KOMPETENSI INSTRUKTUR PADA BALAI LATIHAN INSTRUKTUR PADA BALAI LATIHAN KERJA (BLK) DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI KEPULAUAN RIAU ... organisasi

  • View
    223

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of KOMPETENSI INSTRUKTUR PADA BALAI LATIHAN INSTRUKTUR PADA BALAI LATIHAN KERJA (BLK) DINAS TENAGA...

  • KOMPETENSI INSTRUKTUR PADA BALAI LATIHAN KERJA (BLK)

    DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI

    KEPULAUAN RIAU

    NASKAH PUBLIKASI

    Oleh :

    ROSMAWATY

    NIM : 100563201147

    PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA

    FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

    UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI

    TANJUNGPINANG

    2016

  • 1

    KOMPETENSI INSTRUKTUR PADA BALAI LATIHAN KERJA (BLK)

    DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI

    KEPULAUAN RIAU

    Program Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

    Universitas Maritim Raja Ali Haji

    ROSMAWATY

    Abstrak

    Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) dalam

    mendorong terciptanya tenaga kerja yang mempunyai keahlian sangat dibutuhkan

    dalam membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran. Tenaga kerja yang

    terlatih sangat diperlukan terutama di era teknologi. Dalam rangka meningkatkan

    kualitas tenaga kerja maka BLK berkewajiban memberikan pelatihan kepada para

    pemuda. Fenomena yang terjadi dilapangan adalah peserta tidak mendapatkan materi

    yang sesuai dengan kebutuhan. Kebanyakan dari materi hanyalah motivasi yang

    diberikan dari instruktur. Pendidikan yang didapatkan dengan waktu yang singkat

    tidak menjamin materi yang diajarkan dapat diserap dengan baik oleh peserta, karena

    pelatihan diadakan 30 hari dengan waktu 240 jam dan dalam satu hari materi

    diberikan 8 jam sekaligus ini membuat banyak peserta mengeluhkan tidak dapat

    menyerap materi dengan baik. Tidak hanya itu fenomena yang jelas terjadi adalah

    pemberi materi yang di siapkan dari instruktur terkadang tidak sesuai bidangnya

    sehingga materi yang disampaikan kurang maksimal. Kemudian masih ada instruktur

    yang mengajar belum memiliki sertifikat keahlian.

    Tujuan penelitian ini pada dasarnya adalah mengetahui Kompetensi Instruktur

    Pada Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi

    Kepulauan Riau. Dalam pembahasan skripsi ini menggunakan penelitian deskriptif

    kualitatif. Informan dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik Purposive

    sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik

    analisis data deskriptif kualitatif.

    Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dalam bekerja belum ada

    kesesuaian antara pendidikan instruktur dengan bidang pekerjaan. Beberapa bidang

    bahkan diduduki oleh orang-orang yang tidak memiliki dasar sekalipun. Hal ini tentu

    saja membuat rendahnya tingkat kemampuan instruktur. Karena pekerjaan yang

    dihadapi dilapangan tidak sesuai dengan yang ia dapatkan saat berada dibangku

    formal. Sehingga kembali membutuhkan pelatihan secara khusus agar

    ketidaksesuaian bidang kerja antara pendidikan dan bidang kerja dapat ditutupi

    dengan mendapatkan pengetahuan lewat pelatihan yang diadakan untuk menunjang

    kemampuan kerja instruktur. Namun kembali menjadi permasalan adalah pelatihan

    tidak dapat diikuti oleh semua instruktur. Kemudian faktor yang juga ikut

    mempengaruhi kompetensi kerja instruktur adalah faktor internal yaitu motif. Motif

    juga merupakan salah satu faktor penghambat kompetensi instruktur. Para instruktur

    merasa bahwa dalam setiap pekerjaan sebaiknya harus lebih dihargai dengan salah

    satu contohnya adalah memberikan insentif. Namun kenyataannya belum ada insentif

    yang diberikan kepada instruktur sehubungan dengan pelaksanaan setiap pekerjaan.

    Kemudian masih ada instruktur yang belum mentaati peraturan kedinasan secara baik.

    Kata Kunci : Kompetensi, Instruktur

  • 2

    I. PENDAHULUAN

    Dalam era globalisasi, tenaga

    kerja yang terampil dan mempunyai

    keahlian merupakan suatu syarat

    dapat bersaing memasuki dunia

    kerja. Sehubungan dengan

    permintaan dunia kerja terhadap

    tenaga kerja yang terampil dan

    mempunyai kualitas tenaga kerja

    yang tinggi maka peningkatan

    kualitas SDM khususnya tenaga

    kerja dilakukan melalui berbagai

    jalur diantaranya melalui pendidikan,

    pelatihan dan pengembangan

    ditempat kerja.

    Selanjutnya sasaran yang ingin

    dicapai dari pengembangan bidang

    pelatihan tenaga kerja adalah

    meningkatkan kualitas tenaga kerja

    didaerah ini yang akan mampu

    menciptakan dan mendukung

    perluasan lapangan pekerjaan,

    penanggulangan pengangguran

    melalui pelatihan kerja yang

    dilakukan bersama dengan

    pemerintah dan masyarakat sehingga

    sumbangannya terhadap

    pertumbuhan ekonomi semakin

    dominan.

