laporan photography

  • View
    32

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pengenalansejarah fotografijenis-jenis kamera-hardware-lensa-software-jenis aksesorikesimpualan

Text of laporan photography

POLITEKNIK JOHOR BAHRU KEMENTERIAN PENGAJIAN TINGGI MALAYSIA

JABATAN REKABENTUK KOMUNIKASI DAN VISUAL VG101- PHOTOGRAPHY 1

HISTORY AND PHOTOGRAPHY

NAMA: NeenaNorm @ Kakak garang KELAS: DRG 1C NO.PENDAFTARAN: 09DRG11F1006 NAMA PENSYARAH: EN. MOHD RIDZUAN BIN KHALID

PENGENALANFotografi dari bahasa inggeris iaitu photography, yang telah berasal dari bahasa Yunani iaitu "Fos" yang bermaksud Cahaya dan "Grafo" yang bemaksud Melukis/menulis. Proses melukis/menulis yang dimaksudkan ialah dengan menggunakan teknik media cahaya. Sebagai contoh, fotografi bermaksud proses atau kaedah untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merakamkan pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka terhadap cahaya. Alat yang paling popular untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak dapat menghasilkan gambar atau foto yang menarik. Menurut catatan sejarah, asal muasal fotografi ditemukan secara kebetulan oleh Ibn Al Haitam pada abad ke10, bahwa pada salah satu dinding tendanya terlihat suatu gambar, yang setelah diselidiki ternyata berasal dari sebuah lubang kecil pada dinding tenda yang berhadapan di dalam tendanya itu. Ciptaannya yang terkenal adalah CAMERA OBSCURA:

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan yang serupa dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan yang dikenali sebagai lensa. Untuk menghasilkan identiti cahaya yang tepat dengan menghasilkan gamba dengan menggunakan bantuan alat ukur iaitu identical light meter. Setelah dapat ukuran pencahayaan yang tepat seorang jurugambar dapat mengawal identical light meter dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma(Aperture), dan rana kelajuan (speed). Kombinasi antara ISO, diafragma dan speed tersebut disebut sebagai pajanan(exposure).

SEJARAH FOTOGRAFI

1822 Joseph Nicphore Nipce membuat foto Heliografi yang pertama dengan subjek Paus Pius VII, menggunakan proses heliografik. Salah satu foto yang bertahan hingga sekarang dibuat pada tahun 1825.

(Foto Heliografi subjek pemandangan yang pertama dibuat oleh Joseph Nicphore Nipce pada tahun1826)

1826 Joseph Nicphore Nipce membuat foto pemandangan yang pertama,yang dibuat dengan pajanan selama 8 jam.

1835 William Henry Fox Talbot menemukan proses fotografi yang baru.

(Boulevard du Temple, foto Daguerreotypepertama yang dibuat oleh Daguerre pada sekitar tahun 1838-1839)

1839 Louis Daguerre mengunakan paten daguerreotype. 1839 William Henry Fox Talbotmenemukan proses positif/negatif yang disebut Tabotype. 1839 John Herschel menemukan film negatif dengan larutan Sodium thiosulfate/hyposulfite of soda yang disebut hypo atau fixer.

1851 Frederick Scott Archer memperkenalkan proses koloid. 1854 Andr Adolphe Eugne Disdri memperkenalkan rotating camera yang dapat merakam 8 imej berbeza dalam satu film. Setelah hasilnya dicetak di atas kertas album, imej tersebut dipotong menjadi 8

bahagian terpisah dan tampal pada helaian kad . Kad ini menjadi inspirasi penyebutan (fr:carte de visite dalam bahasa Inggeris:visiting card)

(Imej berwarna yang pertama, Maxwell, 1861)

1861 Foto berwarna yang pertama diperkenalkan oleh James Clerk Maxwell. 1868 Louis Ducos du Hauron menggunakan paten Kaedah fotografi warna subtraktif. 1871 Richard Maddox menemukan filem fotograf emulsi gelatin 1876 F. Hurter & V. C. Driffield bermula penilaian sistematis dalam kepekaan emulsi fotografis kemudian dikenali sebagai ukur peka cahaya.

(Foto berwarna yang pertama dibuat olehLouis Ducos du Hauron pada tahun 1877.)

(High speed photography, Muybridge, 1878)

1878 Eadweard Muybridge membuat sebuah foto high-speed fotografik dari seekor kuda yang berlari. 1887 Film Seluloid( Film Celluloid) yang pertama diperkenalkan. 1888 Kodak memasarkan box camera n1, kamera easy-to-use yang pertama. 1887 Gabriel Lippmann menemukan reproduksi warna pada foto. 1891 Thomas Alva Edison menggunakan paten kamera kinetoskopis (motion pictures). 1895 Auguste and Louis Lumiremenemukan cinmatographe. 1898 Kodak memperkenalkan produk kamera folding Pocket Kodak. 1900 Kodak memperkenalkan produk kamera Brownie. 1901 Kodak memperkenalkan 120 film. 1902 Arthur Korn membuat teknologi phototelegraphy yang mengubah imej menjadi isyarat yang dapat dihantar melalui kabel. Wire-Photos digunakan di Eropa pada tahun 1910 dan hantar ke antara benua bermula sejak 1922.

