of 33 /33
 Tugas Kelompok Ranah Pengetahuan menurut Bloom + Bloom yang direvisi dan Contoh Bentuk-bentuk Soalnya untuk Pembelajaran Matematika  Diajukan untuk Memenuhi Tugas Perkuliahan  Evaluasi Pembelajaran Matematika  Oleh: Kelompok 1 1. Arifa Rahmi ( 15205061 ) 2. Muthia Rahmi ( 15205072 ) 3. Rahmi Fitri ( 15205076 ) 4. Siti Zulaika ( 15205079 ) 5. Susanti ( 15205080 ) Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd, M.Sc PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2016

Kelompok 1 Taksonomi Bloom

Embed Size (px)

Citation preview

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 1/33

 

Tugas Kelompok

Ranah Pengetahuan menurut Bloom + Bloom yang direvisi dan

Contoh Bentuk-bentuk Soalnya untuk Pembelajaran Matematika

 Diajukan untuk Memenuhi Tugas Perkuliahan

 Evaluasi Pembelajaran Matematika 

Oleh:

Kelompok 1

1. 

Arifa Rahmi ( 15205061 )2.  Muthia Rahmi ( 15205072 )

3.  Rahmi Fitri ( 15205076 )

4.  Siti Zulaika ( 15205079 )

5.  Susanti ( 15205080 )

Dosen Pembimbing:

Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd, M.Sc

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2016

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 2/33

 

KATA PENGANTAR

 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan

rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan

makalah ini. Sejalan dengan dinamika bangsa yang terus mencari bentuk yang lebih

 baik demi menghasilkan generasi cerdas dan budiman, maka penulis membuat

makalah ini yang berjudul “Ranah Pengetahuan menurut Bloom + Bloom yang

direvisi dan Contoh Bentuk-bentuk Soalnya untuk Pembelajaran Matematika”

dengan baik. Untuk memenuhi tugas perkuliahan  Evaluasi Pembelajaran

 Matematika. 

Penulis berharap agar semua orang dapat memperoleh berbagai informasi yang

 berguna untuk pembaca dari karya tulis ini. Namun, walaupun demikian penulis juga

 percaya bahwa tidak ada gading yang tak retak, untuk itu kritikan dan saran maupun

sumbangsih pikiran yang sifatnya constructive dari pembaca akan penulis terima

dengan senang hati. Demi kesempurnaan makalah ini dan untuk perbaikan makalah

yang akan datang.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih atas dukungan, bantuan dan

 bimbingan yang telah diberikan oleh Bapak Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd, M.Sc.

selaku dosen pembimbing yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan

makalah ini, serta rekan-rekan yang ikut membantu terselesainya makalah ini.

Padang, Februari 2016

Penulis

i

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 3/33

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... i

DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii

BAB I  PENDAHULUAN ................................................................................ 1

A.  Latar Belakang................................................................................ 1

B.  Rumusan Masalah .......................................................................... 2

C.  Tujuan Penulisan ............................................................................ 2

D. 

Manfaat Penulisan .......................................................................... 2

BAB II  PEMBAHASAN ................................................................................... 3

A.  Ranah Pengetahuan Menurut Bloom .............................................. 3

B.  Ranah Pengetahuan Menurut Bloom yang Direvisi ...................... 18

BAB III  PENUTUP ........................................................................................... 28

A.  Kesimpulan .................................................................................... 28

B.  Saran .............................................................................................. 29

DAFTAR PUSTAKA

ii

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 4/33

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Penilaian merupakan upaya atau tindakan untuk mengetahui sejauh mana tujuan

yang telah ditetapkan dapat tercapai atau tidak. Dengan kata lain, penilaian berfungsi

sebagai alat untuk mengetahui keberhasilan proses dan hasil belajar peserta didik.

Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler

maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin S.

Bloom.

Salah satu prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam rangka evaluasi

 pembelajaran adalah prinsip kebulatan, dengan prinsip tersebut evaluator dalam

melaksanakan evaluasi hasil belajar dituntut untuk mengevaluasi secara menyeluruh

terhadap peserta didik, baik dari segi pemahamannya terhadap materi atau bahan

 pelajaran yang telah diberikan (aspek kognitif), maupun dari segi penghayatan (aspek

afektif), dan pengamalannya (aspek psikomotor).

Ketiga aspek atau ranah tersebut erat sekali dan bahkan tidak mungkin dapat

dilepaskan dari kegiatan atau proses evaluasi hasil belajar. Benjamin S. Bloom dan

kawan-kawannya itu berpendapat bahwa pengelompokkan tujuan pendidikan itu

harus senantiasa mengacu kepada tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang

melekat pada diri peserta didik, yaitu ranah proses berfikir (cognitive domain), ranah

nilai atau sikap (affective domain) dan ranah keterampilan ( psychomotor domain).

Dalam konteks evaluasi pembelajaran, maka ketiga domain atau ranah itulah

yang harus dijadikan sasaran dalam setiap kegiatan evaluasi pembelajaran. Untuk

lebih memahami tentang ranah pengetahuan menurut Bloom tersebut, maka dalam

makalah ini  penulis akan menjelaskan materi yang berjudul “Ranah Pengetahuan

menurut Bloom + Bloom yang direvisi dan Contoh Bentuk-bentuk Soalnya untuk

Pembelajaran Matematika”. 

1

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 5/33

 

B.  Rumusan masalah

Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.

1.  Bagaimana ranah pengetahuan menurut Bloom sebelum direvisi?

2.  Bagaimana ranah pengetahuan menurut Bloom yang direvisi?

C.  Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.

1.  Untuk mengetahui ranah pengetahuan menurut Bloom sebelum direvisi.

2.  Untuk mengetahui ranah pengetahuan menurut Bloom yang direvisi.

D.  Manfaat Penulisan

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.

1.  Dapat menambah wawasan pengetahuan tentang ranah pengetahuan menurut

Bloom dan Bloom yang direvisi.

2.  Digunakan untuk acuan pada pendidik atau calon pendidik untuk mengetahui

ranah pengetahuan serta dalam praktiknya dalam kegiatan belajar mengajar.

2

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 6/33

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Ranah Pengetahuan Menurut Bloom

Pada tahun 1956 Benyamin S. Bloom menyampaikan gagasannya berupa

taksonomi tujuan pendidikan dengan menyajikannya dalam bentuk hirarki,

selanjutnya disebut dengan Taksonomi Bloom. Taksonomi berasal dari bahasa Yunani

tassein yang berarti mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Oleh karena itu,

taksonomi adalah sistem klasifikasi, artinya sesuatu atau prinsip yang mendasari

klasifikasi atau juga dapat berarti ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi.

Bloom dan krathwohl menggunakan 4 prinsip-prinsip dasar dalam merumuskan

taksonomi, antara lain:

1.  Prinsip metodologi: perbedaan yang besar telah merefleksi kepada cara-cara

 pendidik dalam mengajar.

2.  Prinsip psikologis: Taksonomi hendaknya konsisten fenomena kejiwaan yang

ada sekarang.

