LAPORAN KKN SATRIA

  • View
    530

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of LAPORAN KKN SATRIA

BAB I PENDAHULUANUsaha untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional seperti yang tercantum dalam UUD 1945 antara lain meningkatkan mutu pendidikan di Negara Indonesia sangat tergantung oleh adanya tenaga pendidik yang professional di bidangnya. Tujuan tersebut akan tercapai bila ada keharmonisan berbagai komponen-komponen yang bernaung di bawah dunia pendidikan. Salah satu komponen yang paling berperan adalah tenaga pendidik (guru). Guru harus memiliki kualitas dan keprofesionalitas, tugasnya bukan semata memberikan pengetahuan tetapi juga membentuk kepribadian peserta didik agar menjadi manusia yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama dan bangsanya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu program mata kuliah yang disyaratkan dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang secara khusus menyiapkan calon guru agar memiliki atau menguasai profesi keguruan yang terpadu secara utuh sehingga setelah mahasiswa tersebut diangkat menjadi guru mereka dapat mengemban tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. Kegiatan PPL-KKN terintegrasi dan saling mendukung satu dengan yang lainnya untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru atau tenaga kependidikan. Program-program yang dikembangkan dalam melaksanakan PPL-KKN ini terfokus pada komunitas sekolah, yang mencakup civitas internal sekolah (guru, karyawan, siswa dan komite sekolah), dan masyarakat lingkungan sekolah. PPL-KKN di lembaga sekolah bertujuan untuk meningkatkan kemajuan sekolah yaitu dengan memperbaiki sarana yang telah rusak, menambah sarana yang dapat mendukung proses kegiatan belajar mengajar (KBM), dan lain-lain. Dimana sebelum PPL-KKN dimulai mahasiswa melaksanakan kegiatan yaitu melakukan observasi keadaan sekolah guna memperoleh gambaran tentang

1

aktivitas dan keadaan fisik sekolah untuk menentukan program kerja yang akan dilaksanakan nantinya. Tujuan utama dari pelaksanaan PPL-KKN adalah memberikan kompetensi bagi mahasiswa untuk mengelola dan mengembangkan lingkungan sekolah agar kondusif untuk KBM. Kegiatan PPL-KKN ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, terutama dalam hal pengalaman mengajar, memperluas wawasan, melatih dan mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam bidangnya, meningkatkan keterampilan, kemandirian, tanggung jawab dan kemampuan dalam memecahkan masalah seperti diamanatkan dalam UndangUndang yang menjadi dasar akan kegiatan ini. 1.1. Analisis Situasi (Kondisi dan Potensi Sekolah, masalah terkait PBM) Analisis situasi merupakan tahap pengumpulan data yang ditempuh peneliti sebelum merancang dan merencanakan program. Analisis situasi bertujuan untuk mengumpulkan informasi mencakup jenis dan bentuk kegiatan, pihak atau publik yang terlibat, tindakan dan strategi yang akan diambil, taktik, serta anggaran biaya yang diperlukan dalam melaksanakan program. Pada umumnya, proses analisis situasi terdiri dari analisis situasi internal dan analisis situasi eksternal. y Analisis situasi internal, merupakan tinjauan ulang secara menyeluruh terhadap persepsi dan tindakan organisasi. Jenis dari analisis situasi internal adalah hubungan personal (personal contact), informasi kunci (key informan), badan pengawas (advisory board), ombudsman, dan penelitian lapangan (field research). y Analisis situasi eksternal, merupakan tinjauan ulang secara sistematis latar belakang masalah yang berada di luar organisasi. Jenis dari analisis situasi eksternal mencakup data sekunder (studi pustaka), survei, pengamatan, dan analisis isi. Adapun analisis situasi (yang meliputi kondisi dan potensi sekolah serta masalah terkait dengan proses belajar mengajar (PBM)) yang dilakukan di sekolah SMA N 1 PRAYA BARAT, yaitu :

2

A. Mengenal Keadaan Fisik Sekolah a. Sejarah singkat berdirinya SMA N 1 PRAYA BARAT SMA Negeri 1 Praya Barat merupakan sebuah lembaga pendidikan tingkat sekolah menengah atas. Didirikan pada tahun 1995. SMA Negeri 1 Praya Barat juga mendapat akreditasi B dari Pemerintah. Keadaan fisik SMA Negeri 1 Praya Barat dibangun dengan konstruksi permanen dan memiliki fasilitaspenunjang . Secara fisik SMK Negeri SMA Negeri 1 Praya teletak di jalan raya batujai darek, dengan batas-batas sebagai berikut : a. Sebelah Utara b. Sebelah Selatan c. Sebelah Barat d. Sebelah Timur Identifikasi Sekolah Nama Sekolah Alamat Sekolah Status Sekolah B. Visi dan Misi Sekolah Visi : : SMA Negeri 1 Praya Barat : Jln. Batujai Praya Barat : Sekolah Negeri : Jalan umum by pass : Persawahan dan rumah penduduk : Persawahan : Rumah Penduduk

BERIMAN,BERAMAL,TERDIDIK,JUJUR DAN

IKHLASMisi : 1. Meningkatkan kemampuan dan keimanan serta ketakwaan yang dilandasi sikap jujur dan ikhlas. 2. Melaksanakan semua tanggung jawab dengan ikhlas dan niat yang tulus. 3. Memiliki akhlak yang tinggi serta iman yang kokoh. 4. Memiliki kejujuran dan keikhlasan dalam beramal. 5. Memiliki kepribadian yang tinggi,arif serta bijaksana dalam berbuat. 6. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan baik secara reguler maupun melalui tambahan jam belajar siang/sore hari secara efektip sehingga potensi yang dimiliki siswa dapat berkembang secara optimal. 3

7. Menotivasi seluruh warga sekolah melalui bermacam pola strategi sehingga semangat serta wawasan da pat tumbuh secara intensif. 8. Menumbuh kembangkan sikap pro aktif semua warga sekolah yang didasari oleh semangat demokrasi dalam upaya menciptakan budaya kerja dan budaya belajar yang produktif. 9. Prinsif reward dan punishment di upayakan secara optimal dan konsisten serta di junjung tinggi oleh seluruh komponen sekolah. 10. Meningkatkan peran guru bimbingan karir dalam upaya membantu siswa mengenali jati dirinya. C. Keadaan Fisik Sekolah a. b. c. Luas Tanah Jumlah Ruang Kelas Bangunan yang ada Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Ruang BK Ruang Perpustakaan Mushola Ruang Laboratorium Ruang Multimedia Ruang Perpustakaan Ruang Aula : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 3 cukup memadai. : 17..500 M2 : 21

Kantin

Sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Praya Barat Adapaun sarana dan prasarana yang ada saat ini antara lain : 1. Ruang Kepala Sekolah

Ruang Kepala Sekolah berada di sebelah diantara ruang tata usaha dan ruang bimbingan konseling . Ruang Kepala Sekolah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti : beberapa buah meja dan kursi, 1 lemari, 1 kipas angin. 2. Ruang Guru

