Mahkota Dewa

  • View
    281

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Dan allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). Q.S. An-Nahl: 65

Mahkota Dewa Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Rosidae Ordo: Myrtales Famili: Thymelaeaceae Genus: Phaleria Spesies: Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.

Tumbuhan

berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi 1 - 2,5 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, tegak, warna cokelat, permukaan kasar, percabangan simpodial, arah cabang miring ke atas. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berhadapan (folia oposita), warna hijau tua, bentuk jorong hingga lanset, panjang 7 - 10 cm, lebar 2 - 2,5 cm, helaian daun tipis, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan licin, tidak pernah meluruh

Bunga

tunggal, muncul di sepanjang batang dan ketiak daun, bertangkai pendek, mahkota berbentuk tabung (tubulosus) - berwarna putih Buah bulat, panjang 3 - 5 cm, buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi merah, bentuk dengan biji bulat, keras berwarna cokelat, daging buah berwarna putih - berserat dan berair Perbanyaan Generatif (biji)

Mahkota

dewa tumbuh subur di tanah yang gembur dan subur pada ketinggian 10-1.200 m dpl. Suhu tidak terlalu menjadi masalah yang signifikan dalam penanaman mahkota dewa. Tanaman dari biji biasanya sudah berbuah pada umur 10 - 12 bulan.

A. Pengolahan Tanah Tanah lebih dulu digemburkan serta diberi pupuk dasar yang berupa pupuk kandang. Takaran pupuk kandang yang diberikan adalah 20ton/ha. Sebagai tanaman keras, mahkota dewa membutuhkan membutuhkan lubang tanam. Lubang tanam digali (30x 30x30 ) cm. Tanah galian ditumpuk terpisah antara tanah lapisan atas dan tanah lapisan bawah. Lubang tanam dibiarkan terbuka selama minimal seminggu agar terkena udara luar, sinar matahari, dan hujan.

B. Pengadaan Bibit Salah satu aspek penting dalam budidaya mahkota dewa adalah penyiapan bibit. Bibit yang baik akan memberikan hasil yang baik pula selain didukung oleh faktor lain. Dalam budidaya mahkota dewa, ada dua jenis bibit yang dapat digunakan, yaitu bibit dari fase generatif (biji) dan bibit dari fase vegetative (stek batang atau cangkok). C. Penanaman Penanaman mahkota dewa tidak tergantung musim, meski demikian, perawatan tanaman merupakan kegiatan yang harus dilakukan setiap petani, terlebih bila usaha budidaya tersebut berorientasi pada hasil yang baik.

D. Penyulaman Penyulaman dilakukan bila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya tidak normal untuk digantikan dengan tanaman yang baik. E. Pemupukan Pada prinsipnya pupuk yang diberikan pada tanaman obat dianjurkan berasal dari bahan alami atau pupuk organik seperti pupuk bokasi. Penggunaan pupuk kimia atau anorganik tidak dianjurkan karena menimbulkan residu kimia yang dapat muncul pada buah. Padahal buah mahkota dewa dimanfaatkan sebagai bahan obat. Tentu saja hal ini akan sangat berpengaruh pada kesehatan penggunaannya.

F. Penyiraman Penyiraman perlu dilakukan pada saat tanam dan sesudah tanam saat tanaman masih kecil. Hanya saja bila hari hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan. Setelah tanaman berumur 6 bulan sesudah tanam, penyiraman relatif tidak diperlukan karena jangkauan perakarannya sudah dalam. G. Penyiangan Penyiangan harus dilakukan secara berkala sepanjang tahun karena mahkota dewa termasuk tanaman tahunan. Penyiangan dilakukan melihat gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Umumnya penyiangan pada mahkota dewa dilakukan 3-4 kali.

H.

Penanganan hama dan penyakit Mahkota dewa mempunyai musuh alami berupa hama pengganggu. Hama yang biasanya muncul adalah belalang, kutu putih, dan ulat buah. Hama ulat buah memang masih jarang menyerang tanaman mahkota dewa.

