KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU Materi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru

  • View
    233

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU Materi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2012. Selamat Datang di PLPG Rayon 114 Unesa. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript

PowerPoint Presentation

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU

Materi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2012

Selamat DatangdiPLPG Rayon 114 Unesa

PerkenalanTulislah:Nama:Alamat: ..Nomor HP:...Guru di Sekolah:..Lulus dari PT:. Tahun:.Prodi :Keinginan mengkuti plpg:Untuk Kelancaran Pelaksanaan PLPGHarap membaca dan mencermati BUKU PANDUAN PLPG 2012Penyelenggaraan dan kurikulum PLPGSkenario WorkshopUjianPenentuan Kelulusan PLPG 2012 Ujian UlangTata Tertib PesertaInstrumen yang digunakan dalam PLPG 212

Harap mematuhi Jadwal

Pembinaan dan Pengembangan Profesi GuruKebijakan Umum Pembinaan dan Pengembangan Guru

Kebijakan Umum Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru

Kebijakan Umum Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru

Pembinaan dan Pengembangan Profesi GuruEmpat Tahap Mewujudkan Guru Profesional

Pembinaan dan Pengembangan Profesi GuruPenyediaan guru berbasis perguruan tinggiDasar: UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 Penyediaan guru menjadi kewenangan lembaga pendidikan tenaga kependidikan Guru dimaksud harus memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya S1/D-IV dan bersertifikat pendidik

Pembinaan dan Pengembangan Profesi GuruKhusus PPG:Calon peserta: berkualifikasi S1/D-IV. Sertifikat pendidik bagi guru diperoleh melalui program pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi, dan ditetapkan oleh pemerintah. Sertifikasi pendidik bagi calon guru harus dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Jumlah peserta didik program pendidikan profesi setiap tahun ditetapkan oleh Menteri. Program pendidikan profesi diakhiri dengan uji kompetensi pendidik. Uji kompetensi pendidik dilakukan melalui ujian tertulis dan ujian kinerja sesuai dengan standar kompetensi. Ujian tertulis dilaksanakan secara komprehensifUjian kinerja dilaksanakan secara holistik dalam bentuk ujian praktik Kebijakan Pengembangan Profesi Guru Badan PSDMPK-PMP 7 Pembinaan dan Pengembangan Profesi GuruProgram Induksi:Sehebat apapun pengalaman teoritis calon guru di kampus, ketika menghadapi realitas dunia kerja, suasananya akan lain. Guru akan dibimbing dan dipandu oleh mentor terpilih untuk kurun waktu sekitar satu tahun, agar benar-benar siap menjalani tugas-tugas profesional. Walaupun guru yang direkruit telah memiliki kualifikasi minimum dan sertifikat pendidik, masih diperluan program induksi untuk memposisikan mereka menjadi guru yang benar-benar profesional.

Program induksi diyakini merupakan fase yang harus dilalui ketika seseorang dinyatakan diangkat dan ditempatkan sebagai guru. Masa transisi bagi guru pemula (beginning teacher).Lazim dilakukan di banyak negara. Pembinaan dan Pengembangan Profesi GuruPrakarsa Institusi:Pendidikan dan pelatihan, workshop, magang, studi banding, dll.Prakarsa ini menjadi penting, karena secara umum guru pemula masih memiliki keterbatasan, baik finansial, jaringan, waktu, akses, dan sebagainya.

Pembinaan dan Pengembangan Profesi GuruLingkup Profesi GuruLingkup Profesi GuruGuruMatapelajaran/kelas/BKGurudengan Tugas Tambahan sebagai KasekGurudalam Jabatan PengawasPENGEMBANGAN GURUPENGEMBANGAN KARIRPENGEMBANGAN PROFESIKOMPETENSI:PedagogikProfesionalKepribadianSosialDALAM BENTUK:Penugasan Kenaikan pangkatPromosiKOMPETENSIKepala SekolahKepengawasanKompetensi dan persyaratan lainPembinaan dan Pengembangan Profesi GuruAlur pengembangan profesi dan karir guru:Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru

Peningkatan Kompetensi Guru

Peningkatan Kompetensi Guru

Mengapa guru harus meningkatkan kompetensinya?Perkembangan IPTEKSKompetensi guru itu sendiri memang perlu ditingkatkanAmanat Undang-undangDampak bagi siswaDampak bagi sistem pendidikan nasional

