pabrik termasuk keadaan memaksa / diluar kemampuan suplier (bukankah itu termasuk resiko suplier ?)5. Kalau suplier tidak bersedia menagih, dan dana dalam DIPA hangus bagaimana penyelesaiaannya ?

  • PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK PERMASALAHAN :6. Apakah KPPN mau membayar tanpa permohonan / tandatangan tagihan dari suplier ?7. Suplier wanprestasi (tidak memperpanjang jaminan pelaksanaan / uang muka, dan tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai yang diperjanjikan dalam kontrak) kenapa kita takut ke pengadilan ?

  • PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN KONTRAKLANGKAH TINDAKAN TURUN TANGAN PENANGANAN MASALAH Masalah harus diselesaikan sebelum akhir tahun anggaran berakhir, dengan mengupayakan agar : a. Suplier mau mengajukan tagihan sisa fisik 60%, mau dipotong jaminan pelaksanaan / jaminan uang muka, dipotong denda keterlambatan. b. Lakukan negosiasi melalui mediasi, bila perlu buat bargaining, kesepakatan2 yang win win solutionBila tidak tercapai kesepakatan : a. Buat berita acara pemutusan kontrak, sampaikan tertulis kepada suplier, buat peringatan2 akan hangusnya dana tersedia dalam DIPA b. Siapkan/lengkapi dokumen2 pendukung dalam rangka menghadapi gugatan suplier ke pengadilan.

  • PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK KESIMPULANJangan sampai pemeriksa berpendapat memperpanjang waktu untuk menghindarkan denda.Pemutusan kontrak dilakukan setelah keterlambatan melampaui nilai jaminan pelaksanaan, jadi denda tetap dikenakan.Suplier dari awal berniat tidak baik, tidak memperpanjang jaminan uang muka dan jaminan pelaksanaan, agar proyek tidak dapat mencairkan.Pengguna B/J lalai telah memberikan jaminan asli yang seharusnya tidak boleh diserahkan aslinya, bendaharawan dianggap lalai karena dipandang sebagai orang yang paling mengetahui tentang keuangan.

  • PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK

    KESIMPULANBerikan peringatan secara terus menerus, mengingatkan bahwa dana tersedia dapat dicairkan sampai dengan medio Desember 2005 bila tidak hangus dan tidak dapat dibayar (peringatan tertulis dan dengan tanda terima surat.Siap kondisi paling buruk digugat ke pengadilan, kumpulkan dokumen-dokumen pendukung untuk bukti di Pengadilan / jawaban eksepsi.Pemutusan kontrak tidak dapat dihindarkan, Tahun Anggaran akan berakhir dan suplier diyakini tidak dapat menyelesaikan pekerjaa