LANDASAN TEORI gamtek

  • View
    22

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

teori mengenai gambar teknik

Transcript

Kelapa Nias Nomor15 Kelapa Gading-Jakarta Telepon 021- 45864410 Faks021-45864415 Email: candamanufaktur@gmail.com

No: 03/PPO/PT CANDA /X/2012 Jakarta, 16 Oktober 2012

Lamp: 2 berkas

Hal: Surat Penawaran Peta proses Operasi

Kepada Yth,

Bapak Gerrit Herry Parengkuan, M.sc. M.M

Amanda Okky Priyanto

Di Tempat

Dengan Hormat,Bersama dengan surat ini kami PT CANDA Manufacturing Engineering Consultant ingin menawarkan permohonan kerja sama dalam hal perencanaan pembentukan perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan kursi kuliah.Perusahaan kami memiliki kapasitas produksi 69 unit/jam dan efisiensi sebesar 91%. Selanjutnya kami mengajukan rencana tahap dua, yaitu mengenai peta proses operasi dari kursi kuliah yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan kursi kuliah tersebut dari awal sampai akhir.Sebagai bahan pelengkap berikut ini kami lampirkan pula landasan teori tentang hal tersebut diatas. Demikianlah surat penawaran ini kami buat agar Bapak dapat mempertimbangkannya.Atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Direktur

Andri SetiawanManajer Operasional

Citra Raihanil Adnin

(1208003)(1209008)

LANDASAN TEORI

I. PengertianGambarTeknikGambaradalahsuatumetode yang digunakanseseoranguntukmenyampaikanmaksudgambardalam proses komunikasi, penyampaianinformasi agar tujuannyadapatsampaidenganbenardandipahami. Dalamduniaindustripenyampaiansepertidiatasdikenaldalambahasagambarteknik yang artinyacaraataumetodepenggambaranuntukmenyampaikaninformasidalam proses produksi, kerjamesin, kerjamanusiasampaipadaprodukakhir. Tidakheranjikasetiapperusahaanmempunyaistandarisasidalammenggambar yang mudahdiingatdandipahami..Di dalamteknikmesinketentuan-ketentuandanaturan-aturantersebutberupanormalisasiataustandarisasi yang sudahditetapkanoleh ISO (International Organisation for Standarisation)yaitusebuahbadan/lembagainternasionaluntukstandarisasi.Di samping ISO sebagaisebuahbadaninternasional (antarbangsa), di negara-negaratertentuada yang memilikibadanstandarisasinasional yang cukupdikenal di seluruhdunia.Misalnya: di Jermanada DIN, di Belandaada NEN, di Jepangada JIS, dan di Indonesia ada SII.Sebagaisuatualatkomunikasi, gambarteknikmengandungmaksudtertentu, perintah-perintahatauinformasidaripembuatgambar (perencana) untukdisampaikankepadapelaksanaataupekerja di lapangan (bengkel) dalambentukgambarkerja yang dilengkapidenganketerangan-keteranganberupakode-kode, simbol-simbol yang memilikisatuarti, satumaksud, dansatutujuan.

Penerusan informasi adalah fungsi yang penting untuk bahasa maupun gambar. Gambar bagaimanapun juga adalah bahasa teknik, oleh karena itu diharapkan bahwa gambar harus meneruskan keterangan-keterangan secara tepat dan obyektif. Dalam hal bahasa, kalimat pendek dan ringkas harus mencangkup keterangan dan pikiran demikian hanya dapat dimengerti oleh pembaca yang terdidik. Keterangan-keterangan dalam gambar, yang tidak dapat dinyatakan dalam bahasa, harus diberikan secukupnya sebagai lambang-lambang. Oleh karena berapa banyak dan berapa tinggi mutu keterangan yang dapat diberikan dalam gambar, tergantung dari bakat perancang gambar (design drafter). Sebagai juru gambar sangat penting untuk memberikan gambar yang tepat dengan mempertimbangkan pembacanya. Untuk pembaca, penting juga berapa banyak keterangan yang dapat dibacanya dengan teliti dari gambar.II. TujuanGambar