4

Ruang guru berada di dalam lingkungan SMA Negeri 1 Praya Barat bersebelahan dengan ruang Bimbimgan dan konseling. Didalam ruang guru terdapat beberapa fasilitas penunjang guru diantaranya media praga Penjaskes, beberapa kursi dan meja guru, 1 buah lemari, 1 buah komputer, dan kipas angin. 3. Ruang Bimbingan dan Konseling (BK) Ruang Bk terletak di antara ruang guru dengan ruang kepala sekolah.. Didalam ruanng BK terdapat beberapa perlenngkapan yaitu meja, kursi,dan beberapa lemari perlengkapan, dan meja konsultasi. 4. Ruang Kelas Ruang kelas merupakan sarana yang paling sangat penting dalam satu lembaga pendidikan. Adapun perlengkapan yang terdapat dalam masingmasing kelas adalah : 1) Meja belajar siswa 2) Bangku siswa 3) Meja Guru 4) Kursi Guru 5) Papan Tulis : 38-40 buah : 38-40 buah : 1 buah : 1 buah : 2 buah white board

6) Inventaris Kelas (seperti spidol kelas dan penghapus). 5. Ruang Tata Usaha Ruang Tata Usaha terletak di sebelah barat ruang Kepala Sekolah.

Fasilitas yang terdapat dalam ruang Tata Usaha adalah bebrapa meja dan kursi, 2 buah lemari, beberapa buah komputer, dan 1 buah televisi. 6. Ruang Wakasek Ruang Wakasek menjadi satu dengan ruang guru mengingat di SMA 1 Praya barat masih kekurangan ruangan, 7. Ruang Laboratorium Komputer Ruang Laboratorium Komputer terletak disamping perpustakaan

mengahadap ke timur. Ruang ini ini menjadi satu dengan ruang multi media dan sekaligus menjadi pusat internet kecamatan peraya Barat. Didalam ruang laboratoriun

5

komputer ini di lengkapi dengan beberapa komputer, fasilitas internet, kursi, meja, dan papan tulis white board. 8. Mushola Mushola terletak di belakang ruang perpustakaan. Di Mushola terdapat beberapa perlengkapan ibadah yaitu mukenah, sarung, Al-Quran, sajadah, karpet, , dan beberapa buku bacaan yang berkaitan dengan agama islam. D. Pengertian PPL Program pengalaman lapangan (PPL) adalah suartu program mata kuliah ynag disyaratkan dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang secara khusus menyiapkan calon guru agaar memiliki atau menguasai pofesi keguruan yang terpadu secara utuh sehinggan setelah mahasiswa tesebut diangkat mejadi guru mereka dapat mengemban tugas secara profesional A. Tujuan, Visi, Misi Dan Sasaran PPL TUJUAN A. Mengenal secara lingkungan fisik administrsasi, akademik, dan sosial psikologi sekolah B. Menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar C. Menerapkan berbagai kemampuan profesional kegiatan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata. D. Menarik kesimpulan nilai deduktif dan penghayatan dan pengalaman selama pelatihan melalui refleksi yang sesuai dengan profesi kependidikan. VISI Wahana pembentukan calon guru dan tenaga kependidikan profesional 1. MISI a) Menyiapkan data menghasilkan tenaga kependidikan atau calon guru yang memiliki nilai, sikap, pengetahuan dan keterampilan profesional. b) Megintegrasikan dan mengimplementasikan ilmu yang telah dikuasainya kedalam praktik keguruan dan atau praktek kependidikan. c) Memantapkan kemitraan antara IKIP Mataram dengan sekolah.

6

MANFAAT 1. Bagi mahasiswa a. Menambah pemahaman dan penghayatan mahasiswa tentang proses pendidikan dan pembelajaran disekolah. b. Memperoleh pengalaman tentang cara berfikir dan berkerja secara interdisipliner, sehingga dapat memahami adanya keterkaitan ilmu dalam mengawasi permasalahan pendidikan yang ada disekolah. c. Mempertajam daya nalar dalam penalaran, perumusan dan pemecahan masalah yang ada disekolah. d. Memperoleh pengalaman dan keterampilan untuk

melaksanakan pembelajaran disekolah. e. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat berperan sebagai motivator, dinamisator dan membantu pemikiran sebagai problem solver. 2. Bagi komunitas sekolah a. Memperoleh kesempatan untuk dapat andil dalm menyiapkan calon guru atau tenaga kependidikan yang profesional. b. Mendapat bantuan pemikiran, tenaga, ilmu dan teknologi dalam merencanakan serta melaksanakan pengembangan sekolah. c. Meningkatkan hubungan kemitraan antara IKIP Mataram dengan pemerintah daerah dan sekolah. 3. Bagi IKIP Mataram a. Memperoleh umpan balik dari sekolah guru pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat

(stakeholders) b. Memperoleh berbagai permasalahan untuk pengembangan penelitian dan kwalitas pendidikan. c. Terjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah dan sekolah untuk pengembangan pelasanaan tri dharma perguruan tinggi

7

B . Perumusan Program Kegiatan PPL Kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa PPL adalah penuyusan perangkat persiapan pembelajaran yang dibuat sebelum memulai kegiatan proses kelas mengajar, agar mahasiswa PPL harus mengajar sesuai rencana pelaksanaan, praktek mengajar terbimbing dan mandiri dilaksanakan pada waktu jadwal mata pelajaran yang diajarkan. Di samping itu guru pamong membimbing dari belakang, menyusun dan mengembangkan alat evaluasi dilakukan pada saat materi yang disampaikan dan dilakukan praktikum pada saat jam pelajaran, menerapkan motivasi pengkelasan pada saat sebelum dan sesudah pengkelasan dikelas, mempelajari administrasi guru, observasi dan tugas-tugas lainnya secara terbimbing dan terpadu untuk memenuhi persyaratan pembentukan profesi keguruan. C. Rancangan Kegiatan PPL Rancangan kegiatan PPL ini dimulai dari pembentukan rencana pelaksanaan PPL, latihan mengajar di dalam kelas seperti latihan membuka pelajaran, latihan memberikan soal pada siswa waktu proses kelas mengajar. Rancangan ini bermaksud agar mahasiswa tahu langkah-langkah dalam proses pengelolaan di kelas. 1.2. Perumusan Program dan Rancangan Kegiatan PPL-KKN 1.2.1. Perumusan Program dan Rancangan Kegiatan PPL a. Program Pengajaran Perumusan program dan rancangan kegiatan PPL ini dimaksudkan untuk menjadikan kegiatan PPL lebih terarah dan terprogram dengan baik serta dapat berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan. Program pengajaran adalah bagian dari kurikulum yang merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan KBM. Di dalam program pengajaran tersusun suatu rencana yang akan atau harus dilaksanakan oleh seorang guru dalam menunjang KBM. Program pengajaran yang digunakan sebagai pedoman pengajaran di SMA N 1 Praya Barat adalah program tahunan, program semester, kriteria ketuntasan minimum rencana pelaksanaan pembelajaran(RPP).

