of 58/58
LAPORAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2012/2013 Laporan : Individu Model KKN : Reguler 2 Unit : KL - 12 Dusun : Tawangsari-Lodadi Desa : Panggang Kecamatan : Kemalang Kabupaten : Klaten Propinsi : Jawa Tengah Disusun Oleh : Nama : Reza Andhitya Putra Aji No. Mahasiswa : 09711188 Fakultas / Jurusan : Kedokteran / Pend. Dokter DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 1

Laporan Kkn Reza

  • View
    24

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jkbk,

Text of Laporan Kkn Reza

LAPORAN KULIAH KERJA NYATAUNIVERSITAS ISLAM INDONESIASEMESTER GANJILTAHUN AKADEMIK 2012/2013

Laporan: IndividuModel KKN: Reguler 2Unit: KL - 12Dusun: Tawangsari-LodadiDesa: PanggangKecamatan: KemalangKabupaten: KlatenPropinsi: Jawa Tengah

Disusun Oleh :Nama: Reza Andhitya Putra AjiNo. Mahasiswa: 09711188Fakultas / Jurusan: Kedokteran / Pend. Dokter

DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKATUNIVERSITAS ISLAM INDONESIAYOGYAKARTA2012

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbilalamiin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah, kesempatan, dan kemudahan bagi kita semua dalam menjalankan amanah yang menjadi tanggung jawab kita. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, inspirasi akhlak dan pribadi mulia.Atas karunia dan rahmat dari Allah SWT, program KKN Reguler 2 di Dusun Tawangsari dan Lodadi, Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dapat berjalan dengan lancar dan dapat terselesaikan dengan baik. Program-program KKN ini tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa dukungan dari seluruh warga Tawangsari dan Lodadi. Terima kasih atas segala pengorbanan dan keikhlasannya, Insya Allah tali silaturahmi ini dapat terus berlangsung. Dengan tujuan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, penulis berharap semoga seluruh program KKN yang telah berjalan dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak.Program KKN Reguler ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, baik berupa moril maupun materil. Untuk itu, penulis sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan program KKN Reguler 2 ini, yaitu kepada:

1. ALLAH SWT, yang selalu ada di setiap langkahku dalam memberikan kesempatan, kekuatan, dan, kemampuan untuk menyelesaikan kegiatan KKN ini dengan baik dan lancar.2. Kedua Orangtua kami yang senantiasa memberikan doa dan dukungan.3. Bapak Prof. Dr. Eddy Suandi Hamid, M.Ec selaku Rektor Universitas Islam Indonesia 4. Bapak Dr-Ing. Ir. Widodo, M.Sc. selaku Direktur DPPM.5. Ibu Dra. Suhartini, M.Si selaku Kepala Pusat KKN UII, wadah kami untuk bersosialisasi dengan masyarakat.6. Bapak Drs. AF. Djunaedi, M.Ag., selaku pembimbing 1 yang telah meluangkan waktu mendampingi untuk memberikan bimbingan dan nasihat.7. Bapak Ali Maskuri, selaku pembimbing 2 yang senantiasa memberikan bimbingan dan pengarahannya dalam pelaksanaan KKN ini serta kami ucapkan terimakasih atas nasihat yang diberikan pada kami.8. Bapak Mardi dan sekeluarga selaku tuan rumah posko unit KL-12 yang dengan senang hati menyambut dan menerima kami untuk bermasyarakat dan tinggal bersama walaupun hanya dalam waktu yang singkat.9. Bapak Paryono selaku ketua RT 02 yang telah senantiasa membimbing kami dalam menjalani program-program KKN di dusun Tawangsari.10. Bapak Trimo selaku ketua RT 04 yang lagi-lagi bersedia kami repotkan dalam tiap bantuannya mengkoordir warga dusun Lodadi untuk program-program kami.11. Seluruh masyarakat Dusun Tawangsari dan Lodadi serta pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah membantu dalam penyelesaian KKN dan pelaporan KKN.12. Teman-teman POSKO UNIT KL-12: Bang Andhika, Arif, Tia, Jovan, Yuniar, Triana, keep in touch guys..13. Semua Pihak-pihak yang terkait dari awal hingga akhir KKN yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Terima kasih atas kerjasama dan dukungannya.Semoga segala bantuan, bimbingan dan pengajaran yang telah diberikan kepada penulis mendapatkan imbalan dari Allah SWT. Tidak lupa penulis memohon maaf apabila selama melaksanakan tugas KKN terdapat kekhilafan dan kesalahan. Penulis menyadari sepenuhnya akan keterbatasan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua yang membaca dan menikmatinya.

Wabillahittaufiq wal hidayah

Klaten, 7 Desember 2012 Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR2DAFTAR ISI5ABSTRAKSI6BAB I8REKAM PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN8A.PRA PELAKSANAAN KKN81.Observasi dan Wawancara82.Penyusunan Program Kegiatan93.Sosialisasi Program10B.PELAKSANAAN PROGRAM KKN101. Konsultasi Kesehatan 24 jam102. Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan .............................................17BAB II31PROSES PEMBELAJARAN MAHASISWA31BAB III36PENUTUP36A.Kesimpulan36B. Saran dan Rekomendasi36

LAMPIRAN 1. Daftar Hadir Peserta.2. Daftar Hadir Peserta.3. Daftar Hadir Peserta4. Matriks Program Kegiatan.5. BBM.6. BCKH7. LHO.

