Click here to load reader

Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Des 08 Audited + Catatan Atas Laporan Keuangan - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

  • View
    2.014

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Des 08 Audited + Catatan Atas Laporan Keuangan - PT Wijaya Karya...

PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 75.920.832 tahun 2008 dan Rp. 22.071.310 tahun 2007) Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Piutang Retensi Tagihan Bruto Pemberi Kerja Pendapatan Yang Akan Diterima Piutang Lain-lain (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp.16.627.386 tahun 2008 dan 2007) Persediaan Uang Muka Pajak Dibayar Dimuka Biaya Dibayar Dimuka Jaminan Usaha Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset Pajak Tangguhan Investasi Pada Perusahaan Asosiasi Tanah Belum Dikembangkan Aset Tetap (setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 169.027.814 tahun 2008 dan Rp.131.290.004 tahun 2007) Setoran Dana Kerja Sama Operasi Goodwill Aset Lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET 2008 2007

2e,3

1.051.432.167

1.364.820.703

2d,4 4 2g,5 2h,2p,6 2u,7

205.518.435 833.583.556 352.172.831 706.972.814 60.224.624

104.453.064 494.781.463 235.278.298 572.831.043 55.248.549

8 2i,9 2u,10 2y,11 2j,12 13

85.800.618 1.350.022.508 234.276.781 203.677.628 146.172.362 75.983 5.229.930.307

40.539.682 464.468.902 166.882.405 106.747.821 80.454.783 813.170 3.687.319.884

2y,23 2k,14 2l,15

19.708.510 21.589.497

6.597.280 1.708.240 3.441.729

16 2n,17 18 19

335.877.846 94.753.932 12.561.205 57.002.513 541.493.503 5.771.423.810

245.500.972 119.604.768 68.890.973 445.743.961 4.133.063.845

Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

4

PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Pinjaman Jangka Pendek Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak Hubungan Istimewa Hutang Lain-lain Kewajiban Bruto Pemberi Kerja Hutang Pajak Uang Muka Dari Pelanggan Biaya Yang Masih Harus Dibayar Pendapatan Yang Diterima Dimuka Hutang Jangka Panjang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Hutang Obligasi-Bersih Hutang Bank Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Imbalan Pasca Kerja Uang Muka Proyek Jangka Panjang Hutang Bank Jangka Panjang setelah dikurangi Bagian Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Jumlah Kewajiban Tidak Lancar HAK KEPEMILIKAN MINORITAS EKUITAS Modal Saham Modal Dasar 16.000.000.000 saham - nilai nominal Rp. 100 (Rupiah penuh) per saham, Modal ditempatkan dan disetor 5.846.154.000 saham tahun 2008 dan 2007 Modal saham yang diperoleh kembali disajikan dengan nilai nominal 127.448.000 saham Tambahan Modal Disetor Saldo laba Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 2008 2007

20 21

603.838.743 1.285.670.315 21.326.789 32.894.938 386.430 106.675.119 74.868.631 819.278.650 652.072.975

175.994.348 943.748.570 29.991.077 44.087.972 4.389.806 51.472.128 17.162.123 569.314.413 262.352.797

22 2h,2p,6 2y,23 2q,24 2u,25 26

2r,27 30

23.574.000 3.620.586.590

133.443.664 2.231.956.898

2y,23 2s,28 2t,29 30

3.718.383 8.037.914 665.257.512 6.426.000 683.439.809 82.756.205

934.489 544.013.001 544.947.490 64.947.389

31

32 33 34 35

584.615.400 (12.744.800) 565.877.973 246.892.633 1.384.641.206 5.771.423.810

584.615.400 577.339.779 129.256.889 1.291.212.068 4.133.063.845

Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

5

PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN Laba Kotor Sebelum Bagian Laba (Rugi) Proyek KSO Laba (Rugi) Proyek KSO Laba Kotor Setelah Bagian Laba Proyek KSO BEBAN USAHA Beban Penjualan Beban Umum dan Administrasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Bunga Laba (Rugi) Selisih Kurs Mata Uang Asing - Bersih Laba Penjualan Aktiva Tetap Beban Bunga dan Denda Beban Penyisihan Piutang Lain-lain Bersih Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak LABA BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS ATAS LABA ANAK PERUSAHAAN LABA BERSIH 2u,37 2u,38 2u,39 2008 6.559.077.280 6.113.046.734 446.030.546 (3.099.025) 442.931.521 2007 4.284.581.223 3.925.624.207 358.957.015 17.349.374 376.306.389

2u,40

2.589.810 152.411.483 155.001.293 287.930.228

10.948.795 124.745.623 135.694.418 240.611.971

53.743.541 26.437.634 4.289.126 (44.024.039) (50.177.873) (21.783.740) (31.515.351) 256.414.877

10.533.319 4.863.378 12.779.358 (51.044.430) (23.641.148) (6.154.769) (52.664.291) 187.947.679

2y,22 2y,22

(72.726.644) (9.034.916) (81.761.560) 174.653.317 (18.618.922) 156.034.395

(40.351.800) (3.973.255) (44.325.055) 143.622.624 (14.483.717) 129.138.907

Laba Bersih Per Saham Dasar (Rupiah penuh)

26,75

45,09

Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

6

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk tahun tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Modal Disetor Modal saham Diperoleh Kembali Tambahan Modal Disetor Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan Saldo Laba Ditentukan Penggunaannya Cadangan Cadangan Lainnya Bertujuan 99.272.565 Jumlah

Belum Ditentukan Penggunaannya 126.579.754 (1.012.793) (376.000) (751.000) (92.458.932) (31.863.047)

SALDO PER 1 JANUARI 2007 Tantiem Direksi dan Komisaris Bina Lingkungan Program Kemitraan Dana Cadangan Bertujuan Kapitalisasi ke Modal Disetor Penerbitan saham: Penawaran Umum Saham Program ESA Agio saham Laba Bersih SALDO PER 31 DESEMBER 2007 Pembelian Kembali Saham yang Beredar Deviden Bina Lingkungan Program Kemitraan Dana Cadangan Bertujuan Cadangan lainnya

69.523.000

563

87.635.040

19.246.853

402.257.775 (1.012.793) (376.000) (751.000)

330.477.000 166.153.860 18.461.540 584.615.400 584.615.400 (12.744.800)

(563)

(87.635.040)

(19.246.853)

92.458.932 (191.731.497)

577.339.779 577.339.779 577.339.779 (11.461.806)

117.982 129.138.907 129.256.889

166.153.860 18.461.540 577.339.779 1.162.073.161 129.138.907 1.291.212.068 (24.206.606) (34.907.865) (1.163.595) (2.327.191)

11.635.955 79.104.301 584.615.400 (12.744.800) (12.744.800) 565.877.973 565.877.973 79.104.301 79.104.301 11.635.955 11.635.955

(34.907.865) (1.163.595) (2.327.191) (11.635.955) (79.104.301) 117.982 156.034.395 156.152.377

1.228.606.811 156.034.395 1.384.641.206

Laba Bersih SALDO PER 31 DESEMBER 2008 584.615.400

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

7

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) URAIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Kas dari Pelanggan Pembayaran Kepada Pemasok Pembayaran Kepada Direksi dan Karyawan Pembayaran Beban Usaha Penerimaan Bunga Pembayaran Bunga Pinjaman Pembayaran Pajak Penghasilan Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan (Penambahan) Jaminan Usaha Pembelian Aktiva Tetap Penempatan pada Perusahaan Assosiasi Penurunan (Kenaikan) Kerjasama Operasi Pengeluaran Investasi Lainnya Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Kenaikan (Penurunan) Pinjaman Bank Pembelian Kembali Obligasi Pembelian Kembali Saham yang Beredar Setoran Modal Pembayaran Dividen Pembayaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Pembayaran Dividen Hak Minoritas Setoran modal dan bagian laba hak minoritas yang dikonsolidasi Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 2008 2007

6.382.186.684 (6.540.233.238) (105.161.538) (64.520.070) 53.743.541 (44.024.039) (136.495.315) (454.503.975)

4.585.214.927 (3.688.116.406) (92.490.543) (81.520.224) 10.533.319 (51.044.430) (55.449.836) 627.126.807

737.187 (123.685.912) (18.000.270) 21.751.811 (672.745) (119.869.929)

111.790 (24.476.972) (26.362.085) (6.830.923) (57.558.190)

457.844.395 (133.443.664) (24.206.606) (34.907.865) (3.490.786)

(5.080.895)4.270.788 260.985.368 (313.388.536) 1.364.820.703 1.051.432.167

(271.288.039) (25.478.021) 761.955.179 (2.139.793) (4.541.691) 458.507.635 1.028.076.251 336.744.452 1.364.820.703

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

8

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM a. Pendirian Perusahaan Perseroan didirikan berdasarkan Undang-undang No.19 Peraturan Pemerintah tahun 1960 jo Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 1961 tentang Pendirian Perusahaan Negara "Widjaja Karja", tanggal 29 Maret 1961 . Berdasarkan Peraturan pemerintah No. 64 ini pula, Perusahaan Bangunan bekas milik Belanda yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN. Widjaja Karja.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO), sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 Undang-Undang No.9 tahun 1969 (Lembaran Negara Republik Indonesia No. 40 tahun 1969, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 2904). Selanjutnya Perseroan ini dinamakan "PT Wijaya Karya", berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember 1972 yang dibuat di hadapan Dian Paramita Tamzil, pada waktu itu pengganti dari Djojo Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, jo Akta Perubahan Naskah Pendirian Perseroan Terbatas "PT Wijaya Karya" No. 106, tanggal 17 April 1973 yang dibuat di hadapan Kartini Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, keduanya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/165/14 tanggal 8 Mei 1973, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 1723 dan No. 1724 tanggal 16 Mei 1973, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21 September 1973, Tambahan No. 683. Anggaran Dasar Perseroan yang termuat dalam Akta Pendirian, telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir Perseroan menjadi perusahaan terbuka berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perubahan Anggaran Dasar, Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 28 tanggal 13 Agustus 2007 dibuat dihadapan Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta juncto Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 13 tanggal 11 September 2007 dibuat dihadapan Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H, pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta yang masing-masing telah disetujui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan persetujuan No.W7-09068 HT.01.04-TH.2007 tanggal 16 Agustus 2007 dan No. W7-10030 HT.01.04-TH.2007 tanggal 11 September 2007. Perusahaan beralamat di Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Jakarta Timur, Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1961 b. Bidang Usaha Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perseroan adalah turut serta melaksanakan dan menunjang kebijakan serta program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya serta pembangunan di bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, perdagangan, pengelolaan kawasan, layanan jasa peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi dan pengembang pada khususnya. Kegiatan usaha yang saat ini dilakukan adalah Jasa Konstruksi, Mekanikal Elektrikal, Real Estate, Industri Pabrikasi dan Perdagangan.