8

Program tahunan adalah program pengajaran dalam jangka waktu satu tahun yang disusun berdasarkan kurikulum mata pelajaran Matematika dengan berpedoman pada kalender pendidikan. Sedangkan, program semester merupakan program pengajaran dalam satu semester yang disusun berdasarkan program tahunan. Kriteria ketuntasan minimum merupakan peganagan dan pataokan yang disunsun berdasarkan indikator serta kemampuan siswa dalam memeahami pelajaran dan RPP adalah perangakat atau batasan dalam mengajar disusun bedasarkan silabus, Untuk satu tahun ada dua program semester yang disusun. Adapun beberapa tahap yang dilalui oleh seluruh mahasiswa untuk memperlancar pelaksanaan PPL meliputi: Observasi dan Orientasi Observasi dan orientasi merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan mahasiswa peserta PPL di sekolah. Observasi dan orientasi ini mencakup keseluruhan aspek, baik aspek fisik maupun non-fisik. Observasi dan orientasi ini dilakukan baik secara langsung maupun secara tidak langsung yaitu melalui pengarahan dari pihak-pihak yang berkompeten dibidangnya. Observasi dan orientasi ini mengharapkan mahasiswa yang melakukan PPL dapat mengenal lingkungannya terlebih dahulu, karena sesuai dengan program mahasiswa bahwa mahasiswa akan berada di lokasi PPL selama 3 bulan. Jadi, diharap mahasiswa PPL menyesuaikan terlebih dahulu kondisi dan lembaga sekolah yang akan mereka gunakan sebagai tempat mempraktikan teori yang telah diperoleh di perguruan tinggi yang telah ditetapkan oleh pihak fakultas. Adapun mahasiswa PPL IKIP Mataram yang diterjunkan di SMA N 1 praya barat adalah sebagai berikut:No 1 2 3 4 5 6 Nama Mahasiswa Jurusan Guru Pamong

Dion Ansori L. Nasir KHairul Astiawan Akhmad Mardani Syuhurman Edi gunawan

PENJASKES PENJASKES PENJASKES PENJASKES BAHASA INGGRIS BAHASA INGGRIS

Imran, S. Pd Imran, S. Pd Imran, S. Pd Imran, S. Pd Hidir, S. Pd Hidir, S. Pd

9

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Nurisin Indrayani Gugut Sutrisno Bq. Huswatun Hasanah Siti Aisyah Amallia Budiatmi Satriawan Isbullah Halimah Hafifah Mohamad hajazi

MATEMATIKA MATEMATIKA MATEMATIKA BIOLOGI BIOLOGI BIOLOGI KIMIA KIMIA KIMIA KIMIA FISIKA

Hj. Halimah, S. Pd Hj. Halimah, S. Pd Hj. Halimah, S. Pd Kadian, S. Pd Kadian, S. Pd Kadian, S. Pd Muh. Herisurya Wahyudi, S. Pd Muh. Herisurya Wahyudi, S. Pd Muh. Herisurya Wahyudi, S. Pd Muh. Herisurya Wahyudi, S. Pd Baiq Lismawati, S. Pd

b. Rancangan Kegiatan PPL Kegiatan yang dilakukan selama PPL di SMAN 1 Praya Barat meliputi: Praktik Terbimbing Praktik terbimbing dilakukan pada awal pelaksanaan PPL, setelah mahasiswa melakukan pengamatan dan penyusunan program, Guru pamong memberikan bimbingan tahap demi tahap secara ketat, mulai dari proses penyusunan, persiapan sampai pelaksanaan praktik mengajar. Adapun bimbingan yang diberikan yaitu, penyusunan program tahunan, program semester, silabus dan RPP. Dalam penyusunan harus memperhatikan aspekaspek sebagai berikut : Kemampuan menetapkan bahan dan tujuan pembelajaran. Kemampuan mengorganisasikan materi, media sumber belajar. Praktik Mandiri Praktik mandiri dilakukan setelah dirasa cukup dalam pelaksanaan praktik mengajar terbimbing, maka mahasiswa diwajibkan untuk praktik mandiri. Guru pamong memberikan tugas kepada mahasiswa serta

pelaksanaannya juga diserahkan sepenuhnya kepada mahasiswa PPL.

10

Pada kegiatan ini mahasiswa program studi Kimia diberikan tugas untuk mengelola, melaksanakan sendiri tugas-tugas keguruan materi pokok mengajar dan administrasi secara mandiri sesuai dengan jurusan masingmasing dari mahasiswa yang melakukan PPL. Perangkat pembelajaran tersusun sesuai dengan materi kegiatan pada saat mengajar terbimbing. Perbedaan terletak pada frekuensi bimbingan dan supervisi dari guru pamong. Uji praktik lapangan Uji praktik lapangan ini merupakan tahap penilaian mahasiswa PPL, khususnya program studi Matematika untuk dinilai oleh Guru pamong. Penilaian oleh guru pamong yang dilakukan dari awal sampai akhir kegiatan PPL yang terjadi meliputi : Membuat perangkat pembelajaran dan bahan pelajaran. Penilaian pengorganisasian materi, media dan sumber belajar. Strategi pembelajaran. Rancanagan prosedur dan persiapan alat evaluasi. Komunikasi dengan siswa. Mendemostrasikan ke siswa tentang metode belajar. Mendorong dan mengelola ketertiban siswa dalam KBM. 1.2.2. Perumusan Program dan Rancangan Kegiatan KKN

Perumusan program dan rancangan kegiatan KKN ini dimaksudkan untuk menjadikan kegiatan KKN lebih terarah dan terprogram dengan baik serta dapat berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan. a. Definisi Sukidjo (2002) menyebutkan bahwa terdapat 2 jenis program kerja KKN yaitu: Program kelompok yaitu program yang direncanakan dan

dilaksanakan secara menyeluruh dan bertanggung jawab oleh seluruh mahasiswa KKN. Program individu yaitu program dimana perencanaan, pelaksanaan dan tanggung jawab ditanggung perorangan. Teknik pelaksanaannya melibatkan kurang dari 50 % mahasiswa. 11

Program individu ini juga terbagi lagi menjadi dua yaitu : Program utama yaitu program yang didasarkan kompetensi bidang studi mahasiswa yang bersangkutan dan berupa keahlian khusus tertentu dari mahasiswa. Program penunjang yaitu serangkaian program yang dapat menunjang program kerja utama, sehingga pelaksanaan program kerja utama dapat berjalan dengan lancar. b. Bahan pertimbangan Penyusunan Program Kerja Berdasarkan observasi praKKN maka diketahui kondisi fisik dan kondisi non-fisik sekolah serta berbagai permasalahan yang dihadapi yang dijadikan pedoman untuk penyusunan program kegiatan KKN di sekolah tersebut. Adapun bahan pertimbangan dalam penyusunan program kegiatan sebagai berikut : Program yang disusun dan diusahakan merupakan program yang

dibutuhkan oleh sekolah atau memberi dukungan terhadap KBM. Pihak sekolah sendiri menyepakati program itu dengan pertimbangan peserta didik, guru, dan masyarakat sekolah. Dari mahasiswa peserta KKN memiliki kemampuan untuk

merealisasikan program tersebut. Kesesuaian permasalahan dengan tujuan KKN. Kebutuhan dan keinginan sekolah. Potensi sekolah dan kondisi fisik sekolah yang mungkin dapat dikembangkan. Bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh mahasiswa peserta KKN. Dana, sarana dan prasarana yang tersedia baik dari mahasiswa, institut (kampus), maupun swadaya mahasiswa. Pertimbangan bersama antara mahasiswa dan pihak sekolah. Berdasarkan pada hasil analisis yang dilakukan pada waktu observasi dan dilanjutkan dengan pembahasan dengan pihak sekolah SMA N 1 praya barat serta pertimbangan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), maka kami

