of 26/26
LAPORAN INDIVIDU KULIAH KERJA NYATA (KKN) REGULER GEL. 85 UNIVERSITAS HASANUDDIN BEKERJASAMA DENGAN KODAM VII/WIRABUANA DESA TANARIGELLA, KECAMATAN BUA, KABUPATEN LUWU HALAMAN JUDUL Laporan Individu, Desa Tanarigella, Kec. Bua 1

LAPORAN INDIVIDU KKN

  • View
    28

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan KKN

Text of LAPORAN INDIVIDU KKN

LAPORAN INDIVIDUKULIAH KERJA NYATA (KKN) REGULER GEL. 85UNIVERSITAS HASANUDDIN BEKERJASAMA DENGANKODAM VII/WIRABUANADESA TANARIGELLA, KECAMATAN BUA, KABUPATEN LUWU

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wbPuji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyusun Laporan Individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UNHAS Gelombang 85 Tahun 2013.Laporan Pelaksanaan Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UNHAS Gelombang 85 Tahun 2013 ini disusun dengan tujuan bagaimana memahami kondisi masyarakat secara objektif dan merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kendala keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki mengakibatkan penyusunan laporan program kerja ini masih sangat jauh dari predikat sempurna. Namun, berkat bantuan dan masukan dari berbagai pihak setidaknya laporan program kerja ini menjadi sedikit lebih baik oleh karenanya penulis menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak M. RUSYDI ALWI, ST., MT selaku Supervisor yang telah banyak meluangkan waktunya di tengah kesibukan yang dihadapi untuk mengarahkan dan membimbing penulis mengenal lebih jauh tentang KKN. Rasa terima kasih kepada :1. Rektor Universitas Hasanuddin beserta jajarannya.2. Pengelola P2KKN LPM Unhas , Bapak Dr. Hasrullah, MA. selaku Kepala Pusat, serta staf dan satgas yang telah bertugas dengan baik selama KKN Reguler UNHAS Gelombang 85 Tahun 2013 ini berlangsung.3. Kepala Desa Tanarigella, Bapak Andi Baso Anka, SE dan Bapak Ahsan beserta jajaran dan staf Kantor Desa Tanarigella atas dukungannya selama kami KKN.4. Babinsa TNI, yang terus mendampingi kami dalam menjalankan program kerja selama KKN5. Para Kepala Dusun dan Tokoh tokoh Masyarakat Desa Tanarigella yang telah menerima kami dengan baik dan membantu kami dalam menyelesaikan program kerja kami selama di lokasi.6. Para Remaja Masjid Al-Falah, Mesjid Jami dan Mesjid Istiqamah Desa Tanarigella yang telah berbagi pengalaman sehingga memudahkan kami dalam mengadaptasi diri selama ber-KKN.7. Serta pihak lain yang tidak sempat kami tuliskan, kami haturkan banyak terima kasih.

Penulis menyadari bahwa apa yang terdapat dalam laporan program kerja kelompok ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam laporan program ini. Akhir kata, Penulis ucapkan banyak terima kasih.

Makassar, 16 Agustus 2013 PENULIS

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangB. Tujuan KKNC. Sasaran KKN

BAB IIGAMBARAN UMUM DAN POTENSI DESAA. Kondisi Geografis1. Letak GeografisDesa Tanarigella merupakan salah satu dari 15 desa di wilayah Kecamatan Bua. Desa Tanarigella berjarak 1 Km dari pusat pemerintahan kecamatan, sedangkan jarak ke Ibu Kota Kabupaten Luwu 43 Km yang dihubungkan dengan sarana jalan aspal Adapun jarak ke Pusat Pemerintahan Provinsi Sulsel 430 Km, dengan kondisi jalan aspal.Jika dilihat Secara administrasi, wilayah Desa Tanarigella berbatasan dengan : Sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Sakti, Kec. Bua Sebelah timur berbatasan dengan Desa Pammesakkang, Kec. Bua Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Puty, Kec. Bua Sebelah barat berbatasan dengan Desa Tiromanda, Kec. Bua

