Laporan penelitian kacang hijau revisi.docx

  • View
    704

  • Download
    19

Embed Size (px)

Transcript

PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU

Laporan PenelitianDiajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Disusun Oleh :Fransisca Elisabeth NouraNadya Nuansa RamadhanySavitri Nurul SyifaZahratul Zannah RodiyahXI IPA 2

PEMERINTAH KOTA CIMAHIDINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGASMA NEGERI 3 CIMAHI2014

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI2KATA PENGANTAR3BAB 1 PENDAHULUAN1.1Latar Belakang Masalah41.2Rumusan Masalah51.3Tujuan Penelitian51.4Ruang Lingkup Kajian51.5Sumber Data51.6Metode Penelitian61.7Manfaat Penelitian71.8Variabel Penelitian71.9 Sistematika Penelitian8BAB 2 LANDASAN TEORI2.1Pengertian Pertumbuhan92.2Faktor-Faktor yang Mempengaruhi11BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN3.1Metode Kualitatif133.2Teknik Pengumpulan Data133.2.1Alat dan Bahan133.2.2Langkah-langkah143.3Sumber Data Penelitian14BAB 4 HASIL PENELITIAN4.1Hasil Penelitian154.2Pembahasan17BAB 5 PENUTUP5.1Simpulan185.2Saran18DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke Hadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah penelitian yang berjudul Pengaruh Media Tanam pada Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang Hijau. Makalah ini merupakan hasil observasi yang disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata pelajaran bahasa Indonesia.Makalah ini berisikan penjelasan tentang pengaruh media tanam dalam pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau. Dalam pengambilan data, penulis menggunakan metode observasi dengan menggali informasi dari berbagai sumber baik itu berdasarkan tulisan yang dikaji ulang (referensi) maupun melalui internet.Dalam pembuatan makalah ini, penulis tidak lepas dari bantuan beberapa pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, terutama kepada Allah SWT, yang telah memberikan penulis kesempatan dan waktu untuk bisa menyelesaikan makalah ini, dan juga kepada ayah dan ibu penulis, Dra. Rika Hasbah, dan juga kepada teman-teman yang turut membantu dalam memberikan motivasi dan dukungan.Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan dari semua pihak agar dapat menyempurnakan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk para pembaca.

Minggu, 23 Maret 2014

Penulis

BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang MasalahPertumbuhan adalah suatu proses pertumbuhan ukuran dan volume serta jumlah sel secarairreversibel, yaitu tidak dapat kembali ke bentuk semula. Adapun perkembangan merupakan proses menuju kedewasaan, dan proses ini bersifat kualitatif yang berarti tidak dapat dinyatakan dalam suatu bilangan.Faktor-faktoryang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dibedakan menjadi 2, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu meliputi gen dan hormon. Faktor Eksternal merupakan sesuatu yang memengaruhi/faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya, kelembapan, makanan (nutrisi), dan suhu.Kacang hijau atau Phaseolus aureus berasal dari famili Leguminoseae adalah sejenistanaman budi dayadanpalawijayang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuksuku polong-polongan(Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau diIndonesiamenempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelahkedelaidankacang tanah.

1.2Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut.1. Adakah pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau?2. Bagaimana pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau?3. Media manakah yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau?

1.3Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini antara lain.1. Mengetahui adanya pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau.2. Mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau.3. Mengetahui media yang paling efektif untuk pertumbuhan kacang hijau.

1.4HipotesisBerdasarkan tujuan diatas, peneliti membuat hipotesis antara lain.1. Media tanam mempengaruhi terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.2. Media tanam mempengaruhi kecepatan tumbuh dan perkembangan tanaman kacang hijau.3. Media yang paling efektif untuk pertumbuhan kacang hijau adalah kapas.

1.5Sumber DataData yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer, sumber data yang diperoleh langsung sebagai hasil pengamatan peneliti sendiri, yaitu melalui percobaan pada tumbuhan kacang hijau. Penelitian dilakukan mulai hari Senin, tanggal 31 Maret 2014, pada pukul 09.00 WIB. Penelitian dilakukan di rumah.

1.6Metode PenelitianMetode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik catat yang diamati dari setiap petumbuhan tanaman tersebut. Adapun kegiatan yang diteliti oleh peneliti adalah pertumbuhan tanaman yang diukur berdasarkan tinggi tanaman tersebut. Catatan data yang diteliti oleh peneliti kemudian diproses menjadi bentuk laporan.

1.7Manfaat PenelitianManfaat penelitian yang dirumuskan oleh penulis, antara lain.1. Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang belum mengetahui pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau.2. Sebagai sumber informasi dalam pengembangan teknologi pertanian.3. Sebagai media pembelajaran mengenai pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau bagi pembaca.4. Sebagai media tambahan untuk proses pembelajaran.

1.8Variabel PenelitianVariabel pada penelitian ini antara lain.1. Variabel kontrol yaitu variabel yang dibuat sama oleh peneliti. Dalam hal ini yang menjadi variabel kontrol yaitu kecambah kacang hijau, jumlah air, jenis perlakuan, dan jumlah cahaya.2. Variabel bebas/variabel manipulatif yaitu variabel yang sengaja dibuat tidak sama oleh peneliti. Yang menjadi variabel bebas adalah media tanam yang diberikan pada kacang hijau.3. Variabel terikat/variabel respon adalah variabel yang terjadi akibat perlakuan variabel bebas. Yang menjadi variabel terikat adalah kecepatan tumbuh kecambah kacang hijau.

1.9 Sistematika PenelitianBAB 1 Pendahuluan1.1 Latar Belakang Masalah1.2 Rumusan Masalah1.3 Tujuan Penelitian1.4 Ruang Lingkup Kajian1.5 Sumber Data1.6 Metode Penelitian1.7 Manfaat Penelitian1.8 Variabel Penelitian1.9 Sistematika PenelitianBAB 2 Landasan Teori2.1 Pengertian2.2 Ciri-ciriBAB 3 Metode Penelitian3.1 Metode Kualitatif3.2 Teknik Pengumpulan Data3.3 Desain PenelitianBAB 4 Hasil Penelitian dan Pembahasan4.1 Kondisi4.2 SolusiBAB 5 Penutup5.1 Simpulan5.2 Saran

BAB 2LANDASAN TEORI2.1 Pengertian PertumbuhanPertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula, sedangkan perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaan, tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.Pada proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran, sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawali sejak terjadi fertilisasi (pemupukkan). Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks. Kacang hijau (Mung Bean) adalah sejenis tanaman budi daya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yang digerus dapat dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai taoge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung membentuk gel. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mie yang dikenal sebagai soun.

2.2 Jenis-jenis Media Tanaman Tanah (Solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi, karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.Sekam adalah bulir padi. Biasanya mengacu pada bulir padi yang telah dipisahkan dari tangkainya (jerami). Sekam adalah hasil tanaman padi yang telah dipisahkan dari tangkainya dengan cara perontokan.Pasir adalah contoh bahan mater