Laporan Studi Tolak Pembatasan BBM Berbsubidi - Final

  • View
    1.863

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

Laporan Hasil Studi Pembatasan BBM Bersubsidi Harus Ditolak

BALITBANG Partai Demokrasi Indonesia - PerjuanganFebruari 2011

Daftar IsiI. II. 2.1. Pendahuluan...........................................................................................................1 Laporan Hasil Studi...............................................................................................4 Pembatasan BBM Bersubsidi Melawan Konstitusi UUD 1945 dan Mengabaikan Kepentingan Nasional ...................................................................4 2.1.1. Pembatasan BBM Bersubsidi Akan Mendukung Peraturan Menteri Yang Bertentangan Dengan Konstitusi UUD 1945 .......................4 2.1.2. Pembatasan BBM Subsidi Mengabaikan Kepentingan Nasional dan Lebih Tunduk pada Kepentingan Asing ......................................................8 2.1.3. Pembatasan BBM Lebih Menguntungkan Bisnis Asing dan Berpotensi Mematikan SPBU Nasional Berskala Kecil .....................14 Pembatasan BBM Bersubsidi akan Memberikan Dampak Negatif Terhadap Ekonomi ..............................................................................................20 2.2.1. Sebagian Besar Subsidi BBM Dinikmati Kelompok Masyarakat Bawah.....................................................................................21 2.2.2. Menekan Daya Beli Masyarakat................................................................22 2.2.2.1. Daya Beli BBM Masyarakat Relatif Rendah................................22 2.2.2.2. Tabungan Rumah Tangga Tidak Mampu Menutupi Tambahan Biaya Hidup................................................................29 2.2.3. Meningkatkan Biaya Produksi dan Memicu Inflasi...................................33 2.2.4. Berpotensi Menyebabkan Kelangkaan BBM.............................................41 Banyak Alternatif Kebijakan Yang Lebih Adil Yang Belum Dilakukan.......42 2.3.1. Perbaikan Formula Pembebanan Subsidi BBM dan Bagi Hasil Minyak .....................................................................................42 2.3.2. Reformasi Tata Niaga Minyak dan Gas.....................................................45 2.3.3. Model gross PSC Untuk Meningkatkan Bagian Minyak Untuk Pemerintah ......................................................................................46 2.3.4. Menaikkan Pajak Kendaraan Bermotor .....................................................47 Kesimpulan...........................................................................................................49

2.2.

2.3.

III.

Daftar Tabel dan GambarTabel 1. Tabel 2. Tabel 3. Tabel 4. Tabel 5. Tabel 6. Tabel 7. Tabel 8. Tabel 9. Gambar 1. Gambar 2. Gambar 3. Gambar 4. Gambar 5. Gambar 6. Gambar 7. Gambar 8. Gambar 9. Gambar 10. Gambar 11. Gambar 12. Gambar 13. Gambar 14.

Kapasitas Tangki Timbun Pertamina.........................................................16 Lima Tipe SPBU........................................................................................17 Jumlah Kendaraan di Indonesia per November 2010 ................................22 Penjualan Mobil Didominasi oleh Mobil < 1500 cc..................................22 Merek Mobil Penumpang Terlaris 2010 ....................................................23 Penjualan Mobil Mewah, Sangat Kecil Dibanding Mobil < 1500 cc ........23 Perbandingan Daya beli Premium per Kapita di Beberapa Negara...........28 Persentase Kendaraan di DKI berdasarkan Kepemilikan ..........................34 Pembagian Hasil Pajak Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota...........48 Skema Hasil Kajian Tentang Alasan Penolakan Pembatasan BBM Bersubsidi...........................................................................................3 Konsumsi Bensin Berdasarkan Tingkat Pengeluaran Rumah Tangga ......24 Porsi Konsumsi BBM Premium Menurut Tingkat Pendapatan Rumah Tangga Responden ........................................................................25 Pola Kepemilikan/Pembelian Kendaraan di Jabotabek .............................27 Tingkat Tabungan Responden ...................................................................29 Persentase Tabungan Responden Dibanding Penambahan Pengeluaran Akibat Pembatasan BBM Bersubsidi....................................30 Selisih Tabungan dan Kenaikan Biaya Jika Beralih dari Premium ke Pertamax ................................................................................31 Frekwensi Penggunaan Mobil untuk Transportasi Kerja...........................32 Alasan Responden Tidak Menggunakan Transportasi Publik ...................33 Porsi UKM yang Akan Menaikkan Harga pada Tingkat Harga Pertamax..........................................................................................35 Alasan Menggunakan Plat Hitam Untuk Usaha ........................................37 Kesediaan Migrasi dari Plat Hitam ke Plat Kuning Bila Ada Pembatasan BBM Bersubsidi ....................................................................38 Keengganan Melakukan Migrasi Menurut Sektor Usaha..........................39 Harga Minyak Mentah dan Harga Pertamax .............................................40

Laporan Hasil Studi

Pembatasan BBM Bersubsidi Harus Ditolak

I.

