of 58/58
LEMBAR PENGESAHAN MAHASISWA KKN PROFESI KESEHATAN ANGKATAN XIII SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI PM- PALU PUSKESMAS : TOILI 3 KECAMATAN : TOILI BARAT KOTA/KABUPATEN : BANGGAI Toili Barat, April 2015 Mengetahui, Kepala Puskesmas Tada Ketua Posko I I Nengah Darayah Kahfi NIP. 19670808 198903 10 15 11 13 050 Menyetujui,

Laporan Akhir KKN-PK Toili Barat_selesai Edit

  • View
    35

  • Download
    12

Embed Size (px)

DESCRIPTION

farmasi palu

Text of Laporan Akhir KKN-PK Toili Barat_selesai Edit

LEMBAR PENGESAHANMAHASISWA KKN PROFESI KESEHATANANGKATAN XIIISEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI PM- PALU

PUSKESMAS:TOILI 3KECAMATAN:TOILI BARATKOTA/KABUPATEN:BANGGAI

Toili Barat, April 2015

Mengetahui,Kepala Puskesmas TadaKetua Posko I

I Nengah Darayah KahfiNIP. 19670808 198903 10 15 11 13 050

Menyetujui,Supervisor

Dermiati. T, S.Farm, M.Si, AptNIDN. 091012198702

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmatNya penyusunan laporan akhir dari mahasiswa KKN Profesi Kesehatan STIFA PM Palu yang berlokasi di Puskesmas Toili 3 Kecamatan Toili Barat kabupaten Banggai selesai tepat pada waktunya.Terima kasih kami ucapkan pada:a. Bapak Drs. Joni Tandi, M.Kes, Apt selaku ketua STIFA PM Palu yang telah memberikan izin kepada kami mahasiswa dalam melaksanakan KKN-PK di Desa Sindang Sari Kecamatan Toili Barat Kabupaten Banggai .b. Bapak M. Sofhian Mile, selaku Bupati Luwuk yang telah menerima kami dengan ketulusan hati untuk melaksanakan KKN-PK di Desa Sindang Sari Kecamatan Toili Barat Kabupaten Banggai.c. Bapak Aris Kalatasik. SH, selaku Camat Toili Barat beserta Unsur MUSTIKA (Musyawarah Tingkat Kecamatan) yang telah menerima dan membantu kami dalam melaksanakan KKN-PK di Desa Sindang Sari Kecamatan Toili Baratd. Bapak I Nengah Nasib, selaku Kepala Desa Sindang Sari yang telah menerima kami dalam pelaksanaan KKN-PK di Desa Sindang Sari dan juga telah banyak membantu kami dalam setiap kegiatan selama KKN-PK berlangsung.e. Bapak I Nengah Daraya, selaku Kepala Puskesmas Toili 3 yang selalu membimbing kami dalam melaksanakan berbagai program kegiatan KKN-PK sehingga dapat berjalan dengan baik. f. Ibu Dermiati. T, S.Farm, M.Si, Apt selaku Dosen Monitoring/Supervisor KKN-PK STIFA PM Palu yang selalu mendukung dan membantu kami sehingga program-program kami dapat terlaksana dengan sukses.g. Teman-teman kelompok KKN-PK dan teman-teman sejawat STIFA PM Palu Benign Family angkatan 2011 beserta Alumni STIFA PM Palu yang telah bekerja sama dan membantu demi kesuksesan pelaksanaan program KKN-PK.h. Aparatur-aparatur 12 Desa, Ketua-ketua PKK/Dasa Wisma, Tokoh-tokoh masyarakat , Tokoh agama, Tokoh pemuda, dan segenap masyarakat Desa Sindang sari, bukit makarti, uwelolu, Mekar sari, Makapa, Karya Makmur, Mantawa, G. Kramat, L. Kramat, Kamiwangi, Dongin , Pandan Wangi Kecamatan Toili Barat yang telah banyak membantu sehingga pelaksanaan program kerja KKN-PK dapat berjalan dengan baik dan sukses.Demikian laporan ini kami buat sebagai salah satu bukti dari Kuliah Kerja Nyata kami. Semoga laporan ini dapat memberi manfaat besar bagi pembaca pada umumnya dan khususnya bagi adik-adik tingkat kami dimasa yang akan datang. Viva La Pharmacie!PENYUSUN

POSKO II TOILI BARATDAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.HALAMAN PENGESAHAN..KATA PENGANTAR. iDAFTAR ISI..................... iiiDAFTAR TABEL............................................................................................. ivDAFTAR LAMPIRAN...................................................................................... vBAB I.PENDAHULUAN........................................................................... 1BAB II.GAMBARAN UMUM LOKASI KKN PROFESI KESEHATAN.. II.1 Keadaan geografis dan Demografis....................................... II.1.1 Keadaan Geografis.............................................................II.1.2 Keadaan Demografis..........................................................II.2 Kependudukan....................................................................II.2.1 Kepadatan Penduduk.......................................................II.2.2 Komposisi Penduduk.......................................................II.2.3 Keadaan Sosial Ekonomi Dan Budaya............................II.2.4 Sarana Pendidikan......................................................... II.3 Sarana Pelayanan Kesehatan..........................................BAB III.SITUASI DERAJAT KESEHATAN........................................III.1 Mortalitas (Angka Kematian).........................................III.2 MORBIDITAS (ANGKA KESAKITAN)............................ BAB IV.Identifikasi Masalah..................................................................BAB V.Alternatif Pemecahan Masalah..................................................BAB VI.Pelaksanaan Kegiatan Program Kerja.....................................BAB VII.Hambatan dan Masalah Yang Dihadapi...................................BAB VIII.Penutup...................................................................................VII.1 Kesimpulan......................................................................VII.2 Saran..............................................................................Lampiran-lampiran........................................................................................