3.  Prinsip logis: Taksonomi hendaknya dikembangkan secara logis dan konsisten.

4.  Prinsip tujuan: Tingkatan-tingkatan tujuan tidak selaras dengan tingkatan-

tingkatan nilai-nilai. (S. Arikunto, 2005:116)

Atas dasar prinsip ini maka taksonomi disusun menjadi suatu tingkatan yang

menujukkan tingkat kesulitan. Selain itu pada prinsip evaluator dituntut untuk

mengevaluasi secara menyeluruh terhadap peserta didik, baik dari segi

 pemahamannya terhadap materi atau bahan pelajaran yang telah diberikan (aspek

kognitif ), maupun dari segi penghayatan (aspek afektif ) dan pengalamannya (aspek

 psikomotorik ). 

Benjamin S.Bloom dan kawan-kawannya berpendapat bahwa taksonomi

(pengelompokkan) tujuan pendidikan. Ada 3 ranah atau domain besar yang mengacu

kepada tiga jenis domain  (daerah binaan atau ranah pada diri peserta didik, yaitu

3

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 7/33

 

ranah proses berpikir (cognitive domain), ranah nilai atau sikap (affective domain)

dan ranah keterampilan (psychomotor domain).

Dalam konteks evaluasi hasil belajar, maka ketiga domain atau ranah itulah

yang harus dijadikan sasaran dalam setiap kegiatan evaluasi hasil belajar, yaitu: (1)

Apakah peserta didik sudah dapat memahami semua bahan atau materi pelajaran yang

telah diberikan kepada mereka? (2) Apakah peserta didik sudah dapat

menghayatinya? (3) Apakah materi pelajaran yang telah diberikan itu sudah dapat

diamalkan secara kongkret dalam praktek atau dalam kehidupan sehari-hari?

1. 

Ranah kognitif (cogni tive domain )

Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut

Bloom, segala upaya yang menyangkut aktifitas otak adalah termasuk dalam ranah

kognitif (A. Sudijono, 2007:49-50). Taksonomi Bloom mengklasifikasikan ranah

kognitif menjadi enam kategori dari yang sederhana sampai dengan yang lebih

kompleks. Daryanto (2012: 101-102) memberikan gambar secara visual dari keenam

kategori aspek ranah kognitif atas enam jenjang yang diurutkan secara hirarki

 piramidal, sebagaimana terlukis pada Gambar 1. Keenam jenjang berpikir pada ranah

kognitif bersifat kontinum dan overlap  (saling tumpang tindih), dimana ranah ranah

yang lebih tinggi meliputi semua ranah yang ada di bawahnya (A. Sudijono,

2007:53). Overlap  antara enam jenjang berpikir itu akan lebih jelas terlihat pada

Gambar 2.

Penilaian

Sintesis

Analisis

Penerapan

Pemahaman

Pengetahuan

(evaluation)

( synthesis)

(analysis)

(application)

(comprehension)

(knowledge)

Gambar 1. Enam jenjang berpikir pada ranah kognitif  

4

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 8/33

 

Keterangan:

 Pengetahuan (1) adalah merupakan jenjang berpikir paling dasar.

 Pemahaman (2) mencakup pengetahuan (1).  Aplikasi atau Penerapan (3)

mencakup pemahaman (2) dan pengetahuan (1).  Analisis (4) mencakup aplikasi

(3), pemahaman (2) dan pengetahuan (1). Sintesis (5) meliputi juga analisis (4),

aplikasi (3), pemahaman (2) dan pengetahuan (1).  Evaluasi (6) meliputi juga

sintesis (5), analisis (4), aplikasi (3), pemahaman (2) dan pengetahuan (1).

Keenam kategori tersebut adalah sebagai berikut.

a.  Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge), disebut dengan C1

Pengetahuan (knowledge) merupakan proses berpikir yang paling rendah.

Pengetahuan adalah kemampuan seseorang untuk mengingat kembali (recall ) atau

mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, gejala, rumus-rumus dan sebagainya,

tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunakannya (S. Arikunto, 2005:117). 

Oleh karena itu pengetahuan menekan pada proses mental dalam mengingat dan

mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah peserta didik peroleh secara

tepat sesuai dengan apa yang telah mereka peroleh sebelumnya. Informasi yang

dimaksud berkaitan dengan simbol-simbol matematika, terminologi dan peristilahan,

fakta-fakta, keterampilan dan prinsip-prinsip.

1

2

3

4

5

6

Gambar 2. Overlap antara enam jenjang berpikir pada ranah kognitif  

5

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 9/33

 

Secara terinci, jenjang pengetahuan ini mencakup hal-hal sebagai berikut:

(1)  Pengetahuan tentang fakta yang spesifik; dalam hal ini peserta didik dituntut

untuk mengingat kembali materi yang mirip dengan materi yang telah dipelajari.

Contoh soal:

  Bilangan prima yang genap adalah ...

  Invers kali dari 5 adalah ...

  Hasil penjumlahan dua bilangan rasional a/b + c/d adalah ...

  Rumus untuk menentukan keliling lingkaran adalah ...

  Sebutkan contoh-contoh dari bilangan rasional dan irrasional ...

(2) 

Pengetahuan tentang terminologi; dalam hal ini kemampuan yang paling besar

adalah mengetahui arti tiap kata.

Contoh soal:

  Himpunan yang tidak mempunyai anggota adalah ...

  Sifat penjumlahan bilangan a + b = b + a disebut dengan ...

   Nilai mutlak dari suatu bilangan k ditulis dengan lambang ...

  Garis yang menghubungan satu titik sudut sebuah segitiga dengan

 pertengahan sisi di depannya adalah ...

(3)  Kemampuan untuk mengerjakan aksioma (manipulasi rutin)

Contoh soal:

  6 –  ( – 3) = ...

  (2/3) : (1/6) = ...

  Jika x + 2 = y, maka │x - y│ + │x + y│ adalah ...  

  Penyelesaian dari persamaan x + (1/x) = x –  (1/x) adalah ...

  1/20 dijadikan bentuk persen adalah ...

 b.  Pemahaman (comprehension), disebut dengan C2

Tahap pemahaman lebih tinggi tingkatannya dari tahap pengetahuan.

Pemahaman (comprehension) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau

memahami sesuatu setelah sesuatu itu telah diketahui dan diingat. Dengan kata lain,

6

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 10/33

 

memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai

segi. Dalam tingkatan ini peserta didik diharapkan mampu memahami ide-ide

matematika bila mereka dapat menggunakan beberapa kaidah yang relevan tanpa

 perlu menghubungkannya dengan ide-ide lain dengan segala implikasinya.

Menurut S. Arikunto (2005:118), dengan pemahaman, peserta didik diminta

untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana di antara fakta

atau konsep. Sehingga peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat

memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu dengan

menggunakan kata-katanya sendiri. Daryanto (2012: 106) menjelaskan bahwa

kemampuan pemahaman dapat dijabarkan menjadi tiga, yaitu: (1) menerjemahkan

(translation), (2) menginterpretasikan (interpretation) dan (3) mengekplorasi

(eksploration).

Secara terinci, jenjang kognitif pemahaman mencakup hal-hal sebagai berikut:

(1)  Pemahaman Konsep

Contoh soal:

  Jika f(x) = 2x + 1 dan g(x) = 3x –  2, maka f(g(x)) adalah ...

