KOPI - ISI

  • View
    8

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pertanian

Transcript

17

Manfaat Unsur Hara Makro Dan Zpt Pada Tanaman Kopi (Coffea Sp.)Kebijakan pemerintah mengenai pencabutan subsidi pupuk dan pembebasan tata niaganya sejak tanggal 1 Desember 1998, mengakibatkan harga pupuk semakin mahal dan sering terjadi kelangkaan pupuk pada beberapa tempat di lapangan (Sudika, 2000). Petani tidak mampu membeli pupuk sesuai dengan kebutuhannya, dan hal ini dapat menyebabkan dosis pupuk yang diterapkan sangat bervariasi. Hasil tanaman yang maksimal tidak akan dapat dicapai bila dosis pupuk tidak sesuai dengan kebutuhan optimal tanaman dan status kesuburan tanah setempat (PPT, 1993).Penggunaan pupuk yang tepat (jenis, dosis, waktu dan cara) akan sangat menguntungkan baik secara ekonomis, teknis, sosial, maupun kesehatan lingkungan. Untuk mendapatkan dosis pupuk yang efisien dan rasional, maka diperlukan dukungan data mengenai status kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman akan unsur hara (Kadir dan Karo, 2006).Sabihan dan Anas (2000) mengatakan penyusunan rekomendasi pemupukan yang sesuai dengan status kesuburan tanah adalah menjadi tujuan penelitian kesuburan tanah pada saat ini. Hal ini sangat penting mengingat penggunaan pupuk yang tidak berimbang atau rasional (misalnya N, P, K) secara terus menerus pada lahan pertanian akan mempercepat pengurangan unsur hara lain seperti Ca, Mn, S, Cu dan Zn.Rehabilitasi kebun kopi merupakan kegiatan untuk memulihkan kondisi kebun kekeadaan yang lebih baik, sehingga produktivitasnya meningkat. Rehabilitasi tanaman dilakukan pada populasi tanaman yang telah berkurang karena kesalahan kultur teknis (pemupukan), serangan hama penyakit, serta kekeringan sehingga produksi rendah dan tidak menguntungkan (Iklanbaliku, 2009).Tujuan PenulisanUntuk mengetahui manfaat unsur hara makro dan ZPT pada Kopi (Coffee sp.)Kegunaan PenulisanSebagai salah satu syarat untuk melengkapi komponen penilaian di Laboratorium Budidaya Tanaman Penyegar, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan dan Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan informasi.Botani Tanaman Menurut Iklabaliku (2009) klasifikasi tanaman kopi (Coffea sp.) adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae, Divisi : Spermatophyta, Subdivisio : Angiospermae, Kelas : Dycotiledoneae, Ordo : Rubiales, Famili : Rubiaceae, Genus : Coffea, Spesies : Coffea sp. Kopi (Coffea sp.) adalah spesies tanaman berbentuk pohon. Tanaman ini tumbuh tegak, bercabang dan bila dibiarkan akan mencapai tinggi 12 m. Tanaman ini memiliki beberapa jenis cabang : cabang reproduksi, cabang primer, cabang sekunder, cabang kipas, cabang pecut, cabang balik, dan cabang air (Didiek dan Yufnal, 2008). Meskipun kopi adalah tanaman tahunan, tetapi memiliki perakaran yang dangkal. Secara alami tanaman kopi memiliki akar tunggang sehingga tidak mudah rebah. Oleh sebab itu tanaman ini mudah mengalami kekeringan pada kemarau yang panjang bila di daerah perakarannya tidak diberi mulsa (Sudika, 2000)Daun tanaman kopi berbentuk bulat telur dengan ujung tegak meruncing. Daun tumbuh berhadapan pada batang, cabang dan ranting rantingnya.Tanaman kopi mulai berbunga setelah berumur 2 tahun. Mula mula bunga keluar dari ketiak daun yang terletak pada batang