ABSTRAKSI

KKN atau kuliah kerja nyata, dimana dalam tatanan di masyarakat, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan atau agent of change bagi lingkungan masyarakat, melalui KKN diharapkan mahasiswa dapat mengabdikan dirinya dan ilmunya kepada warga masyarakat tempat sasaran KKN. Dusun dimana penulis diterjunkan adalah dusun Tawangsari, RT 02 dan Dusun Lodadi, RT 04 RW 05, Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Warga dusun Tawangsari dan Lodadi bermata pencaharian sebagai buruh penambang batu, petani dan lain-lain. Warga Tawangsari dan Lodadi sangat intensif`dalam kegiatan gotong royong, dimana itu merupakan kekuatan warga dalam menjalin kekeluargaan diantaranya. Adapun selama menjalankan KKN, penulis berusaha untuk membuat program yang sesuai dengan kebutuhan warga berdasarkan observasi yang telah dilakukan. Adapun program Individu yang telah dirancang antara lain, program Konsultasi Kesehatan 24 jam dan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di dusunTawangsari dan Lodadi.Selain itu warga khususnya pemuda-pemuda yang belum mengetahui tentang perkembangan informasi kesehatan dunia dan juga cara-cara penanganan pertama pada kecelakaan yang seharusnya bisa dilakukan secara mandiri. Melalui program-program kegiatan tersebut diharapkan terbentuk sinergi yang baik bagi kedua belah pihak yaitu elemen masyarakat dan mahasiswa. Penyampaian ilmu pengetahuan dari mahasiswa diharapkan dapat menambah wawasan seluruh masyarakat sehingga terbentuk suatu lingkungan yang kondusif. Oleh karena itu, penyusun berusaha membantu masyarakat dusun Tawangsari dan Lodadi khususnya yang berkaitan dengan konsultasi dan pelatihan melalui program-program KKN. Selain itu, satu hal yang paling penting yang kami dapatkan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ini adalah menjalin tali silaturahmi yang kami miliki selama 30 hari berada di Dusun Tawangsari dan Lodadi dan menjadi bagian dari keluarga.Selain itu pula, diharapkan dengan kegiatan KKN angkatan 45 ini dapat meninggalkan kesan yang baik serta hal bermanfaat yang sekiranya mampu digunakan oleh masyarakat banyak. Semoga dengan berakhirnya masa KKN ini pula menjadi suatu kesan yang menimbulkan rasa persaudaraan dalam berkeluarga besar antara warga dan mahasiswa.

BAB IREKAM PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN

Kuliah Kerja Nyata UII Unit KL-12 yang diselenggarakan di Dusun Tawangsari dan Lodadi, Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Yogyakarta yang dimulai tanggal 5 November 2012 sampai dengan 12 Desember 2012. Merupakan salah satu wujud kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dimana setiap mahasiswa dituntut untuk ikut serta berperan aktif terhadap kegiatan-kegiatan yang ada disekitar masyarakat tempat dimana Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan. Secara garis besar kegiatan KKN dapat dijelaskan sebagai berikut :a.Pra pelaksanaan KKNb.Pelaksanaan Program

A. PRA PELAKSANAAN KKNTahap kegiatan pada pra pelaksanaan ini dibagi menjadi 3, yakni : Pengumpulan Data, Penyusunan Program dan Sosialisasi Program. Adapun uraian dari ketiga kegiatan di atas adalah sebagai berikut:

1. Observasi dan WawancaraPengumpulan data dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di Dusun Tawangsari dan Lodadi dan mengetahui kondisi lingkungan yang ada di Dusun Tawangsari dan Lodadi. Dengan adanya pengumpulan data terlebih dahulu, diharapkan mahasiswa mendapatkan informasi terkait dengan penyusunan program KKN sehingga pada akhirnya pelaksanaan program KKN dapat mengatasi atau meminimalisasi permasalahan-permasalahan yang ada. Pengumpulan data ini dilakukan dengan 2 metode, yaitu metode observasi dan wawancara. Observasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung kondisi lingkungan di sekitar Dusun Tawangsari dan Lodadi, sedangkan wawancara dilakukan dengan cara diskusi langsung dengan perwakilan tokoh-tokoh masyarakat, dalam hal ini adalah Sekretaris Desa, Ketua RT, Ketua perkumpulan tani dusun dll. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 hari, yaitu pada tanggal 5 sampai 9 November 2012.

2. Penyusunan Program Kegiatan

Berdasarkan informasi yang telah didapat dari observasi dan wawancara yang telah dilakukan, maka saya mengajukan beberapa program individu yang diharapkan mampu membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi di Pedusunan Tawangsari dan Lodadi.Dari aspek-aspek permasalahan yang ditemui di wilayah Desa Panggang ,Pedusunan Tawangsari dan Lodadi, maka susunan program individu yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Konsultasi Kesehatan 24 jam : Tujuan diadakannya program ini adalah agar warga mengetahui tentang status kesehatan keluarga dan pribadi masing-masing, serta dapat mendapatkan informasi kesehatan yang sekiranya masih belum diketahui oleh warga awam kebanyakan.b. Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan :Tujuan program ini adalah agar bapak-bapak dan pemuda-pemuda kedua dusun mengerti mengenai kegawatdaruratan, serta dapat melakukan upaya-upaya penangan pertolongan pertama yang bisa dilakukan sebelum dilarikan ke rumah sakit guna memperpanjang harapan hidup seseorang.

2. Sosialisasi ProgramSosialisasi Program kami lakukan pada hari Selasa, 13 November 2012 pukul 14.30 di rumah ketua RT 04 dusun Lodadi dan selepas sholat maghrib di Masjid An-Nur Tawangsari yakni Bapak Mardi selaku ketua kelompok tani Wirogotomo dan beberapa warga dusun Tawangsari termasuk ketua RT 02 Tawangsari. Dalam sosialisasi ini dijelaskan kepada masyarakat tentang program-program yang akan dilaksanakan dengan warga setempat dan diharapkan program-program tersebut dapat membantu warga di sekitar peDusunan Tawangsari dan Lodadi.Acara dimulai dengan perkenalan anggota unit dan dilanjutkan dengan memaparkan program unit dan individu yang nantinya akan dilaksanakan di Dusun Tawangsari dan Lodadi. Kami sangat berterima kasih akan respon positif yang diberikan oleh seluruh masyarakat Dusun Tawangsari dan Lodadi dengan adanya kami sebagai Unit KKN di daerah tersebut. Berkat antusias dan rasa kebersamaan yang kami rasakan hingga saat akhir pelaksanaan KKN banyak membantu kami dalam menyelesaikan program- program yang kami rencanakan.

