Kupas Tuntas

  • View
    523

  • Download
    14

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Seminar Sehari di Aula Gedung Mapalus Kantor Gubernur Manado - Sulawesi Utara tentang Yahweh dan Allah.

Transcript

KUPAS

TUNTAS

AtauYahweh

allah

Makalah Seminar sehari di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara Manado, Senin, 5 September 2005

Oleh Rev. Yakub Sulistyo, S.Th. MAGereja Pimpinan Rohulkudus SURYA KEBENARAN AmbarawaJl. Dr. Cipto No. 120 Ambarawa - Jawa Tengah Telp. 0298-593544 dan 522239 Email: yakub@indo.net.id

TUHANNYA ABRAHAM, ISHAK DAN YAKUB BERNAMA YAHWEH Kontroversi nama Yahweh terjadi di Indonesia karena Lembaga Alkitab Indonesia yang menterjemahkan Kitab Suci, telah mengganti nama Yahweh menjadi TUHAN - dalam huruf kapital semua ( lihat Kamus Alkitab ) dan ALLAH, sedangkan Elohim diterjemahkan dengan Allah, hanya A dalam huruf kapital. Memang dari bunyinya orang akan mengalami kesulitan untuk membedakan TUHAN, Tuhan, tuhan, ALLAH, Allah, allah, TUHAN ALLAH, Tuhan Allah dsb. Jika kita cermati, konflik horisontal yang terjadi antara umat Islam dengan pengikut Yesus disebabkan karena pihak Islam merasa bahwa umat Kristen melanggar hak mereka, karena di dalam Al Qur'an Surat 112 Al Ikhlas ayat 1 - 3 mengatakan : Qul huwallaahu ahad ( Katakanlah ALLAH itu Esa ) Allah hussomad ( ALLAH adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu ) Lam yalid wa lam yuulad ( Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan ) Wa lam yaqul lahu kufuan ahad ( Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia ). Dan dalam Quran Surat 5 Al Maaidah ayat 17 dikatakan: Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam. Artinya Islam berpedoman bahwa ALLAH itu ESA dan Tidak ada istilah lain yang harus berada menyatu dengan Nama tersebut, sementara pengikut Yesus Kristus yang dalam bahasa Ibrani bernama Yeshua Hamasiakh memiliki istilah yang menyakitkan mereka walaupun sebenarnya istilah tersebut tidak ada, seperti Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh, dan bagi umat Katholik ada istilah Bunda Allah dan menganggap Yeshua/Yesus/Isa Almasih adalah Allah. Dengan semakin banyaknya ketua sinode dari gereja Protestan memecat pendeta jajarannya yang mengagungkan nama Yahweh karena dianggap SESAT, membuktikan bahwa Yahweh tidak dikenal di Indonesia, padahal itu nama sang pencipta langit dan bumi. Mari kita belajar dari bahasa Ibrani yang adalah bahasa asli Kitab Suci pengikut Yesus Kristus / Yeshua Hamasiakh dalam Kitab Mazmur 124: 8 Kitab Suci LAI menterjemahkan "Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi". Namun dalam bahasa Ibrani di tulis sbb. :

#raw oymv hf[ hwhy ovB Wnrz[Yang bunyi dan artinya secara interlinear sbb. : Ezerenu (pertolongan kita) Beshem (dalam nama) Yahweh (Yahweh) Ose (yang membuat) Shamayim (langit) Wa'arets (dan bumi). Jadi Yang menjadikan langit dan bumi menurut Firman Tuhan adalah Yahweh. Namun Lembaga Alkitab Indonesia telah menterjemahkan Nama Yahweh menjadi TUHAN, padahal TUHAN itu sebutan / generic name seperti Guru, Presiden, Hakim, Petani dsb,

sedangkan Yahweh itu nama diri / Personal name seperti Yanto, Yakub, Bambang, Eko dsb. Demikian juga dalam Kitab Kejadian 1: 1, Lembaga Alkitab Indonesia menterjemahkan sbb. : "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." Namun dalam Kitab Suci berbahasa Ibrani ditulis sbb. :

