LAPORAN KKN ku

  • View
    239

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of LAPORAN KKN ku

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Desa Pandesari, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Malang yang mempunyai potensi peternakan sapi perah susu, pertanian dan wisata. Wilayah Desa Pandesari ini terletak pada perbatasan antara Kabupaten Malang dengan kota Batu, Malang Barat. Jumlah penduduk Desa Pandesari 500 Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas atau sekitar 80 % mempunyai mata pencaharian sebagai peternak sapi dan petani. Setiap Kepala Keluarga mempunyai sapi sedikitnya 2 ekor, namun Kepala Keluarga lain ada diantaranya mempunyai 5 hingga 10 ekor sapi, sedangkan untuk Kepala Keluarga yang mampu bisa mempunyai sapi lebih dari 10 ekor. Populasi sapi di Desa Pandesari mencapai sekitar 3000 ekor sehingga jumlah sapi lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk.Wilayah ini terletak pada kawasan pegunungan dan berbukit dengan cuaca yang sejuk, hampir seluruh wilayahnya ditanami rumput gajah sebagai makanan ternak. Wilayah Desa Pandesari merupakan pintu keluar dari kota Batu menuju Malang Barat dan luar Kabupaten Malang, dan wilayah ini merupakan daerah wisata alam yang paling terkenal adalah Wisata Air Terjun Coban Rondo yang sekarang berkembang pesat sebagai objek wisata alam unggulan dari Kabupaten Malang. Wilayah desa Pandesari ini merupakan wilayah yang dilintasi oleh Listrik Tegangan Tinggi (SUTET) yang terletak di wilayah perbukitan dan pemukiman penduduk.Lokasi program hibah desan mandiei energi Pandesari berada di 3 Dusun (Sebaloh, Krajan, dan Jurangrejo) yang teridiri dari 47 RT dan 7 RW yang dijadikan sebagai Desa Binaan Universitas Brawijaya Malang yang bekerjasama dengan PLN Jakarta. Pada awalnya para peternak sapi membuang kotoran sapi di saluran pembuangan atau selokan di sekitar tempat tinggalnya sehingga mengakibatkan lingkungan menjadi tidak sehat, kotor, menjijikkan dan berbau. Dan pada tahun 2010 Desa Pandesari mendapatkan Program Hibah Teknologi Biogas dari PLN Jakarta yang bermanfaat bagi kebutuhan energi masyarakat dan perbaikan kesehatan lingkungan. Dengan adanya program biogas maka kotoran sapi yang berbentuk padat dan cair dapat tertampung di dalam digester biogas yang dapat dimanfaatkan kembali untuk bahan bakar sebagai pengganti gas elpiji untuk memasak. Selain itu, pasaca pembangunan digester lingkungan akan menjadi lebih bersih, sehat, tidak menjijikkan dan tidak menimbulkan bau tidak sedap lagi. 1

Program Hibah Teknologi Biogas di Desa Mandiri Energi Pandesari telah membentuk 4 kelompok penerima manfaat program pembangunan digester biogas dari PLN Jakarta tersebut, yaitu : 1. Kelompok I di Dusun Krajan dengan ketua kelompok Lukman dengan jumlah pemanfaat 4 Kepala Keluarga. Digester biogas berukuran diameter 4 meter dengan jumlah sapi 12 ekor. Anggota kelompoknya Untung, Tatik, dan Imam. 2. Kelompok II di Dusun Sebaloh dengan ketua kelompok Sumardi dengan jumlah pemanfaat 7 Kepala Keluarga. Digester biogas berukuran diameter 5 meter dengan jumlah sapi 17 ekor. Anggota kelompoknya Dwi Lukito, Mbok Darmi, Sriaton, Samuji, Mat Lauri, Jais dan Salmianah. 3. Kelompok III di Dusun Jurangrejo dengan ketua kelompok Wajib dengan jumlah pemanfaat 6 Kepala Keluarga. Digester biogas berukuran diameter 4 meter dengan jumlah sapi 9 ekor. Anggota kelompoknya Suwarno, PaI, Pak Mun, Darman dan Kiar. 4. Kelompok IV di Dusun Sebaloh dengan ketua kelompok Topo dengan jumlah pemanfaat 10 Kepala Keluarga. Digester biogas berukuran diameter 6.65 meter dengan jumlah sapi 25 ekor. Anggota kelompoknya Prianto, Ngadi, Sutopo, Suwandi, Budin, Yeni, Samsul, Soleh, Supriyanto, Prianto dan Niwan.