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Luas wilayah kerja Puskesmas Toili III menurut 17 Desa di Kecamatan Toili Barat Tahun 2014Tabel. 2. Proporsi Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur UPTD Puskesmas Toili III Tahun 2014Tabel 3. Data Penduduk Menurut Pekerjaan UPTD Kesehatan Toili III Tahun 2014Tabel 4. Jumlah Fasilitas PendidikanTabel 5. Jumlah Fasilitas Kesehatan UPTD Kesehatan Toili III tahun 2014Tabel 6. Jumlah Tenaga Kesehatan Berdasarkan Tingkat Pendidikan UPTD Kesehatan Toili III tahun 2014Tabel 7. Jumlah Angka Kematian Bayi Balita UPTD Puskesmas Toili III Tahun 2014Tabel 8. 10 Penyakit Terbesar UPTD Kesehatan Toili III Tahun 2014

DAFTAR LAMPIRAN

1. Nama-nama mahasiswa KKN-PK STIFA Posko II Puskesmas Toili III2. Pelaksanaan kegiatan KKN-PK Posko II Puskesmas Toili III Program Kerja Hasil program kerja3. Uraian-uraian Arsip tiap Program Kegiatan KKN-PK Posko II Puskesmas Toili III Kecamatan Toili Barat Kabupaten Banggai Surat Pemberitahuan Undangan Berita Acara Surat Keterangan Daftar hadir Dokumentasi Dan lain-lain

BAB IPENDAHULUAN

Pembangunan kesehatan ialah bagian terpenting dari semua unsur pembangunan Nasional yang pada hakikatnya adalah penyelenggaraan kesehatan oleh Bangsa Indonesia untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat terwujud kehidupan kesehatan yang optimal, sebagai salah satu bentuk kesejahteraan umum dari tujuan Pembangunan Nasional. Untuk itu maka upaya pembangunan kesehatan dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat melalui sector kesehatan maupun sector lainnya serta adanya manajemen upaya kesehatan secara merata dan berkesinambungan.Dalam Sistem Kesehatan Nasional dicantumkan bahwa sasaran sektor kesehatan adalah meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam rangka mewujudkan program tersebut berbagai upaya telah dilaksanakan, salah satunya adalah pelayanan kesehatan melalui Puskesmas dan Rumah Sakit yang merupakan sistem pelayanan kesehatan yang dianut dan dikembangkan dalam Sistem Kesehatan Nasional dengan melibatkan peran serta masyarakat. Dengan tujuan meningkatkan dukungan masyarakat secara aktif dan dinamis dalam berbagai upaya kesehatan masyarakat dan mendorong ke arah kemandirian dalam memecahkan masalah kesehatan dengan penuh tanggung jawab.Untuk mencapai tujuan itu salah satu perwujudannya ialah pelaksanaan pelayanan kesehatan bukan saja didaerah perkotaan ataupun Rumah Sakit, akan tetapi dilaksanakan sampai ke pelosok-pelosok terpencil di tanah air. Dimana dibutuhkan puskesmas yang bersifat promotif, protentif, maupun kuratif.Oleh karena itu, STIFA Pelita Mas Palu yang merupakan suatu Institusi/Perguruan Tinggi Swasta yang akan menghasilkan para Sarjana-sarjana Farmasi (Calon Apoteker) yang terampil, mapan, dan cakap dimasa yang akan datang. Melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan Angkatan XIII tahun 2015 diarahkan untuk mensosialisasikan dan mensukseskan pembangunan kesehatan dalam wilayah kerja Puskesmas Toili III, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai meliputi 17 desa dengan wilayah kerja program 12 desa sasaran.

BAB IIGAMBARAN UMUM LOKASI KKN PROFESI KESEHATAN

2.1Letak Geografis dan Demografis2.1.1.Keadaan GeografisPuskesmas Toili III merupakan puskesmas diwilayah Kecamatan Toili barat yang berjarak 125 Km dari Ibu Kota Kabupaten Banggai. Puskesmas Toili III merupakan satu-satunya Puskesmas yang ada di Kecamatan Toili Barat Kabupaten Banggai dan merupakan pintu gerbang sisi sebelah barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Morowali.Wilayah Puskesmas Toili III dibatasi:Sebelah Utara: Kecamatan Nuhon, Bunta dan Pegunungan BatuiSebelah Selatan: Teluk Tolo dan Kabupaten MorowaliSebelah Timur: Kecamatan Toili dengan Selat PelingSebelah Barat: Kecamatan Mamomaslato, Kabupaten Morowali.Berdasarkan bentuk permukaan tanah, wilayah kerja Puskesmas Toili IV terdiri dari: Pesisir Lembah Lereng Dataran

