of 89 /89

KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

Embed Size (px)

Text of KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur...

Page 1: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan
Page 2: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

i

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT/Tuhan Yang Maha

Esa, Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Badan

Perencanaan pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda

Litbang) Kabupaten Barito Utara Tahun 2017 telah rampung kami susun.

Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bappeda Litbang

tahun 2017 disusun sesuai dengan ketentuan Pasal 69 Ayat (1) Undang-Undang

Nomor 23 Tahun 2014 tentan Pemerintahan Daerah, yang kemudian diatur lebih

lanjut dengan Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2007 tentang Laporan

Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kepada Pemerintah , Laporan Keterangan

Pertanggung Jawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat

Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada

Masyarakat. Dengan demikian LKPJ Bappeda Litbang Kabupaten Barito Utara

tahun 2017 ini merupakan informasi capaian pelaksanaan kinerja pembangunan

selama satu tahun anggaran 2017 dan merupakan bagian tak teripisahkan dari

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Barito Utara

tahun 2013-2018.

Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bappeda

Litbang Kabupaten Barito Utara Tahun 2017 merupakan suatu kewajiban yang

akan disampaikan Kepada Bupati Kabupaten Barito Utara untuk selanjutnya

dievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah.

Demikian Laporan ini disampaikan sebagai bahan evaluasi

Penyelenggaraan Pemerintahaan Daerah di Bappeda Litbang.

Muara Teweh, Februari 2018Kepala Bappeda LitbangKabupaten Barito Utara

Drs. M U H L I SPembina Utama Muda (IV/c)NIP. 19681230 199203 1 005

Page 3: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

ii

DAFTAR ISI

Daftar Isi ...................................................................................................... i

Kata Pengantar ........................................................................................... ii

BAB I Pendahuluan................................................................................. 1

A. Dasar Hukum....................................................................................... 1

B. Gambar Umum Daerah ....................................................................... 2

BAB II Kebijakan Pemeriah Tahun 2017.................................................. 1

A. Visi dan Misi ........................................................................................ 1

B. Strategi dan Arah Kebijakan Daerah ................................................... 8

BAB III Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah........................ 1

A. Pengelolaan Pendapatan Daerah........................................................ 1

B. Pengelolaan Belanja Daerah............................................................... 11

C. Permasalahan dan Solusi.................................................................... 20

BAB IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah.............................. 1

A. Urusan Wajib yang Dilaksanakan........................................................ 1

BAB V Penutup......................................................................................... 1

A. Kesimpulan.......................................................................................... 1

Page 4: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

1

I -I -

I -

BAB I

PENDAHULUAN

A. DASAR HUKUMSebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016

tentang Perangkat Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,

Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Barito Utara

merupakan salah satu Badan Daerah Kabupaten unsur penunjang urusan

pemerintah di bidang perencanaan, penelitian dan pengembangan.

Bappeda Litbang Kabupaten Barito Utara mempunyai tugas membantu

bupati dalam melaksanakan fungsi penunjang Urusan Pemerintahan yang

menjadi kewenangan Daerah kabupaten dalam rangka pelaksanaan tugas

menyelenggarakan fungsi penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan

tugas dukungan teknis, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan

tugas dukungan teknis, dan pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-

fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang perencanaan,

penelitian dan pengembangan.

Bappeda Litbang sebagai suatu organisasi dituntut mampu menyesuaikan

diri dengan iklim perubahan (learning organization). Hal demikian sangat

dibutuhkan terutama dalam menyikapi restrukturisasi organisasi perangkat

daerah Kabupaten Barito Utara sebagaimana diatur dalam Peraturan

Daerah Kabupaten Barito Utara Nomor 03 Tahun 2008 yang telah

beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Daerah Nomor 38 Tahun

2016 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah.

Nomenklatur Bappeda Litbang menjadi Sekretariat, Bidang Perencanaan

Pembangunan Sosial Budaya, Bidang Perencanaan Pembangunan

Ekonomi, Bidang Perencanaan Pembangunan Fisik dan Prasarana, dan

Bidang Pengendalian Pengembangan dan Penelitian.

Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Barito Utara Nomor 05 Tahun 2015

sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Daerah 38 Tahun 2016

Page 5: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

2

I -I -

I -

tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten

Barito Utara tersebut menetapkan tugas pokok dan fungsi Bappeda

Kabupaten Barito Utara sebagai berikut :

1. Tugas Pokok

Menyelenggarakan tugas tertentu dibidang perencanaan

pembangunan Ekonomi, Fisik Prasarana, Sosial Budaya,

Penelitian dan Pengembangan, serta pengendalian

pembangunan.

2. Fungsi

a. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang

perencanaan pembangunan ekonomi, fisik prasarana, sosial

budaya, penelitian dan pengembangan, serta pengendalian.

b. Pembinaan dan pelayanan umum dibidang perencanaan

pembangunan bidang ekonomi, fisik prasarana, sosial budaya,

penelitian dan pengembangan, serta pengendalian.

c. Pelaksanaan dan bimbingan teknis dibidang perencanaan

pembangunan bidang ekonomi, fisik prasarana, sosial budaya,

penelitian dan pengembangan, serta pengendalian.

d. Pembinaan urusan tata usaha badan.

B. GAMBARAN UMUM DAERAH1. Kondisi Geografis Daerah, Batas Administrasi Daerah, Topografis

dan Hal Lainnya yang dianggap perlu.

Kabupaten Barito Utara adalah salah satu Kabupaten di Provinsi

Kalimantan Tengah yang berada di tengah-tengah Pulau Kalimantan

dan terletak di daerah khatulistiwa yaitu pada posisi 114°27'3,32'' -

115°50'47'' Bujur Timur dan 0°49'00'' Lintang Utara - 1°27'00''

Lintang Selatan. Pada umumnya Kabupaten Barito Utara dari

sebelah Selatan ke Timur merupakan dataran agak rendah

sedangkan ke arah Utara dengan bentuk daerah berbukit-bukit

Page 6: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

3

I -I -

I -

lipatan, patahan yang dijajari oleh pegunungan Muller/Schwaner.

Bagian wilayah dengan kelerengan 0- 2% terletak dibagian selatan

tepi Sungai Barito yaitu Kecamatan Montallat dan Teweh Tengah

seluas 165 Km² atau (2%). Bagian wilayah dengan kemiringan 2-

15% tersebar di semua kecamatan seluas 1.785 Km² atau (21,5%).

Bagian wilayah dengan kemiringan 15-40% tersebar di semua

kecamatan seluas 4.275 Km² atau (51,5 persen) dan Bagian wilayah

dengan kemiringan di atas 40% seluas 2.075 Km² atau (25%).

Sungai di Kabupaten Barito Utara sangat memegang peranan

penting, jauh sebelum adanya jalur jaringan jalan darat, transportasi

sungai paling banyak digunakan khususnya pada daerah yang

berbasis utama pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito dan anak

sungainya.Wilyah Kabupaten Barito Utara dialiri oleh Daerah Aliran

Sungai Barito memanjang dari Hulu Barito dan ke hilir yang sejalur

dengan Kabupaten Barito Selatan dengan panjang sungai lebih

kurang 900 Km dan lebar aliran sungai kurang lebih 650 m dengan

kedalaman mencapai kurang lebih 8 m, bermuara ke Laut Jawa.

Selain itu juga terdapat anak-anak sungai yang mengalir ke sungai

Barito, antara lain :

Anak Sungai Montallat dengan panjang kurang lebih 11,25

Km dan lebar 68 meter dengan kedalaman 4-5 meter.

Anak Sungai Teweh dengan panjang kurang lebih 87,50 Km

dan lebar 84 meter dengan kedalaman 4-5 meter.

Anak Sungai Lahei dengan panjang kurang lebih 77,50 Km

dan lebar 90 meter dengan kedalaman 5-6 meter.

Di Kabupaten Barito Utara terdapat juga danau yang berada di

sekitar Desa Butong. Menurut keadaan wilayahnya, Kabupaten

Barito Utara tanahnya terdiri dari berbukit-bukit dengan ketinggian

dari permukaan laut antara 25-400 m. Sedangkan dataran rendah

terdapat pada bagian Selatan membentang sejauh lebih kurang 150

Km ke Utara dan merupakan tanah dengan derajat keasaman

Page 7: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

4

I -I -

I -

kurang dari 7. Pada kiri kanan dataran rendah tersebut terdiri dari

dataran tinggi, perbukitan, pegunungan lipatan dan patahan,

terdapat adanya tanah berwarna merah, kuning serta batuan induk

hasil endapan, batuan beku dan batu-batuan lainnya. Berdasarkan

keadaan tanah yang ada, maka jenis tanah yang terdapat di

Kabupaten Barito Utara yaitu : Aluvial terdapat di aliran sungai,

Regosol, terdapat menyebar di bagian selatan wilayah Kabupaten

Barito Utara, Podsolik, merah kuning dengan induk batu-batuan dan

batuan beku, terdapat pada wilayah yang berbukit, Kambisol, Okisol

(Laterik) terdapat di wilayah bagian atas dan paling luas, keadaan

medan bergelombang dan berbukit.

Secara administratif, Kabupaten yang terletak di Daerah Aliran

Sungai (DAS) Barito ini mempunyai batas-batas wilayah sebagai

berikut :

- Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Murung Raya dan

Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur.

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Barito Selatan

dan Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan.

- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat dan

Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur.

- Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kapuas dan

Kabupaten Murung Raya.

Luas Wilayah Kabupaten Barito Utara atas dasar Digitasi

Planimetris adalah 1.019.143 ha atas peta RTRWP Provinsi

Kalimantan Tengah dalam Perda Nomor 08 Tahun 2003 tentang

Peta RTRWP Provinsi Kalimantan Tengah. Berdasarkan publikasi

statistik daerah dari BPS Kabupaten Barito Utara Tahun 2017, luas

wilayah Kabupaten Barito Utara adalah 8300 Km². Luas Wilayah

Barito Utara adalah 5,28% dari bagian wilayah Provinsi Kalimantan

Tengah yang terdiri dari 9 (sembilan) kecamatan, 93 desa dan 10

kelurahan, dapat diketahui bahwa kecamatan yang memiliki wilayah

terluas di Kabupaten Barito Utara adalah Kecamatan Lahei dengan

Page 8: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

5

I -I -

I -

luas wilayah 1.618,48 Km², atau 19,50% terhadap luas Kabupaten

Barito Utara, kemudian Kecamatan Gunung Purei seluas 1.468,00

Km² atau 17,69% dari luas Kabupaten Barito Utara, Sedangkan

Kecamatan yang memiliki luas wilayah terkecil adalah Kecamatan

Teweh Selatan yaitu hanya 485,64 Km² atau 5,85% dari luas

Kabupaten Barito Utara.

Secara terperinci luas wilayah masing-masing kecamatan di

Kabupaten Barito Utara menurut data tahun 2016, yaitu :

Tabel I.1Luas Wilayah per Kecamatan

Kabupaten Barito Utara Tahun 2016

No Kecamatan Luas (Km²)Persentase

(%)

1 Montallat 553,00 6,66

2 Gunung Timang 890,00 10,72

3 Gunung Purei 1.468,00 17,69

4 Teweh Timur 592,22 7,14

5 Teweh Tengah 585,36 7,05

6 Teweh Baru 812,78 9,79

7 Teweh Selatan 485,64 5,85

8 Lahei 1618,48 19,50

9 Lahei Barat 1294,52 15,60

Total Luas Wilayah 8.300,00 100,00

Keadaan iklim di daerah Kabupaten Barito Utara termasuk iklim

sangat basah. Sesuai pengamatan Stasiun Meteorologi Beringin

Muara Teweh, keadaan temperatur udara rata-rata maximum lebih

kurang 33,5ºC dan minimum kurang lebih 23,4ºC (keadaaan bulan

Januari s/d Desember 2016) dengan rata-rata curah hujan tercatat

Page 9: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

6

I -I -

I -

291 mm dan rata-rata hari hujan sebanyak 20 hari setiap bulan

dengan kelembaban udara rata-rata 84%. Berdasarkan data dari

Stasiun Beringin Muara Teweh tahun 2016, intensitas curah hujan

tertinggi terjadi pada bulan Februari 2016, yaitu selama 28 hari

dengan curah hujan sebesar 484 m³.

Penggunaan Lahan

Salah satu wujud peran pemerintah sebagai fasilitator untuk

tumbuh dan berkembangnya prakarsa masyarakat di sektor

perumahan dan permukiman, antara lain dengan diterbitkannya

surat-surat keputusan pemerintah mengenai hak-hak atas tanah

seperti Hak Milik, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai dan Hak-Hak

Lainnya melalui Institusi Pemerintah yaitu Badan Pertanahan

Nasional (BPN). Berdasarkan data yang tersedia, nampaknya status

kepemilikan tanah ini harus menjadi perhatian utama pada masa-

masa mendatang, karena yang tercatat hanya di kawasan perkotaan

saja yang sudah memiliki Sertifikat Hak Milik yaitu di kecamatan

Teweh Tengah. Sedangkan kecamatan lainnya belum tercatat

memiliki adanya Sertifikat Hak Milik. Hal ini juga berarti kawasan

pedesaan belum memiliki status penguasaan lahan/tanah yang

jelas.

Akselerasi pembangunan ekonomi pada era otonomi daerah

yang berorientasi pada peningkatan daya serap investasi daerah di

Kabupaten Barito Utara menyebabkan terjadinya ekpansi aktivitas

ekonomi yang cukup signifikan.

Hal ini terutama terjadi pada ruang-ruang wilayah tempat

terkonsentrasinya sumberdaya alam dan alokasi-alokasi

sumberdaya ekonomi, kondisi ini sangat berpengaruh pada pola

struktur ruang wilayah dan distribusi penggunaan lahan daerah.

Oleh karena itu, tantangan kedepan tata ruang dan

pengembangan wilayah di Kabupaten Barito Utara adalah seoptimal

mungkin meminimalisir terjadinya disparitas dan kesenjangan

Page 10: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

7

I -I -

I -

spasial sebagai dampak dari ekpansi investasi dan pertumbuhan

ekonomi lokal daerah. Berdasarkan data pada Raperda RTRW

Kabupaten Barito Utara Tahun 2011 yang telah mendapat

persetujuan substansi dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik

Indonesia, Wilayah Kabupaten Barito Utara dipergunakan untuk

berbagai kepentingan.

Kawasan Hutan Lindung yang terdiri dari daerah sempadan,

cagar alam dan hutan lindung dengan total mencapai 5,57% dari

total wilayah Kabupaten Barito Utara. Kawasan budidaya kehutanan

yang meliputi Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Produksi

(HT) dengan total mencapai 44,78% dari total wilayah Kabupaten

Barito Utara. Kawasan budidaya non kehutanan adalah kawasan

yang terluas dengan total mencapai 49,65% dari total wilayah

Kabupaten Barito Utara yang meliputi kawasan pertanian tanaman

pangan, kawasan cadangan lahan pertanian, kawasan perkebunan

dan holtikultura, kawasan permukiman perkotaan, kawasan

permukiman pedesaan, areal transmigrasi, kawasan pertambangan

migas, kawasan pertambangan batubara operasi produksi, kawasan

industri, kawasan peruntukan pariwisata dan kawasan budidaya

lainnya.

Pada kawasan budidaya non kehutanan ini nampaknya harus

menjadi perhatian, karena pada kawasan inilah penduduk dan

segala aktivitasnya dapat dikembangkan dikemudian hari. Dari Total

peruntukan ruang di wilayah Kabupaten Barito Utara tersebut masih

terdapat kawasan yang di Holding Zone dengan kawasan lain yaitu

antara kawasan pertambangan batubara operasi produksi dengan

kawasan budidaya kehutanan, daerah sempadan sungai/danau,

kawasan perkebunan holtikultura, kawasan pertanian tanaman

pangan, kawasan pertambangan migas, kawasan permukiman

perkotaan, kawasan permukiman desa, areal transmigrasi dan

kawasan pariwisata, dengan total Holding Zone mencapai 10,28%.

Page 11: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

8

I -I -

I -

Perkembangan terkini mengenai penggunan ruang ini, dengan

adanya perubahan Rencana Tata Ruang yang nampaknya masih

belum berhasil dilegalkan karena Rencana Tata Ruang Provinsi

Kalimantan Tengah masih belum mendapatkan persetujuan dari

Pemerintah Pusat.

Akibat dari semua itu menyebabkan tidak bisa dilakukan

pengesahan terhadap Rencana Tata Ruang Kabupaten.