Jumlah Kepala Keluarga warga RT.02 Dusun Jurangrejo Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) yang dikepalai oleh seorang Ketua RT yang bernama Bapak Sumantri dan dibantu oleh seorang Sekretaris RT yang bernama Bapak Wiyono dan seorangBendahara RT yang bernama Bapak Ahmad Bahri. Sebagian besar warga RT.02 mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan peternak sapi. Kondisi geografis dan lokasinya yang terletak dibagian paling atas dari Dusun Jurangrejo membuat warga RT.02 yang bermata pencaharian sebagai petani sebagian besar bercocok tanam tanaman kubis, sawi, wortel, tomat dan apel. Selain bermata pencaharian sebagai petani, hampir semua warga RT.02 juga berprofesi sebagai peternak sapi perah maupun sapi potong.Jam produktif untuk warga RT.02 dimulai subuh jam 4 hingga jam 6 pagi untuk memerah susu sapi serta menyetorkan hasil perahan susu untuk dijual di Koperasi setempat, jam 7 pagi hingga jam 3 sore melanjutkan untuk bertani dan mencari pakan ternak sapi. Jam 3 sore memberikan pakan ternak dan memerah susu sapi kembali dan menyetorkan hasil perahan susu sapinya. Minoritas warga RT.02 juga bermata pencaharian sebagai pedagang baik membuka warung di depan rumah sendirimaupun berdagang hasil pertaniannya ke 2

pasar tradisional di sekitar Pujon maupun di luar daerah seperti Pasar Besar kota Batu dan Pasar Besar Grati Kabupaten Pasuruan. Ada pula yang berdagang anakan maupun induk ternak sapi yang umumnya dipasarkan di Pasar luar daerah.Banyaknya warga RT.02 yang menggantungkan hidupnya hanya dengan bercocok tanam dan beternak sapi yang hasilnya terkadang tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli bibit, membeli pupuk, membeli pakan ternak dan konsentrat membuat tingkat ekonomi warga RT.02 sangat rendah.Sehingga ada beberapa warga RT.02 yang mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah ada yang berupa sembako, ternak maupun uang tunai. Di Dusun Jurangrejo seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya terdapat biodigester biogas yang didanai oleh PLN Jakarta.Dengan diameter 4 m2 biodigester biogas ini digunakan untuk 6 KK (Kepala Keluarga).Ketua untuk kelompok ini adalah Bapak Wajib.Sedangkan, untuk warga yang tidak mendapatkan pemanfaatan bantuan dari pihak luar membeli biodigester untuk biogas di Koperasi dengan jalan mangangsur.

1.2 Tujuan Penyelenggaraan KKN Tematik Posdaya 1.2.1 Tujuan Umum 1. Terbentuknya sarjana yang mampu menghayati masalah yang angat kompleks yang dihadapi oleh masyarakat dalam pembangunan dan belajar memcahkan masalahmasalah tersebut secara pragmatis dan interdispliner. 2. Mendekatkan lembaga pendidikan tinggi pada masayarakat dan lebih meningkatkan relevansi kurikulum pendidikan tinggi denagn tuntutan kebutuhan masyarakat. 3. Membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 4. Mengembangkan kerjasama antar disiplin ilmu dan antar lembaga. 1.2.2 Tujuan Khusus 1. Mendampingi manajemen perekonomian keluarga pada masyarakat. 2. Mendampingi manajemen lingkungan pada masyarakat. 3. Meningkatkan empati, kepedulian dan kemampuan mahasiswa mempelajari dan mengatasi permasalahan keluarga dan masyarakat. 4. Meningkatkan keberdayaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap, keterampilan, dan berusaha secara mandiri. 5. Melakukan pendidikan masyarakat miskin dalam rangka pembangunan Sumber Daya Manusia. 7. Meningkatkan akses permodalan di desa untuk berwirausaha.