Gambar Peta Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Toili III

Iklim Iklimnya berbeda dengan iklim Indonesia secara umum di mana musim kemarau terjadi pada bulan April sampai Oktober dan musim hujan pada bulan Oktober sampai April dengan curah hujan tertinggi antara bulan April sampai Juli, tetapi terjadi pergeseran musim sehingga musim penghujan dan musim kemarau tidak bias ditentukan bulannya. Ini diakibatkan oleh Global Worming yang menjadi permasalahan dunia sekarang.2.1.2.Keadaan DemografisJumlah penduduk di wilayah UPTD Puskesmas Toili III Tahun 2014 sebesar 23048 jiwa dengan angka kepadatan penduduk rata-rata 1.041/km2. Dimana jumlah penduduk wanita sebanyak 11119 jiwa (48,2 %) jiwa dan penduduk laki-laki sebanyak 11929 jiwa (52,7 %), yang terbagi atas beberapa kelompok, yaitu: 1. Bayi : 432 orang 2. Balita : 1512 orang 3. WUS : 5506 orang 4. Bumil : 434 orang 5. Bulin : 436 orang 6. PUS : 4262 orang Rata-rata jumlah anggota rumah tangga dalam satu KK berjumlah 4 orang. Jumlah penduduk terbanyak adalah Desa Kamiwangi dengan jumlah 2667 jiwa, sedangkan yang paling sedikit adalah Desa Bone Bae yaitu sebesar 288 jiwa.2.2.Kependudukan2.2.1 Kepadatan PendudukLuas wilayah kerja Puskesmas toili III 380,1 Km2 terbagi atas 17 desa, dengan rincian masing-masing desa sebagai berikut:Tabel 1. Luas wilayah kerja Puskesmas Toili III menurut 17 Desa di Kecamatan Toili Barat Tahun 2014NoDesaJumlah PendudukTotalJumlah KK

Laki-LakiPerempuan

123456

1Pandanwangi502444946264

2Dongin353321674197

3Kamiwangi1,34813192667686

4Sindangsari1,11911492268567

5Bukit makerti431470901283

6Uwelolu8237371560447

7Bumi harapan293268561149

8Mekar sari443436879237

9Makapa1,12510512176537

10Karya makmur1,0419291970599

11Mantawa7867251511443

12Pasir lamba9498821831519

13Bone bae16112728880

14Lembah Keramat6916341325412

15Gunung Keramat6485801228363

16Rata5995281127293

17Mekar jaya6175191136288

Jumlah11,92911119230486364

Sumber: SP2TP UPTD Puskesmas Toili III2.2.2 Komposisi PendudukDistribusi penduduk untuk Wilayah Kerja Puskesmas Toili III tahun 2014 berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur dapat dilihat pada tabel berikut:Tabel. 2.Proporsi Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok UmurUPTD Puskesmas Toili III Tahun 2014NoKelompok UmurJumlah Penduduk

Laki-lakiPerempuanLaki-laki + Perempuan

N%N%N%

12345678

10 499353890471883100

25 142172531964474136100

315 4454785251304810608100

445 642302512176494478100

5>=65 +96850975501943100

Jumlah1191352111354823048100

Sumber: SP2TP UPTD Puskesmas Toili IIIJumlah penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur dapat dilihat pada table diatas dengan jumlah laki-laki 11913 jiwa dan perempuan 11135 jiwa sementara penduduk terbanyak berada pada kelompok umur 15 44 tahun dengan jumlah 10608 jiwa.II.2.3 KEADAAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA 1. Adat Istiadat Penduduk yang berada di wilayah kerja UPTD Kesehatan Toili III sebagian besar adalah suku bali dan sasak yang hampir sebagian besar penganut agama Hindu. Sedangkan bahasa pengantar dalam pergaulan sehari-hari adalah bahasa bali.2. Keadaan EkonomiSebagian besar penduduk adalah transmigran yang memenuhi kebutuhan penduduk sehari-hari, sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah bertani dan sebagian kecil menjadi Pedagang.Tabel 3Data Penduduk Menurut PekerjaanUPTD Kesehatan Toili III Tahun 2014NoJenis PekerjaanJumlah

123

1Petani8245

2Nelayan365

3Buruh821

4PNS306

5TNI/Polri31

6Pedagang770

Jumlah10538

II.2.4 SARANA PENDIDIKAN Distribusi penduduk menurut pendidikan dapat diketahui dengan melihat jumlah fasilitas pendidikan yang ada di Kecamatan Toili Barat Sebagai berikut:Tabel 4Jumlah Fasilitas PendidikanNoPendidikanNegeriSwasta

1234

1TK018

2SD/MI194

3SMP/Sederajat62

4SMA/Sederajat21

Jumlah2725

II.3 SARANA PELAYANAN KESEHATAN a) Fasilitas Kesehatan UPTD Kesehatan Toili III merupakan Puskesmas Perawatan, dimana dalam melaksanakan programnya baik program Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) maupun Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP). Untuk lebih jelasnya distribusi pelayanan kesehatan yang ada di wilayah UPTD Kesehatan Toili III. Tabel 5Jumlah Fasilitas KesehatanUPTD Kesehatan Toili III tahun 2014NoJenis PelayananJumlah