#rah taw oymvh ta oyhla arB tyvarB

Yang bunyi dan artinya secara interlinear sbb. : Bereshit (pada mulanya) Bara (menciptakan) Elohim (Tuhan) et Hashamayim (langit itu) we'et (dan) Ha'arets (bumi). Jadi yang menciptakan langit dan bumi itu Tuhan. Tuhan yang dimaksud disini bukanlah Nama diri / Personal Name melainkan sebutan atau Generic Name, namun dalam Kitab Suci terbitan Lembaga Alkitab Indonesia diterjemahkan menjadi "Allah" yang adalah Nama Diri / Personal Name dari sesembahan umat Islam. Umat Kristen menjadikan dan menyebut Tuhan sang pencipta tersebut dengan Allah Bapa, yang tentu saja beralih dari "Nama Diri" menjadi "Sebutan", sehingga ada istilah lain Allahmu, Allahku, Allahnya dsb. inilah kerancuannya sehingga membuat umat Islam marah dengan pengikut Yeshua Hamasiakh, sebab bagi umat Islam Allah itu Nama diri yang tidak bisa diterjemahkan dan diberi padanan kata maupun kata sambung, seperti tidak ada Istilah Bambangku, Bambangmu karena Bambang adalah nama diri. Namun jika kita pelajari lebih mendalam bahwa kata "Allah" yang sudah dianggap sebagai "SEBUTAN" oleh umat Kristen untuk pengganti kata "Tuhan", justru membingungkan manakala dirujuk dengan Kitab Ulangan 6: 4 dimana Lembaga Alkitab Indonesia menterjemahkannya sbb. : "Dengarlah hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa." Jika umat Kristen menjadikan kata "Allah" sebagai sebutan untuk menggantikan kata "Tuhan", dari kalimat : "TUHAN itu Allah kita" berarti mau tidak mau kata "TUHAN" menjadi nama diri, seperti contohnya Susilo Bambang Yudhoyono itu Presiden kita. Padahal kita tahu bahwa "TUHAN" itu bukan nama diri melainkan sebutan. Sebab kalimat : TUHAN itu Allah kita menurut tata bahasa Indonesia yang baik berarti : Ada Allah namanya TUHAN. Yang jadi pertanyaannya ialah Siapakah Allah?. Ternyata dalam bahasa Ibrani Kitab Ulangan 6: 4 sbb. :

dxa hwhy wnyhla hwhy larfy [mvSHEMA {dengarlah} YISRA'EL {hai keturunan Israel} YAHWEH {Yahweh} 'ELOHEYNU {Tuhan kita} YAHWEH {Yahweh} 'EKHAD {satu} Atau Dengarlah hai orang Israel, Yahweh itu Tuhan kita Yahweh itu Satu. Pengagung Yahweh yang akhir-akhir ini menggoncang dunia kerohanian di Indonesia bukan mengubah Kitab Suci, melainkan mengembalikan ke substansi yang benar, sesuai bahasa aslinya, sebab Kitab Suci terjemahan dari bahasa apapun dan dari penerbit manapun termasuk terbitan Lembaga

Alkitab Indonesia tidak bisa dijadikan tolok ukur kebenaran, sebab yang namanya terjemahan bisa saja salah. Salah satu contohnya dalam Kitab Yehezkiel 34: 16 Kitab Suci terbitan Lembaga Alkitab Indonesia menterjemahkan sbb. : "Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya." sedangkan Kitab Suci terjemahan dalam bahasa Inggris versi apapun berbunyi sbb. : I will seek that which was lost, and bring again that which was driven away, and will bind up that which was broken, and will strengthen that which was sick: but I will destroy the fat and the strong; I will feed them with judgment. Jika dilihat dalam bahasa Ibrani maka kata yang bergaris tsb di tulis "ASHMID" yang berarti RUNTUH. Nama Yahweh bukanlah Nama Tuhan dalam Perjanjian Lama saja, sebab Rasul Paulus juga mengajarkan jemaat di Roma agar "Melayani Yahweh" ( Roma 12: 11 ) namun sayangnya di dalam Kitab Suci berbahasa Indonesia diterjemahkan "Layanilah Tuhan." Demikian pula dalam Kitab Perjanjian Baru seperti contohnya dalam Kitab Wahyu 19: 1 ada Kata "Halleluyah" namun banyak orang yang tidak mengerti artinya sehingga menganggap tidak ada nama Yahweh di dalam Perjanjian Baru. Padahal Halleluyah itu artinya Pujilah Yah ( kependekan dari Yahweh ).

