of 104/104
LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL CALON DOSEN Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat Oleh : TASNIM RAHMAN FITRA NIP.: 19920405 201801 1003 PESERTA PELATIHAN DASAR CPNS GOL.III CALON DOSEN ANGKATAN I KEMETERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CALON DOSEN BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN PADANG TAHUN 2018

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI …repository.uinjambi.ac.id/841/1/LAPORAN AKTUALISASI.pdf · kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. Pengangkatan seorang

  • View
    34

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI …repository.uinjambi.ac.id/841/1/LAPORAN...

  • LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL CALON

    DOSEN

    Optimalisasi Pengabdian Masyarakat

    Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    Oleh : TASNIM RAHMAN FITRA

    NIP.: 19920405 201801 1003

    PESERTA PELATIHAN DASAR CPNS GOL.III CALON DOSEN ANGKATAN I

    KEMETERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CALON DOSEN

    BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN PADANG TAHUN 2018

  • Laporan Aktualisasi Tasnim Rahman Fitra

    ii Optimalisasi Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    LEMBAR PERSETUJUAN

    LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS CALON DOSEN

    Nama : Tasnim Rahman Fitra, S.Sy., M.H

    NIP. : 19920405 201801 1003

    Unit Kerja : UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi

    Telah Disetujui

    Pada hari Tanggal, 2018

    Pembimbing

    Etriyanto, S.Pd., M.A.B NIP. 198001052005011005

    Mentor

    Dr. Rahmi Hidayati Al Idrusiah, S.Ag., M.HI

    NIP. 196612102005011005

    Mengetahui, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan dan Keagamaan Padang

    H. Soni Sofian, SE, M.Pd. NIP.196511161985031001

  • Laporan Aktualisasi Tasnim Rahman Fitra

    iii Optimalisasi Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    LEMBAR PENGESAHAN

    LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS CALON DOSEN

    Nama : Tasnim Rahman Fitra, S.Sy., M.H

    NIP. : 19920405 2018 01 1003

    Unit Kerja : UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi

    Telah diuji di depan Penguji

    Pada hari Kamis Tanggal, 11 Oktober 2018

    Penguji,

    Drs. H. Yasrizal, MA NIP. 196808211995031001

    Mengetahui, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan dan Keagamaan Padang

    H. Soni Sofian, SE, M.Pd. NIP. 196511161985031001

  • Laporan Aktualisasi Tasnim Rahman Fitra

    iv Optimalisasi Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    KATA PENGANTAR

    Segala puji dan syukur hanyalah milik Allah swt. yang telah

    memberikan kesempatan dan kekuatan kepada penulis, sehingga dapat

    menyelesaikan penulisan laporan aktualisasi yang berjudul “Optimalisasi

    Pengabdian Masyarakat melalui Kalibrasi Arah Kiblat”.

    Shalawat dan salam semoga senantiasa kita haturkan kepada Nabi

    Muhammad saw. beserta seluruh keluarga dan para sahabatnya, yang

    senantiasa kita harapkan berkah dan syafa’atnya pada hari kiamat kelak.

    Sebagai langkah final dalam rangkaian Pelatihan Dasar (Lastsar)

    CPNS Golongan III Calon Dosen yang diikuti di Balai Diklat Keagamaan

    Padang adalah menyusun Laporan Aktualisasi. Selama proses aktualisasi

    dalam habituasi dilaksanakan para peserta diwajibkan untuk dapat

    menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS yang terangkum dalam

    ANEKA (Akuntabilitas, Nasionaslime, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan

    Anti Korupsi) dan nilai-nilai kedudukan ASN dalam NKRI; Whole of

    Government, Manajemen ASN, dan Pelayanan Publik. Seluruh nilai-nilai

    tersebut wajib diaktualisasikan dalam bentuk aksi dan dilaporkan secara

    tertulis sebagai bukti akuntabilitas. Tambahan lagi, seluruh nilai tersebut

    harus dapat diaplikasikan dan terinternalisasi di setiap aktifitas sebagai

    Dosen yang mengemban nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi;

    Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.

    Penulis menyadari bahwa terselesaikannya kegiatan aktualisasi

    beserta laporannya ini bukanlah semata-mata hasil jerih payah penulis

    secara pribadi. Tetapi semua itu adalah akumulasi dari usaha, bantuan,

    pertolongan serta do’a dari berbagai pihak yang telah membantu penulis

    baik dalam hal moril, materil maupun spirituil. Oleh karena itu, penulis

    menyampaikan banyak terimakasih kepada:

  • Laporan Aktualisasi Tasnim Rahman Fitra

    v Optimalisasi Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    1. Bapak Soni Sofian, SE., M.Pd. selaku Kepala Balai Diklat Keagamaan

    Padang.

    2. Bapak Dr. Hadri Hasan, MA. selaku Rektor UIN STS Jambi beserta

    jajaran sivitas akademika UIN STS Jambi.

    3. Bapak Aprianto, S.Ag., M.Pd. selaku Ketua Panitia Latsar CPNS Gol.III

    beserta jajaran panitia lainnya.

    4. Bapak-Ibu Widya Iswara di setiap mata diklat; Drs. Eldison, M.Pd.I.

    (Etika Publik dan WoG); Etriyanto, S.Pd., M.A.B. (Akuntabilitas dan

    Manajemen ASN); Dr. H. Wan Nasir, S.Ag., M.Pd. (Anti Korupsi); Nova

    Fidya, SE (Nasionalisme); Desi Akhriyani, SE (Komitmen Mutu dan

    Penjelasan Aktualisasi); Rivana Upitasari, SE, MM (Dinamika

    Kelompok dan Pelayanan Publik), dan segenap jajaran narasumber

    dan pelatih dari Tim Korem032/Wirabraja (Wawasan Kebangsaan).

    5. Ibu Dr. Rahmi Hidayati Al Idrusiah, S.Ag., M.HI selaku mentor.

    6. Bapak Etriyanto, S.Pd., M.A.B selaku coach.

    7. Segenap rekan-rekan Latsar CPNS Gol.III 2018.

    Laporan aktualisasi ini diharapkan dapat menjadi alat ukur

    identifikasi isu dan pemecahannya di UIN STS Jambi sesuai dengan nilai-

    nilai dasar PNS yang telah dipelajari dalam teori.

    Padang, 5 Oktober 2018

    Tasnim Rahman Fitra, S, Sy., M.H NIP. 19920405 2018 01 1003

  • Laporan Aktualisasi Tasnim Rahman Fitra

    vi Optimalisasi Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    DAFTAR ISI

    Lembar Persetujuan ..........................................................................

    Lembar Pengesahan .........................................................................

    Kata Pengantar..................................................................................

    ii

    iii

    iv

    Daftar Isi.............................................................................................

    Daftar Tabel........................................................................................

    Daftar Gambar....................................................................................

    vi

    viii

    ix

    BAB I Pendahuluan

    A. Latar Belakang .......................................................................

    B. Tujuan dan Manfaat ...............................................................

    C. Ruang Lingkup .......................................................................

    1

    2

    3

    BAB II Rancangan Aktualisasi

    A. Deskripsi Organisasi

    1. Profil Organisasi..................................................................

    2. Visi, Misi, Nilai-nilai Organisasi...........................................

    B. Deskripsi Isu/ Situasi Problematik Perguruan Tinggi..............

    C. Analisis Isu .............................................................................

    D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih ............................

    E. Nilai-nilai Dasar Profesi PNS...................................................

    F. Matriks Rancangan.................................................................

    G. Jadwal Kegiatan .....................................................................

    H. Kendala dan Antisipasi ...........................................................

    4

    14

    16

    19

    20

    21

    32

    39

    43

    BAB III Realisasi Aktualisasi

    A. Jadwal Kegiatan Aktualisasi....................................................

    B. Realisasi Rancangan Kegiatan ..............................................

    C. Realisasi Kegiatan dan Output ...............................................

    44

    45

    46

    BAB IV Analisa Realisasi Aktualisasi

    A. Analisa Aktualisasi Kegiatan Pertama

    1. Nama Kegiatan...................................................................

    2. Tanggal Pelaksanaan.........................................................

    3. Daftar Lampiran..................................................................

    4. Uraian Laporan...................................................................

    B. Analisa Aktualisasi Kegiatan Kedua

    1. Nama Kegiatan...................................................................

    2. Tanggal Pelaksanaan.........................................................

    51

    51

    51

    51

    52

    52

  • Laporan Aktualisasi Tasnim Rahman Fitra

    vii Optimalisasi Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    3. Daftar Lampiran..................................................................

    4. Uraian Laporan...................................................................

    C. Analisa Aktualisasi Kegiatan Ketiga

    1. Nama Kegiatan...................................................................

    2. Tanggal Pelaksanaan.........................................................

    3. Daftar Lampiran..................................................................

    4. Uraian Laporan...................................................................

    D. Analisa Aktualisasi Kegiatan Keempat

    1. Nama Kegiatan...................................................................

    2. Tanggal Pelaksanaan.........................................................

    3. Daftar Lampiran..................................................................

    4. Uraian Laporan...................................................................

    E. Analisa Aktualisasi Kegiatan Kelima

    1. Nama Kegiatan...................................................................

    2. Tanggal Pelaksanaan.........................................................

    3. Daftar Lampiran..................................................................

    4. Uraian Laporan...................................................................

    F. Analisa Aktualisasi Kegiatan Keenam

    1. Nama Kegiatan...................................................................

    2. Tanggal Pelaksanaan.........................................................

    3. Daftar Lampiran..................................................................

    4. Uraian Laporan...................................................................

    G. Analisa Aktualisasi Kegiatan Ketujuh

    1. Nama Kegiatan...................................................................

    2. Tanggal Pelaksanaan.........................................................

    3. Daftar Lampiran..................................................................

    4. Uraian Laporan...................................................................

    H. Analisa Aktualisasi Kegiatan Kedelapan

    1. Nama Kegiatan...................................................................

    2. Tanggal Pelaksanaan.........................................................

    3. Daftar Lampiran..................................................................

    4. Uraian Laporan...................................................................

    52

    53

    54

    54

    54

    54

    55

    55

    55

    55

    57

    57

    57

    57

    59

    59

    59

    59

    64

    64

    64

    64

    65

    65

    65

    65

    BAB V Penutup

    A. Kesimpulan..............................................................................

    B. Saran.......................................................................................

    C. Daftar Bacaan .........................................................................

    D. Lampiran .................................................................................

    68

    68

    70

    71

  • Laporan Aktualisasi Tasnim Rahman Fitra

    viii Optimalisasi Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    DAFTAR TABEL