Tabel I.2Peruntukan Ruang Kabupaten Barito Utara

No.Peruntukan

RuangLuas (Ha)

Persentase(%)

Keterangan

I KAWASAN LINDUNG1 Daerah

Sempadan (DS)

18.647,29 1,83

2 Cagar Alam

(CA)

5.885,00 0,58 Sesuai

SK.Menhutbun

No.85/Kpts-

II/1999 tgl. 25-

02-1999

3 Hutan Lindung

(HT)

32.201,87 3,16

Sub Jumlah I 56.734,16 5,57

II KAWASAN BUDIDAYA KEHUTANAN

1 Hutan Produksi

Terbatas (HPT)

326.461,69 32,03

2 Hutan Produksi

(HP)

129.929,17 12,75

Sub Jumlah II 456.390,85 44,78

III KAWASAN BUDIDAYA NON KEHUTANAN

Page 12: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

9

I -I -

I -

1 Pertanian

Tanaman

Pangan

8.538,28 0,84

2 Cadangan

Lahan Pertanian

1.872,23 0,18

3 Perkebunan dan

Hortikultura

69.183,286 6,79

4 Permukiman

Perkotaan

8.512,67 0,84

5 Permukiman

Pedesaan

43.998,35 4,32

6 Areal

Transmigrasi

31.757,33 3,12

7 Pertambangan

Migas

24.378,40 2,39

8 Pertambangan

Batubara

Operasi

Produksi

104.273,62 10,23

9 Kawasan

Industri

969,04 0,10

10 Peruntukan

Pariwisata

2.038,34 0,20

11 Kawasan

Budidaya

Lainnya

210.496,45 20,65

Sub Jumlah III 506.017,99 49,65

TOTALPERUNTUKANRUANG I+II+III

1.019.143,00 100,00

IV PERTAMBANGAN BATUBARA OPERASI PRODUKSI(HOLDING ZONE)

Page 13: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

10

I -I -

I -

1 Kawasan

Budidaya

Kehutanan

63.513,26 6,23 Holding Zone

2 Daerah

Sempadan

Sungai/Danau

4.842,06 0,48 Holding Zone

3 Kawasan

Perkebunan

Holtikultura

12.192,24 1,20 Holding Zone

4 Kawasan

Pertanian

Tanaman

Pangan

1.612,89 0,16 Holding Zone

5 Kawasan

Pertambangan

Migas

2.951,07 0,29 Holding Zone

6 Kawasan

Permukiman

Perkotaan

2.367,79 0,23 Holding Zone

7 Kawasan

Permukiman

Desa

13.319,76 1,31 Holding Zone

8 Areal

Transmigrasi

3.478,31 0,34 Holding Zone

9 Kawasan

Pariwisata

540,00 0,05 Holding Zone

TOTAL HOLDINGZONE

104.817,38 10,28

Sumber : Raperda RTRW Kabupaten Barito Utara 2011

2. Gambaran Umum Demografis, Jumlah Penduduk, Komposisi

Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Struktur Usia, Jenis Pekerjaan,

dan Pendidikan.

Page 14: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

11

I -I -

I -

Jumlah penduduk Kabupaten Barito Utara pada tahun 2016

berjumlah 128.400 jiwa berdasarkan Badan Pusat Statistik. Jumlah

penduduk perempuan lebih kecil dari penduduk lak-laki, yaitu

48,04% perempuan dan 51,96% laki-laki. Penduduk Kabupaten

Barito Utara didominasi penduduk usia muda (0-19 Tahun). Dengan

luas wilayah 8.300 km2 , kepadatan penduduk pada tahun 2016

adalah 15 jiwa/km² . Hal ini berarti setiap wilayah seluas 1 km² dihuni

sekitar 15 jiwa. Kepadatan penduduk tertinggi berada di Kecamatan

Teweh Tengah, yaitu sebesar 76 jiwa/km² . Penyebabnya adalah

pusat ekonomi masyarakat di Kabupaten Barito Utara berada di Kota

Muara Teweh yang terletak di Kecamatan Teweh Tengah.

Sedangkan kepadatan penduduk terendah berada di Kecamatan

Gunung Purei, yaitu sebesar 2 jiwa/km².

Tabel I.3Jumlah Desa/Kelurahan dan Penduduk

Kabupaten Barito Utara Tahun 2016

No KecamatanIbukota

Kecamatan

Jumlah JumlahPendudukDesa Kelurahan

1 Montallat Tumpung

Laung

6 4 11.202

2 Gunung

Timang

Kandui 16 0 10.531

3 Gunung Purei Lampeong 11 0 2.547

4 Teweh Timur Benangin 12 0 6.085

5 Teweh

Tengah

Muara

Teweh

8 2 44.519

6 Lahei Lahei 11 2 12.382

7 Teweh Baru Hajak 8 2 17.750

Page 15: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

12

I -I -

I -

8 Teweh

Selatan

Traheyan 10 0 13.346

9 Lahei Barat Benao 11 0 10.038

JUMLAH 93 10 128.400

Sumber : Kabupaten Barito Utara Dalam Angka Tahun 2017

Secara umum, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak daripada

jumlah penduduk perempuan. Hal ini ditunjukkan dari angka sex ratio

yang nilainya lebih besar dari 100. Sex ratio pada tahun 2016

sebesar 108 yang berarti bahwa terdapat sekitar 108 penduduk laki-

laki pada setiap 100 penduduk perempuan. Berdasarkan komposisi

penduduk menurut kelompok umur, persentase penduduk usia

produktif (15-64 tahun) lebih besar dibanding penduduk usia tidak

produktif yaitu sekitar 67,97 persen dari jumlah seluruh penduduk.

Apabila penduduk usia produktif dapat diberdayakan secara

maksimal, maka akan berdampak pada semakin baiknya

pembangunan ekonomi maupun sosial di Kabupaten Barito Utara.

Tabel I.4Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur

dan Jenis Kelamin Kabupaten Barito Utara Tahun 2016

Kelompok UmurJenis Kelamin

JumlahLaki-laki Perempuan

0 - 4 6.241 6.096 12.337

5 - 9 6.522 6.083 12.605

10 - 14 6.239 6.019 12.258

15 - 19 5.563 5.362 10.925

20 - 24 5.058 4.901 9.959

25 - 29 5.603 5.340 10.943

30 - 34 5.900 5.456 11.356

35 - 39 5.895 5.703 11.958

40 - 44 5.705 4.939 10.644

45 – 49 4.564 3.938 8.502

Page 16: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

13

I -I -

I -

50 - 54 3.482 2.619 6.101

55 - 59 2.301 1.916 4.217

60 - 64 1.683 1.344 3.027

65 - 69 956 926 1.882

70 - 74 541 518 1.059

75 + 462 525 987

Jumlah/Total 66.715 61.685 128.400Sumber : Kabupaten Barito Utara Dalam Angka Tahun 2017

Tabel I.5Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang BekerjaSelama Seminggu yang Lalu Menurut Lapangan Pekerjaan

Utama dan Jenis Kelamindi Kabupaten Barito Utara, 2015

LapanganPekerjaan

Utama

Jenis Kelamin Jumlah

Laki-laki Perempuan

1 20.341 11.399 31.740

2 2.709 - 2.709

3 1.296 1.054 2.350

4 - - -

5 2.164 232 2.396

6 3.580 6.128 9.708

7 2.481 83 2.564

8 472 225 697

9 7.528 4.082 11.610

Jumlah/Total 40.571 23.203 63.774

Keterangan :

1 . Pertanian, Kehutanan, Perburuan, dan Perikanan.

2. Pertambangan dan Penggalian.

3. Industri Pengolahan.

Page 17: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

14

I -I -

I -

4. Listrik, Gas, dan Air.

5. Bangunan.

6. Perdagangan Besar, Eceran, Rumah Makan, dan Hotel.

7. Angkutan, Pergudangan, dan Komunikasi.

8. Keuangan, Asuransi, Usaha Persewaan Bangunan, Tanah, dan Jasa

Perusahaan.

9. Jasa Kemasyarakatan, Sosial, dan Perorangan.

Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2015.

Kabupaten Barito Utara Dalam Angka 2017.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten Barito Utara

antara tahun 2013 sampai 2015, cenderung menurun. TPAK pada

tahun 2015 sebesar 74,29 persen. Hal ini berarti dari total penduduk

usia kerja (15 tahun ke atas) di Kabupaten Barito Utara, sebesar

74,29 persen penduduk usia 15 tahun keatas termasuk dalam

angkatan kerja. Angkatan kerja terdiri dari orang yang bekerja dan

pengangguran terbuka. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun

2015 sebesar 4,78 persen atau sebanyak 3.199 orang dari total

angkatan kerja sebanyak 66.973 orang. Salah satu usaha

Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara untuk mengurangi

tingkat pengangguran adalah melalui pendidikan/ kursus di Dinas

Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Kabupaten Barito Utara. Pada tahun 2016, beberapa kursus yang

dilaksanakan antara lain kursus las (teknologi mekanik), sepeda

motor (otomotif), menjahit dan akuntansi.

Page 18: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

15

I -I -

I -

Tabel I.6

Statistik Ketenakerjaan

Kabupaten Barito Utara, 2013-2015

Uraian 2013 2014 2015

Jumlah Penduduk

Usia Kerja

83.249 88.988 90.148

Angkatan Kerja 63.220 67.216 66.973

Bekerja 61.316 64.974 63.774

Pengangguran

Terbuka

1.904 2.242 3.199

Bukan Angkatan

Kerja

20.029 21.772 23.175

TPAK (%) 75,94 75,53 74,29

TPT (%) 3,01 3,34 4,78

Sumber : Kabupaten Barito Utara Dalam Angka 2014 - 2016

Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan

kualitas SDM. Gambaran umum keadaan pendidikan di Kabupaten

Barito Utara antara lain tercermin dari ketersediaan jumlah sarana

dan prasarana penunjang pendidikan, murid dan guru di setiap

sekolah. Di Kabupaten Barito Utara pada jenjang Sekolah Dasar/SD

untuk tahun ajaran 2016/2017 seorang guru rata-rata mengajar 9

murid. Untuk jenjang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah/MI rata-rata

seorang guru mengajar 13 murid, Sekolah Menengah Pertama/SMP

10 murid, Madrasah Tsanawiyah/MTs 12 murid, Sekolah Menengah

Atas/SMA dan Sekolah Menengah Kejuruan/SMK 8 murid dan di

jenjang Madrasah Aliyah/MA beban seorang guru mengajar 10

murid. Selama tahun 2013-2015, rata-rata lama sekolah penduduk

di Barito Utara tidak berubah, yaitu 8 tahun. Hal ini berarti rata-rata

penduduk Kabupaten Barito Utara hanya menyelesaikan jenjang

pendidikan hingga kelas 2 Sekolah Menengah Pertama/SMP. Angka

ini menunjukkan bahwa program wajib belajar 9 tahun yang

Page 19: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

16

I -I -

I -

dicanangkan Pemerintah masih belum tercapai di Kabupaten Barito

Utara. Tingkat partisipasi sekolah cenderung menurun seiring

dengan bertambahnya usia. Pada tahun 2014-2016, sekitar 98,21

persen anak usia 7-12 tahun masih bersekolah, sekitar 94,98 persen

anak usia 13-15 tahun masih bersekolah, sekitar 64,54 persen anak

usia 16-18 tahun yang bersekolah dan sekitar 32,72 persen saja

anak usia 19-24 tahun yang bersekolah. Ini menunjukkan bahwa

semakin berkurangnya jumlah anak yang melanjutkan pendidikan ke

jenjang yang lebih tinggi.

Tabel I.7

Indikator Pendidikan Kabupaten Barito Utara

2014–2016

Uraian 2014 2015 2016

Harapan Lama

Sekolah (Tahun)

11,15 11,50 11,96

Rata-Rata Lama

Sekolah (Tahun)

8,00 8,33 8,34

Tingkat Partisipasi Sekolah

7-12 100,00 99,19 98,21

13-15 94,78 97,63 94,98

16-18 63,02 77,32 64,54

19 - 24 10,84 12,91 32,72

Sumber: BPS, Susenas (2014-2016) & Kabupaten Barito Utara DalamAngka 2017

Page 20: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

17

I -I -

I -

Tabel I.8

Persentase Penduduk Usia 7–24 Tahun Menurut JenisKelamin, Kelompok Umur Sekolah, dan Partisipasi Sekolah di

Kabupaten Barito Utara, 2016

Jenis Kelamindan KelompokUmur Sekolah

Partisipasi Sekolah

Tidak/BelumPernah Sekolah

MasihSekolah

Tidak SekolahLagi

Laki-Laki

7-12 0,00 100,00 0,00

13-15 0,00 98,09 1,91

16-18 0,00 61,19 38,81

19-24 0,00 31,54 68,46

7-24 0,00 76,09 23,91

Perempuan

7-12 2,24 96,12 1,64

13-15 0,00 91,88 8,12

16-18 3,94 68,58 27,49

19-24 0,00 34,33 65,67

7-24 1,47 77,28 21,25

Laki-Laki + Perempuan

7-12 1,04 98,21 0,76

13-15 0,00 94,98 5,02

16-18 1,78 64,54 33,68

19-24 0,00 32,72 67,28

7-24 0,67 76,64 22,69Sumber : BPS, Susenas 2016 & Kabupaten Barito Utara Dalam Angka 2017

3. Kondisi Ekonomi

a. Pertumbuhan Ekonomi

Perekonomian suatu daerah tidak dapat terlepas dari

perekonomian regional, perekonomian nasional bahkan

Page 21: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

18

I -I -

I -

perekonomian global. Terdapat berbagai faktor perekonomian yang

tidak dapat dikendalikan oleh daerah seperti menyangkut kebijakan

Pemerintah Pusat di sektor moneter maupun di sektor riil. Di samping

itu, perekonomian daerah juga dipengaruhi perekonomian global

seperti fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang asing

serta pengaruh krisis keuangan global yang telah berdampak pada

meningkatnya pemutusan hubungan kerja dan melemahnya pasar

ekspor dunia.

Besaran daya tumbuh yang diturunkan dari perubahan nilai

produk domestik regional bruto (PDRB) harga konstan pada 2 (dua)

titik waktu akan menghasilkan tingkat pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator ekonomi

yang merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan,

karena indikator ini dapat memberikan implikasi pada kinerja

perekonomian makro. Keberhasilan pembangunan di suatu wilayah

dapat diukur dari laju/lambatnya pertumbuhan ekonomi setiap

tahunnya. Apabila data laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke

tahun menunjukkan adanya percepatan, berarti pembangunan

ekonomi mengalami peningkatan. Namun, apabila percepatan

pertumbuhan ekonomi tidak dibarengi dengan pemerataan

kesejahteraan (pengentasan masalah kemiskinan) dan penyediaan

lapangan kerja (pengurangan pengangguran), maka menjadi

polemik tersendiri bagi pembangunan. Pembangunan bisa dikatakan

berhasil apabila laju pertumbuhan ekonominya tinggi, laju inflasi

rendah, penduduk miskin semakin berkurang dan tingkat

pengangguran semakin rendah.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan indikator

yang mencerminkan seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan

oleh suatu wilayah dalam satu periode tertentu. Dari PDRB dapat

diketahui perkembangan ekonomi suatu daerah pada periode

tertentu. PDRB Kabupaten Barito Utara atas dasar harga berlaku

(PDRB ADHB) tahun 2016 sebesar 7.358.842,9 juta rupiah.

Page 22: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

19

I -I -

I -

Lapangan usaha yang memegang kontribusi tinggi dalam

perekonomian Kabupaten Barito Utara adalah kategori

pertambangan dan penggalian (50,58 persen), pertanian (10,37

persen), dan industri pengolahan (6,94 persen). Sementara itu

kategori yang memiliki kontribusi terkecil adalah kategori jasa

perusahaan (0,01 persen). Selama tahun 2012-2016, PDRB Atas

Dasar Harga Konstan (PDRB ADHK) maupun PDRB Atas Dasar

Harga Berlaku (PDRB ADHB) mengalami peningkatan. PDRB ADHK

Kabupaten Barito Utara pada tahun 2016 sebesar 6.008.690,0 juta

rupiah dan mengalami pertumbuhan sebesar 5,48 persen.

Peningkatan ini menggambarkan besarnya pertumbuhan ekonomi

suatu daerah.

Tabel I.10Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga

BerlakuKabupaten Barito Utara Menurut Lapangan Usaha, 2014-2016Lapangan Usaha 2014 2015 2016

Pertanian,

kehutanan dan

perikanan

742.420,5 826.190,1 894.606,2

Pertambangan

dan penggalian2.923.510,1 2.874.141,7 3.150.674,5

Industri

pengolahan487.596,3 547.680,2 579.976,0

Pengadaan listrik

dan gas1.266,1 1.969,8 2.267,1

Pengadaan air,

pengelolaan

sampah, limbah

dan daur ulang

8.598,8 10.102,7 11.124,5

Konstruksi 316.839,6 368.755,0 399.558,8

Page 23: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

20

I -I -

I -

Perdagangan

besar dan eceran,

reparasi mobil dan

sepeda motor

332.147,7 385.262,7 444.551,0

Transportasi dan

pergudangan334.623,1 386.871,2 424.096,1

Penyediaan

akomodasi dan

makan minum

84.500,3 99.045,0 113.630,6

Informasi dan

komunikasi64.956,5 72.331,2 79.112,8

Jasa keuangan

dan asuransi112.109,3 120.132,6 129.619,0

Real estate 96.096,1 106.525,4 119.568,2

Jasa Perusahaan 746,9 836,5 929,7

Administrasi

pemerintahan,

pertahanan dan

jaminan sosial

wajib

312.267,1 363.201,0 389.060,6

Jasa pendidikan 275.135,8 309.911,8 350.056,2

Jasa kesehatan

dan kegiatan

sosial

125.009,8 143.911,9 164.881,0

Jasa lainnya 80.807,8 91.156,1 105.130,7

PDRB 6.298.631,7 6.708.024,8 7.358.842,9

Sumber : Kabupaten Barito Utara Dalam Angka 2017

Page 24: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

21

I -I -

I -

Perkembangan PDRB Kabupaten Barito Utara2014-2016

Uraian 2014 2015 2016

PDRB ADHB

(Juta Rp)6.298.631,7 6.708.024,8 7.358.842,9

PDRB ADHK

(Juta Rp)5.410.378,5 5.696.609,8 6.008.690,0

Laju

Pertumbuhan

(%)

4,20 5,29 5,48

Sumber : Kabupaten Barito Utara Dalam Angka, 2015-2017

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Barito Utara pada tahun

2016 mengalami peningkatan dibanding tahun 2015. . Pertumbuhan

ekonomi Kabupaten Barito Utara pada tahun 2016 sebesar 5,48

persen. Peningkatan ini

Page 25: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

1II -

BAB II

KEBIJAKAN PEMERINTAH TAHUN 2017

A. VISI DAN MISIDalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang

sesuai dengan amanat UUD 1945, maka penyelenggaraan

pemerintahan daerah Kabupaten Barito Utara diharapkan dapat

mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas

otonomi dan tugas pembantuan, sebagai upaya untuk mempercepat

terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pelayanan,

pemberdayaan dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya

saing daerah dengan memperhatikan prinsip-prinsip demokrasi,

pemerataan, keadilan dalam sistem Negara Kesatuan Republik

Indonesia.

