Kompas & Peta

  • View
    15

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pengenalan kompas

Transcript

ILMUMEDANPETA KOMPAS

PENDAHULUAN Kegiatan di alam bebas kini semakin pesat berkembang di kalangan masyarakat, terutama para pecinta alam yang sering kali menjelajahi daerah-daerah perawan dan sulit untuk dijangkau. Kegiatan penjelajahan medan seperti mendaki gunung, hiking, arung jeram, caving, menjelajah rimba dan rawa, serta kegiatan di alam bebas lainnya, tentunya memerlukan persiapan yang cukup matang.Tanpa persiapan yang matang akan dapat menimbulkan kesulitan dan bahkan kadang membahayakan dan berakibat pada hal yang fatal. Untuk menunjang kegiatan-kegiatan di alam bebas tersebut, pengetahuan dan ketrampilan membaca peta kompas dan orientasi medan mutlak dikuasai. Apabila seorang anggota Search And Rescue (SAR) yang tugasnya mencari dan menolong korban. Kegunaan peta dan kompas sangat besar sekali dalam mengenal keadaan medan yang akan dijelajahi, dapat merencanakan lintasan yang akan dihadapi, merencanakan peralatan dan makanan yang dibutuhkan, serta untuk memperkirakan kedudukan atau loasi medan.

Navigasiadalah salah satu ilmu pendukung yang harus dikuasai oleh seorang petualang ataupun penjelajah yang baik. Navigasi berasal dari bahasa Yunani,Navisyang berarti kapal atau perahu sedangAgesiberarti mengarahkan. Jadi navigasi adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara untuk menentukan atau mengarahkan suatu perjalanan atau misi dari suatu titik awal pemberangkatan ke titik tujuan segala macam keadaan cuaca dengan aman dan seefisien mungkin.Navigasi daratadalah sebagian dari ilmu navigasi yang dalam prakteknya selalu menggunakan seperangkat alat bantu yakni peta, kompas, sehingga Navigasi darat diistilahkan dengan ilmu medan peta kompas.Penjelasan mengenai peta kompas meliputi:-Pengertian Peta Topografi-Pengertian Kompas-Teknik Peta Kompas

PETA Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang diperkecil seperti kenampakan sebenarnya dengan skala tertentu sesuai dengan kebutuhannya dan digambar pada bidang datar melalui system proyeksi tertentu. Dalam dunia kartografi, sering disebutkan bahwa sebuah peta lebih berharga dari seribu bahasa. Artinya bahwa sebuah peta dapat menyajikan banyak sekali informasi. Pada uraian ini kita memakai peta topografi? Karena peta topografi menggambarkan sebagian fisik bumi dengan menunjukkan penyebaran, ukuran dan bentuk dari kenampakan topografi. Untuk mengenal kenampakan alam atau bentang alam pada umumnya dikelompokkan menjadi 4 dasar elemen pengenalan, yaitu:-Kontur-Relief-Pola-Dan hubungan dengan kenampakan sekitarnyaSehingga dengan memperhatikan hal tersebut seseorang dapat memperkirakan bentuk permukaan dari bumi lebih lanjut lagi orang dapat memprediksikan bentuk medan yang akan dihadapi.