reproduksi. Jumlah kuncup pada setiap ketiak daun terbatas. Pada setiap ketiak daun menghasilkan 8 18 kuntum, setiap buku menghasilkan 16 36 kuntum bunga. Waktu yang dibutuhkan untuk bunga hingga jadi buah matang 6 11 bulan. Penyerbukan kopi ada 2 jenis yaitu penyerbukan sendiri dan penyerbukan menyilang (Arief, 2011). Syarat Tumbuh Iklim Tanaman kopi bisa tumbuh baik pada zone pada 200 lintang utara serta 200lintang selatan. indonesia yang terdapat pada 50 lintang utara hingga 100lintang selatan mungkin untuk penanaman kopi yang baik. beberapa besar perkebunan kopi di indonesia terdapat pada 0 100 lintang selatan layaknya sumatera selatan, lampung, jawa, bali, serta sulawesi selatan, dan beberapa kecil perkebunan kopi terdapat pada 0 50 lintang utara layaknya aceh serta sumatera utara (Arief, 2011).Tiap-tiap type kopi menginginkan temperatur atau elevasi yang tidak sama. kopi arabika bisa ditanam pada elevasi 500 2. 000 m, namun elevasi yang maksimal yaitu 800 1. 500 m dengan temperatur rata-rata tahunan 17 210c. elevasi paling rendah untuk kopi arabika ditentukan oleh ketahanan tanaman pada serangan penyakit karat daun (Sabihan dan Anas, 2000).Tanaman kopi tumbuh optimum di tempat dengan curah hujan 2. 000 3. 000 mm per th., dengan 3 bln. kering, namun memperoleh hujan kiriman yang cukup. tanaman kopi tetap tumbuh baik di tempat dengan curah hujan 1. 300 2. 000 mm per tahun, seandainya tanaman kopi diberi mulsa serta irigasi intensif (Sudika, 2000).Tanah Tanaman kopi menginginkan tanah yang gembur, subur, serta kaya bahan organik. perakaran tanaman kopi relatif dangkal, hingga sensitif pada lapisan-lapisan tanah teratas. tanaman kopi membutuhkan susunan tanah yang baik dengan kandungan bahan organik sekurang-kurangnya 3% (Arief, 2011).Oleh dikarenakan itu, tanah di lebih kurang tanaman kopi mesti kerap diberi pupuk organik supaya subur serta gembur hingga sistem perakaran tanaman kopi dapat tumbuh baik. jika drainase tanah kurang baik, maka perakaran tanaman kopi dapat menderita, hingga perkembangan tanaman dapat kerdil serta kekuningan (Foth, 1990).Tanaman kopi tak hanya menginginkan tanah yang gembur serta kaya bahan organik, tanaman kopi juga menginginkan derajat keasaman tanah ( ph ) lebih kurang 5, 5 6, 5 namun faktor-faktor yang lain juga memegang fungsi mutlak. apabila ph tanah kurang dari angka tersebut, tanaman kopi tetap bisa tumbuh namun kurang dapat menyerap sebagian unsur hara, hingga butuh dikerjakan pengapuran (Irfanda, 2010).MANFAAT UNSUR HARA MAKRO DAN ZPT PADA TANAMAN KOPIPemeliharaan Tanaman KopiPemeliharaan dianggap sangat penting karena sekalipun diperoleh bibit yang unggul, tanah dan iklim yang cocok, bilamana tanaman kopi dibiarkan saja tidak akan menghasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa kegiatan pemeliharaan tanaman kopi di antaranya: Penyulaman, penggemburan tanah, pemangkasan, pengendalian hama, penyakit dan gulma; pemupukan dan pemberian zat pengatur tumbuh. Tulisan ini menitikberatkan pemupukan dan pemberian zat pengatur tumbuh (Areif, 2011).Beberapa minggu selesai penanaman, dilakukan pemeriksaan, bilamana ada yang kurang sesuai lakukan penyulaman dengan bibit yang baik. Penggemburan. Dimaksudkan agar peredaran udara dan air lancar, sekaligus agar merangsang pertumbuhan akar baru tanaman perlu dibumbun. Pemangkasan. Bila