Peningkatan Kompetensi Guru

Jenis program peningkatan kompetensi guru

Peningkatan Kompetensi Guru

Berdasarkan Permenneg PAN dan RB Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya:Empat jenjang jabatan fungsional: Guru Pertama, Guru Muda, Guru Madya, dan Guru Utama.Setiap tahun, guru harus dinilai kinerjanya secara teratur melalui Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) dan wajib mengikuti Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).PKB tersebut harus dilaksanakan sejak guru memiliki golongan kepangkatan III/a dengan melakukan pengembangan diri, dan sejak golongan kepangkatan III/b guru wajib melakukan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Untuk naik dari golongan kepangkatan IV/c ke IV/d guru wajib melakukan presentasi ilmiah.Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

Peningkatan Kompetensi Guru

Sistem Pembinaan dan Pengembangan Guru Berkelanjutan GURU PROFESIONALKesraHarlindungTunjangan ProfesiPK GuruformatifPKB--++PK GurusumatifPENGEMBANGAN KARIRKecukupan angka kredit

Peningkatan Kompetensi Guru

Sistem Pembinaan dan Pengembangan Guru Berkelanjutan

Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) mencakup kegiatan-kegiatan yang didesain untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru.Kegiatan PKB : Dilakukan guru sendiriSekolahJaringan sekolahMenggunakan sumber kepakaran lainnya

Peningkatan Kompetensi Guru

Sistem Pembinaan dan Pengembangan Guru Berkelanjutan PKB yang dilakukan oleh guru sendiri: a.menganalisis umpan balik yang diperoleh dari siswa terhadap pelajarannya; b. menganalisis hasil pembelajaran (nilai ujian, keterampilan siswa, dll); c. mengamati dan menganalisis tanggapan siswa terhadap kegiatan pembelajaran; d. membaca artikel dan buku yang berkaitan dengan bidang dan profesi; dan e. mengikuti kursus atau pelatihan jarak jauh.

Peningkatan Kompetensi Guru

Sistem Pembinaan dan Pengembangan Guru Berkelanjutan PKB yang dilakukan oleh guru bekerja sama dengan guru lain: a. mengobservasi guru lain; b. mengajak guru lain untuk mengobservasi guru yang sedang mengajar; c. mengajar besama-sama dengan guru lain (pola team teaching); d.bersamaan dengan guru lain membahas dan melakukan investigasi terhadap permasalahan yang dihadapi di sekolah; e. membahas artikel atau buku dengan guru lain; dan f. merancang persiapan mengajar bersama guru lain.

Peningkatan Kompetensi Guru

Sistem Pembinaan dan Pengembangan Guru Berkelanjutan PKB yang dilakukan oleh sekolah : a.training day untuk semua sumber daya manusia di sekolah (bukan hanya guru); b. kunjungan ke sekolah lain; dan c. mengundang nara sumber dari sekolah lain atau dari instansi lain

Peningkatan Kompetensi Guru

Sistem Pembinaan dan Pengembangan Guru Berkelanjutan Tiga unsur kegiatan guru dalam PKB:

Peningkatan Kompetensi Guru

Sistem Pembinaan dan Pengembangan Guru Berkelanjutan Uji Kompetensi Guru:Tujuan: menilai dan menetapkan apakah guru sudah kompeten atau belum dilihat dari standar kompetensi yang diujikan.Yang diukur: kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, sosial.Strategi uji kompetensi dilakukan seperti berikut ini. 1. Dilakukan secara kontinyu bagi semua guru, baik terkait dengan mekanisme sertifikasi maupun bersamaan dengan penilaian kinerja. Dapat dilakukan secara manual (offline), online, atau kombinasinya. Memberi perlakauan khusus untuk jenis guru tertentu, misalnya guru produktif, normatif, guru TK/LB, atau melalui tes kinerja atau performance test. 4. Dimungkinkan penyediaan bank soal yang memenuhi validitas dan reliabilitas tertentu, khusus untuk ranah pengetahuan. 5. Sosialisasi pelaksanaan program dan materi uji kompetensi

Peningkatan Kompetensi Guru

Sistem Pembinaan dan Pengembangan Guru Berkelanjutan Uji Kompetensi Guru (Kompetensi Pedagogik):

a. Penguasaan terhadap karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional dan intelektual. b. Penguasaan terhadap teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. c. Mampu mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampu. d. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik. e. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik. f. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. g. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. h. Melakukan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. i. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran

Peningkatan Kompetensi Guru

Sistem Pembinaan dan Pengembangan Guru Berkelanjutan Uji Kompetensi Guru (Kompetensi Kepribadian):

a. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. b. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. c. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. d. Menunjukan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.

Peningkatan Kompetensi Guru

Sistem Pembinaan dan Pengembangan Guru Berkelanjutan Uji Kompetensi Guru (Kompetensi Sosial):

a. Bertindak objektif serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. b. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. c. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. d. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.