Kliping Bahaya Rokok Dan Kelainan Sistem Respirasi Manusiaa

  • View
    4

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dvvdvdvd

Text of Kliping Bahaya Rokok Dan Kelainan Sistem Respirasi Manusiaa

KLIPING BIOLOGI

Tugas Kelompok2010KLIPING BIOLOGIBahaya Merokok, Dampak Pembakaran Tak Sempurna dan Kelainan Sistem Pernafasan pada ManusiaKelompok 4 (XI IPA 1)SMA NEGERI 5 MAKASSAR

IRMAWATI SYAM (13)VINDA APRILIA DARUMBA (14)NUR FAUZIAH KASIM (15)SITI MUNAWAROH AZIS (16)

Bahaya RokokRokok/tembakau, merupakan tanaman asli dari Amerika Latin, mulai populer ketika Colombus menemukan benua Amerika dan membawa tanaman ini ke daratan Eropa dan menyebarkannya ke seluruh dunia oleh pelaut-pelaut Eropa.Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit.Pada mulanya Ulama-ulama di Turki berpendapat bahwa hukum rokok adalah makruh, kerana saat itu yang orang-orang tahu daripada merokok hanya menyebabkan bau mulut saja.Tetapi saat ini setelah orang-orang tahu bahwa merokok lebih banyak menimbulkan mudharat, maka sebagian Ulama kontemporer berfatwa, bahwa merokok itu perbuatan yang diHaramkan. Bahkan menyamakan rokok dengan minuman keras (khamer), serta Judi (pemborosan).a) Bahan yang terkandung dalam rokokRokok yang sedang terbakar menghasilkan lebih dari 4000 zat kimia, dimana banyak di antaranya yang bersifat toksik dan sekitar 40 menyebabkan kanker. Senyawa-senyawa ini tetap berada di udara sebagai asap tembakau yang di-hirup oleh orang lain di kawasan tersebut.

Dari sekian banyak bahan kimia tersebut ada 3 jenis bahan kimia beracun yang paling mematikan di dalam asap rokok. Bahan tersebut adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar dapat mengiritasi paru-paru dan menyebabkan kanker. Nikotin adalah racun yang menyebabkan kecanduan. Zat yang dapat bergabung dengan zat beracun lain ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Sedangkan karbon monoksida adalah gas beracun yang menghalangi masuknya oksigen ke dalam tubuh.

Selain itu, zat kimia lain yang sangat berbahaya di dalam rokok antara lain:1. Amoniak : Digunakan untuk meningkatkan tingkat absorpsi nikotin. Zat kimia ini adalah zat yang digunakan untuk membersihkan toilet.2. Asam sianida : Digunakan untuk racun pada orang yang dikenakan hukuman mati.3. CADMIUMArsenik : Digunakan sebagai pestisida tanaman tembakau. Zat kimia ini terus menempel pada tembakau yang sudah menjadi rokok. Arsenik juga digunakan untuk membunuh tikus.4. Cadmium : Campuran logam yang terdapat pada tembakau. Biasanya digunakan untuk me-recharge baterai. 5. Formaldehyde : Terdapat pada asap rokok. Gas tak berwarna ini biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat.6. Aseton : Diproduksi dari hasil pembakaran rokok. Digunakan untuk membersihkan toilet ataupun untuk membersihkan cat.7. Butane : Diproduksi dari korek api.8. ASETONEPropylene Glycol : Digunakan pada rokok agar tetap kering. Dapat menambah kecepatan pengiriman nikotin untuk menghancurkan otak.9. Turpentine : Digunakan pada rokok menthol. Digunakan juga untuk melukis dan mempernis kayu.10. Benzene : Dihasilkan dari pembakaran rokok. Bisa ditemukan juga pada pestisida dan gasoline11. Metanol : Bahan yang biasa digunakan sebagai bahan bakar pada roket.12. Timah dan Nikel13. Lebih dari3.987 zat kimia lainnya.

b) Pengaruh langsung bagi perokok1. Denyut jantung meningkat2. Nafas berbau tak sedap3. Pakaian berbau (karena asap rokok) dan rusak (karena serpihan abu rokok yang jatuh ke pakaian)4. Kesehatan terganggu5. Prestasi atau kinerja olahraga menurun karena asap rokok yang mengendap dalam paru-paru mengganggu intensitas pernafa san6. Kurangnya kepekaan daya kecap dan penciuman, karena asap rokok yang beracun mengganggu sistem pernafasan bekerja dengan semestinya

c) Pengaruh-pengaruh jangka panjang merokok:1. Noda gigi (pada umumnya kekuningan, ada juga yang kecoklatan)2. Jerawat dan masalah pada kulit 3. Impotensi pada pria4. Penyakit-penyakit pada sistem pernafasan, seperti bronkhitis atau radang tenggorokan, dan sulit bernafas karena paru-paru terisi asap rokok5. Mempengaruhi kesuburan pada wanita6. Gangguan kehamilan dan janin pada wanita7. Serangan jantung8. Kanker paru-paru9. Kecanduan10. Gangguan pada pita suara, suara menjadi semakin berat atau parau

d) Bahaya pada perokok pasifPenyakit yang dapat diderita perokok pasif tidak lebih baik dari perokok aktif. Perokok pasif menjadi mudah menderita kanker, penyakit jantung, paru dan penyakit lainnya yang mematikan. Mereka yang dikelilingi oleh asap rokok akan lebih cepat meninggal dibanding mereka yang hidup dengan udara bersih. Dan angka kematiannya meningkat 15% lebih tinggi.