10

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

c.

Pengurus Perseroan Dewan Komisaris : Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham No.KEP-208/MBU/2007 tanggal 21 September 2007 dan Akta Pernyataan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No.149 tanggal 31 Agustus 2007 dibuat dihadapan Imas Fatimah S.H Notaris di Jakarta, susunan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Direksi : Berdasarkan Akta No. 59 tanggal 23 Mei 2008 mengenai Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Wijaya Karya Tbk dibuat dihadapan Notaris Imas Fatimah. SH., Notaris di Jakarta, susunan Direksi tanggal 31 Desember 2008, sebagai berikut : Direktur Utama Direktur Operasi I Direktur Operasi II Direktur Keuangan Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan : : : : : Bintang Perbowo, SE. MM. Ir. Budi Harto, MM. Ir. Slamet Maryono Drs. R. Ganda Kusuma, MBA. Ir. Tonny Warsono., MM. : : : : : Ir. Agoes Widjanarko. MIP Pontas Tambunan, SH. MM. Soepomo, SH, SP.N, L.LM Brigjend TNI (Pur) Dadi Pratjipto, SE. DR. Amanah Abdulkadir. MA

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara RI No. KEP-114/MMBU/2002 tanggal 30 Juli 2002 yang diikuti dengan Surat Keputusan Komisaris PT. Wijaya Karya No. 39/DK/PT.WK/2002 tanggal 8 Agustus 2002, susunan Dewan Direksi tanggal 31 Desember 2007, sebagai berikut: Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Komite Audit : Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 98/DK/PTWK/2007 tanggal 9 Oktober 2007, susunan Komite Audit tanggal 31 Desember 2007, sebagai berikut: Ketua Anggota Anggota : : : DR. Amanah Abdulkadir, MA. Rosmala, SE. Ak. Ir. Tri Budi Santoso : : : : : Ir. A. Sutjipto, MM.,MT. Ir. Slamet Maryono Ir. Djokomulyono, MM. Ir. Sutedjo Wirokusumo, MM. Ir. Tonny Warsono., MM.

11

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 65/DK/WIKA/2008 tanggal 6 Nopember 2008, telah diangkat Sdr. Shalahuddin Haikal sebagai anggota komite audit, sehingga susunan Komite Audit tanggal 31 Desember 2008, sebagai berikut: Ketua Anggota Anggota Anggota Sekretaris Perusahaan : Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.SK.02.01/A.DIR.0362/2008, Perusahaan telah mengangkat Sdr. Imam Sudiyono sebagai Pejabat Sementara Sekretaris Perusahaan. Biaya remunerasi Direksi Perusahaan untuk tahun 2008 dan 2007, masing-masing sebesar Rp.3.852.572.482 (rupiah penuh) dan Rp.1.646.230.000 (rupiah penuh). Biaya remunerasi Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp. 1.523.547.087 (rupiah penuh) dan Rp.553.334.916 (rupiah penuh). Jumlah karyawan Perusahaan (organik dan non organik) untuk tahun 2008 sebanyak 1.268 orang (tidak diaudit) dan tahun 2007 sebanyak 1.177 orang (tidak diaudit). d. Perusahaan Anak Perusahaan memiliki secara langsung lebih dari 50% saham anak perusahaan, dengan rincian sebagai berikut : Dimulainya Jumlah aktiva (sebelum eliminasi) Kegiatan Persentase Nama Perusahaan Bidang Usaha 2007 2008 Komersial Kepemilikan PT Wijaya Karya Beton PT Wijaya Karya Realty PT Wijaya Karya Intrade PT Catur Insan Pertiwi PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Industri Beton Real estate Perdagangan Konstruksi, Mekanikal Elektrikal Konstruksi dan Engineering 1997 2000 2000 1984 Tahap Pengembangan 78,40% 78,40% 78,40% 70,08% 99,00% 1.370.998.105 421.879.881 650.195.372 34.603.012 50.093.001 747.052.414 322.309.915 248.800.490 : : : : DR. Amanah Abdulkadir, MA. Rosmala, SE. Ak. Ir. Tri Budi Santoso Shalahuddin Haikal, SE. MM.LLM.

Seluruh anak perusahaan berdomisili di Indonesia PT Wijaya Karya Beton ("WIKA BETON") WIKA BETON merupakan Anak Perusahaan dari Perseroan. Sebelum menjadi Anak Perusahaan dari Perseroan, sejak tahun 1974 WIKA BETON merupakan bagian dari Induk Perusahaan yaitu Divisi Produk Beton. Seiring dengan visi dan misi Perseroan maka WIKA BETON resmi menjadi Anak Perusahaan dari Perseroan pada tanggal 11 Maret 1997 sesuai dengan Akta Perseroan Terbatas WIKA BETON No. 44 tanggal 11 Maret 1997, yang dibuat dihadapan Achmad Bajumi, SH; selaku pengganti dari Imas Fatimah, SH; Notaris di Jakarta.

12

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Wijaya Karya Beton No. 31 tanggal 15 Agustus 2007 ("Akta No. 31") yang dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH., Notaris di Jakarta yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI. No.W7-09069HT.0104-TH.2007 tanggal 16 Agustus 2007. Kantor Pusat WIKA BETON, beralamat di Jln. D.I Panjaitan Kav. 3 - 4, Jakarta. Perusahaan dalam menjalankan operasinya mempunyai 6 Wilayah Penjualan ("WP") dan 7 Pabrik Produk Beton ("PPB"), yang berlokasi tersebar di beberapa Wilayah Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar WIKA BETON, kegiatan usaha WIKA BETON bergerak dalam bidang usaha industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lainnya yang terkait. Berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa WIKA BETON No. 15 tanggal 30 April 2007, dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan susunan pemegang saham WIKA BETON adalah sebagai berikut :Nilai Nominal Rp.100,- per saham Saham Rupiah 280.000.000.000 2.800.000.000 548.800.000 9.030.000 142.170.000 700.000.000 2.100.000.000 54.880.000.000 903.000.000 14.217.000.000 70.000.000.000 210.000.000.000

Pemegang Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : - PT Wijaya Karya (Persero) - Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT WIKA - Koperasi Karya Mitra Satya Jumlah Saham dalam Portepel

%

78,40% 1,29% 20,31% 100,00%

Ikhtisar Data KeuanganUraian Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas 2008 1.370.998.105 1.176.375.961 194.622.144 2007 747.052.415 591.371.101 155.681.314

PT Wijaya Karya Realty ("WIKA REALTY") WIKA REALTY didirikan pada tanggal 20 Januari 2000 berdasarkan akte Notaris Imas Fatimah, SH. No 17 telah memperoleh persetujuan dari Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN nomor S-01/MDU.1-PBUMN/1999 tentang persetujuan Pendirian Anak Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero). Akte pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C-20856 HT 01.01 tahun 2000 tanggal 15 September 2000. Maksud dan tujuan WIKA REALTY telah dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat no. 67 Notaris Imas fatimah, SH dimana Perusahaan bergerak dibidang usaha Realty dan bidang properti memulai kegiatan komersialnya pada tanggal 21 Januari 2000. Pada tanggal 2 Juli 2004, dalam rangka peningkatan modal dasar perusahaan dan pemecahan nilai saham, anggaran dasar perusahaan dirubah dengan akta No. 4 dari notaris Imas Fatimah, SH. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI no C-1689 HT.01.04.TH.2004 tanggal 8 Juli 2004. Perubahan terakhir adalah berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Wijaya Karya Realty Tbk. No. 33 tanggal 15 Agustus 2007 ("Akta No. 33") yang dibuat dihadapan Hambit Maseh. SH, Notaris di Jakarta yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI No.W7-09022HT.0104-TH2007 tanggal 21 Agustus 2007.

13

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 67 tanggal 15 Agustus 2001 Notaris Imas Fatimah, SH disebutkan maksud dan tujuan bidang usaha WIKA REALTY yaitu Realty, Property dan Jasa kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak. Berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa WIKA REALTY No. 17 tanggal 30 April 2007, dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham WIKA REALTY adalah sebagai berikut :Nilai Nominal Rp.100,- per saham Saham Rupiah 4.600.000.000 460.000.000.000 901.600.000 14.835.000 233.565.000 1.150.000.000 3.450.000.000 90.160.000.000 1.483.500.000 23.356.500.000 115.000.000.000 345.000.000.000

Pemegang Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : - PT Wijaya Karya (Persero) - Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT WIKA - Koperasi Karya Mitra Satya Jumlah Saham dalam Portepel

%

78,40% 1,29% 20,31% 100,00%

Ikhtisar Data KeuanganUraian Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas 2008 421.879.881 318.122.335 103.757.546 2007 322.309.915 232.515.164 89.794.751

PT Wijaya Karya Intrade ("WIKA INTRADE") WIKA INTRADE didirikan pada tanggal 20 Januari 2000 berdasarkan Akte Perseroan Terbatas No 16 dibuat dihadapan Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, SH. pengganti dari Imas Fatimah, SH Notaris di Jakarta, dimana telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia dengan No. C-19656HT 01 tahun 2000 tanggal 4 September 2000 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.10 tanggal 2 Februari 2001. Anggaran Dasar WIKA INTRADE telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mencakup perubahan Nilai Nominal Saham Dasar, dengan Akta Notaris Imas Fatimah, SH No.3 tanggal 2 Juni 2004 Perihal Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham dan pengesahan dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-16985.HT.01.04.TH.2004 tanggal 8 Juli 2004, serta telah terdaftar WIKA INTRADE bergerak dalam bidang Industri dan Perdagangan umum baik untuk memenuhi permintaan dalam negeri maupun permintaan luar negeri meliputi Bisnis Unit Metal, Konversi Energi, Pressing dan Jasa Handling Ekspor dan Impor. Berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa WIKA INTRADE No. 19 tanggal 30 April 2007, dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham WIKA INTRADE adalah sebagai berikut :

14

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)Nilai Nominal Rp.100,- per saham Saham Rupiah 1.080.000.000 108.000.000.000 211.680.000 3.483.000 54.837.000 270.000.000 810.000.000 21.168.000.000 348.300.000 5.483.700.000 27.000.000.000 81.000.000.000

Pemegang Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : - PT Wijaya Karya (Persero) - Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT WIKA - Koperasi Karya Mitra Satya Jumlah Saham dalam Portepel

%

78,40% 1,29% 20,31% 100,00%

Ikhtisar Data Keuangan Uraian Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas 2008 650.195.372 606.501.617 43.693.755 2007 248.800.490 208.471.662 40.328.828

PT Catur Insan Pertiwi PT. Catur Insan Pertiwi merupakan perseroan swasta nasional yang mengkhususkan diri di bidang konstruksi mekanikal dan elektrikal, dengan berbagai pengalaman di proyek-proyek Pembangkit Tenaga Diesel, Pembangkit Listrik Panas Bumi dan lainnya. Terhitung November 2008 PT Wijaya Karya, Tbk telah mengambil alih 70.08% saham PT Catur Insan Pertiwi. Struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham PT Catur Insan Pertiwi adalah sebagai berikut :Pemegang Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : - PT Wijaya Karya (Persero). Tbk - Wijadjanarko Tantono - Suprapto - Ir. Hastjaryo Jumlah Saham dalam Portepel Nilai Nominal Rp.1.000.000,- per saham Saham Rupiah 625 625.000.000 438 93 32 62 625 438.000.000 93.000.000 32.000.000 62.000.000 625.000.000 %

70,08% 14,88% 5,12% 9,92% 100,00%

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung PT Wijaya Karya Bangunan Gedung didirikan sesuai Akta No. 43 tanggal 24 Oktober 2008 dibuat dihadapan Imas Fatimah, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Perusahaan telah mendapat Pengesahan dari Menteri hukum dan hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai surat No. AHU.92223.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal 1 Desember 2008.