Prinsip-prinsip reformasi birokrasi dan good governance pada

dasarnya mengandung nilai yang bersifat obyektif dan universal

yang menjadi acuan dalam menentukan tolak ukur atau indikator dan

ciri-ciri atau karakteristik penyelengaraan pemerintahan daerah yang

baik. Prinsip-prinsip good governance dalam praktek

penyelengaraan Negara dituangkan dalam 7 (tujuh) asas-asas

umum penyelengaraan negara sebagaimana dimaksud dalam UU

Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelengaraan Negara Yang Bersih

dan Bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme. Dalam hubungan ini, kata

prinsip mempunyai makna yang sama dengan asas, karena asas

dan/atau prinsip pada hakekatnya merupakan awal suatu kebenaran

yang menjadi pokok dasar tujuan berpikir, berpendapat, dan

bertindak. Asas-asas umum penyelenggaraan negara meliputi :

a). Asas Kepastian Hukum adalah asas dalam Negara hukum

yang mengutamakan landasan peraturan perundang-

undangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan

Penyelenggara Negara.

Page 26: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

2II -

b). Asas Tertib Penyelenggaraan Negara adalah asas yang

menjadi landasan keteraturan, keserasian, dan

keseimbangan, dalam pengendalian Penyelenggara Negara.

c). Asas Kepentingan Umum adalah asas yang mendahulukan

kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif,

dan selektif.

d). Asas Keterbukaan adalah asas yang membuka diri terhadap

hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar,

jujur, dan tidak diskriminatif, tentang penyelenggaraan

Negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak

asasi pribadi, golongan, dan rahasia Negara.

e). Asas Proporsionalitas adalah asas yang mengutamakan

keseimbangan antara hak dan kewajiban Penyelenggara

Negara.

f). Asas Profesionalitas adalah asas yang mengutamakan

keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan

perundang-uandangan yang berlaku.

g). Asas Akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa

setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan Penyelenggara

Negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada

masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan

tertinggi Negara sesuai dengan ketentuan Peraturan

Perundang-Undangan yang berlaku.

Dalam kerangka besar itulah, Visi, Misi dan Program Kerja

Bupati Barito Utara terpilih Tahun 2013-2018 merupakan tahap

kedua Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2005-2025,

diarahkan untuk membawa masyarakat Kabupaten Barito Utara

menuju suatu kehidupan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan,

berakhlak, bermartabat, berkarakter dan bermakna. Maka Visi

Pembangunan Kabupaten Barito Utara Tahun 2013-2018 adalah :

“Terwujudnya Percepatan Pembangunan di Berbagai Bidang

Page 27: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

3II -

serta Peningkatan Ekonomi Masyarakat Secara BerkeadilanMenuju Kabupaten Barito Utara Yang Lestari dan Sejahtera”

Visi Pembangunan Kabupaten Barito Utara Tahun 2013-2018

ini menjadi arah dan cita-cita pembangunan daerah bagi

penyelenggara pemerintahan dan segenap pemangku kepentingan

pembangunan di Kabupaten Barito Utara.

Penjelasan dari visi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Percepatan pembangunan mengandung makna upaya sadar

untuk lebih mempercepat pembangunan daerah dengan

melakukan usaha-usaha yang menjadi pendorong kemajuan

daerah dimaksud seperti :

a) Peningkatan investasi untuk menambah barang modal

(perumahan, jalan, jembatan, pembangunan pabrik-pabrik

dan atau barang-barang modal lain;

b) Pemberdayaan masyarakat, terutama masyarakat miskin

sasaran potensial;

c) Peningkatan pengeluaran Pemerintah Daerah, khususnya

untuk membeli barang-barang buatan asli daerah dan atau

dalam negeri;

2. Pembangunan di berbagai bidang mengandung makna

bahwa pembangunan seluruh sektor pemerintahan dan

pembangunan yang pada implementasinya diprioritaskan

kepada sektor tata kelola pemerintahan, kesehatan,

pendidikan, infrastruktur dasar dan ekonomi kerakyatan serta

lingkungan hidup sebagaimana uraian berikut :

a. Pembangunan dan perbaikan ketatakelolaan

pemerintahan yang baik;

1) Penyelenggaraan pemerintahan yang baik (Good

Governance) dan bersih dari tindak KKN, peningkatan

kinerja aparatur yang professional yang

mengedepankan disiplin kerja tinggi dalam

menjalankan administrasi pemerintahan yang dapat

Page 28: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

4II -

dipertanggungjawabkan secara nyata dalam rangka

pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

dari Badan Pemeriksa Keuangan.

2) Mendekatkan dan meningkatkan efektifitas serta

transparansi pelayanan umum yang menyangkut hajat

hidup orang banyak berkenaan dengan layanan

pendidikan, kesehatan dan hak-hak masyarakat

lainnya dalam berinvestasi dan usaha.

3) Mengoptimalkan fungsi monitoring dan evaluasi kinerja

pemerintahan oleh lembaga pengawas dalam rangka

perbaikan kinerja dan laporan pemerintah daerah

kearah yang lebih baik.

b. Pembangunan kesehatan yang berkualitas;

1) Pembangunan infrastruktur kesehatan yang

berkualitas berupa Rumah Sakit, Puskesmas dan

Pustu.

2) Mampu memberikan layanan kesehatan yang bermutu

dan berstandar nasional.

3) Mencerminkan daerah yang sadar akan kesehatan

bahwa kesehatan merupakan kebutuhan dasar bagi

manusia.

c. Pendidikan berkualitas;

1) Pembangunan pendidikan dirahkan untuk

meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk

mendukung terwujudnya masyarakat berharkat,

bermartabat, berakhlak mulia dan menghargai

keragaman sehingga mampu bersaing dalam era

global dengan tetap berlandaskan pada norma

kehidupan masyarakat Barito Utara dan tanpa

diskriminasi.

2) Peningkatan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi

(Iptek) melalui pelayanan pendidikan yang mencakup

Page 29: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

5II -

semua jaluar, jenis dan jenjang, pendidikan. Oleh

karena itu, perlu disediakan Pendidikan Menengah

Universal (PMU) yang bermutu.

3) Penyediaan pelayanan pendidikan sepanjang hayat

sesuai perkembangan iptek untuk meningkatkan

kualitas hidup dan produktifitas penduduk Kabupaten

Barito Utara, terutama bagi penduduk usia produktif.

4) Penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Barito

Utara harus memiliki kualitas yang berstandar nasional

sesuai amanat Undang-Undang dengan menyediakan

dana pendidikan minimal sebesar 20 persen dari

APBD.

5) Memiliki keunggulan kompetitif dalam penguasaan,

pemanfaatan dan pengembangan ilmu pengetahuan

dan teknologi dalam rangka meningkatkan kompetensi

pendidik dan peserta didik sekaligus mampu

berkompetensi di ajang kompetisi ataupun

perlombaan.

6) Mampu menciptakan manusia seutuhnya yaitu

keseimbangan antara kecerdasan intelegensi,

kecerdasan spiritual dan kesehatan fisik (kinestetik).

7) Pemberian Bantuan Operasional Sekolah Daerah

(Bosda), Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Bantuan

Siswa Berprestasi.

8) Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang

memadai dengan membangun serta merehabilitasi

ruang, kelas, gedung sekolah dan fasilitas sekolah

lainnya termasuk rumah dinas (Kepala Sekolah, Guru

dan Penjaga Sekolah).

d. Pembangunan infrastruktur dasar daerah;

Upaya pembangunan infrastruktur dasar daerah

terencana dan berkelanjutan yang memperhatikan pada

Page 30: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

6II -

keserasian tata ruang, lingkungan hidup, nilai-nilai religius,

sosial, budaya dan kearifan lokal ke dalam proses

pembangunan.

e. Pembangunan ekonomi kerakyatan;

1) Mendorong dan memfasilitasi berjalannya ekonomi

kerakyatan yang berkualitas, berkelanjutan, berbasis

wilayah, dan berpihak kepada masyarakat Barito

Utara.

2) Mendorong perekonomian yang senantiasa

menyelaraskan antara kondisi potensi SDA dan SDM

daerah dengan kinerja ekonomi berdasar kearifan

lokal.

3) Pembangunan ekonomi yang berbasis pada ekonomi

rakyat yang mampu memberikan dampak nyata

kepada masyarakat luas di Kabupaten Barito Utara.

f. Pengelolaan lingkungan hidup terutama difokuskan

kepada pelestarian hutan dari degradasi lahan, eksploitasi

hutan dan tambang serta pengendalian pencemaran

tanah, air, dan udara.

3. Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Peningkatan ekonomi masyarakat dalam hal ini berkonotasi

pengembangan ekonomi lokal yang merupakan proses

penyesuaian diri yaitu proses menyusun lembaga-lembaga baru,

pengembangan dan pemilihan berbagai industri, perbaikan

kualitas kerja dalam kapasitas produksi barang-barang,

identifikasi pasar-pasar baru, transfer ilmu pengetahuan dan

pengembangan perusahaan-perusahaan baru.

4. Secara berkeadilan mengandung makna suatu rangkaian usaha

terintegrasi di berbagai bidang, guna membentuk suatu yang

mengarah pada kebaikan dengan memperhatikan setiap bobot

yang ada agar tidak terjadi kesewenang-wenangan.

5. Kabupaten Barito Utara yang lestari dan sejahtera.

Page 31: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

7II -

Lestari merupakan sesuatu yang berkelanjutan, sementara

pengertian sejahtera bermakna kebutuhan dasar masyarakat

Kabupaten Barito Utara dapat terpenuhi secara lahir dan batin

serta adil dan merata.

Dalam mewujudkan Visi Pembangunan Kabupaten Barito Utara

Tahun 2013-2018 tersebut ditempuh melalui 5 (lima) Misi

Pembangunan sebagai berikut :

1. Memfokuskan pada percepatan pembangunan ekonomi

kerakyatan serta mengembangkan BUMD yang berbasis

keunggulan lokal guna mendorong laju investasi, pembangunan

infrastruktur yang memadai serta pembangunan memperhatikan

keserasian tata ruang.

2. Meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan, kesehatan,

perizinan dan penyiapan lapangan kerja dalam rangka

pengentasan kemiskinan.

3. Mengembangkan manajemen pengelolaan potensi Sumber Daya

Alam (SDA) yaitu pertambangan, kehutanan, perkebunan dan

pertanian) serta potensi lainnya ke arah yang lebih baik secara

terintegrasi dan lestari demi kepentingan kemakmuran rakyat

sesuai skala prioritas berbasis ilmu pengetahuan sesuai tuntutan

kebutuhan lokal dan nasional.

4. Meningkatkan sistem penyelenggaraan tata kelola pemerintahan

yang baik (good governance) dan partisipasi masyarakat dalam

pembangunan serta pelaksanaan reformasi birokrasi yang

menempatkan SDM aparatur yang tepat pada tempat yang

benar.

5. Memantapkan pelaksanaan pembangunan berdasarkan budaya

kearifan lokal, toleransi kultural, kerukunan antar umat

beragama, suku, ras maupun golongan dalam kerangka Negara

Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Page 32: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

8II -

B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN DAERAH (sesuai denganRPJMD)

Pembangunan daerah harus didasarkan pada sasaran

tertentu yang hendak dicapai, untuk itu kebijakan yang dibuat dalam

rangka melaksanakan pembangunan daerah harus memiliki arah

yang jelas. Arah kebijakan pembangunan disusun berdasarkan

analisis kebutuhan pembangunan daerah dengan

mempertimbangkan aspirasi masyarakat, kondisi dan kemampuan

daerah, termasuk kinerja pelayanan pemerintah pada tahun-tahun

sebelumnya. Arah kebijakan pembangunan ini selanjutnya menjadi

pedoman perencanaan bagi seluruh pemangku kepentingan

pembangunan di daerah. Oleh karenanya, penting bagi Pemerintah

Daerah menyusun arah kebijakan pembangunan dalam Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang memuat

pernyataan-pernyataan kebijakan pembangunan selama 5 (lima)

tahun.

Arah kebijakan umum pembangunan Pemerintah Kabupaten

Barito Utara untuk jangka menengah adalah merupakan arah bagi

SKPD maupun lintas SKPD dalam merumuskan kebijakan guna

mencapai kinerja sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dengan

memperhatikan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati serta

mencermati gambaran umum situasi daerah guna mencapai tujuan

strategis pembangunan daerah, maka Pemerintah Kabupaten

Barito Utara ke depan akan memprioritaskan 5 (lima) bidang

pengembangan, yaitu :

1. Penerapan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (good

governance) sebagai berikut :

- Evaluasi dan reformasi kelembagaan.

- Peningkatan kualitas pelayanan masyarakat

(kependudukan, investasi, dan UMKM).

- Peningkatan disiplin, profesionalisme dan layanan

aparatur.

Page 33: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

9II -

- Peningkatan dan pemantapan sistem perencanaan,

penganggaran dan pengawasan pembangunan.

- Peningkatan litbang, inovasi dan kreativitas kerja.

- Peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan (WTP).

- Menjamin penegakan hukum, keamanan dan ketertiban

serta demokratisasi.

2. Terpenuhinya sarana dan prasarana umum secara integrative

dan komprehensif, layanan kesehatan dan pendidikan yang

berkualitas dalam rangka pengentasan kemiskinan :

- Peningkatan kuantitas dan kualitas jalan (jalan yang

menghubungkan Ibu Kota Kecamatan dengan Ibu Kota

Kabupaten dan Provinsi).

- Peningkatan ketersediaaan air bersih (perkotaan dan

pedesaan).

- Peningkatan infrastruktur perhubungan (dermaga,

pelabuhan sungai, komunikasi, bandara).

- Peningkatan/pengembangan listrik (PLTD, PLTG, PLTS).

- Peningkatan infrastruktur dan areal kepariwisataan.

- Pemantapan RTRWK (makro dan detail/rinci).

- Pengembangan kawasan strategis dan cepat tumbuh.

- Peningkatan pengelolaan lingkungan hidup dan

penanggulangan bencana.

3. Peningkatan SDM dan ekonomi masyarakatnya secara

berkeadilan :

- Peningkatan indeks pendidikan (tuntas buta huruf,

peningkatan kualitas pelayanan dan pemenuhan sarana

Page 34: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

10II -

prasarana pendidikan sampai dengan SLTA, pembinaan

dan pengembangan perguruan tinggi).

- Peningkatan indeks kesehatan (peningkatan kualitas

pelayanan dan pemenuhan sarana dan prasarana

kesehatan sampai ke pedesaan, pemberantasan penyakit

menular, penanggulangan kekurangan gizi).

- Peningkatan pendapatan, daya beli dan ketersediaan

kebutuhan masyarakat, dan pengembangan BUMD.

4. Peningkatan kapasitas keuangan daerah melalui peningkatan

kuantitas dan kualitas investasi dengan memberikan jaminan

keamanan dan kepastian hukum, menciptakan iklim usaha

yang kondusif, promosi dan kerjasama investasi :

- Intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah

- Peningkatan upaya pendanaan APBD Provinsi, APBN

serta CD/CSR.

- Pengembangan BUMD dalam penanganan usaha

produktif (Perusda Batara Membangun, participating

Interest, dll).

- Pengembangan investasi skala menengah-besar untuk

penyerapan tenaga kerja (perkebunan, kehutanan,

pertanian, peternakan serta migas, dll).

- Peningkatan kualitas promosi serta kerjasama investasi

dan pembangunan.

5. Pemberdayaan masyarakat dan pembangunan budaya

kearifan lokal, toleransi kultural antar umat beragama :

- Peningkatan partisipasi (swadaya) dan pemberdayaan

masyarakat dalam mendukung keberagaman suku, ras

dan agama dalam menciptakan ketertiban umum.

Page 35: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

11II -

- Peningkatan ketahanan masyarakat melalui revitalisasi

linmas yang membuka wawasan kebangsaan.

- Pengembangan ekonomi lokal pariwisata.

Penerapan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik,

diarahkan untuk meningkatkan kualitas, baik kualitas sumberdaya

aparatur maupun kualitas penyelenggaraan administrasi

pemerintahan. Sasaran yang ingin dicapai adalah terciptanya

aparatur pemerintah yang handal dan pemerintahan yang baik,

bersih, dan sehat. Terpenuhinya sarana dan prasarana umum

secara integrative dan komprehensif dalam rangka peningkatan

daya dukung terhadap pembangunan daerah yang diupayakan

melalui peningkatan pembangunan infrastruktur daerah serta

terpenuhinya ketersediaan air bersih, sarana komunikasi, pelayanan

kesehatan, pendidikan, penerangan jalan (aliran listrik ke pelosok

desa), akses jalan ke pedesaan diarahkan untuk menghindari

kesenjangan dan mendorong pemerataan hasil-hasil pembangunan,

antar wilayah, antar kecamatan dan antar pedesaan serta membuka

isolasi wilayah.

