Click here to load reader

LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2015 AUDITED

  • View
    227

  • Download
    9

Embed Size (px)

Text of LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2015 AUDITED

  • LAPORAN KEUANGAN

    LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA

    REPUBLIK INDONESIA

    TAHUN ANGGARAN 2015 AUDITED (POKOK)

  • KATA PENGANTAR

    Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan

    Negara bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai

    tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian

    Negara/Lembaga yang dipimpinnya.

    Lembaga Administrasi Negara adalah salah satu entitas pelaporan sehingga

    berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas

    pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun laporan

    keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan

    Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan.

    Penyusunan Laporan Keuangan Lembaga Administrasi Negara mengacu pada Peraturan

    Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan kaidah-

    kaidah pengelolaan keuangan yang sehat dalam Pemerintahan. Laporan Keuangan ini telah

    disusun dan disajikan dengan basis akrual sehingga akan mampu menyajikan informasi

    keuangan yang transparan, akurat dan akuntabel.

    Diharapkan Laporan Keuangan ini dapat memberikan informasi yang berguna kepada

    para pengguna laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas /

    pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Lembaga

    Administrasi Negara. Disamping itu, laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan

    informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan

    tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

    Jakarta, April 2016

    Dr. Adi Suryanto, M.Si

    NIP 196912081994031001

  • PERNYATAAN TELAH DIREVIU

    LAPORAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA

    TAHUN 2015

    Kami telah mereviu Laporan Keuangan Lembaga Administrasi Negara untuk tahun anggaran

    2015 berupa Neraca per tanggal 31 Desember 2015, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan

    Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan untuk periode

    yang berakhir pada tanggal tersebut. Semua informasi yang dimuat dalam laporan keuangan

    adalah merupakan penyajian manajemen Lembaga Administrasi Negara.

    Reviu bertujuan untuk memberikan keyakinan terbatas mengenai akurasi, keandalan, dan

    keabsahan informasi, serta kesesuaian pengakuan, pengukuran, dan pelaporan transaksi dengan

    Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Reviu mempunyai ruang lingkup yang jauh lebih

    sempit dibandingkan dengan lingkup audit yang bertujuan untuk menyatakan pendapat atas

    laporan keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami tidak memberi pendapat semacam

    itu.

    Berdasarkan reviu kami, tidak terdapat perbedaan yang menjadikan kami yakin bahwa laporan

    keuangan yang kami sebutkan di atas disajikan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun

    2003 tentang Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar

    Akuntansi Pemerintahan, dan peraturan perundang-undangan lain yang terkait.

    Jakarta, April 2016

    Inspektur

    Dra. Etty Kurniasih, M.Si

  • Nip.195802171986032001

    PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB

    Laporan Keuangan Lembaga Administrasi Negara yang terdiri dari: (a) Laporan Realisasi Anggaran,

    (b) Neraca, (c) Laporan Operasional, (d) Laporan Perubahan Ekuitas, dan (e) Catatan atas Laporan

    Keuangan Tahun Anggaran 2015 sebagaimana terlampir adalah merupakan tanggung jawab kami.

    Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang

    memadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara

    layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

    Jakarta, April 2016 Kepala Lembaga Administrasi Negara

    Dr. Adi Suryanto, M.Si NIP 196912081994031001

  • RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

    Laporan Keuangan Lembaga Administrasi Negara Tahun 2015 ini telah disusun dan disajikan sesuai

    dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan

    (SAP) dan berdasarkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan

    pemerintahan. Laporan Keuangan ini meliputi:

    1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

    Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya,

    yang mencakup unsur-unsur Pendapatan-LRA dan Belanja selama periode 1 Januari sampai dengan

    31 Desember 2015.

    Realisasi Pendapatan Negara TA 2015 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar

    Rp62.436.528.102,00 atau mencapai 90,84 persen dari estimasi Pendapatan-LRA sebesar

    Rp68.731.384.000,00.

    Realisasi Belanja Negara pada TA 2015 adalah sebesar Rp254.103.537.001,00 atau mencapai 91,67

    persen dari alokasi anggaran sebesar Rp277.181.443.000,00.

    2. NERACA

    Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas per 31

    Desember 2015.

    Nilai Aset per 31 Desember 2015 dicatat dan disajikan sebesar Rp942.652.441.355,00 yang terdiri

    dari: Aset Lancar sebesar Rp6.061.393.854,00; Aset Tetap (neto) sebesar Rp932.405.893.447,00;

    dan Aset Lainnya (neto) sebesar Rp4.185.154.054,00.

    Nilai Kewajiban dan Ekuitas masing-masing sebesar Rp4.422.543.195,00 dan

    Rp938.229.898.160,00.

    3. LAPORAN OPERASIONAL

    Laporan Operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan-LO, beban, surplus/defisit dari

    operasi, surplus/defisit dari kegiatan non operasional, surplus/defisit sebelum pos luar biasa, pos

    luar biasa, dan surplus/defisit-LO, yang diperlukan untuk penyajian yang wajar. Pendapatan-LO

  • untuk periode sampai dengan 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp61.440.867.943,00, sedangkan

    jumlah beban adalah sebesar Rp249.669.675.679,00 sehingga terdapat Defisit dari Kegiatan

    Operasional senilai Rp(188.228.807.736,00). Kegiatan Non Operasional dan Pos-Pos Luar Biasa

    masing-masing sebesar Rp(1.401.557.518,00),00 dan Rp(0,00) sehingga entitas mengalami Defisit-

    LO sebesar Rp(189.630.365.254,00).

    4. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

    Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun

    pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekuitas pada tanggal 01 Januari 2015 adalah

    sebesar Rp933.383.632.421,00, Defisit-LO sebesar Rp(189.630.365.254,00), kemudian penyesuaian

    nilai tahun berjalan sebesar Rp176.998.856,00, dampak kumulatif perubahan kebijakan

    akuntansi/kesalahan mendasar sebesar Rp759.773.240,00 dan transaksi antar entitas senilai total

    Rp193.539.858.897,00, sehingga Ekuitas entitas pada tanggal 31 Desember 2015 adalah senilai

    Rp938.229.898.160,00.

    5. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

    Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci

    atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan

    Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian

    informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta

    pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan

    keuangan.

    Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan tanggal

    31 Desember 2015 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas. Sedangkan Neraca, Laporan

    Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas untuk Tahun 2015 disusun dan disajikan dengan

    menggunakan basis akrual.

  • I. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

    LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA LAPORAN REALISASI ANGGARAN

    UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015 DAN 2014

    (Dalam Rupiah)

    31 DESEMBER 2014

    ANGGARAN REALISASI REALISASI

    PENDAPATAN

    Penerimaan Negara Bukan Pajak B.1 68.731.384.000,00 62.436.528.102,00 90,84 53.235.745.384,00

    JUMLAH PENDAPATAN 68.731.384.000,00 62.436.528.102,00 90,84 53.235.745.384,00

    BELANJA B.2

    Belanja Operasi 277.181.443.000,00 254.103.537.001,00 91,67 210.249.622.999,00

    Belanja Pegawai B.3 99.293.790.000,00 96.216.356.094,00 96,90 80.228.076.902,00

    Belanja Barang B.4 149.269.076.000,00 130.757.062.212,00 87,60 106.978.814.549,00

    Belanja Modal B.5 28.618.577.000,00 27.130.118.695,00 94,80 23.042.731.548,00

    JUMLAH BELANJA 277.181.443.000,00 254.103.537.001,00 91,67 210.249.622.999,00

    % thd AnggCATATANURAIAN31 DESEMBER 2015

  • II. NERACA

    LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NERACA

    PER 31 DESEMBER 2015 DAN 2014 CATATAN 31 DESEMBER 2015 31 DESEMBER 2014

    Kas di Bendahara Pengeluaran C.1 - 14.400.000

    Kas di Bendahara Penerimaan C.2 16.000.000,00 83.349.695,00

    Kas Lainnya dan Setara Kas C.3 3.453.157.494,00 2.836.348.816,00

    Piutang Bukan Pajak C.4 - 109.768.181,00

    Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang Bukan Pajak C.5 - (548.841,00)

    Piutang Bukan Pajak Netto C.6 - 109.219.340,00

    Bagian Lancar TP/TGR C.7 - 41.400.000,00

    Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang Jangka Pendek C.8 - (207.000,00)

    Bagian Lancar TP/TGR Netto C.9 - 41.193.000,00

    Persediaan C.10 2.592.236.360,00 2.389.779.732,00

    Jumlah Aset Lancar 6.061.393.854,00 5.474.290.583,00

    Tanah C.11 511.094.866.313,00 511.094.866.313,00

    Peralatan dan Mesin C.12 154.768.566.174,00 142.030.427.201,00

    Gedung dan Bangunan C.13 453.244.053.091,00 440.190.118.077,00

    Jalan, Irigasi, dan Jaringan C.14 6.272.611.127,00 5.492.174.627,00

    Aset Tetap Lainnya C.15 4.301.672.327,00 3.979.818.552,00

    Akumulasi Penyusutan Aset Tetap C.16 (197.275.875.585,00) (175.560.212.324,00)

    Jumlah Aset Tetap 932.405.893.447,00 927.227.192.446,00

    ASET LAINNYA

    Aset Tidak Berwujud C.17 4.016.166.100,00 4.855.994.100,00

    Aset Lain-Lain C.18 1.062.225.211,00 2.984.376.377,00

    Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi Aset Lainnya C.19 (893.237.257,00) (2.913.209.751,00)