3

BAB II METODE PELAKSANAAN KKNT TEMATIK POSDAYA

2.1 Lokasi dan Waktu

Pelaksanaan KKNT Posdaya UB tahun 2011 ini dilaksanakan dari tanggal 2 Februari tahun 2012 samapi tanggal 28 April 2012.Lokasi pelaksanaan KKNT Posdaya UB tahun 2011 terletak di Dusun Jurangrejo RT.2/RW.2 Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

2.2 Metode Pelaksanaan

Metode yang digunakan dalam KKNT Tematik Posdaya di Desa Mandiri Energi Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang adalah metode partisipatif dimana tim pelaksana, mahasiswa bersama kelompok masyarakat merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan program. Ruang lingkup pelaksanaan program KKN Tematik Posdaya Universitas Brawijaya Malang tahun 2011 adalah sebagai berikut : 1. Pembentukan lembaga posdaya di desa yang disahkan oleh Pemerintah desa yang dilaksanakan oleh pengurus yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. 2. Pendampingan program posdaya di desa, penadampingan dalam menyusun rencana kerja dan manajemen wirausaha yang menindaklanjuti visi desa mandiri energi. 3. Peningkatan akses permodalan di desa, mendampingi program posdaya dalam hal jejaring usaha dan permodalan per bank-an.

4

BAB III HASIL PENYELENGGARAAN KKNT POSDAYA

3.1 Organisasi Posdaya

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk menciptakan/meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun berkelompok, dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraannya.Pemberdayaan masyarakat memerlukan keterlibatan yang lebih besar dari perangkat pemerintah daerah serta berbagai pihak untuk memberikan kesempatan dan menjamin keberlanjutan berbagai hasil yang dicapai. Untuk melaksanakan sumbangsihnya Yayasan Damandiri mengajak kalangan Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, BPR Jatim untuk mengembangkan jaringan pelaksana pada tingkat pedesaan dan padukuhan dalam bentuk Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Posdaya dibentuk, dibina dan dikembangkan sebagai lembaga masyarakat berupa forum silaturahmi, advokasi, komunikasi, edukasi, dan wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu yang dibentuk dan dilaksanakan dari, oleh dan untuk keluarga dan masyarakatnya. Organisasi Posdaya di RT.02 Dusun Jurangrejo Desa Mandiri Energi Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dibentuk melalui kerjasama dengan Ketua PKK RT.02 yaitu Ibu Yuliati dan beberapa warga RT.02.Sehngga terbentuk Lembaga Posdaya pertama di RT.02 yang diketuai oleh Ibu Yuliati sendiri selaku Ketua PKK RT.02.Lembaga Posdaya RT.02 ini sendiri berencana berwirausaha memanfaatkan banyaknya waktu luang Ibu-Ibu di RT.02 yang sebagian hanya sebagai Ibu Rumah Tangga biasa yang tidak ikut membantu suami bekerja di Ladang. Pada awal terbentuknya Lembaga Posdaya RT.02 jumlah pengurusnya hanya 4 orang yang teridiri dari Ibu Yuliati sendiri selaku Ketua Posdaya RT.02, Ibu Siti selaku Sekretaris Posdaya RT.02, Ibu Asih selaku Bendahara Posdaya RT.02, dan Ibu Ningsih selaku anggota Posdaya RT.02. Minimnya animo warga RT.02 yang ingin mencoba untuk berwirausaha menjadi faktor penghambat selain diakibatkan oleh sebagian besar Ibu-Ibu di lingkungan RT.02 bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang, juga karena tidak ingin mengambil resiko apabila mengalami kerugian ditengah perjalanan ketika berwirausaha nanti.Minimnya penyuluhan mengenai Kewirausahaan yang sangat berpotensi untuk meningkatkan pendapatan keluarga di lingkungan RT.02 juga menjadi