    Tabel 2.1 .................................................................................................... 8

    Tabel 2.2 .................................................................................................... 19

    Tabel 2.3 .................................................................................................... 20

    Tabel 2.4 .................................................................................................... 33

    Tabel 2.5 .................................................................................................... 40

    Tabel 3.1 .................................................................................................... 44

    Tabel 3.2 .................................................................................................... 45

    Tabel 3.3 .................................................................................................... 46

    Tabel 4.1 .................................................................................................... 51

    Tabel 4.2 .................................................................................................... 52

    Tabel 4.3 .................................................................................................... 54

    Tabel 4.4 .................................................................................................... 55

    Tabel 4.5 .................................................................................................... 57

    Tabel 4.6 .................................................................................................... 59

    Tabel 4.7 .................................................................................................... 64

    Tabel 4.8 .................................................................................................... 65

  • Laporan Aktualisasi Tasnim Rahman Fitra

    ix Optimalisasi Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 2.1 .......................................................................................................... 13

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    1 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan profesi bagi Pegawai Negeri

    Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja dan bekerja pada

    instansi pemerintah. Pegawai Negeri Sipil (PNS) sendiri menurut Undang-

    undang adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu,

    diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina

    kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

    Pengangkatan seorang ASN dilakukan dengan serangkaian seleksi

    yang ketat dan transparan. Setiap orang yang dinyatakan lulus dalam

    seleksi, tidak serta merta bisa langsung dinyatakan sebagai PNS, namun

    masih berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan

    mengalami masa percobaan selama 1 tahun dan diharuskan untuk

    mengikuti Pendidikan dan Diklat.

    Pendidikan dan Pelatihan (Diklat terintegrasi) adalah sebuah tahapan

    yang wajib untuk dilalui oleh seorang Calon Pegawai Negeri Sipil dan

    merupakan salah satu syarat untuk menjadi seorang PNS. Hal ini

    merupakan sebuah amanat yang diemban instansi oleh pemerintah

    berdasarkan Undang-undang no. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil

    Negara (ASN). Diklat terintegrasi yang dimaksud adalah sebuah diklat yang

    tidak hanya berlangsung secara klasikal di kelas, akan tetapi juga

    mencakup aktualisasi hasil pembelajaran di kelas ke tempat kerja masing-

    masing CPNS. Diklat terintegrasi dimaksudkan untuk menguatkan nilai-nilai

    dan pembentukan karakter dalam mencetak seorang PNS yang

    berintegritas moral, jujur, memiliki semangat dan motivasi nasionalisme,

    karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, profesional dan

    sekaligus memiliki kualitas dalam bidangnya masing-masing.

    Diklat terintegrasi, dalam pelaksanaannya dibagi ke dalam 4 agenda,

    yaitu pertama, agenda sikap prilaku bela negara, kedua agenda nilai-nilai

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    2 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    dasar PNS (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan

    Anti Korupsi), ketiga agenda kedudukan dan peran PNS dalam NKRI dan

    keempat agenda habituasi di tempat kerja masing-masing. Khusus pada

    agenda ke-4, peserta terlebih dahulu diharuskan membuat dan

    mempresentasikan rancangan aktualisasi sebelum kembali ke instansi

    masing-masing untuk kemudian melaksanakan Habituasi selama 80 hari

    kerja.

    Kemudian dalam rancangan aktualisasi ini, penulis memfokuskan

    kepada tugas sebagai dosen, yaitu penyelenggaraan Tridharma perguruan

    tinggi dalam hal Pengabdian kepada masyarakat, lebih spesifiknya tentang

    Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Sosialisasi dan Kalibrasi Arah

    Kiblat. Hal ini mejadi penting karena banyaknya permintaan masyarakat

    yang merasa peru diadakannya pengkajian arah kiblat ulang di beberapa

    masjid di kota Jambi, hal ini membuat penulis yang berlatar belakang ilmu

    Falak merasa terpanggil untuk turun ke masyarakat menjawab persoalan

    tersebut, tentunya dengan bimbingan dan koordinasi dengan pihak kampus

    yan terkait dengan hal ini.

    B. Tujuan dan Manfaat

    Agenda aktualisasi ini secara umum bertujuan untuk membentuk

    pribadi Aparatur Sipil Negara yang berkompeten dan unggul berlandaskan

    5 nilai dasar ANEKA. (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen

    Mutu, Anti Korupsi). Rancangan aktualisasi mengharapkan terwujudnya

    ASN berperilaku nilai dasar ANEKA melalui kegiatan aktualisasi. Program

    aktualisasi memiliki manfaat sebagai berikut:

    1. Bagi CPNS peserta Latsar, pengalaman aktualisasi nilai-nilai dasar

    yang dipelajari selama di balai diklat adalah modal yang besar dalam

    meningkatkan kompetensi diri serta membentuk diri sebagai ASN yang

    akuntabel, memiliki jiwa nasionalis, berprilaku berdasar etika terhadap

    publik, berkomitmen terhadap mutu, serta memiliki jiwa anti korupsi

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    3 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    2. Bagi unit kerja, dengan adanya program pengabdian kepada

    masyarakat terkait sosialisasi dan kalibrasi arah kiblat ini akan

    meningkatkan sinergitas unit kerja dengan masyarakat.

    3. Bagi Masyarakat, kebutuhan akan kalibrasi arah kiblat menjadi hal yang

    urgen dan dibutuhkan, oleh sebab itu adanya pengabdian kepada

    masyarakat dengan kegiatan semacam ini akan sangat dibutuhkan oleh

    masyarakat karena berkaitan dengan hal ibadah (keyakinan beribadah).

    C. Ruang Lingkup

    Ruang Lingkup kegiatan aktualisasi dalam habituasi ini adalah

    internalisasi 8 nilai yang telah dipelajari dalam diklat on campus, yaitu;

    akuntabilitas; nasionalisme; etika publik; komitmen mutu; anti korupsi;

    whole of government; manajemen ASN; dan pelayanan publik. Seluruh

    nilai-nilai dasar tersebut harus diimplementasikan dalam bentuk konkrit. Hal

    tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi satu masalah pokok dari

    banyak masalah yang terjadi di Satker terkait dan mencari pemecahannya

    sebagai wujud aktualisasi. Aktualisasi dalam habituasi hanya dibatasi pada

    pekerjaan sebagai Dosen pada PTKIN berdasarkan Tri Dharma Perguruan

    Tinggi. Guna mendapatkan hasil studi tugas dosen PNS yang

    komprehensif, aktualisasi dilakukan di Satker tempat saya bekerja yaitu UIN

    STS Jambi.

    Tridharma Perguruan tinggi yang dimaksud adalah khusus pada

    bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Dalam pelaksanaannya

    setidaknya ada beberapa unsur yang akan berkolaborasi dan terlibat, yaitu

    LP2M UIN STS Jambi, Fakultas Syari`ah UIN STS Jambi, KEMENAG Kota

    Jambi dan masyarakat sebagai Publik yang akan menerima pengabdian

    masyarakat ini. Masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat yang

    nantinya direkomendasikan oleh KEMENAG dan karena keterbatasan

    waktu dan tenaga, cakupannya hanya dalam satu Kecamatan saja.

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    4 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    BAB II

    RANCANGAN AKTUALISASI

    A. Deskripsi Organisasi

    1. Profil Organisasi

    a. Overview UIN STS Jambi

    Berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang

    Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 3 menyatakan bahwa

    pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan

    membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, dalam

    rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk

    berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang

    beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak

    mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga

    yang demokratis dan bertanggung jawab. Dalam rangka mewujudkan

    sistem pendidikan tersebut, maka perguruan tinggi dituntut untuk

    bertransformasi menuju yang lebih baik.

    Transformasi IAIN menjadi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

    tidak terlepas dari kerja keras pimpinan, sivitas akademika UIN STS

    Jambi dan dukungan pemerintah Provinsi Jambi, serta masyarakat

    Islam yang diprakarsai ulama. Keberadaan UIN STS Jambi berawal

    dari banyaknya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah

    Aliyah (MA) yang menyelesaikan studinya. Namun, di Provinsi Jambi

    belum tersedia perguruan tinggi Islam yang dapat menampung lulusan

    tersebut, sehingga pada tahun 1957 diadakan Kongres Ulama Jambi

    yang melahirkan kesepakatan untuk mendirikan perguruan tinggi

    Islam.

    Sebagai langkah awal, pada tanggal 29 September 1960

    didirikan Fakultas Syariah Perguruan Tinggi Islam al-Hikmah dengan

    jumlah mahasiswa pada angkatan pertama sebanyak 600 (enam

    ratus) orang, yang pada saat itu kedudukannya bernaung di bawah

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    5 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Jambi. Jumlah mahasiswa yang

    mendaftar telah menunjukkan prospek yang menjanjikan, sehingga

    pada tahun 1963 Fakultas Syariah kemudian dinegerikan melalui

    Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 50 tahun 1963 tanggal 12 Mei

    1963 di bawah pembinaan dan pengawasan Fakultas Syariah IAIN

    sekarang menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan selanjutnya

    dikonversi di bawah IAIN sekarang menjadi UIN Raden Fatah

    Palembang. Penegerian tersebut mendorong pemerintah, ulama, dan

    pemuka masyarakat, terutama Gubernur sebagai Kepala Daerah

    Tingkat I Jambi (Pemprov sekarang) yang pada waktu itu dijabat oleh

    M.J. Singadekane untuk mengupayakan dan mendukung berdirinya

    IAIN STS Jambi, baik secara fisik maupun pembiayaan operasional

    pendidikan yang otonom.