    Jumlah Aset Lainnya 4.185.154.054,00 4.927.160.726,00

    JUMLAH ASET 942.652.441.355,00 937.628.643.755,00

    -

    Utang Kepada Pihak Ketiga C.20 3.456.855.480,00 3.416.719.257,00

    Pendapatan Diterima di Muka C.21 689.769.811,00 640.499.056,00

    Uang Muka dari KPPN C.22 - 14.400.000,00

    Utang Jangka Pendek Lainnya C.23 275.917.904,00 173.393.021,00

    Pendapatan Yang Ditangguhkan C.24 - 108.711.795,00

    4.422.543.195,00 4.353.723.129,00

    Ekuitas Dana Lancar C.25 1.120.567.454,00

    Ekuitas Dana Investasi C.26 932.154.353.172,00

    Ekuitas C.27 938.229.898.160,00 -

    JUMLAH EKUITAS DANA 938.229.898.160,00 933.274.920.626,00

    942.652.441.355,00 937.628.643.755,00

    URAIAN

    KEWAJIBAN

    JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

    ASET

    ASET TETAP

    ASET LANCAR

    KEWAJIBAN JANGKA PENDEK

    JUMLAH KEWAJIBAN

  • III. LAPORAN OPERASIONAL

    LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA LAPORAN OPERASIONAL

    UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PER 31 DESEMBER 2015 DAN 2014

    CATATAN 2015 2014

    D.1

    Penerimaan Negara Bukan Pajak 61.440.867.943,00 -

    61.440.867.943,00 -

    Beban Pegawai D.2 96.237.652.198,00 -

    Beban Persediaan D.3 9.552.242.696,00 -

    Beban Barang dan Jasa D.4 90.198.879.529,00 -

    Beban Pemeliharaan D.5 13.775.259.066,00 -

    Beban Perjalanan Dinas D.6 15.129.694.809,00 -

    Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat D.7 1.511.041.162,00 -

    Beban Penyusutan dan Amortisasi D.8 23.265.662.060,00 -

    Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih D.9 (755.841,00) -

    249.669.675.679,00 -

    SURPLUS (DEFISIT) DARI KEGIATAN OPERASIONAL (188.228.807.736,00) -

    D.10

    Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar 72.950.000,00 -

    Beban Pelepasan Aset Non Lancar 1.474.507.518,00 -

    Jml Surplus/(Defisit) Pelepasan Aset Non Lancar (1.401.557.518,00) -

    Pendapatan Dari Kegatan Non Operasional Lainnya - -

    Jml Surplus/(Defisit) dari Kegiatan Non Operasional Lainnya - -

    SURPLUS /DEFISIT DARI KEGIATAN NON OPERASIONAL (1.401.557.518,00) -

    -

    - -

    SURPLUS/DEFISIT LO D.11 (189.630.365.254,00) -

    URAIAN

    BEBAN

    JUMLAH BEBAN

    KEGIATAN NON OPERASIONAL

    POS LUAR BIASA

    KEGIATAN OPERASIONAL

    JUMLAH PENDAPATAN

    PENDAPATAN

  • IV. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

    LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

    UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PER 31 DESEMBER 2015 DAN 2014

    JUMLAH

    EKUITAS AWAL E.1 933.383.632.421,00 - 933.383.632.421,00

    SURPLUS/DEFISIT LO E.2 (189.630.365.254,00) - (189.630.365.254,00)

    PENYESUAIAN NILAI TAHUN BERJALAN 176.998.856,00 - 176.998.856,00

    Penyesuaian Nilai Aset E.3 176.998.856,00 - 176.998.856,00 Penyesuaian Nilai Kwajiban - - -

    DAMPAK KUMULATIF PERUBAHAN KEBIJAKAN

    AKUNTANSI/KESALAHAN MENDASAR

    E.4 759.773.240,00 -

    759.773.240,00

    Koreksi Nilai Persediaan - - -

    Selisih Nilai Reavaluasi Aset Tetap - - -

    Koreksi Nilai Aset Tetap Non Revaluasi E.4.1 130.213.812,00 - 130.213.812,00

    Lain-Lain E.4.2 629.559.428,00 - 629.559.428,00

    TRANSAKSI ANTAR ENTITAS E.5 193.539.858.897,00 - 193.539.858.897,00

    KENAIKAN/PENURUNAN EKUITAS 4.846.265.739,00 - 4.846.265.739,00

    EKUITAS AKHIR E.6 938.229.898.160,00 - 938.229.898.160,00

    URAIAN CATATAN 2015 2014KENAIKAN (PENURUNAN)

  • A. PENJELASAN UMUM

    A.1. Profil dan Kebijakan Teknis Lembaga Administrasi Negara

    Dasar

    Hukum

    Entitas dan

    Rencana

    Strategis

    Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang mengemban amanah untuk melaksanakan

    tugas pemerintahan di bidang administrasi negara sesuai dengan ketentuan peraturan

    perundangan yang berlaku, dituntut untuk menjadi contoh (role model) bagi reformasi

    administrasi diharapkan mampu membuktikan diri sebagai organisasi pemerintah

    berkinerja tinggi. Berdasarkan Undang-Undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian

    Negara dan Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2013 tentang Lembaga Administrasi

    Negara merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang berada di bawah dan

    bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang membidangi urusan

    pemerintahan di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

    Lembaga Administrasi Negara mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di

    bidang administrasi negara.

    Dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2013 tentang Lembaga

    Administrasi Negara membawa konsekuensi perubahan organisasi (restrukturisasi) dan

    tata kerja yaitu dengan ditetapkannya Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara

    Nomor 14 tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Administrasi Negara.

    Reorganisasi yang telah dilaksanakan LAN memantapkan peran LAN secara lebih

    solid untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan tata kelola pemerintahan di

    Indonesia, khususnya melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme ASN dan

    perbaikan kebijakan. Kebijakan yang tertuang dalam Perpres No. 57 Tahun 2013 tentang

    Lembaga Administrasi Negara (LAN) memberikan kesempatan bagi LAN untuk

    melaksanakan tugas pemerintahan di bidang administrasi negara sesuai dengan

    ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menyelenggarakan

    fungsi:

    1. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional tertentu di bidang administrasi

    negara;

    2. Pengkajian administrasi Negara di bidang kebijakan reformasi administrasi,

    desentralisasi dan otonomi daerah, sistem administrasi Negara, dan hukum

    administrasi negara;

    V. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

  • 3. Pengembangan inovasi administrasi Negara di bidang tata pemerintahan, pelayanan

    publik serta kelembagaaan dan sumberdaya aparatur;

    4. Pemberian fasilitasi dan pembinaan terhadap kegiatan instansi Pemerintah di bidang

    administrasi negara;

    5. Pembinaan, penjaminan mutu, dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan

    sumber daya aparatur negara;

    6. Pembinaan jabatan fungsional tertentu yang menjadi kewenangan LAN sesuai

    dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

    7. Pengembangan kapasitas administrasi negara; dan

    8. Pembinaan dan penyelenggaraan dukungan administrasi dalam pelaksanaan tugas

    dan fungsinya.

    Dukungan kebijakan lain, antara lain dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 5

    tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara memberikan kesempatan bagi LAN untuk

    berkiprah sesuai dengan mandat dalam kebijkan tersebut. LAN berpotensi besar untuk

    menyukseskan pelaksanaan reformasi birokrasi. Reformasi sumber daya aparatur negara

    dapat dilakukan dengan melakukan pembinaan, pelatihan, pendampingan terhadap

    aparatur sipil negara di Indonesia. Dalam era desentralisasi, peran daerah semakin kuat

    dalam tugasnya sebagai penyedia layanan publik terdekat. Terkait dengan hal ini, terbuka

    kesempatan bagi LAN untuk berperan dalam memberikan dorongan kepada instansi-

    instansi daerah untuk melakukan reformasi pelayanan publik melalui program-program

    yang inovatif.

    LAN yang telah ditunjuk sebagai instansi Pembina jabatan fungsional analis

    kebijakan juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan tata kualitas kebijakan di

    Indonesia dengan melakukan pembinaan analis kebijakan. Keberadaan seorang analis

    kebijakan di Indonesia saat ini belum optimal dalam pelaksanaan proses kebijakan publik.

    Padahal, salah satu kegagalan implementasi kebijakan di Indonesia selama ini

    dikarenakan masih kurangnya pemahaman para pembuat kebijakan dan berbagai

    kelemahan dalam formulasi kebijakan yang kurang didukung dengan analisis kebijakan

    yang baik. Dengan mandat yang diberikan pada LAN, membuka kesempatan untuk

    berkontribusi dalam perbaikan kualitas kebijakan publik melalui pembinaan analis

    kebijakan.

    Renstra Lembaga Administrasi Negara 2015-2019 mencakup berbagai upaya

    Lembaga Administrasi dalam melaksanakan amanat pembentukan organisasi Lembaga

  • Administrasi Negara yang dilaksanakan untuk mendukung tercapainya visi dan misi

    nasional pada Pemerintahan hasil Pemilihan Presiden Tahun 2014.

    Untuk mewujudkan tujuan diatas Lembaga Administrasi Negara berkomitmen

    dengan visi Menjadi rujukan bangsa dalam pembaharuan Administrasi Negara.

    Misi Lembaga Administrasi Negara adalah memberikan kontribusi nyata dalam

    pengembangan kapasitas aparatur negara dan sistem administrasi negara guna

    mewujudkan tata pemerintahan yang baik, melalui :

    1. Pengembangan Inovasi Administrasi Negara;

    2. Pengkajian Kebijakan;

    3. Pembinaan dan Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan aparatur negara;

    4. Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Administrasi.