2. Kondisi AlamDesa Tanarigella memiliki luas 66,9 ha/m2. Kondisi topografi Desa Tanarigella terdiri dari dataran rendah, bukit dan aliran sungai/bantaran sungai. Sehingga, Desa Tanarigella ini memiliki fungsi lahan dan jenis tanah yang tidak monoton. Terdapat beberapa jenis tanah di Desa Tanargella yakni tanah kering dan tanah basah. Kondisi tanah yang heterogen menjadikan tanah di Desa Tanarigella tergolong tanah yang subur dan produktif untuk ditanami berbagai jenis tanaman baik tanaman jangka pendek maupun tanaman jangka panjang. Kondisi alam yang beragam, menjadikan Desa Tanariella memiliki beberapa fungsi lahan, misalnya fungi lahan permukiman, persawahan, perkebunan, hutan dan kuburan. B. Kondisi DemografisJumlah penduduk di Desa Tanarigella sebanyak 1.901 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 465 KK. Dari 1.901 jiwa tersebut terdiri dari laki laki sebanyak 884 jiwa dan perempuan sebanyak 1017 jiwa. Berikut tabel Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin Desa Tanarigella tahun 2012.Tabel 1. Komposisi Penduduk Desa Tanarigella Berdasarkan Jenis KelaminNo.Jenis KelaminJumlah Penduduk (jiwa)

1.Laki laki884

2.Perempuan1017

Total1.901

Sumber : Daftar data potensi Desa Tanarigella Tahun 2012

C. Kondisi Sosial Ekonomi/BudayaPenduduk Desa Tanarigella sebagian besar bersuku Luwu sehingga percakapan sehari-hari menggunakan Bahasa Luwu. Keadaan sosial ekonomi dan budaya sangat berpengaruh terhadap kehidupan dan kesehatan suatu kelompok mayarakat. Oleh karena itu faktor sosial ekonomi sangat penting untuk diperhatikan demi meningkatkan status derajat kesehatan. Keadaan sosial ekonomi dan budaya masyarakat Jambu cukup beragam mulai dari agama, tingkat pendidikan dan mata pencaharian.1. AgamaPenduduk Desa Tanarigella mayoritas memeluk agama Islam sebanyak 1.199 jiwa dan memiliki 4 buah masjid dan 1 musallah hanya beberapa yang memeluk agama lain, yakni sebanyak 6 jiwa.

2. PendidikanProfil pendidikan memberikan gambaran potensi sumberdaya manusia. Pendidikan maupun skill penduduk khususnya di Desa Tanarigella dapat dikategorikan kurang memadai. Hal ini disebabkan karena fasilitas sarana dan prasarana pendidikan masih kurang, fasilitas pendidikan terdiri 1 unit Taman Kanak-Kanak (TK), 1 unit Sekolah Dasar (SD), dan 1 unit Sekolah Menengah Atas (SMA).Tabel 2. Komposisi Penduduk Desa Tanarigella Berdasarkan Tingkat PendidikanTidak Pernah SekolahRendah (SMP & SD)Sedang (SMA)Tinggi (Sarjana)

8472336138

Sumber : Daftar data potensi Desa Tanarigella pada RPJMDes Tahun 2011/20153. Mata PencaharianBerdasarkan potensi alam yang dimiliki Desa Tanarigella yakni ketersediaan lahan pertanian baik berupa sawah tadah hujan maupun sawah irigasi sehingga mata pencaharian utama masyarakat adalah buruh tani dan petani.Tabel 2. Komposisi Penduduk Desa Tanarigella Berdasarkan Jenis PekerjaanPetaniWiraswastaPNSBuruh TaniTukang OjekPolriPelaut

16510423055239

Sumber : Daftar data potensi Desa Tanarigella pada RPJMDes Tahun 2011/2015

4. AgamaD. Berdasarkan komposisi penduduk penduduk, mayoritas penduduk memeluk agama Islam sebanyak 1199 jiwa dan memiliki 4 buah masjid dan 1 buah mushallah, sementara hanya beberapa yang memeluk agama lain, yakni sebanyak 6 jiwa.

1. Pendidikan2. Mata PencaharianE. Kondisi Perumahan dan Pemukiman Penduduk1. Kondisi Kesehatan MasyarakatFaktor LingkunganFaktor Perilaku Faktor Pelayanan Kesehatan

