Macam : Pasien Kompromised medic Infark Miocard

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pasien Compriomised medic merupakan pasien yang memerlukan penanganan medis dengan perlakuan khusus sehingga dalam melakukan perawtan kedokteran gigi tidak merugikan pasienTujuan:Infark MIocard merupakan akib at dari cidera iskemik berkepanjangan pada jantung. Penyebab yang paling umum adalah adanya penyakit arteri koroner agresif sekunder akibat aterosklerosis. Risiko pada pasien dengan riwayat Infark Miocard dibagi menjadi 3:

Text of Macam : Pasien Kompromised medic Infark Miocard

Pasien Compriomised medic merupakan pasien yang memerlukan penanganan medis dengan perlakuan khusus sehingga dalam melakukan perawtan kedokteran gigi tidak merugikan pasien

Tujuan:a. Mengantisipasi reaksi yang tidak diinginkan oleh karena obatb. Perawatan kedokteran gigi yang dilakukan sesuai dengan kondisi medis pasienc. Untuk memprediksi suatu risiko yang dapat terjadi dan mempersiapkan antisipasid. Dapat menetapkan konsultasi dan rujukan yang diperlukane. Melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang tepatf. Untuk melakukan inform consent yang tepat

Macam : Pasien Kompromised medic Infark MiocardInfark MIocard merupakan akib at dari cidera iskemik berkepanjangan pada jantung. Penyebab yang paling umum adalah adanya penyakit arteri koroner agresif sekunder akibat aterosklerosis. Risiko pada pasien dengan riwayat Infark Miocard dibagi menjadi 3:1. Risiko tertinggi selama masa 6 bulan pertama setelah infark miokard2. Risiko menengah pada masa 6-12 bulan 3. Risiko terendah setelah 12 bulan

Perawatan dalam kedokteran gigi:A. Tindakan non bedah Tipe 1 :Pemeriksaan Radiografi, DHE, pencetakan rahang Tipe 2 :tindakan operativ dentistry sederhana, profilaksis supragingva dan ortho Tipe 3 :scaling subgingiva, root planning, endodonticB. Tindakan bedah Tipe 4:ekstraksi, kuretase, gingivoplasti Tipe 5:ekstraksi multiple, gingivektomi, flap Tipe 6:ekstraksi seluruh rahang, flap, orthognatik, implant, bedah rahangYang perlu diperhatikan oleh dokter gigi adalah pasien masih memiliki penyakit aretri koroner. Sebaiknya dilakukan penundaan hingga risiko rendah (pada 12 tahun setelah terjadi infark miokard). Meski nantinya pasien sudah melewati masa 12 bulan, harus tetap dilakukan pengawasan terhadap kemungkinan terjadinya kembali infark miokard dengan melakukan control dan konsul pada spesialis penyakit dalam. Dalam melakukan prosedur bedah(tipe 4 6) hospitalisasi pasien dibutuhkan

Sumber : Wray, David, dkk. 2003. Textbook of General ang Oral Surgery. Philadelphia: Churchill Livingstone

Rose, Louis, F. & Donald kaye. 1997. Buku Ajar Penyakit Dalam untuk Kedokteran Gigi