15

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Maksud dan tujuan dari Perseroan adalah Industri konstruksi dan engineering, jasa pemborongan dengan pola progres termyn maupun turnkey/Build Operate Transfer (BOT), pengelolaan dan penyewaan gedung/kawasan niaga terpadu, perdagangan dan pemeliharaan peralatan serta material konstruksi, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi dan engineering pada khususnya sesuai dengan prinsip-prinsip perseroan terbatas. Struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham PT Wijaya Karya Bangunan Gedung adalah sebagai berikut :Pemegang Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : - PT Wijaya Karya (Persero). Tbk - Koperasi Karya Mitra Satya Jumlah Saham dalam Portepel Nilai Nominal Rp.1.000.000,- per saham Saham Rupiah 200.000 200.000.000.000 49.500 500 50.000 150.000 49.500.000.000 500.000.000 50.000.000.000 150.000.000.000 %

99,00% 1,00% 100,00%

e.

Penawaran Umum Saham Perusahaan Pada tanggal 11 Oktober 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM dengan suratnya No. S-5275/BL/2007 untuk melakukan penawaran perdana kepada masyarakat atas 1.846.154.000 lembar saham Seri B baru, denga nilai nominal Rp. 100 per saham dan harga penawaran Rp 420 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta pada tanggal 29 Oktober 2007 Seluruh saham Perusahaan sebanyak 5.846.154.000 saham pada tahun 2008 dan 2007 telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Program Penjatahan Saham Program ESA adalah penjualan saham Perseroan kepada peserta program ESA, melalui penjatahan pasti pada saat penawaran umum perdana saham dilaksanakan. Jumlah saham dalam program ESA sebanyak-banyaknya 10% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham, dengan harga diskon sebesar 20% (dua puluh persen) dari harga Penawaran Umum, yang harus dibayar secara penuh oleh peserta Program ESA pada saat melakukan Pemesanan Saham. Saham yang diperoleh dari program ESA diberlakukan Lock Up Period selama 8 (delapan) bulan sejak tanggal pencatatan di BEJ. Adapun beban diskon harga sebesar 20% tersebut akan ditanggung oleh Perseroan. Dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum kepada masyarakat tersebut sebesr 10% atau sebanyak 184.615.400 lembar saham biasa seri B dijatahkan secara khusus kepada Manajemen dan Karyawan Perusahaan melalui program penjatahan saham untuk pegawai Perusahaan (Employee Stock Allocation / ESA). Program ESA diimplementasikan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.A.7. Porsi saham ESA untuk Manajemen (Pengurus dan Pengawas) adalah sebesar 22,5%, dengan pembagian sebesar 17,5% untuk manajemen Perusahaan Induk dan sebesar 5% untuk manajemen Anak Perusahaan. Adapun porsi saham ESA untuk pegawai sebesar 77,5% dengan pembagian sebesar 62,5% untuk pegawai Perusahaan Induk dan sebesar 15% untuk pegawai Anak Perusahaan.

16

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rencana Opsi Pembeliaan Saham untuk management dan karyawan Program ESOP/MSOP adalah pemberian Hak Opsi Pembelian Saham kepada Peserta Program ESOP/MSOP untuk membeli saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel Perseroan sebanyakbanyaknya 5% dari modal ditempatkan dan disetor dalam Perseroan yang berdasarkan Peraturan Bapepam No. IX.D.4 merupakan maksimum saham yang dapat diterbitkan oleh perusahaan publik dalam periode 5 (lima) tahun tanpa memberikan hak lebih dahulu kepada pemegang saham lama (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD).

2.

KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan dasar harga perolehan (historical cost) dan disusun berdasarkan prinsip berkesinambungan (going concern). Laporan keuangan konsolidasian juga disusun berdasarkan konsep akrual. Kebijakan akuntansi ini telah diterapkan secara konsisten kecuali apabila dinyatakan adanya perubahan dalam kebijakan akuntansi yang dianut. Sejak tahun 2000, Perseroan menyesuaikan penyajian laporan keuangan berdasarkan Peraturan Bapepam No.VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000 mengenai Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. Pada tahun 2003, Perseroan juga menyesuaikan penyajian laporan keuangan berdasarkan Surat Edaran Bapepam Nomor: SE02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, untuk Industri Konstruksi. Pada tahun 2005, perusahaan mulai menerapkan manual akuntansi BUMN konstruksi yang ditindaklanjuti dengan SK Direksi No.KU.04.09/A.DIR.0806/2005. Laporan arus kas konsolidasian untuk aktivitas operasi disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, kecuali dinyatakan secara khusus, dinyatakan dalam ribuan Rupiah. b. Prinsip Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perseroan dan Perusahaan Anak dengan kepemilikan lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung. Pengaruh dari seluruh transaksi dan saldo antara Perusahaan Anak di dalam Perseroan telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian. Kebijakan akuntansi yang dipakai dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Perusahaan Anak, kecuali dinyatakan secara khusus. Kepemilikan pemegang saham minoritas atas ekuitas Perusahaan Anak disajikan sebagai Minoritas" pada neraca konsolidasian. Penyertaan pada Anak Perusahaan seperti dijelaskan pada Catatan 1d. "Hak

17

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

c.

Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan dilakukan dalam satuan Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia. Keuntungan dan kerugian kurs yang timbul dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasi dalam tahun yang bersangkutan. Kurs tengah yang digunakan pada tanggal neraca, adalah sebagai berikut : 2008 Dolar Amerika Serikat Euro Eropa Yen Jepang Dolar Singapura Dinar 10.950,00 15.432,00 121,22 7.608,00 156,24 2007 9.419,00 13.760,00 83,07 -

d.

Pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 7, "Pengungkapan atas Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa". Yang dimaksud dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: 1) Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries, dan fellow subsidiaries). 2) Perusahaan asosiasi 3) Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). 4) Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut, dan. 5) Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh setiap orang yang diuraikan dalam angka 3) atau 4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. Sifat hubungan istimewa yang terjadi pada perusahaan adalah sebagai berikut : 1) Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri Negara BUMN merupakan pemegang saham mayoritas Perseroan. Oleh karena itu Perseroan dan BUMN lain memiliki hubungan afiliasi melalui Penyertaan Modal Pemerintah Republik Indonesia.

18

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2) Perseroan menempatkan dana dan memiliki pinjaman dana pada bank-bank pemerintah atau bankbank yang dimiliki oleh BUMN dengan persyaratan dan tingkat bunga normal sebagaimana yang berlaku pada pihak ketiga. 3) Perseroan mengadakan perjanjian dalam rangka usaha Perseroan dengan BUMN-BUMN lain maupun anak perusahaan serta lembaga-lembaga pemerintah berwenang 4) Mempunyai anggota pengurus yang sama dengan Anak Perusahaan yaitu Direksi perseroan menjadi anggota Dewan Komisaris Anak Perusahaan. Semua transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi. e. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas mencakup kas, bank dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang. Kas dan setara kas yang telah ditentukan penggunaannya atau yang tidak dapat digunakan secara bebas tidak tergolong dalam kas dan setara kas. f. Penyisihan Piutang Ragu-Ragu Perusahaan menerapkan akuntansi BUMN Konstruksi yang ditindaklanjuti dengan SK Direksi No. IN.03.00/A.DIR.0003/2005 tentang pembentukan penyisihan piutang ragu-ragu dengan kriteria sebagai berikut: Prosentase Penyisihan Piutang Umur Piutang > > > > > > > > 12 s.d. 15 bulan 15 s.d. 18 bulan 18 s.d. 21 bulan 21 s.d. 24 bulan 24 s.d. 27 bulan 27 s.d. 30 bulan 30 s.d. 33 bulan 33 s.d. 36 bulan 5% 10% 20% 30% 40% 60% 80% 100%

g.

Piutang Retensi Piutang retensi merupakan piutang perusahaan kepada pemberi kerja yang akan dilunasi setelah penyelesaian kontrak atau pemenuhan kondisi tertentu yang ditetapkan dalam kontrak. Piutang retensi dicatat pada saat pemotongan sejumlah persentase tertentu dari setiap tagihan termin untuk ditahan oleh pemberi kerja sampai suatu kondisi setelah penyelesaian kontrak dipenuhi.

h.

Tagihan Bruto Pemberi Kerja atas Kontrak Konstruksi Tagihan bruto pemberi kerja merupakan piutang perusahaan yang berasal dari pekerjaan kontrak konstruksi yang dilakukan namun pekerjaan yang dilakukan masih dalam pelaksanaan. Tagihan bruto disajikan sebesar selisih antara biaya yang terjadi ditambah dengan laba yang diakui dikurangi dengan kerugian yang diakui dan termin.

19

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Tagihan bruto diakui sebagai pendapatan sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang dinyatakan dalam berita acara penyelesaian pekerjaan yang belum diterbitkan faktur karena perbedaan antara tanggal berita acara progress fisik dengan pengajuan penagihan pada tanggal neraca.

i.