5

salah satu faktor penyebab sulitnya untuk membentuk Lembaga Posdaya di lingkungan RT.02. Dan seiring berjalannnya waktu setelah dilakukan lobbying antaraketua Posdaya RT.02 dengan Ibu-Ibu di lingkungan RT.02 agar ikut andil memajukan Lembaga Posdaya RT.02 untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan keluarga di lingkungan RT.02, Lembaga Posdaya RT.02 memperoleh tambahan anggota untuk lebih memaksimalkan kinerja Lembaga Posdaya di RT.02. Penambahan anggota Posdaya itu sendiri didasakan atas kemauan dan kesadaran warga sendiri yang memahami pentingnya berwirausaha mandiri untuk meningkatkan pendapatan

keluarganya. Sehingga terbentuk Lembaga Posdaya RT.02 yang terdiri dari : Ketua Sekretaris Bendahara Anggota : Ibu Yuliati : Ibu Siti : Ibu Asih : - Ibu Ningsih - Ibu Muriyati - Ibu Suryani - Ibu Yuliatin - Ibu Qibtiyah - Ibu Ngatutik - Ibu Sautik 3.2 Kondisi awal kelompok Posdaya

Kondisi awal kelompok Posdaya RT.02 Dusun Jurangrejo Desa Mandiri Energi Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang hanya terdiri dari 1 orang Ketua, 1 orang Sekretaris, dan 1 orang Bendahara serta 1 orang anggota. Kondisi ini dikarenakan banyak Ibu-Ibu di RT.02 yang sudah berdagang sendiri serta bekerja sebagai petani sehingga sulit mengajak berwirausaha untuk menambah pendapatan keluarga. Oleh karena itu, hanya terkumpul 4 orang sebagai kelompok Lembaga Posdaya RT.02. Struktur Lembaga Posdaya RT.02 pada saat awal pembentukan dapat dilihat di bawah ini :

6

Struktur Lembaga Posdaya RT.02 pada saat awal pembentukan Ketua Ibu Yuliati

Sekretaris Ibu Siti

Bendahara Ibu Asih

Anggota Ibu Ningsih

Tujuan utama pembentukan Lembaga Posdaya RT.02 ini sendiri ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi Ibu-Ibu di lingkungan RT.02 agar lebih memanfaatkan waktu luangnya menjadi berdaya guna untuk mengahsilkan sesuatu yang dapat meningkatkan pendapatan keluarganya.Serta menumbuhkan jiwa wirausaha kepada masyarakat RT.02 yang memiliki tingkat ekonomi dan pendidikan rendah. Seiring berjalannya waktu terjadi penambahan anggota Posdaya RT.02 yang dapat dilihat pada struktur Lembaga Posdaya berikut ini : Ketua Ibu Yuliati

Sekretaris Ibu Siti

Bendahara Ibu Asih

Anggota 1. Ibu Ningsih 2. Ibu Muriyati 3. Ibu Suriyani 4. Ibu Yuliatin 5. Ibu Qibtiyah 6. Ibu Ngatutik 7. Ibu Sautik