BAB IIIIDENTIFIKASI MASALAHA. Identifikasi MasalahIdentifikasi masalah merupakan langkah awal yang dilakukan untuk mengawali suatu perencanaan secara jelas dan spesifik dengan memfokuskan pada wilayah observasi. Tujuan identifikasi masalah ini ialah memberi gambaran secara menyeluruh wilayah perencanaan baik dari segi hambatan maupun potensi yang ada di Desa Tanarigella. Dengan adanya identifikasi masalah ini, diharapkan agar program kerja yang hendak disusun dapat tepat sasaran atau sesuai dengan kebutuhan Desa Tanarigella. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah di Desa Tanarigella ialah melalui observasi langsung serta FGD (Focus Group Discusion) dengan masyarakat Desa selama 1 minggu. Terdapat beberapa masalah yang didapatkan dari hasil observasi langsung dan diskusi terutama di bidang keilmuwan penulis yakni terkait pengembangan wilayah dan kota, yakni : 1. Kondisi Pengolahan Persampahan yang kurang baik, sehingga akan berdampak pada kondisi lingkungan yang kurang kondusif. Salah satu indikator lingkungan yang bersih ialah pengelolaan persampahan yang baik. Pengelolaan persampahan yang dimaksud ialah pemilahan, pewadahan, pengankutan dan pemrosesan akhir di TPA. Proses pemilahan dan pewadahan seharusnya dilakukan di lingkup rumah tangga sehingga sampah dari rumah tangga tidak langsung di buang di tempat sampah melainkan diolah terlebih dahulu dengan menggunakan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban TPA (Tempat Pembuangan Akhir).Kondisi Eksisting persampahan di Desa Tanarigella belum terwadahi dengan baik, dimana masyarakat masih banyak yang membuang sampah di sungai dan tanah kosong yang selanjutnya dibakar. Hal ini tentunya dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Namun, pada salah satu perumahan yang terdapat di Desa ini, untuk proses pemilahan sudah baik dimana sampah organik dan nonorganik dipisahkan. Namun tetap saja tanah kosong yang menjadi TPS dan kemudian di bakar. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan proses pemilahan sudah baik. Kondisi tidak tersedianya TPA di kabupaten Luwu memaksa masyarakat untuk mengolah sampahnya secara swadaya dan lebih memilih metode yang mudah misalnya dibakar dan dihanyutkan ke sungai. 2. Tidak Tersedianya Peta yang Informatif bagi Masyarakat Desa Tanarigella terutama Peta Fungsi Lahan.Peta merupakan gambaran rupa bumi yang dituangkan dalam bidang datar yang berfungsi sebagai salah satu pemberi informasi terkait lokasi suatu tempat. Desa Tanarigella sudah memiliki peta administrasi desa yang terdiri dari batas desa, batas dusun, jalan, sungai dll. Namun, masih merasa perlu dilengkapai dengan adanya peta fungsi lahan yang dapat menjadi informasi bagi para masyarakat dan pendatang tentang fungsi lahan Desa Tanarigella.

B. Kendala yang DihadapiKendala yang dihadapi selama masa KKN di Desa Tanarigella adalah masa KKN yang bertepatan dengan Bulan Ramadhan sehingga membutuhkan tenaga lebih untuk menyelesaikan porgram kerja terutama program kerja yang sifatnya fisik. Selain itu, sifat prokrastinasi yang muncul selama KKN menjadi faktor utama penghambat pelaksanaan program kerja yang telah disusun.Program kerja tambahan yakni permintaan dari warga yang tiba-tiba dan berbentuk fisik mengharuskan kami untuk menyelesaikan terlebih dahulu program kerja tersebut lalu kemudian melanjutkan program kerja yang telah direncanakan sebelumnya. Hal ini, yang mengakibatkan penundaan pelaksanaan program kerja yang lainnya. Walaupun hambatan dan kendala yang ada, kami selaku mahasiswa KKN mengupayakan program kerja yang sudah di programkan terlaksana dengan baik.

BAB IVALTERNATIF PEMECAHAN MASALAHBerdasarkan hasil identifikasi masalah yang ditemukan di Desa Tanarigella dan dengan menyesuaikan dengan kondisi dan sumber daya yang ada di lapangan maka ditetapkan alternatif pemecahan masalah dengan merumuskan beberapa program kerja, yang harapannya bisa menjadi solusi dari masalah yang dihadapi. Adapun program kerja tersebut ialah sebagai berikut :1. Penyuluhan Persampahan dan Pembuatan Komposter TakakuraPola pembuangan sampah yang dilakukan di tanah kosong dan dibakar menjadi dasar diadakannya penyuluhan persampahan terkait pentingnya pengolahan sampah baik sampah orgaik maupun nonorganik. Dalam penyuluhan ini dilengkapi dengan simulasi pembuatan komposter yang menjadi alternatif pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga sehingga dapat menghasilkan pupuk kompos yang dapat digunakan oleh masyarakat baik untuk pribadi maupun dapat dijadikan usaha. Komposter yang dibuat diberi nama keranjang Takakura yang mengadopsi dari penemuan ilmuwan Jepang. 2. Pembuatan Peta Fungsi Lahan Desa TanarigellaPeta fungsi lahan ini merupakan salah satu infomasi yang dapat digunakan baik warga maupun masyarakat, karena tidak hanya memuat penggunaan lahan Desa Tanarigella saja namun juga memuat batas-batas administrasi desa dan persebaran sarana yang ada di Desa Tanarigella. Pembuatan peta fungsi lahan ini membutuhkan peta citra yang bersumber dari aplikasi google earth yang kemudian diregistrasi dan didigitasi menggunakan software khusus pemetaan yaitu Archmap 10.1 yang merupakan aplikasi dari ESRI.