Persediaan Persediaan barang jadi, bahan baku, perlengkapan dan barang dalam proses diakui berdasarkan nilai terendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih, harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Persediaan barang dagangan yang tidak terjual karena tipe, bentuk atau model tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, dipindahkan ke pos "Aktiva lain-lain". Persediaan yang tidak terjual disisihkan sebesar 20% dari nilai saldo akhir persediaan yang bersangkutan. Persediaan Real Estat Persediaan real estat terdiri dari tanah dan bangunan, bangunan sedang dalam penyelesaian dan tanah sedang dikembangkan dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan di dik b k ditambah d b h dengan bi biaya pengembangan l b langsung d dan tidak l id k langsung pada aktiva d ki pengembangan real estat ditambah dengan biaya pinjaman. Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya pra perolehan dan perolehan tanah dan dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pematangan tanah akan dimulai atau dipindahkan ke tanah matang pada saat tanah tersebut siap dibangun. Biaya perolehan bangunan sedang penyelesaian meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai dikembangkan ditambah dengan biaya pembangunan dan biaya pinjaman serta dipindahkan ke aktiva tanah dan bangunan pada saat dibangun dan siap dijual. Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan proyek dikapitalisasi ke proyek yang sedang dikembangkan.

j.

Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka terdiri dari biaya usaha, biaya produksi, biaya pengadaan, biaya pengelolaan, biaya distribusi, biaya sewa dan asuransi. Untuk biaya usaha, biaya produksi, biaya pengadaan, biaya distribusi akan dibebankan secara proporsional dengan pendapatan yang diakui pada setiap periode. Untuk biaya dibayar dimuka sewa dan asuransi diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

20

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

k.

Investasi Investasi Jangka Pendek Deposito berjangka yang jatuh tempo kurang dari tiga bulan namun dijaminkan dan deposito berjangka yang jatuh tempo lebih dari tiga bulan disajikan sebagai "Investasi jangka pendek" dan dinyatakan sebesar nilai perolehan. Investasi Pada Perusahaan Asosiasi Penyertaan dalam bentuk saham yang dimiliki kurang dari 20% dinyatakan sebagai biaya perolehan (metode biaya). Penyertaan dengan kepemilikan 20% atau lebih dan dapat mempengaruhi kebijakan manajemen dicatat dengan metode ekuitas, akan tetapi, apabila Perusahaan mampu mengendalikan anak perusahaan walaupun Perusahaan mempunyai penyertaan kurang dari atau sama dengan 20%, maka dicatat dengan metode ekuitas. Dengan metode ekuitas, penyertaan saham dinyatakan sebesar biaya perolehannya dan ditambah atau dikurangi dengan bagian laba (rugi) perusahaan asosiasi yang bersangkutan dan dividen yang diterima sejak tanggal perolehan.

l.

Tanah Belum Dikembangkan Tanah belum dikembangkan merupakan tanah yang sudah dimiliki tetapi belum mulai dikembangkan dinyatakan b d di t k berdasarkan nilai t k il i terendah antara bi d h t biaya perolehan d nilai realisasi b ih (th l l h dan il i li i bersih (the lower of cost f t or net realizable value) dan akan dipindahkan sebagai akun persediaan pada saat mulai dikembangkan dan dibangunnya prasarana

m. Aktiva Tetap 1) Kepemilikan Langsung Aktiva tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali untuk aktiva tetap tertentu yang digunakan dan diperoleh sebelum tahun 1987,dinilai kembali berdasarkan Peraturan Pemerintah No.45 tanggal 2 Oktober 1986 dengan dikredit ke akun "Selisih penilaian kembali aktiva tetap" dalam bagian ekuitas di neraca. Peralatan proyek disusutkan berdasarkan metode jumlah angka tahun (sum of the years digit method) yang disesuaikan, sedangkan aktiva tetap yang lainnya berdasarkan metode garis lurus (straight line method). Umur ekonomis aktiva tetap sesuai Surat Keputusan Direksi No.01.09/A.DIR 0702/95 tanggal 22 Desember 1995, adalah sebagai berikut: Masa manfaat Aktiva Tetap (Tahun) Prasarana Bangunan kantor, mess/guest house, rumah tinggal/villa permanen Bangunan semi permanen dan pabrik Perlengkapan kantor Kendaraan bermotor Peralatan proyek - Mesin dan peralatan prefab housing Peralatan produksi/pabrik - Mesin dan peralatan pabrik tiang beton Mesin dan peralatan pabrik 20 10 4 4 4 - 8 4 - 8 4 - 8

21

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya, pemugaran dan peningkatan daya guna dalam jumlah besar dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutan dan amortisasinya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang diperoleh/diderita dilaporkan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan dipindah ke aktiva tetap pada saat selesai dan siap digunakan. 2) Sewa Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya. Contoh dari sutuasi yang secara individual atau gabungan dalam kondisi normal mengarah pada sewa yang diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah: a) sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada lessee pada akhir masa sewa b) Lessee mempunyai opsi untuk membeli aset pada harga yang cukup rendah dibandingkan nilai wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan, sehingga pada awal sewa dapat dipastikan bahwa opsi memang akan dil k b h i k dilaksanakan. k c) masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomis aset meskipun hak milik tidak dialihkan. d) pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara substansial mendekatai nilai wajar aset sewaan; dan e) aset sewaan bersifat khusus dan dimana hanya lessee yang dapat menggunakannya tanpa perlu modifikasi secara material. Indikator dari situasi yang secara individual ataupun gabungan dapat juga menunjukkan bahwa sewa diklasifikasikan sebaga sewa pembiayaan adalah: a) jika lessee dapat membatalkan sewa, maka rugi lessor yang terkait dengan pembatalan ditanggung oleh lessee. b) laba atau rugi dari fluktuasi nilai wajar residu dibebankan kepada lessee 9sebagai contoh, dalam bentuk potongan harga rental dan yang setara dengan sebagian besar hasil penjualan residu pada akhir sewa); dan c) lessee memiliki kemampuan untuk melanjutkan sewa untuk periode kedua dengan nilai rental yang secara sunstansial lebih rendah dari nilai pasar rental. n. Proyek Kerja Sama Perusahaan melakukan perjanjian kerja sama dengan berbagai pihak sebagaimana tersebut pada masing-masing perjanjian, berupa penyerahan dana kepada Pengelola dengan kewajiban yang tertuang dalam perjanjian kerja sama menurut porsi yang ditetapkan. Pengelola proyek dibentuk dengan anggota yang berasal dari masing-masing pihak yang melakukan perjanjian kerjasama. Pengelola proyek ini melaksanakan kegiatan pembangunan proyek yang berasal dari Pemberi Kerja (Owner) dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan tersebut termasuk laporan pertanggungjawaban keuangan dan proyek kepada masing-masing pihak yang melakukan perjanjian kerjasama. Penyerahan dana kepada pengelola proyek dicatat dan diberlakukan sebagai Setoran Dana Kerja Sama Operasi.

22

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pendapatan diakui pada saat laporan pertanggungjawaban proyek disetujui dan dicatat sebesar porsinya. o. Aktiva Tetap Yang Tidak Digunakan Dalam Usaha Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan usaha dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan, disajikan dalam kelompok aktiva lain-lain. p. Kewajiban Bruto Pemberi Kerja Kewajiban bruto pemberi kerja merupakan kewajiban perusahaan yang berasal dari pekerjaan kontrak konstruksi yang dilakukan namun pekerjaan yang dilakukan masih dalam pelaksanaan. Kewajiban bruto disajikan sebesar selisih antara biaya yang terjadi ditambah laba yang diakui dikurangi dengan kerugian yang diakui dan termin. q. Uang Muka Dari Pelanggan Uang muka dari pelanggan merupakan uang muka yang diterima dari pelanggan atau pemilik proyek. Jumlah tersebut secara proporsional akan dikompensasikan dengan tagihan yang didasarkan atas kemajuan fisik yang telah dicapai. r. Hutang Obligasi dan Biaya Emisi Obligasi Hutang obligasi disajikan sebesar nilai nominal setelah memperhitungkan amortisasi premium atau diskonto. Biaya emisi obligasi merupakan biaya transaksi yang harus dikurangkan langsung dari hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi neto obligasi. Selisih antara emisi neto dengan nilai nominal merupakan diskonto atau premium yang harus diamortisasi selama jangka waktu obligasi dengan metode garis lurus. s. Biaya Emisi Saham Seluruh beban yang terjadi sehubungan dengan penawaran perdana saham Perusahaan kepada masyarakat dicatat sebagai pengurang "Tambahan Modal Disetor" (Agio Saham) yang merupakan komponen ekuitas dalam neraca konsolidasian. t. Saham Beredar yang Diperoleh Kembali Saham beredar yang diperoleh kembali yang ditarik dari peredaran, dinyatakan sebesar nilai nominal (par value method) dan disajikan sebagai pengurang "Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh" pada neraca konsolidasi. Selisih harga perolehan kembali dengan nilai nominal saham disajikan sebagai pengurang akun "Tambahan Modal Disetor" (Agio Saham). u. Dana Pensiun dan Imbalan Pasca Kerja Dana Pensiun Perseroan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti yang dikelola oleh Dana Pensiun WIKA untuk pegawai organik yang masa penerimaan sampai dengan tahun 2006, untuk pegawai dengan masa penerimaan 2007 dan seterusnya serta pegawai terampil diikut-sertakan pada program pensiun iuran pasti yang pelaksanaannya dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife.

23

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Iuran pegawai ditetapkan 5% dari pendapatan tetap pegawai, sedangkan iuran beban perusahaan sebesar 12,3% dari pendapatan tetap pegawai. Sejak tahun 2006 Dana Pensiun telah berada pada posisi Full Funded, sehingga perseroan hanya memiliki kewajiban untuk pemenuhan iuran saja dan tidak mempunyai kewajiban untuk pemenuhan dana untuk Past Service Liabilities (PSL). Perseroan tetap mengikutsertakan seluruh karyawan pada program jaminan hari tua melalui Jamsostek.

Imbalan Pasca Kerja Perusahaan menghitung kewajiban imbalan pasca kerja dengan metode projected unit credit, sesuai dengan PSAK 24 (Revisi 2004). Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada tahun berjalan. Biaya jasa lalu sebagai dampak perubahan asumsi aktuaria bagi karyawan aktif diakui dalam laporan laba rugi selama sisa masa kerja rata-rata karyawan tersebut. Imbalan kerja atas pemutusan hubungan kerja diakui sebagai kewajiban dan beban pada saat terjadi. v. Uang Muka Proyek Jangka Panjang Uang muka proyek jangka panjang merupakan uang muka yang diterima dari pemberi kerja atau pemilik proyek atas pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan.yang jangka waktu penyelesaian proyek lebih dari satu tahun. Jumlah tersebut secara proporsional akan dikompensasikan dengan tagihan yang didasarkan atas kemajuan fisik yang telah dicapai dicapai. w. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan bidang usaha konstruksi diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian. Persentase penyelesaian konstruksi ditetapkan berdasarkan kemajuan fisik proyek yang dinyatakan dalam bentuk berita acara opname proyek (BAOP) yang ditandatangani kedua belah pihak. Terhadap pendapatan usaha konstruksi yang telah diterbitkan fakturnya diakui sebagai piutang usaha, sedangkan yang belum diterbitkan fakturnya diakui sebagai tagihan bruto pemberi kerja. Pendapatan bidang manufaktur dan perdagangan diakui berdasarkan penyerahan barang kepada pembeli. Pendapatan jasa penyewaan alat-alat berat dihitung berdasarkan masa penggunaannya. Terhadap pendapatan yang telah diterbitkan fakturnya diakui sebagai piutang usaha, sedangkan yang belum diterbitkan fakturnya diperlakukan sebagai pendapatan yang akan diterima.