123

1Puskesmas Pembantu (Pustu)9

2Pondok Bersalin Desa (Polindes)8

3Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)3

4Posyandu20

5Ambulance1

b) Sumber Daya Manusia Untuk upaya peningkatan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan, maka tenaga kesehatan yang ada di UPTD Kesehatan Toili III harus memadai jumlahnya. Adapun distribusi ketenagaan di UPTD Kesehatan Toili III dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 6Jumlah Tenaga Kesehatan Berdasarkan Tingkat PendidikanUPTD Kesehatan Toili III tahun 2014NoJenis TenagaJumlah

123

1S-2 Kesehatan Masyarakat2

2S-1 Kesehatan Masyarakat2

3Dokter Umum1

4S-1 Keperawatan1

5D-III Keperawatan31

6D-4 Kebidanan0

7D-III Kebidanan22

8Sanitarian 1

9Nutrisionis (D-III Gizi)0

10D-III Perawat Gigi1

10Pekarya2

10SMA1

12SMP0

13SD0

Jumlah64

A. LINGKUNGAN FISIK DAN BIOLOGIS 1. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. Dari data yang terkumpul menunjukkan bahwa persentase rumah sehat sebesar 52,6 % dari 5496 rumah ( 100 %) rumah yang diperiksa. Sedangkan target Indonesia Sehat 2015 sebesar 65 %. Persentase rumah sehat yang paling tinggi terdapat Desa Bumi Harapan sebesar 100 %, Sedangkan yang paling rendah di Desa Dongin yaitu sebesar 13,8 %.a) Tempat-tempat Umum dan Tempat Pengelolaan Makanan Tempat-tempat umum (TTU) dan Tempat Umum Pengelolaan Makanan (TUPM) merupakan sarana yang dikunjungi banyak orang, dan berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit. TTU meliputi warung makan, pasar dan lain-lain. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat umum dan tempat pengelolaan makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu memiliki sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik, luas lantai (luas ruangan) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung dan memiliki pencahayaan ruang yang memadai. Dari data yang terkumpul menunjukkan bahwa TTU yang diperiksa sebanyak 45 dan TTU yang sehat sebesar 100%. Sedangkan TUPM yang diperiksa sebanyak 66 dan TUPM yang sehat sebesar 100%.b) Akses Terhadap Air Minum Sumber air minum yang digunakan rumah tangga dibedakan menurut air ledeng, SPT, SGL, PAH, Kemasan. Data dari hasil kompilasi Program Kesehatan Lingkungan menunjukkan bahwa keluarga yang memiliki akses Air Bersih sebesar 100% seluruh keluarga yang diperiksa. Sumur gali masih merupakan alternatif kepemilikan akses air bersih terbanyak yang dimiliki oleh keluarga di wilayah UPTD Kesehatan Toili III yaitu sebanyak 100% (6123 jiwa ). c) Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Kepemilikan sarana sanitasi dasar yang dimiliki oleh keluarga meliputi persediaan air bersih (PAB), jamban, tempat sampah dan pengelolaan air limbah (PAL). Masing-masing indikator tersebut semestinya diperiksa dalam waktu yang sama sehingga jumlah KK diperiksa sama untuk masing - masing indikator. Data dari hasil kompilasi programer kesehatan lingkungan tahun 2014, menunjukkan bahwa keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar mempunyai pencapaian yang variatif di masing-masing indikator. Persentase keluarga dalam pengelolaan air limbah sebesar 49,3% dari 6123 Rumah tangga. Persentase keluarga yang memiliki tempat sampah sebesar 25,8% dari 6123 Rumah Tangga.. Dan persentase keluarga yang memiliki jamban sebesar 61,5% dari 6123 Rumah tangga.