KLASIFIKASI PETAUntuk macam atau jenis dari peta itu sendiri bisa ditinjau dari empat segi:a.Dari jenisnya:- Peta FotoPeta yang dihasilkan dari mosaic foto udara/ orto foto yang telah dilengkapi pula dengan garis kontur, nama, dan legenda.- Peta garisPeta yang menyajikan detail dan buatan manusia dalam bentuk titik, garis luasan.Contoh: Peta topografi dan peta tematik.b.Dari skala:- Peta skala besar = 1 : 50.000 atau lebih kecil (1 : 25.000)- Peta skala kecil = lebih besar skala 1 : 50.000c.Dari fungsinya:- Peta umumPeta yang berisi informasi yang cukup lengkap dan jelasContohnya : Atlas dan peta topografi- Peta tematikPeta untuk keperluan khususContoh : peta jaringan jalan- ChartPeta yang didesain untuk keperluan navigasi, nautical dan aeronauticald.Dari macam persoalan:Peta ini arti dan tujuan hampir sama dengan peta tematik.Generalisasi pada peta sering dilakukan, dimana hal ini bertujuan untuk menyeleksi objek-objek yang perlu atau tidak untuk dimaksudkan sebagai informasi peta sesuai dengan tujuan penggunaan peta tersebut, sehingga dalam perkembangannya peta terbagi dalam beberapa jenis sesuai dengan tujuan penggunaannya. Dari berbagai jenis peta telah disebutkan, untuk navigasi darat ini lebih cocok menggunakan peta topografi serta jenis peta ini akan lebih banyak dikupas.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dala membaca peta topografi adalah:1. Kelengkapan peta topografi:Dalam menggunakan peta topografi harus memperhatikan kelengkapan peta. Kelengkapan peta pada peta topografi merupakan petunjuk bagi si pemakai, sehingga si pemakai dapat menginformasikan kepada orang lain secara maket.Kelengkapan peta meliputia.Ideks Petab.Judul Petac.Keterangan Pembuatand.Nomor Petae.Pembagian Lembar Petaf.Sistem Koordinatg.Skala Petah.Orientasi Arah Utarai.Garis Kontur atau Garis Ketinggianj.Legenda Peta

Keterangan:INDEKS PETASistem grid diIndonesiamerupakan system pemberian nomor pad tiap kontur sehingga kita tahu lokasi peta yang kita amati teradap sekitarnya.-Kotak-kotak ini kea rah timur diberi tanda dengan no. 1,2,3,-Sedang kea rah selatan diberi angka romawi I,II,III,

Tiap kotak dipetakan dengan satu lembar peta topografi dengan skala 1 : 100.000 sedang untuk skala 1 : 50.000, maka satu kotak dipetakan menjadi 4 lemabr peta topografi dengan kode A,B,C,D. Contoh:Indeks peta nomor 48/XLII-B artinya: peta itu terletak di kotak 48 kearah timur dan kotak 42 kerah selatan dari Sabang. Sedang B menunjukkan bagian dari kotak tersebut.Note:Ukuran peta skala 1 : 50.000 = (55 x 55) cmJUDUL PETAAdalah identitas peta yang tergambar pada peta ditulis nama daerah atau identitas lain yang menonjol.KETERANGAN PEMBUATANInformasi mengenai pembuatan dan istansi pembuat. Dicantumkan di bagian kiri bwah peta.NOMOR PETAAngka yang menunjukkan nomor peta dicantumkan disudut kanan atas peta.PEMBAGIAN LEMBAR PETAPenjelasan nomor-nomor peta lain yang tergambar disekitar peta yang digunakan bertujuan untuk memudahkan penggolongan peta bila memerlukan interpretasi suatu daerah yang lebih luas. Dicantumkan di sudut kanan kiri peta.SISTEM KOORDINATPada peta topografi dikenal system koordinat, yaitu perpotongan antara dua garis sumbu system koordinat yang resmi ada dua:a.Koordinat GeografisSumbu yang digunakan adalah garis bujur (BB dan BT). Yang tegak lurus dengan garis () kontur ; non garis lintang (LU dan LS). Yang sejajar dengan () dinyatakan dalam derajat menit dan detik.b.Koordinat GridPerpotongan antara sumbu absis (X) dan ordinat (Y) pada koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak (metr); sebelah selatan ke utara dan arat ke timur dari sumbu acuan.Skala bilangan dari kedua system koordinat diatas (geografis dan grid) terletak di tepi peta. Kedua system koordinat yang berlaku internasional tersebut sering membingungkan, karena memang kedua system itu tidak mudah dipahami. Olah karena itu pembacaan koordinat dibuat sederana (tidak dibaca seluruhnya).Misal: 72100 mE dibaca 21 99700 mN dibaca 97 dan seterusnyac.Koordinat LokalUntuk memudahkan membaca koordinat (pada peta yang tidak ada gridnya). Dapat dibuat garis-garis jarring seperti pada peta. Perlu diingat koordinat local semua unsur yang terlibat harus diseragamkan dan untuk menghindarkan kekacauan atau perbedaan persepsi.SKALAAdalah perbandingan jarak di peta dengan jarak horizontal sebenarnya di medan (lapangan). Jarak peta JM JMSkala Peta = ----------------------- = ------- >JP = --------- >JM = JP x SP Jarak di medan JP SPMisal: skala 1 : 50.000Berarti 1 cm dipeta = 50.000 cm di lapangan/ medan = 500 mAda 3 bentuk skala yang umum dipakai:1. Skala numeric 1 : 25.000, 1 : 50.000