tidak dipangkas tanaman bisa mencapai 7-10 m sehingga produksi berkurang. Pemangkasan dimaksudkan agar cahaya leluasa masuk secara merata guna merangsang pembentukan bunga; memperlancar udara sehingga proses penyerbukan berlangsung secara intensif; menghindari kelembaban berlebihan; membuang cabang tua yang kurang produktif atau terkena hama sehingga zat hara dapat disalurkan ke cabang muda yang lebih produktif (PPT, 1993).Ada berbagai macam pemangkasan yakni: (a) pangkasan bentuk, agar tanaman bisa membentuk mahkota pohon yang dikehendaki yang akhirnya pertumbuhan bertambah luas dan melebar; (b) pangkasan pemeliharaan, meliputi mewiwil, pemangkasan berat, pemangkasan Beaumont-Fukunaga (sistem pangkas berbatang ganda dengan masa pemotongan beberapa tahun) dan pemangkasan yang ditujukan untuk pengendalian hama, penyakit; (c) pangkasan peremajaan (rejunevasiperemajaan dengan penyambungan secara selektif atau peremajaan secara menyeluruh), adalah proses untuk membuat kebun kopi yang sudah tua dan pohon-pohon kopi yang tidak produktif menjadi muda kembali tanpa disertai penanaman secara besar-besaran, dengan kata lain untuk memperbaiki sifat pohon yang kurang baik (Iklabaliku, 2009).PemupukanPemupukan merupakan penambahan bahan organik atau anorganik ke tanah/tanaman dengan tujuan untuk menyediakan unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Dalam hal ini pemupukan bermanfaat memperbaiki kondisi tanaman, meningkatkan produksi, mutu hasil, dan stabilisasi produksi. Dengan demikian kebutuhan pupuk ditentukan setidaknya oleh pengambilan hara oleh tanaman dari dalam tanah (tergantung dari kandungan tanaman, persediaan kandungan hara dalam tanaman) dan persediaan kandungan hara dalam tanah. Oleh karena itu untuk mengetahui kebutuhan pupuk diperlukan analisis daun, analisis tanah serta percobaan lapangan (Arief, 2011).Waktu Pemupukan, Umumnya pemupukan kopi-nitrogen diberikan dua kali dalam setahun kecuali kopi muda, awal dan akhir musim hujan, sedang yang mengandung P, K diberikan hanya sekali setahun yaitu akhir musim hujan. Ada pupuk yang hanya mengandung pupuk tunggal, tetapi akhirakhir ini banyak pupuk majemuk yang beredar. Memilih pupuk yang tepat sangat penting karena ada pupuk yang mudah larut dan mudah diserap oleh tanaman dan ada yang agak lambat. Bila keadaan tanaman merana dan tanah tempat tumbuhnya miskin hara, harus menggunakan pupuk yang mudah diserap (Didiek dan Yufnal, 2008).Bila pupuk hanya sebagai cadangan sebaiknya memakai pupuk yang tahan lama. Bila hasil analisis tanah kurang subur, sebelum penanaman kopi sebaiknya ditanam dulu pupuk hijau (tumbuh merambat seperti Centrosema pubescens, C. plumieri, Calopogonium mucunoides, C. caeruleum, Pueraria mucunoides atau dapat juga dipilih yang tumbuh dalam bentuk perdu seperti Crotalaria usaramoensis, C. anagyroides sedang preferasi tumbuhan berbentuk pohon seperti Leucaena leucocephala, Erythrina abyssinica dan Albizia stipulata (Iklabaliku, 2009).Selain itu, sebagai pupuk dasar dapat diberi pupuk organik lainnya seperti pupuk kandang, kompos (sisa bahan organik tanaman, sampah dapur, sisa makanan ternak campur kotorannya). Sebelum menutup lubang pertanaman kopi, bagi tanah yang amat miskin hara perlu ditambah lagi fosfat alam. Cara pemupukan ada yang disebarkan, dibenamkan dalam alur seki