    Selanjutnya, tanggal 11 Juli 1965 Yayasan Perguruan Tinggi

    Ma’arif telah mendirikan Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin di Kota

    Jambi, sedangkan di Sungai Penuh Kabupaten Kerinci telah berdiri

    pula Fakultas Syariah Muhammadiyah sejak Maret 1964. Untuk

    mewujudkan berdirinya IAIN di Jambi, maka (1) Fakultas Syariah IAIN

    Raden Fatah Pelembang; (2) Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin

    Ma’arif di Kotamadya Jambi; dan (3) Fakultas Syariah Muhammadiyah

    di Kerinci disatukan dalam satu wadah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin

    Jambi.

    Pendirian tersebut didasari atas Keputusan Menteri Agama

    Nomor 84 tahun 1967 tanggal 27 Juli 1967 tentang pengakuan IAIN

    Sulthan Thaha Saifuddin sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di

    Jambi yang diresmikan Menteri Agama Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

    pada tanggal 8 September 1967/3 Jumadil Akhir 1387 Hijriah dengan

    Rektor H. A. Manaf yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Provinsi

    Jambi.

    Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 69 tahun

    1982 tanggal 27 Juli 1982, seluruh fakultas yang berada di bawah IAIN

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    6 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    STS Jambi ditingkatkan statusnya dari fakultas muda menjadi madya.

    Keputusan tersebut merupakan legalitas formal seluruh fakultas untuk

    menyelenggarakan program perkuliahan dari tingkat Diploma Tiga

    (D3) menjadi Strata 1 (S1).

    Dalam perkembangan selanjutnya, pada tahun 1998 juga telah

    berdiri Fakultas Adab, fakultas tersebut berdiri sebagai bagian dari

    pengembangan IAIN STS Jambi dalam menyikapi perubahan dan

    kebutuhan stakeholders akan variasi ilmu-ilmu keislaman saat itu.

    Setahun kemudian yaitu pada tahun 1999 atas dasar Surat Keputusan

    Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam

    Departemen Agama, Nomor: E/283/1999 tertanggal 2 September

    1999, IAIN STS Jambi diberi wewenang dan kepercayaan

    menyelenggarakan Program Pascasarjana sampai tahun 2009

    Program Pascasarjana telah memiliki empat (4) program studi, yaitu;

    (1) Pendidikan Islam; (2) Hukum Islam; (3) Filsafat Islam; dan, (4)

    Ekonomi Islam. Selain program studi tersebut, Program Pascasarjana

    hingga kini telah memiliki 12 konsentrasi keilmuan, dan pada 2013

    telah dibuka Pascasarjana Program Doktor.

    Lahirnya UIN STS Jambi sebagai perubahan bentuk dari IAIN

    STS Jambi mengacu pada Peraturan Peresiden Nomor 37 Tahun

    2017 tanggal 09 April 2017 tentang Universitas Islam Negeri Sulthan

    Thaha Saifuddin Jambi yang diberi tugas (Pasal 1) menyelenggarakan

    program pendidikan tinggi Ilmu Agama Islam (Pasal 2) dan, UIN STS

    Jambi dapat menyelenggarakan program pendidikan tinggi ilmu lain

    untuk mendukung penyelenggraaan pendidikan tinggi ilmu Agama

    Islam. Melalui kelembagaan UIN STS Jambi memberi peluang untuk

    pengembangan fakultas dan Program Studi Eksakta dan Ilmu-Ilmu

    Sosial yang mendukung bidang ilmu Agama Islam. Peluang ini dapat

    membuka akses pilihan lebih banyak bagi masyarakat untuk

    mendapatkan pendidikan tinggi.

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    7 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Terjadinya perubahan IAIN ke UIN STS Jambi sesuai dengan

    tuntutan dan kebutuhan masyarakat di Propinsi Jambi dan untuk

    meningkatkan penyelenggaraan dan pembinaan Pendidikan Tinggi

    Agama Islam, maka Pimpinan UIN STS Jambi di bawah

    kepemimpinan Rektor Dr. H. Hadri Hasan, MA., mengajukan proposal

    pembukaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang

    merupakan pengembangan dari Prodi Ekonomi dan Bisnis Islam dari

    Fakultas Syari’ah. Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Republik

    Indonesia Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan

    Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2013 tentang

    Organisasi dan Tata Kerja IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, maka

    sejak tanggal 05 Juni 2015, IAIN STS Jambi mempunyai lima

    Fakultas.

    Arah kebijakan pengembangan dikonsentrasikan pada

    penguatan Akademik melalui pembangunan sistem penjaminan mutu

    berbasis ISO 9001 : 2008 yang terintegrasi dengan sistem Informasi

    Teknologi (IT). Kebijakan ini telah dilaunching langsung oleh Direktur

    Perguruan Tinggi Agama Islam Prof. Dr. Dede Rosyada, MA pada

    tanggal 25 Februari 2014, sekaligus penandatanganan komitmen

    bersama civitas akademika untuk melaksanakan sistem manajemen

    mutu berbasis ISO 9001 : 2008. Implementasi kebijakan ini akan

    memperkuat proses pemantapan dan peningkatan akreditasi semua

    program studi dan akreditasi institusi, sekaligus melanjutkan program

    transformasi IAIN ke UIN dengan upaya melakukan pengembangan

    fakultas dan program studi baru, serta memperjuangkan untuk

    mendapatkan bantuan dana IDB (Islamic Development Bank).

    Bantuan dana IDB yang digunakan untuk sarana dan prasarana

    tersebut diperoleh pada tahun 2016 sesuai SK… No. dengan tujuan

    untuk pembangunan penambahan ruang perkuliahan. Selain dana

    IDB, UIN STS Jambi juga memperoleh dana dari PTKIN (Perguruan

    Tinggi Keagamaan Islam Negeri) berupa dana SBSN (Surat Berharga

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    8 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Syari’ah Negara) untuk pembangunan laboratorium terpadu. Sarana

    dan prasarana tersebut dapat meningkatkan mutu UIN STS Jambi.

    Perubahan IAIN ke UIN memerlukan adanya fakultas dan

    program studi baru, satu di antaranya adalah Fakultas Saintek (Sains

    dan Teknologi). Sedangkan untuk studi keagamaan yang

    dikembangkan antara lain; Fakutas Ushuludin yang terbagi menjadi

    dua yaitu: (1) Fakultas Ushuludin dan Studi Agama dan (2) Fakultas

    Dakwah dan Komunikasi Islam, sementara Fakultas Syariah juga

    akan dikembangkan menjadi dua fakultas yaitu: (1) Fakultas Syariah

    dan Hukum dan (2) Fakultas Sosial dan Politik.

    Pengembangan fakultas dan prodi baru mengacu pada

    pendekatan standar JABEE (Japan Acreditation Bord Education

    Engineering) dan pendekatan AUN-QA (Asian University Network

    Quality Assurance). Oleh sebab itu, dengan adanya pengembangan

    fakultas dan prodi baru tersebut, UIN STS Jambi akan mampu

    bersaing di era globalisasi.

    b. Struktur Organisasi

    Adapun uraian struktur organisasi secara detail berdasarkan

    Keputusan Menteri Agama RI Nomor 21 Tahun 2017 tentang

    Organisasi dan Tata Kerja UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi,

    sebagai berikut:

    Tabel 2.1

    Organisasi dan Tata Kerja UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

    No. Nama

    Generik Unit

    Nama Unit

    di Perguruan

    Tinggi

    Tugas Pokok dan Fungsi

    1 Pimpinan

    Institusi

    Rektor dan 3 Wakil

    Rektor

    Rektor mempunyai tugas

    memimpin dan mengelola

    penyelenggaraan

    pendidikan tinggi

    sebagaimana dimaksud

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    9 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    dalam Pasal 2 dan Pasal 3

    berdasarkan kebijakan yang

    ditetapkan oleh Menteri

    Agama.

    Wakil Rektor Bidang

    Akademik dan

    Kelembagaan yang

    mempunyai tugas

    membantu Rektor dalam

    bidang akademik dan

    pengembangan lembaga;

    Wakil Rektor Bidang

    Administrasi Umum,

    Perencanaan, dan

    Keuangan yang mempunyai

    tugas membantu Rektor

    dalam bidang administrasi

    umum, perencanaan, dan

    keuangan; dan

    Wakil Rektor Bidang

    Kemahasiswaan dan Kerja

    Sama yang mempunyai

    tugas membantu Rektor

    dalam bidang

    kemahasiswaan dan kerja

    sama.

    2. Pelakasana

    Kegiatan

    Akademik

    Fakultas;

    Pascasarjana;

    Jurusan/Program

    Studi; Laboratorium

    Fakultas mempunyai tugas

    menyelenggarakan

    pendidikan akademik,

    vokasi, dan/atau profesi

    dalam 1 (satu) rumpun

    disiplin ilmu pengetahuan,

    teknologi, dan/atau seni.

    Pascasarjana mempunyai

    tugas menyelenggarakan

    pendidikan program

    magister, program doktor,

    dan/atau program spesialis

    dalam bidang studi ilmu

    agama Islam dan dapat

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    10 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    menyelenggarakan program

    magister, program doktor,

    dan/atau program spesialis

    dalam multi disiplin ilmu

    pengetahuan, teknologi,

    dan/atau seni

    Jurusan/Program Studi

    mempunyai tugas

    menyelenggarakan program

    studi dalam 1 (satu) disiplin

    ilmu pengetahuan,

    teknologi, dan/atau seni.

    Laboratorium merupakan

    unsur penunjang

    pelaksanaan

    pendidikan pada fakultas,

    dipimpin oleh tenaga

    fungsional

    sesuai dengan bidangnya,

    berada di bawah dan

    bertanggung jawab kepada

    Dekan.

    3. Biro

    Biro Administrasi

    Umum,

    Perencanaan,

    Keuangan, dan

    Kepegawaian; dan

    Biro Administrasi

    Akademik,

    Kemahasiswaan,

    dan Kerja sama.

    BAUPKK mempunyai tugas

    melaksanakan penyusunan

    rencana dan program,

    administrasi umum,

    keuangan, organisasi,

    kepegawaian, dan hukum

    BAAKK mempunyai tugas

    melaksanakan urusan

    ketatausahaan, kearsipan,

    kerumahtanggaan,

    perlengkapan,

    pemanfaatan, dan

    pemeliharaan barang milik

    negara.