    Semakin banyaknya tenaga

    kerja yang belum mendapat

    pekerjaan dari tahun ke tahun. Hal

    tersebut karena lapangan kerja saat

    ini tidak hanya melihat calon tenaga

    kerja yang memiliki ijasah

    pendidikan formal, tetapi juga

    keterampilan yang merupakan

    persyaratan lain yang dibutuhkan

    oleh lapangan kerja sesuai dengan

    bidang kerja masing-masing. Namun

    selama ini, calon tenaga kerja hanya

    mengandalkan ijasah pendidikan

    formal tanpa memiliki kemampuan

    khusus, sehingga banyak calon

    tenaga kerja yang tidak diterima oleh

    lapangan kerja karena kurang

    berkompeten.

    Pembangunan di bidang

    ketenagakerjaan merupakan salah

    satu tonggak keberhasilan

    pembangunan masyarakat umumnya

    yang akan menciptakan masyarakat

    yang adil, makmur, aman dan

    sejahtera. Jika pelaksanaan

    pembangunan di bidang

    ketenagakerjaan tidak dapat

    terlaksana dengan baik maka akan

    menciptakan komunitas pengang-

    guran di setiap aspek kehidupan.

    Sumber daya manusia (SDM)

    menjadi faktor penting dalam

    menunjang keberhasilan pembangu-

    nan.

    Kegiatan pengembangan SDM

    akan memberikan sumbangan yang

    besar pada peningkatan kualitas

    SDM yang selanjutnya akan

    mempengaruhi peningkatan produksi

    dan kesejahteraan masyarakat

    melalui penigkatan pendapatan

    individu sebagai pelaku ekonomi.

    Peningkatan kualitas SDM

    dilakukan melalui jalur diantaranya

    pendidikan dan pelatihan serta

    pengembangan keterampilan di

    tempat kerja. Pelatihan merupakan

    jalur penigkatan kualitas SDM yang

    lebih menekankan ke pembentukan

    dan pengembangan profesionalisme

  • 3

    atau kompetensi. Akibat tidak

    tersedianya Balai Latihan Kerja

    (BLK) untuk kota Tanjungpinang

    ini,maka dalam penyelenggaraan

    pelatihan kerja pemerintah kota

    Tanjungpinang secara kelembagaan

    dibawah naungan Dinas Tenaga

    Kerja Dan Transmigrasi Provinsi

    Kepulauan Riau yang memiliki tugas

    pada bidang sosial diprioritaskan

    untuk peningkatan kualitas SDM dan

    aparat bidang kesejahteraan

    kemandirian, peningkatan

    profesionalisme pembinaan potensi

    dan sumber kesejahteraan sosial,

    peningkatan pengetahuan dan

    keterampilan penanganan masalah

    kesejahteraan sosial, serta

    peningkatan kepedulian sosial.

    Unit Pelaksana Teknis Dinas

    Balai Latihan Kerja (UPTD BLK)

    dalam mendorong terciptanya tenaga

    kerja yang mempunyai keahlian

    sangat dibutuhkan dalam membantu

    pemerintah mengurangi angka

    pengangguran. Tenaga kerja yang

    terlatih sangat diperlukan terutama di

    era teknologi. Dalam rangka

    meningkatkan kualitas tenaga kerja

    maka BLK berkewajiban

    memberikan pelatihan kepada para

    pemuda. Pelatihan kerja adalah

    upaya untuk menjembatani lulusan

    pendidikan dengan dunia kerja.

    Pelatihan dimaksudkan untuk

    peningkatan tenaga kerja serta

    perluasan lapangan usaha. Melalui

    program-program pelatihan kerja ini,

    siswa atau peserta yang dilatih suatu

    saat dapat diharapkan dapat

    mengembangkan diri sehingga

    mampu memasuki dunia kerja yang

    memang membutuhkan tenaga

    terampil dan siap kerja.

    Kompetensi Kerja adalah

    spesifikasi dari sikap, pengetahuan,

    dan keterampilan atau keahlian serta

    penerapannya secara efektif dalam

    pekerjaan sesuai dengan standar

    kerja yang dipersyaratkan. Sertifikasi

    Kompetensi adalah proses pemberian

    sertifikat kompetensi yanag

    dilakukan secara sistematis dan

    obyektif melalui Uji Kompetensi

    yang mengacu pada Standar

    Kompetensi Kerja baik yang bersifat

    Nasional, Khusus maupun

    Internasional.

    Dengan memiliki Sertifikat

    Kompetensi maka seseorang akan

    mendapatkan bukti pengakuan

    tertulis atas kompetensi kerja yang

    dikuasainya. Sertifikasi Profesi dapat

    dilaksanakan oleh LSP (Lembaga

    Sertifikasi Profesi) yang telah

    dilisensi oleh BNSP (Badan

    Nasional Sertifikasi Profesi). Untuk

    memperoleh sertifikat kompetensi

    instruktur. Harus melalui uji

    kompetensi yang diselenggarakan

    oleh BNSP melalui LSP selama 3

    hari yang didanai oleh pemerintah

    pusat. Khusus untuk instruktur harus

    mengikuti diklat dasar terlebih

    dahulu sebelum mendapatkan

    sertifikat kompetensi ini.

    Kompetensi berdasarkan unit-unit

    tertentu. Namun pelaksanaannya

    tidak dapat dipastikan waktunya

    karena tergantung anggaran pusat.

  • 4

    Untuk memiliki sertifikat

    kompetensi ini tidak hanya

    diperuntukkan bagi pegawai negeri

    sipil ataupun instruktur di

    lingkungan pemerintahan. Tetapi

    juga bisa