7

3.3 Aplikasi Posdaya kepada masyarakat

Lembaga Posdaya warga RT.02 sendiri ingin bergerak di bidang wirausaha makanan dan kerajinan.Di bidang wirausaha makanan pengurus Lembaga Posdaya RT.02 ingin berwirausaha membuat kue-kue kering yang dikemas dengan menarik dan dijual di masyarakat sekitar Pujon atau luar daerah Pujon.Di bidang wirausaha kerajinan atau handycraftLembaga Posdaya RT.02 ingin membuat kerajinan penyulaman kain menjadi bentuk-bentuk yang menarik seperti taplak meja dan lain-lain. Alasan dipilihanya wirausaha pembuatan kue-kue kering adalah karena faktor tahan lama, karena jika dibandingkan dengan pembuatan kue-kue basah waktu tahan lama untuk kue kering jauh lebih lama.Sehingga, sebagai langkah awal untuk menghindari kerugian di awal usaha pembuatan kue-kue kering menjadi alternatif yang sangat baik dalam hal penjualan dan pemasarannya.Sedangkan untuk pembuatan kerajinan penyulaman alasan utama yang mendasari di pilinya jenis wirausaha ini adalah untuk memberikan wadah bagi potensi Ibu-Ibu di lingkungan RT.02 yang sering sekali menggunakan waktu luangnya untuk membuat kain sulaman.Selain itu, karena faktor kepraktisan dimana pembuatannya tidak harus dikerjakan bersama-sama melainkan bisa dikerjakan di Rumah masing-masing penguruas Lembaga Posdaya RT.02 disaat waktu luang. 3.4 Proses pembentukan Posdaya

Proses pembentukan Lembaga Posdaya RT.02 dilaksanakan melalui metode penyuluhan mengenai Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) di kegiatan

kemasyarakatan warga RT.02 yaitu tahlil mingguan Ibu-Ibu yang diadakan setiap hari Jumat. Dibantu oleh ketua PKK RT.02 Ibu Yuliati melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada Ibu-Ibu di lingkungan RT.02 untuk berpartisipasi dalam pembentukan Lembaga Posdaya RT.02.Serta menjelaskan fungsi dan tujuan pembentukan Lembaga Posdaya bagi warga RT.02. Pada awalnya banyak sekali Ibu-Ibu yang tertarik untuk ikut serta di dalam Lembaga Posdaya RT.02 setelah diadakan penyuluhan. Namun dalam perjalanan proses pembentukan awal Lembaga Posdaya RT.02 yang berpartisipasi kurang dari lima orang. Kondisi seperti ini sangat mengkhawatirkan karena kondisi ekonomi warga RT.02 yang berusaha dibangun melalui Lembaga Posdaya ini kurang didukung penuh oleh warganya. Oleh karena itu, ketua PKK sekaligus ketua Lembaga Posdaya selalu melakukan lobbying kepada Ibu-Ibu warga RT.02 untuk ikut bergabung

mengembangkan Lembaga Posdaya RT.02.Hingga akhirnya terjadi penambahan jumlah 8

anggota pengurus Lembaga Posdaya di RT.02. Dari yang berjumlah 4 pengurus menjadi 10 pengurus seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. 3.5 Kegiatan kemasyarakatan

Kegiatan kemasyarakatan yang menjadi rutinitas warga RT.02 Dusun Jurangrejo Desa Mandiri Energi Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang antara lain : 1. Tahlilan laki-laki yang diadakan setiap malam Jumat setelah shalat Isya. 2. Tahlilan perempuan yang diadakan setiap hari Jumat siang. 3. Posyandu diadakan setiap tanggal 5 dalam satu bulan. 4. Selamatan desa diadakan setiap bulan ke 6 atau 7 dalam satu tahun. 5. Pengajian untuk anak-anak dan warga setempat yang dilakukan setiap hari setelah sahlat Maghrib di Mushola setempat.

3.6 Faktor pendorong dan penghambat

3.6.1 Faktor Pendorong Faktor pendorong pembentukan Posdaya di RT.02 : 1. Tingkat ekonomi dan pendidikan warga RT.02 yang masih rendah perlu dicarikan solusi.. 2. Banyak Ibu rumah tangga atau anak perempuan yang menghabiskan waktu luang tanpa bekerja (untuk Ibu yang tidak bekerja bersama suami). 3. Potensi wirausaha warga RT.02 sangat besar. 4. Banyak Ibu-Ibu yang memiliki potensi besar dalam biang pembuatan kue dan kerajinan menyulam.