    4. Lembaga

    LPM dan LP2M LPM mempunyai tugas

    mengoordinasikan,

    mengendalikan, mengaudit,

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    11 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    memantau, menilai, dan

    mengembangkan mutu

    penyelenggaraan kegiatan

    akademik.

    LP2M mempunyai tugas

    melaksanakan,

    mengoordinasikan,

    memantau, dan menilai

    kegiatan penelitian dan

    pengabdian kepada

    masyarakat berdasarkan

    kebijakan Rektor.

    5. Unit

    Pelaksana

    Teknis

    Perpustakaan; Unit

    Teknologi Informasi

    dan Pangkalan

    Data; Unit

    Pengembangan

    Bahasa; Unit

    Pengembangan

    Bisnis; Ma’had al

    Jami’ah; dan Unit

    Pengembangan

    Keterampilan dan

    Karier

    Perpustakaan mempunyai

    tugas melaksanakan

    pelayanan, pengembangan

    kepustakaan, mengadakan

    kerja sama antar

    perpustakaan,

    mengendalikan,

    mengevaluasi, dan

    menyusun laporan

    kepustakaan.

    UTIPD mempunyai tugas

    mengelola dan

    mengembangkan sistem

    informasi manajemen,

    pengembangan,

    pemeliharaan jaringan dan

    aplikasi, pengelolaan basis

    data, pengembangan

    teknologi lainnya, dan kerja

    sama jaringan.

    Unit Pengembangan

    Bahasa mempunyai tugas

    melaksanakan pelatihan

    dan pengembangan bahasa

    bagi civitas akademika

    Universitas.

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    12 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Unit Pengembangan Bisnis

    mempunyai tugas

    melaksanakan pengelolaan,

    pemasaran,

    pengembangan, dan kerja

    sama bisnis Universitas

    Ma’had al-Jami’ah

    mempunyai tugas

    melaksanakan pelayanan,

    pembinaan, pengembangan

    akademik dan karakter

    mahasiswa yang berbasis

    pesantren.

    Unit Pengembangan

    Keterampilan dan Karier

    mempunyai tugas

    melaksanakan

    pengembangan

    keterampilan, karier, dan

    profesi civitas akademika

    Universitas serta layanan

    informasi bursa kerja bagi

    alumni.

    6. Organ

    Pertimbangan

    Senat Universitas;

    dan Dewan

    Penyantun.

    Senat Universitas

    sebagaimana dimaksud

    dalam Pasal 88 huruf a

    menjalankan fungsi

    penetapan dan

    pertimbangan pelaksanaan

    kebijakan akademik.

    Dewan Penyantun

    sebagaimana dimaksud

    dalam Pasal 88 huruf b

    menjalankan fungsi

    pertimbangan nonakademik

    dan fungsi lain yang

    ditentukan dalam Statuta

    Universitas.

    7 Organ

    Pengawasan

    Satuan Pengawas

    Internal (SPI)

    SPI mempunyai tugas

    melaksanakan fungsi

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    13 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Sistem kerja tata kelola UIN STS Jambi secara teknis diatur melalui

    Surat Keputusan Rektor Nomor: In.08/R/SK/ KP.07.1/533/2014 tentang

    Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Pejabat dan Staf di

    Lingkungan UIN STS Jambi. Tugas dan Kewenangan dan alur birokrasi

    kerja di lingkungan UIN STS Jambi juga melalui SOP (Standar Opersional

    Prosedur), sehingga siapa mengerjakan apa, kapan dan bagaimana

    melakukan kinerja dilingkungan UIN STS Jambi.

    Adapun struktur tata kelola UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi,

    sebagai berikut:

    Gambar 2.1

    struktur tata kelola UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

    pengawasan nonakademik

    pada universitas

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    14 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    2. Visi, Misi, dan Nilai-nilai Organisasi

    a. Visi UIN STS Jambi

    Visi UIN STS Jambi menggambarkan kondisi ideal yang ingin

    diwujudkan oleh seluruh sivitas akademika dimasa yang akan datang.

    Adapun rumusan visi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai

    berikut:

    “Menjadi Universitas Islam yang inovatif dengan semangat

    entrepreneursip 2030”

    Visi ini dapat dipahami dan dijadikan arah bersama bagi seluruh

    sivitas akademik, maka visi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi perlu

    didefinisikan secara lebih opersional sebagai berikut;

    1) Keberadaaan organisasi yang inovatif dengan semangat

    entrepreneurship

    2) Tata kelola yang inovatif dengan semangat entrepreneurship

    3) Mahasiswa dan alumni yang inovatif dengan semangat

    entrepreneurship

    4) SDM yang inovatif dengan semangat entrepreneurship

    5) Pembelaaran dan Suasana Akademi yang inovatif dengan

    semangat entrepreneurship

    6) Penelitian yang inovatif dengan semangat entrepreneurship

    7) Pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dengan semangat

    entrepreneurship

    8) Sarana dan prasarana yang inovatif dengan semangat

    entrepreneurship

    9) Keuangan yang inovatif dengan semangat entrepreneurship

    b. Misi UIN STS Jambi

    Misi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi merupakan penjabaran

    implementasi Tridharma perguruan tinggi yang mencerminkan

    bagaimana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dapat memberi

    manfaat bagi pemangku kepentingan. Rumusan misi UIN STS Jambi

    adalah sebagai berikut:

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    15 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    1) Menyediakan akses dan perataaan pendidikan tinggi bermutu yang

    relevan dengan kebutuhan masyarkat;

    2) Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkulitas agar peserta

    didik berkamampuan akademik dan/atau professional yang

    memiliki jiwa islamic entrepreneurship inovatif;

    3) Melakukan penelitian dan pengabdian kepada msyarakat, berbasis

    transintegrasi keilmuan dengan semangat islamic entrepreneurship

    inovatif dan;

    4) Mengembangkan mutu tata kelola kelembagaan dan memperluas

    jaringan kerjasama.

    c. Nilai-nilai Organisasi

    SALAM (Smart, Agamis, Leadership, Amanah, dan Mandiri)

    UIN STS Jambi

    1) Smart

    Sivitas akademika UIN STS Jambi sempurna akal budi,

    inovatif dan kreatif.

    2) Agamis

    Sivitas akademika UIN STS Jambi yang berkualitas tidak

    cukup hanya diukur berdasarkan kesalehan ritual melainkan juga

    ibadah (Hablumminaallah & Hablumminanas).

    3) Leadership

    Sivitas akademika UIN STS Jambi memiliki jiwa

    kepemimpinan “setiap kamu adalah pemimpin.”

    4) Amanah

    Sivitas akademika UIN STS Jambi berkewajiban untuk

    melakukan semua kewajiban, amanah dengan Allah, amanah

    dengan sesama manusia dan amanah dengan diri sendiri.

    5) Mandiri

    Sivitas akademika UIN STS Jambi memiliki kemampuan

    membangun kultur entrepreneurship (kreatif menciptakan

    lapangan pekerjaan).

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    16 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    B. Deskripsi Isu/Situasi Problematik Perguruan Tinggi

    Isu dalam pemahamannya memiliki makna yang berbeda-beda.

    Dalam pembicaraan sehari-hari isu sering diartikan sebagai kabar burung

    dalam pemahamannya bagi orang awam, sedangkan dalam analisis

    kebijakan publik (public policy analysis) dalam makna yang terkandung

    bukanlah seperti apa yang umum dipahami oleh orang awam. Sekalipun

    harus diakui dalam berbagai literatur istilah isu itu tidak pernah dirumuskan

    dengan jelas, namun sebagai suatu “technical term”, utamanya dalam

    konteks kebijakan publik, muatan maknanya lebih kurang sama dengan apa

    yang kerap disebut sebagai masalah kebijakan (Wahab, 2008).

    Pengertian isu menjurus pada adanya masalah dalam suatu instansi

    atau organisasi seperti universitas yang membutuhkan penanganan.

    Disebutkan bahwa terdapat beberapa kesamaan makna bahwa setiap

    universitas tidak pernah mengharapkan akan munculnya isu. Ketika isu

    mulai muncul, maka dapat dipastikan akan terjadi kesenjangan antara

    universitas dengan publiknya.

    Probleblematika yang dihadapi oleh setiap kampus akan selalu

    berkaitan dengan tugas utama kampus tersebut, yaitu Tridharma

    Perguruan Tinggi. Tugas utama tersebut kemudian dijabarkan menjadi tiga

    hal penting, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Isu

    dan permasalahan yang dihadapi tentu tak lepas dari tiga hal tersebut.

    Seluruh sivitas akademika UIN, khususnya UIN STS Jambi telah

    memiliki komitmen untuk menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi

    semaksimal mungkin, namun tidak bisa dipungkiri bahwa semaksimal

    apapun usaha yang dilakukan, permasalahan masih akan tetap menjadi

    bagian yang hidup di dalam sebuah organisasi. Bisa jadi itu dalam

    kaitannya dengan pelayanan publik, manajemen SDA, ataupu

    permasalahan-permasalahan lainnya.

    Berdasarkan penjabaran tersebut penulis memetik 7 isu yang

    dianggap relevan untuk diketengahkan dalam rangka mencari solusi untuk

    kemudian diterapkan di kampus tempat penulis bekerja, khususnya dalam

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    17 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    bidang kajian ilmu falak fakultas Syari`ah UIN STS Jambi. Isu-isu itu antara

    lain:

    1. Pemadatan materi perkuliahan ilmu Falak menjadi hanya 2 SKS.

    Aturan yang menyatakan bahwa mata kuliah ilmu Falak hanya

    diberikan sebanyak 2 SKS, yaitu seperti pada jurusan Hukum Ekonomi

    Syari`ah di kampus keagamaan Islam termasuk UIN STS Jambi.

    Pemadatan materi ini tentu harus diiringi dengan Rencana Pembelajaran

    Semester (RPS) yang dapat mewakili luasnya materi ilmu Falak. Di

    beberapa kampus, materi yang dimasukkan ke dalam perkuliahan

    memang belum sesuai dengan standar minimal materi yang mewakili

    pembelajaran ilmu Falak. Oleh sebab itu, perlu diadakan kembali review

    ulang materi-materi ilmu Falak yang disajikan dalam perkuliahan dalam

    bentuk penyusunan RPS ulang.