  Persamaan garis yang melalui titik (1,2) dan (-3,5) adalah ...

  Jelaskan pengertian dari bilangan rasional dan irrasional!

(2)  Pemaham prinsip, aturan dan generalisasi

Contoh soal:

  Jika pembilang dan penyebut suatu pecahan dikali dengan bilangan yang

sama, maka ...

  Jika irisan dua bidang tidak kosong, maka irisannya akan berbentuk ...

  Sudut luar sebuah segitiga sama dengan ...

(3) 

Pemahaman terhadap struktur matematika

Contoh soal:

   Nilai a dalam 3 x 39 = (3 x 13) +(3 x a) adalah ...

  Jika (n + 68)2 = 654.461, maka (n +58) (n+78) adalah ...

  Jika a . b = 0, maka ...

7

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 11/33

 

(4)  Kemampuan untuk membuat transformasi

Contoh soal:

  Seperdelapan persen dari 10.000 sama dengan ...

  Jika a * b = a + ab, maka 2 * 7 = ...

  Sebuah lingkaran yang berjari-jari r dilukis dalam suatu persegi, dimana

lingkaran tersebut menyingung keempat sisi persegi. Luas daerah persegi

yang berada di luar lingkaran adalah ...

(5)  Kemampuan untuk mengikuti pola berpikir

Contoh soal:

Perhatikan pola bilangan berikut:

Maka jumlah bulatan pada gambar ke 10 adalah ...

(6)  Kemampuan untuk membaca dan menginterpretasikan masalah sosial dan

masalah matematika.

Contoh soal:

  Untuk n anggota bilangan cacah, tentukanlah nilai n yang memenuhi

 pertaksamaan 5 < n + 3 < 15 ...

  Jika irisan dua bidang tidak kosong, maka irisannya akan berbentuk ...

  Sudut luar sebuah segitiga sama dengan ...

c.  Penerapan (application), disebut dengan C3

Penerapan atau aplikasi ini adalah merupakan proses berpikir setingkat lebih

tinggi ketimbang pemahaman. Penerapan atau aplikasi (application) adalah

kesanggupan seseorang untuk menerapkan atau menggunakan ide-ide umum, tata

cara ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus-rumus, teori-teori dan

sebagainya, dalam situasi yang baru dan kongkret. Kemampuan kognisi yang

mengharapkan peserta didik mampu mendemonstrasikan pemahaman mereka

8

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 12/33

 

 berkenaan dengan sebuah abstraksi matematika melalui penggunaannya secara tepat

ketika mereka diminta untuk itu.

Daryanto (2012:109) menjelaskan jenjang kemampuan pemahaman ini dituntut

kesanggupan ide-ide umum, tata cara ataupun metode-metode, prinsip-prinsip serta

teori-teori dalam situasi baru dan konkret. Dengan demikian peserta didik dituntut

memiliki kemampuan untuk menyeleksi atau memilih suatu abstrasi tertentu (konsep,

hukum, dalil, aturan, gagasan dan cara) secara tepat untuk diterapkan dalam suatu

situasi baru dan menerapkannya secara benar.

Secara terinci, jenjang kognitif penerapan atau aplikasi mencakup hal-hal sebagai

 berikut:

(1)  Kemampuan untuk menyelesaikan masalah rutin

Contoh soal:

Pak Herman membeli kemeja dengan harga Rp. 75.000,-. Untuk pembeliah

kemaja tersebut, pak Herman mendapat potongan (diskon) 15%. Harga yang

harus dibayar pak Herman adalah ...

(2)  Kemampuan untuk membandingkan

Contoh soal:

  Tentukan data terbesar dari 23, 34, 33, 43, 15, 34, 43, 24, 25, 34, 33, 45, 41,

39 adalah ...

  Bagaimana menyelesaikan hitungan ini 51 x 40 = n?

d.  Analisis (analysis), disebut dengan C4

Analisis (analysis) adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau

menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan

mampu memahami hubungan di antara bagian-bagian atau faktor-faktor yang satu

dengan faktor-faktor lainnya. Jenjang analisis adalah setingkat lebih tinggi ketimbang

 jenjang penerapan/aplikasi.

Menurut Daryanto (2012:109) menjelaskan bahwa jenjang kemampuan ini

dituntut untuk dapat menguraikan suatu situasi atau keadaan tertentu ke dalam unsur-

9

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 13/33

 

unsur atau komponen-komponen pembentuknya. Kemampuan analisis

diklasifikasikan atas tiga kelompok yaitu: analisis unsur, analisis hubungan dan

analisis prinsip-prinsip yang terorganisasi. Sehingga kemampuan ini dapat memilah

sebuah informasi ke dalam komponen-komponen sedemikan hingga hirarki dan

keterkaitan antar ide dalam informasi tersebut menjadi tampak dan jelas.

Secara terinci, jenjang kognitif sintesis mencakup analisis yaitu:

Contoh soal:

   Nilai x yang memenuhi persamaan 2.8x + 4. 8

-x –  9 = 0 adalah ...

  Amir ingin membeli 6 pasang sepatu. Toko X menjual Rp. 75.000 untuk tiga

 pasang, sedangkan toko Y menjual Rp. 50.000 untuk 2 pasang. Agar

ekonomis, Amir harus membeli di toko ...

  Jumlah peserta didik SMK A 1400 orang, terdiri dari jurusan akuntansi,

 bisnis manajemen, perkantoran dan broadcasting. Bila jurusan akuntasi 200

orang, bisnis manajemen 250 orang, perkantoran 450 orang dan sisanya

 broadcasting, maka persentase jumlah peserta didik jurusan broadcasting

adalah ...

  Peserta didik disuruh menerangkan apa sebab pada waktu mendung dan ada

angin kencang tidak segera turun hujan.

e.  Sintesis ( synthesis), disebut dengan C5

Sintesis ( synthesis) adalah memadukan elemen-elemen dan bagian-bagian

untuk membentuk suatu kesatuan.. Jenjang sintesis kedudukannya setingkat lebih

tinggi ketimbang jenjang analisis. Sintesis merupakan suatu proses yang memadukan

 bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola

yang berstruktur atau berbentuk pola baru. Dalam matematika, sintesis melibatkan

 pengkombinasian dan pengorganisasian konsep-konsep dan prinsip-prinsip

matematika untuk mengkreasikannya menjadi struktur matematika yang lain dan

 berbeda dari yang sebelumnya. Sehingga sintesis merupakan suatu proses yang

memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis sehingga menjelma menjadi

10

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 14/33

 

suatu pola struktur atau bentuk. Misalnya memformulakan teorema-teorema

matematika dan mengembangkan struktur-struktur matematika.