Pendapatan bidang usaha perumahan diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) yaitu setelah penandatanganan akte jual beli untuk penjualan tunai dan setelah akad kredit untuk penjualan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank. Berdasarkan ketentuan tersebut, pendapatan dari penjualan rumah diakui bila seluruh syarat berikut telah terpenuhi: 1) Penjualan tanah dan bangunan fasilitas KPR: a) Pengikatan jual beli telah berlaku b) Harga jual akan tertagih dimana jumlah pembayaran yang diterima sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati. c) Tagihan penjual terhadap pembeli pada masa yang akan datang bebas dari Subordinasi terhadap hutang lain dari pembeli.

24

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

d) Penjual telah mengalihkan kepada pembeli seluruh resiko dan manfaat kepemilikan yang umum terdapat pada suatu transaksi penjualan, dan penjual selanjutnya tidak mempunyai kewajiban atau terlibat lagi secara signifikan dengan aktiva (property) tersebut. Dalam hal ini setidaktidaknya bangunan tersebut telah diserahterimakan dan siap dihuni. 2) Penjualan tanah dan bangunan tanpa fasilitas KPR Pengakuan pendapatan atas penjualan tanah beserta bangunan tanpa fasilitas KPR Bank dilakukan bila pembeli telah membayar minimal 50% dari harga jual dan progres pembangunan telah mencapai minimal 80%. 3) Penjualan kavling tanah tanpa bangunan a) Pengikatan jual beli telah berlaku b) Harga jual akan tertagih dimana jumlah pembayaran yang diterima sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati. c) Tagihan penjual terhadap pembeli pada masa yang akan datang bebas dari Subordinasi terhadap hutang lain dari pembeli. d) Penjual tidak mempunyai kewajiban yang signifikan lagi untuk menyelesaikan pematangan lahan yang dijual, pembangunan fasilitas yang dijanjikan ataupun yang menjadi kewajiban penjual sesuai pengikatan j p g jual beli. 4) Pengakuan pendapatan atas penjualan apartemen diakui dengan metode persentase penyelesaian, (percentage-of-completion method) apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi: a. Proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu fondasi bangunan telah selesai dan semua persyaratan untuk memulai pembangunan telah terpenuhi; b. Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli; dan c. Jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal. Apabila semua persyaratan tersebut diatas tidak terpenuhi, semua penerimaan uang yang berasal dari pelanggan dicatat sebagai uang muka dari pelanggan dengan menggunakan metode deposit (deposit method), sampai semua persyaratan terpenuhi. Beban diakui sesuai dengan manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual method). x. Bunga Pinjaman Bunga atas pinjaman yang digunakan untuk membangun/ membuat aktiva tetap sampai konstruksi, dibebankan sebagai unsur harga perolehan. Bunga atas pinjaman yang digunakan untuk pembiayaan bidang usaha realty dan konstruksi dibebankan ke harga pokok. Bunga untuk pembiayaan bidang usaha industri dan perdagangan dibebankan sebagai beban lain-lain. y. Beban Ditangguhkan Yang dapat termasuk dalam biaya ditangguhkan a. Pengeluaran untuk pendirian suatu segmen dalam tahap pengembangan. b Pengurusan legal hak atas tanah

25

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Biaya ditangguhkan disajikan di Neraca pada nilai bersihnya, yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi. Pembebanan pada periode berjalan dilakukan dengan metode garis lurus sesuai dengan taksiran masa manfaatnya selama-lamanya 3 tahun. Pembebanan dimulai saat manfaat dari pengeluaran tersebut mulai terjadi. z. Goodwill Goodwill merupakan selisih lebih yang tidak terindentifikasi antara biaya perolehan dengan nilai wajar aktiva bersih anak perusahaan pada saat perolehan (akuisisi). Goodwill diamortisasi selama 5 (lima) tahun. aa. Revaluasi Revaluasi aktiva tetap dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.384/KMK.04/1998 tanggal 14 Agustus 1998. Selisih antara nilai revaluasi dan nilai buku (nilai tercatat) aktiva tetap, dibukukan dalam perkiraan modal dengan nama Selisih Penilaian Aktiva Tetap. Beban penyusutan aktiva tetap yang direvaluasi dicatat berdasarkan metode garis luruh dengan tarif penyusutan yang dihitung menurut sisa umur ekonomis aktiva tersebut. Pada saat pencatatan revaluasi akumulasi penyusutan bangunan dieliminasi ke dalam jumlah bruto dari aktiva bangunan, sehingga harga perolehan tercatat merupakan nilai wajar dari hasil revaluasi atas bangunan tersebut. ab. Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak pada tahun mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban pada tanggal neraca. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi penghasilan kena pajak pada masa mendatang. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan pada laporan laba rugi konsolidasi atau ke ekuitas apabila pajak tersebut berhubungan dengan transaksi yang langsung dikreditkan atau dibebankan ke ekuitas. Sehubungan dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah RI No. 51 Tahun 2008 tanggal 20 Juli 2008 yang diundangkan pada tanggal 23 Juli 2008 tentang Pajak Atas Penghasilan Dari usaha Jasa Konstruksi sebagai pengganti Peraturan Pemerintah RI No. 140 tahun 2000, PT Wijaya Karya (Persero) sebagai pelaksana konstruksi sesuai Pasal 3 PP No. 51 Tahun 2008 dikenakan tariff 3% final untuk kontrak yang diperoleh mulai 1 Januari 2008. Perbedaan nilai tercatat aktiva atau kewajiban yang berhubungan dengan pajak penghasilan final dengan dasar pengenaan pajaknya, tidak diakui sebagia aktiva atau kewajiban pajak tangguhan. Beban pajak kini sehubungan dengan penghasilan yang menjadi subjek pajak penghasilan final diakui proposional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode berjalan. Selisih antara pajak penghasilan final yang telah dibayar dengan jumlah yang dibebankan sebagi beban pajak penghasilan pajak final pada pehitungan laba-rugi konsolidasi diakui sebagai pajak dibayar dimuka atau hutang pajak.

26

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, penghasilan yang telah dikenakan PPh Final tidak lagi dilaporkan sebagai penghasilan kena pajak, semua beban sehubungan dengan penghasilan yang telah dikenakan PPh Final tidak boleh dikurangkan. Dilain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak diakui adanya aset atau kewajiban pajak tangguhan, dan terhadap saldo aktiva pajak tangguhan tahun 2007 telah dibebankan pada tahun berjalan.

Pada laporan keuangan per 31 Desember 2008, Perusahaan belum menerapkan ketentuan perpajakan sebagaimana diatur dalam PP No. 51 Tahun 2008 secara keseluruhan, tetapi menghitung kewajiban perpajakan sesuai PP No 51 Tahun 2008 hanya untuk kontrak yang diperoleh mulai 1 Agustus 2008 (tidak memberlakukan sejak 1 Januari 2008), dengan pertimbangan Perusahaan secara bersama-sama dengan Kontraktor BUMN Karya lainnya dan Asosiasi Kontraktor Indonesia telah mengajukan surat keberatan terhadap pemberlakuan PP No. 51 Tahun 2008 dikeluarkan tanggal 20 Juli 2008 dan diundangkan pada tanggal 23 Juli 2008, yang berlaku surut sejak 1 Januari 2008. ac. Laba Bersih Per Saham Laba bersih per saham masing-masing dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. ad. Segmen Usaha Informasi pelaporan segmen usaha disajikan untuk menunjukkan hasil usaha group yang berasal dari tiap segmen berdasarkan bidang usaha.

3.

KAS DAN SETARA KAS Akun ini terdiri dari : 2008 Kas Kas dalam perjalanan Bank Pihak Hubungan Istimewa: Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) PT Bank BNI (Persero) Tbk. PT Bank Jatim PT Bank BTN (Persero) PT Bank BPD Sumsel PT Bank BPD Jabar PT Bank BPD Aceh PT Bank BPD Kaltim PT Bank BPD Riau PT Bank BRI (Persero) PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Bukopin Jumlah dipindahkan 3.345.673 2.496.776 2007 5.080.936 152.889

127.730.243 6.396.050 1.605 1.659.140 5.143 71.442 2.098.617 7.205.702 16.008.777 23.532.661 724.548 353.540 191.629.917

171.545.993 30.554.878 1.605 1.507.543 1.552.852 760.476 4.234.571 12.621 114.308 44.680 215.563.352

27

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 191.629.917 72.706.597 119.092 30.075.680 772.342 17.921 2007 215.563.352 16.666.689 68.901.873 1.250.999 -

Jumlah pindahan US Dollar PT Bank Mandiri (Persero) PT Bank BNI (Persero) Tbk. PT Bank BRI (Persero) PT Bukopin Euro Eropa, PT Bank Mandiri (Persero) Yen Jepang, PT Bank Mandiri (Persero) Pihak Ketiga: Rupiah PT Bank Mega Tbk. PT Bank NISP Tbk. PT Bank Danamon PT Bank Permata PT Bank Lippo Bank Niaga PT Bank Central Asia Tbk. Bank DBS HSBC Bank PANIN PT Bank Bukopin PT Bank Shinta Deutch Bank Standarchatered Bank Bank International Indonesia US Dollar PT Bank Mega Tbk. Banque exterieure d'Algerie Citibank Bank DBS HSBC PT Bank Danamon Standarchatered Bank Bank Niaga Bank International Indonesia Yen Jepang, Bank DBS Euro Eropa, Bank DBS Dinar, Banque exterieure d'Algerie SGD, Bank International Indonesia Deposito Berjangka Pihak Hubungan Istimewa: Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) PT Bank Mandiri Syariah (Persero) Jumlah dipindahkan

1.092.387 3.276 66.812.807 92.672 1.019.928 853.106 6.168.411 5.836 304.450 683.921 32.404 97.161