Pendahuluan

Mengawali tahun 2011, pemerintahan SBY-Boediono berencana untuk memberlakukan pembatasan BBM bersubsidi per 1 Januari 2011. Namun, rencana tersebut terpaksa tertunda karena Fraksi PDI-P menolak kebijakan ini. Pada saat semua Fraksi mendukung rencana pemerintah, PDIP-P merupakan satu-satunya Fraksi yang tetap konsisten untuk menolak rencana pembatasan BBM bersubsidi. Alasannya sangat jelas yakni kebijakan tersebut akan memberatkan masyarakat dan mengganggu pemulihan ekonomi.

Penolakan yang dilakukan saat itu semakin beralasan karena pemerintah belum memiliki kajian atas rencana kebijakan ini untuk membuktikan bahwa rencana ini lebih adil dan tidak mengganggu ekonomi. Padahal sesuai Undang-undang Tentang Migas No. 25 Tahun 2001, kenaikan harga BBM mensyaratkan pemerintah untuk menyiapkan kajian akademik yang mendukung rencana kebijakan tersebut.

Dengan kuatnya alasan penolakan yang diajukan PDI-P, maka pemerintah wajib menyerahkan hasil kajian sebelum mengimplementasikan pembatasan BBM bersubsidi. Oleh karenanya untuk sementara kebijakan pembatasan BBM bersubsidi harus ditunda pelaksanaannya sampai dengan pemerintah menyelesaikan hasil kajian dan kajian tersebut dapat diterima oleh DPR.

Menurut rencana pemerintah, pembatasan BBM bersubsidi akan diawali dengan melakukan pembatasan atas pasok premium bersubsidi di wilayah Jabodetabek. Pembatasan selanjutnya akan dilakukan untuk solar bersubsidi dan daerah implementasinya diperluas ke seluruh wilayah Jawa dan Bali hingga akhir 2011. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya akan diikuti oleh wilayah-wilayah lainnya di Indonesia (lihat lampiran 1. Rencana Pembatasan BBM bersubsidi di Indonesia).

Litbang PDI-P/Pembatasan BBM

1

Dalam kesepakatan DPR dengan pemerintah, pembatasan BBM bersubsidi akan dimulai dengan membatasi pasok premium bersubsidi pada 1 April 2011. Dengan syarat seluruh Fraksi di DPR telah menyetujui. Oleh karenanya, dalam studi ini kajian hanya dilakukan terhadap rencana pembatasan premium bersubsidi bukan pada jenis BBM bersubsidi lainnya. Selanjutnya yang dimaksud dengan pembatasan BBM bersubsidi dalam kajian ini adalah pembatasan premium bersubsidi.

Sejalan dengan sikapnya untuk menolak rencana pemerintah untuk melakukan pembatasan BBM bersubsidi meskipun tanpa persiapan yang matang, maka PDI-P melakukan studi untuk mendukung argumen Fraksi PDI-P di DPR. Kajian ini dilakukan oleh Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PDI-P selama bulan Januari 2011.

Secara ringkas hasil studi yang dilakukan oleh Litbang PDI-P berkesimpulan bahwa rencana pembatasan BBM bersubsidi yang akan diimplentasikan pada bulan April 2011 harus ditolak karena: Pertama, kebijakan pembatasan BBM bersubsidi melawan amanah konstitusi UUD 1945 dan mengabaikan kepentingan nasional a) pembatasan BBM bersubsidi akan mendukung Peraturan Presiden yang bertentangan dengan konstitusi UUD 1945; b) pembatasan BBM bersubsidi mengabaikan kepentingan nasional dan lebih

memprioritaskan kepentingan asing dan internasional; c) pembatasan BBM bersubsidi akan lebih menguntungkan bisnis asing dan berpotensi mematikan SPBU nasional berskala kecil. Kedua, kebijakan pembatasan BBM bersubsidi yang akan dipaksakan untuk segera diimplementasikan akan memberikan dampak negatif bagi ekonomi Indonesia.

Ketiga, masih banyak pilihan kebijakan lainnya yang lebih adil dan tidak kontra produktif terhadap ekonomi nasional sebelum melakukan pembatasan BBM bersubsidi.

Litbang PDI-P/Pembatasan BBM

2

Gambar 1.

Bagan Alasan Penolakan Pembatasan BBM BersubsidiAlasan Penolakan Pembatasan BBM Bersubsidi

Melawan amanah konstitusi UUD 1945 dan mengabaikan kepentingan nasional

Memberikan dampak negatif bagi ekonomi Indonesia

Masih banyak alternatif kebijakan yang lebih fundamental yang dapat ditempuh

Pembatasan BBM bersubsidi akan mendukung Peraturan Presiden yang bertentangan dengan konstitusi UUD 1945

Subsidi BBM selama ini tepat sasaran karena sebagian besar dinikmati kelompok masyarakat bawah

Perbaikan formula pembebanan subsidi BBM dan bagi hasil minyak

Pembatasan BBM bersubsidi tidak layak dilakukan karena daya beli masyarakat masih rendah Pembatasan BBM bersubsidi mengabaikan kepentingan nasional dan lebih memprioritaskan kepentingan asing dan internasional Pembatasan BBM Bersubsidi akan meningkatkan biaya produksi, memicu infl asi serta menyulitkan usaha UKM

Reformasi tata niaga minyak dan gas

Model gross PSC untuk meningkatkan bagian minyak pemerintah

Pembatasan BBM bersubsidi akan lebih menguntungkan bisnis asing dan berpotensi mem