12

telah menyusun rumusan program yang akan kami realisasikan sesuai dengan matriks kegiatan. Rumusan kegiatan tersebut hanya mencakup kegiatan yang menyentuh elemen fisik saja. Idealisme yang kami harapakan dengan

penyusunan program tersebut yaitu sebagai upaya untuk mengeksplorasi keadaan lingkungan sekolah. Berdasarkan pertimbangan di atas maka disusunlah program kerja KKN di SMAN 1Praya Barat yang dilaksanakan dari tanggal 08 Agustus 2011 sampai 09 November 2011 adalah sebagai berikut : y Rincian Program Kelompok sebagai berikut : 1. Bidang Fisik a. Pembuatan bak sampah b. Pembuatan apotik hidup c. Pembuatan tanaman sekolah d. Pembaharuan data guru dan kalender pendidikan 2. Perputakaan dan laboratorium IPA a. Penataan ruang perpustakaan b. Pembuatan spanduk c. Penataan ruang laboratorium 3. Lomba Olimpiade sains dan membaca puisi bahasa inggris 4. Kegiatan lain yang mendukung a. Pelatihan volly Dari beberapa program kerja di atas yang diajukan dan telah disetujui oleh pihak sekolah, tapi hanya sebagian saja yang dilaksanakan dikarenakan keterbatasan dari pihak mahasiswa anggota PPL-KKN Terpadu IKIP Mataram, maka hal tersebut tidak dipermasalahkan oleh pihak sekolah SMAN 1 Praya Barat. Untuk kegiatan Ekstrakurikuler di bulan Ramadhan seperti kegiatan , imtaq . 1.2.3. Penyusunan Laporan Setelah melaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan dan Kuliah Kerja Nyata (PPL-KKN), mahasiswa diwajibkan menyusun laporan yang berisi

13

tentang kegiatan yang telah dilakukan selama PPL-KKN berlangsung pada sekolah tersebut.

14

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

2.1. Persiapan 1.1.1. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Visi dan Misi PPL Visi PPL Wahana pembentukan calon guru dan tenaga kependidikan yang profesional. Misi PPL 1. Menyiapkan dan menghasilkan tenaga kependidikan atau calon guru yang memiliki nilai, sikap, pengetahuan, dan keterampilan profesional. 2. Mengintegrasikan dan mengimplementasikan ilmu yang telah dikuasainya, baik teori maupun praktik keguruan atau praktik kependidikan 3. Memantapkan kemitraan antara IKIP Mataram dengan sekolah. Dalam mempersiapkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa meliputi 3 macam kegiatan: a. Pengajaran Mikro, merupakan praktik mengajar dengan sejumlah siswa dengan waktu terbatas, b. Koordinasi dengan sekolah yang berkenaan dengan tempat pelaksanaan PPL. c. Pembekalan PPL, mahasiswa dibekali tentang berbagai pengetahuan keguruan, etika dan administrasi yang berkaitan dengan tugas yang berhubungan dengan PPL. Sebelum mengajar mahsiswa PPL harus mempersiapkan berbagai hal, diantaranya persiapan tertulis meliputi program tahunan, program semester,

15

silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Seorang guru harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan berpedoman pada Silabus agar dapat menyampaikan materi secara sistematis dan efektif. Selama dalam tahap pelatihan keterampilan terlebih dahulu menyusun suatu pelajaran di bawah pengawasan Guru pamong. Selain silabus yang perlu disusun adalah RPP yang merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada saat mengajar di kelas mulai dari pembukaan sampai menutup pelajaran. Adapun mahasiswa PPL, sebagai calon guru diberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan keterampilan belajar mengajar dan tugastugas keguruan lainnya dari materi yang dibimbing dalam pelatihan yang pelaksanaannya meliputi : Persiapan mengajar Dalam melaksanakan PBM masingmasing calon guru harus

mempersiapkan diri sebagaimana mestinya, baik secara fisik maupun secara mental sehingga pelaksanaan proses belajar mengaja PBM dapat berjalan dengan lancar. Persiapan tertulis Dalam persiapan tertulis ini mahasiswa harus menyusun program tahunan, program semester, silabus serta RPP, sebelum melaksanakan belajar di kelas dan harus dikonsultasikan kepada guru. Konsultasi kegiatan ini agar mengetahui langkahlangkah yang perlu diambil sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Konsultasi KBM dan persiapan mental mahasiswa sangat

diperlukan, karena program yang baik tanpa diiringi dengan mental yang bagus pada saat pelaksanaan KBM hasilnya tidak akan memuaskan. Salah satu cara untuk menimbulkan rasa percaya diri di depan kelas adalah seorang guru harus menguasai pelajaran dan metode yang akan digunakan dalam PBM. 2.1.2. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Visi Dan Misi KKN Visi KKN Pemberdayaan komunitas sekolah melalui proses pendidikan,

pembelajaran, pelatihan, bimbingan dan pendampingan agar mampu

16

mengembangkan kapasitas dan kapabilitas dalam mengelola potensi yang ada untuk pengembangan dan peningkatan akreditasi sekolah. Misi KKN 1. Mengintegrasikan dan mengimplementasikan ilmu yang telah dimiliki mahasiswa ke dalam komunitas sekolah. 2. Meningkatkan 3. Memantapkan kemampuan manajerial mahasiswa dalam

pengelolaan komunitas sekolah. kemampuan mahasiswa sebagai motivator,

fasilitator dan dinamisator dalam komunitas sekolah. Dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini ada berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa peserta KKN selama melaksanakan KKN dalam rangka pembentukan tenaga pendidik yang profesional dan peduli terhadap lingkungan. Untuk keberhasilan dan kesuksesan dari pelaksanaan program KKN maka harus didukung adanya persiapan dari mahasiswa peserta KKN. Adapun persiapan yang harus

dilakukan oleh masing-masing mahasiswa sebelum terjun ke lapangan adalah : Persiapan akademis yaitu mahasiswa KKN minimal telah menempuh 110 SKS dan mendapatkan pembekalan dari dari pihak kampus IKIP Mataram. Persiapan materi maksudnya materi program kegiatan KKN telah direncanakan sebelum pelaksaan KKN melalui observasi terhadap sekolah, persiapan materi dan pengumpulan data. Observasi Dalam kegiatan observasi ini terbagi menjadi 2 yaitu : a. Sosialisasi dan Observasi Lapangan Melakukan observasi untuk membuat program kerja KKN yang mengacu pada kekurangan - kekurangan dan hambatan-hambatan atau masalah-masalah yang dimilliki oleh pihak sekolah. mengetahui kondisi, mahasiswa peserta kerja tersebut dalam matrik program kerja. Setelah

KKN menyusun program

17

b.