1.287.623 5.936 1.295.805 92.303 6.947 2.307.801 205.640 3.850.727 38.339 861.434 2.838.676 1.786 15.611 32.470 -

11.190.230 65.026 12.170.137 631 299.690 815.002 258.792 4.901 18.962.648 7.992.802 7.819.088 14.994

86.749 22.327.548 56.005 89.436 9.191 35.144 702.254 38.884 7.918.731 -

207.477.000 45.886.183 685.445.032

471.500.000 206.750.000 1.024.737.952

28

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 685.445.032 102.342.481 171.264.645 782.000 2.251.000 2007 1.024.737.952 -

Jumlah pindahan PT Bank BNI (Persero) Tbk. PT Bank BRI (Persero) PT Bank BTN (Persero) PT Bank BPD Jabar Pihak Ketiga: Rupiah PT Bank Mega Tbk. PT Bank DBS PT Bank Danamon PT Bank Panin PT Bank Niaga PT Bank Victoria Jumlah

27.027.926 4.864.230 30.466.126 25.447.778 1.540.949 1.051.432.167

93.851.192 201.650.000 44.581.559 1.364.820.703

Kas dalam perjalanan merupakan transfer dari departemen ke proyek yang telah di debet dari rekening bank pada tanggal Neraca namun rekening penerima masuk setelah tanggal Neraca. Seluruh deposito berjangka waktu dibawah 3 bulan, Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 seluruh deposito dalam mata uang rupiah dengan tingkat suku bunga antara 8 75% s d 13 5% tahun 2008 dan 4% rupiah, 8.75% s.d. 13.5% s.d. 6% tahun 2007. Tidak terdapat kas dan setara kas yang dijadikan jaminan

4.

PIUTANG USAHA Akun ini merupakan piutang usaha dari jasa-jasa konstruksi, penyerahan barang hasil industri dan perdagangan, penyewaan alat-alat berat yang telah diterbitkan fakturnya dan piutang atas usaha realty, dengan rincian sebagai berikut : 2008 2007 Pihak hubungan istimewa 104.453.064 168.380.132 Rupiah 39.244.517 Dollar Amerika Serikat 207.624.649 104.453.064 (2.106.214) Akumulasi penyisihan 205.518.435 104.453.064 Jumlah Pihak ketiga Rupiah Dollar Amerika Serikat Euro Yen Jepang Akumulasi penyisihan Jumlah Jumlah Piutang Usaha

876.653.589 8.835.739 1.323.789 19.699.111 906.512.228 (72.947.166) 833.565.062 1.039.083.497

470.485.270 46.367.503 516.852.773 (22.071.310) 494.781.463 599.234.526

29

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rincian piutang usaha berdasarkan unit kerja adalah sebagai berikut : 2008 Pihak hubungan istimewa Jasa Konstruksi Produk PT Wika Beton Produk PT Wika Realty Produk PT Wika Intrade Produk PT Catur Insan Pertiwi Sub Jumlah Akumulasi penyisihan Jumlah 2007

68.133.061 88.489.517 3.398.863 47.603.208 207.624.649 (2.106.214) 205.518.435

47.988.220 40.854.531 11.734.455 3.875.858 104.453.064 104.453.064

Pihak Ketiga Jasa Konstruksi Produk PT Wika Beton Produk PT Wika Realty Produk PT Wika Intrade Produk PT Catur Insan Pertiwi Penyisihan piutang ragu-ragu

570.133.853 182.087.053 104.136.105 26.511.774 23.643.443 906.512.229 (72.947.166) 833.565.062 1.039.083.497

281.637.096 95.252.725 69.156.066 70.806.886 516.852.773 (22.071.310) 494.781.463 599.234.527

Jumlah Mutasi penyisihan piutang ragu - ragu adalah sebagai berikut:

2008 Saldo Awal Penambahan (Pengurangan) Saldo Akhir 22.071.310 52.963.576 75.034.886

2007 11.709.000 10.362.310 22.071.310

Berdasarkan analisa atas status masing-masing saldo akun piutang usaha pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa jumlah penyisihan piutang ragu-ragu adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang ragu-ragu. Rincian piutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut: 2008 Umur piutang s.d. 1 bulan 1 s.d. 3 bulan 4 s.d. 6 bulan 7 s.d. 12 bulan > 12 bulan Jumlah 541.687.876 163.505.751 99.240.699 48.999.215 185.649.955 1.039.083.497 2007 331.196.723 136.058.240 31.885.383 68.670.509 53.494.981 621.305.837

30

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Rincian saldo piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut: 2008 Pihak Hubungan Istimewa: 94.273.980 PT Pertamina (Persero) 19.475.175 PT Istaka karya 18.739.359 PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 17.246.886 Pembangunan Perumahan 11.364.158 PT Adhi Karya (Persero) Tbk. 9.142.026 PT Waskita Karya 7.580.765 PT Rekayasa Industri 5.298.833 PT Nidya Karya 4.881.180 PT Brantas Abipraya 3.725.931 PT Pertamina Unit V Balikpapan 1.772.534 PT Hutama Karya 1.716.925 Dirjen PU Cipta Karya Jakarta 1.456.072 Cipta Karya - Kabupaten Dairi 1.285.540 DPU dan Kimpraswil Kaltim 1.164.671 PT Petrokimia Gresik 1.071.776 Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau Sekretaris Negara Departemen Kimpraswil Pemkab Singkil P k b Si kil (NAD) Pemprov. Sumatera Selatan Pemprov. DKI Jakarta Dinas Perhubungan DKI Jakarta Dit Jen Perhubungan Darat 7.428.838 Hubungan Istimewa lainnya dibawah Rp 1.000.000 207.624.649 Sub Jumlah (2.106.214) Penyisihan piutang 205.518.435 Jumlah Pihak Ketiga : PT Jakarta Lingkar Barat PT Sumber Segera Primadaya Chengda (Proyek PLTU Cilacap) PT UE Assa PT Bukit Darmo Property PT Marga Nujyasumo Agung Cojaal PT Lapindo Brantas PLTU Labuan Banten 2 Labuan PT Sahid Sahirman PLTU JETTY LABUAN USAID PT Trubo Jaya Engineering Mitsubishi / PLTGU Muara Karang Teluk Naga Deyon Resources PT PT Alfa Goldland Realty

2007 6.087.212 7.144.412 2.940.830 7.225.968 4.766.494 7.305.716 7.675.108 1.682.738 2.438.498 3.833.194 3 833 194 5.530.184 5.693.428 7.456.798 31.786.357 3.472.510 105.039.447 105.039.447

142.785.000 77.013.968 34.241.812 31.167.164 23.348.849 23.220.804 22.927.828 22.393.413 18.958.485 12.118.458 11.679.815 10.870.369 9.607.564 8.391.895 8.214.806 7.234.827 464.175.057

3.532.799 12.240 34.241.812 12.594.932 16.332.440 23.427.828 8.781.474 48.920.031 147.843.556

31

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 464.175.057 6.571.666 5.405.285 5.299.188 5.147.272 5.045.049 4.676.822 4.422.545 4.062.375 3.148.077 3.108.274 2.754.729 2.573.925 2.088.065 2.081.849 1.934.451 1.796.826 1.766.481 1.699.808 1.568.070 1.323.789 1 323 789 6.583.208 6.751.325 5.878.401 5.127.040 2.970.170 2.846.106 1.169.373 2007 147.843.556 10.893.914 4.288.510 1.489.032 1.687.546 1.540.455 3.848.627 3.184.130 2.723.951 1.705.786 1.500.000 1.464.654 2.342.920 2.744.931 13.874.256 42.359.443 1.310.424 3.065.105 7.299.915 9.847.951 95.252.725 68.972.541 70.806.886 16.805.513 516.852.773 (22.071.310) 494.781.463 599.234.526

Gloria Ramayana, PT Pabrik Metanol Brunai Dinamika Karya Utama, PT PLTU Indramayu Traveler Suramadu PT Pelindo III PKS Malimping MHWS PT Inco, Tbk. PT. Sunindo Gapura Prima Sinar Himalaya, PT. Permata Berlian Realty, PT. PKS Adaro Pabrikasi Tower Transisi Teluk Naga CMEC/PLTU Labuan Angin Pabrik Conveyor Phase 2 Sukses Karya Perdana, PT. PLTMG Palembang PKS Buana Karya Bhakti Centunion Cent nion 3 China National Machinery & Equipment (CMEC) PT Indocement Tunggal Perkasa PT GRHA 165 PT Magnium Anugerah Lestari PT Lucky Sakti PT Excelcomindo Pratama PT Sumber Daya Nusaphala Jakarta Prima Crane PT Multidaya Prima Elektrindo PT Mandiri Dipta Cipta PT Bakrie Swasakti Utama PT Mahkota Inti Citra PT Panca Surya Agrindo Canadian Red Cross Society Proyek PLTU II Sulut Proyek Bribin PT Mandra Jasa Trimitra PT Ciliandra Perkasa Group Proyek NPK Granulasi Pelanggan PT Catur Insan Pertiwi Pelanggan Wika Beton Pelanggan Wika Realty Pelanggan Wika Intrade Pihak ketiga lainnya dibawah Rp.1.000.000 Penyisihan piutang Jumlah

1.500.000 1.493.688 1.111.701 23.643.443 182.087.053 104.136.105 26.511.774 4.053.239 906.512.229 (72.947.166) 833.565.063 1.039.083.497

32

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Piutang usaha dijaminkan pada bank-bank pemberi pinjaman, dengan rincian sebagai berikut: PT Bank Mandiri, piutang yang dijaminkan Rp.401.982.480.000 (Rupiah penuh) PT Bank Bukopin, piutang yang dijaminkan terhadap proyek-proyek yang dibiayai oleh PT Bank Bukopin. PT Bank DBS Indonesia, piutang usaha senilai minimal 125% dari total kredit tertarik dijaminkan. PT Bank Niaga, piutang usaha dijaminkan Rp.5.000.000.000 (Rupiah penuh), pada WIKA Realty senilai minimal 120% dari total outstanding dijaminkan. PT Bank BTN, piutang yang dijaminkan berkaitan dengan penjualan rumah pada PT WIKA Realty yang dibiayai oleh PT Bank BTN. PT Bank Syariah mandiri, piutang usaha yang dijaminkan Rp.100.000.000.000 (Rupiah penuh) pada tahun 2006. Piutang dan Persediaan minimal senilai Rp.84.000.000.000 (dalam rupiah penuh) yang dimiliki perusahaan dijaminkan pada Bank Mega sesuai dengan akta fiducia baik sekarang maupun dikemudiaan hari. Lihat catatan 19

Pada tahun 2007 sesuai surat dari Bank Mandiri Syariah tertanggal 27 Desember 2007 Nomor: 9/0473/SP3/DKP tentang penegasan persetujuan pengambilalihan piutang atas nama PT Wijaya Karya (Persero), Tbk., Perusahaan melakukan perikatan dengan Bank Syariah Mandiri untuk Pengambilalihan piutang usaha proyek yang telah invoicing sebesar Rp 200.000.000, dengan rincian sebagai berikut: Nama Proyek Proyek Busway Proyek Alam Sutera Proyek Car Terminal Poryek PLTU Cilacap Proyek Jalan Surabaya - Mojokerto Proyek Jalan Waru - Juanda Proyek Chip Plant Proyek Lucky Square Proyek Power Plant Sulut Jumlah Jumlah 20.233.483 5.935.916 11.319.991 75.883.500 5.026.154 49.099.557 3.048.932 9.689.644 19.762.822 200.000.000

Syarat dan ketentuan penting yang diatur dalam perikatan, antara lain: Skema/jenis pembiayaan : Qord Wal Ijaroh Jangka waktu : 1 bulan sejak tanggal pencairan Ujroh : Rp 1.750.000 dibayar dimuka Jaminan Bilyet giro PT Wijaya Karya sebesar Rp 200.000.000 Buy Back Guarantee dari PT Wijaya Karya untuk mengambil alih sisa piutang yang tidak terbayar. Pada bulan Januari tahun 2008 Perusahaan telah mengambil alih kembali seluruh piutang tersebut.