Infrastruktur jalan akan menjadi stimulan bagi pengembangan

wilayah di bidang lain, seperti kehutanan, perkebunan,

pertambangan, pariwisata dan bidang lainnya. Pembangunan

Bandar Udara Trinsing, Jalan Kereta Api dan Sarana

Telekomunikasi/Informasi perlu terus dipacu penyelesaiannya guna

mendukung distribusi dan pemasaran hasil-hasil pertanian

khususnya karet dan perkebunan kelapa sawit. Sasaran yang ingin

dicapai adalah integrasi wilayah secara terpadu, peningkatan

perekonomian daerah dan menarik investor dari berbagai sektor

potensial.

Peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan ekonominya,

diarahkan untuk mencapai SDM yang berkualitas yang mampu

Page 36: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

12II -

mengelola sekaligus mempertahankan sumberdaya alam yang

dimiliki oleh Kabupaten Barito Utara dengan baik. Sejalan dengan

itu, sumberdaya yang bias diperbaharui seperti pertanian dalam arti

luas dan budidaya perikanan serta pariwisata juga bias berkembang

pesat karena dikelola oleh SDM yang cerdas.

Peningkatan kemampuan keuangan daerah melalui

peningkatan kuantitas dan kualitas investasi dengan memberikan

jaminan keamanan dan kepastian hukum, menciptakan iklim usaha

yang kondusif, promosi dan kerjasama investasi, diarahkan untuk

memberikan pelayanan yang bermutu, mudah, murah, cepat dan

tepat kepada seluruh masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi

dan investor. Penekanan pelayanan ini disamping pada sisi

pemerintahan yang baik, juga diharapkan partisipasi masyarakat

dalam mendukung iklim usaha yang kondusif, bersinergi dan

kebersamaan dalam sistem usaha yang saling menguntungkan.

Sasaran yang ingin dicapai adalah terbukanya lapangan kerja baru

dengan melibatkan masyarakat setempat.

Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi

Lokal, diarahkan untuk mengembangkan ekonomi masing-masing

wilayah dengan didasarkan pada pendayagunaan potensi

sumberdaya lokal dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk

berperan aktif dalam mengatasi ketertinggalannya disbanding

dengan kelompok masyarakat lain, di bidang ekonomi, sosial,

budaya dan pembangunan wilayah. Sasaran yang ingin dicapai

adalah terpenuhinya kebutuhan sosial dasar masyarakat,

peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat,

kemampuan kewirausahaan dan berkembangnya industri kecil dan

menengah.

Untuk mengimplementasikan arah kebijakan pembangunan di

atas ditempuh melalui strategi pokok yang terkait, yaitu :

Page 37: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

13II -

1. Menginventarisir semua potensi pembangunan baik itu

potensi ekonomi, sosial, budaya, alamiah dan skill

pemerintahan dan masyarakat, sebagai modal

pembangunan.

Sasaran strategi ini adalah terwujudnya Lembaga Pemerintah

Kabupaten Barito Utara yang efisien, efektif, kompetitif,

responsif, adaptif dengan memperhatikan aspek kewibawaan,

akuntabel dan responsibel.

2. Memberikan ruang lingkup yang luas guna terciptanya iklim

pembangunan yang kondusif dengan menyediakan perangkat

hukum dan keberpihakan aparatur pemerintah dalam

kemajuan yang dikehendaki.

Sasaran strategi ini adalah terwujudnya pembangunan dan

pelayanan yang demokratis dengan kebijakan yang berpijak

pada kepentingan dan hajat rakyat serta hubungan baik dari

setiap elemen pembangunan.

3. Membuat sketsa potensi daerah berdasarkan geografis agar

pembangunan dan pergerakan ekonomi, sosial dan budaya

tidak tumpang tindih dan dapat berjalan dengan efektif sesuai

dengan waktunya serta memenuhi hajat hidup masyarakat.

Sasaran strategi ini adalah terwujudnya peran serta aktif

masyarakat dan sektor swasta dengan meningkatnya

kapasitas dan meningkatnya pendapatan serta kesejahteraan

sektor swasta dan masyarakat.

4. Melaksanakan pembangunan yang benar-benar menyangkut

kepentingan umum seperti ketersediaan air bersih, jalan,

pelayanan kesehatan, sarana komunikasi, pendidikan,

penerangan, sarana ibadah, kepemudaan, kebudayaan dan

pariwisata. Sasaran strategi ini adalah : (a) Terwujudnya

peningkatan PADS, PAD serta potensi keuangan daerah

lainnya guna pembiayaan pembangunan dan kesejahteraan

rakyat dan peningkatan sistem pelayanan publik dengan

Page 38: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

14II -

memperhatikan tingkat kepuasan dan menurunnya tingkat

keluhan dan komplain terhadap pemerintah, (b) Terwujudnya

kelancaran arus transportasi, telekomunikasi, informasi dan

perdagangan barang dan jasa dengan memperhatikan

keseimbangan ekosistem demi tercapainya lingkungan yang

bersih, indah, tertib dan asri.

5. Membuka pintu investasi yang seluas-luasnya dengan

berbagai pihak guna percepatan pertumbuhan ekonomi,

sosial dan budaya, selain pembukaan lapangan kerja yang

berimplikasi pada penurunan angka pengangguran dan

angka kriminalitas serta terbukanya akses pertumbuhan

masyarakat. Sasaran strategi ini adalah : Mewujudkan Barito

Utara sebagai pusat ekonomi, perdagangan, wisata dan

layanan jasa bagi daerah sekitar dengan melihat letak

geografisnya di tengah DAS Barito Wilayah Kalimantan

Tengah.

Strategi pokok menginventarisir semua potensi

pembangunan baik itu potensi ekonomi, sosial, budaya, alamiah dan

skill pemerintahan dan masyarakat, sebagai modal pembangunan

diimpementasikan melalui kebijakan :

a. Evaluasi kinerja lembaga pemerintah Kabupaten Barito Utara

yang telah ada.

b. Analisis lembaga pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk

mengetahui lembaga yang perlu ada dan benar-benar

dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Barito Utara.

c. Penetapan struktur dan proses kewenangan dan tanggung

jawab organisasi secara jelas dan tegas.

d. Penetapan tugas pokok, fungsi, kewenangan dan tanggung

jawab organisasi secara jelas, tegas dan fleksibel.

e. Rekruitmen, penempatan, promosi dan mutasi sesuai dengan

kualifikasi teknis atau hasil analisa jabatan.

Page 39: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

15II -

f. Penataan aparatur sesuai dengan prinsip “The right man on

the right job”.

g. Peningkatan kompetensi aparatur pemerintah.

h. Penetapan kualifikasi aparatur.

i. Penegakan disiplin kerja, etika dan profesi aparatur

pemerintah.

j. Sistem kontrol dan evaluasi kinerja.

Strategi pokok memberikan ruang lingkup yang luas guna

terciptanya iklim pembangunan yang kondusif dengan menyediakan

perangkat hukum dan keberpihakan aparatur pemerintah dalam

kemajuan yang dikehendaki diimplementasikan melalui kebijakan :

a. Membuka dan dibuka saluran komunikasi dengan pihak

sektor swasta dan komponen masyarakat.

b. Sistem perencanaan bottom up planning.

c. Sistem dan mekanisme keterlibatan sektor swasta dan

masyarakat dalam proses penyelenggaraan pemerintahan,

pembangunan dan layanan masyarakat.

d. Mendorong partisipasi tiga sektor dalam proses pembuatan

kebijakan.

e. Transparansi dan keterbukaan dalam proses pembuatan

kebijakan strategis, teknis, dan operasional.

f. Membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada

masyarakat untuk berkonsultasi dengan aparatur pemerintah.

g. Membuka dan dibuka forum konsultasi dan dialogis antara

pemerintah, DPRD dan komponen masyarakat.

h. Intensitas komunikasi dengan DPRD, swasta dan

masyarakat.

Strategi pokok membuat sketsa potensi daerah berdasarkan

geografis agar pembangunan dan pergerakan ekonomi, sosial dan

budaya tidak tumpeng tindih dan dapat berjalan dengan efektif

sesuai dengan waktunya serta memenuhi hajat hidup masyarakat,

diimplementasikan melalui kebijakan : (1) intensifikasi dan

Page 40: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

16II -

ekstensifikasi sumber pendapatan asli daerah; (2)

mendayagunakana potensi alam dengan tetap memperhatikan

keseimbangan ekosistem dan kelestarian alam; (3) mereformasi

manajemen pemungutan dan pengelolaan sumber PAD; (4)

efektivitas dan efisiensi penggunaan PAD; (5) menekan biaya

pemungutan PAD; (6) mempromosikan Kabupaten Barito Utara

untuk menarik investor masuk ke Kabupaten Barito Utara baik level

lokal, regional maupun internasional dan (7) mendorong dan

memberi kemudahan fasilitas dan kesempatan pihak investor yang

akan menanamkan modalnya ke Kabupaten Barito Utara.

Strategi pokok melaksanakan pembangunan yang benar-

benar menyangkut kepentingan umum seperti ketersediaan air

bersih, jalan, pelayanan kesehatan, sarana komunikasi, pendidikan,

penerangan, sarana ibadah, kepemudaan, kebudayaan dan

pariwisata diimplementasikan melalui kebijakan : 1). Meningkatkan

kualitas jalan raya; 2). Meningkatkan sarana dan prasarana air

bersih; 3). Penyediaan fasilitas umum (taman kota, lapangan

olahraga, jalur hijau); 4). Rekayasa lingkungan Kabupaten Barito

Utara sesuai aturan yang berlaku; 5). Pengendalian lingkungan; 6).

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan;

7). Meningkatkan kualitas jalan yang menghubungkan daerah

sekitarnya; 8). Menyediakan sarana transportasi udara; 9).

Memfasilitasi penyediaan pasar, pusat pertokoan, dan pusat

perdagangan; 10). Memfasilitasi kegiatan ekonomi dan

perdagangan; 11). Mendorong sektor swasta dan masyarakat untuk

melakukan kegiatan ekonomi; 12). Memfasilitasi dan memberi

kemudahan bagi sektor swasta dan masyarakat untuk melakukan

kegiatan usaha; 13). Memberi bantuan modal usaha, teknologi dan

manajemen usaha; 14). Memfasilitasi usaha kemitraan antara

pengusaha kecil dan menengah; 15). Menata kembali tata ruang

Kabupaten Barito Utara sesuai dengan kondisi geografis; 16).

Penegakan hukum dibidang properti dan izin mendirikan bangunan;

Page 41: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

17II -

17). Pengendalian dan pengawasan kegiatan pembangunan dengan

bertumpu pada pembangunan ramah lingkungan; 18). Menjalin

usaha kemitraan dengan daerah lain; 19). Membudidayakan potensi

wisata; 20). Membudidayakan seni budaya dan produk unggulan

lokal.

Strategi pokok membuka pintu investasi yang seluas-luasnya

dengan berbagai pihak guna percepatan pertumbuhan ekonomi,

sosial dan budaya, selain pembukaan lapangan kerja yang

berimplikasi pada penurunan angka pengangguran dan angka

kriminalitas serta terbukanya akses pertumbuhan masyarakat yang

diimplementasikan melalui kebijakan : (1). Mempromosikan

Kabupaten Barito Utara untuk menarik investor masuk ke Kabupaten

Barito Utara, baik level lokal, regional maupun nasional; (2).

Mendorong dan memberi kemudahan fasilitas dan kesempatan

pihak investor yang akan menanamkan modalnya di Kabupaten

Barito Utara.

Seluruh kebijakan tersebut, selanjutnya menjadi pedoman

bagi SKPD di lingkungan pemerintahan Kabupaten Barito Utara.

Setiap SKPD akan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan

program yang menjadi bagian dari tugas pokok dan fungsinya. Selain

itu, SKPD juga melaksanakan kegiatan lintas SKPD dan

kewilayahan. Pengembangan program dan kegiatan di kelima sector

unggulan diatas memiliki lingkup yang luas.

Secara umum program dan kegiatan yang terkait dengan

peningkatan keimanan dan ketaqwaan merupakan tanggung jawab

seluruh masyarakat Kabupaten Barito Utara, termasuk Pemerintah

beserta seluruh unit SKPD yang ada. Program dan kegiatan pada

peningkatan infrastruktur dalam arti luas hendaknya dikoordinasikan

oleh SKPD yang menangani bidang infrastruktur didukung oleh

SKPD-SKPD lainnya yang terkait dalam kerangka pembangunan

wilayah secara terpadu sesuai dengan kondisi dan potensi daerah.

Begitu pula halnya dengan pengembangan sektor yang lain, akan

Page 42: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

18II -

melibatkan program dan kegiatan utama serta pendukung dalam

koordinasi SKPD yang tugas pokok dan fungsinya bertanggung

jawab terhadap bidangnya.

Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh pemerintah

pusat/daerah untuk mencapai tujuan. Sedangkan program adalah

instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang

dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga atau masyarakat

yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah untuk mencapai

tujuan dan sasaran serta memperoleh alokasi anggaran.

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun

2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa ada

9 fungsi yang menjadi wewenang pemerintah kabupaten yaitu : 1).

Pelayanan umum; 2). Ketertiban dan ketentraman; 3). Ekonomi; 4).

Lingkungan Hidup; 5). Perumahan dan Fasilitas Umum; 6).

Kesehatan; 7). Pariwisata dan Budaya; 8). Pendidikan; 9).

Perlindungan Sosial.

Sebagaimana arah kebijakan yang diuraikan didalam RPJMD

Kabupaten Barito Utara Tahun 2013-2018, Badan Perencanaan

Pembangunan Daerah (Bappeda) melaksanakan kebijakan umum

dan program sebagai berikut ;

1. Kebijakan Umum dan Program Perencanaan ProgramDaerahKebijakan umum dan program perencanaan pembangunan

daerah berupaya untuk mewujudkan peningkatan koordinasi,

sinkronisasi, kontinuitas pelaksanaan penyusunan rencana,

penetapan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana

pembangunan daerah Kabupaten Barito Utara Tahun 2013-

2018 yang akan dilakukan melalui fungsi bidang perencanaan

sebagai berikut :

Page 43: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

19II -

Tabel 2.1Kebijakan Umum dan Program Perencanaan Pembangunan

Daerah

Kebijakan Umum ProgramMeningkatkan Kualitas

Perencanaan Pembangunan

Daerah

Program pengembangan

data/informasi

Program kerjasama

pembangunan

Program perencanaan

pembangunan daerah

Program perencanaan

pembangunan ekonomi

Program perencanaan

pembangunan sosial budaya

Program perencanaan

prasarana wilayah dan sumber

daya alam

2. StrategiDalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan nasional disebutkan bahwa

yang dimaksud dengan strategi adalah langkah-langkah

berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi

dan misi. Sedangkan yang dimaksud dengan program adalah

instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang

dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk

mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi

anggaran, atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan

oleh instansi pemerintah. Kemudian yang dimaksud dengan

kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah

Pusat/daerah untuk mencapai tujuan.

Page 44: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

20II -

Dalam RPJMD Kabupaten Barito Utara Tahun 2013-2018 ada

5 (lima) misi pembangunan daerah yang harus dituntaskan

dengan strategi pembangunan daerah yang akan ditetapkan.

Adapun kelima misi pembangunan daerah tersebut yaitu :

1. Memfokuskan pada percepatan pembangunan ekonomi

kerakyatan serta mengembangkan BUMD yang berbasis

keunggulan lokal, mendorong laju investasi, dan

pembangunan infrastruktur yang memadai serta

pembangunan yang memperhatikan keserasian tata

ruang.

2. Meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan,

kesehatan, perizinan, dan penyiapan lapangan kerja

dalam rangka pengentasan kemiskinan.

3. Mengembangkan manajemen pengelolaan potensi

Sumber Daya Alam (pertambangan, kehutanan,

perkebunan, pertanian) serta potensi lainnya ke arah yang

lebih baik secara terintegrasi dan lestari demi kepentingan

kemakmuran rakyat sesuai skala prioritas berbasis ilmu

pengetahuan sesuai tuntutan lokal dan nasional.

4. Meningkatkan sistem penyelenggaraan tata kelola

pemerintahan yang baik (good governance) dan

partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta

pelaksanaan reformasi birokrasi, dengan menempatkan

SDM aparatur yang tepat pada tempat yang benar.

5. Memantapkan pelaksanaan pembangunan berdasarkan

budaya kearifan lokal, toleransi kultural, kerukunan antar

umat beragama, suku, ras maupun golongan dalam

kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Page 45: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

21II -

VISI DAN MISI BAPPEDA KABUPATEN BARITO UTARASebagai salah satu komponen dari perencanaan strategis,

visi yang dirumuskan merupakan gambaran tentang keadaan masa

depan yang diinginkan. Adapun visi Bappeda adalah

“TERWUJUDNYA SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNANDAERAH KABUPATEN BARITO UTARA YANG OPTIMAL,TERARAH DAN REALISTIS DIDUKUNG SUMBER DAYAMANUSIA YANG PROFESIONAL SERTA DATA DAN INFORMASIYANG AKURAT”

Sebagai salah satu lembaga perencana, produk perencanaan

pembangunan yang dihasilkan oleh Bappeda harus dapat

diandalkan dalam arti merupakan alternatif terbaik dalam mengatasi

permasalahan daerah, terintegrasi secara horizontal dan vertikal,

dan sesuai dengan kondisi regional maupun sektoral serta dapat

diimplementasikan.