BAB VEVALUASI DAN HASIL PELAKSANAANPelaksanaan program kerja tetap mengacu pada hasil program kerja yang telah diseminarkan dan dijadwalkan. Berdasarkan time schedule yang telah disusun pada saat seminar, program kerja individu ini dilakukan tidak sesuai jadwal. Hal ini disebabkan oleh hambatan dan kendala yang telah disebutkan sebelumnya. Walau demikian, program kerja ini tetap terlaksana dengan baik. Adapun detail pelaksanaan program kerja tersebut sebagai berikut :1. Penyuluhan Persampahan dan Pembuatan Komposter TakakuraTujuan : Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pegolahan sampah dan peran serta masyarakat dalam memanfaatkan sampah organik menjadi kompos. Sasaran : Masyarakat Desa TanarigellaTarget : Terciptanya kebersihan lingkunganWaktu Pelaksanaan : Selasa, 30 Juli 2013 (Pekan ke-VI)Tempat Pelaksanaan : Kantor Desa TanarigellaRealisasi : Terlaksana dengan baik oleh mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Tanarigella.

2. Pembuatan Peta Fungsi Lahan Desa Tanarigellaa. Tujuan : Menyediakan peta fungsi lahan yang lebih informatif untuk kebutuhan warga maupun administrasi kantor desab. Sasaran : Kantor Desa Tanarigellac. Target : Pengadaan peta administrasi desa dan peta fungsi lahan di kantor desa Tanarigellad. Waktu Pelaksanaan : Pembuatan Peta di mulai sejak pekan ke-III KKN, dan penyerahan di Kantor Desa pada pekan ke-VI.e. Tempat Pelaksanaan : Kantor Desa Tanarigellaf. Realisasi : Terlaksana dengan baik oleh mahasiswa KKN.

BAB VI PENUTUP

A. KESIMPULAN Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya dan pengalaman yang diperoleh dari perwujudan program kerja yang telah terlaksana selama kurang lebih 6 minggu di Desa Jambu, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, antara lain :1. Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk pendidikan yang memberikan pengalaman kerja setiap individu dalam memperoleh pengalaman dilapangan baik secara teknis maupun teori serta kemampuan yang miliki oleh setiap peserta KKN yang berada di tengah-tengah masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan yang dialami masyarakat setempat dalam pembangunan.2. Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah sebuah pelajaran yang tidak didapatkan dalam perkuliahan, sebab dengan ber-KKN mahasiswa dapat mematangkan kepribadian dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam kehidupan sosial masyarakat.3. Bentuk kerjasama dengan TNI pada gelombang KKN kali ini sangatlah besar manfaatnya. Interaksi antara mahasiwa dan Babinsa TNI sangatlah erat dan mahasiswa KKN sangat terbantu dengan adanya sumbangsih oleh Babinsa4. Partisipasi masyarakat terhadap kegiatan KKN ternyata sengatlah besar. Terbukti dengan tingkat animo masyarakat yang tinggi di setiap kegiatan. 5. Beberapa mata pencaharian penduduk di Desa Jambu adalah petani seperti halnya kehidupan masyarakat desa lainnya.A. SaranAdapun saran yang dapat dipertimbangkan demi perkembangan dan kemajuan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di masyarakat guna peningkatan produktivitas kegiatan program kerja di lapangan, antara lain :1. Sebaiknya sebelum mahasiswa terjun ke lapangan diberikan terlebih dahulu gambaran lokasi dan keadaan pola perilaku masyarakat sehingga memudahkan dalam bersosialisasi dengan masyarakat.2. Sebaiknya Mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) diberikan lebih banyak materi pengenalan lapangan sehingga memudahkan asimilasi mahasiswa terhadap kebiasaan masyarakat setempat.3. Sebaiknya untuk KKN yang selanjutnya lebih ditingkatkan lagi pengawasan terhadap mahasiswa di lapangan, agar mahasiswa dapat terus terkontrol kegiatannya.4. Diperlukan perhatian dan kerjasama yang baik antara masyarakat dan anak KKN demi terciptanya suasana yang mendukung ke arah perkembangan dan kemajuan pembangunan. Dalam artian masyarakat jangan hanya menyetujui program kerja mahasiswa tetapi dapat juga berperan secara aktif didalamnya.

B. SARAN

LAMPIRANFOTO KEGIATANA. Penyuluhan Persampahan dan Pembuatan Komposter

B. Pembuatan Peta Fungsi Lahan Desa

FOTO SURVEI

FOTO KUNJUNGAN

Laporan Individu, Desa Tanarigella, Kec. Bua 15