33

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Proyek Trade Center Mall, Surabaya Perusahaan mempunyai Piutang Usaha sebesar Rp. 34.241.812 atas Pembangunan Trade Center Mall yang sementara dihentikan pekerjaannya (suspended) pada progres pekerjaan 78%, hal ini disebabkan pihak pemberi kerja PT UE ASSA belum dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada perusahaan.

Perusahaan telah membentuk penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang tersebut untuk menutupi kemungkinan kerugian tidak tertagihnya piutang tersebut, akumulasi penyisihan piutang masing-masing sebesar Rp 28.771.345 pada tahun 2008 dan sebesar Rp 7.192.836 pada tahun 2007. Perusahaan menempuh jalur hukum untuk penyelesaian masalah tersebut dan terus melakukan negosiasi untuk menyelesaikan hak dan kewajiban masing-masing.

5.

PIUTANG RETENSI Akun ini merupakan jaminan yang ditahan oleh pemberi kerja dan dipotong dari setiap pembayaran yang diperoleh dan akan cair pada saat serah terima pekerjaan kedua, dengan rincian sebagai berikut: 2008 Pihak h b Pih k hubungan istimewa i ti Rupiah Dollar Amerika Serikat Sub jumlah Pihak ketiga Rupiah Dollar Amerika Serikat Yen Jepang Sub jumlah Jumlah Rincian per unit kerja adalah sebagai berikut : 2008 Departemen Sipil Umum Departemen Bangunan Gedung Departemen Utilitas Departemen EPC Departemen Wilayah dan Luar Negeri PT Wika Realty Jumlah 71.608.612 90.628.009 97.226.577 15.725.438 45.178.669 31.805.525 352.172.830 2007 96.215.432 62.165.404 11.428.798 3.348.726 31.069.941 31.049.997 235.278.298 48.893.067 9.787.692 58.680.759 2007 44.868.474 44.868.474

284.838.234 2.391.495 6.262.342 293.492.071 352.172.830

161.305.626 19.820.788 9.283.409 190.409.824 235.278.298

Perseroan mempunyai hak tagih penuh dan sampai saat ini tidak mengalami hambatan untuk melakukan pencairannya, dan rata-rata umur piutang retensi kurang dari satu tahun, sehingga manajemen berkeyakinan bahwa terhadap piutang retensi tersebut tidak dilakukan penyisihan

34

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rincian piutang retensi per customer adalah sebagai berikut : 2008 Pihak Hubungan Istimewa PT Jasa Marga (Persero), Tbk. Pemprov. Riau Departemen Perhubungan PT Pelindo II PT Pelindo III Bank Indonesia Pemda Kaltim Pemda Riau PT Petrokimia Gresik (Persero) Pemerintah Kabupaten Berau Pemprov. Sumsel Dit Jen Perhubungan Darat DPU Bina Marga Kab Medan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Pertamina DOH Jawa Barat BPLS Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau Pemda DKI Jakarta Pihak istimewa l i Pih k i ti lainnya dib dibawah R 1 000 000 h Rp 1.000.000 Sub jumlah Pihak Ketiga: Chengda (Proyek PLTU Cilacap) JFE Civil Engineering & Construction Corp. Pelanggan PT Wika Realty China National Machinery & Equipment (CMEC) PT Sumberdaya Nusaphala British Red Cross Society UE Assa Srikaya, PT PT Bukit Darmo Property PT Citra Margatama Surabaya PT Bakrie Swasakti Utama PT Propelat Catholic Relief Services USAID II Ciliandra Perkasa Group PT Mangium Anugerah Lestari PT Marga Nujyasumo Agung PT Korra Antar Lestari PT Mahkota Inti Citra PT.Dian Anggara Persada Canadian Red Cross Society PT Muriniwood Indah Industri PT Bumi Serpong Damai China Red Cross / PMI Jumlah dipindahkan 1.532.653 10.326.662 2.799.558 226.659 3.666.351 820.343 2.442.898 2.018.027 5.974.876 11.781.830 2.054.154 6.654.266 5.386.532 2.995.951 2 995 951 58.680.760 2007 6.801.857 4.322.631 7.445.114 6.306.640 2.784.396 2.495.736 6.917.228 2.347.252 1.708.195 436.738 3.302.688 3 302 688 44.868.474

54.138.029 14.020.515 7.798.920 6.653.241 4.802.433 18.999.585 10.032.985 4.473.182 4.787.521 21.721.765 2.768.550 2.858.922 3.628.734 1.768.253 1.600.000 7.298.162 215.224 167.566.019

22.576.273 17.571.894 25.606.547 12.399.228 7.621.865 9.292.253 6.653.241 5.802.433 5.534.086 4.604.144 4.473.182 4.318.282 7.237.978 11.061.986 4.631.685 2.780.546 2.584.187 2.053.728 1.736.103 1.600.000 1.740.847 1.470.000 1.739.910 1.736.878 166.827.274

35

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 167.566.019 1.636.207 2.384.335 3.980.806 9.166.409 2.883.292 3.052.337 8.584.799 2.386.364 4.249.714 188.930 9.577.947 2.262.600 1.254.882 2.612.300 203.601 1.358.796 2.463.904 1.167.509 1 167 509 7.097.539 1.191.864 5.590.482 4.194.886 1.584.946 1.199.078 7.515.000 1.186.318 1.477.082 31.545.127 3.928.999 293.492.071 352.172.831 2007 166.827.274 1.227.273 1.479.678 1.753.638 1.708.310 1.179.600 1.101.834 9.208.908 5.923.308 190.409.824 235.278.298

Jumlah pindahan PT Sumbergas Sakti Prima PT Graha 165 PT Sahid Sahirman Cojaal PT Argo Intan Griyatama PT Lucky Sakti PT Indocement Prakarsa Truba Jurong PT Permata Berlian Realty PT Dinamika Karya Utama Mitsubishi Corp Sumitomo Corporation (CNEEC) PT Sinar Himalaya PT Buana Karya Bakti PT Panca Surya Agrindo PT Teknik Umum PT Trubajaya Engineering PT Sumber Alfaria Trijaya PT Adaro Indonesia PT Pandega Citra Niaga PT Sunindo Gapura Prima PT Cakrawala Sakti Kencana PT Deyon Resources Australian Red Cross Society PT Alfa Goldland Realty PT Jakarta Lingkar Barat PT Medco Power Indonesia Yayasan Kesehatan Bank Mandiri Pelanggan Realty Pihak ketiga lainnya dibawah Rp 1.000.000 Sub Jumlah Jumlah Proyek Trade Center Mall, Surabaya

Perusahaan mempunyai Piutang Retensi sebesar Rp. 6.653.241 atas Pembangunan Trade Center Mall yang sementara dihentikan pekerjaannya (suspended) pada progres pekerjaan 78%, hal ini disebabkan pihak pemberi kerja PT UE ASSA belum dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada perusahaan. Perusahaan menempuh jalur hukum untuk penyelesaian masalah tersebut dan terus melakukan negosiasi untuk menyelesaikan hak dan kewajiban masing-masing.

36

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6.

TAGIHAN (KEWAJIBAN) BRUTO KEPADA PEMBERI KERJA Tagihan bruto kepada pemberi kerja merupakan piutang perusahaan yang berasal dari pekerjaan jasa konstruksi yang sudah diakui sebagai pendapatan sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang dinyatakan dalam Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan yang belum diterbitkan faktur karena perbedaan antara tanggal berita acara prestasi fisik dengan pengajuan penagihan pada tanggal neraca, rincian tagihan bruto kepada pemberi kerja, adalah sebagai berikut: 2008 Biaya Konstruksi Laba yang Diakui Penagihan Tagihan Bruto Pemberi Kerja (bersih) Tagihan Bruto Pemberi Kerja Kewajiban Bruto Pemberi Kerja Tagihan Bruto Pemberi Kerja (besih) a a. Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja ag a uto epada e be e ja 2008 Departemen Sipil Umum Departemen Utilitas Departemen EPC Departemen Bangunan Gedung Departemen Wilayah dan Luar Negeri PT Wika Realty Jumlah b. Kewajiban Bruto Kepada Pemberi Kerja 2008 Departemen Sipil Umum Departemen Utilitas Jumlah 386.430 386.430 2007 798.506 3.591.300 4.389.806 207.053.808 145.428.111 55.564.649 215.090.221 36.993.627 46.842.398 706.972.814 2007 296.123.051 15.096.378 25.075.568 108.614.716 101.751.094 26.170.236 572.831.043 5.827.131.229 256.454.705 6.083.585.934 5.376.999.549 706.586.384 706.972.814 (386.430) 706.586.384 2007 3.506.570.981 214.020.325 3.720.591.306 (3.152.150.069) 568.441.237 572.831.043 (4.389.806) 568.441.237

Rincian saldo Tagihan bruto pemberi kerja per pelanggan adalah sebagai berikut : 2008 Pihak Hubungan Istimewa PT Jasa Marga (Persero), Tbk. 387.920 Pelindo II (Persero) 9.022.806 Pelindo III (Persero) 46.290.122 Dit Jen Perhubungan Darat 9.682.908 Universitas Gadjah Mada Dep. Pek Umum Pemprov. Kaltim 65.383.756 Jumlah dipindahkan

