17
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS I PERCOBAAN I REAKSI-REAKSI KHUSUS SENYAWA YANG MENGANDUNG C,H,O,N OLEH : NAMA : FADILAH AYU LESTARI NIM : 01A114013 KELAS : A KELOMPOK : 4 ASISTEN : JURUSAN FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI

Laporan Kiman Percobaan 1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan

Citation preview

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS IPERCOBAAN IREAKSI-REAKSI KHUSUS SENYAWA YANG MENGANDUNG C,H,O,N

OLEH :NAMA: FADILAH AYU LESTARINIM: 01A114013KELAS: AKELOMPOK: 4ASISTEN:

JURUSAN FARMASIFAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS HALU OLEOKENDARI2015 REAKSI-REAKSI KHUSUS SENYAWA YANG MENGANDUNG C,H,O,NA. TUJUANTujuan dari percobaan ini adalah untuk mengertahui reaksi-reaksi khusus senyawa yang mengandung C, H, O, N.B. LANDASAN TEORISalah satu turunan dari salisilat yaitu salisilamida. Salisilamida merupakan obat analgetika dan antipiretika golongan salisilat yang efeknya tersebut lebih lemah dari salisilat itu sendiri. Salisilamida cepat untuk diabsorpsi dan segera didistribusi apabila diberikan secara oral (Darmawan, 2003).Analisis kualitatif merupakan analisis untuk melakukan identifikasi elemen, spesies, dan senyawa-senyawa yang ada di dalam sampel. Analisis kualitatif berkaitan dengan cara untuk mengetahui ada atau tidaknya suatu analit yang dituju dalam suatu sampel (Gandjar& Rohman, 2007).Sediaan farmasi yang beredar di pasaran kebanyakan berupa campuran berbagai zat ber-khasiat.Campuran ini bertujuan untuk meningkatkan efek terapi dan kemudahan dalam pemakaian .Salah satu campuran zat aktif yang sering digunakan adalah parasetamol dan kafein yang berkhasiat sebagai analgetik dan antipiretik (Naid, 2011).Karbon aktif merupakan suatu bentuk arang yang telah melalui aktifasi dengan menggunakan gas CO2, uap air atau bahan-bahan kimia sehingga pori porinya terbuka dan dengan demikian daya absorpsinya menjadi lebih tinggi terhadap zat warna dan bau (Nurdiansah, 2013).Unsur-unsur pembentuk senyawa organik yang terpenting ialah karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Unsur-unsur ini yang terpenting diantara unsur pembentuk senyawa-senyawa organik dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Kita dapat mengetahui senyawa-senyawa tersebut secara kualitatif dan kuantitatif (Sutomo, 1989).

F. PEMBAHASANAnalisis kualitatif adalah suatu proses dalam mengidentifikasi keberadaan suatu senyawa kimia dalam suatu larutan/sampel yang tidak diketahui. Analisis kualitatif disebut juga analisa jenis yaitu suatu cara yang dilakukan untuk menentukan macam, jenis zat atau komponen-komponen bahan yang dianalisa. Dalam melakukan analisa kualitatif yang dipergunakan adalah sifat-sifat zat atau bahan, baik sifat-sifat fisis maupun sifat-sifat kimianya.Pada percobaan ini digunakan beberapa pereaksi dan juga digunakan obat-obat yang mengandung paracetamol, salisilamida yang dimana akan kita mengamati reaksi-reaksi yang akan terjadi pada senyawa yang juga mengandung C,H,O,N tersebut.Hal pertama yang dilakukan adalah pengujian pada salisilamida sebanyak 1 mg. Sampel pertama-tama di gerus menggunakan lumpang dan alu, hal ini dilakukan agar mudah larut pada saat ditambahkan aquades guna melarutkan sampel. Setelah sampel telah larut dengan aquades, ditambahkan 1 tetes FeCl3. Setelah diamati, terjadi reaksi dimana terjadi perubahan warna pada larutan menjadi warna ungu. Hal ini menunjukkan bahwa dalam sampel terdapat unsur C,H,O,N dimana yang kita ketahui bahwa indikator terjadinya reaksi yaitu adanya perubahan warna, adanya endapan, adanya perubahan suhu dimana adanya panas ataupun dingin, dll. Hal sama dilakukan terhadap sampel, tetapi kali ini dilakukan perlakuan terhadap sampel sebanyak 1 mg ditambahkan dengan NaOH dan terjadi reaksi dimana terjadi perubahan warna menjadi biru.Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap paracetamol dalam sampel yaitu obat neozip. Setelah digerus, kemudian dilarutkan dengan aquades. Pada saat itu larutan berwarna orange. Setelah itu ditambahkan 2 tetes FeCl3. Setelah diamati, terjadi reaksi dimana terjadi perubahan warna menjadi ungu, dan setelah didiamkan beberapa saat larutan berubah warna kembali menjadi warna orange. Hal ini membuktikan bahwa dalam sampel juga terdapat unsur C,H,O,N dikarenakan terjadinya reaksi pada perlakuan diatas. Dengan sampel obat tadi, sampel dilarutkan dengan menggunakan larutan NaOH dan setelah diamati , terjadi reaksi dimana terjadi perubahan warna menjadi merah muda dan juga terbentuk endapan putih. Terbukti lagi bahwa pada sampel terdapat unsur C,H,O,N. Selanjutnya dilakukan pengujian pada paracetamol murni, dimana hal ini dilakukan sebagai pembanding dikarenakan pada sampel obat tadi tidak hanya terkandung paracetamol, tetapi juga mengandung senyawa-senyawa lain. Paracetamol murni ini digerus dan kemudian dilarutkan dengan larutan NaOH dan terjadilah reaksi dimana warna larutan menjadi bening dan terdapat endapan. Kemudian dilakukan juga perlakuan paracetamol murni dilarutkan pada FeCl3 dan setelah diamati terjadi perubahan warna menjadi warna ungu, dan setelah didiamkan beberapa saat larutan berubah warna menjadi putih dan terdapat endapan. Hal ini menunjukkan telah terjadi reaksi yang menandakan adanya unsur C, H, O, N pada parasetamol murni.Setelah diamati, terjadi perbedaan hasil reaksi dari sampel obat yang digunakan dengan paracetamol murni. Hal ini terjadi karena pada sampel obat terdapat senyawa-senyawa lain didalamnya selain paracetamol yang dimana mempengaruhi reaksi dari setiap perlakuan tadi.Selanjutnya dilakukan pengujian