3.6.2 Faktor Penghambat Faktor penghambat pembentukan Posdaya di RT.02 : 1. Tingkat pendidikan yang sangat rendah membuat warga RT.02 tidak memahami pentingnya wirausaha. 2. Sebagian besar Ibu-Ibu warga RT.02 sudah memiliki mata pencaharian selain sebagai petani juga sebagai pedagang. 3. Banyak warga RT.02 yang tidak berani mengambil resiko apabila terjadi kerugian dalam pengembangan Lembaga Posdaya di RT.02.

9

3.7 Permasalahan yang dialami

Latar belakang dibentuknya Lembaga Posdaya di RT.02 karena banyaknya permasalahan yang harus segera diatasi untuk mencapai kesejahteraan warga di lingkungan RT.02 antara lain : 1. Tingkat ekonomi dan pendidikan yang masih rendah, hal ini dikarenakan warga RT.02 hanya mengandalkan pendapatan keluarga yang berasal dari pertanian dan peternak termasuk perah susu ada juga yang hanya berdagang di Pasar. 2. Tidak ide baru dan kreatif untuk mengembangkan usaha atau berwirausaha mandiri untuk meningkatkan pendapatan keluarga. 3. Pendapatan dari hasil pertanian maupun perah susu tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan-bahan seperti pupuk, pestisida, pakan ternak, dan konsentrat untuk hewan ternak. 4. Tidak adanya warga RT.02 yang memanfaatkan kotoran sapi untuk dijadikan pupuk kandang yang jauh lebih ekonomis. 5. Pemilik biodigester untuk biogas tidak memanfaatkan limbah buangan kotoran sapi yang digunakan untuk biogas sebagai pupuk kandang. 6. Tidak adanya lahan yang cukup untuk menampung buangan kotoran sapi yang tidak dimanfaatkan oleh warga sehingga semua kotoran dibuang ke selokan-selokan di lingkungan RT.02 yang memberikan kesan menjijikkan dan sangat berbau. 3.8 Upaya untuk mengatasi permasalahan Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tdi lingkungan RT.02 : 1. Mengadakan pelatihan kewirausahan mengenai pembuatan Es Krim dari susu. 2. Melakukan penyuluhan pembentukan Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) dia acara tahlil perempuan yang diadakan setiap hari Jumat siang. 3. Pembentukan Lembaga Posdaya di RT.02 untuk mengaplikasikan ilmu

kewirausahaan yang dimiliki Ibu-Ibu RT.02 dan untuk menambah pendapatan keluarga. 4. Membantu membuat ide wirausaha Ibu-Ibu pengurus Lembaga Posdaya di RT.02. 5. Menyarankan agar warga RT.02 dapat memanfaatkan buangan kotoran sapi menjadi pupuk kandang yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