    2. Pembelajaran berbasis Praktis

    Pembelajaran ilmu Falak pada umumnya memang berupa

    pembelajaran teoritik di dalam kelas. Namun penyajian materi secara

    teoritik saja jelas belum memadai untuk menghadirkan pemahaman yang

    komprehensif tentang suatu materi tertentu dalam ilmu Falak, bahkan

    kadang menyebabkan mahasiswa menganggap bahwa materi ilmu Falak

    adalah materi yang sulit. Pembelajaran berbasis praktis menjadi solusi

    dalam menghadirkan perkuliahan ilmu Falak yang menyenangkan dan

    tidak membosankan. Di beberapa kampus Islam, pembelajaran seperti

    ini sudah menjadi salah satu fokus untuk dikembangkan, namun di

    beberapa kampus lainnya belum dilaksanakan.

    3. Optimalisasi laboratorium Falak.

    Laboratorium Falak merupakan fasilitas pendukung penting yang harus

    tersedia bagi dosen dan mahasiswa, penyediaan prosedur pelayanan

    yang mudah adalah bentuk pelayanan yang baik di Laboratorium Falak.

    Penyediaan prosedur yang dimaksud adalah prosedur pelayanan yang

    berprinsip menyederhanakan alur dan menghadirkan sebuah

    Laboratorium yang terbuka untuk mahasiswa dan dosen.

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    18 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    4. Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Sosialisasi dan Kalibrasi

    Arah Kiblat.

    Banyak hal yang telah dilakukan UIN STS Jambi untuk bersinergi dengan

    masyarakat. Bentuknya adalah dengan pengabdian kepada masyarakat.

    Fakultas Syari`ah sendiri juga mendukung adanya pengabdian terhadap

    masyarakat. Terkait dengan ini, telah banyak pengabdian-pengabdian

    yang telah dilakukan. Melihat kebutuhan di tengah masyarakat, peran

    ilmu Falak menjadi salah satu disiplin ilmu yang dibutuhkan, misalkan

    dalam kaitannya dengan arah kiblat masjid-masjid yang ada di tengah

    masyarakat. Banyak permintaan untuk kembali mengadakan kalibrasi

    arah kiblat di masjid tersebut, sebab menurut sebagian masyarakat

    penentuan awalnya belum dilakukan secara presisi dengan

    menggunakan metode yang tepat.

    5. Pelatihan Ilmu Falak siswa/siswi sekolah menengah pertama dan

    lanjutan.

    Pemahaman masyarakat yang masih minim tentang ilmu Falak,

    membuat akademisi ilmu Falak memutar otak untuk dapat melakukan

    sosialisasi kepada masyarakat. Hal yang mungkin dilakukan salah

    satunya dengan melaksanakan pelatihan terhadap siswa/siswi sekolah

    menengah pertama dan lanjutan yang telah memiliki dasar matematika

    dan disiplin ilmu lainnya yang berkaitan.

    6. Panduan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa

    Karya ilmiah merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari

    mahasiswa, khususnya makalah yang selalu disajikan dalam

    perkuliahan. Masing-masing dosen memiliki standar sendiri dalam

    penulisan makalah, akibatnya tidak ada standar baku yang bisa

    diterapkan dalam penulisan makalah.

    7. Pembuatan bahan pembelajaran Ilmu Falak

    Bahan ajar adalah salah satu bagian terpenting dalam sebuah

    pembelajaran, dengan bahan ajar perkuliahan akan menjadi terarah.

    Mahasiswa dan dosen akan dipermudah karena adanya standar baku

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    19 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    untuk diajarkan bagi dosen atau dipelajari bagi mahasiswa. Kebanyakan

    dosen belum memiliki bahan pembelajaran baku, namun materinya

    berdasarkan beberapa buku terkait yang kemudian menjadi referensi

    dalam perkuliahan. Hal ini tentu mesti dioptimalkan dengan menyusun

    bahan ajar baku untuk mahasiswa dan dosen.

    C. Analisis Isu

    Deskripsi beberapa isu di atas memberikan gambaran bahwa

    memang ada beberapa hal yang bisa dijadikan fokus dalam aktualisasi

    yang akan penulis laksanakan. Namun jelas tidak semua isu tersebut bisa

    diangkat menjadi bahan untuk aktualisasi, namun selanjutnya akan

    dilakukan analisis untuk memberikan penyaringan kriteria isu-isu tersebut

    sehingga didapatkan 3 isu dengan kriteria tertentu. Untuk melakukan

    analisis ini digunakanlah alat analisis kriteria isu dengan menggunakan alat

    analisis AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Problematika, Kelayakan), yaitu:

    Tabel 2.2

    Analisis AKPK

    No.

    Isu A

    (1-5) K

    (1-5) P

    (1-5) K

    (1-5) Jml

    Peringkat

    1 Pemadatan materi

    perkuliahan ilmu Falak

    menjadi hanya 2 SKS.

    3 2 3 3 11 3

    2 Pembelajaran berbasis

    Praktis 2 2 3 3 10 4

    3 Optimalisasi laboratorium

    Falak 1 1 2 1 5 7

    4 Optimalisasi Pengabdian

    Masyarakat Melalui

    Sosialisasi dan Kalibrasi

    Arah Kiblat

    4 4 4 4 16 1

    5 Pelatihan Ilmu Falak

    siswa/siswi sekolah

    menengah pertama dan

    lanjutan.

    3 3 2 4 12 2

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    20 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    6 Panduan penulisan karya

    ilmiah bagi mahasiswa

    1 2 2 2 7 6

    7 Pembuatan bahan

    pembelajaran Ilmu Falak

    2 2 2 2 8 5

    Berdasarkan analisis di atas diperolehlah nilai dari 7 isu dengan

    metode penilaian AKPK, kemudian direduksi lagi menjadi 3 isu dengan nilai

    teratas. 3 isu dengan nilai tertinggi kemudian dinilai dengan metode USG

    (Urgency, seriousness, Growth) guna mencari satu isu yang benar-benar

    berkualitas dan perlu untuk dicarikan solusinya.

    Tabel 2.3

    Analisis USG

    No.

    Penilaian Kriteria Jml. Peringkat

    Masalah U

    (1-5) S

    (1-5) G

    (1-5)

    1 Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Sosialisasi dan Kalibrasi Arah Kiblat

    4 4 4 12 1

    2 Pelatihan Ilmu Falak siswa/siswi sekolah menengah pertama dan lanjutan.

    3 2 2 7 2

    3 Pemadatan materi perkuliahan ilmu Falak menjadi hanya 2 SKS.

    3 2 1 6 3

    D. Argumentasi Terhadap Core Issue

    Dua tahapan analisis di atas telah memberikan hasil berupa

    didapatkannya Core Issue yang akan menjadi isu pilihan dan isu inilah yang

    kemudian akan dicarikan solusi pemecahannya. Solusi tersebut akan

    diterapkan selama aktualisasi.

    Isu yang dimaksud Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui

    Sosialisasi dan Kalibrasi Arah Kiblat. Isu ini penulis anggap merupakan isu

    terpenting karena merupakan bagian dari aspek yang akan meningkatkan

    mutu sinergi di antara kampus dengan masyarakat yang membutuhkan

    pelayanan terkait dengan kalibrasi arah kiblat.

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    21 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Kebutuhan masyarakat menjadi salah satu patokan dalam fokus

    pengabdian yang dilakukan oleh kampus. Dalam konteks ini, masyarakat

    menurut KEMENAG Jambi telah banyak memasukkan laporan terkait

    dengan kejanggalan dalam arah kiblat di mesjid mereka. Hal ini kemudian

    berdampak kepada keyakinan dalam beribadah, seperti keraguan dalam

    menghadap kiblat dan ini akan terus terjadi selama belum ada tindakan dari

    pihak terkait yang mau berinisiatif untuk melakukan kalibrasi terhadap arah

    kiblat tersebut.

    Berdasarkan asumsi itu, maka penulis menilai bahwa Core Issue

    yang telah dipilih tersebut memenuhi kriteria dan dianggap paling relevan

    dalam aktualisasi yang akan penulis lakukan.

    E. Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS

    1. Akuntabilitas

    Akuntabilitas dalam hal ini lebih merujuk kepada kewajiban setiap

    individu, kelompok atau instansi untuk memenuhi tanggung jawab yang

    menjadi amanahnya. Aspek-aspek akuntabilitas mencakup akuntabilitas

    adalah sebuah hubungan, akuntabilitas berorientasi pada hasil,

    akuntabilitas membutuhkan adanya laporan, akuntabilitas memerlukan

    konsekuensi serta akuntabilitas memperbaiki kinerja.

    Fungsi utama akuntabilitas publik adalah untuk menyediakan

    kontrol demokratis, untuk mencegah korupsi dan dan penyalahgunaan

    kekuasaan dan yang terakhir adalah untuk meningkatkan evisiensi dan

    efektivitas. Akuntabilitas publik sendiri terdiri dari akuntabilitas vertikal

    dan akuntabilitas horizontal. Akuntabilitas juga memiliki 5 tingkatan, yaitu

    akuntabilitas personal, individu, kelompok, organisasi dan stakeholder.

    Dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, ada

    beberapa indikator dari nilai-nilai dasar akuntabilitas yang harus

    diperhatikan, yaitu :

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    22 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    a. Kepemimpinan, lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke

    bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam

    menciptakan lingkungannya.

    b. Transparansi adalah keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan

    yang dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi.

    c. Integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan

    dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.

    d. Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau

    perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.

    Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran

    akan kewajiban.

    e. Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai

    sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.

    f. Kepercayaan adalah Rasa keadilan akan membawa pada sebuah

    kepercayaan. Kepercayaan ini yang akan melahirkan akuntabilitas.

    g. Keseimbangan, untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja,

    maka diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan

    kewenangan, serta harapan dan kapasitas.

    h. Kejelasan, yaitu pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus

    memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan

    hasil yang diharapkan.

    i. Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan

    sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.