    Berdasarkan sembilan agenda prioritas pembangunan dan arah kebijakan umum

    Pembangunan Nasional, maka arah kebijakan Lembaga Administrasi Negara didasarkan

    pada Visi Nasional untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif,

    demokratis, dan terpercaya. Sesuai dengan prioritas nasional, Visi tersebut

    diimplementasikan salah satunya dengan menjalankan agenda reformasi birokrasi

    secara konsisten. Oleh karena itu, sejalan dengan tugas dan fungsi yang diemban

    Lembaga Administrasi Negara, Kebijakan dalam Renstra 2015-2019 Lembaga

    Administrasi Negara ini diarahkan pada:

    Meningkatnya kualitas hasil kebijakan

    Meningkatnya kompetensi dan profesionalisme ASN

    Meningkatnya pengembangan dan praktek inovasi di bidang administrasi Negara

    Terwujudnya pengembangan dan penerapan ilmu administrasi negara

    Terwujudnya peningkatan kapasitas kelembagaan, tata laksana, dan SDM

    aparatur LAN yang profesional, serta akuntabilitas lembaga

    Adapun Strategi yang akan dilaksanakan oleh Lembaga Administrasi Negara untuk

    memujudkan agenda tersebut adalah melalui:

    Peningkatan kualitas kebijakan

    Peningkatan kompetensi dan profesionalisme ASN

    Pengembangan dan praktek inovasi di bidang administrasi negara

  • Pengembangan dan penerapan ilmu administrasi negara

    Peningkatan Kapasitas Kelembagaan, tata laksana, dan SDM Aparatur LAN yang

    profesional serta akuntabilitas lembaga

    Peraturan Presiden No. 57 tahun 2013 menjadi acuan penyusunan struktur LAN baru.

    Adapun struktur baru terdiri atas:

    1) Sekretariat Utama

    Sekretariat Utama mempunyai tugas melaksananakan koordinasi pelaksanaan

    tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit

    organisasi di lingkungan LAN.

    a. Koordinasi kegiatan di lingkungan LAN;

    b. Koordinasi penyusunan rencana program dan kegiatan di lingkungan LAN;

    c. Pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi

    ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip, dan

    dokumentasi di lingkungan LAN;

    d. Pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerjasama,

    dan hubungan masyarakat;

    e. Koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan

    hukum;

    f. Penyelenggaraan pengelolaan barang milik negara/kekayaan negara;

    g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala

    2) Deputi Bidang Kajian Kebijakan

    Deputi Bidang Kajian Kebijakan mempunyai tugas merumuskan dan

    melaksanakan kebijakan di bidang pengkajian reformasi admnistrasi, sistem

    administrasi negara dan hukum administrasi negara, desentralisasi dan otonomi

    daerah, serta pembinaan jabatan fungsional analis kebijakan.

    a. Merumuskan, melaksanakan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi

    kebijakan di bidang pengkajian reformasi administrasi, sistem administrasi

    negara dan hukum administrasi negara, desentralisasi dan otonomi daerah

    serta pembinaan jabatan fungsional analis kebijakan;

    b. Memberikan bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang pengkajian dan

    pelaksanaan kebijakan reformasi administrasi, sistem administrasi negara

    dan hukum administrasi negara, desentralisasi dan otonomi daerah, serta

    pembinaan jabatan fungsional analis kebijakan;

    c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala.

  • 3) Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Aparatur

    Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas

    melaksanakan kebijakan di bidang pendidikan dan pelatihan sumber daya

    aparatur, serta pembinaan jabatan fungsional Widyaiswara.

    Fungsi :

    a. Merumuskan, melaksanakan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi

    kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan sumberdaya aparatur

    serta pembinaan jabatan fungsional widyaiswara;

    b. Memberikan bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang pendidikan dan

    pelatihan aparatur serta pembinaan jabatan fungsional widyaiswara; dan

    c. Melaksanakan tugas lain yang terkait yang diberikan oleh kepala.

    4) Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara

    Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara mempunyai tugas merumuskan dan

    melaksanakan kebijakan pengembangan inovasi administrasi negara di bidang

    tata pemerintahan, pelayanan publik, serta kelembagaan dan sumberdaya

    aparatur.

    Secara lebih rinci, Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara menyelenggarakan

    fungsi:

    a. Merumuskan, melaksanakan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi

    kebijakan inovasi administrasi negara di bidang tata pemerintahan,

    pelayanan publik, serta kelembagaan dan sumberdaya aparatur.

    b. Memberikan bimbingan teknis dan fasilitasi inovasi administrasinegara di

    bidang tata pemerintahan, pelayanan publik, serta kelembagaan dan

    sumberdaya aparatur, dan

    c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan kepala.

    Sekolah Ilmu Administrasi Negara (STIA LAN) berdasarkan Keputusan Presiden Republik

    Indonesia Nomor 100 Tahun 1999 jo Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI

    Nomor 535 Tahun 1999 adalah perguruan tinggi kedinasan yang bertanggungjawab

    kepada Kepala LAN dengan menyelenggarakan program pendidikan akademik dan

    profesional di bidang Ilmu Administrasi Negara bagi pegawai negeri.

    Berdasarkan peran dan mandat STIA LAN yang dijabarkan dalam tugas pokok dan

    fungsinya dalam menyelenggarakan sebagian tugas Lembaga Administrasi Negara,

    dirumuskan Visi STIA LAN sebagai cerminan gambaran peran dan kondisi yang ingin

    diwujudkan di masa depan. Hal tersebut sekaligus merefleksikan kesinambungan upaya

  • pengembangan dan pemantapan penyelenggaraan sistem pendidikan tinggi dibidang

    ilmu administrasi bagi Aparatur Negara yang meliputi pegawai ASN/PNS, anggota

    TNI/POLRI, pegawai BUMN/D, anggota DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota khususnya di

    wilayah Indonesia Bagian Timur, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-

    undangan yang berlaku.

    Rincian jumlah satker pada masing-masing Eselon I adalah sebagai berikut :

    No Eselon I Satker

    1 Lembaga Administrasi Negara 8

    8Jumlah

    Implementasi

    Akuntansi

    Pemerintahan

    Berbasis Akrual

    Tahun 2015

    A.2. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan

    Laporan Keuangan Tahun 2015 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek

    keuangan yang dikelola oleh Lembaga Administrasi Negara. Laporan Keuangan ini

    dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual

    maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan dan

    pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada

    Kementerian Negara/Lembaga.

    SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem Informasi

    Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI dirancang untuk

    menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi

    Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Sedangkan

    SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap, persediaan, dan aset

    lainnya untuk diperbandingkan dengan neraca dan laporan barang milik negara serta

    laporan manajerial lainnya.

    Basis

    Akuntansi

    A.3. Basis Akuntansi

    Lembaga Administrasi Negara menerapkan basis akrual dalam penyusunan dan penyajian

    Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas serta basis kas untuk

    penyusunan dan penyajian Laporan Realisasi Anggaran. Basis akrual adalah basis

    akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi

    dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau

    dibayarkan. Sedangkan basis kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh

    transaksi atau peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Hal

  • ini sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan

    Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

    Dasar

    Pengukuran

    A.4. Dasar Pengukuran

    Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap

    pos dalam laporan keuangan. Dasar pengukuran yang diterapkan Lembaga Administrasi

    Negar dalam penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan adalah dengan menggunakan

    nilai perolehan historis.

    Aset dicatat sebesar pengeluaran/penggunaan sumber daya ekonomi atau sebesar nilai

    wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewajiban dicatat

    sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang digunakan pemerintah untuk memenuhi

    kewajiban yang bersangkutan.

    Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Transaksi yang

    menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata

    uang rupiah.

    Kebijakan

    Akuntansi

    A.5. Kebijakan Akuntansi

    Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2015 telah mengacu pada Standar

    Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kebijakan akuntansi merupakan prinsip-prinsip, dasar-

    dasar, konvensi-konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh

    suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Kebijakan

    akuntansi yang diterapkan dalam laporan keuangan ini adalah merupakan kebijakan yang

    ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara. Disamping itu, dalam penyusunannya

    telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan

    pemerintahan.

    Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan

    Keuangan Lembaga Administrasi Negara adalah sebagai berikut:

    Pendapatan-

    LRA

    (1) Pendapatan- LRA

    Pendapatan-LRA adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara yang

    menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang

    bersangkutan yang menjadi hak pemerintah dan tidak perlu dibayar kembali oleh

    pemerintah.

    Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima pada Kas Umum Negara (KUN).

  • Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan

    membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah

    dikompensasikan dengan pengeluaran).

    Pendapatan-LRA disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.

    Pendapatan-

    LO

    (2) Pendapatan- LO

    Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah

    ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu

    dibayar kembali.

    Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan dan /atau

    Pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi.

    Pendapatan-LO pada Lembaga Administrasi Negara diakui pada saat Pendapatan

    terealisasi, yaitu pada saat terdapat aliran masuk sumber daya ekonomi dan/ atau

    pada saat timbulnya hak atas pendapatan, yaitu sebagai berikut:

    o Pendapatan Jasa Diklat setelah pelatihan selesai dilaksanakan

    o Pendapatan Sewa Gedung secara proporsional antara nilai dan periode waktu

    sewa.

    o Pendapatan SPP diakui setelah penyelenggaraan perkuliahan telah diterima

    oleh mahasiswa

    o Pendapatan Denda pada saat dikeluarkannya surat keputusan denda atau

    dokumen lain yang dipersamakan.

    o Pendapatan lain-lain pada saat waktu terjadinya.

    Akuntansi pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan

    membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah

    dikompensasikan dengan pengeluaran).

    Pendapatan disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.

    Belanja (3) Belanja

    Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara yang

    mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam peride tahun anggaran yang

    bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh

    pemerintah.

    Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN.

    Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi

    pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor

  • Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

    Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya

    klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi akan diungkapkan dalam Catatan

    atas Laporan Keuangan.

    Beban

    (4) Beban

    Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode

    pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau

    konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.

    Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban; terjadinya konsumsi aset;

    terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.

    Beban disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya

    klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi diungkapkan dalam Catatan atas

    Laporan Keuangan.

    Aset (5) Aset

    Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset Tetap dan Aset Lainnya.

    Aset Lancar

    a. Aset Lancar

    Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal kas dalam bentuk

    valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI pada

    tanggal neraca.

    Investasi Jangka Pendek BLU dalam bentuk surat berharga disajikan sebesar

    nilai perolehan sedangkan investasi dalam bentuk deposito dicatat sebesar

    nilai nominal.