Dengan demikian pada jenjang ini seseorang dituntut untuk dapat menghasilkan

sesuatu yang baru dengan jalan menggabungkan beberapa faktor yang ada. Dimana

hasil yang diperoleh dari penggabungan ini dapat berupa : tulisan dan rencana atau

mekanisme (Daryanto 2012:112). Apabila penyusun soal tes bermaksud meminta

 peserta didik melakukan sintesis maka pertanyaan-pertanyaan disusun sedemikian

rupa sehingga meminta peserta didik untuk menggabungkan atau menyusun kembali

hal-hal yang spesifik agar dapat mengembangkan suatu struktur baru. (S. Arikunto,

2005:119)

Secara terinci, jenjang kognitif sintesis mencakup hal-hal sebagai berikut:

(1)  Kemampuan untuk menemukan hubungan

Contoh soal:

  Panjang diagonal suatu bujur sangkar adalah x + y. Tentukanlah luas bujur

sangkar tersebut.

  Manakah dari bilangan-bilangan berikut ini yang merupakan bilangan

irrasional?

a. 2 b. 0, 524389 c. 4 d. 0,123123123 e. 2

(2)  Kemampuan untuk menyusun pembuktian

Contoh soal:

Buktikan untuk setiap bilangan real a, buktikanlah bahwa a . 0 = 0 . a = 0.

f.  Penilaian (evaluation), disebut dengan C6

Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation) adalah merupakan jenjang berpikir

 paling tinggi dalam ranah kognitif menurut Taksonomi Bloom. Kegiatan membuat

 penilaian berkenaan dengan nilai sebuah ide, kreasi, cara atau metode. Evaluasi dapat

memandu seseorang untuk mendapatkan pengetahuan baru, pemahaman yang lebih

 baik, penerapan baru dan cara baru yang unik dalam analisis atau sintesis. Oleh

karena itu, jenjang kemampuan ini seseorang dituntut untuk dapat mengevaluasi

11

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 15/33

 

situasi, keadaan, pernyataan atau konsep berdasarkan suatu kriteria tertentu. Evaluasi

dalam pengukuran aspek kognitif menyangkut masalah “benar /salah“ yang

didasarkan atas dalil, hukum, prinsip pengetahuan.

Secara terinci, jenjang kognitif evaluasi mencakup hal-hal sebagai berikut:

(1)  Kemampuan untuk mengkritik pembuktian

Contoh soal:

Uraikan berikut adalah sebuah bukti mengenai dua bilangan riil yang sama.

Langkah mana yang salah?

  misalkan

 

   

 

( ) ( )( ) 

   

 

( )  

   

(2)  Kemampuan untuk merumuskan dan memvalidasi generalisasi

Contoh soal:

Tuliskan langkah-langkah atau prosedur untuk menentukan apakah 12.807

sebuah bilangan prima.

2.  Ranah efektif (aff ective domain )

Taksonomi untuk daerah afektif mula-mula dikembangkan oleh David

R.Krathwohl dan kawan-kawan (1974) dalam buku yang diberi judul Taxonomy of

 Educational Objecyives: Affective Domain. Ranah afektif adalah ranah yang

 berhubungan dengan sikap dan nilai. Bila seseorang memiliki penguasaan kognitifyang tinggi, ciri-ciri belajar efektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai

tingkah laku. Misalnya, perhatiannya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar,

menghargai pendidik dan teman sekelas, kebiasaan belajar dan hubungan sosial. Ada

 beberapa kategori dalam ranah afektif sebagai hasil belajar yaitu (a)

12

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 16/33

 

receiving/attending (menerima/memperhatikan), (b) responding   (menanggapi), (c)

Valuing  (penilaian), (d) organization (organisasi), (e) characterization by a value or

value complex (karakteristik nilai atau internalisasi nilai). Di bawah ini merupakan

gambaran secara visual dari kelima kategori aspek ranah afektif atas lima jenjang

yang diurutkan secara hirarki piramidal menurut Taksonomi Krathwohl dan Bloom

dkk, sebagaimana terlukis pada Gambar 3.

Kelima kategori dalam ranah afektif sebagai berikut:

a.   Receiving/attending (menerima/memperhatikan)

 Receiving/attending (menerima/memperhatikan) adalah semacam kepekaan

dalam menerima rangsangan (stimulasi) dari luar yang datang kepada peserta didik

dalam bentuk masalah, situasi, gejala dan lain-lain. Dalam tipe ini termasuk

kesadaran, keinginan untuk menerima stimulus, control dan seleksi gejala atau

rangsangan dari luar. Receiving atau attending  juga sering diberi pengertian sebagai

kemauan untuk memperhatikan suatu kegiatan atau suatu objek. Pada jenjang ini

 peserta didik dibina agar mereka bersedia menerima nilai-nilai yang diajarkan kepada

mereka dan mereka mempunyai kemauan menggabungkan diri ke dalam nilai itu atau

mengidentifikasi diri dengan nilai itu. Menurut Daryanto (2012:117), Dipandang dari

segi pengajaran, jenjang ini berhubungan dengan menimbulkan, mempertahankan dan

mengarahkan perhatian peserta didik. Contohnya hasil belajar afektif jenjang

receiving  yaitu bagaimana peserta didik menyadari bahwa disiplin wajib ditegakkan,

sifat malas dan tidak berdisiplin harus disingkirkan jauh-jauh?.

Karakteristik nilai atau internalisasi nilai

Organisasi

Penilaian

Menanggapi

Menerima

Gambar 3. Lima jenjang berpikir pada ranah afektif  

13

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 17/33

 

 b.   Responding  (menanggapi)

 Responding   (menanggapi) adalah suatu sikap yang menunjukkan adanya

 partisipasi aktif atau kemampuan menanggapi, kemampuan yang dimiliki peserta

didik untuk mengikutsertakan dirinya secara aktif dalam fenomena tertentu dan

membuat reaksi terhadapnya dengan salah satu cara. Hal ini mencakup ketepatan

reaksi, perasaan, kepuasan dalam menjawab stimulus dari luar yang datang kepada

dirinya. Jenjang ini setingkat lebih tinggi ketimbang jenjang receiving . Contoh hasil

 belajar ranah afektif jenjang responding adalah peserta didik tumbuh hasratnya untuk

mempelajari lebih jauh atau menggali lebih dalam lagi makna dari materi-materi

matematika tentang kedisiplinan. Misalnya bagaimanakah pendapat anda tentang

 peserta didik yang tidak menyukai pelajaran matematika? Bagaimana tindakan Anda

 jika seandainya yang menjadi pengajar matematika itu Anda?

c.  Valuing  (menilai/menghargai)

Valuing   (menilai/menghargai) artinya memberikan nilai atau penghargaan

terhadap suatu kegiatan atau objek, sehingga apabila kegiatan itu tidak dikerjakan,

dirasakan akan membawa kerugian dan penyesalan. Valuing adalah merupakan

tingkatan afektif yang lebih tinggi lagi daripada receiving   dan responding . Dalam

kaitannya dengan proses pembelajaran peserta didik tidak hanya mau menerima nilai

yang diajarkan mereka telah berkemampuan untuk menilai konsep atau fenomena

 baik atau buruk.