c. PELAKSANAAN PROGRAM KKN1. Konsultasi Kesehatan 24 jama. Rumusan Masalah1. Para warga, khusunya bapak-bapak dan pemuda-pemudan Dusun Tawangsari dan Lodadi masih kurang mengerti tentang status kesehatan keluarga masing-masing dan cara-cara mengantisipasi keadaan gawatdarurat. 2. 13Tahapan KegiatanPelaksanaan program ini dilakukan dalam 3 tahapan kegiatan, yaitu:1. Identifikasi penyakit tersering pada warga 2 tahun terakhir di Dusun Tawangsari dan Lodadi.2. Visite home to home ke warga dusun Tawangsari dan Lodadi.3. Tujuan1. Untuk menilai dan mengetahui data status kesehatan warga di dusun Tawangsari dan Lodadi.2. memberikan informasi kesehatan bermanfaat untuk warga kedua dusun tersebut.4. ManfaatWarga di Dusun Tawangsari dan Lodadi akan mengerti mengenai status kesehatan keluarga masing-masing maupun status kesehatan personal dan juga mengerti mengenai informasi kesehatan yang sebelumnya ingin diketahui. Dengan demikian warga dapat memahami cara berkehidupan yang lebih sehat.b. RasioRasio Program Konsultasi Kesehatan 24 jam: = %= 85,71%

Keterangan:Dari program Konsultasi Kesehatan 24 jam dengan target 49 Kepala Keluarga. Jalan pelaksanaan dicapai peserta 42 Kepala Keluarga, maka didapatkan rasio 86%, maka program Konsultasi Kesehatan 24 Jam dapat dinyatakan BERHASIL.

5. Analisis SWOT program Konsultasi Kesehatan 24 jam1. Strenghta. Aktif. Dimana kegiatan konsultasi ini menggunakan metode home visite yang menitik beratkan pada pengecekan status kesehatan masyarakat secara langsung, sehingga target yang direncanakan dapat terpenuhi secara bertahap.b. Edukatif. Pada dasarnya program ini menggunakan prinsip pendidikan sebagai salah satu pilar program. Selain untuk menambah wawasan mengenai perkembangan dunia kesehatan dan status kesehatan masing-masing keluarga, juga diadakan sebagai sarana pendidikan guna merubah paradigma kesehatan yang belum diketahui manfaatnya.c. Informatif. Informasi-informasi yang diberikan pada masyarakat tidak lepas dari pertanyaan yang selama ini dibingungkan oleh masyarakat. Sehingga dengan adanya program ini dapat dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan masyarakat.d. Konsultatif. Maksudnya disini adalah, program ini tidak kaku pada satu tujuan pemeriksaan saja, namun dengan adanya metode konsultatif seperti ini masyarakat dapat menceritakan mengenai keluhan-keluhan fisik maupun psikologis yang selama ini dirasakan oleh warga.e. Fleksibel. Dalam artian waktu, program ini tidak terikat oleh kapan diadakannya konsultasi. Kapanpun warga menginginkan untuk berkonsultasi, maka warga dapat datang ke posko unit 12 untuk kemdian dilakukan pemeriksaan tanpa harus menunggu kunjungan home visite.

2. Weaknessa. Alat Kesehatan yang mahal. Alat-alat yang digunakan dalam program ini tergolong membutuhkan dana yang cukup besar. Dimana, usaha penghematan bahan sekali pakai sangat dibutuhkan. Usaha yang digunakan salah satunya adalah dengan tidak memeriksa lebih lanjut warga yang tidak memiliki indikasi penyakit terterntu.b. Pemeriksaan tidak spesifik. Dalam program ini, penilaian status kesehatan dengan menggunakan beberapa pemeriksaan, yaitu vital sign, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (asam urat dan gula darah). Namun beberapa permintaan warga menginginkan adanya suatu pemeriksaan yang keragamannya lebih dari pemeriksaan tersebut yang sekiranya hanya bisa dilakukan di laboratorium.c. Lama. Pemeriksaan ini tidak dibatasi berapa menit bahkan jam dalam kunjungan home visite tergantung interaksi yang terjalin dalam suatu kunjungan.d. Waktu pelaksanaan tidak menentu. Oleh karena kesibukan akademik, maka waktu pelaksanaan home visite sedikit bergeser dari rencana yang dituliskan pada matrik kegiatan.e. Tidak menyeluruh. Dimana memang dari target yang direncanakan berdasarkan jumlah rumah dan keberadaan warga pada saat kunjungan tidak menjamin keberhasilan program berjalan 100%, namun program ini senantiasa dilakukan secara maksimal ke kedua dusun tersebut.3. Opportunitya. Meningkatkan kualitas kesehatan. Peluang utama program ini memang memperbaiki kualitas kesehatan, sehingga dengan adanya edukasi, informasi dan solusi pada saat kunjunan konsultasi dapat meningkatkan kualitas kesehatan.b. Memperbaiki paradigma kesehatan. Peluang selanjutnya adalah dengan adanya program ini paradigma-paradigma kesehatan yang sebelumnya tidak diketahui manfaat dan risikonya dapat diketahui. Apabila salah, dapat menjadi tolak ukur demi memperbaiki paradigma yang ada tersebut.c. Memperbaharui pengetahuan. Keterbatasan sarana media dan informasi menjadikan pengetahuan mengenai kesehatan di dusun Tawangsari dan Lodadi rendah, sehingga dengan program ini, peluang peningkatan pemahaman kesehatan terbaru dapat didapatkan oleh masing-masing kepala keluarga.d. Mengetahui kebiasaan warga tekait kesehatan. Sebelum pemeriksaan, warga akan diwawancara mengenai kebiasaan terkait kebiasaan yang berkaitan dengan status kesehatan dalam pemeriksaan. Sehingga akan mudah ditarik kesimpulan dalam pemgumpulan data, penyebab-penyebab mengapa suatu kejadian pernyakit tertentu di kedua dusun sering dan banyak terjadi.e. Mempererat tali silaturahmi. Peluang terakhir dalam program ini adalah dengan mempererat silaturahmi dan persaudaraan antara mahasiswa dengan warga, sehingga apabila diadakan KKN kembali di kedua dusun ini, masyarakat dapat kembali menerima keberadaan mahasiswa dengan suka cita.4. Threata. Alat rusak sebelum program berakhir. Dengan adanya ancaman ini, kegiatan yang seharusnya bisa dijalankan secara baik dapat terhambat dan pada akhirnya dapat berakhir pada penggantian jenis pemeriksaan yang jauh kurang spesifik.b. Warga dari dusun lain. ancaman selanjutnya adalah permintaan pemeriksaan oleh warga dusun lain yang notabene tidak dapat ditolak dan juga dapat mengurangi bahan sekali pakai yang khusus digunakan dalam program kunjungan di Dusun Tawangsari dan Lodadi.c. Muncul permintaan obat dari warga. Pada akhir pemeriksaan biasanya warga akan meminta obat untuk mengurangi keluhan dari gejala yang dikonsultasikan. Namun berhubungan dengan kapasitas kami sebagai mahasiswa, maka kami tidak diperkenankan melanggar kode etik pemberian obat terkecuali setelah mendapatkan gelar dokterdari negara. Sehingga dengan demikian, dibutuhkan metode penyampaian verbal yang baik untuk memberikan pengertian pada warga mengenai masalah tersebut.d. Pertanyaan diluar pengetahuan. Keterbatasan pengetahuan kami sebagai mahasiswa tentunya ada, namun kami selalu berusaha menyampaikan sepengetahuan kami tersebut secara maksimal demi menjawab pertanyaan warga dengan berdasarkan referensi yang bisa dipercaya tentunya.e. Ketidakberadaan warga. Dalam kunjungan konsultasi satunya-satunya hambatan yang paling sering dijumpai adalah ketidakberadaan warga dirumah, dengan begitu kunjungan konsultasipun tidak dapat dijalankan.6. SasaranSasaran dari program ini adalah seluruh KK Dusun Tawangsari dan Lodadi tanpa terkecuali yang berjumlah 49 KK yang ingin mengkonsultasikan dan memeriksakan status kesehatannya.