    Piutang diakui apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :

    - Piutang yang timbul dari Tuntutan Perbendaharaan / Ganti Rugi apabila

    telah timbul hak yang didukung dengan Surat Keterangan Tanggung

    Jawab Mutlak dan / atau telah dikeluarkannya surat keputusan yang

    mempunyai kekuatan hukum tetap.

    - Piutang yang timbul dari perikatan diakui apabila terdapat peristiwa yang

    menimbulkan hak tagih dan didukung dengan naskah perjanjian yang

    menyatakan hak dan kewajiban secara jelas serta jumlahnya bisa diukur

    dengan andal.

    Piutang disajikan dalam neraca pada nilai yang dapat direalisasikan (net

  • realizable value). Hal ini diwujudkan dengan membentuk penyisihan piutang

    tak tertagih. Penyisihan tersebut didasarkan atas kualitas piutang yang

    ditentukan berdasarkan jatuh tempo dan upaya penagihan yang dilakukan

    pemerintah. Perhitungan penyisihannya adalah sebagai berikit .

    Kualitas Piutang

    Uraian

    Penyisihan

    Lancar Belum dilakukan pelunasan s.d. tanggal jatuh tempo

    0.5%

    Kurang Lancar Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat

    Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan 10%

    Diragukan

    Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat

    Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan

    50%

    Macet 1

    .

    Satu bulan terhitung sejak tanggal

    Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan

    pelunasan 100%

    2

    .

    Piutang telah diserahkan kepada

    Panitia Urusan Piutang Negara/DJKN

    Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Perbendaharaan / Ganti Rugi

    (TP/TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca

    disajikan sebagai Bagian Lancar TP/TGR atau Bagian Lancar TPA

    Nilai Persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik pada tanggal

    neraca dikalikan dengan:

    harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian;

    harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;

    harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan

    cara lainnya.

    Aset Tetap b. Aset Tetap

    Nilai aset tetap disajikan berdasarkan harga perolehan atau harga wajar.

    Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi

    sebagai berikut:

    a. Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah

    raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300.000 (tiga ratus ribu

    rupiah);

  • b. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan

    atau lebih dari Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah);

    c. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum

    kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai biaya kecuali

    pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi/jaringan, dan aset tetap lainnya

    berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian

    Aset Tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah

    yang disebabkan antara lain karena aus, ketinggalan jaman, tidak sesuai

    dengan kebutuhan organisasi yang makin berkembang, rusak berat, tidak

    sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR), atau masa kegunaannya

    telah berakhir direklasifikasi ke aset lain lain pada pos aset lainnya.

    Aset Tetap yang secara permanen dihentikan penggunaannya, dikeluarkan

    dari neraca pada saat penetapan dari entitas sesuai dengan ketentuan

    perundang-undangan di bidang pengelolaan BMN/BMD.

    Penyusutan

    Aset Tetap

    c. Penyusutan Aset Tetap

    Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan

    penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap.

    Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap:

    a. Tanah

    b. Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP)

    c. Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber sah atau

    dalam kondisi rusak berat dan/atau usang yang telah diusulkan kepada

    Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan

    Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan setiap akhir

    semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.

    Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus

    yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari Aset Tetap secara

    merata setiap semester selama Masa Manfaat.

    Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan berpedoman Keputusan

    Menteri Keuangan Nomor: 59/KMK.06/2013 tentang Tabel Masa Manfaat Dalam

    Rangka Penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada Entitas

    Pemerintah Pusat. Secara umum tabel masa manfaat adalah sebagai berikut:

  • Penggolongan Masa Manfaat Aset Tetap

    Kelompok Aset Tetap Masa Manfaat

    Peralatan dan Mesin 2 s.d. 20 tahun

    Gedung dan Bangunan 10 s.d. 50 tahun

    Jalan, Jaringan dan Irigasi 5 s.d 40 tahun

    Alat Tetap Lainnya (Alat Musik Modern) 4 tahun

    Piutang

    Jangka

    Panjang

    d. Piutang Jangka Panjang

    Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang diharapkan / dijadwalkan akan

    diterima dalam jangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal

    pelaporan.

    Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan Tuntutan Perbendaharaan /

    Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) dinilai berdasarkan nilai nominal dan disajikan

    sebesar nilai yang dapata direalisasikan.

    Aset Lainnya

    e. Aset Lainnya

    Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset tetap, dan

    piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Aset Tak

    Berwujud, tagihan penjualan angsuran yang jatuh tempo lebih dari 12 (dua

    belas) bulan, aset kerjasama dengan pihak ketiga (kemitraan), dan kas yang

    dibatasi penggunaannya.

    Aset Tak Berwujud (ATB) disajikan sebesar nilai tercatat netto yaitu sebesar

    harga perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi.

    Amortisasi ATB dengan masa manfaat terbatas dilakukan dengan metode

  • garis lurus dan nilai sisa nihil. Sedangkan atas ATB dengan masa manfaat

    tidak terbatas tidak dilakukan amortisasi.

    Aset Lain-lain berupa aset tetap pemerintah disajikan sebesar nilai buku

    yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

    Kewajiban (6) Kewajiban

    Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan

    kewajiban jangka panjang.

    a. Kewajiban Jangka Pendek

    Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika

    diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan

    setelah tanggal pelaporan.

    Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Belanja yang

    Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka, Bagian Lancar Utang

    Jangka Panjang,dan Utang Jangka Pendek Lainnya.

    b. Kewajiban Jangka Panjang

    Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan

    untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan

    setelah tanggal pelaporan.

    Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban

    pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.

    Ekuitas (7) Ekuitas

    Ekuitas merupakan selisih antara aset dengan kewajiban dalam satu periode.

    Pengungkapan lebih lanjut dari ekuitas disajikan dalam Laporan Perubahan

    Ekuitas

    Implementasi

    Akuntansi

    Pemerintah

    Berbasis

    Akrual

    Pertama Kali

    (8) Implementasi Akuntansi Berbasis Akrual Pertama Kali

    Mulai tahun 2015 Pemerintah mengimplementasikan akuntansi berbasis akrual

    sesuai dengan amanat PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi

    Pemerintahan. Implementasi tersebut memberikan pengaruh pada beberapa hal

    dalam penyajian laporan keuangan. Pertama, Pos-pos ekuitas dana pada neraca

    per 31 Desember 2014 yang berbasis cash toward accrual direklasifikasi menjadi

    ekuitas sesuai dengan akuntansi berbasis akrual. Kedua, keterbandingan

    penyajian akun-akun tahun berjalan dengan tahun sebelumnya dalam Laporan

    Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas tidak dapat dipenuhi. Hal ini

    diakibatkan oleh penyusunan dan penyajian akuntansi berbasis akrual pada tahun

    2015 adalah merupakan implementasi yang pertama.

    Penerapan SAP Berbasis Akrual (sesuai Lampiran I PP Nomor 71 Tahun 2010)

    untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2015 menyebabkan SAP Berbasis

    Kas Menuju Akrual (sesuai Lampiran II PP Nomor 71 Tahun 2010) tidak berlaku

  • lagi. Dengan demikian, kedua laporan keuangan (Laporan Keuangan per 31

    Desember 2014 dan Laporan Keuangan per 31 Desember 2015) disajikan sesuai

    dengan basis standar akuntansi yang berbeda-beda. Akibatnya, beberapa

    presentasi angka komparatif dalam penyajian laporan keuangan tidak dapat

    dibandingkan.

    Dampak kumulatif yang disebabkan oleh perubahan kebijakan akuntansi dan

    koreksi kesalahan yang berdampak pada laporan keuangan periode sebelumnya

    disajikan pada Laporan Perubahan Ekuitas dan diungkapkan dalam Catatan atas

    Laporan Keuangan.

    Pos pos laporan keuangan yang tidak dapat dibandingkan adalah (1) pos pos

    ekuitas dana pada neraca pada per 31 Desember 2014 yang berbasis cash toward

    accrual direklasifikasikan menjadi ekuitas sesuai dengan akuntansi berbasis akrual

    ditahun 2015 (2) keterbandingan penyajian akun akun tahun berjalan dengan

    tahun sebelumnya dalam Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas

    tidak dapat dipenuhi.

  • B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN

    Selama periode berjalan, Lembaga Administrasi Negara telah mengadakan revisi Daftar

    Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari DIPA Awal. Hal ini disebabkan antara lain

    optimalisasi, penghematan belanja pemerintah dan adanya perubahan kegiatan sesuai

    dengan kebutuhan dan situasi serta kondisi pada saat pelaksanaan.

    Perubahan tersebut berdasarkan sumber pendapatan dan jenis belanja adalah sebagai

    berikut :

    Pendapatan dari Pengelolaan BMN (Pemanfaatan dan 1.983.000.000,00 3.088.550.000,00

    Pemindahtanganan) serta Pendapatan dari Penjualan

    Pendapatan Jasa 35.701.189.000,00 42.445.169.000,00

    Pendapatan Pendidikan 23.250.665.000,00 23.197.665.000,00

    Jumlah 60.934.854.000,00 68.731.384.000,00

    UraianAnggaran Awal Anggaran Setelah Revisi

    TA 2015

    Sedangkan apabila dilihat dari program Lembaga Administrasi Negara maka

    perubahannya adalah sebagai berikut :

    Anggaran Awal Anggaran Setelah Revisi

    01.01.01 Program Dukungan Manajemen dan

    Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

    LAN

    175.265.835.000,00 167.093.391.000,00

    01.01.02 Program Peningkatan Sarana dan

    Prasarana Aparatur LAN

    23.072.000.000,00 23.149.137.000,00

    01.01.06

    Program Pengkajian Administrasi

    Negara dan Diklat Aparatur Negara

    45.161.619.000,00 60.931.655.000,00

    10.05.06

    Program Pengkajian Administrasi

    Negara dan Diklat Aparatur Negara

    26.323.698.000,00 26.007.260.000,00

    269.823.152.000,00 277.181.443.000,00 Total Belanja

    ProgramTA 2015

    Kode

    Realisasi

    Pendapatan Rp62.436.528.102,00

    B.1 Pendapatan

    Realisasi Pendapatan untuk periode yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2015

    adalah sebesar Rp62.436.528.102,00 atau mencapai 90,84 persen dari estimasi

    pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp68.731.384.000,00.

    Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi Pendapatan Lembaga Administrasi Negara

    adalah sebagai berikut:

    Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan

  • Pendapatan dari Pengelolaan BMN (Pemanfaatan dan 3.088.550.000,00 3.599.166.645,00 116,53

    Pemindahtanganan) serta Pendapatan dari Penjualan

    Pendapatan Jasa 42.445.169.000,00 40.486.712.181,00 95,39

    Pendapatan Pendidikan 23.197.665.000,00 17.610.500.000,00 75,91

    Pendapatan Iuran dan Denda - 6.580.676,00 0,00

    Pendapatan Lain-Lain - 733.568.600,00 0,00

    Jumlah 68.731.384.000,00 62.436.528.102,00 90,84

    Uraian

    TA 2015

    Anggaran Realisasi % Real Angg.

    Realisasi Pendapatan untuk periode sampai dengan TA 2015 dibandingkan dengan TA

    2014 terdapat kenaikan sebesar 17,28 persen. Hal ini disebabkan karena

    meningkatnya pendapatan sewa gedung dan pendapatan dari Diklatpim. Pada tahun

    2015 ini satker PKP2A IV LAN mengelola PNBP dengan mengadakan penyelenggaraan

    Diklatpim.

    Perbandingan Realisasi Pendapatan TA 2015 dan 2014

    REALISASI REALISASI

    TA 2015 TA 20143.599.166.645,00 3.103.389.873,00 15,98

    Pendapatan Jasa 40.486.712.181,00 30.069.469.908,00 34,64

    Pendapatan Pendidikan 17.610.500.000,00 19.403.900.000,00 (9,24)

    Pendapatan Iuran dan Denda 6.580.676,00 1.426.350,00 361,36

    Pendapatan Lain-lain 733.568.600,00 657.559.253,00 11,56

    Jumlah 62.436.528.102,00 53.235.745.384,00 17,28

    URAIAN

    NAIK

    (TURUN

    ) %Pendapatan dari

    Pengelolaan BMN

    (Pemanfaatan dan

    Pemindatanganan) serta

    B.1.1 Pendapatan dari Pengelolaan BMN (Pemanfaatan dan Pemindahtangan) serta

    Pendapatan dari Penjualan

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a

    Pendapatan Dari Penjualan

    Peralatan dan Mesin

    0,00

    17.000.000,00

    31.350.000,00

    b Pendapatan Dari

    Pemindahtanganan BMN

    lainnya

    0,00

    55.950.000,00

    32.100.000,00

    c Pendapatan Sewa Tanah,

    Gedung dan Bangunan 3.088.550.000,00

    3.526.216.645,00

    3.039.939.873,00

    Jumlah 3.088.550.000,00

    3.599.166.645,00 3.103.389.873,00

  • Realisasi Pendapatan dari Pengelolaan BMN (Pemanfaatan dan Pemindahtanganan)

    serta Pendapatan dari Penjualan adalah sebesar Rp3.599.166.645,00 atau 116,53%

    dari estimasi pendapatannya sebesar Rp3.088.550.000,00.

    B.1.2 Pendapatan Jasa

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a

    Pendapatan Jasa Tenaga,

    Pekerjaan, Informasi dan

    Teknologi Sesuai Dengan

    Tugas dan Fungsi Masing-

    Masing Kementerian dan

    Pendapatan DJBC

    42.445.169.000,00

    40.486.712.181,00

    30.069.454.819,00

    b Pendapatan Jasa Lembaga

    Keuangan (Jasa Giro)

    15.089,00

    Jumlah 42.445.169.000,00 40.486.712.181,00 30.069.469.908,00

    Realisasi Pendapatan Jasa adalah sebesar Rp40.486.712.181,00 atau 95,39% dari

    estimasi pendapatannya sebesar Rp42.445.169.000,00. Bila dibandingkan realisasi TA

    2014 mengalami kenaikan sebesar Rp10.417.242.273,00 atau 34,64%. Kenaikan

    realisasi pendapatan jasa disebabkan antara lain pada tahun ini satker PKP2A IV LAN

    telah mengelola PNBP dengan menyelenggaran Diklatpim.

    B.1.3 Pendapatan Pendidikan

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a Pendapatan Uang

    Pendidikan 22.202.215.000,00 16.827.250.000,00 18.421.100.000,00

    b Pendapatan Uang Ujian

    Masuk, Kenaikan Tingkat

    dan Akhir Pendidikan

    595.450.000,00

    545.250.000,00

    565.800.000,00

    c Pendapatan Pendidikan

    Lainnya

    400.000.000,00

    238.000.000,00

    417.000.000,00

    Jumlah 23.197.665.000,00 17.610.500.000,00 19.403.900.000,00

    Realisasi Pendapatan Pendidikan adalah sebesar Rp17.610.500.000,00 atau 75,91%

    dari estimasi pendapatannya sebesar Rp23.197.665.000,00. Bila dibandingkan dengan

  • TA 2014 realisasi pendapatan pendidikan mengalami penurunan sebesar

    Rp1.793.400.000,00 atau 9,24%. Penurunan realisasi pendapatan pendidikan

    disebabkan antara lain menurunnya jumlah mahasiswa terutama program S1 (sarjana)

    pada satker STIA LAN Jakarta, dimana hal ini sangat terkait dengan kebijakan

    perekrutan CPNS dengan standar pendidikan sarjana dan adanya kebijakan bahwa STIA

    LAN memiliki keterbatasan dalam penerimaan calon mahasiswa pada pegawai negeri,

    TNI/POLRI dan BUMN/BUMD.

    B.1.4 Pendapatan Iuran dan Denda

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a

    Pendapatan Denda

    Keterlambatan

    Penyelesaian Pekerjaan

    Pemerintahan

    0,00

    6.580.676,00

    1.426.350,00

    Jumlah 0,00 6.580.676,00 1.426.350,00

    Pendapatan Iuran dan Denda sebesar Rp6.580.676,00 terdapat pada satker PKP2A II

    LAN sebesar Rp3.616.176,00 merupakan denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan

    tahun 2014 dan PKP2A III LAN sebesar Rp2.964.500,00 merupakan keterlambatan

    penyelesaian pekerjaan belanja modal pengadaan peralatan fasilitas perkantoran. Bila

    dibandingkan dengan TA 2014 realisasi pendapatan iuran dan denda mengalami

    kenaikan sebesar Rp5.154.326,00 atau 361,36%.

    B.1.5 Pendapatan Lain-Lain

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a

    Penerimaan Kembali

    Belanja Pegawai TAYL

    0,00

    434.009.528,00

    454.395.801,00

    b Penerimaan Kembali

    Belanja Barang TAYL

    0,00

    220.912.000,00

    161.203.946,00

    d Pendapatan Penyelesaian

    Tuntutan Perbendaharaan

    0,00

    41.400.000,00

    41.400.000,00

    e Pendapatan Anggaran Lain-

    Lain

    0,00

    37.247.072,00

    559.506,00

    Jumlah 0,00 733.568.600,00 657.559.253,00

  • Realisasi Pendapatan Lain-Lain TA 2015 sebesar Rp733.568.600,00 terjadi kenaikan

    jika dibandingkan dengan realisasi TA 2014 sebesar Rp76.009.347,00 atau 11,56%.

    Realisasi Belanja

    Rp254.103.537.001,00

    B.2 BELANJA

    Realisasi belanja Lembaga Administrasi Negara per 31 Desember 2015 adalah sebesar

    Rp254.103.537.001,00 atau 91,67 % dari anggaran belanja sebesar

    Rp277.181.443.000,00. Rincian anggaran dan realisasi belanja per 31 Desember 2015

    tersaji sebagai berikut:

    Rincian Estimasi dan Realisasi Belanja TA 2015

    Anggaran Realisasi% Real

    Angg.

    Belanja Pegawai 99.293.790.000,00 96.483.000.546,00 97,17

    Belanja Barang 149.269.076.000,00 130.771.670.212,00 87,61

    Belanja Modal 28.618.577.000,00 27.132.243.695,00 94,81

    Total Belanja Kotor 277.181.443.000,00 254.386.914.453,00 91,78

    Pengembalian Belanja - 283.377.452,00 0,00

    Total Belanja 277.181.443.000,00 254.103.537.001,00 91,67

    Uraian

    TA 2015

    Komposisi anggaran dan realisasi belanja dapat dilihat dalam grafik berikut ini:

    -

    50.000.000.000

    100.000.000.000

    150.000.000.000

    Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

    Anggaran Realisasi

  • Sedangkan realisasi belanja berdasarkan program untuk TA 2015 adalah sebagai

    berikut:

    Rincian Belanja Berdasarkan Program TA 2015

    ANGGARAN REALISASI

    01.01.01 Program Dukungan

    Manajemen dan Pelaksanaan

    Tugas Teknis Lainnya LAN

    167.093.391.000,00 159.501.041.916,00 95,46

    01.01.02 Program Peningkatan Sarana

    dan Prasarana Aparatur LAN

    23.149.137.000,00 22.030.842.409,00 95,17

    01.01.06 Program Pengkajian

    Administrasi Negara dan

    Diklat Aparatur Negara

    60.931.655.000,00 51.789.070.783,00 85,00

    10.05.06 Program Pengkajian

    Administrasi Negara dan

    Diklat Aparatur Negara

    26.007.260.000,00 20.782.581.893,00 79,91

    277.181.443.000,00 254.103.537.001,00 91,67 Total Belanja

    PROGRAMTA 2015

    %KODE

    Realisasi belanja TA 2015 mengalami kenaikan sebesar 20,73% dibandingkan pada

    tahun 2014. Hal ini disebabkan antara lain :

    1. Kenaikan Tunjangan Kinerja menjadi 70% sesuai dengan Peraturan Presiden

    Nomor 129 tahun 2015

    2. Adanya renovasi gedung Graha Wicaksana pada satker LAN Jakarta dan

    pembangunan jogging track pada satker PKP2A I LAN

    Perbandingan Realisasi Belanja TA 2015 dan 2014

    URAIAN REALISASI TA 2015 REALISASI TA 2014NAIK

    (TURUN) %

    Belanja Pegawai 96.216.356.094,00 80.228.076.902,00 19,93

    Belanja Barang 130.757.062.212,00 106.978.814.549,00 22,23

    Belanja Modal 27.130.118.695,00 23.042.731.548,00 17,74

    Belanja Modal Non Kas - 223.198.645,00 (100,00)

    Jumlah Belanja 254.103.537.001,00 210.472.821.644,00 20,73

    Belanja Pegawai

    Rp96.216.356.094,00

    B.3 Belanja Pegawai

    Ralisasi belanja pegawai TA 2015 dan 2014 adalah masing-masing sebesar

    Rp96.216.356.094,00 dan Rp80.228.076.902,00.