Sejalan dengan penjelasan Daryanto (2012:117) bahwa kemampuan ini

 bertalian dengan partisipasi peserta didik. Sehingga peserta didik tidak hanya

menghadiri suatu fenomena tetapi juga mereaksi terhadap fenomenanya dengan salah

satu cara. Bila sesuatu ajaran yang telah mampu mereka nilai dan telah mampu untuk

mengatakan “itu adalah baik”, maka ini berar ti bahwa peserta didik telah menjalani

 proses penilaian. Nilai itu telah dicamkan (internalized ) dalam dirinya. Dengan

demikian maka nilai tersebut telah stabil dalam diri peserta didik. Contoh hasil belajar

afektif jenjang valuing adalah tumbuhnya kemauan yang kuat pada diri peserta didik

14

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 18/33

 

untuk berlaku disiplin, baik di sekolah, di rumah maupun di tengah-tengah kehidupan

masyarakat. Bagaimanakah pendapat Anda seandainya pelajaran matematika itu tidak

dipelajari di sekolah? Mengapa pendapat Anda demikian?

d.  Organization (Organisasi)

Organization (mengatur atau mengorganisasikan) artinya mempertemukan

 perbedaan nilai sehingga terbentuk nilai baru yang lebih universal. Mengatur atau

mengorganisasikan merupakan pengembangan dari nilai ke dalam suatu sistem

organisasi, termasuk hubungan suatu nilai dengan nilai yang lain, pemantapan dan

 prioritas nilai yang telah dimilikinya. Termasuk ke dalam organisasi ialah konsep

tentang nilai, organisasi sistem nilai dan lain-lain. Daryanto (2012:117) berpendapat

 bahwa jenjang ini bertalian dengan nilai yang dikenakan peserta didik terhadap suatu

objek, fenomena atau tingkah laku tertentu. Jenjang ini merupakan jenjang sikap atau

nilai yang lebih tinggi lagi ketimbang receiving , responding   dan valuing . Contoh

hasil belajar afektif jenjang organization adalah peserta didik mendukung penegakan

disiplin nasional yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden Soeharto pada

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 1995.

e.  Characterization by a value or value complex (karakteristik nilai atau

internalisasi nilai)

Characterization by a value or value complex  (karakteristik nilai atau

internalisasi nilai) adalah keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki

seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Proses

internalisasi nilai telah menempati tempat tertinggi dalam hierarki nilai. Nilai itu telah

tertanam secara konsisten pada sistemnya dan telah mempengaruhi emosinya. Jadi

 pada jenjang ini peserta didik telah memiliki sistem nilai yang mengontrol tingkah

lakunya untuk suatu waktu yang cukup lama, sehingga membentuk karakteristik (pola

hidup) tingkah laku, konsisten dan dapat diramalkan. Contoh hasil belajar afektif

 pada jenjang ini adalah peserta didik telah memiliki kebulatan sikap, wujudnya

15

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 19/33

 

 peserta didik menjadikan peraturan sekolah untuk melatih kedisiplinan, baik

kedisiplinan di sekolah, di rumah maupun di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

3.  Ranah psikomotor (psychomotor domain )

Ranah psikomotor berhubungan erat dengan kerja otot sehingga menyebabkan

geraknya tubuh atau bagian-bagiannya. Secara mendasar terdapat dua hal yang terkait

yaitu keterampilan ( skill ) dan kemampuan (abilities). Dengan demikian ranah

 psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skiil) atau kemampuan

 bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Menurut N.

Sudjana (2007), ranah psikomotoris berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan

kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotoris, yakni (a) gerakan

refleks, (b) keterampilan gerakan dasar, (c) kemampuan perseptual, (d) keharmonisan

atau ketepatan, (e) gerakan keterampilan kompleks, dan (f) gerakan ekspresif dan

interpretatif.

Walaupun ranah psikomotor meliputi enam jenjang kemampuan, namun masih

dikelompokkan dalam tujuh kategori menurut Retno Utari, yakni:

a.  Persepi; Kemampuan menggunakan saraf sensori dalam menginterpretasikannya

dalam memperkirakan sesuatu. Kata kerja kuncinya yaitu mendeteksi,

mempersiapkan diri, memilih, menghubungkan, menggambarkan,

mengidentifikasi, mengisolasi, membedakan menyeleksi. Contoh: menurunkan

suhu AC saat merasa suhu ruangan panas.

 b.  Kesiapan; kemampuan untuk mempersiapkan diri, baik mental, fisik, dan emosi,

dalam menghadapi sesuatu. Kata kerja kuncinya yaitu memulai, mengawali,

memprakarsai, membantu, memperlihatkan mempersiapkan diri, menunjukkan,

mendemonstrasikaan. Contoh: melakukan pekerjaan sesuai urutan, menerima

kelebihan dan kekurangan seseorang

c.  Reaksi yang diarahkan; kemampuan untuk memulai ketrampilan yang kompleks

dengan bantuan/bimbingan dengan meniru dan uji coba. Kata kerja kuncinya

yaitu meniru, mentrasir, mengikuti, mencoba, mempraktekkan, mengerjakan,

16

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 20/33

 

membuat, memperlihatkan, memasang, bereaksi, menanggapi. Contoh:

Mengikuti arahan dari instruktur.

d.  Reaksi natural (mekanisme); kemampuan untuk melakukan kegiatan pada tingkat

ketrampilan ahap yang lebih sulit. Melalui tahap ini diharapkan peserta didik

akan terbiasa melakukan tugas rutinnya. Kata kerja kuncinya yaitu

Mengoperasikan, membangun, memasang, membongkar, memperbaiki,

melaksanakan sesuai standar, mengerjakan, menggunakan, merakit,

mengendalikan, mempercepat, memperlancar, mempertajam, menangani.

Contoh: menggunakan computer.

e. 

Reaksi yang kompleks; kemampuan untuk melakukan kemahirannya dalam

melakukan sesuatu, dimana hal ini terlihat dari kecepatan, ketepatan, efsiensi dan

efektivitasnya. Semua tindakan dilakukan secara spontan, lancar, cepat, tanpa

ragu. Kata kerja kuncinya yaitu mengoperasikan, membangun, memasang,

membongkar, memperbaiki, melaksanakan sesuai standar, mengerjakan,

menggunakan, merakit, mengendalikan, mempercepat, memperlancar,

mencampur, mempertajam, menangani, mngorganisir, membuat draft/sketsa,

mengukur. Contoh: Keahlian bermain piano.

f.  Adaptasi; kemampuan mengembangkan keahlian, dan memodifikasi pola sesuai

dengan yang dbutuhkan. Kata kerja kuncinya yaitu mengubah, mengadaptasikan,

memvariasikan, merevisi, mengatur kembali, merancang kembali, memodifikasi.

Contoh: Melakukan perubahan secara cepat dan tepat terhadap kejadian tak

terduga tanpa merusak pola yang ada.

g.  Kreativitas; kemampuan untuk menciptakan pola baru yang sesuai dengan

kondisi/situasi tertentu dan juga kemampuan mengatasi masalah dengan

mengeksplorasi kreativitas diri. Kata kerja kuncinya yaitu merancang,

membangun, menciptakan, mendisain, memprakarsai, mengkombinasikan,

membuat, menjadi pioneer. Contoh: membuat formula baru, inovasi dan produk

 baru.

