LAPORAN PERKEMBANGAN 2017 - ojk.go.id .modal syariah khususnya perkembangan sukuk dan IKNB syariah

  • View
    253

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of LAPORAN PERKEMBANGAN 2017 - ojk.go.id .modal syariah khususnya perkembangan sukuk dan IKNB syariah

LAPORAN PERKEMBANGANKEUANGAN SYARIAH INDONESIA

2017

iii

LAPO

RAN

PERK

EMBA

NGAN

KEU

ANGA

N SY

ARIA

H IN

DONE

SIA

2017

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puji syukur kepada Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan

hidayah-Nya sehingga industri jasa keuangan syariah Indonesia

dalam beberapa tahun terakhir selalu menunjukkan perkembangan

yang baik. Perkembangan positif keuangan syariah Indonesia juga

telah mendapat pengakuan dari beberapa lembaga internasional

yang mencatat bahwa Indonesia termasuk ke dalam negara-negara

yang memainkan peranan penting dalam industri keuangan syariah

global.

Selama tahun 2017, industri jasa keuangan (IJK) syariah Indonesia

mengalami pertumbuhan yang ditunjukkan dari peningkatan

kinerja keuangan industri perbankan syariah, industri pasar modal

syariah dan industri keuangan non-bank (IKNB) syariah. Perbaikan

kinerja tersebut antara lain dipengaruhi oleh kondisi perekonomian

nasional yang stabil dan berdampak kepada perbaikan kinerja

IJK Syariah. Selain perbaikan kinerja keuangan, capaian juga

dapat dilihat dengan adanya keberagaman produk dan aktivitas,

kelengkapan kerangka hukum dan peraturan, dan meningkatnya

jumlah pelaku yang turut melakukan kegiatan usaha di industri

keuangan syariah.

Secara lengkap, perkembangan keuangan syariah indonesia tahun

2017 dirangkum dalam Laporan Perkembangan Keuangan Syariah

Indonesia (LPKSI) ini yang menyajikan berbagai informasi tentang

pelaksanaan tugas OJK di 3 industri keuangan syariah yaitu industri

perbankan syariah, IKNB syariah dan industri pasar modal syariah,

baik di bidang penelitian, pengaturan, pengawasan, perizinan,

pengembangan keuangan syariah, kerja sama kelembagaan

serta arah pengembangan keuangan syariah tahun 2017. Hal

yang baru disajikan dalam LPKSI tahun 2017 ini adalah informasi

perkembangan keuangan syariah global dan posisi keuangan

KATA PENGANTAR

iv

LAPO

RAN

PERK

EMBA

NGAN

KEU

ANGA

N SY

ARIA

H IN

DONE

SIA

2017 syariah Indonesia dalam keuangan syariah global. Laporan ini juga

dilengkapi informasi tentang pengembangan sukuk negara yang

dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan operasi moneter, pasar

uang dan kebijakan makroprudensial syariah yang dilakukan oleh

Bank Indonesia.

Keuangan syariah Indonesia masih mempunyai banyak potensi

untuk terus berkembang. Dengan keunikan yang dimilikinya,

keuangan syariah dipercaya mampu mewujudkan keselarasan

antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Namun

masih banyak tantangan dihadapi oleh keuangan syariah untuk

berperan secara siginifikan dalam pembangunan nasional dan

menyejahterakan masyarakat. Untuk itu, integrasi dan sinergi

semua pihak yang terkait keuangan syariah diperlukan agar

proses pengembangan keuangan syariah berjalan lebih cepat dan

berkelanjutan.

Seluruh anggota Dewan Komisioner menyampaikan penghargaan

kepada seluruh stakeholders atas usaha dan kerja sama yang baik

dalam rangka mendukung OJK dalam menumbuhkembangkan

keuangan syariah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan

perlindungan dan kekuatan bagi kita untuk melaksanakan amanah

dengan sebaik-baiknya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, Juni 2018

KETUA DEWAN KOMISIONER

OTORITAS JASA KEUANGAN

Dr. Wimboh Santoso

v

LAPO

RAN

PERK

EMBA

NGAN

KEU

ANGA

N SY

ARIA

H IN

DONE

SIA

2017RINGKASAN EKSEKUTIF

Secara umum, kondisi perekonomian dan

keuangan syariah Indonesia di tahun 2017

menunjukkan perbaikan pertumbuhan.

Perekonomian Indonesia terus menunjukkan

kinerja yang stabil dengan struktur yang

lebih berimbang. Hal ini terlihat dari angka

pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Riil

dalam 3 tahun terakhir menunjukkan tren yang

stabil dan mengalami peningkatan dari 5,03%

menjadi sebesar 5,07%, angka inflasi yang terjaga

pada kisaran 31% dan nilai tukar rupiah yang

stabil yang berada pada rentang Rp13.323

Rp13.563 per USD pada akhir tahun 2017.