    Perbandingan Realisasi Belanja Pegawai

    TA 2015 dan 2014

  • Uraian Realisasi TA 2015 Realisasi TA 2014NAIK

    (TURUN)%

    Belanja Gaji dan Tunjangan PNS 57.005.881.385,00 50.919.366.299,00 11,95

    Belanja Lembur 415.845.000,00 153.347.000,00 171,18

    Belanja Pegawai (Tunjangan

    Khusus/kegiatan) dan Transito39.061.274.161,00 29.335.510.472,00

    -

    Jumlah Bruto 96.483.000.546,00 80.408.223.771,00 19,99

    Pengembalian Belanja 266.644.452,00 180.146.869,00 48,02

    Jumlah Netto 96.216.356.094,00 80.228.076.902,00 19,93

    B.3.1 Belanja Gaji dan Tunjangan PNS

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a Belanja Gaji Pokok

    PNS

    35.512.965.000,00 35.452.004.680,00 31.563.630.890,00

    b Belanja Pembulatan

    Gaji PNS

    812.000,00 706.783,00 607.478,00

    c Belanja Tunj.

    Suami/Istri PNS

    2.575.042.000,00 2.563.903.010,00 2.339.998.182,00

    d Belanja Tunj. Anak

    PNS

    736.195.000,00 730.882.550,00 661.534.156,00

    e Belanja Tunj.

    Struktural

    2.492.200.000,00 2.463.090.000,00 2.481.370.000,00

    f Belanja Tunj.

    Fungsional

    3.073.797.000,00 3.051.615.000,00 2.975.235.000,00

    g Belanja Tunj. PPh

    PNS

    1.133.668.000,00 1.040.234.902,00 965.507.533,00

    h Belanja Tunj. Beras

    PNS

    1.975.089.000,00 1.966.379.060,00 1.812.865.860,00

    i Belanja Uang Makan

    PNS

    5.764.500.000,00 5.396.416.000,00 4.094.446.000,00

    j Belanja Tunj. Umum

    PNS

    1.172.823.000,00 1.151.645.000,00 1.089.365.000,00

    Belanja Tunj. Profesi

    Dosen

    2.476.994.000,00 2.299.077.800,00 1.968.067.200,00

    l Belanja Tunj.

    Kehormatan Profesor

    930.390.000,00 889.926.600,00 966.739.000,00

    Jumlah Bruto 57.844.475.000,00 57.005.881.385,00 50.919.366.299,00

    Pengembalian (109.096.745,00) (180.146.869,00)

    Jumlah Netto 57.844.475.000,00 56.896.784.640,00 50.739.219.430,00

  • Belanja Gaji dan Tunjangan PNS tahun 2015 dianggarkan sebesar

    Rp57.844.475.000,00 dan realisasi netto TA 2015 mencapai

    Rp56.896.784.640,00 atau 98,36%. Bila dibandingkan dengan realisasi TA 2014,

    maka realisasi TA 2015 mengalami kenaikan sebesar Rp6.157.565.210,00 atau

    12,14%.

    B.3.2 Belanja Uang Lembur

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a Belanja Uang Lembur 741.382.000,00 415.845.000,00 153.347.000,00

    Jumlah Bruto 741.382.000,00 415.845.000,00 153.347.000,00

    Pengembalian 0,00 1.586.800,00 0,00

    Jumlah Netto 741.382.000,00 414.258.200,00 153.347.000,00

    Belanja lembur dianggarkan sebesar Rp741.382.000,00 dan realisasi netto Per TA

    2015 mencapai Rp414.258.200,00 atau 55,88%. Bila dibandingkan dengan

    realisasi TA 2014, maka realisasi TA 2015 mengalami peningkatan sebesar

    Rp260.11.200,00 atau 170,14%.

    B.3.3 Belanja Tunjangan Khusus & Belanja Pegawai Transito

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a Belanja Pegawai

    (Tunjangan

    Khusus/Kegiatan)

    40.707.933.000,00

    39.061.274.161,00

    29.335.510.472,00

    b Belanja Pegawai Transito 0,00 0,00 0,00

    Jumlah Bruto 40.707.933.000,00 39.061.274.161,00 29.335.510.472,00

    Pengembalian 0,00 155.960.907,00 0,00

    Jumlah Netto 40.707.933.000,00 38.905.313.254,00 29.335.510.472,00

    Belanja Tunjangan Khusus & Belanja Pegawai Transito dianggarkan sebesar

    Rp40.707.933.000,00 dan realisasi netto Per 31 Desember 2015 mencapai

    Rp38.905.313.254,00 atau 95,95%. Bila dibandingkan dengan realisasi TA 2014,

    maka realisasi TA 2015 mengalami kenaikan sebesar Rp9.569.802.782,00 atau

    32,62%.

  • Belanja Barang

    Rp130.757.062.212,00

    B.4 Belanja Barang

    Realisasi belanja barang TA 2015 dan 2014 adalah masing-masing sebesar

    Rp130.757.062.212,00 dan Rp106.978.814.549,00. Realisasi tersebut mengalami

    kenaikan 22,23 persen dari realisasi belanja barang TA 2014. Hal ini disebabkan

    antara lain :

    1. Bertambahnya kegiatan ditahun 2015.

    2. Meningkatnya realisasi belanja barang untuk mendukung pelaksanaan

    operasional kerja.

    Perbandingan Realisasi Belanja Barang

    TA 2015 dan 2014

    Belanja Brg Persediaan 8.047.867.024,00 - -

    Belanja Jasa 24.588.844.239,00 19.135.986.167,00 28,50

    Belanja Pemeliharaan 14.616.798.179,00 12.800.154.551,00 14,19

    Belanja Perjalanan Dalam Negeri 14.652.533.166,00 12.218.176.335,00 19,92

    Belanja Perjalanan Luar Negeri 477.311.643,00 39.830.201,00 1.098,37

    Belanja Barang Fisik Lainnya Utk

    Diserahkan Kpd Masy/Pemda

    155.184.200,00 88.800.000,00 74,76

    Belanja Barang Lainnya Utk Diserahkan

    Kpd Masy/Pemda

    615.573.500,00 1.030.438.000,00 (40,26)

    Jumlah Bruto 130.771.670.212,00 107.058.425.682,00 22,15

    Pengembalian Belanja 14.608.000,00 79.611.133,00 (81,65)

    Jumlah Netto 130.757.062.212,00 106.978.814.549,00 22,23

    6,84 49.561.855.891,00 46.391.003.844,00 Belanja Barang Non Operasional

    Belanja Barang Operasional

    Uraian REALISASI TA 2015 REALISASI TA 2014 NAIK(TURUN)%

    18.055.702.370,00 15.354.036.584,00 17,60

    B.4.1 Belanja Barang Operasional

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a. Belanja Keperluan Perkantoran

    16.280.134.000,00 15.753.267.891,00 13.154.694.598,00

    b. Belanja Penambah DayaTahan Tubuh

    395.701.000.,00 370.115.380,00 404.118.956,00

    c. Belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat

    255.978.000,00 147.419.599,00 148.725.330,00

    d. Belanja Honor Operasional Satuan Kerja

    1.788.960.000,00

    1.724.940.000,00

    1.558.140.000,00

    e. Belanja Operasional Lainnya

    60.300.000,00 59.959.500,00 88.357.700,00

    Jumlah Bruto 18.781.073.000,00 18.055.702.370,00 15.354.036.584,00

    Pengembalian 0,00 0,00

    (2.625.500,00)

    Jumlah Netto 18.781.073.000,00 18.055.702.370,00

    15.351.411.084,00

  • Belanja Barang Operasional dianggarkan sebesar Rp18.781.073.000,00 dan

    realisasi netto TA 2015 mencapai Rp18.055.702.370,00 atau 96,14%. Bila

    dibandingkan dengan realisasi TA 2014, maka realisasi TA 2015 mengalami

    kenaikan sebesar Rp2.704.291.286,00 atau 17,62%.

    B.4.2 Belanja Barang Non Operasional

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a Belanja Bahan

    b Belanja Honor Output

    Kegiatan

    c Belanja Barang Non

    Operasional Lainnya

    15.081.193.000,00

    25.031.333.000,00

    19.004.090.000,00

    12.233.648.129,00

    19.640.573.500,00

    17.687.634.262,00

    14.021.454.993,00

    20.951.913.049,00

    11.417.635.802,00

    Jumlah Bruto 59.116.616.000,00 49.561.855.891,00 46.391.003.844,00

    Pengembalian 0,00 (14.458.000,00) (73.111.799,00)

    Jumlah Netto 59.116.616.000,00 49.547.397.891,00 46.317.892.045,00

    Belanja Barang Non Operasional dianggarkan sebesar Rp59116.616.000,00 dan

    realisasi netto TA 2015 mencapai Rp49.547.397.891,00 atau 83,81%. Bila

    dibandingkan dengan realisasi TA 2014, maka realisasi TA 2015 mengalami

    kenaikan sebesar Rp3.229.505.846,00 atau 6,97%.