7. Waktu Pelaksanaan Program ini dilakukan secara fleksible karena sifatnya yang home visite dan juga bisa dilakukan diposko sesuai kebutuhan warga sendiri. Untuk rencana pelaksanaan sendiri dilakukan setiap hari. Untuk satu warga diperkirakan membutuhkan waktu 10 menit untuk pemeriksaan. Waktu tersebut belum termasuk dalam pemberian penjelasan informasi kesehatan terkait konsultasi warga mengenai kesehatan sebelumnya.8. Hasil yang DicapaiPara warga Dusun Tawangsari dan Lodadi dapat mengerti status kesehatannya masing-masing dan mengerti mengenai informasi kesehatan yang berkembang beberapa tahun terakhir.9. AnggaranTotal biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 1.965.000,00 dengan perincian:No.Nama barangHarga

1.Alat cek gula darahRp. 475.000,00

2.Alat cek asam uratRp. 530.000,00

3.Tensimeter otomatisRp. 560.000 ,00

4.Strip gula darahRp. 180.000,00

5.Strip Asam UratRp. 220.000,00

TotalRp. 1.965.000,00

10. KendalaKesibukan kuliah ditambah dengan aktifitas warga yang tidak meentu menyebabkan bergesernya target waktu pelaksanaan kegiatan. Dari target tiap hari, menjadi fleksible, namun tanpa mengurangi kuantitas dan kualitas program itu sendiri

11. Dokumentasi

Gambar 1. Konsultasi Kesehatan 24 Jam.

2. Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaana. Rumusan MasalahMinimnya pengetahuan mengenai cara menanggulangi keadaan gawat - darurat dalam kehidupan sehari-hari di Dusun Tawangsari dan Lodadi.c. Tahapan KegiatanPelaksanaan program ini dilakukan dalam 3 tahapan kegiatan, yaitu:1) Sosialisasi kegiatan pada ketua masing-masing RT2) Pengumpulan warga.3) Pelaksanaan pelatihan P3K.

d. Tujuan1) Menambah keterampilan bapak-bapak dan pemuda-pemuda di Dusun Tawangsari dan Lodadi dalam hal mengupayaan penangan pertama pada kasus gawat-darurat.2) Menanamkan sikap peduli dan waspada pada warga terhadap orang yang memiliki status kegawatdaruratan.e. ManfaatWarga Dusun Tawangsari dan Lodadi khususnya bapak-bapak dan pemuda-pemudanya dapat mengerti dan dapat mengaplikasikan ilmu pelatihan pada kehidupan sehari-hari.f. RasioRasio Program Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan: = %= 90,90%

