Click here to load reader

KEMENTERIAN PENGKAJIAN INDUSTRI HIJAU DAN LINGKUNGAN HIDUP BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI (BPKIMI) 20 1 1 ii PEDOMAN TEKNIS PEMBENTUKAN TIM AKSI ENERGI

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of KEMENTERIAN PENGKAJIAN INDUSTRI HIJAU DAN LINGKUNGAN HIDUP BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN...

  • i

    KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

    Jln. Jenderal Gatot Subroto Kav 52-53, Telp/fax: 021 - 5252746, Jakarta Selatan 12950

    PEDOMAN TEKNIS

    PEMBENTUKAN TIM AKSI ENERGI

    Dalam

    IMPLEMENTASI KONSERVASI ENERGI DAN PENGURANGAN EMISI

    CO2 DI SEKTOR INDUSTRI (FASE 1)

    PUSAT PENGKAJIAN INDUSTRI HIJAU DAN LINGKUNGAN HIDUP

    BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI (BPKIMI)

    2011

  • ii

    PEDOMAN TEKNIS PEMBENTUKAN TIM AKSI ENERGI

    Dalam IMPLEMENTASI KONSERVASI ENERGI DAN

    PENGURANGAN EMISI CO2 DI SEKTOR INDUSTRI (FASE 1)

    PEMBINA Menteri Perindustrian

    M.S Hidayat

    PENANGGUNG JAWAB Arryanto Sagala

    TIM PENGARAH Tri Reni Budiharti Shinta D. Sirait

    TIM PENYUSUN Rafles Simatupang Agus Magiwiyatno Gunawan Wibisono Hayat Sulaiman Didied Haryono Ade Abdullah Tri Sigit Purwanto Muhammad Hafiz

    Nugroho Adi Sasongko

    TIM EDITOR Sangapan

    Denny Noviansyah Yuni Herlina Harahap

    Budiando Pangaribuan Ellen Connie Maringka

    DIKELUARKAN OLEH Pusat Pengkajian Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim, dan Mutu Industri

    DICETAK OLEH

    KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

  • iii

    PEDOMAN TEKNIS PEMBENTUKAN TIM AKSI ENERGI Dalam IMPLEMENTASI KONSERVASI ENERGI DAN PENGURANGAN EMISI CO2 DI SEKTOR INDUSTRI (FASE 1) Edisi I. Jakarta : Kementerian Perindustrian, Januari 2011 vi + 22 hlm. Disajikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Alamat Penerbit: Kementerian Perindustrian Jl. Gatot Subroto Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12950 ISBN:...............................

  • iv

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan

    Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan

    karunia-Nya sehingga Pedoman Teknis Pembentukan Tim

    Aksi Energi di Industri dalam rangka Implementasi

    Konservasi Energi dan Pengurangan Emisi CO2 di Sektor

    Industri (Fase 1) ini dapat diselesaikan pada waktunya.

    Pedoman Teknis ini disusun untuk meningkatkan

    pengetahuan dalam pelaksanaan konservasi energi dan

    pengurangan emisi CO2 di sektor industri yang telah

    dibahas oleh. unsur pemerintah, tenaga ahli dan praktisi.

    Diharapkan Pedoman Teknis ini bermanfaat bagi

    para pihak yang berkepentingan dalam menerapkan

    konservasi energi dan pengurangan emisi CO2 di sektor

    industri. Akhir kata kami mengucapkan terimakasih kepada

    semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan

    Pedoman ini.