    B.4.3 Belanja Barang Persediaan

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

  • a Belanja Brg Persediaan Brg

    Konsumsi

    9.449.385.000,00

    8.047.867.024,00

    0,00

    Jumlah Bruto 9.449.385.000,00 8.047.867.024,00 0,00

    Pengembalian 0,00 0,00 0,00

    Jumlah Netto 9.449.385.000,00 8.047.867.024,00 0,00

    Belanja Barang Persediaan dianggarkan sebesar Rp9.449.385.000,00 dan

    realisasi netto TA 2015 mencapai Rp8.047.867.024,00 atau 85,17%. (Penjelasan

    lebih lanjut dapat dilihat dalam penjelasan CaLK LO).

    B.4.4 Belanja Jasa

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a Belanja Langganan Listrik 9.130.018.000,00 8.890.409.381,00 7.489.787.521,00

    b Belanja Langganan

    Telepon

    718.998.000,00

    508.924.228,00

    527.906.602,00

    c Belanja Langgaanan Air 885.792.000,00 689.753.290,00 673.555.904,00

    d Belanja Langganan Daya

    dan Jasa Lainnya

    387.646.000,00

    379.191.120,00

    361.502.710,00

    e Belanja Sewa 1.446.644.000,00 1.276.782.220,00 986.728.430,00

    f Belanja Jasa Profesi 14.972.300.000,00 12.830.250.000,00 9.074.505.000,00

    g Belanja Jasa Lainnya 13.534.000,00 13.534.000,00 22.000.000,00

    Jumlah Bruto 27.554.932.000,00 24.588.844.239,00 19.135.986.167,00

    Pengembalian 0,00 0,00 (230.134,00)

    Jumlah Netto 27.554.932.000,00 24.588.844.239,00 19.135.756.033,00

    Belanja Jasa dianggarkan sebesar Rp27.554.932.000,00 dan realisasi netto Per

    TA 2015 mencapai Rp24.588.844.239,00 atau 89,24%. Bila dibandingkan dengan

    realisasi TA 2014, maka realisasi TA 2015 mengalami kenaikan sebesar

    Rp5.453.088.206,00 atau 28,50%.

    B.4.5 Belanja Pemeliharaan

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a Belanja Pemeliharaan

    Gedung dan Bangunan

    6.499.351.000,00

    6.141.304.468,00

    5.053.303.453,00

  • b Belanja Brg Persediaan

    Pemeliharaan Gedung &

    Bangunan

    676.910.000,00

    582.599.700,00

    0,00

    c Belanja Pemeliharaan

    Peralatan dan Mesin

    8.215.165.000,00

    7.166.864.911,00

    7.746.851.098,00

    d Belanja Brg Persediaan

    Pemeliharaan Peralatan

    & Mesin

    824.273.000,00

    726.029.100,00

    0,00

    Jumlah Bruto 16.215.699.000,00 14.616.798.179,00 12.800.154.551,00

    Pengembalian 0,00 0,00 0,00

    Jumlah Netto 16.215.699.000,00 14.616.798.179,00 12.800.154.551,00

    Belanja Jasa dianggarkan sebesar Rp16.215.699.000,00 dan realisasi netto Per

    TA 2015 mencapai Rp14.616.798.179,00 atau 90,14%. Bila dibandingkan dengan

    realisasi TA 2014, maka realisasi TA 2015 mengalami kenaikan sebesar

    Rp1.816.643.628,00 atau 14,19%. (Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat dalam

    penjelasan CaLK LO).

    B.4.6 Belanja Perjalanan Dalam Negeri

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a Belanja Perjalanan Biasa 13.739.818.000,00 12.407.064.166,00 9.324.738.891,00

    b Belanja Perjalanan Dinas

    Dalam Kota

    1.349.800.000,00

    857.530.000,00

    650.800,00

    c Belanja Perjalanan Dinas

    Paket Meeting Dalam

    Kota

    1.514.225.000,00

    1.294.005.000,00

    637.190.000,00

    d Belanja Perjalanan Dinas

    Paket Meeting Luar Kota

    111.250.000,00

    93.934.000,00

    1.605.447.444,00

    Jumlah Bruto 16.715.093.000,00 14.652.533.166,00 12.218.176.335,00

    Pengembalian 0,00 (150.000,00) (3.643.700,00)

    Jumlah Netto 16.715.093.000,00 14.652.383.166,00 12.214.532.635,00

    Belanja Perjalanan Dalam Negeri dianggarkan sebesar Rp16.715.093.000,00 dan

    realisasi netto TA 2015 mencapai Rp14.652.383.166,00 atau 87,66%. Bila

    dibandingkan dengan realisasi TA 2014, maka realisasi TA 2015 mengalami

    kenaikan sebesar Rp2.437.850.531,00 atau 19,96%.

    B.4.7 Belanja Perjalanan Luar Negeri

    TA 2015 TA 2014

  • Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a Belanja Perjalanan Biasa

    Luar Negeri

    272.860.000,00

    229.969.547,00

    0,00

    b Belanja Perjalanan

    Lainnya Luar Negeri

    309.270.000,00

    247.342.096,00

    39.830.201,00

    Jumlah Bruto 582.130.000,00 477.311.643,00 39.830.201,00

    Pengembalian 0,00 0,00 0,00

    Jumlah Netto 582.130.000,00 477.311.643,00 39.830.201,00

    Belanja Perjalanan Luar Negeri dianggarkan sebesar Rp582.130.000,00 dan

    realisasi netto TA 2015 mencapai Rp477.311.643,00 atau 69,49%. Bila

    dibandingkan dengan realisasi TA 2014, maka realisasi TA 2015 mengalami

    kenaikan sebesar Rp437.481.442,00 atau 1.098,37%.

    B.4.8 Belanja Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat/Pemda

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

    a

    Belanja Barang Fisik

    Lainnya Untuk

    Diserahkan Kepada

    Masyarakat/Pemda

    170.8555.000,00 155.184.200,00 88.800.000,00

    Jumlah Bruto 170.855.000,00 155.184.200,00 88.800.000,00

    Pengembalian 0,00 0,00 0,00

    Jumlah Netto 170.855.000,00 155.184.200,00 88.800.000,00

    Belanja Barang Fisik Lainnya Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat dianggarkan

    sebesar Rp170.855.000,00 dan realisasi netto TA 2015 mencapai

    Rp155.184.200,00 atau 90,83%. Bila dibandingkan dengan realisasi TA 2014,

    maka realisasi TA 2015 mengalami kenaikan sebesar Rp66.384.200,00 atau

    74,76%. (Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat dalam penjelasan CaLK LO).

    B.4.9 Belanja Barang Lainnya Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat/Pemda

    TA 2015 TA 2014

    Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)

  • a

    Belanja Barang Lainnya

    Untuk Diserahkan Kepada

    Masyarakat/Pemda

    683.293.000,00 615.573.500,00 1.030.438.000,00

    Jumlah Bruto 683.293.000,00 615.573.500,00 1.030.438.000,00

    Pengembalian 0,00 0,00 0,00

    Jumlah Netto 683.293.000,00 615.573.500,00 1.030.438.000,00

    Belanja Barang Lainnya Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat dianggarkan

    sebesar Rp683.293.000,00 dan realisasi netto TA 2015 sebesar

    Rp615.573.500,00 atau 90,09%. Bila dibandingkan dengan realisasi TA 2014,

    maka realisasi TA 2015 mengalami penurunan sebesar Rp414.864.500,00 atau

    40,26%. (Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat dalam penjelasan CaLK LO).

    B.5 Belanja Modal

    Realisasi belanja modal TA 2015 dan 2014 adalah masing - masing sebesar

    Rp27.130.118.695,00 dan Rp23.042.731.548,00. Belanja modal merupakan

    pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang

    memberi masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi.

    Realisasi belanja modal mengalami kenaikan sebesar Rp4.087.387.147,00 atau

    17,74 % pada TA 2015 dibandingkan TA 2014 disebabkan antara lain :

    1. Adanya renovasi gedung Graha Wicaksana

    2. Pembelian peralatan dan mesin untuk memenuhi kebutuhan sarana

    prasarana untk menunjang kegiatan

    Rincian belanja modal disajikan dalam tabel berikut ini :

    Perbandingan Realisasi Belanja Modal

    TA 2015 dan 2014

    URAIAN TA 2015 TA 2014 naik(turun)%

    Belanja Modal Peralatan

    dan Mesin12.527.223.629,00 2.451.595.800,00 410,98

    Belanja Modal Gedung dan

    Bangunan13.660.811.550,00 19.999.997.428,00 (31,70)

    Belanja Modal Jaringan 145.946.000,00 - 100,00

    Belanja Modal Lainnya 798.262.516,00 591.138.320,00 35,04

    Jumlah Bruto 27.132.243.695,00 23.042.731.548,00 17,75

    Pengembalian Belanja 2.125.000,00 - 100,00

    Jumlah Netto 27.130.118.695,00 23.042.731.548,00 17,74

  • B.5.1 Belanja Modal Peralatan dan Mesin

    Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin untuk TA 2015 dan TA 2014

    adalah masing masing Rp12.527.223.629,00 dan Rp2.451.595.800,00.

    Perbandingan Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin

    TA 2015 dan 2014

    URAIAN JENIS BELANJA Anggaran Realisasi TA 2015 Realisasi TA 2014Naik

    (Turun) %

    Belanja Modal Peralatan dan Mesin 13.297.980.000 12.476.973.629,00 2.451.595.800,00 408,93

    Belanja Penambahan Nilai Peralatan

    dan Mesin 75.000.000 50.250.000,00 - 100,00

    Jumlah Belanja Kotor 13.372.980.000 12.527.223.629,00 2.451.595.800,00 410,98

    Pengembalian Belanja Modal - - - -

    Jumlah Belanja 13.372.980.000 12.527.223.629,00 2.451.595.800,00 410,98

    Belanja Modal Peralatan dan Mesin dianggarkan sebesar

    Rp13.372.980.000,00 dan realisasi netto TA mencapai Rp12.527.223.629,00

    atau 93,68%. Bila dibandingkan dengan realisasi TA 2014, maka realisasi TA

    2015 mengalami kenaikan sebesar Rp10.075.627.829,00 atau 410,98%.