a. InternasionalGambarPeraturan-peraturan gambar dimulai dengan persetujuan bersama antara orang-orang bersangkutan, dan kemudian telah menjadi bentuk standar perusahaan. Bersama dengan meluasnya dunia usaha, keperluan standar perdagangan dan standar nasional meningkat. Pada tahun-tahun belakangan ini, peningkatan pembagian kerja secara internasional, perkenalan dengan teknologi asing, telah mengharuskan internasionalisasi gambar.Agar supaya tujuan ini dapat dicapai, penunjukkan-penujukkan dalam gambar harus sama secara internasional, maupun ketentuan-ketentuan dari pengertian cara-cara penunjukkan dan lambang harus diseragamkan secara internasional. Lagi pula suatu bahasa tertentu tidak boleh dicantumkan pada gambar. Penggunaanlambanginternasionaldiperlukan, daripadacatatantertulispadagambar.b. PerumusanGambarHubungan yang eratantarabidang-bidangindustrisepertipermesinan, struktur, perkapalan, perumahanatauarsitektur, dantekniksipil, masing-masingdengankemajuanmasyarakatteknologinya, tidakmemungkinkanmenyelesaikansuatuproyekdarisuatubidangsajasecarabebas, bahkandariitutelahmenjadisuatukeharusanuntukmenyediakanketerangan-keterangangambar yang dapatdimengerti, terlepasdaribidang-bidang di atas. Untuk tujuan ini masing-masing bidang akan mencoba untuk mempersatukan dan mengidentifikasi standar-standar gambar.

c. MempopulerkanGambarDalam lingkungan teknologi tinggi, akibat dikenalnya teknologi, golongan yang harus membaca dan mempergunakan gambar meningkat jumlahnya. Oleh karena itu diperlukan untuk mempopulerkan gambar, dan gambar itu harus jelas dan mudah, peraturan-peraturan dan standar sederhana dan eksplisit sangat diperlukan.

d. SistematikaGambarMengingatgambarkerjasaja, isigambarmenyajikanbanyakperbedaan-perbedaan, tidakhanyadalampenyajianbentukdanukuran, tetapitanda-tandatoleransiukuran, toleransibentukdankeadaanpermukaanjuga.Di sisi lain, bersamaan dengan sistematika teknologi, pentingnya gambar dengan lambang grafis telah meningkat, dan lambang-lambang ini dipergunakan secara luas sebagai diagram blok atau aliran proses dalam berbagai bidang industri.Di bawah keadaan-keadaan demikian, jangkauan yang berkembang dan isi gambar sangat memperkuat susunan dan konsolidasi sistem standar gambar.

e. PenyederhanaanGambarPenghematantenagakerjadalammenggambaradalahpenting, tidakhanyauntukmempersingkatwaktu, tetapijugauntukmeningkatkanmuturencana.Oleh karena itu penyederhanaan gambar menjadi masalah penting untuk menghemat tenaga menggambar.

