KerangkaAnalisisPengembanganKepariwisataan v1.0

  • View
    34

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of KerangkaAnalisisPengembanganKepariwisataan v1.0

Tim penyusun Panduan

PANDUAN ANALISIS PENGEMBANGAN KSPN[Type the document subtitle]

Toshiba [Pick the date]

1 ANALISIS KETERKAITAN DAN INTEGRASIAnalisis keterkaitan dan integrasi kebijakan pada setiap wilayah, yang digunakan untuk melihat kedudukan KSPN terhadap kebijakan rencana tata ruang nasional/ provinsi /kabupaten/ kota untuk menyesuaikan perencanaan yang dibuat dengan kebijakan pembangunan daerah dengan tujuan agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan.

1.1 KETERKAITAN KSPN DENGAN RENCANA TATA RUANG WILAYAHPenyusunan Rencana Tata Ruang (RTR) suatu kawasan harus mengacu pada Rencana/ Kebijakan Tata Ruang di atasnya. Rencana Tata Ruang (RTR) suatu KSPN disusun berdasarkan isu-isu kebijakan, antara lain : Peraturan Pemerintah no 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang menetapkan sejumlah Kawasan Strategis Nasional. Contoh : Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang menetapkan sejumlah Kawasan Strategis Nasional, diantaranya KSN Sarbagita ( Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan) Peraturan Daerah tentang RTRW Provinsi yang menjelaskan mengenai detail dari Kawasan Strategis Nasional yang masuk dalam wilayah administratif provinsi tersebut. Contoh : Pada Perda no 16 tahun 2009 mengenai RTRW Provinsi Bali menetapkan kawasan Sanur yang juga merupakan bagian dari KSN Sarbagita, sebagai kawasan strategis provinsi dengan fungsi utama sebagai Kota Pariwisata Internasional yang berjati diri budaya Bali Peraturan Daerah tentang RTRW Kota/ Kabupaten yang menjelaskan mengenai Kawasan Strategis Provinsi yang masuk dalam wilayah administratif Kota/ Kabupaten tersebut. Contoh : RTRW Kota Denpasar menetapkan Kawasan Sanur sebagai salah satu Kawasan Strategis Kota Denpasar mencakup wilayah Desa Sanur Kaja, Kelurahan Sanur dan Desa Sanur Kauh

Berdasarkan isu-isu kebijakan di atas, maka kedudukan RTR KSPN Sanur dengan Rencana Tata Ruang Wilayah adalah sebagai berikut :

RTRW NASIONAL

RTR KAWASAN STRATEGIS NASIONAL

RTRW PROVINSI

RTR KAWASAN STRATEGIS PROVINSI

RTRW KOTA/ KABUPATEN RDTR KOTA/ KABUPATEN

RTR KAWASAN STRATEGIS RDTR KOTA/ KABUPATEN KOTA/ KABUPATEN RTR KAWASAN PERKOTAAN/ PERDESAAN

1.2 KETERKAITAN KSPN DENGAN RENCANA PEMBANGUNAN KEPARIWISATAANPembentukan KSPN merupakan bagian dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS). Berdasarkan Ripparnas, KSPN merupakan kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata nasional yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup serta pertahanan dan keamanan. Penetapan KSPN-KSPN di Indonesia merupakan bentuk pembangunan kepariwisataan nasional pada aspek destinasi yang diawalai dengan Perwilayahan pembangunan DPN (Destinasi Pariwisata Nasional). DPN merupakan kawasan geografis dengan cakupan wilayah propinsi dan/ atau lintas provinsi yang di dalamnya terdapat Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional, yang diantaranya berupa KSPN, dimana pengembangan pariwisata untuk kawasan yang menjadi KSPN langsung ditangani oleh pemerintah pusat. KSPN berdasarkan RIPPARNAS ditentukan dengan kriteria: a. memiliki fungsi utama pariwisata atau potensi pengembangan pariwisata; b. memiliki sumber daya pariwisata potensial untuk menjadi Daya Tarik Wisata unggulan dan memiliki citra yang sudah dikenal secara luas; c. memiliki potensi pasar, baik skala nasional maupun khususnya internasional d. memiliki posisi dan peran potensial sebagai penggerak investasi; e. memiliki lokasi strategis yang berperan menjaga persatuan dan keutuhan wilayah; f. memiliki fungsi dan peran strategis dalam menjaga fungsi dan daya dukung lingkungan hidup;

g. memiliki fungsi dan peran strategis dalam usaha pelestarian dan pemanfaatan aset budaya, termasuk didalamnya aspek sejarah dan kepurbakalaan; h. memiliki kesiapan dan dukungan masyarakat; i. j. memiliki kekhususan dari wilayah; berada di wilayah tujuan kunjungan pasar wisatawan utama dan pasar wisatawan potensial nasional; dan memiliki potensi kecenderungan produk wisata masa depan.