Observasi Proses Belajar Mengajar ( di dalam kelas ) Observasi ini dilakukan oleh tim KKN di dalam kelas dengan cara melihat dan menilai bagaimana cara guru pembimbing mengajar di dalam kelas, observasi dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN dengan Guru pamong masing. Penyusunan dan Pemantapan Program Kerja Berdasarkan hasil observasi kemudian mahasiswa peserta KKN yang sesuai dengan bidang studi masing-

menyusun program kerja. Penyusunan program dituangkan dalam matriks program kerja KKN dan harus sudah selesai sebelum program tersebut dilaksanakan. Persiapan Mental Yaitu dengan mempelajari karakteristik sekolah yang akan dijadikan lokasi KKN seperti tingkah laku peserta didik, perkenalan dengan guru dan karyawan. Persiapan Intern Kelompok KKN Persiapan intern kelompok KKN yaitu adanya koordinasi antara sesama anggota kelompok KKN yang diwujudkkan dengan rapat rutin tiap minggu yang bertujuan membahas program kelompok. Selain itu, terdapat tahapan-tahapan dalam penyusunan program kerja KKN yaitu : a. Mempelajari laporan-laporan KKN yang telah disusun oleh angkatanangkatan sebelumnya dengan tujuan untuk memperoleh gambaran secara umum proses kegiatan KKN. b. Mempelajari buku panduan KKN untuk mengetahui latar belakang, visi, tujuan dan manfaat KKN sehingga program yang disusun tidak menyimpang dari yang diharapkan pihak kampus IKIP Mataram dan sekolah/lembaga. c. Observasi ke sekolah yang dijadikan lokasi kegiatan KKN tujuannya untuk membantu penyusunan program KKN.

18

d. Pembekalan dengan rincian sebagai : Tujuan Pembekalan o Memahami konsep dasar, arti, tujuan, pendekatan, program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi KKN. o Agar mahasiswa mendapatkan informasi tentang situasi, kondisi, potensi dan permasalahan di sekolah. Materi Pembekalan Meliputi materi untuk pengembangan pembelajaran di sekolah dan materi yang berkaitan dengan program KKN. Model Pembekalan o Pembekalan umum dilakukan oleh kampus IKIP Mataram dan diselenggarakan pendaftaran. o Pembekalan khusus dilakukan oleh DPL masing-masing kelompok dan pengajaran mikro oleh dosen pembimbing mikro. Tahap Pembekalan Tahap I berkaitan dengan pelaksanaan observasi di sekolah dan penyusunan proposal, dan Tahap II berkaitan dengan penyusunan program dan teknis pelaksanaan program Penyusunan Proposal KKN 2.1.3. Tujuan KKN-PPL Terpadu a. Memberikan pembelajaran pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang berdasarkan tiap gelombang dari urutan

dan manajerial di sekolah dalam rangka melatih dan

mengembangkan kompetensi keguruan atau kependidikan. b. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari, mengenal dan menghayati permasalahan sekolah, baik yang terkait dengan proses pembelajaran maupun kegiatan manajerial

kelembagaan. c. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai secara

interdisipliner ke dalam kehidupan nyata di sekolah.

19

d. Meningkatkan hubungan kemitraan pemerintah daerah dengan sekolah. 2.1.4. Manfaat KKN-PPL Terpadu

antara IKIP Mataram dengan

a. Bagi Mahasiswa 1. Menambah pemahaman dan penghayatan mahasiswa tentang proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah. 2. Memperoleh pengalaman tentang cara berfikir dan bekerja secara

interdisipliner, sehingga dapat memahami adanya keterkaitan ilmu dalam mengatasi permasalahan pendidikan yang ada di sekolah. 3. Mempertajam daya nalar dalam penelaahan, perumusan dan pemecahan masalah pendidikan yang ada di sekolah. 4. Memperoleh pengalaman dan keterampilan untuk melaksanakan pembelajaran dan kegiatan manajerial di sekolah. 5. Memperpendek masa studi mahasiswa. b. Bagi Komunitas Sekolah 1. Memperoleh kesempatan untuk dapat andil dalam menyiapkan calon guru atau tenaga kependidikan yang profesional. 2. Mendapatkan bantuan pemikiran, tenaga, ilmu, dan teknologi dalam merencanakan serta melaksanakan pengembangan sekolah. 3. Meningkatkan hubungan kemitraan antara IKIP Mataram dengan Pemerintah Daerah dan Sekolah. c. Bagi IKIP Mataram 1. Memperoleh umpan balik bagi sekolah guna pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau stakeholders. 2. Memperoleh berbagai permasalahan untuk pengembangan

penelitian dan kualitas pendidikan. 3. Terjalinnya kerjasama yang baik dengan Pemerintah Daerah dan Sekolah untuk pengembangan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

20

2.1.5.

Sasaran PPL-KKN

Sasaran yang ingin dicapai dari Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah membentuk pribadi calon pendidik yang memiliki seperangkat ilmu pengetahuan, keterampilan nilai, sikap serta pola tingkat laku yang di perlukan sebagai profesinya sebagai pendidik. Di samping itu calon guru dituntut kemampuannya menerapkan pengetahuan keterampilan, nilai sikap serta tingkah laku dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah dan di luar sekolah. Sasaran lain yang ingin dicapai dalam pelaksanaan PPL-KKN ini adalah terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (khususnya dunia pendidikan). Berdasarkan pengalaman dan sasaran tersebut, dalam pelaksanaan program pengalaman lapangan kependidikan di SMA N 1 Praya barat, mahasiswa sebagai calon guru atau pendidik telah banyak mendapatkan pengalaman yang cukup bermanfaat sebagai bekal untuk terjun ke dunia kependidikan dikemudian hari. PPL-KKN ini memberikan hasil yang positif dalam mencetak tenaga pendidik yang professional, berkualitas,

bertanggungjawab dan penuh dedikasi serta menjunjung tinggi kode etik guru.

2.1.6.

Tempat Pelaksanaan PPL-KKN

KKN-PPL dilaksanakan di SMA N 1 Praya barat yang beralamat di Jl. Batujai praya barat. 2.1.7. Lama Pelaksanaan

Sesuai dengan waktu yang dijadwalkan oleh Fakultas dan telah disesuaikan dengan waktu yang disediakan di SMA N 1 Praya barat, maka pelaksanaan PPL-KKN adalah selama 3 bulan terhitung sejak dilaksanakan penerimaan Mahasiswa oleh Kepala Sekolah SMA N 1 praya barat pada tanggal 08 Agustus sampai dengan tanggal 09 November 2010. 2.2.Pelaksanaan 2.2.1. Program Praktik Pengalaman Lapangan

