KEPEMERINTAHAN BERJIWA WIRAUSAHA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/87ae06ad9141a6a6052543f... ·

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of KEPEMERINTAHAN BERJIWA WIRAUSAHA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH...

1

KEPEMERINTAHAN BERJIWA WIRAUSAHA (PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI BADAN KEUANGAN

DAERAH PROVINSI GORONTALO)

GOVERNANCE ENTREPRENEURIAL (INCREASING REVENUE AGENCY IN ORIGINAL FINANCIAL DISTRICT

PROVINCE GORONTALO)

Rustam Tohopi1, Sangkala2, Baharuddin2 1Bagian Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,

Universitas Negeri Gorontalo 2Bagian Administrasi Pembangunan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Hasanuddin.

Alamat Korespondensi : Rustam Tohopi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo Gorontalo, HP. 085240761097 Email: rustam@ung.ac.id

2

Abstrak

Semangat entrepreneurial yang dilakukan daerah saat ini mampu membangun dan dapat diimplementasikan sebagai kata kunci dalam rangka melakukan pembaharuan. Prinsip pemerintahan berjiwa wirausaha yang dijalankan oleh Badan Keuangan Daerah Provinsi Gorontalo dengan memposisikan pelanggan yang membeli atau membayar pelayanan disajikan oleh pemerintah. Kajian ini bertujuan menganalisis penerapan salah satu prinsip pemerintahan wirausaha. Jenis penelitian pendekatan kualitatif dengan focus penelitian pada penerapan prinsip kepemerintahan berjiwa wirausaha di Badan Keuangan Daerah Provinsi Gorontalo. Hasil penelitian dilakukan penerapan pemerintahan berjiwa wirausaha cukup baik. Berdasarkan analisis bahwa penerimaan sektor PAD mengalami peningkatan setiap tahunnya bersumber dari sumbangsih pajak Bahan Bakar Kenderaan Bermotor (BB-KB) sebesar 45,03%, pajak Bea Balik Nama Kenderaan Bermotor sebesar 39,55%, Pajak Kenderaan Bermotor sebesar 26,55%, serta pendapatan lain-lain yang sah sebesar 22,69% dan dari pajak air permukaan sebesar 14,63%. Inovasi lain dilakukan dengan bentuk kerjsama dengan bank untuk tabungan bunga deposito. Penerapan prinsip pemerintahan wirausaha yang dilakukan Badan Keuangan Daerah cukup berhasil dengan melakukan inovasi-inovasi dalam peningkatan pendapatan asli daerah.

Kata Kunci : pemerintahan berjiwa wirausaha, peningkatan pendatan asli daerah.

Abstract

Entrepreneurial spirit that made the area is now able to build and can be implemented as a keyword in order to update them. The principle of entrepreneurial government that is run by the Provincial Finance Agency Gorontalo by positioning the customers who buy or pay for services provided by the government. This study aims to analyze the application of the principles of entrepreneurial government. This type of research a qualitative approach to research focuses on the application of the principles of entrepreneurial governance in Gorontalo Provincial Finance Agency. The results of the research carried out applying entrepreneurial governance quite well. Based on the analysis of the receipts, revenue has increased each year comes from the contribution of Motor Vehicle Fuel tax (BB-KB) of 45.03%, tax Tax on Motor Vehicle at 39.55%, the Motor Vehicle Tax at 26.55%, and other revenues amounted to 22.69% legitimate and the surface of the water tax amounting to 14.63%. Another innovation is done by forms kerjsama with banks for savings deposit rate. Application of the principles of entrepreneurial government conducted fairly successful Regional Finance Agency to undertake innovations in increasing revenue.

Keywords: entrepreneurial governance, increase revenue

3

PENDAHULUAN

Sistem pemerintahan di Indonesia merupakan upaya mengharuskan untuk menata

secara mendasar. Penataan tersebut diharapkan berdampak pada perubahan sistem dan

struktur. Sistem berkaitan dengan hubungan antar unsur atau elemen yang saling

mempengaruhi dan berkaitan membentuk suatu totalitas. Sistem berkaitan dengan hubungan

antar unsur atau elemen yang saling mempengaruhi dan berkaitan membentuk suatu totalitas.

Perubahan pada satu elemen kiranya dapat mempengaruhi unsur lain dalam sistem itu sendiri.

Struktur berhubungan dengan tatanan yang tersusun secara teratur dan sistematis. Sedangkan

perubahan struktur mencakup mekanisme dan prosedur, sumber daya manusia, sarana dan

prasarana, organisasi dan lingkungannya dalam kerangka pencapaian tujuan efisiensi

penyelenggaraan pemerintahan.