Sedangkan untuk pembangunan KSPN dilakukan secara bertahap dengan kriteria prioritas yang memiliki :

a. b. c. d. e. f. g.

komponen destinasi yang siap untuk dikembangkan; posisi dan peran efektif sebagai penarik investasi yang strategis; posisi strategis sebagai simpul penggerak sistemik Pembangunan Kepariwisataan di wilayah sekitar baik dalam konteks regional maupun nasional; potensi kecenderungan produk wisata masa depan; kontribusi yang signifikan dan/atau prospek yang positif dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara dalam waktu yang relatif cepat; citra yang sudah dikenal secara luas; kontribusi terhadap pengembangan keragaman produk wisata di Indonesia; dan keunggulan daya saing internasional

1.3 INTEGRASI PARIWISATA DENGAN SEKTOR LAINPengembangan pariwisata harus dikaitkan dengan pengembangan ekonomi baik nasional, wilayah, maupun lokal. Sektor pariwisata harus berperan sebagai prime mover dan secara interaktif terkait dengan pengembangan sektor sektor lainnya. Peningkatan keterkaitan antara sektor pariwisata dengan sektor lainnya akan meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah. Pariwisata mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi, karena dapat menyediakan lapangan kerja, menstimulasi berbagai sektor produksi, serta memberikan kontribusi secara langsung bagi kemajuan-kemajuan dalam usaha-usaha pembuatan dan perbaikan pelabuhan, jalan raya, pengangkutan, serta mendorong pelaksanaan program kebersihan dan kesehatan, proyek tempat kesenian dan budaya, pelestarian lingkungan hidup dan sebagainya yang dapat memberikan keuntungan dan kesenangan baik kepada masyarakat setempat maupun wisatawan dari luar. Penilaian seberapa baik integrasi pariwisata dengan sektor lainnya dapat dilihat dari angka penyerapan tenaga kerja di sektor lainnya dengan membandingkan pada angka pertumbuhan kedatangan wisatawan, PDRB dari sektor pariwisata maupun proyek proyek pembangunan terkait kepariwisataan. No 1 Variabel Angka Pertumbuhan Wisatawan dalam 3 tahun terakhir Besarnya penerimaan PDRB dari sektor pariwisata dalam 3 tahun terakhir Jumlah investasi terkait pariwisata dalam 3 tahun terakhir Angka penyerapan tenaga kerja pada sektor transportasi dan komunikasi dalam 3 tahun terakhir Angka penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian dalam 3 tahun terakhir Angka penyerapan tenaga kerja pada sektor bangunan Sumber Data Data Sekunder Metode Kondisi Penilaian

2

Data Sekunder

3

Data Sekunder

4

Data Sekunder

5

Data Sekunder

6

Data Sekunder

No

Variabel dalam 3 tahun terakhir Pelaksanaan program kebersihan dan kesehatan dalam 3 tahun terakhir

Sumber Data

Metode

Kondisi Penilaian

7

Data Sekunder

2 ANALISIS PERWILAYAHAN2.1 STRUKTUR DAN POLA TAPAKSebuah tapak secara administratif merupakan lokasi yang seluruh boleh dibangun, namun pada prakteknya, terdapat sejumlah batasan yang harus dipertimbangkan. Analisa struktur dan pola tapak merupakan proses penilaian terhadap kualitas tapak yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, sebagai kebutuhan dalam melakukan perencanaan tatanan fisik fasilitas/ fungsi/ bangunan dalam tapak yang meliputi pengolahan dan sistem utilitas tapak, site entrance, sistem sirkulasi serta penentuan posisi, komposisi, orientasi maupun konfigurasi massa dan ruang terbuka. Faktor faktor yang mempengaruhi kualitas tapak terdiri atas, faktor fisik, biologi dan sosial budaya, dimana tiap faktor tersebut memiliki sejumlah variabel pembentuknya 1. Faktor Fisik No Variabel 1 Dimensi tapak Sumber Data Data Primer Metode Observasi Aspek penilaian Bentuk Ukuran 2 Kondisi Keadaan Data Primer tanah Observasi Porositas Daya Dukung Keasaman 3 Topografi Data Primer Observasi Elevasi Kemiringan Ketinggian Bentang alam/ morfologi Permukaan air tanah Arah aliran air hujan Kondisi Penilaian

4

Hidrologi

Data Primer

Observasi

No

Variabel

Sumber Data

Metode

Aspek penilaian Kualitas air tanah

Kondisi Penilaian

5

Geologi

Data Primer

Observasi

Bahaya seismik Kedalaman tanah Kondisi batuan

6

Iklim

Data Primer

Observasi

Curah hujan Intensitas hujan Kecepatan arah angin Arah penyinaran cahaya matahari

2. Faktor Biologi No Variabel 1 2 Vegetasi Habitat

Sumber Data Data Primer Data Primer

Metode Observasi Observasi

Aspek penilaian Keragaman tanaman Keragaman di dalam site Keragaman di lingkungan sekitar site

Kondisi Penilaian

3. No 1 2

Faktor Sosial Budaya Variabel Peruntukan tanah Regulasi lokal Sumber Data Data Primer, Data sekunder Data Sekunder (RTBL) Metode Observasi Ketinggian bangunan Kepadatan dan tipe bangunan Peruntukan dan ijin bangunan Observasi Kondisi Sanitasi Kondisi Drainase Kondisi Air bersih Listrik Aspek penilaian Kondisi Penilaian

3

Utilitas di dalam Data Primer dan sekitar tapak

No 4

Variabel Sirkulasi sekitar site

Sumber Data Data Primer

Metode Observasi

Aspek penilaian Kelas Jalan Kepadatan jalan (traffic volume) Jalur pejalan kaki Jenis angkutan

Kondisi Penilaian

5

Area Historis

Data Primer

Observasi

Landmark Situs arkeologis, purbakala

6

Sensory

Visual Sumber Bising

Dari hasil analisis di atas, maka akan dirumuskan konsep struktur dan tapak KSPN yang menjelaskan pengolahan bentang tapak, penentuan tata letak massa bangunan dan orientasinya, penentuan fungsi ruang terbuka baik aktif maupun pasif, penentuan jalur sirkulasi yang terd