Keterangan:Dari program Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan dengan rencana target 100%. Jalannya pelaksanaan dicapai peserta 32 warga, maka didapatkan rasio 80%, maka program Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan dapat dinyatakan BERHASIL.g. Analisis SWOT Pelatihan P3K1. Strenghta. Edukatif. Sesuai dengan tema program, sebelum diadakan suatu pelatihan langsung, sebelumnya diajarkan beberapa teori penanganan secara singkat dan mudah dimngerti kepada warga sehingga warga dapat mencernanya dengan mudah.b. Informatif. Program ini senantiasa memberikan informasi-informasi emergency yang wajib diketahui masyarakat banyak sehingga warga mengerti dasar dari tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan.c. Melatih kewaspadaan dan kesigapan. Dengan begitu, warga dapat meminimalisasikan kemungkinan terjadinya suatu keadaan darurat dan mengerti apa yang harus dilakukan apabila memang terjadi suatu kegawatdaruratan yang membutuhkan kesigapan dalam pertolongan.d. Praktek langsung. Beda dengan kebanyakan program teori, pada program ini, dilatih benar cara menolong orang yang benar dalam keadaan yang memang memungkinkan untuk ditolong, sehingga dapat memperpanjang kealitas kehidupan korban yang ditolong.e. Tidak butuh biaya besar. Dalam hal ini, modal utama dalam pelatihan ini adalah keberanian untuk menolong seseorang tanpa melihat siapa yang ditolong.2. Weaknessa. Pasif. Kegiatan ini membutuhkan koordinasi ketua RT dan tokoh warga lain dalam pelaksanaanya. Sehingga, kurang aktif dalam kategori kegiatan untuk warga. Sehingga tidak semua warga dapat hadir dalam kegiatan proram ini.b. Kasus tidak spesifik. Pelatihan ini tidak mengajarkan seluruh keadaan gawat-darurat, karena tidak semua keadaan tersebut dapat diajarkan pada seseorang belum memiliki standar kepemahaman pertolongan yang telah ada sebelumnya.c. Lama. Dibutuhkan waktu 2,5 hingga 3 jam dalam pelatihan ini untuk benar-benar menanamkan pengetahuan dan logika kesehatan pada masyarakat agar warga dapat benar-benar mengetahui prinsip pertolongan pertama pada kecelakaan.d. Waktu pelaksanaan tidak menentu. Sama halnya dengan program konsultasi kesehatan 24 jam, dalam pelaksanaannya, program ini harus mencari waktu yang tepat agar memaksimalkan kehadiran warga, sehingga bergeser dari jadwal rencana kegiatan yang disusun pada matrik kegiatan.e. Tidak menyeluruh. Dari hasil sosialisasi dengan ketua RT dan tokoh masyarakat yang lain ternyata tetap dapat membuat seluruh warga dapat menghadiri program kegiatan ini dikarenaka berbenturan dengan kegiatan lain.3. Oppotunitya. Memperpanjang kehidupan seseorang. Peluang besar yang diharapkan program ini adalah warga dapat menolong keadaan seseorang yang mengalami keadaan gawat-darurat yang setidaknya untuk meningkatkan kualitas keselamatan seseorang.b. Memperbaiki paradigma terkait penyelamatan kecelakaan. Banyak hal terkait paradigma yang telah ada secara turun temurun terkait cara penolongan kecelakaan yang justru membahayakan kondisi korban. Dengan program ini, paradigma-paradigma tersebut sedikit-demi sedikit bergeser dan digantikan oleh pngetahuan yang didapatkan melalui pelatihan ini.c. Memperbaharui pengetahuan terkait P3K. Peluang selanjutnya dengan kegiatan program ini adalah pengetahuan dan prinsip pertongan yang lama bisa digantikan dengan prinsip pertolongan yang baru yang direkomendasikan.d. Mempercakap keterampilan menolong. Dalam keseharian, banyak warga yang belum percaya diri untuk menolong orang lain, bahkan anggota keluarga sendiri yang sedang mengamai keadaan kecelakaan. Dengan begitu, sesuai dengan tujuan program, warga dusun Tawangsari dan Lodadi dapat cakap dan terampil dalam menangani keadaan kecelakan yang gawat.e.e. Menumbuhkan rasa peduli dan tanggap. programl ini dapat menumbuhkan peluang yang baik, yakni kepedulian. Dimana sikap ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat guna mempererat keharmonisan warga dusun.4. Threata. Perhatian warga menurun. Dengan menurunnya perhatian warga tentunya dapat mengurangi esensi dari pelatihan itu sendiri, sehingga hal ini dapat menjadi hambatan kepemahaman warga.b. Ketidakpahaman warga. Keterbatasan ini, sedikit membutuhkan energi dan waktu lebih untuk meredamnya. Dimana dibutuhkan kesabaran untuk tetap konsisten menjelaskan mekanisme pertolongan. c. Kepasifan warga. Aktif atau tidaknya warga dapat menjadi indikator pemahaman warga itu sendiri dalam menerima palatihan, sehingga semakin pasif warga, semakin bisa dikatakan bahwa warga belum benar-benar memahami pelajaran tersebut.d. Kelalaian warga dalam menolong. Dalam prinsip pertolongan dikatakan bahwasanya penolong dan korban harus dalam keadaan aman, dalam hal itu pula dapat menjadi ancaman tersendiri dimana penolong tidak mengerti dan lalai dalam proses pertolongan.e. Ketidakberanian warga untuk menolong. Akhir dari hal yang ditakutkan dalam pelaksanaan program ini adalah stagnan-nya mental warga untuk menolong, sehingga pelatihan ini akan percuma karena tidak mampu meningkatkan keberanian warga untuk menolong korban kecelakaan.

f. SasaranSasaran dari dilaksanakannya program ini adalah bapak-bapak dan pemuda-pemuda di desa Panggang Dusun Tawangsari dan Lodadi sekurang-kurangnya berjumlah 44 orang.g. Waktu PelaksanaanWaktu diaksanakannya Bimbingan Belajar ini dilakukan sebanyak 2 kali tatap muka. Setiap sesi tatap muka dilakukan kurang lebih 2,5 hingga 3 jam. Adapun jadwal dari setiap pertemuan adalah sebagai berikut:12. Selasa, 20 November 2012 (19.30-22.00)13. Kamis, 29 November 2012 (19.00-22.00)i. Hasil yang DicapaiBapak-bapak dan pemuda Dusun Tawangsari dan Lodadi bertambah wawasannya dan siap apabila mandapati kasus kegawatdaruratan pada kehidupan sehari-hari. Sigap dalam menolong korban maupun sigap dalam mengupayakan keselamatan orang lain.j. Faktor Pendukunga. Antusiasme bapak-bapak dan pemuda dalam menjalani pelatihan.b. Bantuan ketua RT Dusun Tawangsari dan Lodadi dalam sosialisasi kegiatan.c. Bantuan teman unit dalam peragaan kegawatdaruratan.d. Ketua RT Dusun Lodadi yang telah menyediakan tempat.e. Bantuan teman unit dalam mengkondisikan ruang pelatihank. KendalaPada kegiatan di dusun Tawangsari warga yang datang tidak sesuai target dikarenakan banyaknya pemuda dan bapak-bapak yang memiliki kepentingan lain, sehingga tidak dapat mengikuti acara ini secara keseluruhan.

l. Dokumentasi

Gambar 2. Pelatihan P3K.

Tabel 1. Rekapitulasi Konsultasi Kesehatan 24 JamNo.Hari/TanggalWaktuKegiatanJumlah Jam