2007 3.685.681 31.716.549 13.062.024 41.950.779 8.714.617 9.351.106 3.917.825 112.398.581

37

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 65.383.756 16.159.651 1.420.370 6.807.992 14.182.614 18.024.277 4.723.126 8.381.288 1.105.548 1.404.354 5.761.649 14.063.206 5.796.291 163.214.123 163 214 123 2007 112.398.581 18.230.078 6.803.967 3.722.444 2.683.690 4.099.990 11.024.967 2.618.622 161.582.338 161 582 338

Jumlah pindahan Pemda Riau Pemkab. Singkil (Aceh) Pemkab. Dairi (Aceh) BPD Jawa Barat Dept. PU Dirjen Cipta Karya Pemda DKI Jakarta PT Angkasa Pura I PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Dikpora Kab. Kuantan Singingi (RIAU) Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau DPU Bina Marga Kab Medan DPU dan Kimpraswil Kaltim PT Perkebunan Nusantara (Persero) Pabrik Pemda Kaltim Pelanggan Realty Pemerintah RI, Satuan Kerja Sementara Pengembangan & Pengelolaan Sumber Air Jratunseluna Pihak istimewa lainnya dibawah Rp 1.000.000 Sub Jumlah S bJ l h Pihak Ketiga : JFE Civil Engineering & Construction Corp. USAID China National Machinery & Equipment (CNME) British Red Cross Society PT Adaro Indonesia PT Bukit Dharmo Properti PT Mandiri Dipta Cipta PT Permata Berlian Realty Catholic Relief Services Excelcomindo PT Marga Nadjyasumo Agung PT Lucky Sakti PT UE ASSA PT Dinamika K Utama Canadian Red Cross PT Pandega Citra Niaga PT Citra Margatama Surabaya Mitsubishi Corp. China Red Cross PT Cawang Housing Development PT Lestari Indah Raya Persada PT Mangium Anugerah Lestari PT General Energy Bali PT Buana Karya Bhakti PT Sinar Himalaya PT Alfa Goldland Realty Jumlah dipindahkan

98.320.919 13.973.243 1.418.251 13.242.861 7.970.276 1.722.369 9.521.239 701.273 10.482.651 220.266 5.850.037 4.963.567 168.386.951

46.604.801 27.465.911 11.469.239 33.006.669 4.901.830 24.326.232 11.963.027 1.244.148 19.835.001 6.517.644 12.113.750 19.209.432 1.377.895 2.334.270 18.179.789 3.185.518 6.825.455 12.664.876 3.263.723 6.969.869 1.691.582 3.951.889 1.534.981 5.293.115 2.165.483 5.143.865 293.239.996

38

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 168.386.951 16.985.210 54.172.769 1.622.768 28.462.268 41.714.847 1.537.881 4.296.402 6.944.759 7.606.250 31.345.178 9.893.988 3.930.654 2.476.810 13.499.145 7.875.752 38.697.703 6.849.559 7.152.791 19.266.009 19 266 009 2.208.763 11.465.062 12.562.694 6.091.662 1.599.481 1.480.075 32.779.192 2.854.068 543.758.690 706.972.814 2007 293.239.996 15.432.474 19.936.404 17.738.575 1.604.839 53.081.821 6.222.340 3.992.257 411.248.705 572.831.043

Jumlah pindahan PT Bumi Serpong Damai PT Jakarta Lingkar Barat 1 China National Electric Equipment Corp. (CNEEC) PT Mahkota Inti China Mechanical Electric Corp Chengda (Proyek PLTU Cilacap) PT Sahid Sahirman PT Sunindo Gapura Prima PT Gloria Ramayana Inter Hotel PT Samadista Karya PT Cakrawala Sakti Kencana PT Deyon Resources Yayasan Kesehatan Bank Mandiri Sumitomo BRR NAD-NIAS Proyek PLTU Kalimantan Selatan MHWS PT Alam Sutera PT Bumi Nusa Kaltim PT Indocement PT Sumber Alfaria Trijaya PT Truba Jaya Engineering SNVT Tobishima Corp Dongfang Pakkodian Group Pelanggan Realty Pihak ketiga lainnya dibawah Rp 1.000.000

Jumlah Proyek Mangga Dua Square (PT. Mandiri Dipta Cipta)

Perusahaan mempunyai Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja sebesar Rp 17.963.027 yang diajukan kepada PT. Mandiri Dipta Cipta atas claim extra cost (biaya-biaya tambahan/lain diluar kontrak). Review terhadap nilai claim extra cost telah dilakukan oleh PT Jurukur Bahan Indonesia dan QS-PT Mandiri Dipta Cipta. Bedasarkan surat pernyataan manajemen No. KU.01.00/A.DIR.1974/07 tanggal 10 Agustus 2007 yang di tandatangani oleh Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Wijaya Karya (persero), manajemen berkeyakinan bahwa claim extra cost tersebut dapat disetujui oleh PT Mandiri Dipta Cipta. Sejak bulan Oktober 2007, PT Mandiri Dipta Cipta telah membayar claim extra cost tersebut secara bertahap setiap bulannya sebesar Rp 1.500.000. Sampai dengan 31 Desember 2007 telah ditagihkan sebesar Rp 6.000.000, sehingga saldo Tagihan brutto kepada PT Mandiri Dipta Cipta tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp 11.963.027, dan pada tanggal 31 Desember 2008 seluruh piutang tersebut telah dibayar lunas.

39

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Proyek Trade Center Mall, Surabaya Perusahaan mempunyai Tagihan Brutto atas Pembangunan Trade Center Mall sebesar Rp 1.377.895 yang sementara dihentikan pekerjaannya (suspended) pada progres pekerjaan 78%, hal ini disebabkan pihak pemberi kerja PT UE ASSA belum dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada perusahaan. Pada tanggal 31 Desember 2007. Perusahaan menempuh jalur hukum untuk penyelesaian masalah tersebut dan terus melakukan negosiasi untuk menyelesaikan hak dan kewajiban masing-masing. Pembangunan Jalur Ganda KA antara Kroya-Yogyakarta Lintas Selatan Jawa, Tahap I dan II Perusahaan mempunyai Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja sebesar Rp.41.950.778.959 (Rupiah penuh), sebesar Rp. 27.548.589.277 (Rupiah penuh) dari proyek Double Track yang merupakan penyesuaian harga terutama unsur BBM Sesuai Surat No. LAP-815/DI/04/2007 tanggal 23 Oktober 2007 dari BPKP kepada Dirjen Perkeretaapian mengenai Laporan hasil evaluasi Usulan Penyesuaian Harga Kontrak dengan rekomendasi secara legal dan substansi, Kontraktor dapat dipertimbangkan penyesuaian Harga Kontrak akibat kenaikan BBM dan keterlambatan SPK dengan dibuatkan amandemen kontrak. Dengan Surat No. PL.102/A.248/DJKA/12/07 tanggal 7 Desember 2007 Dirjen Perkeretaapian menyampaikan surat kepada Menteri Perhubungan mengenai Usulan Penyesuaian harga Kontrak yang dimaksud. Tanggal 17 Januari 2008 terbit Surat dari Menteri Perhubungan dengan No. A.08/PL.102/MPHB mengenai persetujuan Penyesuaian Harga Kontrak dengan catatan dilakukan amandemen kontrak pasal G.71 dan dilakukan perhitungan kembali sesuai ketentuan berlaku. Tanggal 11 Pebruari 2008 terbit Berita Acara Re-evaluasi Usulan Penyesuaian Harga no 02/BAPA/BLN/PLS/II/2008 yang dilakukan oleh Panitia Peneliti pelaksanaan Kontrak (P3K) terhadap usulan penyesuaian harga yang telah diajukan kontraktor dengan hasil evaluasi penyesuaian harga akibat keterlambatan SPK sebesar Rp 68.3M dan kenaikan BBM sebesar Rp 31.7M total sebesar Rp 100M dengan perkiraan Porsi Wika sebesar Rp 28.5M Saat ini BPKP sedang proses persiapan presentasi untuk menyampaikan hasil audit lapangan proyek tersebut. Manajemen berkeyakinan bahwa claim tersebut dapat disetujui oleh Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

40

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.

PENDAPATAN YANG AKAN DITERIMA Pendapatan Akan Diterima merupakan piutang usaha yang belum ditagihkan selain dari aktivitas pelaksanaan proyek, dengan rincian sebagai berikut : 2008 Pelanggan PT Wika Beton Pelanggan PT Wika Intrade Pelanggan PT Wika Realty Jumlah 22.766.608 31.340.632 6.117.384 60.224.624 2007 8.212.697 46.204.448 831.404 55.248.549

8.

PIUTANG LAIN-LAIN Akun ini terdiri dari: 2008 Pusat Manajemen Piutang lain-lain Konstruksi g Departemen Sipil Umum Departemen Utilitas Divisi Peralatan Konstruksi Departemen Bangunan Gedung Departemen Wilayah dan Luar Negeri Departemen EPC PT Wika Beton PT Wika Realty PT Wika Intrade PT Catur Insan Pertiwi Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah 26.010.007 53.241.023 4.288.568 7.756.304 692.174 3.722.391 480.477 4.076.443 1.848.309 312.310 102.428.005 (16.627.387) 85.800.618 2007 828.500 28.410.482 159.816 1.575.400 3.348.382 8.207.887 10.498.814 94.089 923.488 3.120.211 57.167.068 (16.627.387) 40.539.682

Piutang lain-lain pusat manajemen diantaranya merupakan piutang pajak atas SKPLB Pajak Penghasilan tahun pajak 2006 Nomor: 00098/406/06/051/08 tanggal 9 Desember 2008 sebesar Rp 25.858.969.756 dikurangi SKPKB dan STP yang belum dibayar sebesar Rp 2.536.368.514 sehingga jumlah yang harus diterima sebesar Rp 23.322.599.242. SKPLB tersebut telah diterima oleh Perusahaan pada bulan Januari 2009. Piutang lain-lain konstruksi merupakan piutang perusahaan kepada subkontraktor atas pembayaran yang telah dilakukan untuk pembelian material proyek yang sedang dikerjakan yang akan diperhitungkan dengan pembayaran hutang kepada subkontraktor. Piutang lain-lain PT Wika Realty merupakan piutang perusahaan kepada kontraktor atas pembayaran yang telah dilakukan untuk pembelian material proyek yang sedang dikerjakan yang akan di set off dengan pembayaran hutang kepada kontraktor.

41

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Piutang lain-lain Departemen Sipil Umum sebesar Rp.53.241.022.557 (Rupiah penuh) merupakan piutang atas pengadaan besi proyek-proyek JO serta Piut