B. KEADAAN PERILAKU MASYARAKAT Untuk menggambarkan keadaan perilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat, disajikan dalam beberapa indikator yaitu persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan menurut cara pengobatan, persentase penduduk yang berobat jalan menurut tempat berobat, persentase anak 0-6 bulan yang pernah disusui, kebiasaan merokok, persentase penduduk yang melakukan aktifitas fisik, dan kebiasaan mengkonsumsi jenis makanan sehat. Sedangkan indikator komposit rumah tangga sehat terdiri dari 10 indikator yaitu persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi ASI eksklusif, menimbang bayi setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap hari, dan tidak merokok didalam rumah. 1. ASI Eksklusif Air Susu Ibu (ASI) diyakini dan bahkan terbukti memberi manfaat bagi bayi dari sisi aspek gizi (kolostrum yang mengandung Imunoglubulin A/IgA, Whei-Casein, Decohexanoic/DHA dan arachidonic/AA dengan komposisi sesuai), aspek Imunologik (selain IgA, terdapat Laktoferin, Lysosim dan jenis leucosit yaitu Brochus-Associated Lymphocyte/BALT, Gut Associated Lymphocite Tissue/ GALT, Mammary Associate Lymphocite Tissue/MALT serta faktor bifidus), aspek psikologik (interaksi dan kasih sayang antara anak dan ibu), aspek kecerdasan, aspek neurologik (aktifitas menyerap ASI bermanfaat pada koordinasi syaraf bayi), aspek ekonomi serta aspek penundaan kehamilan (metode amenorea laktasi/MAL) selain aspekaspek tersebut, dengan ASI juga dapat melindungi bayi dari sindrom kematian bayi secara mendadak (Sudden Infant Death Syndrome/SIDS). Berdasarkan data yang terkumpul pada tahun 2014, jumlah bayi yang diberi ASI Ekslusif sebesar 55 bayi (28,9%) dari jumlah 190 bayi. 2. Posyandu Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang paling dikenal oleh masyarakat. Posyandu dikelompokkan menjadi 4 strata yaitu strata pratama, madya, purnama, dan mandiri. Di wilayah UPTD Kesehatan Toili III pada tahun 2014 adalah sebagai berikut: Jumlah posyandu pratama ada 6 posyandu, madya ada 14 posyandu sedangkan purnama dan mandiri belum ada. Masalah posyandu yang paling menghambat adalah angka drop out kader masih relatif tinggi, kondisi geografis dan pemahaman masyarakat yang masih rendah. 3. Pembiayaan Kesehatan oleh Mayarakat Dalam rangka meningkatkan kepersertaan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan, sejak lama dikembangkan berbagai cara untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Pada saat ini berkembang berbagai cara pembiayaan kesehatan Pra Upaya, yaitu Dana Sehat, Asuransi Kesehatan, Asuransi Tenaga Kerja (astek)/ Jamsostek, JPKM dan asuransi kesehatan lainnya, serta Kartu Sehat untuk penduduk miskin. Di UPTD Puskesmas Toili III jenis kepesertaan Jaminan Kesehatan Pra Bayar pada tahun 2014 hanya terdiri dari Askes PNS/BPJS, Jamkesmas, jamkesda. Untuk Jamsostek, belum ada.

BAB IIISITUASI DERAJAT KESEHATAN

Data dan informasi tentang situasi derajat kesehatan dinyatakan dengan angka kematian, angka kesakitan, dan angka status gizi masyarakat.

III.1 MORTALITAS (ANGKA KEMATIAN) Salah satu indikator penting untuk mengukur tingkat derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian (mortalitas). Dimana indikator ini menunjukkan tingkat kesehatan, mutu pelayanan kesehatan serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.1. Angka Kematian Bayi ( AKB ) Berdasarkan data yang diperoleh dari UPTD Kesehatan Toili III tahun 2014 menunjukkan bahwa terdapat kematian bayi sebanyak 9 orang, lahir hidup 432, sehingga didapatkan IMR 754/1000 kelahiran hidup, hal ini berarti bahwa dari 1000 kelahiran hidup terdapat kematian bayi sebanyak 9 orang bayi. Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat AKB tetapi tidak mudah untuk menemukan faktor yang paling dominan. Tersedianya berbagai fasilitas atau faktor aksesibilitas dan pelayanan kesehatan dari tenaga medis yang terampil, serta kesediaan masyarakat untuk merubah kehidupan tradisional ke norma kehidupan modern dalam bidang kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat AKB. Menurunnya AKB dalam beberapa waktu terakhir memberi gambaran adanya peningkatan dalam kualitas hidup dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Tabel 7Jumlah Angka Kematian Bayi BalitaUPTD Puskesmas Toili III Tahun 2014NODESA / KELJUMLAH JUMLAH BAYI MATIJUMLAH BALITA JUMLAH BALITA MATI

LAHIR HIDUPLAHIR MATILAHIR HIDUP+LAHIR MATI% LAHIR MATI

1345678910

1Pandan Wangi271283.61800

2Dongin100100.00680

3Kamiwangi561571.811600

4sindangsari330330.00590

5Bukit Makerti1321513.32880

6Uwelolu262287.10980

7Bumi harapan8080.00370

8Meker sari170170.00650

9Makapa462484.221170

10Karya Makmur341352.90670

11Mantawa230230.001640

12Pasir lamba411422.411450

13Bone bae4040.00230

14Gunung kramat221234.31830

15Lembah karamat221234.311030

16Rata291303.30650

17Mekar jaya210210.00900

JUMLAH432134452.9915121

2. Angka Kematian Balita (CMR)Angka Kematian Balita adalah jumlah kematian anak umur 0 4 tahun per 1000 Kelahiran Hidup. AKABA menggambarkan tingkat permasalahan Kesehatan Anak dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi terhadap kesehatan anak Balita seperti Gizi, Sanitasi, Penyakit Infeksi, Penyakit keturunan, kelainan bawaan,dll. Pada tahun 2014 di wilayah kerja UPTD Kesehatan Toili III tidak terdapat kasus kematian Balita3. Angka Kematian Ibu Maternal ( AKI ) Angka Kematian Ibu Maternal diperoleh berbagai survei yang dilakukan secara khusus. Dengan dilaksanakannya Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), maka cakupan wilayah penelitian AKI menjadi lebih luas dibanding survei sebelumnya. AKI merupakan salah satu Indikator Derajat Kesehatan yang penting untuk menggambarkan resiko yang dihadapi para ibu selama kehamilan, persalinan dan masa nifas. Angka Kematian Ibu sangat bermanfaat dalam menggambarkan tingkat kesadaran dan perilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu hamil, kondisi kesehatan lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil (ANC), pelayanan waktu melahirkan dan manajemen waktu nifas (PNC). Berdasarkan data yang ada di UPTD Kesehatan Toili III selama tahun 2014 terdapat 1 kematian ibu bersalin yang terdapat di Desa Rata.III.2 MORBIDITAS (ANGKA KESAKITAN) Angka kesakitan penduduk wilayah kerja UPTD Kesehatan Toili III diperoleh berdasarkan laporan dari Pustu, Polindes, Poskesdes, Polikllinik Umum, MTBS dan Unit Gawat Darurat. Data pasien untuk menilai angka kesakitan dapat dilihat dari 10 penyakit terbanyak di UPTD Kesehatan Toili III dengan urutan sebagai berikut: 10 Penyakit Terbesar UPTD Kesehatan Toili III Tahun 2014

