Kebijakan Moneter

  • View
    45

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah mengenai kebijakan moneter

Transcript

KATA PENGANTARPuji dan syukur kami panjatkan kepada Allah Subhana Wa Taala yang atas rahmat dan karunia-Nya yang dilimpahkan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah ini tepat pada waktunya, adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi, dengan judul Kebijakan Moneter.Dalam makalah ini kami membahas topik tentang kebijakan moneter yang terdiri dari beberapa poin mengenai ketentuan definisi dan pengertian kebijakan moneter, instrumen kebijakan moneter, kebijakan moneter dan keseimbangan ekonomi dengan analisis IS-LM, efektivitas kebijakan moneter.Dalam menyelesaikan makalah ini kami menemui beberapa permasalahan, namun karena ini amanah kewajiban bagi kami di bangku kuliah maka kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan tugas makalah ini, maka kami ucapkan terima kasih kepada:1. Bapak Ahmad Habibi, S.E, M.E, , yang telah memberikan tugas perdana dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi ini, kamipun dengan tugas makalah ini, banyak sekali mendapatkan beberapa pengalaman dalam menyusun dan mengerjakan tugas makalah dengan sistem berkelompok, yang nantinya akan berguna dalam dunia perkuliahan.2. Beberapa pihak yang turut dalam menyelesaikan tugas makalah ini yang tidak dapat kami sebut satu persatu yang sangat berperan penting dalam isi materi yang kami kemukakan dalam makalah ini.Kamipun sangat menyadari bahwa dalam peyusunan makalah ini masih jauh dari kesmpurnaan, namun demikian telah memberikan manfaat bagi kami. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kamipun sangat mengharapkan kritik dan saran yang nantinya akan kami gunakan untuk mengevaluasi makalah kami untuk lain waktu.

Bandar Lampung, 10 Oktober 2014

Kelompok 5

DAFTAR ISIKata PengantariiDaftar IsiiiiBAB I PENDAHULUAN1A. Latar Belakang Masalah1B. Rumusan Masalah2C. Tujuan Penulisan2BAB II PEMBAHASAN3A. Definisi dan Pengertian Kebijakan Moneter3B. Instrumen Kebijakan Moneter3C. Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi dangan Analisi IS-LM14D. Efektivitas Kebijakan Moneter17E. Kemungkinan Hasil Kebijakan Moneter22BAB III KESIMPULAN24DAFTAR PUSTAKA

i

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangPertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijakan pemerintah yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakam laju pertumbuhan yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi.Untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi stabil tidaklah pekerjaan yang mudah untuk dilaksanakan, ini gambarkan seperti mata uang dua sisi, kadang dicapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tapi tidak stabil. Untuk mencapai inilah diperlukan kebijakan moneter.Kebijakan moneter bertujuan mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang lebih baik dan atau diinginkan. Kondisi-kondisi tersebut diukur dengan menggunakan indikator-indikator makro utama seperti terpeliharanya pertumbuhan ekonomi yang baik, stabilitas harga umum yang terkendali, dan menurunnya tingkat pengangguran.Sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat Indonesia yang kegiatannya bertumpu pada aset keuangan kredit perbankan, maka pemerintah perlu melaksanakan kebijakan moneter melalui pengelolaan instrumen-instrumen kebijakan moneter itu sendiri, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi struktur potensi ekonomi masyarakat yang akan digerakkan. Kebijakan moneter tujuannya adalah untuk mencapai stabilisasi ekonomi. Berhasil tidaknya tujuan dari kebijakan moneter tersebut dipengaruhi oleh dua faktor, pertama: kuat tidaknya hubungan kebijakan moneter dengan kegiatan ekonomi tersebut, kedua: jangka waktu perubahan kebijakan moneter terhadap kegiatan ekonomi.

B. Rumusan Masalah

Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:1. Apa difinisi dan pengertian dari kebijakan moneter?2. Apa saja instrumen dari kebijakan moneter dan pengertiannya?3. Apa hubungan kebijakan moneter dan keseimbangan ekonomi dengan analisis IS-LM?4. Apa efektivitas dari kebijakan moneter?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk1. Mengetahui difinisi dan pengertian dari kebijakan moneter.2. Mengetahui instrumen dari kebijakan moneter dan pengertiannya.3. Mengetahui hubungan kebijakan moneter dan keseimbangan ekonomi dengan analisis IS-LM.4. Mengetahui efektivitas dari kebijakan moneter.