f. ModernisasiGambarBersamaan dengan kemajuan teknologi, standar gambar juga telah dipaksa mengikutinya. Dapatdisebutkan di sinicara-carabaru(modern) yang telahdikembangkansepertimisalnyapembuatan film mikro, berbagaimacammesingambarotomatisdenganbantuankomputer, perencanaandenganbantuankomputer(CAD-Computer Aided Design) dsb.III. StandarisasiGambarTeknik1. PengertianStandarisasiGambarStandarisasigambaradalahperaturan-peraturangambar yang dibuatatasdasarpersetujuanbersamaantara orang-orang yang bersangkutan.Peraturan-peraturanituselanjutnyadijadikandasarataustandardalamlingkupdimanabersangkutanberada.Gambarteknikmerupakansuatu media komunikasi yang digunakanolehbanyak orang yang berkepentingandidalamnya, dimana orang yang berkepentingantersebuttidakmungkinuntukberhubunganlangsung.Sebagaicontoh: sebuahperusahaankontruksi yang ada di Jepangmempunyaimanufaktur di Indonesia, maka designer di Jepangcukupdenganmengirimdokumengambartehnikke Indonesia untukmembuatkonstruksitersebut di Indonesia.Di dalamteknikmesinketentuan-ketentuandanaturan-aturantersebutberupanormalisasiataustandarisasi yang sudahditetapkanoleh ISO (International Organisation for Standarisation)yaitusebuahbadan/lembagainternasionaluntukstandarisasi.Di samping ISO sebagaisebuahbadaninternasional (antarbangsa), di negara-negaratertentuada yang memilikibadanstandarisasinasional yang cukupdikenal di seluruhdunia.Misalnya: di Jermanada DIN, di Belandaada NEN, di Jepangada JIS, dan di Indonesia ada SII.Untukitulahstandarisasigambartekniksangat penting.Ini dimaksudkan agar gambarmempunyaikeakuratandalampenyampaianinformasi yang bisadimengertiolehsemuaorang.Adabeberapa Negara yang mempunyaistandarisasigambarteknik, seperti DIN, JIS, SNI, dll.Untukmempersatukanberbagaistandartersebutmakadipakailahstandar ISO, sehinggaaturannyabisadipakai di negaramanapun.

2. FungsiStandarisasiGambara. Memberikankepastiantentangkebenaran/kesesuaiangambar,b. Menyeragamkanpenafsiranterhadapcara-carapenunjukkandanpenggunaansimbolsesuai standard,c. Memudahkankomunikasiteknisantarperancang,d. Memudahkankerjasamaantarperusahaandalammemproduksibenda-bendateknikdalamjumlahbanyak.IV. Macam-macamGarisTebalDalamgambardigunakanbeberapajenisgaris yang masing-masingmempunyaiartidanpenggunaannyasendiri.Berikutadalahmacam-macamgarisdanpenggunaannyaberdasarkan ISO.

JenisGarisKeteranganPenggunaan

Tebalkontinyu Tebal 0.7 Garisnyata Garistepi

Tipis kontinyu Tebal 0.35 Garisberpotongkhayal, ukurproyeksi, arsir, garisnyatadaripenampang yang diputarditempat Garissumbupendek

Tipis kontinyubebas Tebal 0.35 Garisbatasdaripotongansebagianbilabatasnyabukangarisbergores tipis

Tipiskontinyuzig-zag Tebal 0.35 Garisbatasdaripotongansebagian

Garis gores tebal Tebal 0.5 Garisnyatadantepiterhalang

................................... Garis gores tipis Tebal 0.35 Garisnyatadantepiterhalang

Garis gores titik tipis Tebal 0.5 Garissumbu simetris halangan

V. Alat-alatGambarUntuk memperoleh hasil gambar yang baik, diperlukan alat-alat gambar yang memadai. Di samping itu alat-alat gambar tersebut harus dipergunakan secara tepat sesuai dengan fungsinya masing-masing.Alat-alatgambar yang biasadigunakandalamgambarteknikiniyaitudenganmenggunakan Microsoft Visio 2007.

VI. ProyeksiEropadanAmerikaProyeksiEropadanAmerikamerupakanproyeksi yang digunakanuntukmemproyeksikanpandangandarisebuahgambartigadimensiterhadaplubangduadimensi.

1. ProyeksiEropaProyeksiEropadisebutjugaproyeksisudutpertama, jugaada yang menyebutkanproyeksikuadran I, perbedaansebutaninitergantungdarimasing-masingpengarangbuku yang menjadireferensi.DapatdikatakanbahwaproyeksiEropainimerupakanproyeksi yang letakbidangnyaterbalikdariarahpandangannya.

2. ProyeksiAmerikaProyeksiAmerikadisebutjugaproyeksisudutketiga, danjugaada yang