Sebagai institusi pemerintah yang bertugas di bidang

perencanaan pembangunan daerah, Bappeda secara proaktif

berperan dalam menentukan arah pencapaian tujuan pembangunan

daerah melalui pelaksanaan analisis kebijakan/kajian pembangunan

daerah, pelaksanaan koordinasi dan integrasi perencanaan

pembangunan serta menjalankan konsultasi, pendampingan dalam

perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Untuk mewujudkan visi Bappeda Kabupaten Barito Utara,

maka dirumuskan misi Bappeda Kabupaten Barito Utara sebagai

berikut :

1) Meningkatkan peran dan fungsi Bappeda dalam sistem

perencanaan pembangunan;

2) Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan

penguatan kelembagaan perencanaan;

3) Meningkatkan ketersediaan dan pengelolaan data, informasi,

dokumen perencanaan, penelitian dan pengembangan yang

akurat untuk rencana pembangunan;

Page 46: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

22II -

Misi Pertama : meningkatkan peran dan fungsi Bappeda

dalam Sistem Perencanaan Pembangunan merupakan keinginan

Bappeda Kabupaten Barito Utara sebagai “leader” penggerak

perencanaan, maka Bappeda harus berperan sebagai pelaksana

fungsi manajemen dalam bidang perencanaan. Institusi

perencanaan pembangunan harus mampu mengkoordinasikan

proses perencanaan pembangunan daerah secara intensif dan

menyeluruh serta melakukan kajian/analisis dalam rangka

pengendalian perencanaan yang telah dirumuskan.

Misi Kedua : yaitu kapasitas sumber daya manusia dan

penguatan kelembagaan perencanaan. Sebagai institusi perencana

pembangunan, kualitas dan profesionalisme SDM perencana

pembangunan menjadi sangat penting dan menjadi kunci

keberhasilan proses perencanaan pembangunan. Kualitas

perencanaan sangat bergantung pada kemampuan dan keahlian

para perencana secara teknis maupun kemampuan lain yang

bersifat intersektoral, multidisipliner dan berpikir komprehensif.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan peningkatan

kapasitas individu dalam mengemban beban tugas masing-masing

dalam organisasi. Peningkatan profesionalisme merupakan upaya

peningkatan kinerja berkait dengan kesetiaan, logika dan etika.

Misi Ketiga : meningkatkan ketersediaan data dan informasi

serta dokumen perencanaan, penelitian yang akurat untuk

perencanaan pembangunan adalah untuk memberikan landasan

yang benar dalam melakukan analisis perencanaan, pengambilan

kebijakan (decision support system) bagi semua stakeholder. Dalam

perencanaan pembangunan daerah harus tetap memperhatikan

data dan informasi yang akurat, efektif dan terpercaya.

Page 47: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

BAB III

KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

A. Pengelolaan Pendapatan Daerah1. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah

Dengan berlakunya Undang-Undang tentang Pemerintahan

daerah, maka Pemerintah Daerah memiliki lebih banyak

kewenangan dalam mengelola Daerah. Kewenangan tersebut harus

didukung oleh kemampuan sebagimana yang tertuang dalam

Undang-Undang tentang Perimbangan Keuangan sebagai sub

sistem dan sistem Pemerintahan Daerah. Dengan mengacu pada

Undang-Undang tersebut, maka salah satu kemampuan yang harus

dimiliki Daerah adalah kemampuan dalam mengelola keuangan

daerah sehingga Pemerintah Kabupaten Barito Utara harus dapat

berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan serta

memaksimalkan potensi-potensi penerimaan yang ada khususnya

untuk penerimaan daerah yang berasal dari Pendapatan Asli

Daerah.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 jo

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak dan Retribusi

Daerah, Pajak Daerah yang menjadi kewenangan Kabupaten

sifatnya limitatif, sehingga Pemerintah Kabupaten tidak

dimungkinkan untuk menambah jenis-jenis pajak baru, upaya

peningkatan penerimaan daerah harus dilakukan melalui

intensifikasi yaitu suatu upaya dengan menambah subyek dan

obyek pajak terhadap pajak sejenis serta meningkatkan kegiatan

penagihan pajak terhutang dan melakukan terobosan-terobosan

penggalian sumber baru pada sektor non pajak daerah.

Page 48: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

Untuk penerimaan Retribusi Daerah masih dapat dikembangkan

lebih jauh, khususnya terhadap Retribusi Jasa Usaha,

pengembangan Retribusi Jasa Usaha dilakukan pada jenis-jenis

retribusi yang memberikan jasa, manfaat timbal balik kepada

masyarakat, sehingga pengenaan retribusi tidak membebani

masyarakat, bahkan sebaliknya masyarakat memperoleh manfaat

langsung dari fasilitas yang diberikan Pemerintah Kabupaten. Di

samping itu, beberapa upaya telah dilakukan untuk penggalian

penerimaan dari lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah,

khususnya kegiatan yang mempunyai nilai ekonomis relatif tinggi

yang dilakukan oleh kelompok masyarakat. Beberapa upaya

tersebut antara lain : penerimaan dari pengembangan salah satu

komoditas unggulan kakao/cokelat, yang berada di wilayah Desa

Batu Raya Kecamatan Gunung Timang, yang selain memberikan

penghasilan kepada para petani lokal dan masyarakat juga

memberikan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Barito Utara.

Sedangkan mengenai Bagian Dana Perimbangan dari

Pemerintah Pusat yaitu Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak dari Pajak

Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan

Bangunan (BPHTB, Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH), Pajak

Penghasilan Orang Pribadi (Termasuk PPh Pasal 21). Sementara

itu Dana Perimbangan dari Provinsi yaitu Pajak Kendaraan Bermotor

(PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan

Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Pengambilan dan

Pemanfaatan Air Bawah tanah dan Air Permukaan (P3ABT & AP).

Berdasarkan kewenangan yang dimiliki tersebut, maka sumber-

sumber penerimaan daerah dapat dikembangkan sedemikian rupa,

yang pada akhirnya semua akan membentuk suatu potensi bagi

daerah. Potensi tersebut akan membentuk suatu kekuatan dan

Page 49: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

kemampuan bagi daerah dalam melaksanakan pembangunan yang

bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Upaya yang telah dilakukan dalam rangka intensifikasi dan

optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), antara lain

dengan kegiatan :

a. Pendataan ulang wajib pajak/wajib retribusi untuk mendapatkan

data potensi pajak/retribusi yang lebih akurat.

b. Melaksanakan pungutan/tagihan pajak dan retribusi daerah yang

intensif.

c. Diberlakukannya SPTPD (Surat Pemberitahuan Pajak Daerah)

bagi pengusaha hotel dengan self assessment (menghitung

pajak sendiri tentang jumlah kamar dan hunian hotel per

bulannya).

d. Melaksanakan sosialisasi pajak/retribusi daerah kepada

masyarakat.

e. Meminimalisasi tunggakan pajak/retribusi daerah.

f. Melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pajak dan

retribusi.

g. Melaksanakan pembukuan dan pelaporan yang lebih transparan

dan akuntabel.

h. Upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat berupa

penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, meningkatkan

koordinasi dengan Dinas/Instansi yang terkait dengan jenis

pungutan sesuai kewenangannya.

Sedangkan untuk ekstensifikasi pendapatan daerah melalui

penggalian potensi baru dengan dilaksanakannya pemungutan

pajak untuk pengusaha sarang burung wallet di seluruh wilayah

Kabupaten Barito Utara dan sekitarnya.

2. Target dan Realisasi Pendapatan

Page 50: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

Target Penerimaan Daerah dimaksud, utamanya didukung dari

Dana Perimbangan yang berasal dari Dana Alokasi Umum, Dana

Alokasi Khusus dan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak. Sementara

itu Pendapatan Asli Daerah, penerimaan terbesar berasal dari Hasil

Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan sebesar 63,17%

dan penerimaan terkecil berasal dari Hasil Pajak Daerah sebesar

48,80%.

Realisasi Pendapatan daerah Kabupaten Barito Utara pada

Tahun Anggaran 2017 telah ditetapkan sebesar Rp

1.013.125.540.366,54 sedangkan pada Perubahan APBD Tahun

Anggaran 2017 Pendapatan Daerah menjadi sebesar Rp

1.112.693.848.479,54 bertambah sebesar Rp 99.568.308.113,00

atau 9,83%.

Pendapatan Daerah Kabupaten Barito Utara pada Tahun

Anggaran 2017 sebagian besar berasal dari Dana Perimbangan

yaitu sebesar Rp 913.365.038.500,00 atau 9,53%. Sementara

Pendapatan Asli Daerah memberikan kontribusi sebesar Rp

79.613.404.613,00 atau 18,83%. Hal ini menunjukkan adanya

keberhasilan Pemerintah daerah dalam mengoptimalkan PAD.

Selanjutnya penjelasan setiap komponen Pendapatan Daerah,

dapat dikemukakan sebagai berikut :

a. Pendapatan Asli Daerah.Dari target semula pada APBD murni Tahun Anggaran

2017 sebesar Rp 67.000.000.000,00, maka pada Perubahan

APBD Tahun Anggaran 2017 menjadi sebesar Rp

79.613.404.613,00 bertambah sebesar Rp 12.613.404.613,00

atau 18,83%. Jika dibandingkan dengan realisasi Pendapatan

Asli Daerah Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp

39.970.930.000,00 pada APBD murni dan sebesar Rp

Page 51: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

46.401.029.094,00 pada APBD Perubahan, maka realisasi

Pendapatan Asli Daerah Tahun 2017 mengalami peningkatan

sebesar Rp 33.212.375.519,00 dari tahun sebelumnya.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari Pajak Daerah,

Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang

dipisahkan, dan lain-Lain PAD yang sah. Penjelasan masing-

masing komponen PAD tersebut dapat dijabarkan sebagai

berikut :

1) Pajak DaerahDari target Penerimaan Pajak Daerah pada Tahun

Anggaran 2017 sebesar Rp 20.118.970.906,00 terealisir

sebesar Rp 10.300.000.000,00 atau -48,80%. Jika

dibandingkan dengan realisasi penerimaan pajak daerah

pada Tahun 2016 sebesar Rp 6.520.000.000,00 maka

realisasi penerimaan Pajak Daerah pada tahun 2017

mengalami kenaikan sebesar Rp 3.780.000.000,00.

2) Retribusi DaerahDari target penerimaan Retribusi Daerah pada Tahun

Anggaran 2017 sebesar Rp 5.458.700.000,00 terealisir

sebesar Rp 5.458.700.000,00 atau 0,00%. Jika

dibandingkan dengan realisasi penerimaan retribusi daerah

pada Tahun 2016 sebesar Rp 5.458.700.000,00, maka

realisasi penerimaan retribusi daerah pada Tahun 2017 tidak

mengalami kenaikan.

3) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang DipisahkanDari target Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang

Dipisahkan pada Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp

4.831.224.481,00 terealisir sebesar Rp 7.883.000.000,00

atau 63,17%. Jika dibandingkan dengan realisasi Tahun

Page 52: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

Anggaran 2016 sebesar Rp 4.831.224.481,00 maka realisasi

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan pada

Tahun Anggaran 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp

3.051.775.519,00.

4) Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sahTarget penerimaan dari Lain-Lain PAD yang sah pada

Tahun Anggaran 2017 Rp 36.591.104.613,00 terealisir

sebesar Rp 55.971.704.613,00 atau 52,97%. Jika

dibandingkan dengan realisasi penerimaan dari Lain-Lain

PAD yang sah pada Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp

29.591.104.613,00 maka realisasi penerimaan dari Lain-Lain

PAD yang sah pada Tahun Anggaran 2017 mengalami

kenaikan sebesar Rp 7.000.000.000,00.

5) Penerimaan Dana PerimbanganTarget penerimaan Dana Perimbangan pada Tahun

Anggaran 2017 sebesar Rp 833.910.135.000,00 terealisir

sebesar Rp 913.365.038.500,00 atau 9,53%. Jika

dibandingkan dengan realisasi penerimaan Dana

Perimbangan pada Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp

1.082.736.737.000,00 maka realisasi penerimaan Dana

Perimbangan Tahun Anggaran 2017 mengalami penurunan

sebesar Rp 169.371.699.500,00.

6) Lain-Lain Pendapatan Yang SahPenerimaan ini merupakan penerimaan yang bersifat

insidentil yang menampung beberapa penerimaan dari

Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah atau dari

Pemerintah Propinsi kepada Pemerintah Daerah sebagai

akibat dari suatu kebijakan, sehingga Pemerintah Daerah

memerlukan alokasi dana tambahan. Komponen penerimaan

Page 53: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

ini dimulai pada Tahun 2002 dan berfluktuasi

perkembangannya dari Tahun ke Tahun. Fluktuasi

penerimaan ini terjadi akibat dari kebijakan Pemerintah Pusat

dan Pemerintah Propinsi seperti : kenaikan gaji pokok PNS,

pemberian gaji ke-13, pelimpahan wewenang organisasi

vertikal kepada Pemerintah Kabupaten, dan adanya

kebijakan perubahan tarif pajak yang menimbulkan adanya

restitusi.

Untuk tahun 2017 target penerimaan dari Lain-Lain

Pendapatan daerah Yang Sah sebesar Rp

185.431.986.651,47 terealisir sebesar Rp

102.353.208.651,47 atau -44,80%. Komponen penerimaan

ini terdiri dari dana bagi hasil pajak dari Propinsi dan bantuan

keuangan dari Propinsi.

3. Permasalahan dan Solusi.Hakekat pemberian otonomi seluas-luasnya kepada

Pemerintahan Daerah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan

masyarakat., pelayanan umum, dan daya saing daerah dalam

kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga pada

dasarnya Pemerintahan Daerah Kabupaten adalah Pemerintahan

yang berfungsi untuk mengakumulasikan pemanfaatan sumberdaya

menjadi kekuatan ekonomi daerah. Keberadaan Daerah Kabupaten

di bidang pembangunan daerah adalah untuk mensinergikan segala

potensi pembangunan yang ada, sehingga dapat meningkatkan

kapasitas fiskal yang dimiliki dalam melakukan pembangunan.

Dengan demikian diharapkan proses pembangunan dapat

dilaksanakan secara berkelanjutan dan serasi sehingga akan

muncul suatu kekuatan ekonomi daerah yang semakin besar.

Page 54: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

Kewenangan untuk pengakumulasian pemanfaatan potensi

sumber daya daerah Kabupaten akan dapat dilaksanakan secara

efektif apabila mendapatkan dukungan sumber daya yang sangat

besar, terutama dukungan berupa sejumlah dana yang berasal dari

potensi di daerah. Pemberlakuan Undang-Undang tentang

Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah

Daerah memberikan peluang dan wewenang yang lebih besar bagi

Daerah kabupaten untuk menghimpun pendapatan daerah melalui

berbagai sumber penerimaan. Upaya menghimpun PAD tersebut

sedapat mungkin harus dilakukan tanpa menambah beban

masyarakat, melainkan melalui upaya peningkatan pelayanan,

perbaikan sistem pemungutan, intensifikasi dan ekstensfikasi

sumber pendapatan daerah. Beberapa hambatan yang dihadapi

dalam upaya peningkatan pendapatan daerah diantaranya adalah :

a) HambatanHambatan utama yang dihadapi Pemerintah Kabupaten

Barito Utara terkait dengan masyarakat dan pemerintah pusat

yang akan dijabarkan sebagai berikut :

1) Kualitas Pelayanan Belum OptimalPeningkatan kualitas pelayanan merupakan salah satu

misi Pemerintah Daerah dalam era otonomi daerah, yaitu

peningkatan kualitas pelayanan umum dan peningkatan

kesejahteraan masyarakat. Seluruh upaya peningkatan

kualitas pelayanan umum tersebut diarahkan pada tujuan

untuk semakin mendekatkan dan memudahkan masyarakat

serta menyederhanakan sistem dan prosedur pelayanan dan

kepuasan masyarakat.

Masih ada keluhan dari masyarakat terhadap kualitas

pelayanan umum menunjukkan bahwa penyelenggaraan

Page 55: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

pelayanan umum di Kabupaten Barito Utara masih kurang

optimal. Kurangnya jumlah sarana dan prasarana menjadi

salah satu hambatan dalam upaya peningkatan kualitas

pelayanan terhadap masyarakat di Kabupaten Barito Utara.

Kondisi sarana dan prasarana yang masih memerlukan

perbaikan-perbaikan juga menjadi hambatan dalam upaya

penghantaran jasa pelayanan terhadap masyarakat.

2) Perencanaan Penerimaan Daerah Belum MendasarkanPada Potensi Yang Ada.

Terdapat beberapa jenis pungutan yang menjadi

kewenangan daerah Kabupaten, yaitu pajak hotel dan pajak

restoran yang merupakan pajak langsung. Perencanaan

penerimaan daerah besarnya tergantung pada jumlah obyek

pajak yang ada. Namun selama ini perencanaan target

penerimaan ini masih berdasarkan data historis dari tahun-

tahun sebelumnya sehingga belum mendasarkan pada

potensi yang ada di lapangan. Hal ini mengakibatkan kurang

optimalnya penerimaan PAD.

Untuk pajak hiburan, pajak reklame, pajak pengambilan

galian golongan C, serta retribusi daerah merupakan jenis

pungutan yang besarnya sangat dipengaruhi oleh besar

kecilnya pendapatan usaha barang/jasa yang terkena

pajak/retribusi tersebut.

b) SolusiPerbaikan sistem atau mekanisme pemungutan dan

variabel-variabel perhitungan pajak yang menjadi penerimaan

daerah tidak saja akan memberikan dampak berupa peningkatan

penerimaan, melainkan juga memberikan dampak berupa

peningkatan kualitas pelayanan. Dengan adanya perbaikan

Page 56: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

sistem atau mekanisme pemungutan dan variabel-variabel

perhitungan pajak, maka diharapkan pelayanan akan semakin

efektif, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan

secara maksimal.

Berdasarkan pada penjelasan tersebut di atas, maka

sistem perencanaan PAD dilakukan dengan mendasarkan pada

prinsip :

1) Kejelasan penghitungan potensi.