BAB IIPEMBAHASANA. Definisi / Pengertian Kebijakan Moneter (Monetary Policy)Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol). Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan,menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh,sekaligus mengendalikan inflasi.Jika yang di lakukan menambah uang beredar,maka pemerintah dikataan menempuh kebijkan moneter ekspnsif (monetary expansive). Sebaliknya jika jumlah uang beredar dikurangi, pemerintah menempuh kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive) [footnoteRef:2].

B. Instrumen Kebijakan Moneter [2: 1. Prathama Rahardja & Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi, (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia , 2008) hal 435.]

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga (open market buying). Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat (open market selling).

Tujuan kebijakan operasi pasar terbuka ini ialah[footnoteRef:3]: [3: 2.Iswardono,Kapita Selekta Ekonomi Moneter, (Jakarta: Percetakan Gunadarma , 2004) hal 93.]

a. Menjaga kestabilan harga obligasi atau surat berharga dengan jalan menstabilkan tingkat bunga.b. Memperkuat pengaruh dari perubahan tingkat diskonto, dalam artian ikut mendorong naik-turunnya tingkat bunga pinjaman.c. Pengembangan dan penyelamatan hutang pemerintah. Guna lebih mengefektifkan operasi pasar terbuka ini,Bank Indonesia telah mengembangkan kedua instrumen yaitu SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar, pemerintah menjual SBI dan atau SBPU. Melalui penjualan tersebut uang yang ada dalam masyarakat ditarik sehingga jumlah uang beredar berkurang,biasanya penjualan SBI/SBPU dilakukan bila jumlah uang beredar dianggap sudah mengganggu stabilitas perekonomian.Agar perbankan lebih mampu memberikan kredit yg akan memacu prtunbuhan ekonomi,maka SBI dan SBPU yang telah dijual dibeli kembali. Melalui pembelian itu pemerintah mengeluarkan uang sehingga menambah jumlah uang beredar[footnoteRef:4]. [4: 3. Prathama Rahardja & Mandala Manurung, Op. cit., hal 436]

Studi KasusTekan inflasi, BI genjot operasi pasar terbukaOleh Anna Suci Perwitasari, Asep Munazat Zatnika -Kamis, 20 Juni 2013 | 06:50 WIB(Diakses 21 November 2014, pukul 08:07 WIB)Sumber: http://nasional.kontan.co.id/news/tekan-inflasi-bi-genjot-operasi-pasar-terbuka JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan terus menggelar operasi pasar terbuka dengan menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada semester II tahun ini. Operasi pasar dilakukan untuk menarik lebih banyak uang beredar di masyarakat.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A. Johansyah menjelaskan, BI berencana menerbitkan SBI bertenor satu tahun. "Masih kami kaji sehingga waktunya kapan dikeluarkan belum tahu," katanya, Rabu (19/6).

Langkah ini menjadi salah satu upaya BI mengendalikan inflasi 2013 yang diperkirakan melonjak karena kenaikan harga BBM subsidi.

Penerbitan SBI berjangka satu tahun ini diharapkan mampu menjaga stabilitas moneter dan mengurangi spekulasi di pasar uang sehingga pada akhirnya inflasi terkendali. Selain menambah instrumen operasi pasar, BI masih punya jurus untuk menyerap uang beredar, antara lain dengan menaikkan setoran Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan.

Sekadar catatan, Kamis (13/6), BI telah melelang SBI bertenor sembilan bulan dengan target indikatif Rp 5 triliun. Nilai nominal penawaran yang masuk mencapai Rp 2,78 triliun dengan jumlah pemenang Rp 1,19 triliun.

PembahasanWacana Bank Indonesia menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bertenor satu tahun pada semester ke II tahun 2013 ini diharapkan mampu menarik lebih banyak uang yang beredar di masyarakat. Bank Indonesia menggelar Operasi Pasar Terbuka dengan menerbitkan SBI ini bertujuan menjaga stabilitas moneter dan mengurangi spekulasi di pasar uang sehingga pada akhirnya inflasi terkendali.Langkah ini menjadi salah satu upaya BI mengendalikan inflasi 2013 yang diperkirakan melonjak karena kenaikan harga BBM subsidi.Penerbitan SBI tersebut merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter yang dilakukan oleh pemerintah khususnya oleh Bank Indonesia yaitu Operasi Pasar Terbuka, dengan cara menjual surat-surat berharga seperti SBI. Dengan demikian uang yang beredar di masyarakat mengalir ke otoritas moneter, sehingga jumlah uang yang beredar berkurang.2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)Pengertian dari fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum[footnoteRef:5]. Yang dimaksud dengan tingkat bunga diskonto ialah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umu