1.Jumat, 9 November 2012 15.00-17.00Konsultasi Kesehatan 24 jam2

2.Jumat, 9 November 201217.10-18.30Konsultasi Kesehatan 24 jam1 jam 20 menit

3. Sabtu, 10 November 201216.00-17.00Konsultasi Kesehatan 24 jam1

4.Minggu, 11 November 201212.00-16.00Konsultasi Kesehatan 24 jam4

5. Senin, 12 November 201217.00-18.00Konsultasi Kesehatan 24 jam1

6.Kamis, 15 November 201212.00-16.00Konsultasi Kesehatan 24 jam4

7.Jumat, 16 November 201219.00-21.00Konsultasi Kesehatan 24 jam2

8.Sabtu, 17 November 201218.30-21.00Konsultasi Kesehatan 24 jam2,5

9.Sabtu, 17 november 201221.10-22.15Konsultasi Kesehatan 24 jam1 jam 10 menit

10.Rabu, 21 November 201218.30-22.00Konsultasi Kesehatan 24 jam3,5

11.Minggu, 25 November 201214.00-17.30Konsultasi Kesehatan 24 jam3,5

12.Jumat, 30 November 201219.00-22.00Konsultasi Kesehatan 24 jam3

13.Selasa, 4 Desember 201218.30-22.00Konsultasi Kesehatan 24 jam3,5

14.Rabu, 5 Desember 201219.00-22.00Konsultasi Kesehatan 24 jam3

15.Jumat, 7 Desember 201219.00-22.00Konsultasi Kesehatan 24 Jam3

TOTAL JAM INDIVIDU38,5

Tabel 2. Rekapitulasi jam Pelatihan P3KNo.Hari/TanggalWaktuKegiatanJumlah Jam

1.Selasa, 20 November 201219.30-22.00Pelatihan P3K2,5

2.Kamis, 29 November 201219.00-22.00Pelatihan P3K3

TOTAL JAM PELATIHAN P3K5,5

Tabel 3. Rekapitulasi Jam Bantu UnitNo.Hari/TanggalWaktuKegiatanJumlah Jam

1.Minggu, 11 November 201209.00-11.30lomba mewarnai untuk anak-anak1,5

2.Kamis, 15 November 20129.00-11.00pengecatan & pemasangan plang2

3.Sabtu, 24 November 201214.00-15.00Membuat Ayakan Pasir1

4.Minggu, 25 November 201209.00-11.00Lomba menggambar anak-anak2

5.Minggu, 25 November 201211.30-13.00Membuat filter air1,5

6.Rabu, 28 November 201216.15-17.00Latihan teater ketiga45 menit

7.Jumat 30 November 201210.00-15.10Pemecahan & sterilisasi batu Zeolit untuk filter air5jam 10 menit

8.Sabtu, 1 Desember 201216.00-17.00Program TPA tambahan unit1

9.Sabtu, 1 Desember 201220.00-23.30completing perlengkapan perlombaan adzan & hafalan surat3,5

10.Minggu, 2 Desember 201209.00-12.00lomba adzan dan hafalan doa harian3

11.Minggu, 2 Desember 201215.00-17.00Pelatihan teater keempat1

12.Minggu, 2 Desember 201220.00-23.15proses pembuatan karbon aktif dari batok kelapa3 jam 15 menit

Senin, 3 Desember 201215.00-17.00latihan teater : reading naskah

2

Senin, 3 Desember 201219.00-20.00Survei lokasi shooting film pendek anak (follow up teater)2

Sabtu, 8 Desember 201208.00-10.00Pembersihan batu Zeloith2

Sabtu, 8 Desember 201216.00-17.00Program TPA tambahan unit1

TOTAL JAM BANTU UNIT33,40

Rasio Program Bantu Unit

= % = 44,53%

Tabel 4. Rekapitulasi Jam Bantu MasyarakatNo.Hari/TanggalWaktuKegiatanJumlah Jam

1.Rabu, 7 November 201215.00-17.00Membantu kegiatan pengajian ibu-ibu2

2.Rabu, 7 November 201217.00-18.00Membantu kegiatan penyambutan Haji1

3.Minggu, 11 November 201215.00-17.00Membantu mengajar TPA2

4.Selasa,13 November 201219.00-22.00Membantu silaturahmi & arisan Tawangsari3

5.Kamis, 15 November 201215.00-17.00Membantu mengajar TPA2

6.Jumat, 16 November 201208.00-11.00Membantu kegiatan pelayanan Posyandu desa Panggang3

7.Sabtu, 17 November 201208.00-10.30Membantu menguras bak penampungan air2,5

8.Kamis, 22 November 201219.00-22.00Membantu kegiatan pengajian Jumat legi3

9.Selasa, 27 November 201219.00-22.00Membantu kegiatan rutin Tawangsari3

10.Sabtu, 1 Desember 201209.30-10.30Membantu Mengkeramik mesjid 1

11.Sabtu, 1 Desember 201212.31-13.30Membantu memberi makan ternak1

12.Kamis, 6 Desember 201220.00-22.00Membantu kegiatan Yasinan Tawangsari2

13.Minggu, 9 Desember 201215.00-17.30Membantu mengecat Mesjid An-Nur2,5

TOTAL JAM BANTU MASYARAKAT28

= % = 112%

Tabel 5. Rekapitulasi Jam Bantu TemanNo.Hari/TanggalWaktuKegiatanJumlah Jam

1.Sabtu, 10 November 201215.00-16.30Assesment Geriatri (Yuniar)1,5

2.Senin, 12 November 201212.20-15.30Pelatihan Vital Sign (Yuniar)3 jam 10 menit

3.Kamis, 15 November 201212.00-15.00Percontohan Kelistrikan (Arif)3

4.Jumat, 16 November 201211.00-12.00Pelatihan Kader Posyandu (Yuniar)1

5.Jumat, 16 November 201219.00-21.00Percontohan Kelistrikan (Arif)2

6.Sabtu,17 November 201218.30-21.00Percontohan Kelistrikan (Arif)2,5

7.Rabu, 21 November 201218.30-22.00Assesment Geriatri (Yuniar))3,5

8.Sabtu, 24 November 201213.00-15.00Motivasi Wirausaha (Jovan)1

9.Senin, 26 November 201219.00-22.00Pembuatan Arang ( Jovan)2

10.Rabu, 28 November 201219.00-21.00Motivasi Wirausaha (Jovan)2

11.Kamis, 29 November 201215.00-19.00Cek Golongan Darah (Triana)4

12.Jumat, 30 November 201216.30-17.30Rumah Sehat (Andhika)1

13.Sabtu, 1 Desember 201211.00-12.30Belajar Design (Akbar)1,5

14.Minggu, 2 Desember 201212.00-15.00Bakery and Pastry (Septiani)3

15. Rabu, 5 Desember 201220.10-22.10Merangkai perangkat bel (Pengenalan Elektronika Usia dini) (Arif)2

16.Minggu, 9 Desember 201213.00-14.00Sosialisasi pengemasan kripik yang baik (Tia)1

17.Minggu, 9 Desember 201221.00-22.10Memperbaiki rangkaian bel (Pengenalan Elektronika Usia dini) (Arif)1 jam 10 menit