    Jakarta, Januari 2011

    Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri

    Kepala,

    Arryanto Sagala

  • v

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR iv

    DAFTAR ISI v

    BAB I PENDAHULUAN 1

    1.1. Latar Belakang 1

    1.2. Tujuan 2

    1.3. Sasaran Utama 3

    BAB II METODOLOGI PEMBENTUKAN TIM AKSI ENERGI 4

    BAB III ORGANISASI 5

    3.1. Definisi 5

    3.2. Struktur Organisasi 5

    3.2.1. Komite Energi 5

    3.2.2. Manajer / Supervisor Energi 6

    3.2.3. Anggota Internal Tim 7

    3.2.4. Perwakilan (Nodal Officer) 8

    3.3. Pemilihan Anggota 9

    3.4. Jumlah Anggota 9

    3.5. Bagan Organisasi 9

    3.6. Peluncuran Tim Aksi Energi 11

    3.7. Koordinasi Tim 11

    BAB IV STANDAR KOMPETENSI 12

    4.1. Standar Kompetensi Manajer Energi 12

    4.2. Standar Kompetensi Auditor Energi 13

    4.3. Sertifikasi Kompetensi 13

    BAB V TUGAS DAN TANGGUJNG JAWAB TIM AKSI ENERGI

    15

    BAB VI LINGKUP AKTIVITAS DAN IMPLEMENTASI TIM AKSI ENERGI

    16

  • vi

    6.1. Perencanaan Manajemen Energi 16

    6.2. Audit Energi 17

    6.3. Kontrol Dan Pengawasan Pelaksanaan 17

    6.4. Pengelolaan Sistem Manajemen Informasi Energi Dan Emisi (Smiee)

    18

    6.5. Perumusan Potensi Dan Peluang Konservasi Energi 18

    6.6. Perumusan Keberhasilan Konservasi Energi Dan Pengurangan Emisi

    19

    BAB VII SISTEM PENGHARGAAN DAN INSENTIF 20

    BAB VIII PENUTUP 21

    DAFTAR PUSTAKA 22

  • Halaman 1 dari 22

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Kementerian Perindustrian Republik Indonesia

    telah berkomitmen untuk menerapkan program

    konservasi energi dan pengurangan emisi CO2 di

    sektor industri, sebagai perwujudan kontribusi

    terhadap komitmen pemerintah untuk mengurangi

    emisi gas rumah kaca sebesar 26% dengan

    business as usual dan 41% dengan bantuan donor

    internasional pada tahun 2020. Program

    Implementasi Konservasi Energi dan Pengurangan

    Emisi CO2 di Sektor Industri Tahap 1 tahun 2010-

    2011 didukung sepenuhnya oleh Indonesia Climate

    Change Trust Fund (ICCTF). Sebagai payung

    hukum dalam mengimplementasikan program ini,

    terdapat sejumlah Peraturan Pemerintah sebagai

    berikut:

    1. Undang - undang No. 30 tahun 2007 tentang

    Energi

    2. Peraturan Pemerintah No. 70 tahun 2009 tentang

    Konservasi Energi

    3. Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006 tentang

    Kebijakan Energi Nasional

    4. Keputusan Presiden No. 43 tahun 1991 tentang

    Konservasi Energi

  • Halaman 2 dari 22

    5. Instruksi Presiden No. 9 tahun 1982 tentang

    Konservasi Energi

    6. Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral

    No. 2 tahun 2004 tentang Kebijakan

    Pengembangan Energi Terbarukan dan Konservasi

    Energi

    7. Peraturan Menteri ESDM No. 31 tahun 2005

    tentang Prosedur Hemat Energi

    8. Peraturan Menteri ESDM No. 13 tahun 2010

    tentang Penetapan dan Pemberlakuan Standar

    Kompetensi Manajer Energi Bidang Industri

    9. Rencana Induk Konservasi Energi Nasional

    (RIKEN)

    10. Kebijakan Industri Hijau Kementerian Perindustrian

    Untuk menjamin pengelolaan energi di suatu

    perusahaan industri seperti yang diamanatkan oleh

    Peraturan Pemerintah No. 70 tahun 2009 tentang

    Konservasi Energi, perlu dibentuk suatu Tim Aksi Energi

    (Energi Action Team /EAT).