17

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 21/33

 

B.  Ranah Pengetahuan Menurut Bloom yang Direvisi

Tingkatan-tingkatan dalam Taksonomi Bloom telah lama digunakan sebagai

dasar untuk penyusunan kerangka pikir ini memudahkan pendidik memahami,

menata dan mengimplementasikan tujuan pendidikan. Berdasarkan hal tersebut

Taksonomi Bloom menjadi sesuatu yang penting dan mempunyai pengaruh yang luas

dalam waktu yang lama. Pada tahun 1994, salah seorang murid Bloom, Lorin

Anderson Krathwohl dan para ahli psikologi aliran kognitivisme memperbaiki

taksonomi Bloom agar sesuai dengan kemajuan zaman. Hasil perbaikan tersebut baru

dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama Revisi Taksonomi Bloom. Revisi

tersebut hanya dilakukan pada ranah kognitif.

Ada beberapa alasan mengapa  Handbook Taksonomi Bloom perlu direvisi,

yakni: pertama, terdapat kebutuhan untuk mengarahkan kembali fokus para pendidik

 pada handbook,  bukan sekedar sebagai dokumen sejarah. Alasan kedua  adalah

adanya kebutuhan untuk memadukan pengetahuan dan pemikiran baru (kemajuan

dalam ilmu pengetahuan) dalam sebuah kerangka kategorisasi tujuan pendidikan.

Alasan yang ketiga  adalah taksonomi merupakan sebuah kerangka berpikir khusus

yang menjadi dasar untuk mengklasifikasikan tujuan pendidikan. Rumusan tujuan

 pendidikan harus memuat dua dimensi yaitu dimensi pertama untuk menunjukkan

 jenis perilaku peserta didik dengan menggunakan kata kerja dan dimensi kedua untuk

menunjukkan isi pembelajaran dengan menggunakan kata benda.

Alasan keempat   yaitu proporsi yang tidak sebanding dalam penggunaan

taksonomi pendidikan untuk perencanaan kurikulum dan pembelajaran dengan

 penggunaan taksonomi pendidikan untuk asesmen. Alasan yang kelima adalah pada

kerangka pikir taksonomi karya Benjamin Bloom lebih menekankan enam

kategorinya (pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi)

daripada sub-subkategorinya. Taksonomi Bloom menjabarkan enam kategori tersebut

secara mendetail, namun kurang menjabarkan pada subkategorinya.

Alasan keenam adalah ketidakseimbangan proporsi subkategori dari taksonomi

Bloom. Kategori pengetahuan dan komprehensi memiliki banyak subkategori namun

18

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 22/33

 

empat kategori lainnya hanya memiliki sedikit subkategori. Alasan ketujuh  adalah

taksonomi Bloom versi aslinya lebih ditujukan untuk dosen-dosen, padahal dalam

dunia pendidikan tidak hanya dosen yang berperan untuk merencanakan kurikulum,

 pembelajaran dan penilaian. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah revisi taksonomi yang

dapat lebih luas menjangkau seluruh pelaku dalam dunia pendidikan.

Revisi Taksonomi Bloom tersebut meliputi:

1.  Perubahan kata kunci dari kata benda menjadi kata kerja untuk setiap level

taksonomi.

2. 

Perubahan hampir terjadi pada semua level hirarki, namun urutan level masih

sama yaitu dari urutan terendah hingga tertinggi. Perubahan mendasar terletak

 pada level 5 dan 6. Perubahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a.  Pada level 1, knowledge diubah menjadi remembering (mengingat).

 b.  Pada level 2, comprehension dipertegas menjadi understanding

(memahami).

c.  Pada level 3, application diubah menjadi applying (menerapkan).

d.  Pada level 4, analysis menjadi analyzing (menganalisis).

e.  Pada level 5,  synthesis dinaikkan levelnya menjadi level 6 tetapi dengan

 perubahan mendasar, yaitu creating (mencipta).

f.  Pada level 6,  Evaluation turun posisisinya menjadi level 5, dengan sebutan

evaluating (menilai).

Jadi, Taksonomi Bloom baru versi Kreathwohl pada ranah kognitif terdiri dari

enam level yaitu remembering   (mengingat), understanding   (memahami), applying  

(menerapkan), analyzing  (menganalisis/ mengurai), evaluating  (menilai) dan creating  

(mencipta). Revisi Krathwohl ini sering digunakan dalam merumuskan tujuan belajar

yang sering kita kenal dengan istilah C1 sampai dengan C6.

19

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 23/33

 

Perubahan dari kerangka pikir asli ke revisinya diilustrasikan pada Gambar 4.

Berdasarkan Gambar 4 dapat diketahui perubahan taksonomi ini, dibuat agar

sesuai dengan tujuan pendidikan.yang mengindikasikan bahwa peserta didik akan

dapat melakukan sesuatu (kata kerja) dengan sesuatu (kata benda). Berikut ini

merupakan Taksonomi Bloom ranah kognitif yang telah direvisi Anderson dan

Krathwohl (2001:66-88) memiliki dua dimensi yaitu dimensi pengetahuan dan

dimensi kognitif proses.

Dimensi Pengetahuan

Dimensi pengetahuan merupakan dimensi tersendiri dalam Taksonomi Bloom

revisi. Dalam dimensi ini terdiri atas pengetahuan kongkrit sampai dengan

 pengetahuan abstrak. Dimensi ini akan dipaparkan empat jenis kategori pengetahuan.

Keempat kategori tersebut yaitu pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual,

 pengetahuan prosedural dan pengetahuan metakognitif. Kategori-kategori tersebut

akan dijelaskan dalam Tabel 1. (David R. Krathwohl, 2002:214)

Gambar 4. Perubahan dari Kerangka Pikir Asli ke Revisi (Anderson dan

Krathwohl, 2001:268)

Dimensi tersendiri

Mengingat

Memahami

Mengaplikasikan

Manganalisis

Mengevaluasi

Mencipta

Pengetahuan

Pemahaman

Aplikasi

Analisis

Sintesis

Evaluasi

Kata Benda Dimensi

 pengetahuan

Dimensi proses

kognitif

Kata Kerja

20

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 24/33

 

Tabel 1 The Knowledge Dimension  –  Major Types and Subtypes  

Concrete knowledge Abstract knowledge

Factual Conceptual Procedural Metacogniti ve

 Knowledge of

terminology

 Knowledge of

classifications and

categories

 Knowledge of

 subject-specific skills

and algorithms

Strategic knowledge

knowledge of

 specific details

and element

 Knowledge of

 principles and

 generalizations

 Knowledge of

 subject-specific

techniques and

methods

 Knowledge about

cognitive tasks,

including appropriate

contextual and

conditional knowledge

 Knowledge of

theories, models,

and structures

 Knowledge of

criteria for

determining when to

use appropriate

 procedures

Self-knowledge

1.  Pengetahuan faktual ( factual knowledge)

Pengetahuan faktual yaitu elemen dasar dimana peserta didik harus tahu akan

 berkenalan dengan disiplin atau memecahkan masalah. Termasuk di dalamnya

 pengetahuan terminologi dan pengetahuan tentang rincian spesifik dan unsur.