21

Kegiatan praktik pengalaman lapangan (PPL) di SMA N 1 praya barat dimulai dari tanggal 08 Agustus 2011 sampai dengan 09 November 2011. Sebelum melakukan KBM, kami membutuhkan berbagai persiapan guna memperlancar kegiatan tersebut. Adapun persiapan-persiapan yang kami lakukan pada tahap belajar mengajar adalah sebagai berikut : 1. Persiapan Fisik dan Mental Proses belajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya menyampaikan materi pelajaran melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar. Hal ini yang menyebabkan seorang guru harus mempersiapkan mental dalam menghadapi siswa yang memiliki latar belakang berbeda. Permasalahan terkadang dalam PBM, seorang guru harus mampu menciptakan suasana yang baik dan mengembangkan hubungan yang positif dengan siswa. Kesabaran, ketekunan, sikap tegas, pandai membaca situasi sangat dibutuhkan dalam menghadapi siswa sebagian besar bermasalahan. 2. Penyusunan Perangkat Pembelajaran Pada umumnya setiap sekolah yang ada selalu memiliki program pembelajaran. Begitu juga halnya dengan SMA N 1 praya barat mempunyai rencana atau program pembelajaran sebagai berikut : a. Program Tahunan Program tahunan adalah perangkat pengajaran yang dilaksanakan dalam jangka waktu satu tahun. Program ini disusun berdasarkan bidang studi dengan berpedoman pada kalender pendidikan yang telah di tetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional sebagai acuan waktu bagi pelaksanaan KBM. Di dalam program tahunan berisi konsekuensi pokok bahasan yang disertai beberapa kali pertemuan. b. Program Semester

22

Program semester ini berisikan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu enam bulan, yang proses penyusunanya harus berdasarkan pada kalender pendidikan. 3. Kegiatan Belajar Mengajar Kegiatan belajar mengajar ini dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran dan realisasi kegiatan belajar mengajar adalah sebagai berikut : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah segala rencana atau rancangan tentang kegiatan pembelajaran yang di buat oleh guru sebelum guru tersebut mengajar di depan kelas. Sebagai calon guru, mahasiswa PPL diberikan kesempatan untuk melaksanakan keterampilan belajarmengajar dan tugas keguruan lainya dari materi yang dibimbing dari pelatihan yang melaksanakanya meliputi : a. Persiapan pengajaran Dalam pelaksanaan PBM masing-masing calon guru harus

mempersiapkan diri sebagai mana mestinya baik secara fisik maupun mental sehingga pelaksanaan PBM dapat berjalan dengan baik dan lancar. b. Persiapan tertulis Dalam persiapan tertulis ini mahasiswa calon guru harus menyusun RPP terlebih dahulu, sebelum melaksanakan KBM di dalam kelas dan harus dikonsultasikan kepada Guru pamong. Konsultasi ini dilakukan agar calon guru mengetahui langkah-langkah yang perlu diambil selama melakukan KBM. c. Merancang alat evaluasi Merancang alat evaluasi meliputi : 1. Pengertian Alat Evaluasi Alat evaluasi adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui sejarah mana hasil belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru dalam jangka waktu tertentu. Alat evaluasi ini dirancang oleh guru dengan pembelajaran yang sudah dibahas dalam PBM yang 23

dilakukan di kelas. Alat analisis yang dimaksud berupa alat tes yang didalamnya berupa kisi-kisi soal yang harus dijawab siswa. 2. Pelaksanaan Evaluasi Setelah evaluasi dibuat, maka pelaksanaan evaluasi terhadap hasil belajar siswa selama mengikuti pelajaran yang dilakukan dengan pengawasan dari guru yang bersangkutan agar hasilnya dapat mencapai secara maksimal sehingga bagi siswa hal ini benar-benar hasil belajar yang murni. Adapun kegiatan evaluasi ini berupa tes lisan, tes tertulis, tes unjuk kerja dan non tes (seperti observasi).

Realisasi Kegiatan Proses Belajar Mengajar Realisasi KBM dilaksanakan setelah semua rencana kegiatan pembelajaran dibuat secara matang dan lengkap serta memudahkan mahasiswa PPL dilaksanakan tugasnya di lapangan. Secara umum hal-hal yang dilakukan oleh seorang calon guru khususnya guru bidang studi Kimia dalam KBM. a. Penyusunan program tahunan bidang studi Kimia. Program tahunan di susun berdasarkan standar isi dengan berpedoman kepada kalender pendidikan yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional sebagai acuan dalam pelaksanaan PBM. b. Persiapan pengajar Sebelum mengajar di kelas, mahasiswa PPL harus mempersiapkan berbagai hal, diantaranya persiapan tertulis yaitu RPP. Dimana RPP merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada saat mengajar di kelas mulai membuka dan menutup pelajaran. c. Mengajar Terbimbing Tujuan adalah agar mahasiswa PPL mahasiswa Kimia khususnya dapat menerapkan kemampuan mengajarnya secara utuh dan integral di kelas sesungguhnya dengan bimbingan Guru pamong baik didalam penyusunan program tahunan, program semester dan RPP. Dalam penyusunan harus memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut : Kemampuan menetapkan bahan dan tujuan pembelajaran.

24

Kemampuan mengorganisasian materi, media dan sumber belajar. d. Mengajar Mandiri Pada kegiatan ini mahasiswa diberikan tugas untuk mengelola, melaksanakan sendiri tugas-tugas keguruan, mengelola sendiri materi pokok mengajar, serta mengelola kelas menjadi kondusif. Dengan mengelola sendiri tentunya mahasiswa PPL akan mampu

menggunakan strategi yang tepat dalam mengelola kelas, sehingga PBM dapat berjalan dengan lancar. Adapun metode mengajar yang diguanakan sangat bervariasi. Dari metode ceramah, Tanya-Jawab, Diskusi, Pemberian Tugas dan lain sebagainya. Sedangkan langkah-langkah pembelajaran yang digunakan adalah: 1. Kegiatan Awal, yang meliputi; apersepsi, tes awal dan memotivasi siswa untuk siap belajar. 2. Kegiatan Inti, yang meliputi; menyampaikan materi pembelajaran, membimbing siswa dalam belajar, maupun memfasilitasi siswa dalam memecahkan setiap permasalahan yang ada. 3. Kegiatan Akhir, yang meliputi; menarik kesimpulan yang dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru, memberikan tugas lanjut dan lainlain. Kegiatan lain yang dilakukan oleh mahasiswa diluar jadwal jam mengajar yang telah ditentukan serta dilakukan secara fleksibel. Hal- hal yang dilakukan mahasiswa sangat beragam meliputi; membantu guru dalam mengawas MID semester, mengantar absensi untuk pengawas pada waktu MID semester, pengelolaan perpustakaan, serta berbagai kegiatan yang dilakukan seorang guru. Mahasiswa di harapkan bisa berkembang dalam kreativitas kependidikan dalam berbagai dengan kegiatan yang dilakukan guru maupun sekolah secara umum dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.

25

2.2.2. Program Kuliah Kerja Nyata Program KKN merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian, khususnya di lingkungan sekolah. Dalam hal ini, kami memprogramkan beberapa program KKN baik dari segi peningkatan mutu pendidikan maupun kegiatan lain yang masih dalam lingkup sekolah yaitu berupa peningkatan kesehatan sekolah, kebersihan sekolah, serta sarana dan prasarana sekolah. Program KKN ini kami rincikan dalam suatu matriks program kerja PPLKKN Terpadu (Terlampir).