    2. Nasionalisme

    Nasionalisme dalam arti sempit merupakan sikap yang

    meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain

    sebagaimana mestinya. Dalam arti luas, nasionalisme berarti pandangan

    tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus

    menghormati bangsa lain. Nasionalisme Pancasila merupakan

    pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa

    dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    23 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Nasionalisme dalam hal ini tidak hanya sekedar wawasan saja

    tetapi lebih kepada kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme

    dalam menjalankan fungsi dan tugas sebagai ASN merupakan hal yang

    lebih penting. Melalui nasionalisme yang kuat, setiap pegawai ASN akan

    memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa

    dan negara. Pegawai ASN tidak lagi berfikir sektoral dangan mental

    bloknya, tetapi akan senantiasa mementingkan kepentingan yang lebih

    besar yakni bangsa dan negara.

    Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan

    manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan

    pada nilai-nilai Pancasila. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia

    dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia

    senantiasa: menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan

    keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau

    kepentingan golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi

    kepentingan bangsa dan negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan

    bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri; mengakui

    persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama

    manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai

    sesama manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa.

    Adanya nilai-nilai ketuhanan dalam Pancasila berarti negara

    menjamin kemerdekaan masyarakat dalam memeluk agama dan

    kepercayaan masing-masing. Tidak hanya kebebasan dalam memeluk

    agama, negara juga menjamin masyarakat memeluk kepercayaan.

    Namun dalam kehidupan di masyarakat, antar pemeluk agama dan

    kepercayaan harus saling menghormati satu sama lain.

    Terkait dengan perkembangan zaman yang semakin pesat,

    pemerintahan yang dibangun harus memperhatikan prinsip

    kemanusiaan dan keadilan, baik penyelenggaraan pemerintahan dalam

    negeri maupun pemerintahan global atau dunia. Jangan sampai lebih

    memperhatikan kemanusiaan dalam negeri tapi mengabaikan

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    24 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    pergulatan dunia, atau sebaliknya, terlibat dalam interaksi global namun

    mengabaikan kemanusiaan masyarakat bangsanya sendiri. Perpaduan

    prinsip sila pertama dan kedua Pancasila menuntut pemerintah dan

    peyelenggara negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang

    luhur dan memegang cita-cita moral rakyat yang mulia.

    Melalui prinsip kemanusiaan ini, berbagai tindakan dan perilaku

    yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan tidak sepatutnya

    mewarnai kebijakan dan perilaku aparatur negara. Diperlukan pemimpin

    yang mampu menentukan kebijakan dan arah pembangun an dengan

    mempertimbangkan keselarasan antara kepen tingan nasional dan

    kemaslahatan global.

    Komitmen keadilan dalam alam pikiran Pancasila memiliki dimensi

    sangat luas. Peran Negara dalma mewujudkan rasa keadilan sosial,

    setidaknya ada dalam empat kerangka; (i) Perwujudan relasi yang adil

    disemua tingkat system kemasyarakatan, (ii) pengembangan struktur

    yang menyediakan kesetaraan kesempatan, (iii) proses fasili-tasi akses

    atas informasi, layanan dan sumber daya yang diperlukan. (iv) dukungan

    atas partisipasi bermakna atas pengambilan keputusan bagi semua

    orang. Tujuan gagasan keadilan tidak terbatas hanya semata pada

    tujuan ekonomis, tapi juga terkait dengan usaha emansipasi dalam

    rangka pembebasan manusia dari pemberhalaan terhadap benda,

    pemuliaan martabat kemanusiaan, pemupukan solidaritas kebangsaan

    dan penguatan daulat rakyat.

    Untuk mewujudkan ASN sebagai pelaksana kebijakan publik yang

    berorientasi pada pelayanan kepentingan publik, berbagai kelemahan

    pelayanan publik oleh badan pemerintahan serta persoalan yang umum

    dijumpai dalam birokrasi pemerintahan harus dihindari. ASN harus

    memahami betul tugas pengabdiannya bukanlah untuk kepentingan

    atasan atau kelompoknya, melainkan untuk kepentingan publik dan

    masyarakat luas yang menjadi pelanggan atau konsumen layanan.

    Namun demikian, hal ini memang juga harus diimbangi dengan imbalan

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    25 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    yang diberikan kepada ASN. Bisa jadi juga kegagalan layanan birokrasi

    yang baik disebabkan oleh rendahnya kesejahteraan.

    3. Etika Publik

    Etika Publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang

    menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan

    untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan

    tanggung jawab pelayanan publik. Etika merupakan sistem penilaian

    perilaku serta keyakinan untuk menentukan perbuatan yang pantas guna

    menjamin adanya perlindungan hak-hak individu, mencakup cara-cara

    dalam pengambilan keputusan untuk membantu membedakan hal-hal

    yang baik dan yang buruk serta mengarahkan apa yang seharusnya

    dilakukan sesuai nilai-nilai yang dianut. Kode Etik adalah aturan-aturan

    yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus, sudut

    pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk

    ketentuan-ketentuan tertulis.

    Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam

    suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal

    prinsip dalam bentuk ketentuan tertulis. Kode etik profesi dimaksudkan

    untuk mengatur tingkah laku / etika suatu kelompok khusus dalam

    masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat

    dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu.

    Berdasarkan UU ASN, kode etik dan kode perilaku ASN adalah :

    a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab dan

    berintegritas.

    b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.

    c. Melayani dengan sikap hormat, sopan dan tanpa tekanan.

    d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang

    berlaku.

    e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat

    yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan

    peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan.

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    26 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.

    g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung

    jawab, efektif dan efisien.

    h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan

    tugasnya.

    i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada

    pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.

    j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,

    kekuasaan dan jabtannya untuk mendapat atau mencari keuntungan

    atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain.

    k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan

    integritas ASN.

    l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai

    disiplin pegawai ASN.

    Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam

    undang-undang ASN, memiliki indikator sebagai berikut :

    a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.

    b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan

    Republik Indonesia 1945.

    c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.

    d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.

    e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.

    f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.

    g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.

    h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program

    pemerintah.

    i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,

    tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.

    j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.

    k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.

    l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    27 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.

    n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis

    sebagai perangkat sistem karir.

    4. Komitmen Mutu

    Pelayanan publik yang bermutu merupakan wujud akuntabilitas

    pemerintah selaku penyedia layanan publik. Pelayanan publik yang

    bermutu akan menciptakan kepercayaan publik kepada pemerintah.

    Mutu dalam pelayanan publik, meskipun penting dan harus dilakukan

    sebagai suatu akuntabilitas ternyata tidak terlepas dari motivasi politis

    pembuat kebijakan dan kinerja organisasi pemerintah. Untuk itu,

    penciptaan pertanggungjawaban kepada pelanggan semakin menekan

    organisasi-organisasi pemerintah untuk memperbaiki hasil-hasil mereka,

    tidak sekadar mengelola sumber daya mereka.

    Komitmen mutu beranjak dari 4 prinsip utama yang harus dipenuhi,

    yaitu:

    a. Efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah

    direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.

    b. Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan

    sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan, sehingga tidak

    terjadi pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi,

    penyimpangan prosedur, dan mekanisme yang keluar alur.

    c. Karakteristik ideal dari tindakan yang efektif dan efisien antara lain:

    penghematan, ketercapaian target secara tepat sesuai dengan yang

    direncanakan, pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat,

    serta terciptanya kepuasan semua

    d. Konsekuensi dari penyelenggaraan kerja yang tidak efektif dan tidak

    efisien adalah ketidaktercapaian target kerja, ketidakpuasan banyak

    pihak, menurunkan kredibilitas instansi tempat bekerja di mata

    masyarakat, bahkan akan menimbulkan kerugian secara finansial.

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    28 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Ada lima dimensi karakteristik yang digunakan pelanggan dalam

    mengevaluasi kualitas pelayan (Berry dan Pasuraman dalam Zulian

    Zamit, 2010:11), yaitu :

    a. Tangibles (bukti langsung), yaitu : meliputi fasilitas fisik, perlengkapan,

    pegawai, dan sarana komunikasi;

    b. Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan dalam memberikan

    pelayanan dengan segera dan memuaskan serta sesuai dengan yang

    telah dijanjikan;

    c. Responsiveness (daya tangkap), yaitu keinginan untuk memberikan

    pelayanan dengan tanggap;

    d. Assurance (jaminan), yaitu mencakup kemampuan, kesopanan, dan

    sifat dapat dipercaya;

    e. Empaty, yaitu kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi

    yang baik, dan perhatian dengan tulus terhadap kebutuhan

    pelanggan.

    5. Anti Korupsi

    Korupsi adalah diskresi atau monopoli tanpa adanya akuntabilitas.

    Kesadaran diri akan anti korupsi yang dibangun melalui pendekatan

    spiritual, dengan selalu ingat akan tujuan keberadaannya sebagai

    manusia di muka bumi, dan selalu ingat bahwa seluruh ruang dan waktu

    kehidupannya harus dipertanggungjawabkan, dapat menjadi benteng

    kuat untuk anti korupsi

    Tanggung jawab spiritual yang baik pasti akan menghasilkan niat

    yang baik dan mendorong untuk memiliki visi dan misi yang baik, hingga

    selalu memiliki semangat untuk melakukan proses atau usaha terbaik

    dan mendapatkan hasil terbaik agar dapat dipertanggungjawabkan juga

    secara publik.

    Penyelarasan nilai anti korupsi dengan nilai-nilai organisasi

    merupakan sebuah kontribusi nyata untuk dapat mengetahui “apakah

    nilai-nilai organisasi yang akan menjadi tempat bekerja, telah selaras dan

    menampung secara maksimal nilai-nilai dasar anti korupsi?”

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    29 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Keselarasan tersebut akan mengurangi dilema etik dan menjadi payung

    bagi kontribusi dalam membangun sistem integritas.

    Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang

    harus diperhatikan, yaitu :

    a. Jujur

    Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama

    bagi penegakan integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran

    mustahil seseorang bisa menjadi pribadi yang berintegritas.