2) Pengaruh pendapatan masyarakat.

3) Pencermatan ketaatan dan penyimpangan terhadap perilaku

wajib pajak/wajib bayar.

4) Situasi Kamtibnas.

Pemanfaatan asset daerah, model-model land

management maupun optimalisasi penerimaan dari UPTD yang

lain perlu lebih diintensifkan implementasinya sebagai alternatif

sumber penerimaan daerah yang selama ini hanya

mengandalkan pajak daerah dan retribusi daerah yang

perkembangannya tidak signifikan, namun demikian optimalisasi

sumber-sumber penerimaan daerah harus dibarengi dengan

kualitas layanan publik yang memadai.

Untuk mengetahui perkembangan Pendapatan Asli Daerah

(PAD) pada Pendapatan Daerah sebelum dan sesudah perubahan

di tahun 2017 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel III.2Pendapatan Daerah Kabupaten Barito Utara Tahun 2017

KODE URUSAN

JUMLAH ANGGARANBERTAMBAH/BERKURANG

SEBELUMPERUBAHAN

SETELAHPERUBAHAN

(Rp) %

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Page 57: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

4 PENDAPATAN DAERAH 1.013.125.540.366,54 1.112.693.848.479,54 99.568.308.113,00 9,83

4.1 PENDAPATAN ASLIDAERAH

67.000.000.000,00 79.613.404.613,00 12.613.404.613,00 18,83

4.1.1 HASIL PAJAK DAERAH 20.118.970.906,00 10.300.000.000,00 (9.818.970.906,00) -48,80

4.1.2 HASIL RETRIBUSI

DAERAH5.458.700.000,00 5.458.700.000,00 - 0,00

4.1.3 HASIL PENGELOLAAN

KEKAYAAN DAERAH

YANG DIPISAHKAN

4.831.224.481,00 7.883.000.000,00 3.051.775.519,00 63,17

4.1.4 LAIN-LAIN

PENDAPATAN ASLI

DAERAH YANG SAH

36.591.104.613,00 55.971.704.613,00 19.380.600.000,00 52,97

KODE URUSAN

JUMLAH ANGGARANBERTAMBAH/BERKURANG

SEBELUMPERUBAHAN

SETELAHPERUBAHAN

(Rp) %

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

4.2 DANA PERIMBANGAN 833.910.135.000,00 913.365.038.500,00 79.454.903.500,00 9,53

4.2.1 BAGI HASIL

PAJAK/BAGI HASIL

BUKAN PAJAK

158.744.197.000,00 158.941.642.500,00 197.445.500,00 0,12

4.2.2 DANA ALOKASI UMUM 569.672.938.000,00 559.665.616.000,00 (10.007.322.000,00) -1,76

4.2.3 DANA ALOKASI

KHUSUS105.493.000.000,00 194.757.780.000,00 89.264.780.000,00 84,62

4.3 LAIN-LAINPENDAPATANDAERAH YANG SAH

112.215.405.366,54 119.715.405.366,54 7.500.000.000,00 6,68

4.3.1 PENDAPATAN HIBAH - - - -

4.3.2 DANA DARURAT - - - -

4.3.3 DANA BAGI HASIL

PAJAK DARI PROVINSI

DAN PEMERINTAH

DAERAH LAINNYA

38.172.496.366,54 38.172.496.366,54 - 0,00

4.3.4 DANA PENYESUAIAN

DAN OTONOMI

KHUSUS

- 7.500.000.000,00 7.500.000.000,00 -

Page 58: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

4.3.5 BANTUAN KEUANGAN

DARI PROVINSI ATAU

PEMERINTAH DAERAH

LAINNYA

- - - -

4.3.6 DANA DESA 74.042.909.000,00 74.042.909.000,00 - 0,00

Sumber : Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Barito

Utara

B. Pengelolaan Belanja Daerah1. Kebijakan Umum Keuangan Daerah

Belanja daerah dipergunakan dalam rangka mendanai

pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan

daerah tersebut, dimana terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan dan

urusan yang penanganannya dalam bidang tertentu yang dapat

dilaksanakan bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah

daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam menentukan

besaran belanja yang dianggarkan senantiasa akan berlandaskan

pada prinsip disiplin anggaran, yaitu prinsip kemandirian yang selalu

mengupayakan peningkatan sumber-sumber pendapatan sesuai

dengan potensi daerah, prinsip prioritas yang diartikan bahwa

pelaksanaan anggaran selalu mengacu pada prioritas utama

pembangunan daerah, prinsip efisiensi dan efektifitas anggaran

yang mengarahkan bahwa penyediaan anggaran dan penghematan

sesuai dengan skala prioritas.

Kebijakan belanja daerah memprioritaskan terlebih dahulu pos

belanja yang wajib dikeluarkan, antara lain belanja pegawai, belanja

bunga dan pembayaran pokok pinjaman, belanja subsidi, serta

belanja barang dan jasa yang wajib dikeluarkan pada tahun yang

bersangkutan. Selisih antara perkiraan dana yang tersedia dengan

jumlah belanja yang wajib dikeluarkan merupakan potensi dana

Page 59: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

yang dapat diberikan sebagai pagu indikatif kepada setiap SKPD.

Belanja penyelenggaraan pembangunan hendaknya diprioritaskan

untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat

dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam

bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan,

fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan

sistem jaminan sosial. Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat

diwujudkan melalui prestasi kerja dalam pencapaian standar

pelayanan minimal sesuai dengan peraturan-perundang-undangan.

Struktur belanja dalam APBD mengalami perubahan dari

kelompok Belanja Aparatur dan Belanja Pelayanan publik pada

struktur anggaran 2005-2006 (berdasar Kepmendagri Nomor 29

Tahun 2002) berubah menjadi kelompok Belanja Tidak Langsung

dan Belanja Langsung pada struktur anggaran 2010-2013 (berdasar

Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 dan juga Permendagri Nomor

59 Tahun 2007) dengan uraian sebagai berikut :

1. Belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan

tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan

kegiatan, yang terdiri dari jenis belanja :

a. Belanja pegawai berupa penyediaan gaji dan tunjangan serta

tambahan penghasilan lainnya yang diatur dalam peraturan

perundang-undangan.

b. Belanja bunga digunakan untuk pembayaran atas pinjaman

Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat. Dalam

pemenuhan pendanaan sejalan dengan penyelengaraan

pemerintah daerah, khususnya pengalokasian anggaran

dalam APBD, Kabupaten Barito Utara tidak melakukan

pinjaman, sehingga tidak ada pembayaran bunga pinjaman.

Page 60: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

c. Belanja subsidi hanya diperuntukkan kepada

perusahaan/lembaga tertentu yang bertujuan untuk

membantu biaya produksi agar harga jual produksi/jasa yang

dihasilkan dapat terjangkau oleh masyarakat seperti subsidi

air bersih, pelayanan listrik desa dan kebutuhan pokok

masyarakat lainnya. Dalam menetapkan belanja subsidi,

pemerintah daerah hendaknya melakukan pengkajian

terlebih dahulu sehingga pemberian subsidi dapat tepat

sasaran. Dengan pertimbangan kemampuan keuangan

daerah, makan Pemerintah Kabupaten Barito Utara tidak

menganggarkan belanja subsidi.

d. Belanja hibah digunakan untuk mendukung fungsi

penyelenggaraan pemerintahan daerah, maka pemerintah

daerah dapat melakukan pemberian hibah kepada instansi

vertikal (seperti untuk kegiatan TMMD dan penyelenggaran

pemilu yang dilaksanakan KPUD), dan instansi semi

pemerintah (seperti PMI, KONI, Pramuka, KORPRI, PKK, dan

GOW), pemberian hibah kepada pemerintah daerah lainnya,

perusahaan daerah, serta masyarakat dan organisasi

kemasyarakatan, yang secara spesifik telah ditetapkan

peruntukannya, sepanjang dianggarkan dalam APBD.

Pemberian hibah harus dilakukan secara selektif sesuai

dengan urgensi dan kepentingan daerah serta kemampuan

keuangan daerah, sehingga tidak mengganggu

penyelenggaraan urusan wajib dan tugas-tugas

pemerintahan daerah lainnya dalam meningkatkan

kesejahteraan dan pelayanan umum kepada masyarakat.

e. Belanja bantuan sosial digunakan dalam rangka

meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan ekonomi

Page 61: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

masyarakat, bantuan sosial diberikan kepada

kelompok/anggota masyarakat yang dilakukan secara

selektif/tidak mengikat dan jumlahnya dibatasi.

f. Belanja bagi hasil digunakan untuk menganggarkan dana

bagi hasil yang bersumber dari pendapatan provinsi kepada

kabupaten/Kabupaten atau pendapatan

kabupaten/Kabupaten kepada pemerintah desa atau

pendapatan pemerintah daerah tertentu kepada pemerintah

daerah lainnya yang disesuaikan dengan kemampuan

belanja daerah yang dimiliki.

g. Belanja bantuan keuangan digunakan untuk menganggarkan

bantuan keuangan yang bersifat umum atau khusus dari

pemerintah daerah kepada pemerintah kelurahan/pemerintah

desa. Bantuan keuangan yang bersifat umum diberikan

dalam rangka peningkatan kemampuan keuangan bagi

penerima bantuan. Bantuan keuangan yang bersifat khusus

dapat dianggarkan dalam rangka untuk membantu capaian

program prioritas pemerintah daerah yang dilaksanakan

sesuai urusan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah

seperti pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan.

Bantuan keuangan yang bersifat khusus dari pemerintah

daerah, pemerintah kelurahan/pemerintah desa diarahkan

untuk percepatan atau akselerasi pembangunan di

kelurahan/desa. Pemerintah Kabupaten Barito Utara tidak

menempuh pemberian belanja bantuan keuangan yang

bersifat khusus. Pemberian bantuan keuangan kepada partai

politik tetap mengacu pada peraturan-perundang-undangan

yang terkait.

Page 62: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

h. Belanja tidak terduga ditetapkan secara rasional dengan

mempertimbangkan realisasi tahun anggaran sebelumnya

dan perkiraan kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak dapat

diprediksi, diluar kendali dan pengaruh pemerintah daerah,

serta sifatnya tidak biasa/tanggap darurat yang tidak

diharapkan berulang dan belum tertampung dalam bentuk

program/kegiatan.

2. Belanja Langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait

secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan,

yang terdiri dari jenis belanja :

a. Belanja pegawai ; merupakan pengeluaran untuk

honorarium/upah dalam melaksanakan program dan kegiatan

pemerintahan daerah.

b. Belanja barang dan jasa ; merupakan pengeluaran untuk

pembelian/pengadaan barang yang dinilai manfaatnya

kurang dari 12 (duabelas) bulan dan/atau pemakaian jasa

dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintahan

daerah.

c. Belanja modal ; merupakan pengeluaran untuk pengadaan

asset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari

12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan

pemerintahan.

Untuk mengetahui perkembangan belanja, maka untuk

belanja tahun 2017 disesuaikan (mapping) ke struktur Permendagri

Nomor 13 Tahun 2006. Pada Kabupaten Barito Utara, belanja

daerah pada dasarnya merupakan perwujudan dari kebijakan

penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan

yang berbentuk kuantitatif. Dari besaran dan kebijakan yang

berkesinambungan dari program-program yang dilaksanakan dapat

Page 63: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

dibaca ke arah mana pembangunan Kabupaten Barito Utara yang

digerakkan.

Dari perkembangan yang terjadi selama pelaksanaan

otonomi daerah, sistem dan mekanisme APBD menggunakan

sistem anggaran kinerja. Pelaksanaan tersebut membawa implikasi

kepada struktur belanja daerah. Berpedoman pada regulasi yang

ada, belanja daerah bisa dirinci menurut urusan pemerintahan

daerah, organisasi daerah, program, kegiatan, kelompok, jenis,

obyek dan rincian obyek belanja.

Sedangkan belanja menurut kelompok belanja terdiri dari

belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak

langsung, merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara

langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan, sedangkan

belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait

secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.

Gambaran perkembangan Belanja Daerah di Kabupaten Barito

Utara Tahun 2012-2017, selengkapnya dapat dilihat pada tabel

berikut :

Tabel III.3Struktur Belanja Pemerintah Kabupaten Barito Utara Tahun

2012-2017

No.

Tahun

Belanja TidakLangsung

(Rp)

BelanjaLangsung

(Rp)Belanja APBD (Rp)

(1) (2) (3) (4) (5)

01 2012 408.339.453.733,07

314.305.962.405,56

722.645.416.138,63

02 2013 335.979.632.864,00

333.089.212.876,00

669.068.845.740,00

Page 64: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

03 2014 446.756.540.884,00

501.308.923.521,00

948.065.464.402,00

04 2015 489.987.483.083,00

481.389.694.113,00

971.377.177.196,00

05 2016 635.282.677.119,72

638.530.638.427,56

1.273.813.315.547,28

06 2017 641.041.270.034,31

675.972.860.971,47

1.317.014.131.005,78

Sumber : Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Barito

Utara

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri

Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan

Daerah yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri

Nomor 59 Tahun 2007, Belanja Daerah dibagi menjadi 2 (dua)

kelompok belanja, yaitu : Belanja Tidak Langsung dan Belanja

Langsung. Belanja langsung adalah belanja yang secara langsung

dipengaruhi oleh ada tidaknya suatu kegiatan. Belanja langsung

terbagi dalam 2 (dua) urusan, yaitu urusan wajib dan urusan pilihan.

Urusan wajib adalah urusan yang sangat mendasar yang

berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar kepada masyarakat

yang wajib diselenggarakan oleh pemerintah daerah, diprioritaskan

untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan dalam

upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk

peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas

sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem

jaminan sosial. Dalam menjalankan urusan wajib, daerah diminta

untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Sedangkan urusan pilihan meliputi urusan pemerintahan

yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan

Page 65: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

potensi keunggulan daerah (core competence), serta urusan yang

penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat

dilaksanakan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah

atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan

perundang-undangan.

Selanjutnya urusan-urusan dimaksud dijabarkan dalam

bentuk Program dan Indikasi Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh

SKPD selama kurun waktu 2013-2018 sesuai dengan visi-misi dari

Bupati Barito Utara Tahun 2013-2018. Belanja langsung meliputi 3

(tiga) komponen, yaitu belanja pegawai, belanja barang/jasa, dan

belanja modal. Sedangkan belanja tidak langsung adalah belanja

yang tidak terkait langsung dengan ada tidaknya sebuah kegiatan.

Belanja Tidak Langsung terdiri atas : (i) Belanja Pegawai; (ii) Belanja

Bunga; (iii) Belanja Subsidi; (iv) Belanja Hibah; (v) Belanja Bantuan

Sosial ; (vi) Belanja Bagi Hasil; (vii) Belanja Bantuan Keuangan; dan

(viii) Belanja Tidak Terduga.

2. Target dan Realisasi Belanja.Pemerintah Kabupaten Barito Utara dengan kemampuan

anggaran yang dimiliki telah melaksanakan beberapa program dan

kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Pada Tahun Anggaran

2016, sebagian besar realisasi penggunaan dana APBD untuk

pelaksanaan beberapa program dan kegiatan dan berada dibawah

plafon yang ditetapkan. Begitu pula pada Tahun Anggaran 2017, dari

plafon Belanja Daerah yang ditetapkan sebesar Rp

1.066.314.631.235,78 terealisir sebesar Rp 1.317.014.131.005,78

atau 23,51% dan bertambah sebesar Rp 250.699.499.770,00 dari

plafon Belanja Daerah yang ditetapkan. Selisih tersebut antara lain

disebabkan oleh terjadinya pergeseran/pengurangan anggaran

antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja serta

Page 66: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

penambahan anggaran untuk pelaksanaan program dan kegiatan

SOPD sesuai dengan urusan pemerintahan masing-masing SOPD.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13

Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri

Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 maka komponen belanja juga

berubah dari Belanja Aparatur dan Belanja Publik menjadi Belanja

Tidak Langsung dan Belanja langsung. Belanja Langsung

merupakan pos pengeluaran terbesar dari Belanja Daerah yaitu

sebesar Rp 675.972.860.971,47 atau 46,58% dan sisanya 5,93%

adalah pengeluaran untuk Belanja Tidak Langsung. Gambaran lebih

lanjut akan dikemukakan pada pembahasan belanja daerah dari

urusan wajib dan urusan pilihan yang dilaksanakan.

Selanjutnya penjelasan mengenai masing-masing komponen

Belanja Daerah pada Tahun Anggaran 2017 dapat diuraikan

sebagai berikut :

a. Belanja Tidak LangsungDari plafon belanja tidak langsung sebesar Rp

605.151.321.034,31 terealisir Rp 641.041.270.034,31 atau

5,93%. Adapun komponen Belanja Tidak Langsung terdiri dari :

1) Belanja Pegawai dengan plafon sebesar Rp

460.005.692.584,31 terealisir sebesar Rp

470.959.231.584,31 atau 2,38%.

2) Belanja Hibah dengan plafon sebesar Rp 19.700.000.000,00

terealisir sebesar Rp 37.833.060.000,00 atau 92,05%.

3) Belanja Bantuan Sosial dengan plafon sebesar Rp

1.635.000.000,00 terealisir sebesar Rp 2.035.000.000,00

atau 24,46%.

4) Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kab./Kota dan

Pemerintah Desa dengan plafon sebesar Rp

Page 67: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

1.363.520.000,00 terealisir sebesar Rp 1.575.870.000,00

atau 15,57%.

5) Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kab./Kota,

Pemdes dan Partai Politik dengan plafon sebesar Rp

121.947.108.450,00 terealisir sebesar Rp

128.138.108.450,00 atau 5,08%

6) Belanja Tidak Terduga dengan plafon sebesar Rp

500.000.000,00 terealisir sebesar Rp 500.000.000,00 atau

0,00%.

b. Belanja LangsungDari plafon Belanja Langsung sebesar Rp

461.163.310.201,47 terealisir sebesar Rp 675.972.860.971,47

atau 46,58%. Adapun komponen Belanja Langsung terdiri dari :

1) Belanja Pegawai dengan plafon sebesar Rp

40.733.814.000,00.

2) Belanja Barang dan Jasa dengan plafon sebesar Rp

127.065.747.677,47.

3) Belanja Modal dengan plafon sebesar Rp

293.363.748.524,00.

C. Permasalahan dan SolusiPermasalahan utama Belanja Daerah adalah :

a. Besaran/alokasi dana yang terbatas dibanding dengan volume

fasilitas layanan publik yang terus berkembang ;

b. Efisiensi yang relatif masih kurang bagus ;

c. Efektifitas pemanfaatan belanja yang belum baik, yang disebabkan

oleh pemanfaatan belanja yang kurang fokus pada sasaran program

;

d. Dukungan dari dana dekonsentrasi maupun dana-dana lain yang

tidak berada pada jangka waktu perencanaan belanja yang sama ;

Page 68: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

Penerimaan daerah sebagai acuan dalam pengalokasian belanja

daerah menjadi variabel yang sangat penting. Penerimaan daerah

dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun Dana Perimbangan

masih merupakan sumber penerimaan yang menjadi acuan dalam

pengalokasian belanja daerah. Pinjaman daerah dimungkinkan,

namun sifatnya terbatas. Dengan kondisi demikian, spektrum

belanja daerah masih sempit untuk mampu mengakomodasikan

setiap beban belanja daerah. Permasalahan tersebut hampir ada

disemua daerah. Sebagai pertimbangan terhadap masalah tersebut,

untuk ke depannya perlu dilakukan penetapan prioritas belanja

daerah secara tepat, agar setiap item belanja daerah dalam

spektrum kegiatan ekonomi mampu mengembalikan modal awal

dari besaran belanja daerah yang akan menjadi sumber penerimaan

pada Tahun berikutnya. Dengan demikian, akan sedikit menambah

spektrum belanja daerah baik menyangkut volume maupun lokasi.

Satu hal yang perlu dipikirkan pula adalah mengatasi terbatasnya

besaran belanja daerah dari penerimaan yang terbatas.

Page 69: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

1

IV -

IV -IV -

BAB IV

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

A. Urusan Wajib yang dilaksanakan1. Program dan Kegiatan

Program dan kegiatan Bappeda Litbang Kabupaten Barito

Utara Tahun 2017 yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan

Anggaran (DPA) yang kemudian mengalami perubahan

sebagaimana tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran

Perubahan (DPPA) Bappeda Kabupaten Barito Utara Tahun

Anggaran 2017 adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1 Program dan Kegiatan Bappeda Litbang

Tahun Anggaran 2017No.

Kode

Program Kegiatan

1. Pelayanan Administrasi Perkantoran 1.1. Penyediaan jasa surat menyurat

1.2. Penyediaan jasa komunikasi,

sumber daya air dan listrik

1.3. Penyediaan jasa peralatan dan

perlengkapan kantor

1.6. Penyediaan jasa pemeliharaan dan

perizinan kendaraan

dinas/operasional

1.7. Penyediaan jasa administrasi

keuangan

1.8. Penyediaan jasa kebersihan kantor

1.10. Penyediaan alat tulis kantor

1.11. Penyediaan barang cetakan dan

penggandaan

1.12. Penyediaan komponen instalasi

listrik/penerangan bangunan kantor

1.14. Penyediaan peralatan rumah tangga

1.15. Penyediaan bahan bacaan dan

Page 70: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

2

IV -

IV -IV -

No.

Kode

Program Kegiatan

peraturan perundang-undangan

1.16. Penyediaan bahan logistik kantor

1.17. Penyediaan makanan dan minuman

1.18. Rapat-rapat koordinasi dan

konsultasi keluar daerah

1.19. Rapat-rapat koordinasi dan

konsultasi ke dalam daerah

1.20. Penyediaan jasa PNS dan Non PNS

1.22. Penyediaan jasa keamanan gedung

kantor

2. Program Peningkatan Sarana dan

Prasarana Aparatur

2.7. Pengadaan perlengkapan gedung

kantor

2.9. Pengadaan peralatan gedung

kantor

2.10. Pengadaan mebeleur

2.22. Pemeliharaan rutin/berkala gedung

kantor

2.24. Pemeliharaan rutin/berkala

kendaraan dinas/operasional

2.29. Pemeliharaan rutin/berkala mebeleur

3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur 3.5. Pengadaan pakaian khusus hari-hari

tertentu

5. Program Peningkatan Kapasitas

Sumber Daya Aparatur

5.3. Bimbingan teknis implementasi

peraturanperundang-undangan

Page 71: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

3

IV -

IV -IV -

No.

Kode

Program Kegiatan

6. Program Peningkatan Pengembangan

Sistem Pelaporan Capaian Kinerja

danKeuangan

6.1. Penyusunanlaporancapaiankinerja

dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD

6.2. Penyusunan pelaporan keuangan

semesteran

6.3. Penyusunan pelaporan prognosis

realisasi anggaran

6.4. Penyusunan pelaporan keuangan

akhir tahun

6.5. Penyusunan RKA/DPA-SKPD

6.7. Penyusunan LKPJ SKPD

6.8. Penyusunan Rencana Kerja SKPD

15. Program Penelitian dan

Pengembangan

15.1. Penelitian dan pengembangan

bidang fisik dan prasarana wilayah

15.2. Penelitian dan pengembangan

bidang sosial budaya

15.3. Penelitian dan pengembangan

bidang ekonomi

15 15.13. Inventarisasi program

pembangunan daerah

15.15. Pelaksanaan sistem informasi

pembangunan daerah

16. Program Kerjasama Pembangunan 16.2. Koordinasi kerjasama

pembangunan antar daerah

Page 72: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

4

IV -

IV -IV -

No.

Kode

Program Kegiatan

21. Program Perencanaan Pembangunan

Daerah

21.3. Penyusunan RPJMD

21.4. Penyusunan RKPD

21.5. Penyelenggaraan MUSRENBANG

(RKPD, RPJMD,RPJPD)

21.13. Monitoring, evaluasi dan pelaporan

pelaksanaan rencana pembangunan

daerah

21.14. Penyusunan KUA dan PPAS

21.15. Sistem Informasi Perencanaan

Pembangunan Daerah

21.17. Pelaksanaan evaluasi pengawasan

dan penyerapan anggaran (TEPPA)

21.18. Evaluasi RPJMD, RKPD dan

RENJA Kabupaten Barito Utara

22. Program Perencanaan Pembangunan

Ekonomi

22.3. Penyusunan perencanaan

pengembangan ekonomi

masyarakat

22.4. Koordinasi perencanaan

pembangunan bidang ekonomi

23. Program Perencanaan Sosial Budaya 23.3. Koordinasi perencanaan

pembangunan bidang sosial dan

budaya

24. Program Perencanaan Prasarana

Wilayah dan Sumber Daya Alam

24.4. Perencanaan pembangunan bidang

prasarana wilayah

24.5. Pembangunan percepatan sanitasi

permukiman (PPSP)

Page 73: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

5

IV -

IV -IV -

2. Realisasi Pelaksanaan Program dan KegiatanTabel 4.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan yang bersumber dari Dana APBD II (DAU)

Bappeda Litbang Kabupaten Barito Utara Tahun Anggaran 2017

No. DPA Uraian Program / KegiatanAPBD

KabupatenDAU (Rp)

Realisasi s/d 31 Desember 2017Sisa Anggaran

(Rp)Realisasi Keuangan FisikRp. % (%)

1 2 3 4 5 6 7

05/DPA/

SKPD/2017

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1,610,038,400 1,490,303,655 92.56 98.35 119,734,745

1 Penyediaan Jasa Surat Menyurat 7,500,000 7,500,000 100.00 100.00 0

2 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 167,418,800 141,247,252 84.37 100.00 26,171,548

3 Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor 71,000,000 70,977,000 99.97 100.00 23,000

4Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas /Operasional

12,060,000 7,333,700 60.81 100.00 4,726,300

5 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 155,880,000 145,840,000 93.56 100.00 10,040,000

6 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 72,000,000 66,327,000 92.12 100.00 5,673,000

7 Penyediaan Alat Tulis Kantor 63,980,000 63,964,700 99.98 100.00 15,300

8 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 86,499,600 80,540,900 93.11 100.00 5,958,700

9 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor 22,000,000 21,999,100 100.00 100.00 900

10 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 7,500,000 7,260,000 96.80 97.00 240,000

11 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan 24,000,000 23,677,500 98.66 100.00 322,500

12 Penyediaan bahan logistik kantor 50,000,000 34,405,400 68.81 75.00 15,594,600

Page 74: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

6

IV -

IV -IV -

No. DPA Uraian Program / KegiatanAPBD

KabupatenDAU (Rp)

Realisasi s/d 31 Desember 2017Sisa Anggaran

(Rp)Realisasi Keuangan FisikRp. % (%)

1 2 3 4 5 6 713 Penyediaan Makanan dan Minuman 60,000,000 54,859,000 91.43 100.00 5,141,000

14 Rapat-rapat Kordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 310,000,000 309,853,403 99.95 100.00 146,597

15 Rapat-rapat Kordinasi dan perjalanan dalam Daerah 100,000,000 84,518,700 84.52 100.00 15,481,300

16 Penyediaan Jasa PNS dan Non PNS 342,600,000 314,800,000 91.89 100.00 27,800,000

17 Penyedia Jasa Keamanan Gedung Kantor 57,600,000 55,200,000 95.83 100.00 2,400,000

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 397,701,000 158,435,669 39.84 100.00 239,265,33118 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 30,000,000 29,963,000 99.88 100.00 37,000

19 Pemeliharaan rutin/berkala Kendaraan Dinas/Operasional 119,051,000 102,584,169 86.17 100.00 16,466,831

20 Pemeliharaan rutin/berkala Mebeleur 28,000,000 25,888,500 92.46 100.00 2,111,500

21 Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor 32,000,000 28,402,000 88.76 100.00 3,598,000

22 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 116,500,000 106,810,000 91.68 100.00 9,690,000

23 Pengadaan Mebeleur 72,150,000 67,430,000 93.46 100.00 4,720,000

Program peningkatan disiplin aparatur 49,890,000 42,914,000 86.02 100.00 6,976,00024 Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu 49,890,000 42,914,000 86.02 100.00 6,976,000

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 175,000,000 173,062,190 98.89 100.00 1,937,81025 Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-Undangan 175,000,000 173,062,190 98.89 100.00 1,937,810

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan CapaianKinerja dan Keuangan

86,497,000 75,788,125 93.99 97.31 10,708,875

26Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerjaSKPD

7,000,000 6,774,100 96.77 100.00 225,900

Page 75: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

7

IV -

IV -IV -

No. DPA Uraian Program / KegiatanAPBD

KabupatenDAU (Rp)

Realisasi s/d 31 Desember 2017Sisa Anggaran

(Rp)Realisasi Keuangan FisikRp. % (%)

1 2 3 4 5 6 727 Penyusunan pelaporan Keuangan Semesteran 5,000,000 4,994,800 99.90 100.00 5,200

28 Penyusunan pelaporan prognosis realisasi anggaran 5,000,000 4,993,200 99.86 100.00 6,800

29 Penyusunan pelaporan Keuangan Akhir Tahun 10,000,000 9,972,800 99.73 100.00 27,200

30 Penyusunan RKA- SKPD/DPA-SKPD 34,999,000 27,859,325 79.60 90.67 7,139,675

31 Penyusunan LKPJ SKPD 5,000,000 4,933,800 98.68 100.00 66,200

32 Penyusunan RENJA-SKPD 19,498,000 16,260,100 83.39 90.50 3,237,900

Program Penelitian dan Pengembangan 329,500,000 241,094,693 74.14 74.29 88,405,30733 Penelitian dan Pengembangan Bidang Fisik dan Prasarana Wilayah 101,500,000 88,432,600 87.13 82.71 13,067,400

34Penelitian dan Pengembangan Bidang Pemerintahan dan SosialBudaya

101,500,000 75,049,674 73.94 71.00 26,450,326

35 Penelitian dan Pengembangan Bidang Ekonomi 126,500,000 77,612,419 61.35 69.14 48,887,581

Program pengembangan data/informasi 128,650,000 122,466,051 92.97 92.97 6,183,94936 Inventarisasi Program Pembangunan Daerah 34,000,000 30,010,000 88.26 88.26 3,990,000

37 Pelaksanaan Sistem Informasi Pembangunan Antar Daerah 94,650,000 92,456,051 97.68 97.68 2,193,949

Program Kerjasama Pembangunan 18,500,000 15,474,000 83.64 87.50 3,026,00038 Koordinasi Kerjasama Pembangunan Antar Daerah 18,500,000 15,474,000 83.64 87.50 3,026,000

Program perencanaan pembangunan daerah 1,116,571,100 947,156,496 82.93 86.15 169,414,60439 Penyusunan RPJMD 80,000,000 60,062,000 75.08 83.33 19,938,000

40 Penyusunan RKPD 97,400,000 88,272,660 90.63 100.00 9,127,340

41 Penyelenggaraan MUSREMBANG (RKPD, RPJMD, RPJPD) 147,784,000 146,114,000 98.87 99.67 1,670,000

Page 76: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

8

IV -

IV -IV -

No. DPA Uraian Program / KegiatanAPBD

KabupatenDAU (Rp)

Realisasi s/d 31 Desember 2017Sisa Anggaran

(Rp)Realisasi Keuangan FisikRp. % (%)

1 2 3 4 5 6 7

42Monitoring, Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencanapembangunan daerah

76,900,000 63,170,000 82.15 82.15 13,730,000

43 Penyusunan KUA dan PPAS 248,900,000 158,550,222 63.70 76.88 90,349,778

44 Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah 117,132,300 102,417,121 87.44 93.33 14,715,179

45Pelaksanaan Evaluasi Pengawasan dan Penyerapan Anggaran(TEPRA)

314,454,800 305,275,493 97.08 85.35 9,179,307

46 Evaluasi RPJMD, RKPD dan RENJA Kab.Barut 34,000,000 23,295,000 68.51 68.51 10,705,000

Program perencanaan pembangunan ekonomi 101,500,000 96,105,516 96.61 100.00 5,394,48447 Penyusunan Perencanaan pengembangan ekonomi masyarakat 12,000,000 11,896,500 99.14 100.00 103,500

48 Koordinasi perencanaan pembangunan bidang ekonomi 89,500,000 84,209,016 94.09 100.00 5,290,984

Program perencanaan sosial dan budaya 189,000,000 168,255,658 89.41 85.14 20,744,34249 Koordinasi perencanaan pembangunan bidang sosial dan budaya 84,000,000 78,006,000 92.86 96.00 5,994,000

50 Penanggulangan Kemiskinan 105,000,000 90,249,658 85.95 74.29 14,750,342

Program perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam 128,900,000 115,684,867 91.35 96.88 13,215,13351 Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Prasarana Wilayah 80,000,000 67,771,667 84.71 93.75 12,228,333

52 Pembangunan Percepatan Sanitasi Permukiman (PPSP) 48,900,000 47,913,200 97.98 100.00 986,800

J U M L A H 4,331,747,500 3,646,740,920 84.19 93.22 685,006,580

Page 77: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

9

IV -

IV -IV -

Dari jumlah pagu anggaran Bappeda Litbang Tahun 2017

setelah perubahan untuk Belanja Langsung sebesar

Rp4.331.747.500,00 yang terealisasi adalah sebesar

Rp3.646.740.920,00 (realisasi keuangan = 84,19% dan realisasi fisik

= 93,22%).

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa

program/kegiatan yang dilaksanakan Bappeda Litbang Kabupaten

Barito Utara pada tahun anggaran 2017 secara umum telah dapat

direalisasikan secara optimal sesuai dengan tugas dan fungsi

Pemerintahan sebagaimana yang diamanatkan pada Bappeda

Litbang Kabupaten Barito Utara.

Pada bagian ini, akan diuraikan hasil pengukuran kinerja,

evaluasi dan termasuk didalamnya diuraikan secara sistematis

keberhasilan dan kegagalan, hambatan/kendala dan permasalahan

yang dihadapi serta langkah-langkah yang akan diambil.