o 1 2 3 4 cm

2. Skala grafik0 1 km

0 2 4 mil3. Skala perbandinganinchi ke mil0 1 2 inchi

ORIENTASI ARAH UTARAPada peta topografi terdapat tiga arah utara yang harus diperhatikan sebelum menggunakan peta dan kompas. Karena tiga arah tersebut tidak berada pada satu garis. Tiga arah utara tersebut adalah:a.Utara sebenernya (True North) US/TN diberi symbol * (bintang), yaitu utara yang melalui kutub utara diselatan bumi.b.Utara peta (grid North) UP/GN diberi symbol GN, yaitu utara yang sejajar dengan garis jala (sumbu Y).c.Utara Magnitis (Magnitis North) UM diberi symbol (anak panah separuh), yaitu arah utara yang ditunjukkan oleh jarum kompas. Yang harus diperhatikan bahwa utara magnitis akan mengalami perubahan tiap tahun (ke Barat atau ke Timur) dikarenakan pengaruh rotasi bumi, perubahan UM disebut variasi magnitis (VM).UntukIndonesia(pulau jawa) VM 2 tahun ke timur.Karena arah utara tersebut tidak berada pada satu garis, maka akan terdapat penyimpangan- penyimpangan sudut:a.Penyimpangan sudut antara US-UP disebut Iktilaf Peta (IP) atau konvegensi merimion.b.Penyimpangan sudut antara US-UM disebut Iktilaf Magnitis (IM) atau Deklinasi.c.Penyimpangan sudut antara UP-UM disebut Sudut Peta Magnet (SPM) atau Deviasi.Pada peta biasa ditulis GM Angle (Grid Magnetic Angle).Dalam menggunakan peta dan kompas harus diperhatikan tiga arah utara tersebut (ada perhitungan koreksi arah) untuk lintasan-lintasan yang relative pendek diabaikan.Tetapi variasi meganetisnya harus diperhatikan.d.Sudut Peta adalah sudut yan gdibuat oleh utara peta dengan arah sasaran.e.Sudut Kompas adalah sudut yang dibuat oleh utara kompas dengan arah sasaran bidik.

GARIS KONTUR/ GARIS KETINGGIANGaris kontur pada peta Topografi menunjukkan gambaran bentuk permukaan bumi.Sifat-sifat garis kontur:a.Garis kontur selalu merupakan kurve tertutup sejajar dan tidak akan memotong satu sama lain, kecuali pada daerah overhanging clift.b.Garis kontur yang didalam selalu lebih tinggi disbanding yang diluar.c.Interval kontur selalu merupakan kelipatan sama.d.Garis kontur selalu bersifat horizontale.GAris kontur tidak pernah bertemu dengan garis kontur lain yan gberbeda indeks konturnya.f.Garis kontur yan grapat akan menggambarkan medan yan gterjal, sedang yang renggang menggambarkan medan yang landai.g.Pada lembah, garis kontur meruncing kearah huluh.Garis kontur selalu tegak lurus arah aliranyang mengalir di permukaan, misalnya sungai.i.Garis kontur indeks diambarkan lebih tebal daripada garis kontur lainnya.

Fungsi garis kontur:Di lapangan penggambaran medan menjadi sangat berguna karena li