TOTAL JAM BANTU TEMAN35 jam 20 menit

Rasio Jam Bantu Teman = % = 140%

BAB IIPROSES PEMBELAJARAN MAHASISWADengan berjalannya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indonesia Unit 12 khususnya di Dusun Tawangsari dan Lodadi, Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Provinsi Yogyakarta selama kurang lebih 30 hari , banyak hal yang didapat terutama pelajaran yang diperoleh mahasiswa untuk proses pendampingan pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaan program-program KKN tersebut menuai banyak pelajaran yang didapat dari mahasiswa. Adapun pelajaran-pelajaran tersebut adalah:1. Mahasiswa dituntut agar dapat bersosialisasi dengan masyarakat. Di sini mahasiswa mempunyai peran penting yang sebenarnya adalah sebagai agent of change dan agent of social control.2. Kebersamaan, kerja sama dan kekompakkan unit. Pada awalnya banyak ditemui miss opinion antar mahasiswa, dikarenakan belum terbentuknya karakter unit secara menyeluruh. Namun dengan strategi kerja kolektif, semua pekerjaan serta tugas yang dibebani oleh mahasiswa KKN bisa diselesaikan dengan baik. 3. Koordinasi, dimana koordinasi antar individu menjadi pelajaran utama yang kami dapat sebagai mahasiswa. Seiring perbedaan frame mahasiswa sebagai individu pemikir dan masyarakat sebagai individu umum sering terjadinya miss komunikasi. Tetapi hal tersebut telah teratasi dengan asimilasi dan akulturasi sehingga koordinasi berjalan dengan baik.4. Kepemimpinan, tidak hanya ketua unit, masing-masing anggota unit juga dituntut agar bisa menjadi sosok pemimpin. Baik bagi diri sendiri maupun masyarakat sehingga mampu menjadi suatu icon perubahan di lingkungan tempat dia berada.5. Peduli, KKN sendiri membawa misi menjadikan mahasiswa awas dan peduli terhadap keadaan sekitar. Dengan begitu akan timbul suatu kepedulian sosial yang nantinya berdampak baik dalam percontohan berkehidupan yang saling membutuhkan.6. Kerja Sama, pada hakikatnya tidak ada satu programpun yang dapat terlaksana tanpa bantuan masyarakat dan teman-teman unit yang lain yang kemudian menyadarkan bahwasanya untuk mencapai hasil yang maksimal dibutuhkan kerja sama yang kompak agar segala rencana dapat teerlaksana dengan baik sesuai harapan.7. Sportif, artinya kita sebagai manusia biasa tidaklah mampu luput dari kesalahan. Dimana dibuthkan sikap pemberani untuk mengakui kesalahan demi menciptakan suatu keadaan yang lebih baik, mengingat apabila semua orang berjalan dengan idealitanya masing-masing tidak akan mampu menciptakan suasana kondusif dalam suatu komunitas. Dan disinilah kami belajar untuk menyikapi kesalahan-kesalahan sebaik mungkin.8. Kelemahan, disini kami belajar mengenai kelemahan-kelemahan bersosialisasi kami, mengevaluasi dengan mempertimbangkan feedback masyarakat terhadap suatu sikap kami. Demi menjadikan kami manusia sosial yang lebih baik lagi.9. Kesempatan, suatu hal yang memang sengaja dirancang oleh DPPM dalam program KKN, yaitu kesempatan. Dimana mahasiswa diajak menilik lebih dalam mengenai suatu keadaan sosial dusun untuk menemukan kesempatan dan potensi apa yang bisa diberdayakan bersama. Sesuai dengan semboyan kami, Dari warga, Untuk warga.10. Kekompakan, kebersamaan 30 hari terakhir tidak menjamin keharmonisan satu sama lain. untuk itu adanya rasa kompak dalam tiap hal dapat menjamin keharmonisan suatu hubungan anggota unit satu sama lain.11. Rasa saling memiliki, ruangan posko yang digunakan bersama-sama menuntut kami agar saling menjaga dan memiliki barang-barang didalamnya, sehingga risiko kehilangan hampir tidak mungkin ada di unit kami.12. Tanggung Jawab, hal ini sesuai dengan apa yang menjadi kontrak program kami di awal KKN yaitu berupamelakukan upaya-upaya pemberdayaan dusun-dusun yang kami ampu yang kemudian kami jadikan sebagai tanggung jawab pribadi maupun tanggung jawab bersama anggota-anggota unit yang lain.13. Sikap jujur, disini kami belajar untuk selalu melaporkan apa yang kami jalani selama berada di lokasi KKN sejujur-jujurnya guna tolak ukur dan pengevaluasian kembali kinerja program kami apakah baik atau tidak.14. Disiplin, kami selalu mencoba belajar untuk konsekuen terhadap apa yang telah direncanakan dalam program-program kami, dimulai dari kedatangan, pelaksanaan program hingga hal-hal yang kecil seperti mengisi absensi dan buku kegiatan secara baik dan tepat pada waktunya tanpa penundaan.15. Saling Menghormati. Kami belajar untuk tetap berprasangka baik pada segala hal yang mungkin terjadi saat terjadi suatu perbedaan pendapat dalam suatu forum dan mencoba mencari solusi terbaik untuk bersama.16. Kesederhanaan. Disini banyak mendidik kami mengenai sifat sederhana, menerima dan bersyukur dengan apa yang sudah kita dapatkan, kami belajar bagaimana cara menykapi suatu hal dengan rasa tenang dan menanggapinya dengan segala bentuk rasa kesederhanaan.17. Kesungguhan. Dengan KKN ini, kami terbiasa melakukan sesuatu program dengan dasar sungguh-sungguh demi terciptanya suatu keberhasilan program individu kami. Selain itu pula, kesungguhan akan sangat mempengaruhi tanggung jawab kami sebagai anggota pengabdian masyarakat.18. Ketulusan. Kami belajar mengenai ketulusan hati warga yang dari awal hingga akhir senantiasa menerima kami dengan ramah dan sabar. Memberikan bantuan dan bimbingan tanpa ada pamrih pada kami mahasiswa KKN.19. Kesabaran. 30 hari berada disini memang menyenangkan, namun tidak menutup kemungkinan bagi kami untuk merasa bosan dan jenuh. Maka dari itu, kami mencoba untuk selalu bersabar dan menjalani waktu demi waktu dengan hati gembira dan ceria.20. Berpikir Kritis. Banyak kejadian yang dialami dalam proses KKN yang menuntu kami selalu memiliki pemikiran-pemikiran kritis saat mem-backup kegiatan dan pemikiran yang sekiranya buntu, sehingga kami terbiasa berpikir secara matang dalam pelaksanaan tiap kegiatan program maupun bermasyarakat. 21. Setia Kawan. Dimana kami belajar untuk tidak meninggalkan teman yang sedang membutuhkan bantuan dalam pelaksanaan kegiatan, berusaha semaksimal mungkin dalam usaha kontribusi masalah umum agar target dari masing-masing kegiatan teman bisa tercapai.22. Belajar membuat keputusan guna mendukung terlaksaksananya suatu program. Dengan begitu program menjadi lebih cepat terlaksana.23. Belajar mengatur waktu. Setelah mengalami serangkaian kejadian bergesernya jadwal program akibat kesibukan akademik, maka disini kami belajar dan membiasakan diri mengatur waktu agar dikemudian hari kami terbiasa dalam membagi waktu kegiatan.24. Down to earth. Warga disini senantiasa memberi kami wejangan agar tetap rendah diri sekalipun kami adalah intelektual muda yang memiliki pengetahuan lebih dibandingkan warga muda lainnya karena dianggap lebih berpendidikan.25. Terakhir adalah Kuliah Kerja Nyata merupakan momentum mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat yang mana nanti mahasiswa tidak lagi kaget ketika berdinamika di dunia kerja. Dan itu merupakan bekal mahasiswa untuk di lain waktu mengabdikan diri sebagai insan Ulil Albab yang dirahmati oleh Allah SWT.