    B.5.2 Belanja Modal Gedung dan Bangunan

    Realisasi Belanja Modal Gedung dan Bangunan untuk TA 2015 dan TA 2014

    adalah masing masing sebesar Rp13.658.686.550,00 dan

    Rp19.999.997.428,00.

    Perbandingan Realisasi Belanja Modal Gedung dan Bangunan

    TA 2015 dan 2014

    URAIAN JENIS BELANJA Anggaran TA 2015 TA 2014Naik

    (Turun) %

    Belanja Modal Gedung dan Bangunan 3.363.234.000 3.190.237.650,00 19.999.997.428,00 (84,05)

    Bel. Penambahan Nilai Gedung &

    Bangunan 10.914.490.000 10.470.573.900,00 - 100,00

    Jumlah Belanja Kotor 14.277.724.000 13.660.811.550,00 19.999.997.428,00 (31,70)

    Pengembalian Belanja Modal - 2.125.000,00 - 100,00

    Jumlah Belanja 14.277.724.000 13.658.686.550,00 19.999.997.428,00 (31,71)

    Belanja modal gedung dan bangunan dianggarkan sebesar

    Rp14.277.724.000,00 dan realisasi netto mencapai Rp13.658.686.550,00 atau

  • 95,66%. Bila dibandingkan dengan realisasi TA 2014, maka realisasi Per TA

    2015 mengalami penurunan sebesar Rp6.341.310.878,00 atau 31,71%.

    B.5.3 Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan

  • Belanja Moda

    Rp27.130.118.695,00

    Realisasi belanja jalan, irigasi dan jaringan untuk TA 2015 dan TA 2014 adalah

    masing-masing sebesar Rp145.946.000,00 dan Rp0,00.

    Perbandingan Realisasi Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan

    TA 2015 dan TA 2014

    URAIAN JENIS BELANJA Anggaran TA 2015 TA 2014Naik

    (Turun) %

    Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan 146.545.000 145.946.000,00 - 100,00

    Jumlah Belanja Kotor 146.545.000 145.946.000,00 - 100,00

    Pengembalian Belanja Modal - - - -

    Jumlah Belanja 146.545.000 145.946.000,00 - 100,00

  • Belanja modal jalan, irigasi dan jaringan dianggarkan sebesar Rp146.545.000,00

    dan realisasi netto TA 2015 mencapai Rp145.946.000,00 atau 99,59%. Bila

    dibandingkan dengan realisasi TA 2014, maka realisasi TA 2015 mengalami

    kenaikan sebesar 100,00%.

    B.5.4 Belanja Modal Lainnya

    Realisasi modal lainnya untuk TA 2015 dan TA 2014 adalah masing masing

    sebesar Rp798.262.516,00 dan Rp591.138.320,00.

    Perbandingan Realisasi Belanja Modal Lainnya

    TA 2015 dan TA 2014

    URAIAN JENIS BELANJA Anggaran TA 2015 TA 2014Naik

    (Turun) %

    Belanja Modal Lainnya 821.327.000 798.262.516,00 591.138.320,00 35,04

    Jumlah Belanja Kotor 821.327.000 798.262.516,00 591.138.320,00 35,04

    Pengembalian Belanja Modal - - - -

    Jumlah Belanja 821.327.000 798.262.516,00 591.138.320,00 35,04

    Belanja modal lainnya dianggarkan sebesar Rp821.327.000,00 dan realisasi

    netto mencapai Rp798.262.516,00 atau 97,19%. Bila dibandingkan dengan

    realisasi TA 2014, maka realisasi Per TA 2015 mengalami kenaikan sebesar

    Rp207.124.196,00 atau 35,04%.

    Belanja Modal Non Kas

    Belanja modal Non Kas Per 31 Desember 2015 dan Per 31 Desember 2014 adalah

    masing-masing sebesar Rp0,00 dan Rp223.198.645,00.

    Penurunan realisasi belanja modal pinjaman dan hibah sebesar

    Rp223.198.645,00 atau 100,00 persen. Hal ini ini dikarenakan. Rincian belanja

    modal disajikan dalam tabel berikut ini :

    Perbandingan Realisasi Belanja Modal

    Per 31 Desember 2015 dan Per 31 Desember 2014

    URAIAN Per 31 Desember 2015 Per 31 Desember 2014 naik(turun)%

    Belanja Modal Peralatan dan Mesin Untu

    Pencatatan Peralatan dan Mesin dari Hibah- 93.075.000,00 (100,00)

    Belanja Modal Lainnya Untuk Pencatatan Aset

    Tetap Lainnya dan/atau Aset Lainnya dari Hibah- 130.123.645,00 (100,00)

    Jumlah Bruto - 223.198.645,00 (100,00)

    Pengembalian Belanja - - 0,00

    Jumlah Netto - 223.198.645,00 (100,00)

    Dengan diterapkannya akuntansi pemerintahan berbasis akrual pada tahun

    2015, satker tidak lagi menyajikan pencatatan hibah barang/jasa dalam

  • Laporan Realisasi Anggaran. Hibah barang yang diterima satker akan disajikan

    sebagai aset dalam neraca dan transaksi antar entitas pada LPE.

  • C. PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA

    Ringkasan neraca per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:

    URAIAN 31 Des 2015 31 Des 2014

    Aset Lancar 6,061,393,854 5,474,290,583

    Aset Tetap 932,405,893,447 927,227,192,446

    Aset Lainnya 4,185,154,054 4,927,160,726

    Jumlah Aset 942,652,441,355 937,628,643,755

    Kewajiban Jangka Pendek 4,422,543,195 4,353,723,129

    Ekuitas Dana Lancar - 1,120,567,454

    Ekuitas Dana Investasi - 932,154,353,172

    Ekuitas 938,229,898,160 -

    Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 942,652,441,355 937,628,643,755

    Aset Lancar

    Rp6.061.393.854,00

    Aset Lancar

    Jumlah aset lancar per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014 sebesar

    Rp6.061.393.854,00 dan Rp5.474.290.583,00.

    Rincian aset lancar adalah sebagai berikut :

    Jenis Per 31 Desember 2015 Per 31 Desember 2014

    Kas di Bendahara Pengeluaran - 14.400.000,00

    Kas di Bendahara Penerimaan 16.000.000,00 83.349.695,00

    Kas Lainnya dan Setara Kas 3.453.157.494,00 2.836.348.816,00

    Piutang Bukan Pajak - 109.768.181,00

    Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Bukan Pajak - (548.841,00)

    Piutang Bukan Pajak Netto 109.219.340,00

    Bagian Lancar TP/TGR 41.400.000,00

    Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Jangka - (207.000,00)

    Bagian Lancar TP/TGR Netto 41.193.000,00

    Persediaan 2.592.236.360,00 2.389.779.732,00

    Jumlah 6.061.393.854,00 5.474.290.583,00

    Kas di

    Bendahara

    Pengeluaran Rp0,00

    C.1. Kas di Bendahara Pengeluaran

    Kas di bendahara pengeluaran adalah kas yang dikuasai, dikelola dan menjadi

    tanggungjawab bendahara pengeluaran yang berasal dari sisa Uang Persediaan /

    Tambahan Uang Persediaan (UP/TUP) yang belum dipertanggungjawabkan atau

    belum disetorkan ke Kas Negara per tanggal neraca.

    Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran pada Lembaga Administrasi Negara per 31

    Desember 2015 dan 2014 adalah masing-masing sebesar Rp0,00 dan

    Rp14.400.000,00 dengan rincian Kas di Bendahara Pengeluaran adalah sebagai

    berikut:

  • Perbandingan Kas di Bendahara Pengeluaran

    TA 2015 dan 2014

    Keterangan TA 2015 TA 2014

    Uang Tunai - 14.400.000,00

    Jumlah - 14.400.000,00

    Pada periode per 31 Desember 2014 terdapat Kas di Bendahara Pengeluaran

    senilai Rp14.400.000,00 pada satker LAN Jakarta merupakan kelebihan

    pembayaran narasumber dan telah disetorkan ke rekening Kas Negara sebagai

    penerimaan tambahan pengembalian kelebihan setoran sisa TUP tahun yang lalu

    akun 815514 pada tanggal 8 Januari 2015 dengan Nomor Transaksi Penerimaan

    Negara (NTPN) 1502080513050614.

    Kas di

    Bendahara

    Penerimaan

    Rp16.000.000,00

    C.2. Kas di Bendahara Penerimaan

    Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per tanggal 31 Desember 2015 dan 31

    Desember 2014 adalah sebesar masing - masing Rp16.000.000,00 dan

    Rp83.349.695,00 yang meliputi saldo uang tunai dan saldo rekening di bank yang

    berada di bawah tanggung jawab Bendahara Penerimaan yang sumbernya berasal

    dari pelaksanaan tugas pemerintahan berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak.

    Perbandingan Kas di Bendahara Penerimaan

    TA 2015 dan 2014

    Keterangan TA 2015 TA 2014

    Rekening Bank 16.000.000,00 83.349.695,00

    Jumlah 16.000.000,00 83.349.695,00

    Pada periode per 31 Desember 2014 terdapat kas dibendahara penerimaan senilai

    Rp83.349.695,00 pada satker STIA LAN Jakarta di rekening BPn 019 STIA LAN

    Jakarta dengan nomor rekening 0969.01.000001.30.9 dan telah disetorkan ke kas

    negara dengan rincian sebagai berikut :

  • No. Jenis Setoran Jumlah Setoran No. NTPN

    1 Pendapatan Sewa, Tanah, Gedung

    dan B