    1.2 Tujuan

    Pembentukan satuan kerja manajemen energi

    yang bertanggung jawab terhadap konservasi energi

    di pabrik. Satuan kerja ini diharapkan dapat

    mewujudkan koordinasi antar semua departemen

    terkait di lingkungan perusahaan untuk identifikasi,

    mengembangkan dan melaksanakan proyek

    manajemen energi dengan melakukan strategi

    penyesuaian dan pengoptimalan energi,

    menggunakan sistem dan prosedur sehingga

  • Halaman 3 dari 22

    mengurangi kebutuhan energi per unit keluaran

    produksi dalam keadaan konstan.

    Tanggungjawab lintas fungsi dan unit kerja ini

    akan dipimpin oleh manajer energi. Oleh karena itu

    pembentukan Tim Aksi Energi merupakan bidang

    utama yang perlu perhatian dan penekanan dalam

    penyusunan kebijakan-kebijakan manajemen energi

    perusahaan.

    1.3 Sasaran Utama

    Sasaran Utama Tim Aksi Energi adalah

    menentukan langkah-langkah untuk mengurangi

    konsumsi energi per unit keluaran produksi atau

    memperkecil atau mengoptimalkan biaya

    operasional. Tim Aksi Energi membuat rencana

    penggunaan energi agar lebih efektif dalam

    penggunaan energi melalui organisasi. Sasaran

    spesifik dari pembentukan Tim Aksi Energi antara

    lain adalah:

    Terpantaunya kinerja energi dari pabrik dan

    peralatannya secara berkelanjutan

    Teridentifkasinya peluang Konservasi Energi dan

    Pengurangan Emisi

    Implementasi Konservasi Energi dan

    Pengurangan Emisi yang terencana

    Terbentuknya interaksi formal maupun informal

    lintas departemen/divisi.

  • Halaman 4 dari 22

    BAB II METODOLOGI PEMBENTUKAN TIM AKSI ENERGI

    Tim Aksi Energi merupakan suatu tim yang akan

    dibentuk untuk mencapai tujuan dan sasaran utama

    oleh pengambil keputusan tertinggi dengan tahapan-

    tahapan sebagai berikut:

    Komitmen Manajemen Puncak perusahaan.

    Perumusan kebijakan energi dan emisi

    perusahaan.

    Sosialisasi Program dari Manajemen Puncak

    perusahaan

    Kebijakan resmi pembentukan Tim Aksi Energi

    Pembentukan Tim Aksi Energi (Manajer Energi

    dan anggota)

    Koordinasi dengan seluruh manajer untuk

    merumuskan penugasan anggotanya di dalam

    Tim Aksi Energi

    Implementasi Tim Aksi Energi

  • Halaman 5 dari 22

    BAB III

    ORGANISASI

    3.1 Definisi

    Tim Aksi Energi adalah sebuah tim yang terdiri

    dari Manajer Energi, Anggota Internal dan

    perwakilan dari tiap bagian yang terkait dan

    bertanggung jawab untuk memverifikasi, memonitor,

    dan menganalisis penggunaan energi termasuk

    pembuatan laporan teknis berkaitan dengan

    rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi energi

    dengan menggunakan Cost Benefit Analysis (CBA)

    dan rencana aksi untuk konservasi energi.

    3.2 Struktur Organisasi

    Di dalam struktur organisasi, Tim Aksi Energi

    terdiri dari:

    3.2.1. Komite Energi.

    Komite energi terdiri dari Ketua Komite dan

    anggota. Merupakan bagian dari perusahaan yang

    bertanggung jawab penuh terhadap kebijakan energi

    di industri. Seluruh kebijakan energi yang dihasilkan

    disampaikan kepada manajer energi untuk

    diimplementasikan dalam perusahaan. Ketua Komite

    Energi bertanggung jawab dalam memimpin

  • Halaman 6 dari 22

    pelaksanaan kebijakan energi berdasarkan

    masukan-masuka