Tabel 810 Penyakit Terbesar UPTD Kesehatan Toili IIITahun 2014NOJENIS PENYAKITKasus BaruKasus Lama%

134

1Ispa2227035,8

2Maag (Gastritis)89021914,3

3Reumatik5443158,7

4Kecelakaan471457,6

5Diare46717,5

6Hypertensi4342037,0

7Alergi4221606,8

8Penyakit Lainnya366375,9

9Malaria Vivax27004,3

10Asma131662,1

BAB IVIDENTIFIKASI MASALAHDalam penyusunan rencana program kegiatan yang akan dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan penyusunan sebelum keberangkatan KKN-PK dilingkungan kampus. Setelah mahasiswa tiba di Kecamatan Toili Barat maka dilakukanlah observasi/analisa situasi lapangan yang mencakup 12 desa sasaran (Sindang Sari, Kami Wangi, Dongin, Pandan Wangi, Bukit Mekarti, Uwelolu, Makapa, Mekar Sari, Karya Makmur, mentawa, Gunung Kramat dan Lembah Kramat)Dari hasil observasi/analisa situasi lapangan maka di identifikasikan beberapa masalah kesehatan, yaitu:1. Kurangnya pemanfaatan halaman atau pekarangan rumah. 2. Kurangnya pemahaman masyarakat akan khasiat tanaman & tumbuhan disekitar yang berpotensi sebagai obat tradisional.3. Banyaknya pengguna NAPZA dikalangan Siswa-siswi SMP & SMA di Toili Barat.4. Pergaulan bebas yang tak bertanggung jawab dikalangan anak remaja khususnya Siswa-siswi SMA di Toili Barat.5. Minimnya pengetahuan masyarakat luas tentang penggunaan obat. Sehingga menyebabkan penyalahgunaan produk obat dan juga tertanamnya sugesti yang salah tentang penggunaan obat pada masyarakat.6. Berdasarkan dari daftar 10 penyakit terbanyak yang ada diwilayah desa sasaran, dan juga minimnya pengetahuan dasar masyarakat akan pengenalan tanda-tanda ataupun gejala awal penyakit-penyakit ini. Berdasarkan permasalahan yang ditemui dilapangan, maka disusunlah program kegiatan yang sesuai dan dapat dijadikan alternatif penyelesaian masalah, sehingga dapat menjadi acuan dan kegiatan dapat terarah dan berkesinambungan.

BAB VALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

1. Kurangnya pemanfaatan halaman atau pekarangan rumah, maka alternatif yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah: Diadakan Program pembuatan Toga di wilayah Puskesmas dan desa Mekar Sari yang mewakili lomba desa antar Kecamatan2. Kurangnya pemahaman masyarakat akan khasiat tanaman & tumbuhan disekitar yang berpotensi sebagai obat tradisional, maka alternatif yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah: Penyuluhan tentang Obat Tradisional Sosialisasi akan manfaat dan keuntungan Obat Tradisional pada masyarakat umum di wilayah 12 desa sasaran Demonstrasi pembuatan Serbuk Jahe dan Temulawak Instan 3. Banyaknya pengguna NAPZA dikalangan Siswa-siswi SMP & SMA di Tinombo Selatan, maka alternatif yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah: Penyuluhan dan diskusi lepas NAPZA yang sasarannya adalah Guru-guru BP/BK dan Siswa-siswi SMP dan SMA diwilayah 12 desa sasaran di Kecamatan Toili Barat Pembagian leaflet tentang Narkotika, Psikotropika, dan Zat adikitif lainnya pada kalangan guru BP/BK dan Siswa-siswi SMP/SMA di Kecamatan Toili Barat Pelaksanaan identifikasi pengguna NAPZA pada Siswa-siswi SMP/SMA yang didampingi oleh Guru BP/BK di Kecamatan Toili Barat.4. Pergaulan bebas yang tak bertanggung jawab dikalangan anak remaja khususnya Siswa-siswi SMA di Kecamatan Toili Barat. Maka dari itu alternatif yang digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah: Mengadakan penyuluhan tentang bahaya yang disebabkan oleh HIV/AIDS akibat dari pergaulan bebas yang tak bertanggung jawab pada kalangan Siswa-siswi SMA di Kecamatan Toili Barat. Pembagian leaflet tentang HIV (Human Immunodificiency Virus)/AIDS (Acquired Immunodificiency Syndrome).5. Minimnya pengetahuan masyarakat luas tentang penggunaan obat. Sehingga menyebabkan penyalahgunaan produk obat dan juga tertanamnya sugesti yang salah tentang penggunaan obat pada masyarakat, maka alternatif yang digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah: Mengadakan Pemaparan perihal Swamedikasi dan CPOR (Cara Penggunaan Obat Rasional) di wilayah 12 desa sasaran. Pembagian leaflet tentang Swamedikasi dan CPOR pada masyarakat umum. Melakukan Pelayanan Informasi Obat, Konseling kesehatan, dan juga Pemeriksaan Kesehatan berupa pemeriksaan tensi darah gratis. 6. Berdasarkan dari daftar 10 penyakit terbanyak yang ada diwilayah desa sasaran, dan juga minimnya pengetahuan dasar masyarakat akan pengenalan tanda-tanda ataupun gejala awal penyakit-penyakit ini. Maka alternatif yang digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah: Megadakan penyuluhan tentang Penyakit Hipertensi, Campak, Diare diwilayah 12 desa sasaran. Pembagian Leaflet tentang ke 3 penyakit ini pada masyarakat umum. Mengadakan konseling kesehatan pada masyarakat umum di 12 desa sasaran. Melakukan Pelayanan Informasi Obat, Konseling kesehatan, dan juga Pemeriksaan Kesehatan berupa pemeriksaan tensi darah gratis. Memberikan Vitamin A ke Anak-anak agar terhindar dari gejala penyakit campak.