2.  Pengetahuan konseptual (conceptual knowledge)

Pengetahuan konseptual yaitu hubungan antara unsur-unsur dasar dalam

struktur yang lebih besar yang memungkinkan mereka untuk berfungsi bersama-

sama. Diantaranya pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori, pengetahuan tentang

 prinsip-prinsip dan generalisasi, pengetahuan tentang teori, model dan struktur.

3. 

Pengetahuan prosedural ( procedural knowledge)

Pengetahuan prosedural yaitu bagaimana melakukan sesuatu atau penyelidikan

dan kriteria untuk menggunakan keterampilan, teknik dan metode. Diantaranya

 pengetahuan tentang subyek-keterampilan khusus, pengetahuan subjek-teknik khusus

21

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 25/33

 

dan metode, pengetahuan kriteria untuk menentukan ketika untuk menggunakan

 prosedur yang tepat.

4.  Pengetahuan metakognitif (metacognitive knowledge)

Pengetahuan metakognitif yaitu pengetahuan kognisi secara umum serta

kesadaran dan pengetahuan tentang kognisi sendiri. Diantaranya pengetahuan

strategis, pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif, termasuk sesuai kontekstual dan

kondisi pengetahuan, serta pengetahuan diri.

Dimensi Proses Kognitif

Taksonomi Bloom ranah kognitif yang telah direvisi membagi enam jenis

kategori dimensi proses kognitif yaitu mengingat (remember ) , memahami/mengerti

(understand ) , menerapkan (apply) , menganalisis (analyze) , mengevaluasi (evaluate) ,

dan menciptakan (create). Kategori-kategori tersebut akan dijelaskan dalam Tabel 2.

Tabel 2 Kategori Taksonomi Anderson dan Kratwohl 

Kategori dan Proses

Kognitif  Nama-Nama Lain  Definisi dan Contoh 

1. Mengingat –  Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang

Mengenali Mengidentifikasi Menempatkan pengetahuan dalam memori

 jangka panjang yang sesuai dengan pengetahuan tersebut (misalnya,

mengenali tanggal terjadinya peristiwa penting dalam sejarah Indonesia)

Mengingat kembali Mengambil Mengambil pengetahuan yang relevan dari

memori jangka panjang (misalnyamengingat kembali tanggal peristiwa-

 peristiwa penting dalam sejarah Indonesia)

2. Memahami  –   Mengkonstruksi makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang

diucapkan, ditulis dan digambar oleh guru

Menafsirkan Mengklarifikasikan,Memparafrasekan,Mempresentasi,

Menerjemahkan

Mengubah satu bentuk gambaran(misalnya angka) jadi bentuk lain(misalnya kata-kata)

22

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 26/33

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 27/33

 

atau maksud dibalik materi pelajaran(misalnya menunjukkan sudut pandang

 penulis suatu cerita berdasarkan latar belakang pendidikan penulis tersebut)

5. Mengevaluasi –  Mengambil keputusan berdasarkan kriteria atau standar

Memeriksa Mengoordinasi,Mendeteksi,Memonitor,

Menguji

Menemukan kesalahan dalam suatu prosesatau produk; menemukan efektivitas suatu

 prosedur yang sedang dipraktikkan

(misalnya memeriksa apakah kesimpulanseseorang sesuai dengan data-data

 pengamatan atau tidak)

Mengkritik Menilai Menemukan inkonsistensi antara suatu

 produk dan kriteria eksternal; menentukanapakah suatu produk memiliki konsistensieksternal, menemukan ketepatan suatu

 prosedur untuk menyelesaikan masalah(misalnya, menentukan satu metode dari

dua metode untuk menyelesaikan suatumasalah)

6. Mencipta –  Memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koherenatau untuk membuat suatu produk yang orisinal

Merumuskan Membuat hipotesis Membuat hipotesis-hipotesis berdasarkankriteria (misalnya membuat hipotesistentang sebab-sebab terjadinya gempa

 bumi)

Merencanakan Mendesain Merencanakan prosedur untuk

menyelesaikan suatu tugas (misalnyamerencanakan proposal penelitian tentang

topik sejarah Candi Borobudur)

Memproduksi Mengonstruksi Menciptakan suatu produk (misalnya

membuat habitat untuk spesies tertentudemi suatu tujuan)

1.  Mengingat (remember )

Mengingat merupakan usaha mendapatkan kembali pengetahuan dari memori

atau ingatan yang telah lampau, baik yang baru saja didapatkan maupun yang sudah

lama didapatkan. Kemampuan ini dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai

 permasalahan yang jauh lebih kompleks. Mengingat meliputi mengenali (recognition)

dan memanggil kembali (recalling ). Mengenali berkaitan dengan mengetahui

 pengetahuan masa lampau yang berkaitan dengan hal-hal yang konkret, sedangkan

24

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 28/33

 

memanggil kembali (recalling ) adalah proses kognitif yang membutuhkan

 pengetahuan masa lampau secara cepat dan tepat.

2.  Memahami/mengerti (understand )

Memahami/mengerti berkaitan dengan membangun sebuah pengertian dari

 berbagai sumber seperti pesan, bacaan dan komunikasi. Memahami/mengerti

 berkaitan dengan aktivitas mengklasifikasikan (classification) dan membandingkan

(comparing ). Mengklasifikasikan akan muncul ketika seorang peserta didik berusaha

mengenali pengetahuan yang merupakan anggota dari kategori pengetahuan tertentu.

Membandingkan merujuk pada identifikasi persamaan dan perbedaan dari dua atau

lebih obyek, kejadian, ide, permasalahan, atau situasi. Membandingkan berkaitan

dengan proses kognitif menemukan satu persatu ciri-ciri dari obyek yang

diperbandingkan.

3.  Menerapkan (apply)

Menerapkan menunjuk pada proses kognitif memanfaatkan atau

mempergunakan suatu prosedur untuk melaksanakan percobaan atau menyelesaikan

 permasalahan. Menerapkan meliputi kegiatan menjalankan prosedur (executing ) dan

mengimplementasikan (implementing ). Menerapkan merupakan proses yang kontinu,

dimulai dari peserta didik menyelesaikan suatu permasalahan menggunakan prosedur

 baku/standar yang sudah diketahui. Kegiatan ini berjalan teratur sehingga peserta

didik benar-benar mampu melaksanakan prosedur ini dengan mudah, kemudian

 berlanjut pada munculnya permasalahan-permasalahan baru yang asing bagi peserta

didik, sehingga peserta didik dituntut untuk mengenal dengan baik permasalahan

tersebut dan memilih prosedur yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan.

4.  Menganalisis (analyze)

Menganalisis merupakan memecahkan suatu permasalahan dengan memisahkan

tiap-tiap bagian dari permasalahan dan mencari keterkaitan dari tiap-tiap bagian

25

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 29/33

 

tersebut dan mencari tahu bagaimana keterkaitan tersebut dapat menimbulkan

 permasalahan. Kemampuan menganalisis merupakan jenis kemampuan yang banyak

dituntut dari kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah. Menganalisis berkaitan

dengan proses kognitif memberi atribut (attributeing ) dan mengorganisasikan

(organizing ). Memberi atribut akan muncul apabila peserta didik menemukan

 permasalahan dan kemudian memerlukan kegiatan membangun ulang hal yang

menjadi permasalahan. Mengorganisasikan menunjukkan identifikasi unsur-unsur

hasil komunikasi atau situasi dan mencoba mengenali bagaimana unsur-unsur ini

dapat menghasilkan hubungan yang baik. Mengorganisasikan memungkinkan peserta

didik membangun hubungan yang sistematis dan koheren dari potongan-potongan

informasi yang diberikan.