Buah mahkota dewa mengandung beberapa zat aktif seperti:

Alkaloid, bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh Saponin, yang bermanfaat sebagai: sumber anti bakteri dan anti virus meningkatkan sistem kekebalan tubuh meningkatkan vitalitas mengurangi kadar gula dalam darah mengurangi penggumpalan darah

Flavonoid melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner mengandung antiinflamasi (antiradang) berfungsi sebagai anti-oksidan membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan Polifenoll berfungsi sebagai antialergi

1.

Teknik Rebusan

2.

Teknik Rendam

Rebus 20 keping hirisan buah mahkota dewa kering dengan tiga gelas air sampai mendidih, Kemudian tunggu hingga dingin, supaya semua ekstrat yang terkandung di dalam hirisan buah yang telah direbus keluar. Warna air rebusan sebaiknya akan berwarna merah . Jika berwarna agak kekuningan atau lebih pucat, itu menunjukkan kandungan air adalah berlebihan, tetapi ia masih boleh digunakan. Jika untuk rebusan daun, rebus 3 helai daun dengan segelas air sampai mendidih, tunggu hingga dingin supaya warna klorofil daun melarut ke dalam air.

Rendam

10 keping hirisan buah mahkota dewa kering dengan segelas air panas. Tunggu hingga sejuk, baru minum. Sisa buah rendaman boleh ditambah dengan air panas untuk rendaman seterusnya sehingga habis sari patinya.

Efek Samping Efek samping yang dapat timbul akibat meminum air rebusan buah atau daun mahkota dewa untuk pertama kali adalah rasa pening kepala. Ia bergantung pada kadar kepekatan air rebusan yang dibuat. Jika teramat pekat, kadar pusing kepala agak terasa. Peminum harus bersabar dan bertahan kerana setelah meminum untuk kali yang kedua atau ketiga, keadaan akan menjadi stabil.

1.

2. 3.

Tindakan Yang Perlu Diambil Jika keadaan Luar Biasa Banyak minum air putih dengan tujuan untuk mengencerkan air rebusan mahkota dewa yang telah diminum. Minum susu segar Berhenti minum air rebusan mahkota dewa kalau efek samping berkelanjutan.

Irisan kulit dan buah mahkota dewa yang telah dikeringkan

Produk dikemas dengan cara tradisional

Produk mahkota dewa yang telah dikemas dengan lebih modern

Anna Winata

di Bogor dan Retno di Bekasi juga merasakan sehat kembali dari sakit kanker rahim berkat mahkota dewa. Ny. Parlan di Balikpapan pun berhasil menormalkan kadar gula darahnya berkat tumbuhan obat ini. Masih banyak lagi contoh keberhasilan yang lain.

Di

Yogyakarta pernah ada yang mencoba menelan bijinya mentah-mentah. Hasilnya dia merasakan tubuhnya sangat panas, seperti terbakar api, dan buang-buang air terus-menerus. Namun, setelah tidur, keesokan harinya, tubuhnya terasa sangat segar. Di Depok pernah ada yang mencoba memakan buahnya begitu saja. Hasilnya, orang itu langsung mabuk.

1.

Wanita hamil dilarang menkonsumsi obat ini, karena akan berakibat pada meningkatnya kontraksi otot rahim yang sangat berbahaya bagi kondisi kehamilan. Wanita yang sedang haid dilarang untuk mengkonsumsi obat herbal ini karena mahkota dewa dapat mencairkan darah dan menggerus dinding rahim secara berlebihan, serta sulit untuk mengering. Tidak dianjurkan untuk meminum obat ini secara berlebihan meskipun notabene berupa obat herbal alami, karena dosis tinggi akan dapat merubah sifat obat ini menjadi toxin.

2.

3.

thibbunnabawi.wordpress.com http://www.suarakarya- online.com/news.html?id=120307 diakses 5/10/2010 http://radensomad.com/manfaat-dan-kegunaan-tanamandan-buah-mahkota-dewa.html diakses 5/10/2010 http://mahkotadewa.co.cc/kesehatan/mahkota_dewa.html diakses 5/10/2010 http://www.plantamor.com/index.php?plant=977 http://www.indonesiaherbal.com/forum/index.php?topic=4 3.0 diakses 5/10/2010 http://www.cakap.net/index.php?showtopic=1058 diakses 5/10/2010 www.iptek.net.id - www.pdpersi.co.id