BAB VIPELAKSANAAN KEGIATAN PROGRAM KERJA

Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan STIFA Angkatan XII yang berlokasi di Puskesmas Tada Kecamatan Tinombo Selatan berlangsung selama 8 minggu dimulai pada tanggal 20 Maret 2014 sampai 20 Mei 2014.Kegiatan pertama kali dilakukan adalah penerimaan di dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, setelah itu berangkat menuju ke Kecamatan toili barat. Setelah itu melakukan perkenalan dengan pihak Kecamatan, lalu berangkat menuju Puskesmas Toili III Kecamatan Toili Barat sekaligus perkenalan dengan masyarakat serta tenaga kesehatan Puskesmas toili III. Selanjutnya kami melakukan Seminar Program Kerja di Kantor Camat Toili Barat pada tanggal 26 Februari 2015.Adapun pelaksanaan kegiatan Posko II selama KKN-PK berlangsung adalah sebagai berikut:a. Seminar Program Awala dilaksanakan didesa Tada Timur pada Kamis, 26 Maret 2015. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan program-program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN-PK STIFA PM Palu di wilayah 12 desa sasaran.b. Kurangnya pemanfaatan halaman pekarangan rumah di 12 desa, Maka dilakukan pembuatan 2 kebun Toga di Halaman Puskesmas dan di Desa Mekar Sari sebagai toga percontohan wilayah kerja kedua posko. Pembuatan Toga di Puskesmas Toili III tanggal 27 Februari 2015c. Kurangnya pemahaman masyarakat akan khasiat tanaman & tumbuhan disekitar yang berpotensi sebagai obat tradisional. Maka dilakukan penyuluhan, sosialisasi, dan demonstrasi mengenai Obat Tradisional di 2 desa sasaran mnenurut rayon wilayah kerja kedua posko. Sosialisasi OBTRA, pembagian serbuk jahe instan dan serbuk temulawak di Desa Sindang Sari dusun IV.d. Kurangnya pemahaman NAPZA dikalangan Siswa-siswi SMP & SMA di Toili Barat. Maka dilakukan penyuluhan, sosialisasi, diskusi dan tanya jawab, untuk menambah wawasan terkait NAPZA pada kalangan siswa-siswi. Penyuluhan NAPZA di SMK 1 Toili Barat pada Senin, 2 Maret 2015. Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan bahwa siswa-siswi SMK 1 Toili Barat sangat memahami bahaya dari penggunaan NAPZA. Penyuluhan NAPZA di MTS Toili Barat Tada Timur desa Karya Makmur pada tanggal 4 Maret 2015. Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan bahwa siswa-siswi MTS Toili Barat sangat memahami bahaya dari penggunaan NAPZA. Penyuluhan NAPZA SMP N 5 Toili Barat, pada tanggal 6 Maret 2015. Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan bahwa siswa-siswi SMP 5 Toili Barat Toili memahami bahaya dari penggunaan NAPZA. Penyuluhan NAPZA SMP N 3 Toili Barat, pada hari jumat 13 Maret 2015. Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan bahwa siswa-siswi SMP N 3 Toili Barat sangat memahami bahaya dari penggunaan NAPZA.e. Pergaulan bebas yang tak bertanggung jawab dikalangan anak remaja khususnya Siswa-siswi SMA di Tinombo Selatan. Penyuluhan HIV/AIDS di SMK 1 Toili Barat, pada hari Senin 2 April 2015. Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan bahwa siswa-siswi SMK 1 Toili Barat sangat memahami bahaya dari HIV/AIDS. Penyuluhan HIV/AIDS di MTS Toili Barat, pada hari Rabu, tanggal 4 Maret 2015. Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan bahwa siswa-siswi MTS Toili Barat sangat memahami bahaya dari HIV/AIDS. Penyuluhan HIV/AIDS di SMP N 5 Toili Barat, pada hari Jumat tanggal 6 Maret 2015.SMK SPP Muhammadiyah Siney desa Siney induk pada Senin, 7 April 2014. Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan bahwa siswa-siswi SMK 1 Toili Barat sangat memahami bahaya dari HIV/AIDS. Penyuluhan HIV/AIDS di SMP N 3 Toili Barat, pada hari Jumat tanggal 13 Maret 2015. Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan bahwa siswa-siswi SMK 1 Toili Barat sangat memahami bahaya dari penggunaan NAPZA.f. Minimnya pengetahuan masyarakat luas tentang penggunaan obat. Sehingga menyebabkan penyalahgunaan produk obat dan juga tertanamnya sugesti yang salah tentang penggunaan obat pada masyarakat. Pemaparan perihal CPOR di Desa Owelolu, 7 Maret 2015. Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan bahwa Masyarakat memahami betul Cara Penggunaan Obat Rasional.g. Dengan di dapatkannya penyebaran penyakit Campak di 2 Desa yaitu Lembah Keramat dan Gunung Keramat. Pemaparan tentang pencegahan dan Pengobatan Campak di Desa Lembah Keramat pada harI kamis tanggal 5 Maret 2015. Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan menunjukan bahwa Masyarakat Lembah Keramat telah memahami cara pencegahan dan pengobatan Campak. Pemaparan tentang pencegahan dan pengobatan Campak di desa Gunung Keramat pada hari Jumat 6 Maret 2015. . Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan menunjukan bahwa Masyarakat Lembah Keramat telah memahami cara pencegahan dan pengobatan Campak. h. Berdasarkan dari permintaan Kepala Desa untuk melakukan penyuluhan terkait Hipertensi, karena Hipertensi banyak terdapat di kalangan para Pekerja khususnya para Tani, maka kami melakukan Penyuluahan Hipertensi di 3 Desa yaitu desa Kamiwangi, Mantawa dan Karya Makmur. Penyuluhan Penyakit Hipertensi di Desa Kamiwangi, pada hari Selasa tanggal 3 Maret . Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan menunjukan bahwa Masyarakat Kamiwangi telah memahami cara pencegahan dan pengobatan Hipertensi. Penyuluhan Penyakit Hipertensi di Desa Mantawa, pada hari Sabtu tanggal 14 Maret . Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan menunjukan bahwa Masyarakat Mantawa telah memahami cara pencegahan dan pengobatan Hipertensi. Penyuluhan Penyakit Hipertensi di Desa Karya Makmur, pada hari Senin tanggal 16 Maret . Menurut hasil diskusi dan tanya jawab yang kami lakukan menunjukan bahwa Masyarakat Karya Makmur telah memahami cara pencegahan dan pengobatan Hipertensi.i. Berdasarkan dari kaca mata kami bahwa kurangnya pemahaman tentang pencegahan penyakit cacingan di kalangan khusunya anak SD maka kami melakukan penyuluhan tentang cacingan di 3 SD di desa Mantawa A, Karya Makmur dan Kamiwangi. Penyuluhan Cacingan di SDN Inp.1 Mantawa A, pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015. Menurut dari hasil diskusi dan tanya jawab menunjukan bahwa Siswa-Siswi SDN Inp.1 Mantawa A memahami cara pencegahan penyakit Cacingan. Penyuluhan Cacingan di SDN Inp.1 Karya Makmur, pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2015. Menurut dari hasil diskusi dan tanya jawab menunjukan bahwa Siswa-Siswi SDN Inp.1 Karya Makmur memahami cara pencegahan penyakit Cacingan. Penyuluhan Cacingan di SDN 1 Kamiwangi, pada hari Kamis tanggal 12 Maret 2015. Menurut dari hasil diskusi dan tanya jawab menunjukan bahwa Siswa-Siswi SDN 1 Kamiwangi memahami cara pencegahan penyakit Cacingan.j. Berdasarkan dari masalah yang kami dapatkan bahwa kurangnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dikalangan masyarakat khususnya anak SD, maka kami melakukan penyuluhan terkait dengan PHBS di dua sekolah di desa yang berbeda yaitu Lembah Keramat dan Gunung Keramat. Penyuluhan PHBS di SDN Inp.1 Lembah Keramat pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2015. Menurut dari hasil diskusi dan tanya jawab menunjukan bahwa Siswa-Siswi SDN Inp.1 Lembah Keramat memahami cara berperilaku Hidup Bersih dan Sehat. Penyuluhan PHBS di SDN Inp.1 Gunung Keramat pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2015. Menurut dari hasil diskusi dan tanya jawab menunjukan bahwa Siswa-Siswi SDN Inp.1 Gunung Keramat memahami cara berperilaku Hidup Bersih dan Sehat.k. Penyuluhan terkait dengan pencegahan dan pengobatan Diare, yang dilakukan di 2 Desa, yaitu Desa Mantawa dan Karya Makmur. Penyuluhan Tentang Diare di desa Mantawa pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2015. Menurut dari hasil diskusi dan tanya jawab menunjukan bahwa masyarakat Mantawa telah memahami cara pencegahan dan pengobatan diare pada anak. Penyuluhan Tentang Diare di desa Karya Makmur pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2015. Menurut dari hasil diskusi dan tanya jawab menunjukan bahwa masyarakat Karya Makmur telah memahami cara pencegahan dan pengobatan diare pada anak.