5.  Mengevaluasi (evaluate)

Evaluasi berkaitan dengan proses kognitif memberikan penilaian berdasarkan

kriteria dan standar yang sudah ada. Kriteria yang biasanya digunakan adalah

kualitas, efektivitas, efisiensi dan konsistensi. Kriteria atau standar ini dapat pula

ditentukan sendiri oleh peserta didik. Evaluasi meliputi mengecek (checking ) dan

mengkritisi (critiquing ). Mengecek mengarah pada kegiatan pengujian hal-hal yang

tidak konsisten atau kegagalan dari suatu operasi atau produk. Mengkritisi mengarah

 pada penilaian suatu produk atau operasi berdasarkan pada kriteria dan standar

eksternal. Mengkritisi berkaitan erat dengan berpikir kritis. Peserta didik melakukan

 penilaian dengan melihat sisi negatif dan positif dari suatu hal, kemudian melakukan

 penilaian menggunakan standar ini.

6. 

Menciptakan (create)

Menciptakan mengarah pada proses kognitif meletakkan unsur-unsur secara

 bersama-sama untuk membentuk kesatuan yang koheren dan mengarahkan peserta

didik untuk menghasilkan suatu produk baru dengan mengorganisasikan beberapa

unsur menjadi bentuk atau pola yang berbeda dari sebelumnya. Menciptakan sangat

26

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 30/33

 

 berkaitan erat dengan pengalaman belajar peserta didik pada pertemuan sebelumnya.

Meskipun menciptakan mengarah pada proses berpikir kreatif, namun tidak secara

total berpengaruh pada kemampuan peserta didik untuk menciptakan. Menciptakan di

sini mengarahkan peserta didik untuk dapat melaksanakan dan menghasilkan karya

yang dapat dibuat oleh semua peserta didik. Perbedaan menciptakan ini dengan

dimensi berpikir kognitif lainnya adalah pada dimensi yang lain seperti mengerti,

menerapkan, dan menganalisis peserta didik bekerja dengan informasi yang sudah

dikenal sebelumnya, sedangkan pada menciptakan peserta didik bekerja dan

menghasilkan sesuatu yang baru.

Menciptakan meliputi menggeneralisasikan ( generating ) dan memproduksi

( producing ). Menggeneralisasikan ini berkaitan dengan berpikir divergen yang

merupakan inti dari berpikir kreatif. Memproduksi mengarah pada perencanaan untuk

menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Memproduksi berkaitan erat dengan

dimensi pengetahuan yang lain yaitu pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual,

 pengetahuan prosedural dan pengetahuan metakognisi.

27

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 31/33

 

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Taksonomi berasal dari bahasa Yunani tassein yang berarti mengklasifikasi dan

nomos yang berarti aturan. Oleh karena itu, taksonomi adalah sistem klasifikasi,

artinya sesuatu atau prinsip yang mendasari klasifikasi atau juga dapat berarti ilmu

yang mempelajari tentang klasifikasi. Benjamin S.Bloom dan kawan-kawannya

 berpendapat bahwa taksonomi (pengelompokkan) tujuan pendidikan. Ada 3 ranah

atau domain besar yang mengacu kepada tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah

 pada diri peserta didik, yaitu ranah proses berpikir (cognitive domain), ranah nilai

atau sikap (affective domain) dan ranah keterampilan (psychomotor domain).

Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Ada enam

kategori dari ranah kognitif sebagai hasil belajar yaitu pengetahuan/hafalan/ingatan

(knowledge), disebut dengan C1; pemahaman (comprehension), disebut dengan C2;

 penerapan (application), disebut dengan C3; analisis (analysis), disebut dengan C4;

sintesis ( synthesis), disebut dengan C5; dan penilaian (evaluation), disebut dengan

C6. Ranah afektif adalah ranah yang berhubungan dengan sikap dan nilai. Ada lima

kategori dalam ranah afektif sebagai hasil belajar yaitu (a) receiving/attending

(menerima/memperhatikan), (b) responding   (menanggapi), (c) valuing   (penilaian),

(d) organization  (organisasi), (e) characterization by a value or value complex

(karakteristik nilai atau internalisasi nilai).

Ranah psikomotor berhubungan erat dengan kerja otot sehingga menyebabkan

geraknya tubuh atau bagian-bagiannya. Secara mendasar terdapat dua hal yang terkait

yaitu keterampilan ( skill ) dan kemampuan (abilities). Ada enam aspek ranah

 psikomotoris, yakni (a) gerakan refleks, (b) keterampilan gerakan dasar, (c)

kemampuan perseptual, (d) keharmonisan atau ketepatan, (e) gerakan keterampilan

kompleks, dan (f) gerakan ekspresif dan interpretatif.

28

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 32/33

 

Taksonomi Bloom baru versi Kreathwohl pada ranah kognitif terdiri dari enam

level yaitu remembering   (mengingat), understanding   (memahami), applying  

(menerapkan), analyzing  (menganalisis/ mengurai), evaluating  (menilai) dan creating  

(mencipta). Revisi Krathwohl ini sering digunakan dalam merumuskan tujuan belajar

yang sering kita kenal dengan istilah C1 sampai dengan C6. 

B.  Saran

Demikianlah penyusunan makalah ini, kami sadar bahwa dalam penyusunan

makalah ini masih banyak kekurangan, karena keterbatasan kemampuan kami atau

kurangnya referensi. Maka dari itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari

 para pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah kami selanjutnya.

Semoga makalah ini berguna bagi para pembacanya dan bisa menambah ilmu

 pengetahuan kita semua. Amin.

29

7/26/2019 Kelompok 1 Taksonomi Bloom

http://slidepdf.com/reader/full/kelompok-1-taksonomi-bloom 33/33

 

Daftar Pustaka

Ana Ratna Wulan. Taksonomi Bloom-Revisi. FPMIPA UPI. Pdf. Di download tanggal03 Februari 2016.

Anderson, L.W., dan Krathwohl, D.R. 2001.  A Taxonomy for Learning, Teaching,and Assesing :  A Revision of Bloom’s T axonomy of Educatioanl Objectives.

 New York: Addison Wesley Longman, Inc.

Anas Sudijono. 2008.  Pengantar Evaluasi Pendidikan. Ed. 1-8. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Daryanto. 2012. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Asdi MahasatyaKrathwohl, David R. 2002. A Revision of Bloom's Taxonomy: An Overview. Volume 

41, Number  4, Autumn 2002. College of Education, The Ohio State University.

 Nana Sudjana. 2007. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar . Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

S. Arikunto. 2005. Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Cet. V. Jakarta: Bumi Aksara

Taksonomi Bloom-Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas,dari

http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi Bloom diakses tanggal 03 Februari 2016.

30