Sebagai salah satu negara yang terbuka dan

aktif dalam pasar global, kondisi ekonomi dan

keuangan syariah Indonesia tidak terlepas

dari perkembangan ekonomi global dan

juga perkembangan ekonomi syariah global.

Membaiknya ekonomi Indonesia sejalan dengan

perbaikan ekonomi global yang dicerminkan

oleh pertumbuhan positif ekonomi negara-

negara dengan PDB terbesar di dunia seperti

China, Amerika Serikat, India, Jepang, dan Jerman

secara berurutan. Dalam 5 tahun terakhir China

dan India memiliki pertumbuhan PDB diatas

6% tiap tahunnya. Sedangkan Amerika Serikat

cenderung stabil di kisaran 1,5%-2,9%. Sementara

pertumbuhan PDB Jepang terus meningkat sejak

pertumbuhan yang melambat di tahun 2014

yaitu dari 0,3% menjadi 1,6% di 2017. Jerman juga

mengalami peningkatan dalam pertumbuhan PDB

dalam 5 (lima) tahun terakhir dari 0,5% di 2013

menjadi 1,6% di 2017.

Industri keuangan syariah global juga terus

mengalami perkembangan dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2016, total aset industri keuangan

syariah global telah mencapai US$2,202 milyar,

meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar

US$2,063 milyar. Industri keuangan syariah global

diproyeksikan akan terus tumbuh dengan asumsi

pertumbuhan sebesar 9,4% (compound annual

growth rate) dan akan mencapai US$3,782 milyar

pada tahun 2022. Besarnya potensi pertumbuhan

bagi keuangan syariah global antara lain didorong

oleh peningkatan populasi Muslim dunia,

peningkatan pendapatan per kapita dan kekayaan

yang dimiliki oleh Muslim, serta kesadaran atas

keuangan syariah yang terus meningkat.

Populasi Muslim di dunia diestimasikan akan

mencapai 2miliar penduduk, yang artinya terdapat

potensi yang sangat besar bagi industri keuangan

syariah untuk lebih berkembang di masa depan.

20% dari total populasi tersebut diperkirakan

terlibat dalam industri keuangan (bankable

Muslim) dan 25% dari bankable Muslim tertarik

atau masuk dalam industri keuangan syariah

(+100 juta nasabah Muslim). Dengan kondisi

tersebut, inklusi keuangan memegang peranan

yang sangat penting dalam pengembangan

industri keuangan syariah. Apabila jumlah bankable

Muslim meningkat menjadi 2 kali lipat (200 juta

vi

LAPO

RAN

PERK

EMBA

NGAN

KEU

ANGA

N SY

ARIA

H IN

DONE

SIA

2017 nasabah Muslim), total aset industri keuangan

syariah diestimasi akan meningkat sebesar 2,5

(dua setengah) kali lipat atau menjadi sebesar

US$5,7triliun.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar

di dunia, Indonesia mempunyai potensi besar

menjadi pusat pengembangan industri keuangan

syariah (Islamic Financial Hub). Dalam beberapa

tahun terakhir, keuangan syariah di Indonesia telah

menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Posisi Indonesia pada industri keuangan syariah di

pasar global juga meningkat sebagai negara yang

diakui di antara negara-negara lainnya seperti

negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC)

dan Malaysia. Berdasarkan laporan ICD-Thomson

Reuters 2017, secara total aset keuangan syariah,

Indonesia menempati posisi ke-7 dari total aset

keuangan syariah dunia dengan total aset US$81

miliar, meningkat dari posisi sebelumnya yang

menempati posisi ke-9 pada laporan yang sama

tahun sebelumnya. Membaiknya posisi Indonesia

pada total aset keuangan syariah terutama

didorong oleh perkembangan pesat di sektor pasar

modal syariah khususnya perkembangan sukuk

dan IKNB syariah.

Dalam 5 tahun terakhir, sektor jasa keuangan syariah

Indonesia mencatatkan perkembangan yang se-

makin baik. Dengan semakin meningkatnya

awareness masyarakat terhadap keuangan syariah,

industri keuangan syariah Indonesia tumbuh sebesar

26,97% pada tahun 2017. Nilai aset keuangan syariah

Indonesia (tidak termasuk kapitalisasi saham syariah)

telah mencapai Rp1.133,71 triliun atau sekitar

US$83,68 miliar.

Industri perbankan syariah Indonesia yang

terdiri dari 13 BUS, 21 UUS, dan 167 BPRS tercatat

sebagai salah satu dari 10 besar negara dengan

aset perbankan syariah terbesar dunia, dengan

total aset perbankan syariah mencapai Rp435,02

triliun atau US$26 miliar di tahun 2017. Laporan

Global Islamic Finance Report 2017 menyatakan

bahwa Indonesia termasuk ke dalam negara-

negara yang memiliki peranan penting dalam

industri keuangan syariah global. Meskipun sedikit

mengalami perlambatan dibandingkan tahun

2016, kinerja perb