Melalui KKN ini mahasiswa juga merasakan proses pembelajaran mengenai pentingnya mengevaluasi diri sendiri dalam menjalankan kewajiban, karena dengan mengevaluasi dan mengoreksi diri sendiri akan meningkatkan kemampuan diri sendiri. Ikhlas menerima kritik dari orang lain juga penting. Melalui KKN mahasiswa merasa bahwa kesempurnaan itu tidak akan ada tanpa mau mengetahui kekurangan pada diri sendiri dan tanpa sikap lapang dada menerima koreksi dari orang lain.

BAB IIIPENUTUP

A. KesimpulanSelama menjalani masa Kuliah Kerja Nyata di Dusun Tawangsari dan Lodadi, Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah dapat disimpulkan bahwa seluruh program yang telah dilakukan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi, perubahan rencana ataupun perubahan sasaran program namun segala kegiatan telah dilakukan sebagai upaya untuk memberdayakan dan mengabdikan diri pada masyarakat yang nantinya akan membentuk suatu masyarakat yang terampil, kreatif dan mandiri.Hasil-hasil prosentase berturut-turut adalah program individu, program bantu unit, program bantu teman, dan program bantu masyarakat adalah 85,71% dan 90,90% untuk program individu, 44,53% untuk program bantu unit, 112% untuk program bantu masyarakat dan 140% untuk program bantu teman.Dengan adanya program KKN ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu sesuai dengan disiplin ilmu yang telah dipelajari selama masa kuliah, menjalin kerjasama dengan tim maupun dengan masyarakat sekitar. Selain itu, diharapkan program KKN yang telah berjalan selama 30 hari dapat memberikan manfaat bagi masyarakatB. SaranDemi kemajuan pelaksanaan program KKN yang akan datang dan dapat menjadi lebih baik lagi, maka kami mengajukan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan dari semua pihak yang terkait dengan program KKN, yaitu:a. Saran untuk program Konsultasi Kesehatan 24 Jam.

1. Pelaksana harus lebih memperhatikan mengenai pembagian waktu antar program satu dengan yang lainnya, sehingga dapat terjadi sinkronisasi program.2. Pelaksana program harus lebih aktif dalam menjalani programnya agar tercapai target maksimal yang diinginkan.3. Pelaksana program harus lebih mengerti mengenai bahasa jawa karena mayoritas warga dusun kesulitan dalam berbahasa Indonesia.4. Mengingat keterbatasan alat kesehatan sekali pakai, maka sebaiknya usaha-usaha penghematan dapat dilakukanb. Saran Program Pelatihan P3K1. Ketika menjalani program pelatihan maupun sosialisasi sebaiknya diselingi sesuatu yang membuat perhatian warga sebagai peserta tidak menurun.2. Sebaiknya pelaksana program pelatihan dapat lebih menguasai ruangan agar kondisi didalam ruangan mendukung untuk proses pelatihan.3. Hindari bahasa-bahasa kedokteran yang sulit dimengerti oleh warga. Gunakanlah bahasa verbal yang mudah dimengerti.

C. Rekomendasia. Program Konsultasi Kesehatan1. Merekomendasikan pelaksana program agar menambahkan ragam pemeriksaan untuk meningkatkan penilaian status kesehatan masyarakat selain pemeriksaan tanda vital, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan darah singkat.2. Merekomendasikan pelaksana untuk turut berkonsolidasi dengan praktisi kesehatan desa guna menambah referensi penyakit yang sering terjadi selama beberapa tahun terakhir.3. Pelaksana program direkomendasikan untuk dapat berkonsultasi dengan dosen pembimbing terkait kebutuhan pemeriksaan warga dusun dalam teknis pelaksanaan program.

b. Program Pelatihan P3K1. Rekomendasi untuk menggunakann hal-hal yang menarik minat warga agar dapat hadir dalam program patihan tersebut2. Rekomendasi untuk membawa Alat peraga pertolongan.3. Rekomendasi untuk membuat suatu catatan pertolongan bergambar agar mudah dipahami warga.

Demikian laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pertanggungjawaban kami selama melaksanakan program KKN di Dusun Tawangsari dan Lodadi, semoga semua kegiatan yang telah kami laksanakan 30 hari dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Selain itu, kami memohon maaf jika ada kesalahan dalam menjalankan program ataupun atas sikap dan perilaku yang kurang berkenan selama kami berada di lokasi Dusun Tawangsari dan Lodadi. Akhir kata, terimakasih pada semua pihak yang telah mendukung kelancaran terlaksananya program KKN unit KP-12.

DAFTAR HADIR MASYARAKAT1. Konsultasi Kesehatan 24 jam.

2. Pelatihan P3K.

3. Matriks Program

4. BBM

5. BCKH

6. LHO

Contents