    Seseorang dituntut untuk bisa berkata jujur dan transparan serta tidak

    berdusta baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, sehingga dapat

    membentengi diri terhadap godaan untuk berbuat curang.

    b. Peduli

    Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang

    memiliki sifat kasih sayang. Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi

    akan memperhatikan lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat

    banyak orang yang tidak mampu, menderita, dan membutuhkan

    uluran tangan. Pribadi dengan jiwa sosial tidak akan tergoda untuk

    memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar tetapi ia malah

    berupaya untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk

    membantu sesama.

    c. Mandiri

    Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang

    menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas

    kemandirian yang dimiliki seseorang memungkinkannya untuk

    mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja secara efektif. Pribadi

    yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang

    tidak bertanggungjawab demi mencapai keuntungan sesaat.

    d. Disiplin

    Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan

    konsistensi untuk terus mengembangkan potensi diri membuat

    seseorang akan selalu mampu memberdayakan dirinya dalam

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    30 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    menjalani tugasnya. Kepatuhan pada prinsip kebaikan dan kebenaran

    menjadi pegangan utama dalam bekerja. Seseorang yang mempunyai

    pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus dalam

    kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara yang mudah.

    e. Tanggung Jawab

    Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan

    menyadari bahwa keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk

    melakukan perbuatan baik demi kemaslahatan sesama manusia.

    Segala tindak tanduk dan kegiatan yang dilakukannya akan

    dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa,

    masyarakat, negara, dan bangsanya. Dengan kesadaran seperti ini

    maka seseorang tidak akan tergelincir dalam perbuatan tercela dan

    nista.

    f. Kerja Keras

    Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan

    kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang

    sebesar-besarnya. Ia mencurahkan daya pikir dan kemampuannya

    untuk melaksanakan tugas dan berkarya dengan sebaik-baiknya. Ia

    tidak akan mau memperoleh sesuatu tanpa mengeluarkan keringat.

    g. Sederhana

    Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang

    menyadari kebutuhannya dan berupaya memenuhi kebutuhannya

    dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan. Ia tidak tergoda untuk

    hidup dalam gelimang kemewahan. Kekayaan utama yang menjadi

    modal kehidupannya adalah ilmu pengetahuan. Ia sadar bahwa

    mengejar harta tidak akan pernah ada habisnya karena hawa nafsu

    keserakahan akan selalu memacu untuk mencari harta sebanyak-

    banyaknya.

    h. Berani

    Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian

    untuk menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan. Ia tidak akan

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    31 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    mentolerir adanya penyimpangan dan berani menyatakan

    penyangkalan secara tegas. Ia juga berani berdiri sendirian dalam

    kebenaran walaupun semua kolega dan teman-teman sejawatnya

    melakukan perbuatan yang menyimpang dari hal yang semestinya. Ia

    tidak takut dimusuhi dan tidak memiliki teman kalau ternyata mereka

    mengajak kepada hal-hal yang menyimpang.

    i. Adil

    Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa

    yang dia terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut

    untukmendapatkan lebih dari apa yang ia sudah upayakan. Bila ia

    seorang pimpinan maka ia akan memberi kompensasi yang adil

    kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya. Ia juga ingin

    mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat dan

    bangsanya.

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    32 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    F. Matrix Rancangan

    Unit Kerja : UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi

    Identifikasi Isu : 1. Pemadatan materi perkuliahan ilmu Falak

    menjadi hanya 2 SKS.

    2. Pembelajaran berbasis Praktis

    3. Optimalisasi laboratorium Falak

    4. Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui

    Sosialisasi dan Kalibrasi Arah KiblatPelatihan

    Ilmu Falak siswa/siswi sekolah menengah

    pertama dan lanjutan.

    5. Panduan penulisan karya ilmiah bagi

    mahasiswa

    6. Pembuatan bahan pembelajaran Ilmu Falak

    Isu Terpilih : Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui

    Sosialisasi dan Kalibrasi Arah Kiblat

    Gagasan Pemecahan

    : Pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi

    pengukuran dan kalibrasi arah kiblat

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    33 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Tabel 2.4

    Matrik Rancangan Kegiatan

    No. Kegiatan Tahapan Output /Hasil

    Keterkaitan Substansi Mata

    Pelatihan

    Kontribusi Kegiatan Pencapaian Visi dan

    Misi Organisasi

    Kontribusi Pencapaian

    Penguatan Nilai-nilai Organisasi

    Penjadwalan

    1 Diskusi dan koordinasi dengan pihak Fakultas dan dosen ilmu Falak Senior

    Menghubungi pihak Fakultas untuk mencari waktu pertemuan

    Konsultasi dan diskusi

    Peminjaman alat

    Pemahaman menyeluruh mengenai langkah-langkah yang akan ditempuh

    Mendapatkan pinjaman alat pengukur arah kiblat

    Proses koordinasi dengan pihak fakultas dan dosen senior terkait dengan nilai-nilai etika publik karena berkaitan dengan etika dalam menjaga standar nilai etika luhur berkaitan dengan penghargaan kepada orang lain dalam hal ini dosen senior. Selain itu juga berkaitan dengan komitmen mutu terkait dengan alur kerja yang diperoleh dan mutu pelaksanaan kegiatan inti berupa pengadaan alat-alat yang standar untuk pengukuran arah kiblat.

    Berkontribusi dalam mewujudkan misi UIN STS yang ke dua, yaitu Menyediakan akses dan perataaan pendidikan tinggi bermutu yang relevan dengan kebutuhan masyarkat serta misi ke 3 dan ke empat, yaitu Melakukan penelitian dan pengabdian kepada msyarakat, berbasis transintegrasi keilmuan dengan semangat islamic entrepreneurship inovatif dan; Mengembangkan mutu tata kelola kelembagaan dan memperluas jaringan kerjasama

    berkontribusi dalam pencapaian penguatan nilai-nilai organisasi yang amanah dan mandiri

    Minggu 1

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    34 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Konsep Whole of Government (WoG) WoG juga tergambar dari upaya-upaya kolaboratif antara Fakultas dengan dosen senior.

    2 Koordinasi dengan LP2M

    Menghubungi pihak LP2M untuk mencari waktu pertemuan

    Konsultasi dan diskusi

    Surat pengantar pengabdian masyarakat, pemahaman yang komprehensif tentang aturan, kewajiban dan langkah-langkah yang kan ditempuh

    berkaitan dengan komitmen mutu dalam hal konsultasi dan diskusi serta akuntabilitas sebagai bagian dari civitas akademika untuk mengikuti dan mematuhi aturan yang telah ditentukan. Dalam beberapa hal, juga berkaitan dengan akuntabilitas, seperti dalam hal integrasi dan bertdasarkan tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengabdian yang akan dilakukan. Konsep Whole of Government (WoG) WoG juga tergambar dari upaya-upaya kolaboratif antara

    Menunjang misi ke-4 Mengembangkan mutu tata kelola kelembagaan dan memperluas jaringan kerjasama

    menunjang nilai-nilai smart dan amanah

    Minggu 2

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    35 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Dosen dengan LP2M selaku gerbang penelitian dalam instansi.

    3 Koordinasi dengan KEMENAG kota Jambi

    Komunikasi awal

    Penjadwalan

    Pelaksanaan koordinasi dan diskusi

    pemahaman yang komprehensif tentang lapangan tempat pengabdian, data masjid yang membutuhkan kalibrasi arah kiblat

    berkaitan dengan komitmen mutu dalam hal mutu pelayanan yang akan diberikan dalam pengabdian. Juga berkaitan dengan nilai akuntabilitas yang lebih dirinci dalam hal integritas dan berdasarkan tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengabdian yang akan dilakukan. Konsep Whole of Government (WoG) WoG juga tergambar dari upaya-upaya kolaboratif antara Dosen dengan KEMENAG.

    Berkontribusi dalam mencapai misi ke 3 dan ke 4, yaitu Melakukan penelitian dan pengabdian kepada msyarakat, berbasis transintegrasi keilmuan dengan semangat islamic entrepreneurship inovatif dan; Mengembangkan mutu tata kelola kelembagaan dan memperluas jaringan kerjasama

    berkontribusi dalam pencapaian nilai-nilai Amanah dan smart

    Minggu ke 3

    4 Koordinasi dengan Masyarakat (Pengurus Masjid)

    Menghubungi Pengurus masjid

    Diskusi dengan pengurus masjid

    link atau kenalan di lapangan, pemahaman tentang tempat pengabdian dan

    Berkaitan dengan akuntabilitas untuk berkoordinasi dengan masyarakat serta dengan komitmen

    Berkontribusi dalam mencapai misi ke 3 dan ke 4, yaitu Melakukan penelitian dan pengabdian kepada

    berkontribusi dalam pencapaian nilai-nilai Amanah dan smart

    Minggu ke- 4 dan ke-5

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    36 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Penjadwalan survei dan pelaksanaan kegiatan

    jadwal survei dan pengabdian

    mutu pelaksanaan pengabdian masyarakat. berkaitan dengan komitmen mutu dalam hal konsultasi dan diskusi serta akuntabilitas sebagai bagian dari civitas akademika untuk mengikuti dan mematuhi aturan yang telah ditentukan untuk kepentingan pelayanan terhadap masyarakat. Konsep Whole of Government (WoG) WoG juga tergambar dari upaya-upaya kolaboratif antara Dosen dengan Masyarakat tempat pengabdian.

    msyarakat, berbasis transintegrasi keilmuan dengan semangat islamic entrepreneurship inovatif dan; Mengembangkan mutu tata kelola kelembagaan dan memperluas jaringan kerjasama

    5 Survei Lapangan

    Penentuan koordinat masjid

    Mencari data-data astronomis yang dibutuhkan dalam pengkalibrasian yang akan dilakukan

    Koordinat presisi masjid, data-data astronomis berkaitan dan ketetapan alat-alat dan software yang cocok untuk digunakan, serta tersusunnya

    Sesuai dengan nilai komitmen mutu dan akuntabilitas dalam proses awal pengabdian masyarakat. Juga berkaitan dengan akuntabilitas, seperti dalam hal

    mendukung misi ke-1 dan ke-3, yaitu Menyediakan akses dan perataaan pendidikan tinggi bermutu yang relevan dengan kebutuhan masyarkat dan Melakukan penelitian dan

    berkontribusi dalam pencapaian nilai-nilai Amanah dan smart dan Mandiri

    Minggu ke-6

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    37 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Menyiapkan alat yang sesuai

    panduan pengukuran arah kiblat.

    integrasi dan bertdasarkan tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengabdian yang akan dilakukan. Kegiatan ini juga akan mendukung kemaksimalan pelayanan publik saat pengabdian masyarakat dilakukan.

    pengabdian kepada msyarakat, berbasis transintegrasi keilmuan dengan semangat islamic entrepreneurship inovatif

    6 Sosialisasi dan Kalibrasi Arah Kiblat

    Mempersiapkan dan mengkondisikan Alat

    Penghitungan Arah Kiblat

    Pengukuran Arah Kiblat

    Sosialisasi kepada Arah Kiblat kepada Pengurus Masjid

    Pengambilan dokumentasi

    Penutupan dan penyerahan rekomendasi hasil pengukuran

    Terkondisikannya Alat pengukuran, kematangan persiapan, rekomendasi kepada pengurus masjid.