pada natrium salisilat. Natrium salisilat dilarutkan dengan menggunakan FeCl3. Terjadi reaksi dimana terjadi perubahan warna menjadi merah maron.Efek analgetik Paracetamol dapat menghilangkan atau mengurangi nyeri ringan sampai sedang. Paracetamol menghilangkan nyeri, baik secara sentral maupun secara perifer.

G. KESIMPULANKesimpulan dari percobaan ini adalah reaksi-reaksi yang terjadi pada senyawa yang mengandung unsur C, H, O, N menunjukkan hasil yaitu perubahan warna seperti pada salisilamida ditambah FeCl3 terjadi perubahan menjadi warna ungu, warna merah muda dan endapan pada paracetamol ditambah NaOH, warna ungu dan menjadi orange pada paracetamol ditambah FeCl3, ungu berubah menjadi putih dan endapan pada paracetamol murni ditambah FeCl3 dan juga merah maron pada natrium salisilat ditambah FeCl3.

DAFTAR PUSTAKADarmawan, E., 2003,Pengaruh Pemberian Merica Putih (Piperis album, L) dan Piperin terhadap Ketersediaan Hayati Salisilamida pada Tikus, Logika, VoL. 9, No. 10.Gandjar, Ibnu Gholib dan Rohman, 2007, Kimia Farmas Analisis, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.Naid, T., 2011, Penetapan Kadar Parasetamol Dalam Tablet Kombinasi Parasetamol Dengan Kofein Secara Spektrofotometri Ultraviolet-Sinar Tampak, Majalah Farmasi dan Farmakologi, Vol. 15, No.2.Nurdiansah, H., 2013, Pengaruh Variasi Temperatur Karbonisasi dan Temperatur Aktivasi Fisika dari Elektroda Karbon Aktif Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak Terhadap Nilai Kapasitansi Electric Double Layer Capacitor (EDLC), Jurnal Teknik Pomits, Vol. 2, No. 1.Sutomo, 1989, Pengukuran Aktivitas Respirasi Sistem Transpor Elektron pada Perairan Laut, OseanaVol. XIV, No. 2.

C. ALAT DAN BAHAN1. AlatAlat yang digunakan pada praktikum ini, yaitu: Lumpang dan alu Tabung reaksi Sendok tanduk

2. BahanBahan yang digunakan pada praktikum ini, yaitu: Obat yang mengandung paracetamol Obat yang mengandung salisilamida Paracetamol murni FeCl3 NaOH Natrium Salisilat Aquades Alkohol

D. PROSEDUR KERJA1. Turunan Salisilat

Natrium Salisilat dimasukkan dalam tabung reaksi ditambahkan 1 pipet FeCl3 diamati perubahan warna

warna merah maron

Salisilamida

digerus sampai halus ditimbang sebanyak 1 mg dimasukkan ke dalam tabung reaksi dilarutkan dalam 10 ml aquades ditambahkan 1 tetes FeCl3 diamati perubahan warnanya

Berwarna ungu tua

2. Turunan Anilin

Paracetamol murni

digerus sampai halus ditimbang sebanyak 10 mg dimasukkan ke dalam tabung reaksi dilarutkan dalam 10 ml aquades ditambahkan 1 tetes FeCl3 Berwarna ungu muda dan ada endapan putihdiamati perubahan warna

Paracetamol murni

digerus sampai halus ditimbang sebanyak 10 mg dimasukkan ke dalam tabung reaksi dilarutkan dalam 10 ml aquades ditambahkan 1 ml NaOH 3N diamati perubahan warna

Bening + Endapan

Paracetamol dalam sampel

digerus sampai halus ditimbang sebanyak 10 mg dimasukkan ke dalam tabung reaksi dilarutkan dalam 10 ml aquades ditambahkan 1 tetes FeCl3 Orangediamati perubahan warna

Paracetamol dalam sampel

digerus sampai halus ditimbang sebanyak 10 mg dimasukkan ke dalam tabung reaksi dilarutkan dalam 10 ml aquades ditambahkan 1 ml NaOH 3N diamati perubahan warna

Merah muda + endapan putih