10

3.9 Pengalaman harian di masyarakat

Selama pelaksanaan KKN Tematik (KKNT) Posdaya Universitas Brawijaya Malang tahun 2011 yang mulai dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2012 hingga tanggal 28 April 2012. Banyak hal yang dilakukan dalam pelaksanaan KKNT ini khususnya di RT.02 Dusun Jurangrejo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Sebelum dibentuk Lembaga Posdaya pertama kali di lingkungan RT.02 ini dilakukan observasi dengan melakukan survey ke Rumah-Rumah penduduk warga RT.02. Dalam survey tersebut dipilih warga secara acak (random) untuk mengetahui kondisi warga RT.02 dan permasalahan-permasalahan yang terjadi agar bisa segera dibantu untuk dicarikan solusinya.Selain itu, survey ini bertujuan untuk mengetahui harapan warga RT.02 terhadap pelaksanaan KKNT UB 2011 yang dilaksanakan pertama kali di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.Dalam survey ini dapat diketahui masalah-masalah yang dihadapi warga RT.02 mulai dari permasalahan pendapatan keluarga hingga masalah harga susu yang tidak sebanding dengan hraga pakan ternak dan konsentrat yang dijual oleh Koperasi. Dalam survey tersebut warga setempat juga memberikan kesempatan untuk memerah susu sapi milik sebelum disetorkan untuk dijual di Koperasi. Selain melakukan survey penduduk di lingkungan RT.02 juga dilakukan penyuluhan mengenai Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) di acara tahlilan perempuan yang diadakan tiap haru Jumat siang oleh Ibu-Ibu setempat. Setelah dilakukan penyuluhan mengenai Posdaya, diadakan Pelatihan pembuatan es krim dari susu bekerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang yang diadakan di Balai deasa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Setelah penyuluhan mengenai Posdaya dilakukan kepada warga RT.02 khusuSnya Ibu-Ibu jamaah tahlil setempat, dilakukan pembentukan Lembaga Posdaya di RT.02.Pembentukan Posdaya dilakukan di Rumah kediaman Ibu Ketua PKK RT.02 yaitu Ibu Yuliati.Dan sekaligus Ibu Yuliati menjadi ketua Posdaya RT.02 beserta Ibu-Ibu lain yang menjadi pengurusnya. Setelah terbentuk Lembaga Posdaya RT.02 dan ditentukan susunan pengurusnya mulai dari ketua, sekretaris, dan bendahara beserta anggota-anggotanya dibahas masalah bentuk kegiatan wirausaha yangakan dijalankan. Dan diputuskan untuk membuat usaha pembuatan kue-kue kering serta pembuatan kerajinan atau handycraft berupa sulaman.

11

BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

4.1 Kesimpulan Setelah menyelesaikan program KKNT UB tahun 2011 ini dapat disimpulkan bahwa tingkat ekonomi dan tingkat pendidikan yang masih rendah di lingkungan RT.02 Dusun Jurangrejo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang membuat rendahnya pendapatan keluarga di lingkungan setempat. Banyak permasalahan yang dialami warga RT.02 diantaranya rendahnya harga susu sapi dibandingkan dengan harga pembelian bahan untuk pakan ternak dan konsentrat ternak warga. Pembentukan lembaga Posdaya di RT.02 membuka peluang usaha baru untuk warga RT.02 khususnya Ibu-Ibu setempat untuk menambah pendapatan keluarga.Dengan

diadakannya KKN tematik pertam akali di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ini dapat menghubungkan masyarakat dengan instansi pendidikan khususnya mahasiswa yang menjadi agent of change (agen perubahan).

4.2 Rekomendasi Setelah menyelesaikan program KKNT UB tahun 2011 ini dapat

direkomendasikan agar permasalahan-permasalahan warga RT.02 Dusun Jurangrejo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang dapat segera ditemukan solusinya sehingga kesejahteraan warga RT.02 bisa tercapai. Pengembangan Lembaga Posdaya RT.02 harus benar-benar dimaksimalkan untuk menciptakan lingkungan usaha yang sangat potensial dan bisa membuka lapangan pekerjaan baru untuk warga setempat.

12

LAMPIRAN Data Kelompok Posdaya RT.02 Dusun Jurangrejo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang Kelompok Posdaya RT.02

Ketua

Nama

: Yuliati

Tempat, tanggal lahir : Malang, 10 September 1965 Pekerjaan Jumlah anak : Petani/Pekebun : 1 orang (laki-laki)

Sekretaris

Nama Pekerjaan

: Siti Zulaikha : Petani/Pekebun

Bendahara

Nama Pekerjaan

: Mistriasih : Petani/Pekebun

13

Anggota

1. Nama Pekerjaan 2. Nama Pekerjaan 3. Nama Pekerjaan 4. Nama Pekerjaan 5. Nama Pekerjaan 6. Nama Pekerjaan 7. Nama Pekerjaan

: Ningsih : Petani/Pekebun : Muriyati : Petani/Pekebun : Suriyani : Petani/Pekebun : Yuliatin : Petani/Pekebun : Qibtiyah : Petani/Pekebun : Ngatutik : Petani/Pekebun : Sautik : Petani/Pekebun

Foto-Foto Kegiatan

14

15