Eksistensi Provinsi Gorontalo didedikasikan untuk membangun kompetensi daerah

yang berdaya saing dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang dimiliki meliputi sumber

daya manusia, daya dukung alam, ilmu pengetahuan dan teknologi demi peningkatan

kesejahteraan masyarakat. Hal ini menuntut adanya pemerintahan propinsi yang mandiri yang

dapat mengembangkan inovasi, kreativitas, spirit entrepreneur serta lebih responsive terhadap

kepentingan publik dan mudah diakses oleh masyarakat. Menurut Hood (1995) dalam

Muhammad (2007) bahwa paradigma New Public Management, pemerintah diajak untuk

tidak mengutamakan sistem dan prosedur yang sulit tetapi lebih berorientasi pada kinerja atau

hasil kerja, sehingga organisasi dan aparatur agar lebih fleksibel, menetapkan tujuan serta

target organisasi secara jelas sehingga memungkinkan pengukuran hasil kerja, menerapkan

sistem desentralisasi, memperhatikan pasar, melibatkan sector swasta dan melakukan

privatisasi. Dengan begitu, jarak antara pemerintah dan masyarakat menjadi semakin dekat

yang memungkinkan kinerja pelayanan masyarakat (public services) menjadi lebih baik

sehingga akselerasi pembangunan dan ekonomi daerah dalam rangka meningkatkan

kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah dicapai.

Provinsi Gorontalo sebagai daerah yang telah menerapkan entrepreneur government

namun masih perlu ditingkatkan, karena kompleksitas program pemerintah daerah yang

belum maksimal. Melalui Badan Keuangan Daerah Provinsi Gorontalo merupakan Badan

yang bergerak dan berfungsi sebagai mengelola sumber-sumber pendapatan keuangan di

daerah melalui pola kegiatan yang dapat menghasilkan sumber-sumber keuangan yang dapat

meningkatkan pendapan asli daerah (PAD).

4

Penelitian Simin, et al (2001) dalam Niode (2009) Semangat Kewirausahaan Aparatur

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PDAM Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Hasil

penelitian diperoleh bahwa kerja administrasi selalu dituntut secara ketat oleh petunjuk

pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) dan organisasi yang melingkupinya.

Mereka bekerja layaknya aparatur pemda pada umumnya yang birokratis menekankan pada

struktur dan prosedur dari pada hasil (out put). Selanjutnya Sumarhadi (2002) dalam Niode

(2009) penelitian dengan judul Entrepreneurial Government Dalam Persepsi Pejabat

Birokrasi. Dari hasil analisis bahwa pemahaman dan pengetahuan pejabat Pemerintah

Kabupaten Bengkalis terhadap konsep kewirausahaan secara umum dapat dikatakan masih

rendah. Banyaknya pejabat yang tidak mengerti dengan ide-ide yang ada didalam

kewirausahaan seperti customer oriented, citizen charter, anggaran berbasis kinerja, sistem

insentif, sunset law, kompetisi antar providers, pola kemitraan dengan swasta dan adanya

orientasi profit oriented bagi pemerintah. Hal ini disebabkan masih kurangnya sosialisasi

konsep ini kedalam birokrasi Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Bentuk kepemerintahan berjiwa wirausaha yang dilakukan Provinsi Gorontalo saat ini

dalam peningkatan PAD daerah adalah lebih menonjol pada pajak daerah terutama pajak

kenderaan bermotor baik roda empat maupun roda dua. Padahal sumber-sumber pajak

tersebut belum maksimal dikarenakan masih bertumpu pada satu sumber saja dan disisi lain

kurangnya sumber daya yang mengelolannya berkaitan dengan sistem perpajakan dan

hilangnya retribusi daerah. Tulisan ini akan menganalisis dan mengkaji penerapan prinsip

reinventing government yaitu pemerintahan berjiwa wirausaha di Badan Keuangan Daerah

Provinsi Gorontalo dalam peningkatan PAD.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Badan Keuangan Daerah Provinsi Gorontalo.

Jenis Penelitian

Penelitian ini didesain dengan pendekatan kualitatif dengan studi eksplorasi

(exploration study).

Fokus Penelitian

Eksplorasi pada peningkatan PAD melalui penerapan prinsip pemerintahan yang

berjiwa wirausaha di Badan Keuangan Daerah Provinsi Gorontalo.

5

Informan Penelitian

Wagub, Sekda, Kepala Badan Keuangan Daerah, Kabid, Kasubid dan pegawai lainnya

yang memiliki pengetahuan serta mampu menjelaskan kondisi sebenarnya tentang obyek yang

diteliti.

Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data yaitu data primer dengan wawancara langsung dengan

informan. Sedangkan data sekunder yakni data didapat lewat dokumen-dokumen resmi.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan

wawancara mendalam serta penelusuran lewat dokumen resmi.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman (1988)

dalam Sutopo (2002) dengan analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan

serta verifikasinya.

HASIL PENELITIAN

Menumbuhkan jiwa kewirausahaan tidak cukup ditujukan semata mata kepada

personil aparatur, melainkan juga harus didukung dengan pembentukan organisasi yang

kondusif hal ini sejalan dengan dikemukakan Drukker bahwa hampir setiap orang bisa

menjadi wirausahawan. Sebaliknya wirausahawan bisa berubah