    Berkaitan dengan komitmen mutu berkaitan dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat dalam sosialisasi dan pengukuran arah kiblat. Juga berkaitan erat dengan akuntabilitas karena berhubungan erat dengan tanggung jawab sebagai dosen yang bertugas melakukan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu juga berhubungan dengan

    mendukung misi UIN STS yang ke-1 dan 3, yaitu Menyediakan akses dan perataaan pendidikan tinggi bermutu yang relevan dengan kebutuhan masyarkat dan Mengembangkan mutu tata kelola kelembagaan dan memperluas jaringan kerjasama.

    mendukung pencapaian nilai organisasi yang smart, amanah, leadership, agamis dan mandiri.

    minggu ke 7, 8 dan 9

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    38 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    etika publik dalam pelayanan saat sosialisasi dan pengukuran.

    7 Pelaporan hasil kepada KEMENAG Jambi

    Pelaporan kepada KEMENAG

    Presentasi hasil pengabdian kepada masyarakat

    realisasi penyerahan laporan dan presentasi hasil pengabdian kepada masyarakat

    Berhubungan dengan akuntabilitas dalam hal transparansi, tanggung jawab dan integritas. Selain itu juga berkaitan dengan komitmen mutu dalam hal laporan yang diberikan untuk kemudian dilaksanakan evaluasi dan perbaikan. Juga berhubungan dengan etika publik karena bersangkutan dengan etika pelaporan untuk transparansi hasil yang didapatkan. Konsep Whole of Government (WoG) WoG juga tergambar dari upaya-upaya kolaboratif antara Fakultas dengan KEMENAG.

    Berkitan dengan pendukungan pencapaian misi yang ke-4, yaitu Mengembangkan mutu tata kelola kelembagaan dan memperluas jaringan kerjasama.

    mendukung pencapaian nilai organisasi yang smart, amanah, agamis dan mandiri

    Minggu ke-10

    8 Pelaporan hasil kepada LP2M dan Fakultas

    Pelaporan kepada LP2M dan Fakultas dan Penyerahan Hasil Pengabdian

    realisasi penyerahan laporan dan Surat Keterangan Telah

    Berhubungan dengan akuntabilitas dalam hal transparansi,

    Berkitan dengan pendukungan pencapaian misi yang ke-4, yaitu Mengembangkan

    mendukung pencapaian nilai organisasi yang

    Minggu ke-11

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    39 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Masyarakat kepada LP2M.

    Melakukan Pengabdian Masyarakat

    tanggung jawab dan integritas. Selain itu juga berkaitan dengan komitmen mutu dalam hal laporan yang diberikan untuk kemudian dilaksanakan evaluasi dan perbaikan. Juga berhubungan dengan etika publik karena bersangkutan dengan etika pelaporan untuk transparansi hasil yang didapatkan. Konsep Whole of Government (WoG) WoG juga tergambar dari upaya-upaya kolaboratif antara Dosen dengan LP2M.

    mutu tata kelola kelembagaan dan memperluas jaringan kerjasama.

    smart, amanah, agamis dan mandiri

    G. Jadwal Kegiatan

    Kegiatan Aktualisasi dalam Habituasi ini dilaksanakan dalam waktu 80 hari kerja. Secara konkrit, jadwal

    pelaksanaan aktualisasi dalam penyelesaian isu internal kampus akan dilakukan sesuai jadwal berikut:

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    40 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    Tabel 2.5

    Jadwal Rancangan Kegiatan

    NO Kegiatan Tahap

    Ju

    ni Juli Agustus September Oktober

    IV I II III IV I II III IV I II III IV I II

    1 Diskusi dan koordinasi dengan pihak Fakultas dan dosen ilmu Falak Senior

    Menghubungi pihak Fakultas untuk mencari waktu pertemuan

    Konsultasi dan diskusi

    Peminjaman alat

    2 Koordinasi dengan LP2M Menghubungi pihak Fakultas untuk mencari waktu pertemuan

    Konsultasi dan diskusi

    3 Koordinasi dengan KEMENAG kota Jambi

    Komunikasi awal

    Penjadwalan

    Pelaksanaan koordinasi dan diskusi

    4 Koordinasi dengan Masyarakat (Pengurus Masjid)

    Menghubungi Pengurus masjid

    Diskusi dengan pengurus masjid

    Penjadwalan survei dan pelaksanaan kegiatan

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    41 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    5 Survei Lapangan

    Penentuan koordinat masjid

    Mencari data-data astronomis yang dibutuhkan dalam pengkalibrasian yang akan dilakukan

    Menyiapkan alat yang sesuai

    6 Sosialisasi dan Kalibrasi Arah Kiblat

    Mempersiapkan dan mengkondisikan Alat

    Penghitungan Arah Kiblat

    Pengukuran Arah Kiblat

    Sosialisasi kepada Arah Kiblat kepada Pengurus Masjid

    Pengambilan dokumentasi

    Penutupan dan penyerahan rekomendasi hasil pengukuran

    7 Pelaporan hasil kepada KEMENAG Jambi

    Pelaporan kepada KEMENAG

    Presentasi hasil pengabdian kepada masyarakat

    8 Pelaporan hasil kepada LP2M dan Fakultas

    Pelaporan kepada LP2M dan Fakultas

    Presentasi hasil pengabdian kepada masyarakat

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    42 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    9 Penyusunan Laporan Aktualisasi

    Menginventarisir Data dan dokumen hasil kalibrasi arah kiblat di lapangan

    Penyusunan laporan

    Bimbingan

    Perbaikan

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    43 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    H. Kendala dan Antisipasi

    1. Berbenturan dengan tugas mengajar dan tugas pengkaryaan,

    antisipasinya:

    a. Jika berkaitan dengan tugas dosen, maka mesti dicarikan jadwal

    yang lebih tepat, sehingga tidak mengganggu tugas mengajar di

    kelas

    b. Jika berkaitan dengan tugas pengkaryaan, dibutuhkan diskusi dan

    memberikan pemahaman kepada pimpinan langsung di lembaga

    penempatan.

    2. Tidak tersedianya alat yang memadai karena rusak atau karena alasan

    lainnya, antisipasinya dengan menggunakan alat pribadi atau alat lain

    yang bisa dimaksimalkan untuk pengukuran.

    3. Tidak kooperatifnya pengurus masjid, diantisipasi dengan mencari

    alternatif masjid lain yang lebih relevan.

    4. Lambatnya proses koordinasi dengan pihak eksternal, dalam hal ini

    KEMENAG, antisipasinya dengan mendatangi langsung kantor

    KEMENAG kota Jambi dan langsung menemui pihak bersangkutan.

    5. Kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM), solusinya dengan

    melibatkan peran serta dari mahasiswa, hal ini juga dimaksudkan agar

    menambah pemahaman dan keterampilan mahasiswa itu sendiri dalam

    pengukuran arah kiblat.

    6. Cuaca Buruk, diantisipasi dengan mencari waktu lain.

  • Optimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Kalibrasi Arah Kiblat

    44 Laporan Aktualisasi Tasnim Raman Fitra

    BAB III

    REALISASI AKTUALISASI

    A. Jadwal Kegiatan Aktualisasi

    Berdasarkan jadwal yang telah direncanakan dalam rancangan

    aktualisasi, kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu 85 hari kerja sesuai

    dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Balai Diklat Kementerian

    Agama Padang. Penjadwalan kegiatan aktualisasi itu telah dirumuskan

    dalam rancangan aktualisasi dan telah diseminarkan sebelumnya. Adapun

    rincian dari jadwal kegiatan aktualisasi tersebut dapat dilihat pada tabel

    berikut:

    Tabel 3.1

    Jadwal Kegiatan Aktualisasi

    No. Sumber Kegiatan

    Nama Kegiatan Output /Hasil

    Nilai

    Waktu Pelaksanaan

    1. Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)

    Diskusi dan koordinasi dengan pihak Fakultas dan dosen ilmu Falak Senior

    Pemahaman menyeluruh mengenai langkah-langkah yang akan ditempuh

    90

    Minggu 1

    2. Kreatifitas peserta yang diizinkan mentor

    Koordinasi dengan LP2M

    Surat pengantar pengabdian masyarakat, pemahaman yang komprehensif tentang aturan, kewajiban dan langkah-langkah yang kan ditempuh

    90

    Minggu 2

    3. Kreatifitas peserta yang diizinkan mentor

    Koordinasi dengan KEMENAG kota Jambi

    pemahaman yang komprehensif tentang lapangan tempat pengabdian, data masjid yang membutuhkan kalibrasi arah kiblat

    90

    Minggu ke 3

    4. Kreatifitas peserta yang diizinkan mentor

    Koordinasi dengan Masyarakat (Pengurus Masjid)

    link atau kenalan di lapangan, pemahaman tentang tempat pengabdian dan jadwal survei dan pengabdian

    90

    Minggu ke- 4 dan ke-5

    5. Penugasan Pimpinan

    Survei Lapangan Koordinat presisi masjid, data-data astronomis berkaitan dan ketetapan alat-alat dan software yang cocok untuk digunakan, serta ters