Dari penelitian terhadap 1.263 pasien kanker paru-paru yang tidak pernah merokok, terlihat bahwa mereka yang menjadi perokok pasif di rumah akan meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 18%. Bila hal ini terjadi dalam waktu yang lama, 30 tahun lebih, risikonya meningkat menjadi 23%. Bila menjadi perokok pasif di lingkungan kerja atau kehidupan sosial, risiko kanker paru-paru akan meningkat menjadi 16% sedang bila berlangsung lama, hingga 20 tahun lebih, akan meningkat lagi risikonya menjadi 27%.

Asap rokok diketahui telah mengandung sekitar 4.000 bahan kimiawi, dimana 60 diantaranya diketahui dapat menyebabkan kanker. Dari begitu banyaknya bahan kimia, yang dihirup perokok aktif hanya 15 persen. Sementara 85 persen lain dilepaskan dan dihirup para perokok pasif.

Asap rokok yang dihirup perokok pasif disebut sidestream smoke (asap samping). Dari sebatang rokok yang terbakar, dihasilkan asap samping dua kali lebih banyak daripada asap utama. Resiko kesehatan perokok pasif sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perokok aktif.

Pemerintah Amerika sendiri memperkirakan bahwa setiap tahunnya terjadi 3.000 kematian akibat kanker paru-paru pada mereka yang tidak merokok sebagai akibat menjadi perokok pasif.

e) Cara mengatasi bahaya merokokAdapun untuk mengatasi kecanduan merokok di antaranya adalah hal-hal berikut: Tarbiyah (pendidikan) keimanan yang sungguh-sungguh untuk setiap individu masyarakat. Adanya teladan yang baik saat di rumah, sekolah dan lingkungan lainnya. Melarang para guru merokok di depan murid-muridnya terutama yang masih berusia belia. Penerangan yang gencar dan intensif tentang bahaya merokok. Membebankan pajak yang tinggi terhadap berbagai jenis rokok. Melarang merokok di tempat-tempat kerja, stasiun, bandara dan tempat-tempat umum lainnya. Menyebarkan fatwa para ulama yang menjelaskan tentang haramnya rokok. Menyebarkan nasihat-nasihat dan peringatan-peringatan para dokter tentang bahaya rokok. Peringatan tentang bahaya rokok dalam ceramah-ceramah, khutbah dan lainnya. Nasihat secara pribadi kepada perokok.

Dampak Pembakaran Tak Sempurna

Pembakaran tidak sempurna (yakni jika tidak terdapat cukup oksigen) bisa menyebabkan pembentukan karbon atau karbon monoksida.Penjelasan sederhana untuk reaksi pembakaran ini adalah, hidrogen dalam hidrokarbon mendapatkan kesempatan pertama untuk bereaksi dengan oksigen, dan karbon hanya mendapatkan oksigen yang tersisa.Keberadaan partikel-partikel karbon yang berpijar pada sebuah nyala menyebabkan nyala tersebut berubah menjadi warna kuning, dan karbon hitam sering terlihat dalam asap. Karbon monoksida dihasilkan sebagai sebuah gas beracun yang tidak berwarna.Di udara, Karbon Monoksida (CO) terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit, hanya sekitar 0,1 ppm. Di daerah perkotaan dengan lalu lintas yang padat konsentrasi gas CO berkisar antara 10-15 ppm. Sudah sejak lama diketahui bahwa gas CO dalam jumlah banyak (konsentrasi tinggi) dapat menyebabkan gangguan kesehatan bahkan juga dapat menimbulkan kematian.Gas CO sangat berbahaya, tidak berwarna dan tidak berbau, berat jenis sedikit lebih ringan dari udara (menguap secara perlahan ke udara), CO tidak stabil dan membentuk CO2 untuk mencapai kestabilan phasa gasnya. CO berbahaya karena bereaksi dengan haemoglobin darah membentuk Carboxy haemoglobin (CO-Hb). Akibatnya fungsi Hb membawa oksigen ke sel- sel tubuh terhalangi, sehingga gejala keracunan sesak nafas dan penderita pucat. Reaksi CO dapat menggantikan O2 dalam haemoglobin dengan reaksi :02Hb + CO OHb + O2Karbon monoksida (CO) apabila terhirup ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun, ikut bereaksi secara metabolis dengan darah (hemoglobin) :Hemoglobin + CO COHb (Karboksihemoglobin)Ikatan karbon monoksida dengan darah (karboksihemoglobin) lebih stabil daripada ikatan oksigen dengan darah (oksihemoglobin). Keadaan ini menyebabkan darah menjadi lebih mudah menangkap gas CO dan menyebabkan fungsi vital darah sebagai pengangkut oksigen terganggu.Dalam keadaan normal konsentrasi CO di dalam darah berkisar antara 0,2% sampai 1,0%, dan rata-rata sekitar 0,5%. Disamping itu kadar CO dalam darah dapat seimbang selama kadar CO di atmosfer tidak meningkat dan kecepatan pernafasan tetap konstan.Konsentrasi gas CO sampai dengan 100 ppm masih dianggap aman kalau waktu kontak hanya sebentar. Gas CO sebanyak 30 ppm apabila dihisap manusia selama 8 jam akan menimbulkan rasa pusing dan mual. Pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap tubuh manusia ternyata tidak sama dengan manusia yang satu dengan yang lainnya.Konsentrasi gas CO disuatu ruang akan naik bila di ruangan itu ada orang yang merokok. Orang yang merokok akan mengeluarkan asap rokok yang mengandung gas CO dengan konsentrasi lebih dari 20.000 ppm yang kemudian menjadi encer sekitar 400-5000 ppm selama dihisap. Konsentrasi gas CO yang tinggi didalam asap rokok menyebabkan kandungan COHb dalam darah orang yang merokok jadi meningkat. Keadaan ini sudah barang tentu sangat membahayakan kesehatan orang yang merokok. Orang yang merokok dalam waktu yang cukup lama (perokok berat) ko