2.3.Analisis Hasil Pelaksanaan 2.3.1. Program Praktik Pengalaman Lapangan Pengalaman Lapangan Dalam pelaksanaan PPLyang dilakukan mahasiswa, banyak sekali pengalaman yang penulis dapatkan selama kegiatan PPL berlangsung, mulai dari pengalaman mengajar, menangani masalah yang muncul pada saat proses pembelajaran, serta praktik persekolahan yang semuanya memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi setiap mahasiswa calon guru yang melaksanakan PPL di SMA N 1 praya barat. Adapun berbagai pengalaman yang penulis dapatkan adalah sebagai berikut : a. Pelaksanaan tahap pengenalan lapangan (observasi) memberikan banyak pengetahuan dan pemahaman kepada setiap mahasiswa serta memberikan wawasan terhadap berbagai karakteristik komponen pendidikan, iklim, nilai, dan norma yang terdapat di Sekolah Menegah Atas (SMA). b. Pelaksanaan praktik mengajar terbimbing telah banyak memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam kaitannya dengan tugas guru sebagai pendidik. Pengalaman tersebut meliputi pengkajian Standar Isi dalam kurikulum, pengembangan materi mengajar, penyusunan RPP,

pelaksanaan kegiatan mengajar di kelas, serta pengalaman dalam memberikan bimbingan bagi siswa yang memerlukan bimbingan dan melakukan berbagai macam evaluasi. c. Pelaksanaan latihan mengajar mandiri memberikan pengalaman tentang bagaimana melaksanakan tugas sebagai seorang guru di SMA khususnya 26

guru kelas dalam mengajar dan mendidik siswa secara optimal dari awal hingga akhir pembelajaran. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk seolah-olah menjadi guru yang sebenarnya. d. Dengan adanya praktik pengalaman lapangan dapat mengenal, memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah sebagai seorang calon guru. Hambatan yang dialami Selain mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan selama PPL, penulis juga banyak menghadapi permasalahan. Adapun faktor penghambat pembelajaran bidang studi Matematika yang dihadapi selama mengadakan PPL di SMA N 1 praya barat yang dihadapi oleh mahasiswa PPL meliputi faktor internal dan eksternal. a. Faktor Internal Faktor keterbatasan pengalaman dan pengetahuan dalam hal dalam menguasai materi

pendekatan terhadap siswa saat PBM,

pelajaran yang akan diajarkan, dan masih kurang dalam pengelolaan kelas serta masih kurang mampu menerapkan metode pembelajaran sehingga kadang-kadang membuat proses pembelajaran menjadi kurang aktif. b. Faktor Eksternal y Motivasi siswa Masih ada beberapa siswa yang jarang memiliki motivasi untuk terlibat secara aktif dalam menumbuhkan suasana komunikasi saat belajar mengajar. Kekurangan ini disebabkan oleh keterbatasan kemampuan siswa dalam menentukan pelajaran Kimia. y Kesulitan dalam memilih dan menentukan metode yang tepat. Kesulitan ini disebabkan oleh keberadaan siswa yang memiliki daya serap yang berbeda terhadap materi pelajaran yang di sampaikan. Perbedaan tersebut muncul karena adanya siswa yang daya serap cepat, tanggapan yang kuat dan ada siswa yang memiliki daya serap yang kurang dan lambat. Maka perlu metode yang tepat dalam

27

menyampaikan materi sehingga Kimia menjadi pelajaran yang menyenangkan. y Kurangnya perhatian siswa Masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru dan mengganggu teman-temannya yang sedang belajar sehingga mereka tidak mengerti apa yang telah dijelaskan oleh guru. Sehingga guru harus menggulang kembali apa yang telah disampaikan. Hal ini disebabkan karena guru PPL dianggap sebagai orang yang baru bagi dalam dunia pendidikan. y Siswa masih ragu dan takut untuk bertanya Siswa masih ragu dan takut untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti karena menganggap kemampuan guru regular lebih mampu dari guru praktik. y Siswa sulit berkonsentrasi Masih terdapat beberapa siswa yang sulit untuk konsentrasi dalam KBM, dikarenakan suasana yang tidak mendukung diluar kelas ataupun karena faktor dari diri siswa itu sendiri. Cara Mengatasi hamabatan Dalam usaha mengatasi hambatan yang terjadi selama kegiatan PPL adalah : a. Melakukan konsultasi secara intensif dengan guru pamong saat tidak mengajar. mempelajari materi pelajaran yang akan diajarkan sehingga PBM dapat berjalan dengan lancar. b. Guru hendakannya memberikan motivasi dan perhatian khusus pada siswa dan memonitoring perkembangan belajar siswa. c. Guru hendaknya mempersiapkan materi pelajaran yang diajarkan dengan sebaik mungkin. d. Menggunakan metode mengajar yang memusatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, sehingga siswa dapat sepenuhnya belajar. e. Dalam hal media yaitu menggunakan media lingkungan dan kreativitas dari mahasiswa sendiri.

28

f. Sedangkan cara mengatasi masalah yang disebabkan oleh faktor eksternal dilakukan dengan mengkonsultasikannya dengan pihak sekolah untuk dicari pemecahannya bersama-sama. 2.3.2. Program Kuliah Kerja Nyata Keberhasilan suatu program dapat menjadi tolak ukur pelaksanaan kegiatan. Tidak terlaksananya program dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang merupakan hambatan dalam pelaksanaan program kerja KKN.Sehingga pelaksanaan program kerja tidak dapat dilaksanakan. Adapun hambatan-hambatan dalam melaksanakan kegiatan KKN adalah sebagai berikut: a. b. c. d. Hambatan saat menyiapkan bahan dan alat pendukung kegiatan. Hambatan saat pelaksanaan program. Hambatan dari sekolah. Hambatan dari mahasiswa KKN itu sendiri

Adapun usaha-usaha untuk mengatasi hambatan tersebut: a. Saat menyiapkan bahan dan alat pendukung kegiatan Dengan melihat contoh-contoh yang telah ada. Koordinasi, konsultasi dan pelaporan kepada guru koordinator juga menjadi salah satu usaha untuk mengatasi hambatan tersebut. Adanya komunikasi yang saling menumbuhkan rasa kerja sama antar warga sekolah, dapat mengurangi beban dalam menyiapkan bahan dan alat pendukung kegiatan. b. Saat pelaksanaan program Dalam melaksanakan suatu program KKN, hendaknya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Akan tetapi, semua itu tergantung dengan jenis program yang dijalankan. Sehingga tidak semua program dapat dilaksanakan sesuai agenda. Walaupun demikian, ini tidak menjadi suatu hambatan yang berarti terhadap terlaksananya program KKN. Sehingga dapat diatasi dengan

29

adanya kerja sama yang dilakukan masing-masing peserta KKN, sehingga semua program dapat terlaksana dengan baik. c. Dari sekolah Masing-masing sekolah memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, sekolah perlu mengadakan koordinasi dengan peserta KKN sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antar masing-masing pihak. Dengan demikian, diharapkan dapat menjalin kerjasama dan saling memberikan kontribusi dalam memajukan pendidikan.