1907 Autochrome Lumire merupakan pemasaran proses fotografi berwarna yang pertama. 1912 Vest Pocket Kodak menggunakan 127 film. 1913 Kinemacolor, sebuah sistem "natural color" untuk penayangan komersial, ditemukan. 1914 Kodak memperkenalkan system autographic film. 1920s Yasujiro Niwa menemukan peralatan untuk transmisi phototelegraphic melalui gelombang radio. 1923 Doc Harold Edgerton menemukan xenon flash lamp dan strobe photography. 1925 Leica memperkenalkan format film 35mm pada still photography. 1932 Tayangan berwarna pertama dari Technicolor bertajuk Flowers and Treesdibuat oleh Disney. 1934 Kartrid film 135 diperkenalkan, membuat kamera 35mm mudah digunakan. 1936 IHAGEE membuat Ihagee Kine Exakta 1. Kamera SLR 35mm yang pertama. 1936 Kodachrome mengembangkan multi-layered reversal color film yang pertama. 1937 Agfacolor-Neu mengembangkan reversal color film. 1939 Agfacolor membuat "print" film modern yang pertama dengan material warna positif/negatif. 1939 View-Master memperkenalkan kamera stereo viewer. 1942 Kodacolor memasarkan "print" film Kodak yang pertama. 1947 Dennis Gabor menemukan holography. 1947 Harold Edgerton mengembangkan rapatronic camera untuk pemerintah Amerika Serikat. 1948 Kamera Hasselblad mulai dipasarkan. 1948 Edwin H. Land membuat kamera instax yang pertama dengan merk Polaroid. 1952 Era 3-D film dimulai. 1954 Leica M diperkenalkan.

(Digital komputer hasil pengimbasan imej, 1957)

1957 Asahi Pentax memperkenalkan kamera SLR yang pertama. 1957 Imej digital yang pertama dibuat dengan komputer oleh Russell Kirsch diU.S. National Bureau of Standards (sekarang bernama National Institute of Standards and Technology, NIST).

1959 Nikon F diperkenalkan. 1959 AGFA memperkenalkan kamera otomatis yang pertama, Optima. 1963 Kodak memperkenalkan Instamatic. 1964 Kamera Pentax Spotmatic SLR diperkenalkan. 1973 Fairchild Semiconductor memproduksi sensor CCD skala besar yang terdiri dari 100 baris dan 100 kolom.

1975 Bryce Bayer dari Kodak mengembangkan pola mosaic filter Bayer untuk CCD color image sensor. 1986 Ilmuwan Kodak menemukan sensor dengan kapasitas megapiksel yang pertama. 2005 AgfaPhoto menyatakan bankrup. Produksi film konsumen bermerk Agfa terhenti. 2006 Dalsa membuat sensor CCD dengan kapasitas 111 megapixel, yang terbesar saat itu. 2008 Polaroid mengumumkan penghentian semua produksi produk film instant berkaitan dengan semakin berkembangnya teknologi imej digital.

2009 - Kodak mengumumkan penghentian film Kodachrome.

JENIS DIGITAL KAMERA

Terdapat tiga kategori digital kamera iaitu: Compact Camera / Kamera Saku (Point and Shoot Camera) Kamera Digital Semi SLR Kamera Digital SLR (Single Lens Reflex)

Compact Camera / Kamera Saku (Point and Shoot Camera)

Menurut kamus, compact bermaksud ringkas, kecil, dan mudah dibawa ke mana sahaja. Istilah lainnya ialah kamera poket. Jadi ini bermaksud, kamera tersebut berukuran tidak begitu besar sehingga mampu dimasukkan ke dalam poket seluar, saku atau beg tangan. Jika dilihat dari sudut harga, mungkin harganya murah mambuatkan ramai orang mampu untuk memilikinya. Kamera jenis ini menggunakan lensa fixed. Selain itu, fitur yang disediakan juga terbatas. Mode automatik dari kamera compact merupakan daya tarikan utama kamera jenis ini. Terdapat beberapa ciri-ciri juga dibuat secara automatik (seperti White Balance) untuk memudahkan penggunaan dan hasilnya juga cukup memuaskan. Namun kini sudah banyak kamera compact yang memiliki pilihan Manual. Hal ini bermaksud kamera jenis ini boleh mengatur sendiri ukuran diafragma, shutter, ISO dan lainnya yang biasanya hanya ada pada kamera digital SLR (DSLR). Dari segi kualiti, kamera compact memiliki daya tangkapan 5 hingga 8 megapiksel (MP) atau mungkin lebih. Selain itu, banyak kamera compact yang memiliki ciri-ciri tambahan yang membantu proses pengambilan gambar, sebagai contoh Optical Image Stabilizer atau Electronic Shake Protection. Ciri-ciri ini mampu menghindarkan gambar daripada kabur kerana menahan getaran ketika shutter speed ditekan. Keunggulan utama lainnya adalah, kamera kompak menyediakan sebuah layar display yang boleh menampilkan apa yang ditangkap oleh lensa secara langsung. Oleh itu, pengguna tidak perlu bersusah payah menggunakan viewfinder seperti yang disediakan pada semua kamera DSLR walaupun fitur ini membuat menggunakan bateri yang perlu di cas.

Kamera Digital Semi SLR

Dari penampilan, kebanyakan kamera semi SLR atau dikenali sebagai kamera prosumer memiliki bentuk seperti kamera DSLR. Badan yang lebih besar dibanding kamera poket dan muncung yang cukup panjang. Kamera prosumer merupakan kamera dengan lensa fixed tapi memiliki kuantiti zoom hingga (max) 12x. Kamera prosumer juga memiliki fitur/ciri istimewa seperti anti goyang, fokus yang menakjubkan dan continous shot yang cepat. Bagi kualiti penghasilan foto, jenis prosumer menawarkan MP hingga 8 MP (bahkan lebih). Tersedianya pilihan modus Manual memungkinkan pengguna untuk menentukan sendiri pengaturan (men-setting) yang diinginkan layaknya kamera DSLR. Malahan, untuk beberapa jenis kamera Prosumer, terdapat lensa tambahan yang disediakan. Dari segi harga, kamera prosumer memang memiliki harga yang hampir menyamai kamera DSLR.