Beberapa kegiatan belanja langsung, diluar kegiatan rutin

dan belanja aparatur yang dilaksanakan Bappeda Litbang adalah

sebagai berikut :

1. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-Undangan

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kreativitas

SDM Aparatur Sipil Negara, Bappeda Litbang melaksanakan

kegiatan bimbingan teknis implementasi Peraturan Perundang-

Undangan. Selama kurun waktu tahun 2017 Bappeda Litbang

telah mengikuti sebanyak 8 kegiatan Bimtek, Diklat dan Kursus-

Kursus, diantaranya adalah sebagai berikut :

Page 78: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

10

IV -

IV -IV -

Tabel 4.3 Daftar Kegiatan Bimtek Bappeda Litbang KabupatenBarito Utara

Tahun 2017No. Kegiatan Jumlah Peserta1 Bimtek Menguasai Perhitungan & Pengisian

SPT Massa PPh pasal 21, 22, 23, & 26

serta Pengisian SPT Tahunan-SPT Massa

PPn Atas Pembelian Barang dan Jasa serta

mengetahui faktur pajak asli dan valid dari

rekanan dan Simulasi Penggunaan e-Billing

System dan e-Filling System di

Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan

Satu orang

2 Sosialisasi Perpres No. 4 Tahun 2015 dan

Diklat 3 Perpres No. 70 Tahun 2012 dan 1

hari Ujian Nasional Sertifikasi Ahli

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang

dilaksanakan di Hotel Banjarmasin

International (HBI) Jl. Achmad Yani

Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan

Empat orang

3 Undangan Workshop Pengelolaan

Persediaan Berbasis Teknologi Informasi

yang dilaksanakan di Hotel Luwansa

Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah

Tiga orang

4 Bimbingan Teknis Aplikasi Simda

Perencanaan di Palangkaraya, Provinsi

Kalimantan Tengah

Dua orang

5 Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan

Daerah Bidang Non Perpajakan yang

dilaksanakan di Hotel Novotel Bogor Golf

Resort and Convention Center Golf Estate

Bogor Raya, West Java, Sukaraja, Bogor,

Provinsi Jawa Barat

Tiga orang

6 Bimbingan Teknis Pimpinan dan Anggota

DPRD yang dilaksanakan di Hotel

Millenium, Jalan Fahrudin No.3 Tanah

Abang, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta

Tiga orang

7 Bimbingan Teknis Manajemen Biaya Satu orang

Page 79: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

11

IV -

IV -IV -

No. Kegiatan Jumlah PesertaPerjalanan Dinas serta

Pertanggungjawabannya yang

dilaksanakan di Mataram, Provinsi Nusa

Tenggara Barat dan dilanjutkan dengan

Bimbingan Teknis Pimpinan dan Anggota

DPRD yang dilaksanakan di Jakarta Pusat,

Provinsi DKI Jakarta

8 Bimtek Penyusunan Standar Operasional

dan Prosedur (SOP) yang dilaksanakan di

Hotel Mercure Banjarmasin, Provinsi

Kalimantan Selatan

Dua Orang

2. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi

Kinerja SKPD dalam pelaksanaan

Penyusunan laporan capaian kinerja berupa dokumen

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang dibuat

untuk bahan evaluasi kinerja SKPD. Laporan AKIP disusun oleh

SKPD pada setiap akhir tahun anggaran untuk disampaikan

kepada Kepala Daerah.

3. Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran

Disusun untuk menyediakan informasi mengenai

pendapatan, belanja, transfer, dana cadangan, pembiayaan, aset,

kewajiban, ekuitas, dana, dan arus kas selama dua semester,

yaitu semester pertama dan kedua di Tahun Anggaran 2017.

4. Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Anggaran

Disusun untuk menginformasikan target pencapaian

kinerja, baik yang sedang berjalan maupun target yang akan

dicapai selama satu periode pelaporan prognosis dalam satu

tahun anggaran.

5. Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

Page 80: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

12

IV -

IV -IV -

Dibuat dan disusun untuk menyediakan informasi

mengenai pendapatan, belanja, transfer, dana cadangan,

pembiayaan, aset, kewajiban, ekuitas dana, dan arus kas selama

satu periode pelaporan sehingga laporan dapat digunakan untuk

membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan

anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan,

mengetahui efektifitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan, serta

memenuhi ketentuan tentang tatacara pertanggung jawaban

keuangan daerah sesuai peraturan dan perundang-undangan

yang berlaku.

6. Penyusunan RKA-SKPD/DPA-SKPD

Penyusunan Rencana Kerja Anggaran SKPD merupakan

kegiatan untuk menuangkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA)

dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang telah

ditetapkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Setiap

Tahun SKPD wajib menyusun dua dokumen yaitu RKA Murni dan

RKA Perubahan serta DPA Murni dan DPA Perubahan.

7. Penyusunan LKPJ SKPD

Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban

merupakan kewajiban SKPD untuk disampaikan kepada Kepala

Daerah. Dokumen LKPJ yang disusun oleh SKPD terdiri dari dua,

yaitu dokumen LKPJ dan dokumen LPPD (Laporan

Penyelenggaraan Pemerintah Daerah).

8. Penysunan RENJA-SKPD

Penyusunan dokumen Rencana Kerja SKPD merupakan

penjabaran dari dokumen Rencana Strategis (Renstra). Setiap

tahun SKPD harus menyusun dua dokumen RENJA, yaitu

RENJA Murni dan RENJA Perubahan.

Page 81: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

13

IV -

IV -IV -

9. Pelaksanaan Sistem Informasi Pembangunan Daerah

Sistem Informasi Pembangunan Daerah adalah kegiatan

yang bertujuan untuk penyampaian informasi pembangunan di

Kabupaten Barito Utara. Kegiatan ini dilaksanakan dengan

menggunakan sistem aplikasi (software) website yang bisa

diakses oleh seluruh SOPD dengan adopsi database informasi

pembangunan Ditjen Bina Bangda Kemendagri. Pada Tahun

2017 telah dilakukan perubahan sistem dan upgrade website

untuk menyesuaikan dengan perkembangan pemanfaatannya.

Disamping itu, Bappeda Litbang Kabupaten Barito Utara

melakukan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pada SOPD

di lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam pengisian

form aplikasi ini, dimana memuat informasi pembangunan

berdasarkan urusan wajib, urusan pilihan, data umum dan data

tambahan. Apikasi SIPD ini bisa diakses pada alamat website :

http://bappedabarut.com pada hyperlink website

sipd.bangda.kemendagri.go.id

10.Koordinasi Kerjasama Pembangunan Antar Daerah

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004

tentang Pemerintahan Daerah yang salah satunya ditindaklanjuti

dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.22 Tahun 2009

tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Kerjasama Daerah, maka

Pemerintah Daerah mengadakan forum Kerjasama Antar Daerah

dan maksud kegiatan ini adalah menggali potensi ekonomi dan

sosial untuk dijadikan fokus kerjasama yang saling

menguntungkan antar kabupaten yang berbatasan khususnya

batas administrasi yang menjadi isu aktual.

Program/kegiatan yang dikerjasamakan antar 12

(duabelas) Kabupaten yang telah menandatangani MoU

kerjasama, selanjutnya dikoordinasikan dengan Pemerintah

Provinsi terkait guna pelaksanaan kegiatan tersebut. Forum

Page 82: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

14

IV -

IV -IV -

konsolidasi kerjasama pembangunan antara 12 (duabelas)

daerah Kabupaten pada tiga Provinsi (Kalteng, Kaltim, dan

Kalsel) tahun 2016 yang berlangsung pada tanggal 1-2

Desember 2015 di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara

menghasilkan Sembilan rumusan kesepakatan pertemuan yang

ditandatangani oleh masing-masing perwakilan dari Kabupaten

Barito Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Timur,

Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Tabalong,

Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan Kabupaten Tanah Bumbu.

11.Penyusunan Rancangan RKPD

Penyusunan Rancangan RKPD Tahun 2017 dilaksanakan

sebagai acuan bagi semua SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten

Barito Utara dalam menyusun Rencana Kerja (RENJA) SKPD

Tahun 2018 yang memuat rencana program dan kegiatan serta

pagu indikatif masing-masing SKPD T.A 2018. Disamping itu,

dokumen rancangan Perubahan RKPD Tahun 2017 tersebut

merupakan dokumen perencanaan tahunan daerah sebagai revisi

rencana dari acuan utama perencanaan teknis operasional

masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). RKPD

juga merupakan pedoman utama dalam penyusunan dalam

penyusunan RAPBD tahun berkenaan, oleh karena itu

kedudukan dan peranannya sangat penting dalam menentukan

arah perkembangan pembangunan daerah dalam kurun waktu

satu tahun kedepan. Pada Tahun 2017 telah disusun buku RKPD

sesuai rencana kebutuhan yaitu :

Page 83: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

15

IV -

IV -IV -

Tabel 4.4 Buku RKPD Bappeda Litbang Kabupaten BaritoUtara

Tahun 2017No Buku Jumlah Buku

1 Buku Rancangan RKPD Tahun 2018 50

2

Buku RKPD Tahun 2018 dan Lampiran

Matrik Program/Kegiatan 50

3

Buku Rancangan Perubahan RKPD Tahun

2017 50

4 Buku Perubahan RKPD Tahun 2017 100

12. Penyelenggaraan Musrenbang RKPD

Musrenbang RKPD dilaksanakan setiapn tahun dan

diselenggarakan secara berjenjang, yaitu mulai dari tingkat

Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota hingga tingkat

Provinsi. Di dalam kegiatan ini juga termasuk penyelenggaraan

Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (Forum SKPD) di tingkat

Kabupaten dan tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota. Pada

tingkat Desa/Kelurahan telah dilakukan inventarisasi usulan-

usulan dan aspirasi-aspirasi dari masyarakat pada sembilan

Kecamatan yang kemudian dibahas dan dirumuskan kembali

pada Musrenbang Kabupaten/Kota. Untuk mendapatkan

keselarasan RKPD dan Renja Desa dan Kecamatan, maka

diperlukan masukan dari Desa/Kelurahan, khususnya yang akan

mempengaruhi kegiatan pembangunan. Musrenbang pada

Sembilan kecamatan dilaksanakan pada tanggal 20 Februari

sampai dengan tanggal 28 Februari 2017. Kemudian

pelaksanaan Forum SKPD Kabupaten Barito Utara dilaksanakan

pada tanggal 3 Maret 2017 dan pelaksanaan Musrenbang tingkat

Kabupaten Barito Utara pada hari senin tanggal 20 Maret 2017.

Page 84: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

16

IV -

IV -IV -

13.Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Rencana

Pembangunan Daerah

Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah merupakan salah

satu instrument pendukung yang turut menentukan keberhasilan

program/kegiatan pembangunan Kabupaten Barito Utara Tahun

Anggaran 2017. Monitoring dan evaluasi adalah suatu cara untuk

mengetahui apakah suatu kegiatan berjalan sesuai dengan

rencana atau tidak. Dengan kata lain, monitoring dan evaluasi

adalah kegiatan untuk mengecek dan menilai jalannya program

mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga ke kegiatan

penyelesaian pembangunan fisik dan pemeliharaannya. Program

dan kegiatan yang dimonitoring & dievaluasi adalah

program/kegiatan di dinas/instansi yang melaksanakan kegiatan

fisik. Pada tahun 2017, pelaksanaan kegiatan monitoring,

evaluasi dan pelaporan berupa Rapat Koordinasi Pengendalian

Pembangunan (Rakordal) yang dilaksanakan setiap tiga

bulan/triwulan I, II, III, dan IV tahun anggaran 2017.

14. Penyusunan KUA dan PPAS

Melaksanakan Penyusunan dokumen Kebijakan Umum

Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas dan Plapond

Perubahan Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2017 serta

dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan

Plapond Anggaran Sementara (PPAS) Murni Tahun 2018.

Adapun tujuan penyusunan KUA dan PPAS adalah sebagai

pedoman dan arah penyusunan dalam APBD dalam menyusun

rumusan program strategis dalam skala prioritas yang lebih tajam

dan merupakan indikasi program APBD Kabupaten Barito Utara.

Masing-masing dokumen KUA dan PPAS ini harus disepakati

oleh Eksekutif dan Legislatif.

Page 85: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

17

IV -

IV -IV -

No DOKUMEN NOTA KESEPAKATAN

Dokumen KUA Perubahan Kabupaten

Barito Utara Tahun Anggaran 2017 telah

disepakati antara Pemerintah Kabupaten

Barito Utara dengan DPRD Kabupaten

Barito Utara

No.1/KEP-DPRD/2017;

No.

050.13/319/BAPPEDALIT

BANG/A2 Tanggal 8

September 2017

Dokumen PPAS Perubahan Kabupaten

Barito Utara Tahun Anggaran 2017 telah

disepakati antara Pemerintah Kabupaten

Barito Utara dengan DPRD Kabupaten

Barito Utara

No.2/KEP-DPRD/2017;

No.

050.13/320/BAPPEDALIT

BANG/A2 Tanggal 8

September 2017

Dokumen KUA Kabupaten Barito Utara

Tahun Anggaran 2018 telah disepakati

antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara

dengan DPRD Kabupaten Barito Utara

No.4/KEP-DPRD/2017;

No.

050.13/373/BAPPEDALIT

BANG/A2 Tanggal 9

November 2017

Dokumen PPAS Kabupaten Barito Utara

Tahun Anggaran 2018 telah disepakati

antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara

dengan DPRD Kabupaten Barito Utara

No.5/KEP-DPRD/2017;

No.

050.13/374/BAPPEDALIT

BANG/A2 Tanggal 9

November 2017

15. Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah.

Kegiatan ini merupakan pengumpulan data pelaksanaan

pembangunan sebagai pelaksanaan Peraturan Menteri Dalam

Negeri Nomor 8 Tahun 2014 tentang Sistem Informasi

Pembangunan Daerah. Hal ini semakin memperkuat posisi

SIPD sebagai bahan rujukan dalam proses penyusunan

dokumen perencanaan pembangunan daerah. Namun

penggunaan aplikasi SIPD sebagai acuan dalam penyusunan

dokumen perencanaan pembangunan daerah difokuskan

kepada pemanfaatan informasi yang dihasilkan berdasarkan

Page 86: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

18

IV -

IV -IV -

pengolahan data yang telah diinput oleh pemerintah daerah

melalui Batara Plan pada situs bataraplan.id.

16. Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi

Dalam rangka menciptakan sinkronisasi program-program

pembangunan daerah dan agar lebih terarahnya perencanaan

pembangunan di berbagai bidang, maka pada tahun 2017

Bappeda Kabupaten Barito Utara telah melakukan koordinasi

dan konsultasi ke provinsi dan pusat melalui beberapa kegiatan,

antara lain : kegiatan koordinasi perencanaan pembangunan

bidang ekonomi

17. Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial dan

Budaya

Kegiatan yang merupakan tupoksi Bidang Sosial dan Budaya

mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian bahan

kebijakan teknis dan koordinasi perencanaan pembangunan

kependudukan, keluarga berencana, kesehatan, tenaga kerja,

transmigrasi, kemiskinan, kesejahteraan sosial, serta

pemberdayaan perempuan, anak dan masyarakat, pendidikan,

pemuda dan olah raga, dan kebudayaan. Pada tahun 2017

kegiatan ini telah dilaksanakan dengan capaian fisik sebesar

96,00% dengan realisasi keuangan sebesar 92,86%.

18. Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan

Pelaksanaan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan

Tingkat Kabupaten Barito Utara dilaksanakan pada tanggal

tanggal 16 Desember 2015, bertujuan untuk mengevaluasi

pelaksanaan program/kegiatan Penanggulangan Kemiskinan

Kabupaten Barito Utara khususnya pada klaster I, II, dan III

serta bidang pendidikan, kesehatan, ketenaga kerjaan dan

Page 87: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

19

IV -

IV -IV -

infrastruktur dasar. Tujuan kedua yaitu untuk penguatan

kelembagaan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan

(TKPK) Kabupaten Barito Utara.Rapat Koordinasi

Penanggulangan Kemiskinan tingkat Provinsi di Palangka Raya

dilaksanakan satu kali yaitu pada tanggal 11 November 2016

yang dihadiri oleh Wakil Bupati Barito Utara selaku Ketua TKPD

di Kabupaten.

19. Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Prasarana

Wilayah

Ragam kegiatan ini pada tahun 2017 diantaranya adalah telah

dilaksanakan rapat-rapat konsolidasi internal terkait penyusunan

rancangan RKPD T.A 2018 yang merupakan pembahasan

ulang kebijakan pembangunan di 37 (tiga puluh tujuh) SOPD,

Monitoring lapangan terkait kemajuan fisik proyek multiyears

(ruas jalan Kandui-Montallat, Kandui-Batu Raya, dan Simpang

Jl.Negara km.52-Trans 52-55) dan penyusunan buku Database

Infrastruktur Daerah edisi 2 tahun 2017.

20. Pembangunan Perepatan Sanitasi Permukiman (PPSP)

Pada tahun 2017, Bappeda Barito Utara sebagai leading sector

dengan SKPD Mitra (Dinas PU, Dinas Kesehatan dan BPMD)

telah melaksanakan kegiatan perencanaan yang berkenaan

dengan penyediaan air minum dan sanitasi daerah melalui

kegiatan PAMSIMAS III. Kegiatan dimaksud mencakup proses

penjaringan lokasi sasaran sampai dengan penetapan desa

lokasi Pamsimas III oleh Bupati Bupati Barito Utara.

Perencanaan Pamsimas III Tahun 2017 telah ditetapkan 15

desa (3 APBD dan 12 APBN) untuk pelaksanaan Tahun 2018

yang dituangkan dalam dalam 15 dokumen Rencana Kerja

Masyarakat (RKM).

Page 88: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

20

IV -

IV -IV -

3. Permasalahan dan Solusi

Pada tahun anggaran 2017 Bappeda Litbang Kabupaten

Barito Utara melaksanakan program kegiatan yang tertuang

dalam DPA Bappeda Litbang Kabupaten Barito Utara yang

kemudian mengalami perubahan sebagaimana pada DPPA

Bappeda Litbang Kabupaten Barito Utara yang berjumlah 52

kegiatan. Anggaran pada DPPA Bappeda Litbang mengalami

penambahan sebesar Rp 1.451.747.500, (50,41%).

Page 89: KATA PENGANTAR - bappedabarut.com filedievaluasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah. ... fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah di bidang ... Pembangunan

1V -

BAB V

PENUTUP

A. KesimpulanProgram dan kegiatan Bappeda Litbang Kabupaten Barito

Utara pada Tahun Anggaran 2017 secara umum dapat dilaksanakan

secara optimal sesuai dengan tugas dan fungsi Pemerintahan

sebagaimana yang diamanatkan pada Bappeda Litbang Kabupaten

Barito Utara.