30

BAB III PENUTUP3.1. Kesimpulan 3.1.1. Program Praktik Pengalaman Lapangan Berdasarkan pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan juga data-data yang diperoleh dari Sekolah SMA Negeri 1 Praya barat dapat disimpulkan berbagai hal antara lain: 1. Kegiatan PPL pendidikan merupakan salah satu rancana peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman baru yang merupakan bekal seorang calon guru dalam membina dan mendidik siswa. Disamping itu juga kami bisa melihat secara nyata kekomplekan masalah pendidikan di lapangan dan dijadikan sebagai pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga untuk masa yang akan datang setelah kami lulus menyelesaikan program studi di perguruan tinggi dan nantinya akan terjun langsung yang menjadi guru yang sebenarnya. 2. Melalui PPL ini kami dapat membandingkan, menyesuaikan dan menerapkan teori yang kam dapat di bangku kuliah dengan kenyataan yang ada di lapangan. Kami juga mendapat gambaran tentang bagaimana harus bersikap sebagai seorang guru, kepada sesama guru, kepada atasan, terhadap pegawai ataupun terhadap siswa juga bagaimana mempersiapkan perangkat metode yang akan dipergunakan sebelum proses KBM. 3. PPL, khususnya praktik mengajar banyak memberikan pengalaman yang sangat berharga dan bermanfaat bagi mahasiswa sebagai calon guru dimasa yang akan datang. 4. Penguasaan materi bagi seorang guru belum cukup untuk menentukan berhasil tidaknya dalam mengajar, tanpa didukung dengan cara atau metode mengajar yang tepat dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. 5. Mahasiswa yang melakukan PPL dituntut memiliki kompetensi yaitu : Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi

Profesional, Kompetensi Sosial.

31

6. Semakin banyak mahasiswa melakukan praktik yang berhadapan langsung dengan kegiatan dan tugas guru yang ada di sekolah, maka semakin banyak pengalaman yang didapat. 7. Praktik mengajar di SMA Negeri 1 Praya barat berlangsung selama 3 bulan dengan materi di persiapakan oleh mahasiswa dan sekolah. Dalam pelaksanaan praktik mengajar bentuk evaluasi yang dilakukan berupa penugasan, ulangan harian, MID semester dan semester. 3.1.2. Program Kuliah Kerja Nyata Dari pelaksanaan kegiatan KKN di SMA Negeri 1 Praya Barat dari tanggal 08 Agustus 2011 -09 November 2011 dapat disimpulkan : a. Kegiatan KKN telah berjalan lancar. b. Kegiatan KKN dapat menumbuhkan solidaritas,kerjasama, rasa persaudaraan yang baik antar mahasiswa. c. Adanya kepedulian lingkungan sekolah yang terwujud melalui program kerja KKN berupa kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. d. Terjalinnya hubungan yang baik dan harmonis antara mahasiswa, siswa dan tenaga kependidikan di sekolah 3.2. Saran Setelah mengadakan PPL-KKN di SMA Negeri 1 Praya barat, penulis ingin mengajukan beberapa saran yaitu : 1. Pihak kampus a. Pihak kampus dapat memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa calon Guru sebelum mahasiswa melaksanakan PPL. Disisi lain bimbingan dari pihak kampus hendaknya dilakukan secara langsung sehingga dapat melakukan pengawasan secara langsung di lapangan, sehingga mahasiswa mendapatkan masukan ( kritik dan saran) tidak hanya dari dosen pembimbing lapangan saja tetapi juga guru pamong.

32

b.

Keberhasilan pelaksanaan PPL-KKN merupakan tanggung jawab bersama antara mahasiswa PPL-KKN, Sekolah tempat PPL-KKN, maupun pihak kampus dan pendukung lainnya. Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan kualitas PPL-KKN ini, kiranya perlu adanya kerjasama yang baik dan harmonis antara semua komponen yang terlibat didalamnya.

c.

Sebelum peserta praktik mengajar diterjunkan sebaiknya dalam pelaksanaan pengajaran micro teaching lebih diefektifkan sehingga ketika mahasiswa diterjunkan ke lokasi sudah mempunyai persiapan yang matang.

2. Pihak Sekolah a. Pendekatan, sifat dan metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi sangat mempengaruhi cara dan sikap siswa dalam belajar. Pendekatan guru dalam hal ini sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran belajar mengajar. b. Perlu ditingkatkan pembina extra bagi siswa yang prestasinya di bawah rata-rata. c. Perlunya penambahan alat bantu mengajar/alat peraga untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar (dalam hal ini mata pelajaran kimia). Disisi lain hal ini membuat siswa tidak menjadi bosan karena ada suasana baru dalam proses KBM. d. Perkembangan dan perubahan kurikulum dalam metode-metode pengajaran akhir-akhir ini cukup signifikan. Untuk itu perlu diadakan sosialisasi kurikulum dan pelaksanaan metode pengajaran baru, sehingga sekolah dapat terus meningkatkan dan mengevaluasi kualitas hasil pendidikannya. e. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas PPL-KKN, kiranya perlu adanya suatu rancangan/program untuk mengoptimalkan fungsi dan peran mahasiswa bagi pengembangan dan peningkatan pendidikan di sekolah yang bersangkutan, tampa mengesampingkan tujuan utama dari PPL-KKN tersebut.

33

f. Fasilitas yang ada disekolah misalnya; Perpustakaan, Laboratorium IPA, dan Media pembelajaran yang sudah ada hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh siswa dan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di sekolah. 3. Mahasiswa a. Perlu peningkatan penguasaan meteri dan keterampilan yang diperlukan dalam mengajar, sehingga dalam praktik mengajar dapat berjalan dengan baik. b. Peningkatan motivasi dan disiplin siswa, motivasi dan disiplin siswa hendaknya ditimbulkan dan di tingkatkan sehingga dapat tercermin suasana belajar mengajar yang lebih baik. c. Perlu latihan yang banyak dan terus-menerus mengasah keterampilan. d. Menjaga nama almamater dan memiliki kepribadian yang baik dan luhur. e. Bersikap disiplin dalam mengikuti semua rangakaian kegiatan PPLKKN sampai selesai.

3.3. Kesan-kesan Selama saya melaksanakan KKN dan PPL terpadu di SMAN 1 Praya Barat saya merasa terkesan dan bersyukur dengan penyambutan dan bimbingan dari bapak dan ibu guru, dari semenjak kita pelapasan sampai kegiatan PPL-KKN berlangsung. Di SMA Negeri 1 Praya Barat saya mendapatkan banyak pengalaman, mulai dari pengalaman bagaimana mengajar dengan baik dan bagaimana menjadi guru yang lebih baik, juga bagaimana cara bersosialisasi dengan siswa. Maka dengan ini saya sebagai anggota dari PPL KKN terpadu IKIP Mataram mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak ibu guru dan staf Tata Usaha yang lainnya yang berkenan menerima dan membimbing saya selama berada di SMA Negeri 1 Praya Barat. Semoga amal ibadah dan perbuatan di terima di sisiNYA. Amin

34

DAFTAR PUSTAKA

_________Buku pedoman program KKN-PPL,2010. IKIP Mataram _________2005. Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

35