Hywllh

dari kata

wllh

(Halelu) = Pujilah dan

hy

(Yah) = Yahweh

Kalau orang beranggapan bahwa Yahweh yang terdiri dari huruf Ibrani YOD HE WAW HE (YHWH) tidak bisa dibaca, karena orang tidak memahami bahasa Ibrani maka seharusnya Haleluyah juga tidak bisa dibaca karena Haleluyah juga terdiri dari Huruf Ibrani yang juga tidak ada huruf hidupnya yaitu HE LAMED LAMED WAW YOD HE (HLLWYH). Hal tsb juga tertulis di dalam Buku Ensiklopedia Alkitab Masa Kini jilid 1 ( A-L ) oleh Yayasan Komunikasi Bina Kasih / OMF halaman 359 sbb. : Sebutan liturgis, disalin dari kata Ibrani Hallelu-yah, Pujilah Yah, kependekan dari Yahweh, muncul 24 kali dalam Mazmur. .... dst. Untuk PB baca Wahyu 19: 1, 3, 4, 6. Tuhan Yeshua juga mengajar Nama Yahweh di bait suci ( Injil Luqas/Lukas 4: 16 - 21 ) dengan membaca Kitab Yeshayahu/Yesaya 61: 1 - 2, dimana terdapat Nama Yahweh dan kata Allah dalam PB ternyata dalam Haverit Hakadasha adalah Yahweh. Yeshua tentu saja tidak bisa dipisah-pisahkan dengan Yahweh karena Yesus/Yeshua adalah Yahweh sendiri dalam ujud manusia, sehingga siapa yang membenci Yahweh, tentu saja sama dengan membenci Yeshua ( Yokhanan/Yohanes 15: 23 ). Memang Yeshua memanggil Yahweh dengan Bapa karena dalam kapasitas diriNya sebagai "Putra" sesuai dengan Kitab Injil Yokhanan/ Yohanes 3: 16. Namun Yeshua adalah Yahweh sendiri dan itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan, dimana dalam Kitab Haverit Hakadasha dalam Kitab Yokhanan/Yohanes 10: 30 di tulis sbb. :

dxa bahw ynaAni Weha'av ekhad ( Aku dan Bapa itu Satu ) Yeshua dalam kapasitas sebagai orang Yahudi yang begitu akrab dengan Yahweh bagaikan Anak dengan Bapa, tentu saja memanggil Yahweh dengan Bapa ( sebutannya ) dan ini tidak bermasalah, sebab sesuai dengan Kitab 2 Samuel 7: 14, 1 Tawarikh 17: 13, 1 Tawarikh 22: 10, 28: 6, Mazmur 68: 6 dll dan itu menunjukkan keakraban antara Anak dengan Bapa ( Mazmur 103: 13, Yesaya 63: 15-16). Sangat disayangkan banyak pendeta yang mengatakan bahwa Yahweh tidak punya nama sebab saat ditanya Moshe/Musa tentang namaNya, Dia menjawab "Aku adalah Aku" ( Keluaran 3: 14 ), hal ini sangat disayangkan karena jawaban Yahweh yang terdapat di dalam ayat ke 15 justru diabaikan. Mari kita lihat dalam bahasa Ibrani Kitab Keluaran 3: 15 sbb.:

larfy ynb-la rmat-hk hvm-la oyhla dw[ rmayw yhlaw qtcy yhla ohrba yhla okytba yhla hwhy rd rdl yrkz hzw ol[l ymv-hz okyla ynxlv bq[yWAYOMER {dan berfirman} OD {lagi} ELOHIM {Tuhan} EL-MOSHE {kepada Moshe/Musa} KO-TOMAR {demikian engkau akan berkata} EL-BENY {kepada anak-anak} YISRA'EL {Yisrael} YAHWEH {Yahweh} ELOHEY {Tuhannya} AVOTEKEM {nenek moyangmu} ELOHEY {Tuhannya} AVRAHAM {Avraham} ELOHEY {Tuhannya} YITSKHAQ {Yitskhaq} WE'ELOHEY {dan Tuhannya} YA'AQOV {Yaaqov} SHELAKHNI {telah mengutus aku} ALEYKEM {kepadamu} ZE-SHEMI {INILAH namaKu} LE'OLAM {hingga kekal} WEZE {dan INILAH} ZIKRI {peringatan akan Aku} LEDOR {dari generasi} DOR {hingga generasi} Atau S